Anda di halaman 1dari 6

B.

Tujuan Tentang Anak Balita


1. Pengertian
Anak balita adalah anak yang berusia 12-59 bulan. Anak balita
merupakan kelompok umur yang menunjukan pertumbuhan badan
yang pesat sehingga memerlukan zat-zat yang tinggi/kg berat badan,
dan paling sering menderita penyakit akibat kekurangan gizi, sehingga
memungkinkan akan terserang penyakit sangat mudah (Oetama,
2001).
2. Pengelompokkan Umur Anak Balita
Menurut Naziruddin (2003) pengelompokkan umur anak balita
yaitu :
2.1 Umur 13-24 bulan
2.2 Umur 25-36 bulan
2.3 Umur 37-48 bulan
2.4 Umur 49-59 bulan
3. Perkembangan Yang Terjadi Pada Anak Balita
Menurut Dewi (2010) perkembangan yang terjadi pada anak
balita yaitu :
3.1 Usia 12-18 bulan
3.1.1 Berjalan dan mengesplorasi rumah sekitar serta keliling
rumah
3.1.2 Menyusun 2 atau 3 balok
3.1.3 Dapat mengatakan 5 - 10 kata
3.1.4 Perlihatkan rasa cemburu dan rasa bersaing
3.2 Usia 18-24 bulan
3.2.1 Naik turun tangga
3.2.2 Menyusun 6 balok
3.2.3 Menunjukan mata dan hidungnya
3.2.4 Menyusun 2 kata
3.2.5 Belajar makan sendiri
3.2.6 Mengambar garis di kertas atau pasir
3.2.7 Memulai mengobrol buang air besar atau kecil
3.2.8 Menaruh minat kepada apa yang dikerjakan oleh orang yang
lebih besar

3.2.9 Memperlihatkan minat kepada anak lain dan bermain-main


kepada mereka
3.3 Usia 2-3 tahun
3.3.1 Belajar melompat, memanjat, meloncat dengan satu kaki
3.3.2 Membuat jembatan dengan 3 kotak
3.3.3 Mampu menyusun kalimat
3.3.4
Mempergunakan kata saya, bertanya, mengerti kata-kata
yang ditunjukkan kepadanya
3.3.5 Menggambar lingkaran
3.3.6
Bermain bersama anak lain dan menyadari adanya
lingkungan lain diluar rumahnya
3.4 Usia 3-4 tahun
3.4.1 Berjalan-jalan sendiri dan mengunjungi tetangga
3.4.2 Berjalan pada jari kaki
3.4.3 Belajar berpakaian dan membuka pakaian sendiri
3.4.4 Menggambar garis silang
3.4.5 Menggambar orang dan hanya kepala dan badan
3.4.6 Mengenal 2 atau 3 warna
3.4.7 Berbicara dengan baik
3.4.8 Menyebut namanya, jenis kelamin dan umurnya
3.4.9 Banyak bertanya
3.4.10 Bertanya bagaimana anak dilahirkan
3.4.11 Mengenal sisi atas, bawah, sisi muka dan sisi belakang
3.4.12 Mendengarkan cerita-cerita
3.4.13 Bermain dengan anak lain
3.4.14 Menunjukkan rasa sayang kepada saudara-saudaranya

3.4.15 Dapat melaksanakan tugas-tugas sederhana


3.5 Usia 4-5 tahun
3.5.1 Melompat dan menari
3.5.2 Menggambar orang terdiri dari kepala, lengan dan badan
3.5.3 Menggambar segiempat dan segi tiga
3.5.4 Pandai berbicara dan menghitung jari-jarinya
3.5.5 Dapat menyebutkan hari-hari dalam sehari
3.5.6 Mendengar dan mengulang hal-hal penting dan cerita
3.5.7 Minat kepada kata baru dan artinya
3.5.8 Memprotes bila dilarang apa yang diinginkan
3.5.9 Mengenal 4 warna
3.5.10 Memperkirakan bentuk dan besarnya benda, membedakan
besar dan kecil
3.5.11 Menaruh minat kepada orang dewasa
4. Hal-hal Yang Menyebabkan Balita Mudah Terserang Penyakit
4.1 Anak balita masih dalam priode transisi makanan bayi ke makanan
orang dewasa
4.2 Anak balita di anggap kelompok umur yang belum berguna bagi
keluarganya baik tenaga maupun kesanggupan kerja sehingga
pengurusanya diserahkan kepada saudaranya yang lebih tua, tetapi
belum

cukup

umur

untuk

mempunyai

pengalaman

dan

keterampilan untuk mengurus anak dengan baik


4.3 Kurangi perhatian orang tua kepada mereka karena kesibukan atau
hal-hal tertentu

4.4 Anak balita masih belum dapat mengurus diri sendiri dengan baik
dan belum dapat berusaha sendiri untuk mendapatkan makanan
apa yang akan dimakan
4.5 Anak balita mulai turun ketanah dan berkenalan berbagai kondisi
yang memberi risiko infeksi atau penyakit lain. Padahal tubuhnya
belum cukup mempunyai imunisasi atau daya tahan tubuh untuk
melawan penyakit atau menghindarkan kondisi lain yang akan
menimbulkan bahaya pada dirinya (Naziruddin, 2003).
C. Tinjauan Umum Faktor Risiko Kejadian Pneumonia
1. Status gizi
Imunisasi tubuh dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain
status gizi. Dimana semakin baik status gizi host maka akan semakin
baik pula imunisasinya. Faktor yang mempengaruhi kemungkinan
balita menderita pneumonia adalah daya tahan tubuh yang rendah
yang diakibatkan keadaan gizi yang kurang atau buruk. Balita yang
kurang mendapat asupan energi dan zat gizi, pola asuh yang kurang
baik akan cendrung mempunyai status gizi kurang dan buruk berisiko
sering menderita penyakit infeksi termasuk pneumonia (Depkes RI
2005) dalam (Palloan, 2005).
Memperhatikan berbagai faktor yang menentukan kecukupan zatzat gizi bagi setiap orang, khususnya bagi bayi dan balita, ibu hamil
dan ibu menyusui memerlukan perhatian khusus. Bayi dan anak balita
termasuk usia rawan gizi, artinya mereka sangat peka terhadap
kemungkinan

mengalami

ganggun

kesehatan

apabila

konsisten

kecukupan asupan gizi terganggu atau tidak dicukupinya zat-zat


penting yang diperlukan. Lebih lanjut dampaknya adalah bayi dan
anak balita karena mudah menderita sakit (Depkes RI 2005) dalam
(Palloan, 2005).
Status gizi

adalah

keadaan

yang

diakibatkan

oleh

status

keseimbangan antara asupan (intake) zat gizi dan jumlah yang


dibutuhkan (requirement) oleh tubuh untuk berbagai fungsi biologis

(pertumbuhan fisik, perkembangan, aktifitas, pemeliharaan kesehatan


dan lainnya). Status gizi adalah tanda-tanda atau penampilan yang
diakibatkan dari nutrisi yang dilihat melalui variable tertentu (indicator
status gizi) seperti berat, tinggi badan dll (WHO, 2011) dalam
(Rustiyanto, 2012).
Menurut Kemenkes (2010), untuk menilai status gizi balita dengan
menggunakan standar WHO-2005 dengan indeks Berat Badan / Umur
(BB/U), Tinggi badan menurut Umur (TB/U), dan Berat Badan / Tinggi
Badan (BB/TB) dapat dibagi empat kategori :
Tabel 2.1 Penilaian Status Gizi
Indeks

Kategori

Berat Badan
menurut Umur
(BB/U)

Gizi Buruk
Gizi Kurang
Gizi Baik
Gizi Lebih

Tinggi Badan
menurut Umur
(TB/U)

Sangat Pendek
Pendek
Normal
Tinggi

Berat Badan
menurut Panjang
Badam (BB/PB)
Atau Berat Badan
menurut Tinggi
Badan (BB/TB)

Sangat kurus
Kurus
Normal
Gemuk

Indek

berat

badan

menurut

Ambang Batas Z-Score


< - 3 SD
- 3 SD sampai dengan < 2 SD
- 2 SD sampai dengan 2
SD
> 2 SD
< - 3 SD
- 3 SD sampai dengan < 2 SD
- 2 SD sampai dengan 2
SD
> 2 SD
< - 3 SD
- 3 SD sampai dengan < 2 SD
- 2 SD sampai dengan 2
SD
> 2 SD

umur

merupakan

pengukuran

antropometri yang sering digunakan sebagai indicator dalam keadaan


normal, dimana keadaan kesehatan dan keseimbangan antara intake
dan kebutuhan gizi terjamin. Berat badan memberikan gambaran
tentang masa tumbuh (otot dan lemak). Massa tubuh sangat sensitive
terhadap perubahan keadaan yang mandadak, misalnya terserang
infeksi, kurang nafsu makan dan menurunya jumlah makanan yang

dikonsumsi. BB/UU lebih menggambarkan keadaan sekarang. Berat


badan yang bersifat labil, penyebab infeksi dan lebih menggambarkan
status gizi seseorang saat ini atau Curent Nutritional Status (Arisman,
2010).
Kekurangan nutrisi pada anak mempunyai risiko tinggi terhadap
kematian pada anak usia 0-4 tahun. Kekurangan nutrisi merupakan
faktor risiko terjadinya penyakit pneumonia, hal ini disebabkan karena
lemahnya sistem kekebalan tubuh karena asupan protein dan energi
berkurang, dan kekurangan gizi dapat melemahkan otot pernafasan
(Suyatno, 2009) dalam (Rustiyanto, 2012).
Penelitian Nurjazuli (2012), yang melakukan penelitian case
control dengan uji odds ration di wilayah kerja Puskesmas Sidorejo Kota
Pagar Alam menunjukkan bahwa status gizi merupakan faktor risiko
kejadian pneumonia pada anak balita dengan OR = 3,121 (95% CI :
1,225 - 7,057).