Anda di halaman 1dari 2

AR2200 Studio Perancangan Arsitektur

Program Studi Arsitektur, Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan


INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
Suplemen TOR Tugas 2 :

ANALISIS PRESEDEN
ARTI ANALISIS
Yang dimaksud dengan analisis : kegiatan menemukan pattern atau karakteristik yang tersembunyi
di dalam data (data = informasi yang terstruktur). Pattern tersebut dapat berupa ciri-khas (dari
objek itu sendiri dan/atau yang membedakan dengan yang lain), persamaan atau kemiripan (antar
objek yang dianalisis), perbedaan (antar objek yang dianalisis), kelebihan atau kekurangan
(dibanding yang lain), hubungan antar bagian/unsur termasuk hubungan kausal antar bagian/unsur
dari objek, atau pengelompokan antar bagian dari objek dll. Analisis akan lebih mudah dikerjakan
jika objek diurai ke dalam unsur-unsurnya dan objek lebih dari satu
RANGKAIAN KEGIATAN
Sesuai dengan definisi di atas, maka analisis dikerjakan setelah data dikumpulkan. Dengan demikian
rangkaian kegiatan sekuensial yang akan terjadi : pengumpulan data, analisis data dan pemahaman
baru (pengetahuan). Pemahaman baru hanya akan diperoleh jika data dikumpulkan dan dianalisis.
Tanpa data, analisis tidak mungkin dikerjakan, dan pemahaman baru tidak akan diperoleh. Tanpa
analisis, data tidak akan berguna, dan pemahaman baru juga tidak akan diperoleh. Rangkaian
kegiatan pengumpulan data, dilanjutkan dengan analisis data, dan akhirnya diperoleh pemahaman
baru, merupakan rangkaian kegiatan esensial untuk belajar, menjadi berpengetahuan, dan juga
rangkaian kegiatan mutlak dalam penelitian.
Tugas kali ini merupakan latihan penelitian sederhana dengan data berupa deskripsi/teks, gambar
(denah, tampak, potongan) dan foto dari rumah tinggal preseden. Kegiatan analisis dikerjakan
untuk mendapatkan pemahaman lebih baik daripada sekedar membaca teks dan melihat
gambar/foto saja.
Analisis pada tugas dikerjakan dengan cara 1.mengurai rumah tinggal ke dalam unsur-unsurnya dan
2.menemukan ciri-khas dari setiap unsur tersebut. Misalnya, salah satu unsur penyusun rumah

tinggal adalah ruang keluarga. Ciri-khas dari ruang keluarga yang dicari: posisi ruang keluarga di
dalam rumah dibandingkan dengan ruang-ruang lain; hubungan ruang keluarga dengan ruangruang lain di dalam rumah; dimensi lebar, panjang dan tinggi dari ruang keluarga tersebut; posisi
dan proporsi dinding dan bukaan dari ruang keluarga dll. Mengurai objek/data ke dalam unsurunsurnya, dan menemukan ciri-khas merupakan dua rangkaian kegiatan analisis yang dikerjakan
dalam tugas ini.
TUGAS
Tugas kali ini fokus pada ruang, bentuk, selubung dan konteks. Unsur-unsur dari ruang, bentuk,
selubung dan konteks, serta ciri-khas yang akan dikenali dirinci sbb :
RUANG
1. Jenis ruang : jenis-jenis ruang yang terdapat dalam rumah tinggal, spt foyer, ruang
keluarga, ruang makan, sirkulasi dll.
2. Dimensi ruang : lebar, panjang, tinggi (m) dan luas (m2) masing-masing ruang.
Tugas 2 | 1

3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

10.

11.
12.

Bentuk ruang : kotak, kubus, prisma, piramida, kubah, ellips, dll.


Luas rumah : luas lantai 1, luas lantai 2 dan luas total.
Persentase sirkulasi : luas sirkulasi dibagi luas total rumah.
KDB dan KLB : KDB = luas lantai 1 dibagi luas lahan, KLB = luas total rumah dibagi luas
laha.
Rata-rata luas rumah per penghuni : luas rumah dibagi jumlah penghuni.
Fungsi ruang: perkiraan kegiatan yang mungkin terjadi pada ruang utama di dalam rumah,
misalnya ruang bersama (keluarga-makan-dapur).
Posisi ruang : zoning horisontal dan vertikal dari ruang atau kelompok ruang, misalnya
penjelasan posisi ruang yang digunakan bersama oleh keluarga terhadap posisi ruang yang
digunakan oleh masing-masing anggota keluarga atau terhadap rumah secara keseluruhan.
Hubungan antar ruang : diagram hubungan antar ruang di dalam rumah tinggal dan
identifikasi hubungan : ruang dalam ruang, ruang berhimpitan, ruang berdampingan, ruang
tersambung dengan perantara.
Pola sirkulasi : pola sirkulasi di dalam rumah tinggal (linier, kurviliner, klaster, grid, radial,
atau yang lain)
Efisiensi ruang : semua ruang termanfaatkan atau adanya ruang-ruang yang tidak
digunakan.

BENTUK
1. Konsep bentuk massa bangunan : bujur sangkar, empat persegi panjang, L atau U yang
membentuk halaman dalam, dll dan perkiraan alasan pemilihan bentuk massa bangunan
tersebut.
2. Metoda merancang bentuk bangunan : adisi atau substraksi, superimpose dll.
3. Orientasi massa bangunan : orientasi utara-selatan atau timur barat, dan perkiraan alasan
pemilihan orientasi tersebut.
4. Pilihan langgam : modern, tradisional, atau langgam lain.
5. Kesan dari bentuk : kesan/citra dari bangunan (berat/ringan, tertutup/terbuka,
moderen/tradisional, publik/privat, menarik/membosankan, biasa/eksklusif, dll)
SELUBUNG
1. Selubung dinding : bentuk, bahan, tekstur dan warna.
2. Selubung atap : bentuk, bahan, tekstur dan warna.
3. Komposisi dan proporsi dinding dan bukaan : pemilihan dinding atau bukaan pada
posisi tertentu dengan dimensi tertentu dan fungsinya (misalnya, pengaruh ruang dalam,
memasukkan cahaya atau view, menahan panas atau silau, menahan angin atau debu,
ventilasi udara dll).
4. Permasalahan teknis : kemudahan konstruksi, kepraktisan pembangunan, kemudahan
perawatan, perlindungan terhadap panas, hujan (aliran air hujan) dan kelembaban.
KONTEKS
1. Pengaruh lahan : ciri-khas/keterbatasan lahan dan pengaruhnya pada rancangan bangunan
(mengisi lahan saja, membentuk ruang luar, menyikapi kondisi lahan tertentu dll)
2. Pengaruh lingkungan : ciri-khas lingkungan dan pengaruhnya pada rancangan bangunan.
3. Kontribusi desain bangunan pada lingkungan : memberikan nilai positif atau negatif
pada lingkungan sekitarnya, dan alasannya.

Tugas 2 | 2