Anda di halaman 1dari 31

AKUNTANSI

KEUANGAN
SEKTOR PUBLIK

Disusun oleh:
ARIF SANTOSO
FAJAR TEGUH PANUJU
MIFTAHUL HADI

TEKNIK AKUNTANSI
KEUANGAN SEKTOR
PUBLIK

TEORI AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK


Teori akuntansi berhubungan erat dengan
akuntansi keuangan, terutama laporan
keuangan ke pihak eskternal.
Teori memiliki tiga karakteristik dasar, yaitu:
Kemampuan menerangkan fenomena yang
ada.
Kemampuan memprediksi.
Kemampuan mengendalikan fenomena

TEORI AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK


(Lanjutan)
Tujuan mempelajari teori akuntansi yaitu :
Untuk memahami praktik akuntansi yang
saat ini ada
Mempelajari kelemahan dan kekurangan
dari praktik akuntansi yang saat ini
dilakukan
Memperbaiki praktik akuntansi di masa
datang

KENDALA-KENDALA LAPORAN
KEUANGAN
Kendala-kendala
dalam
menghasilkan
laporan keuangan sektor publik yang relevan
dan dapat diandalkan, sebagai berikut :
1. Objektivitas
Objektivitas menjadi kendala utama
pembuatan laporan keuangan yang relevan.
Masalah objektivitas disebabkan adanya
benturan kepentingan antara manajemen
dan stakeholder.

KENDALA-KENDALA LAPORAN
KEUANGAN (Lanjutan)
2. Konsistensi
Konsistensi dalam penggunaan metode dan
teknik akuntansi yang sama selama beberapa
periode waktu, sehingga laporan keuangan dapat
diperbandingkan kinerjanya dari tahun ke tahun.
3. Daya Banding
Laporan keuangan dapat diperbandingkan
antar periode waktu dan dengan instansi lain
yang sejenis. Daya banding terkait dengan
objektivitas dan konsistensi.

KENDALA-KENDALA LAPORAN
KEUANGAN (Lanjutan)
4. Tepat Waktu
Laporan keuangan dijadikan dasar
pengambilan keputusan, untuk itu harus
disajikan tepat waktu agar pengambilan
keputusan tidak tertunda
5. Ekonomis dalam penyajian laporan
Manfaat yang diperoleh harus lebih besar
dari
biaya
yang
dikeluarkan
untuk
menghasilkan laporan keuangan.

KENDALA-KENDALA LAPORAN
KEUANGAN (Lanjutan)
6. Materialitas
Informasi dianggap material jika
mempengaruhi keputusan, apabila informasi
tersebut dihilangkan akan menghasilkan
keputusan yang berbeda.

Aturan Dasar Sistem Akuntansi


Keuangan
Aturan dasar sistem akuntansi keuangan
menurut Masisi (1978) dan Giynn (1993),
sebagai berikut :
1. Identifikasi kegiatan operasi yang relevan.
2. Pengklasifikasian kegiatan operasi secara
tepat.
3. Adanya sistem pengendalian untuk
menjamin realibilitas.
4. Menghitung pengaruh masing-masing
operasi.

STANDAR AKUNTANSI SEKTOR


PUBLIK
Standar akuntansi merupakan pedoman atau
prinsip-prinsip
yang
mengatur
perlakuan
akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan
untuk tujuan pelaporan kepada para pengguna
laporan keuangan.
Prosedur akuntansi merupakan praktik khusus
yang digunakan untuk mengimplementasikan
standar.
Standar akuntansi sangat diperlukan untuk
menjamin
konsistensi
dalam
pelaporan
keuangan.

TEKNIK-TEKNIK AKUNTANSI
KEUANGAN SEKTOR PUBLIK
Terdapat beberapa teknik akuntansi pada organisasi
sektor publik, yaitu:
1. Akuntansi Anggaran (Budgetary Accounting)
Menyajikan jumlah yang dianggarkan dengan jumlah
aktual dan dicatat berpasangan (double entry).
Mencatat dan menyajikan akun operasi dalam format
yang sama dan sejajar dengan anggarannya
Tujuan praktik ini adalah untuk menekankan peranan
anggaran dalam siklus perencanaan pengendalian
pertanggungjawaban.

TEKNIK-TEKNIK AKUNTANSI
KEUANGAN SEKTOR PUBLIK
(Lanjutan)

2. Akuntansi Komitmen (Commitment


Accounting)
Sistem akuntansi yang mengakui transaksi
dan
mencatatnya
pada
saat
order
dikeluarkan.
Tujuan utama akuntansi komitmen adalah
untuk pengendalian anggaran, dengan cara
mengetahui
besar
anggaran
yang
dilaksanakan
berdasarkan
order
yang
dikeluarkan.

TEKNIK-TEKNIK AKUNTANSI
KEUANGAN SEKTOR PUBLIK
(Lanjutan)

3. Akuntansi Dana (Fund Accounting)


Pemasukan
yang
dimiliki
akan
diklasifikasikan ke dalam dana-dana sesuai
dengan tujuan dan maksud tertentu.
Akuntansi
dana
digunakan
untuk
mengendalikan dana yang terikat atau
dibatasi
penggunaannya
oleh
pihak
eksternal yang merupakan penyedia dana.

TEKNIK-TEKNIK AKUNTANSI
KEUANGAN SEKTOR PUBLIK
(Lanjutan)

4. Akuntansi Kas
Penerapan
akuntansi
kas,
pendapatan
dicatat pada saat kas diterima, dan
pengeluaran dicatat ketika kas dikeluarkan.
Kelebihan cash basis adalah mencerminkan
pengeluaran yang aktual, riil, dan objektif.
Namun dengan cash basis, tingkat efisiensi
dan efektivitas suatu kegiatan, program, atau
aktivitas tidak dapat diukur dengan baik.

TEKNIK-TEKNIK AKUNTANSI
KEUANGAN SEKTOR PUBLIK
(Lanjutan)

5. Akuntansi Akrual
Teknik
akuntansi
berbasis
akrual
dapat
menghasilkan laporan keuangan lebih dapat
dipercaya, lebih akrual, komprehensif dan relevan
untuk pengambilan keputusan.
Pengaplikasian accrual basis dalam akuntansi
sektor publik adalah untuk menentukan cost of
service and charging for service, yaitu untuk
mengetahui besarnya biaya yang dibutuhkan untuk
menghasilkan pelayanan publik serta penentuan
harga pelayanan yang dibebankan kepada publik.

LAPORAN KEUANGAN
SEKTOR PUBLIK

PENDAHULUAN
Laporan keuangan organisasi sektor publik
merupakan komponen penting untuk
menciptakan akuntabilitas sektor publik.
Laporan
Keuangan
Sektor
publik
merupakan
representasi
informasi
keuangan dari transaksi-transaksi yang
dilakukan oleh suatu entitas sector publik.
Laporan
keuangan
sebagai
alat
pengendalian
dan
evaluasi
kinerja
manajerial organisasi Sektor Publik.

TUJUAN DAN FUNGSI LAPORAN


KEUANGAN SEKTOR PUBLIK
1. Kepatuhan dan Pengelolaan
2. Akuntabilitas dan Pelaporan Retrospektif
(accountability and retrospective reporting).
3. Perencanaan dan Informasi Otorisasi
(planning and authorization information)
4. Kelangsungan Organisasi (viability)
5. Hubungan Masyarakat (public relation)
6. Sumber Fakta dan Gambaran (source of
facts and figures)

Tujuan Umum Akuntansi dan Laporan


Keuangan bagi Organisasi
Pemerintahan

Bagi organisasi pemerintahan, tujuan umum


akuntansi dan laporan keuangan adalah:
1.Untuk memberikan informasi yang
digunakan dalam pembuatan keputusan
ekonomi, sosial, dan politik serta sebagai
bukti pertanggungjawaban (accontability)
dan pengelolaan (stewardship).
2.Untuk memberikan informasi yang
digunakan untuk mengevaluasi kinerja
manajerial dan organisasional.

Laporan Keuangan untuk


Mendukung Pembuatan Keputusan
Membandingkan kinerja keuangan aktual
dengan yang dianggarkan
Menilai kondisi keuangan dan hasil-hasil
operasi
Membantu menentukan tingkat kepatuhan
terhadap peraturan perundangan yang
terkait dengan masalah keuangan lainnya
Membantu dalam mengevaluasi efisiensi
dan efektivitas.

Kondisi Ekonomi
Kondisi ekonomi suatu entitas mengacu
pada seberapa bagus nilai ekonomi suatu
entitas pada waktu tertentu.
Nilai ekonomi merupakan selisih antara
sumber daya total yang dimiliki oleh suatu
entitas dengan total utang yang menjadi
kewajibannya.
Konsep nilai bersih lebih relevan untuk
memandang pemerintah sebagai entitas
usaha yang memiliki kekayaan dan utang.

Kondisi Ekonomi
Unit pemerintah dapat dipandang sebagai
lembaga politik dan juga sebagai lembaga
usaha.
Sebagai
lembaga
politik,
pemerintah
merupakan
alat
untuk
menyejahterakan
konstituennya.
Di sisi lain, pemerintah juga dapat di pnadang
sebagai lembaga usaha yang dapat dibenarkan
secara
hokum
untuk
memmiliki
kekayaan,melakukan kontrak, dan transaksi
ekonomi sebagaimana perusahaan swasta.

TUJUAN LAPORAN KEUANGAN


MENURUT SFAC NO. 4
Bermanfaat bagi penyusunan keputusan yang
rasional.
Untuk menilai pelayanan.
Menilai kinerja manajer organisasi.
Memberi informasi tentang sumber daya
ekonomi, kewajiban dan kekayaan.
Informasi kinerja selama satu periode.
Informasi
bagaimana
memperoleh
dan
membelanjakan kas.
Memberi penjelasan dan interpretasi.

PEMAKAI LAPORAN KEUANGAN


SEKTOR PUBLIK DAN
KEPENTINGANNYA

Drebin et al. (1981) mengidentifikasikan terdapat sepuluh


kelompok pemakai laporan keuangan :
Pembayar pajak (taxpayers)
Pemberi dana bantuan (grantors)
Investor
Pengguna jasa (fee-paying service recipients)
Karyawan/pegawai
Pemasok (vendor)
Dewan legislatif
Manajemen
Pemilih (voters)
Badan pengawas (oversight bodies)

PEMAKAI LAPORAN KEUANGAN


SEKTOR PUBLIK DAN
KEPENTINGANNYA

Anthony mengklasifikasikan pemakai


laporan keuangan sector public menjadi lima
kelompok, yaitu:
Lembaga pemerintah (governing bodies)
Investor dan kreditor
Pemberi sumber daya (resource providers)
Badan pengawas (oversight bodies)
konstituen

PEMAKAI LAPORAN KEUANGAN


SEKTOR PUBLIK DAN
KEPENTINGANNYA

Serikat dagang sektor publik Governmental


Accounting Standars Board (GASB) (1999, p. B184)
mengidentifikasikan pemakai laporan keuangan
pemerintah menjadi tiga kelompok besar, yaitu:
Masyarakat
yang
kepadanya
pemerintah
bertanggungjawab,
Legislatif dan Badan Pengawasan yang secara
langsung mewakili rakyat,
Investor dan kreditor yang memberi pinjaman
dan/ atau berpartisipasi dalam proses pemberian
pinjaman.

HAK DAN KEBUTUHAN PEMAKAI


LAPORAN KEUANGAN
Pada dasarnya masyarakat (publik) memiliki hak dasar
terhadap pemerintah, yaitu :
Hak untuk mengetahui (right to know), yaitu :
Mengetahui kebijakan pemerintah, keputusan yang
diambil pemerintah, dan alasan dilakukannya suatu
kebijakan dan keputusan tertentu
Hak untuk diberi informasi (right to be informed) yang
meliputi hak untuk diberi penjelasan secara terbuka
atas permasalahan permasalahan tertentu yang
menjadi perdebatan publik.
Hak untuk didengar aspirasinya ( right to be heard
and to be listen to ).

HAK DAN KEBUTUHAN PEMAKAI


LAPORAN KEUANGAN
Kebutuhan informasi pemakai laporan keuangan pemerintah
tersebut dapat diringkas sebagai berikut :
Masyarakat pengguna pelayanan publik membutuhkan informasi
atas biaya, harga, dan kualitas pelayanan yang diberikan.
Masyarakat pembayar pajak dan pemberi bantuan ingin
mengetahui keberadaan dan penggunaan dana yang telah
diberikan.
Kreditor dan investor membutuhkan informasi untuk
menghiitung tingkat risiko, likuiditas, dan solvabilitas.
Parlemen dan kelompok politik memerlukan informasi keuangan
untuk melakukan fungsi pengawasan.
Pegawai membutuhkan informasi atas gaji dan manajemen
kompensasi.

PERBEDAAN LAPORAN KEUANGAN


SEKTOR PUBLIK DENGAN SEKTOR
SWASTA
Perbedaan

Laporan Keuangan Sektor

Laporan KeuanganSektor

Publik (Departemen

Swasta

Pemerintah)
Focus finansial dan politik

Focus financial

Kinerja diukur secara financial Sebagian


dan non-finasial
Pertanggungjawaban

besar

kinerja

secara financial
kepada Pertanggungjawaban

diukur
kepada

perlemen dan masyarakat luas


pemegang saham dan kreditur
Berfokus
pada
bagian Berfokus kepada organisasi secara
organisasi
keseluruhan
Melihat kemasa depan secara Tidak dapat melihat masa depan
detail
Aturan

pelaporan

secara detail
ditentukan Aturan pelaporan ditentukan oleh

oleh departemen keuangan

undang-undang, standar akuntansi,

Laporan diperiksa oleh treasury

pasar modal, dan praktik akuntansi


Laporan diperikssa oleh auditor
independen

Dampak Negatif Laporan


Pemerintahan yang Buruk
Laporan keuangan pemerintahan yang buruk dapat
menimbulkan implikasi negatif, antara lain :
Menurunkan kepercayaan masyarakat kepada
pengelola dana publik.
Investor akan takut menanamkan modalnya karena
laporan keuangan tidak dapat diprediksi yang berakibat
meningkatnya resiko investasi.
Pemberi donor akan mengurangi atau menghentikan
bantuannya.
Kualitas keputusan menjadi buruk.
Laporan keuangan tidak dapat mencerminkan kinerja
aktual.

TERIMA KASIH