Anda di halaman 1dari 14

STROBERI (Fragaria x-ananassa Duch)

1.1 Deskripsi Stroberi


Stroberi yang tergolong genus Fragaria terdiri dari banyak spesies
yang sesuai dengan daerah-daerah penyebarannya. Spesies stroberi yang
pertama kali ditemukan di daerah penyebarannya di Chili adalah
Fragaria chiloensis (L) Duchesne dan disebut stroberi Chili. Sedangkan
daerah penyebaran spesies stroberi yang lain meliputi daerah-daerah
dibenua Amerika, Eropa, dan Asia. Di benua Amerika , daerah
penyebaran spesies stroberi terdapat di kawasan Amerika Utara, Timur
Laut Pasifik, dan California di Asia, daerah penyebaran spesies stroberi
terdapat di Asia Utara, Asia Selatan, Asia Tenggara, Pegunungan
Himalaya, dan Jepang.
Dari sekian banyak spesies yang ditemukan, stroberi yang popular
adalah spesies Fragaria vesca L. di Indonesia, spesies Fragaria vesca
cukup popular dan merupakan stroberi yang pertama kali di budidayakan
sejak jaman kolonialisasi Belanda. Sementara itu, Spesies stroberi
Fragaria

ananassa

merupakan

jenis

stroberi

modern

yang

dikembangkan untuk tujuan usaha komersial. Stroberi ini merupakan


hasil persilangan antara Fragaria virginiana asal Amerika Utara dengan
Fragaria chiloensis asal Chili. Dengan demikian, kini stroberi yang
banyak di budidayakan adalah spesies Fragaria x ananassa.
Tanaman stroberi merupakan tanaman herba yang berumur panjang
dan tumbuh sebagai perdu yang menyemak dengan tinggi tanaman
sekitar 20 3 cm. Masa hidup tanaman stroberi mencapai tahunan.
Tanaman ini berbuah sepanjang tahun dan dalam siklus produksi panen
buah dapat dilakukan setiap minggu selama 7 8 bulan dalam
8

setahunnya. Tanaman stroberi memiliki penampilan sangat menarik.


Buahnya yang berwarna merah menyala sangat kontras dengan warna
daunnya.
Secara morfologi, organ-organ penting stroberi di jelaskan sebagai
berikut :
1. Akar
Tanaman stroberi berakar serabut dan berakar tunggang. Akar
serabut tumbuh dangkal menyebar secara horizontal dan vertical.
Akar serabut yang tumbuh menyebar secara horizontal dapat
mencapai sepanjang 30 cm atau lebih. Sementara akar tunggang
tumbuh memanjang dapat mencapai kedalam 100 cm. perakaran
stroberi tumbuh tebal membentuk rumpun. Dari rumpun akar
tersebut dapat tumbuh tunas yang akan menjadi tanaman baru.
Akar tanaman berfungsi sebagai penomang berdirinya tanaman
dan penyerapan zat-zat makanan (hara) serta air dari tanah. Kondisi
fisik tanah yang gembur dan subur sangat mendukung pertumbuhan
akar, pertumbuhan tanaman, dan produksi buah karena penyerapan
air dan zat- zat hara dapat berjalan sempurna.
2. Batang
Batang tanaman stroberi beruas-ruas sangat pendek dan
bersifat lunak. Batang tanaman yang pendek tersebut sedikit masuk
dalam tanah. Batang tanaman berfungsi sebagai tempat jalannya
pengangkutan air dan zat-zat hara kedaun serta tempat jalannya
pengangkutan zat-zat hasil asimilasi ke seluruh bagian tubuh
tanaman. Batang tanaman banyak engandung air dan tertutupi oleh

pelepah-pelepah daun sehingga tanaman tampak seperti rumpun


yang tak berbatang.
3. Daun
Daun tanaman stroberi merupakan daun majemuk. Setiap daun
mempunyai 3 helai anak daun yang tersusun menjari. Bentuk
helaian anak daun bulat panjang (lonjong) hingga sedikit agak bulat
dan daun melekuk kedalam dengan bagian ujung daun agak
runcing.

Bagian

tepi

daun

bergerigi,

permukaan

daun

bergelombang, dan berbulu. Daun berukuran besar dan memiliki


tulang-tulang yang menyirip. Kedudukan daun tegak dengan
tangkai daun panjang. Daun dan tangkai daun berwarna hijau tua.
Tangkai daun berbentuk bulat dan seluruh permukaannya berbulu
halus. Daun tanaman berfungsi sebagai tempat berlangsungnya
proses asimilasi (pembauran) yang menghasilkan zat-zat yang
diperlukan tanaman untuk pertumbuhan vegetatif (batang, daun,
akar, sulur) dan pertumbuhan generatif (bunga, buah, dan biji).
4. Bunga
Bunga tanaman stroberi berbentuk bintang (rotates) dan
berukuran kecil. Bunga terdiri atas tangkai bunga, kolopak daun
yang berjumlah 10 helai berwarna hijau, daun mahkota (mahkota
bunga) yang berjumlah 5 helai berwarna putih, benang sari
(stamen) yang merupakan alat kelamin jantan yang berjumlah
cukup banyak sampai 35 benang sari, putik (pistillum) yang
merupakan alat kelamin betina berjumlah sangat banyak hingga
ratusan. Benang sari tersusun di sekitar stigma. Serbuk sari

10

mengandung inti sperma untuk penyerbukan. Dengan demikian


bunga tanaman stroberi berjenis kelamin hermaprodit dimana
dalam satu bunga terdapat benangsari (sel kelamin jantan) dan
putik (sel kelamin betina) secara bersama-sama. Putik yangtelah
diserbuki benangsari kemudian menjadi bakal buah yang akan
tumbuh menjadi buah dan bakal biji akan menjadi biji.
Bunga tanaman stroberi tersusun atau terangkai dalam tandan
atau malai (panicula) yang berukuran panjang dan tumbuh pada
ujung tanaman. Setiap malai bercabang memiliki empat macam
bunga, dan masing-masing bunga bertangkai. Empat macam bunga
tersebut, yaitu stu bunga primer terdapat di ujung, dua bunga tersier
yang terletak dibawah bunga sekunder, dan delapan bunga
kuarterner yang terletak dibawah bunga sekunder. Bunga primer
adalah bunga yang pertama kali mekar pada setiap malai, kemudian
secara berurutan diikuti oleh bunga-bunga sekunder, tersier, dan
kuarter. Penyerbukan bunga biasanya dibantu oleh lingkungan
biasanya

melalui

lebah

dan

angin.

Setiap

malai

dapat

menumbuhkan lebih dari satu buah.


5. Buah
Buah stroberi berbiji tunggal, berukurn kecil, dan merupakan
buah agregat yang melekat sebagai satu kesatuan pada permukaan
ujung tangkai buah yang membengkak atau membesar. Bagian
dasar bunga atau ujung tangkai buah yang membesar tersebut
bersifat lunak dan berair serta berasa asam-asam manis. Bagian
dasar bunga (reseptakel) yang membesar tersebut yang selama ini

11

dikenal sebagai buah stroberi yang sebenarnya merupakan buah


semu. Sedangkan buah stroberiyang sejati merupakan kumpulan
buah berbiji tunggal yang berukuran kecil-kecil yang tumbuh di
permukaan ujung dasar bunga atau ujung tangkai buah (reseptakel)
yang membesar. Buah-buah itu tumbuh dari hasil pematangan
beberapa dasar bunga berdaging yang melekat dalam satu kesatuan
dalam satu bunga.
Daging buah bertekstur lembut sampai kasar. Ada yang
berwarna putih dan ada yang merah, rasa ada yang kurang manis,
manis agak asam, manis, dan hambar, tergantung dari varietasnya.
Demikian pula, ukuran buah juga beragam, ada yang besar, agak
besar, dan kecil (ukuran stroberi biasanya antara 5-16 mm),
tergantung varietasnya. Buah stroberi berwarna merah menyala
dengan penampilan yang sangat menarik (Bambang Cahyono,
2011)
Buah stroberi memiliki bentuk dan ukuran yang beragam,
tergantung pada jenisnya. Bentuk buah stroberi terbagi-bagi dalam
delapan tipe, yaitu tipe conic, globose conic, long conic globose,
long wedge, short wedge, necked, dan oblate. Tipe globose dan
oblate dicirikan dengan ujung buah yang meruncing. Tipe wedge
dicirikan dengan bentuk ujung buah yang mendatar (USDA :
United State Departement of Agriculture).
6. Biji
Biji stroberi berukuran sangat kecil, bentuknya bulat pipih,
berwarna hitam, dan bersifat lunak. Biji stroberi terdiri atas kulit

12

biji yang berwarna hitam, daging biji (endosperm), dan embrio.


Stroberi hanya mengandung satu embrio (mono embrional). Biji
yang bersifat embrional bila ditumbuhkan (disemaikan) hanya
menghailkan satu tanaman baru. Biji stroberi dapat di gunakan
untuk perbanyak tanaman atau pembiakan tanaman. Kulit biji
mengandung silikat dan lapisan lilin. Dalam satu buah mengandung
biji yang berjumlh hingga ratusan butir yang terletak diantara
daging buah.
Buah stroberi berasal dari amerika dan dikembangbiakan dengan baik
di daerah Amerika Utara untuk jenis Fragaria virginiana yang terkenal akan
rasanya dan Amerika Selatan, Chili untuk jenis Fragaria Chiloensis untuk
ukuran besarnya. Proses penyilangan dilakukan secara tidak sengaja di awal
abad ke-18 di benua eropa di mana kedua tepung sari dan bibit tanaman
dibawa dan di tanam di daerah Brest, Prancis yang memiliki iklim tropis
dengan suhu sejuk antara 20 celcius hingga 25 celcius dan memiliki tanah
yang lebih subur. Hasil dari perkawinan kedua jenis tersebut adalah Fragaria
ananassa yang sampai saat ini di kembang biakan dengan baik menjadi bibit
untuk hampir semua tanaman buah stroberi di dunia termasuk di Indonesia.
Nama fragaria diambil dari kata Fragans yang artinya harum yang merujuk
pada bau harum buah stroberi. Di Indonesia buah stroberi banyak di
Sukabumi, Cianjur, Cipanas, Lembang, Magelang, Batu, Malang, dan Bali.
Tanaman ini dapat tumbuh dengan cepat dan sehat di ketinggian 600-700 mm
pertahun. Stroberi merupakan tanaman buah berupa herba yang rata-rata
memiliki 200 biji kecil per satu buahnya. Ada 700-an macam jenis stroberi.

13

Salah satu jenis spesiesnya bernama Fragaria chiloensis L jenis ini yang
menyebar luas dibandingkan spesies lainnya. Jenis spesies ini pula yang
pertama kali masuk ke Indonesia. Warna merah pada stroberi di sebabkan
karena buah ini kaya pigmen warna antosianin dan mengandung antioksidan
tinggi. Warna merah inilah yang begitu memikat orang yang melihatnya
(Wira Yunila, 2013)
1.2 Klasifikasi Stroberi
Kingdom
Divisi
Subdivisi
Kelas
Ordo (bangsa)
Famili (suku)
Subfamili
Genus (Marga)
Spesies

: Plantae (tumbuh-tumbuhan)
: Spermatophyta (tumbuhan berbiji)
: Angiospermae (berbiji tertutup)
: Dicotyledonae (biji berkeping dua)
: Rosales
: Rosaideae
: Rosaceae
: Fragaria
: Fragaria chilioensis Duchesne (Chili)
Fragaria vesca Duchesne (Amerika Utara)
Fragaria virginiana Duchesne (Amerika Utara)
Fragaria ananassa Duchesne (Timur Laut Pasifik)
Fragaria bringhuardtii Duchesne (California)
Fragaria viridish Duchesne (Eropa)
Fragaria moschata Duchesne (Eropa)
Fragaria colline (Asia Utara)
Fragaria orientalis (Asia Utara)
Fragaria maupinensi (Asia Selatan)
Fragaria nigerrensis Schlect (Himalaya)
Fragaria daltoniana J.Gay (Himalaya)
Fragaria nurbicola Lindl (Himalaya)
Fragaria nipponica Lindl (Himalaya)
Fragaria iinumee Makino (Jepang)
Fragaria yosoensis Hara (Jepang)
Fragaria iturupensis Staudt (Jepang)
Fragaria x ananassa Duchesne, di sebut stroberi
modern atau stroberi komersial
(Bambang Cahyono, 2011)

14

1.3 Varietas Stroberi


Varietas atau jenis stroberi yang telah dibudidayakan dan di
kembangkan oleh petani bermacam-macam. Namun tidak semua yang
ditanam merupakan varietas unggul. Setiap varietas stroberi memiliki sifat
yang berlainan. Perbedaan sifat tersebut terletak pada ukuran atau berat
buah, tekstur daging buah, warna daging buah, rasa daging buah,
produktivitas tanaman mengghasilkan buah, ketahanan terhadap penyakit,
dan daya adaptasi tanaman terhadap lingkungan.
Varietas-varietas stroberi yang tergolong varietas unggul adalah yang
memiliki kriteria-kriteria sebagai berikut:
1. Produksi buah tinggi dan stabil.
2. Daya tahan terhadap hama dan penyakit tinggi serta dapat beradaptasi
pada daerah tertentu.
3. Buah berukuran besar.
4. Tanaman berumur genjah, yaitu umur berbuah tanaman pendek dan
tanaman cepat berbunga dn berbuah.
5. Daging buah manis agak asam sampai manis dengan tekstur daging
buah lembut.
Varietas-varietas unggul stroberi berupa tanaman hibrida hasil
silangan dua jenis stroberi yang berasal dari amerika, yaitu jenis (spesies)
Fragaria virginiana dan Fragaria chiliensis. Adapun varietas-varietas
hibrida stroberi yang popular dan diminati konsumen, antara lain Selva,
Hokowaze, Batu, Bedugul, Nenas, dan Benggala. Sedangkan varietasvarietas unggul lainnya yaitu Bogota, Aliso, Cambridge favourite,
Blakemore, Bringhton, Fres No.20, Honey, Ostara, Glasa, Elvira, Elista,
Hecker, Elzanta, Konfitura, Florida Belle, Rabunda, Gorella, Red
Gantlet, Revada, Tenira, Korona, Pantegurella, Red Gantlet, Revada,

15

Tenira, Korona, Pantagurella, Senga-sengana, Glaza, Tamella, Favourite,


Donamil, Bounty, Grandee, Gento, Trelissa, Tribute, Tistar, Baron,
Solemecher, Ruegen, Alexandra, Yellow Wandere (Bambang Cahyono,
2011).

1.4 Kandungan Buah Stroberi


Kandungan gizi buah stroberi segar dalam 160 gram mengndung:
energy 50 kalori, protein 1 gram, karbohidrat 11,65 gram, serat 3,81
gram, kalsium 23,24 mg, magnesium 16,60 mg, fosfor 31,54 mg, folat
29,38 mg, vitamin A 44,82 IU. Berikut ini penulis jelaskan paparan
beberapa kandungan tersebut.
Pertama, vitamin C. kandungan vitamin C yang terdapat dalam buah
stroberi lebih banyak di bandingkan 1 buah jeruk orange. Karena stroberi
memberikan 94 mg vitamin C atau1,5 kebutuhan vitamin C harian.
Kedua, kalori. Delapan buah stroberi atau satu gelas stroberi hanya
mengandung 50 kalori dan tidak mengandung kolestrol atau asam lemak
jenuh. Jumlah yang sama juga memberikan 30 mikrogram, asam folat.
Jumlah ini setara dengan 7,5 persen kebutuhan asam folat harian untuk
ibu hamil, yakni 400 mikrogram.
Satu gelas stroberi juga mengandung sekitar 270 miligram
potassium (mineral untuk menurunkan tekanan darah). Jumlah yang sama
juga mengandung sekitar 4 gram serat, yang dapat membantu
menurunkan kadar lemak kolestrol darah dan menyehatkan saluran cerna.
Ketiga, antioksidan (senyawa yang dapat melindungi sel-sel dari
kerusakan oleh bahan-bahan penimbul kanker). Dalam sebuah penelitian,
buah stroberi menduduki peringkat tinggi kandungan antioksidan.

16

Buah stroberi juga mengandung senyawa-senyawa fitokimia yakni


asam elagik (senyawa fenol antikarsinogen dan anti mutagen), kuersetin,
kaemferol, asam fenolat, dan antosianin (zat yang dapat mencegah
penggumpalan darah) yang tergolong komponen flavonoid. Senyawa ini
merupakan pigmen pemberi warna merah pada stroberi (Wira Yunila,
2014)

1.5 Khasiat dan Manfaat Buah Stroberi


Khasiat dan manfaat buah stroberi untuk kesehatan, diantaranya
adaalah:
1. Menjaga kesehatan mata
Alasan utama terhadap hampir semua permasalahan mata adalah
radikal bebas dan kekurangan nutrisi tertentu. Dengan semakin
bertambahnya usia dan kurangnya nutrisi pelindung, radikal bebas
akan mudah menyebabkan permasaahn mata. Beberapa antioksidan
seperti fitamin C dan flavonoid yang terkandung dalam stroberi
dapat menangkal perkembangan yang berhubungan dengan penyakit
mata terkait usia seperti katarak dan degenerasi macula.
2. Menjaga sistem kekebalan tubuh
Tingginya vitamin C di dalam buah stroberi, mempunyai efek
antioksidan yang efektif dalam membantu menurunkan tekanan
darah dan menjaga system kekebalan tubuh.
3. Diet sehat
Berdasarkan hasil penelitian buah stroberi sangat baik untuk
membantu diet. Karena jus stroberi termasuk minuman rendah
kalori.

17

4. Kesehatan ibu hamil


Kandungan asam folat dalam buah stroberi sangat baik untuk para
ibu hamil karena asam folatnya sangat baik untuk membantu
perkembangan otak bayi yang sedang dalam kandungan, selain itu
asam folat bermanfaat untuk mencegah bayi lahir dalam kondisi
cacat.
5. Kesehatan kulit
Asam elagic dalam stroberi berperan sebagai antioksida yang sangat
baik untuk mencegah kanker dan menyehatkan kulit terhadap radikal
bebas juga mencegah kerusakan kulit akibat sinar UV (ultra violet),
sehingga sangat baik untuk kesehatan kulit dan mengatasi penuaan
dini. Selain itu kandungan asam salisilat, falavonoid dan vitamin C
dalam stroberi dapat membantu mengatasi masalah jerawat dan
minyak berlebih.
6. Suasana hati
Buah stroberi sangat baik untuk menjaga mood karena stroberi dapat
membantu pelepasan hormone serotonin (hormone yang dapat
membuat nyaman) yang mempengaruhi Susana hati seseorang.
7. Mencegah pertumbuhan jamur
Stroberi mengandung banyak zat fitokimia dintaranya seperti
tembaga, mangan, dan magnesium. Kombinasi antara mangan,
tembaga dan asam karboksilat dapat menghambat pertumbuhan
jamur di kulit kepala.
8. Memutihkan gigi
Kemampuan stroberi untuk memutihkan gigi sudah sangat dikenal.
Namun, kita juga perlu berhati-hati dalam pengguanaannya agar
tidak selalu sering, karena asam dapat merusak enamel gigi.
1.6 Proses Ekstraksi
Ekstraksi dengan metode maserasi

18

Buah stroberi yang telah dipotong dan ditimbang seberat 100 gr dimaserasi
dalam 250 ml pelarut campuran methanol: HCl 1% (9:1). Setelah itu
disaring dengan corong Buchner. Filtrat hasil penyaringan dimasukkan ke
dalam corong pisah yang kemudian ditambahkan 50 mL petroleum eter.
Kemudian diekstrak sebanyak 3 kali. Setelah itu akan didapatkan ekstrak
kasar yang kemudian dipekatkan dengan Rotary Evaporator untuk
memperoleh ekstrak pekat.
Ekstraksi dengan metode perkolasi
Timbang 100 gram buah stroberi dan masukkan ke dalam gelas kimia.
Kemudian dibasahi dengan cairan penyari sebanyak 250 ml methanol: HCl
(9:1). Tutup rapat dan diamkan selama 1jam. ditempatkan pada bejana
silinder dengan bagian bawah bejana diberi sekat berpori untuk menahan
serbuk (perkolator). Cairan penyari dialirkan dari atas kebawah melalui
serbuk tersebut. Cairan penyari akan melarutkan zat aktif dalam sel-sel
yang dilalui sampai keadaan jenuh.
Ekstraksi dengan metode infundasi
Timbang 100 gram buah stroberi dan tambahkan air 200 ml, masukkan ke
dalam bejana untuk dipanaskan pada suhu 900 980C selama 15 menit.
Kemudian diserkai

1.7. Proses Isolasi Sengawa Antosianin dan Vitamin C


Isolasi Senyawa Antosianin
1
Isolasi Senyawa Antosianin menggunakan Kromatografi Kertas
Kualitatif.
Ekstrak pekat ditotolkan pada kertas saring sebanyak 5 kali dengan selang
waktu penotolan satu dan lainnya menunggu spot penotolan sebelumnya
19

kering dan sebelum dielusi juga ditunggu sampai kering. Setelah itu di
buat 3 jenis komposisi pelarut yaitu: n-butanol- asam asetat glasial- air
(4:1:5), asam asetat- air- HCl 30% (30:10:3), n-butanol HCl 1% (1:1).
Deteksi noda dilakukan dengan memeriksa kenampakannya dan nilai Rfnya
2. Isolasi Senyawa Antosianin menggunakan Kromatografi Kertas
Preparatif
Ekstrak pekat ditotolkan pada kertas saring sebanyak 5 kali dengan selang
waktu penotolan satu dan lainnya menunggu spot penotolan sebelumnya
kering dan sebelum dielusi juga ditunggu sampai kering. Kemudian,
dielusi dengan pelarut terbaik terbaik hasil kromatografi kertas kualitatif
yaitu campuran asam asetat- air-HCl 30% (30:10:3) dengan total 20 mL.
setelah senayawa antosianin terelusi, dihitung nilai Rf-nya dan digunting
spot antosianin menjadi potongan kecil-kecil dilarutkan ke dalam tabung
reaksi yang mengandung pelarut methanol dan HCl 1% (9:1) sebanyak 10
mL kemudian di vortex.
Isolasi senyawa vitamin C
Isolasi menggunakan KLT KT (Kromatografi Lapis Tipis Kinerja Tinggi)
Ekstrak ditotolkan pada Silika khusus, bercak penotolannya berdiameter
antara 0,1-0,5 mm, lempeng silika berukuran 10 x 10 cm. Kemudian
dimasukkan ke dalam bejana yang berisi Methanol-aseton-air (20:40:3).
Setelah cairan terangkat, dilakukan pengukuran Rf dengan menggunakan
sinar UV.
Daftar Pustaka
http://ermy-ermyblogspotcom.blogspot.co.id/2012/12/isolasi-senyawaantosianin-dari-buah.html diakses 6 November 2015

20

https://id.wikipedia.org/wiki/Stroberi_kebun diakses 7 November 2015


http://narfina.blogspot.co.id/2011/11/ekstraksi-menggunakan-metode
-infundasi.html diakses 6 November 2015
http://niswahpaju.blogspot.co.id/2011/08/kromatografi-lapis-tipis.html diakses
6 November 2015

21