Anda di halaman 1dari 5

7.

Kegagalan pesawat luar angkasa Challenger pada 1986 diakibatkan karena kegagalan cincin O (Orings) pada sambungan antara dua selubung. Desain satu selubung akan lebih sederhana dan aman
karena dapat mengurangi kemungkinan penggunaan komponen tambahan yang tidak lebih kuat
dari bagian yang disambungkan. Desain awal adalah satu selubung, namun digunakan desain dua
selubung yang lebih murah.
8. Penjebak uap merupakan peralatan mekanis yang sewaktu-waktu dapat rusak. Versi dengan
komponen yang tidak bergerak menggunakan kondensat untuk menahan uap saat air secara
perlahan mengalir melewati sebuah lubang pada pipa. Bahkan pada penjebak uap orifis yang telah
disederhanakan, tetap ditekankan perhatian pada kemungkinan water hammer serta keharusan
untuk sesuai dengan ukuran celah yang halus demi mencegah terjadinya sumbatan (celah demikian
membutuhkan pemeriksaan berkala).
9. Sensor magnetik untuk aplikasi bidang biomedis dan deteksi bawah air telah diproduksi dengan
biaya yang relatif murah dalam bentuk kapasitor keramik yang dapat menghasilkan energi dari
bidang magnetik stray. Sehingga, tidak dibutuhkan sumber energi apapun untuk menghasilkan
listrik sebesar 7mV.
7.11 Rantai Modifikasi
Kami membuat perubahan kecil pada desain pabrik yang baru maupun yang telah ada. Beberapa
minggu setelahnya, kami menyadari bahwa perubahan tersebut membawa pengaruh yang tidak kami
sadari sebelumnya, sehingga dibutuhkan perubahan lanjutan, atau dalam hal ini dibutuhkan lebih
banyak perubahan dan bahkan kami berharap sebelumnya kami tidak merubah versi aslinya, namun
sudah terlalu jauh untuk mundur kembali.
Berikut adalah dua contoh perubahan yang membentuk rantai perubahan serta tingkatan
kerumitan yang tak diinginkan dan tak disadari sebelumnya. Untuk contoh alinnya, lihat Reference
29.
7.11.1 Contoh 1: Tutup Manhole pada Saluran Pembuangan
Penutup manhole pada saluran pembuangan pabrik (gambar 7.15) tidak kedap udara, dan uap yang
mudah terbakar dilepaskan ke atmosfir pabrik.
Tahap 1. Untuk mereduksi kemungkinan uap akan menyala atau terhirup oleh orang yang lewat,
sebuah ventilasi, tinggi 4 m, dipasang pada penutup.
Tahap 2. Pencahayaan dapat menyalakan gas yang keluar dari ventilasi, sehingga dipasang penahan
api (flame arrester)
Tahap 3. Diketahui bahwa penahan api dapat tersumbat apabila tidak dibersihkan secara teratur,
sehingga platform untuk akses tersebut turut dipasang
Tahap 4. Platform saja tidak cukup, sehingga dipasang pegangan tangan dan papan kaki (sesuai
peraturan UK)

Gambar 7.15 Modifikasi penutup manhole


Pada suatu pabrik, sebagian tanah yang terkena minyak digali dan digantikan dengan beton. Sebuah
tiang perancah dipasang pada tanah kemudian dibeton dan dibiarkan hingga kemudian tiang perancah
dibongkar. Beberapa tahun setelahnya seseorang bertanya apa fungsi tiang tersebut, dan disebutkan
bahwa fungsinya adalah sebagai ventilasi pada saluran pembuangan. Tiang tersebut selanjutnya selalu
dipasang bersama penahan api.
7.11.2 Contoh 2: Transfer Slurry
Slurry harus ditransfer dibawah tekanan dari satu bejana ke bejana lainnya. Untuk mencegah
terjadinya penyumbatan pada jalur transfer serta untuk membersihkan saluran saat shutdown,
diperlukan sambungan sehingga saluran transfer dapat dialirkan uap pada beberapa ujung tertentu
(gambar 7.16[a]). Bagaimanapun dikhawatirkan sumbatan dapat menghambat produksi. Apabila
pabrik sebelumnya menggunakan proses batch; pabrik baru dengan sistem kontinyu, gangguan akan
semakin serius.
Tahap 1. Setelah diputuskan sebelumnya, dengan beberapa pertimbangan, untuk memasang jalur
transfer tambahan untuk digunakan pada start-up, dengan tujuan jalur tersebut dapat dilepaskan
saat keadaan operasi yang dibutuhkan tercapai. Jalur transfer ini juga harus memiliki sambungan
uap sehingga dapat dialirkan uap dari kedua ujung (gambar 7.16[b]).
Gambar 7.16 a-d Rantai modifikasi: transfer slurry

Tahap 2. Peneltian sistem pelepasan dan blowdown menunjukkan perhatian pada fakta bahwa kedua
jalur dapat digunakan pada waktu yang bersamaan, walau tujuannya bukanlah hal tersebut. Aliran
bawah bejana membutuhkan kapasitas dua kali lipat dari kapasitas sistem pelepasan yang
dibutuhkan. Untuk menghindari kemungkinan untuk memasang keran pelepasan tambahan,
dipasang isolasi keran interlock (Gambar 7.16[c]).
Tahap 3. Keran yang telah diisolasi membentuk dua ujung buntu pada tiap jalur; sehingga, empat
sambungan uap tambahan dipasang agar jalur-jalur dapat dialirkan uap dari tiap ujung yang buntu
(Gambar 7.16[d]).
Tahap 4. Selanjutnya diketahui bahwa untuk menjaga jalur tambahan selalu siap digunakan, uap harus
mengalir sepanjang waktu. Jalur transfer dirancang untuk bertahan pada tekanan proses, namun
tidak pada tekanan penuh dari suplai uap. Suplai uap langsung dapat ditolerir pada saat
pembersihan namun tidak untuk dialirkan secara kontinyu. Keran pelepasan kemudian
ditambahkan pada jalur uap, aliran bawah keran pereduksi-tekanan, untuk memastikan agar
tekanan uap tidak melebihi tekanan desain dari peralatan proses (Gambar 7.16[e]).
Tahap-tahap yang telah disebutkan sebelumnya memakan waktu selama 6 bulan. Saat
mencapai Tahap 4, para perancang berharap mereka tidak memulai Tahap 1, namun sudah terlalu
terlambat untuk mundur kembali. Perubahan pada desain tidak terlalu mahal, namun menjadikan
pabrik menjadi lebih rumit dan mengganggu proses desain. Bagaimanapun tim desain tetap bersyukur

dengan adanya jalur tambahan, karena jalur tersebut meningkatkan waktu on-line dari pabrik. Setelah
2 tahun setelah start-up, jalur tersebut masih terpasang.

Gambar 7.16 Rantai modifikasi: transfer slurry


7.1.3 Pencegahan
Bagaimana kita dapat menghindari perumitan desain serta gangguang pada desain proses dengan
adanya rantai modifikasi dan perubahan yang sering terjadi? Kita dapat melakukan hal tersebut
dengan, pertama, memiliki persiapan pada kemungkinan hal-hal tersbut dapat terjadi dan, kedua,
mengikuti prosedur yang dapat membantu kita melihat keseluruhan rantai dari titik mulanya.
Rantai modifikasi kemungkinan besar terjadi saat jalur baru ditambahkan pada desain (untuk
menyambungkan peralatan baru atau untuk menambah sambungan pada peralatan yang telah ada)
atau saat ditambahkan keran baru. Jalur baru dapat berujung pada kontaminasi, aliran terbalik, serta
mengurangi ukuran keran pelepasan. Keran baru dapat mengisolasi perlatan dari perlindugnan
pelepasannya. Jalur dan keran baru dapat diasumsikan bersalah pada gangguan tersebut hingga
dibuktikan sebaliknya.
Studi bahaya dan kemampuan operasi(Hazop) (lihat bab 10 dan referensi 30) adalah opsi yang
sangat baik untuk identifikasi konsekwensi modifikasi, namun yang telah dibuat sebelumnya harus
melewati beberapa pengujian. Tahapan yang lebih sederhana telah dibuat untuk mempelajari
modifikasi yang relatif lebih kecil dari merubah keseluruhan susunan tim Hazop. Modifikasi yang
bersifat major harus selalu didiskusikan pada Hazop penuh. Manajemen perubahan (MOC) dan
pertimbangan keamanan-terpadu dibahas pada Bab 11.
Pada akhirnya, sebuah contoh pada kehidupan sehari-hari. Saya pernah bertanya apakah
keluarga kami benar-benar perlu membawa begitu banyak barang untuk liburan. Istri saya berkata
bahwa gaun musim panas tidak akan memberatkan bagasi. Kejadian itu terjadi pada tahun-tahun

sebelum saya menyadari bahwa setiap gaun harus didampingi dengan tas tangan yang sesuai serta
sepasang sepatu.