Anda di halaman 1dari 6

LINGKUP LAYANAN JASA

PROJECT MANAGEMENT

PT PROSYS ENGINEERS
INTERNATIONAL

1. Tahap Pra-Konstruksi (Pre-Construction Stage)


1.1. Membantu proses Perizinan
1.2. Membantu mengelola Perencana dalam pengembangan disain.
1.3. Membantu mengelola proses tender.
1.4. Menyusun jadwal kerja induk / master schedule proyek.
1.5. Memberikan informasi-informasi dan usulan-usulan kepada Konsultan Perencana
dalam setiap tahapan perencanaan terutama dari aspek ekonomis, keamanan,
kemudahan pelaksanaan, kemudahan pemeliharaan.
1.6. Mengkaji ulang hasil perencanaan (gambar, spesifikasi teknis maupun data teknis
lainnya) dari aspek-aspek kelengkapan dokumen, batasan lingkup.
1.7. Membantu melakukan interphasing antar disiplin ilmu untuk menjamin rancangan dan
kemudahan pelaksanaan pekerjaan dan dilakukan melalui prosedur lnterphase
Control dan pertemuan koordinasi rutin dengan para Konsultan Perencana.
1.8. Memastikan bahwa seluruh komponen rancangan terutama yang memiliki bobot biaya
konstruksi tinggi telah dilakukan optimasi oleh Konsultan Perencana untuk
mendapatkan hasil perancangan yang efektif dan efisien dari segi biaya dan
mereview alternatif rancangan dalam setiap tahapan.
1.9. Meninjau kembali dan memberi masukan kepada PEMBERI TUGAS atas pembagian
paket pekerjaan dengan memperhatikan aspek percepatan jadwal konstruksi dan
perancangan masing-masing paket, mutu pekerjaan tertentu yang diharapkan, urutan
pelaksanaan kontruksi, long-lead items, beban modal kerja Kontraktor serta
distribusi resiko dan tanggung jawab masing-masing kontrak.
1.10. Membantu PEMBERI TUGAS dalam memonitor progress perencanaan konsultan
perencana agar sesuai dengan schedule yang telah direncanakan.
1.11. Membantu PEMBERI TUGAS dan Konsultan Quantity Surveyor dalam proses Tender
dari aspek teknis seperti:

1.11.1. Mereview kondisi kontrak yang disiapkan Konsultan Quantity Surveyor dan
memberi masukan kepada PEMBERI TUGAS agar kepentingan PEMBERI
TUGAS terjaga.
1.11.2.

Membuat rencana induk jadwal pelaksanaan pelelangan yang dapat


menggambarkan hubungan antara perencanaan dengan pelaksanaan
Tender sedemikian sehingga sesuai dengan jangka waktu yang disiapkan
dan menyusun agenda Tender yang tidak tumpang tindih.

1.11.3.

Membantu menyusun prosedur / ketentuan Tender.

1.11.4.

Mempelajari semua dokumen pelelangan dan membantu penyiapan


dokumen Tender yang tepat waktu serta memperkenalkan kondisi lapangan
kepada peserta Tender.

1.11.5.

Membantu membuat rekomendasi untuk pembagian paket-paket tender

1.11.6.

Membantu melakukan pra-kualifikasi dan pernyataan kesanggupan dan


mengusulkan calon peserta tender.

1.11.7.

Membantu mengorganisir, melakukan kontrol dan mencatat proses Tender


mulai dari undangan tender, rapat penjelasan proses klarifikasi dan
negosiasi penawaran sampai dengan penunjukkan pemenang.

1.11.8.

Membantu evaluasi terhadap penawaran peserta tender, khusus dari aspek


lingkup pekerjaan, metode pelaksanaan, keamanan pelaksanaan pekerjaan,
program/schedule pelaksanaan dan kesesuaian bahan yang diusulkan
dengan spesifikasi.

1.11.9.

Membantu memberikan rekomendasi untuk tindak lanjut setiap tahapan


tender seperti rekomendasi kriteria penilaian yang obyektif dalam proses
tender berdasarkan pengalaman langsung maupun tidak langsung.

1.11.10. Mempersiapkan prosedur pelaksanaan pekerjaan.

2. Tahap Konstruksi (Construction Stage)


2.1. Menyusun, menyesuaikan, mengawasi dan mengendalikan jadwal pelaksanaan
pekerjan yang harus diikuti oleh Kontraktor dan membuat sistem monitoring yang
tepat dan handal untuk dapat mengantisipasi keterlambatan penyelesaian pekerjaan
oleh Kontraktor.

2.2. Memastikan pengadaan fasilitas infrastruktur atau utilitas meliputi air kerja, listrik kerja,
sambungan telepon, bedeng pekerja dan fasilitas toilet pekerja sudah tercakup dalam
kontrak pekerjaan Kontraktor.
2.3. Mengkoordinir site arrangement & lay down area, traffic management, material
handling, environmental protection atas tanah buangan, bising, vibrasi, debu dan air.
2.4. Menyusun dan mengatur kontraktor pada aspek system keamanan internal dalam
lingkungan Proyek dan eksternal dalam kaitan dengan lingkungan ataupun penduduk
sekitar proyek.
2.5. Membantu PEMBERI TUGAS dalam monitoring komunikasi dengan masyarakat sekitar
Proyek antara lain dengan RT/RW, Lurah, Camat, LSM, dan instansi lainnya.
2.6. Mengkoordinir proses perijinan dalam kaitan dengan instansi Pemda DKI seperti Dinas
Penataan Dan Pengawasan Bangunan DKI dan lainnya.
2.7. Menyusun system dan prosedur administrasi yang mengatur hubungan antara
Konsultan Perencana, Kontraktor, Pemasok serta menerapkan prosedur yang telah
disetujui bersama setelah mendapatkan persetujuan PEMBERI TUGAS.
2.8. Mengatur distribusi dokumen/gambar perencanaan ke Kontraktor dan Konsultan
Perencana.
2.9. Menentukan titik-titik referensi di lapangan untuk Kontraktor pada saat pematokan,
memeriksa, mengkonsultasikan dengan Konsultan Perencana dan mensyahkan letak
patok yang telah dibuat oleh Kontraktor.
2.10. Mengkoordinir dan memastikan pelaksanaan program Kesehatan dan Keselamatan
Kerja (K3).
2.11. Mengatur dan menetapkan ruang kerja dan sarana penunjangnya untuk masingmasing Kontraktor dan Pemasok yang berkaitan dengan tempat penimbunan
material, gudang sementara, work shop dilapangan, bedeng kantor, tempat istirahat
pekerja dan lain-lain dengan persetujuan PEMBERI TUGAS.
2.12. Mengawasi dan mempertanggungjawabkan agar pelaksanaan pekerjaan yang
dilaksanakan Kontraktor dan Pemasok sesuai dengan gambar, spesifikasi, kualitas,
biaya dan waktu yang telah ditetapkan dalam dokumen kontrak paket pekerjaan yang
bersangkutan.
2.13. Memimpin dan memberikan pengarahan kepada Kontraktor dalam rapat persiapan
pelaksanaan pekerjaan (pre construction meeting).
2.14. Memeriksa gambar for Construction dari Konsultan Perencana sebelum diserahkan
kepada Kontraktor.

2.15. Memimpin dan memberikan pengarahan dalam rapat koordinasi pelaksanaan.


2.16. Mengecek, mengkaji ulang dan rnenyetujui jadwal dan metodologi pelaksanaan
pekerjaan yang diajukan oleh Kontraktor dengan memperhatikan Master schedule
pelaksanaan.
2.17. Melakukan monitoring atas pengadaan / pemesanan (procurement) material utama
yang dilakukan oleh Kontraktor / Pemasok dan PEMBERI TUGAS agar
kedatangannya di Proyek tepat waktu dan sesuai dengan spesifikasi.
2.18. 3.3.18.Memberi masukan kepada konsultan Quantity Surveyor tentang bagian
bagian pekerjaan yang telah selesai atau masih dalam perbaikan dalam rangka
penilaian prestasi bulanan kontraktor
2.19. Mengecek, mengkaji dan memberikan komentar terhadap : rencana kerja, gambar
kerja (shop-drawing), contoh hasil pekerjaan, contoh material yang diajukan oleh
Kontraktor sehingga layak untuk diaplikasikan di lapangan.
2.20. Mengevaluasi dan menyetujui penunjukkan sub Kontraktor yang diusulkan oleh
Kontraktor (apabila ada).
2.21. Mengkoordinir penyiapan dokumen-dokumen perubahan pekerjaan dan mengajukan
kepada PEMBERI TUGAS untuk mendapatkan persetujuan PEMBERI TUGAS dan
menampung keinginan PEMBERI TUGAS jika ada keinginan perubahan dan
menyampaikannya kepada Kontraktor yang bersangkutan serta memberi masukan
perubahan desain yang bisa mengakibatkan biaya tambah/ biaya kurang akibat
penambahan lingkup pekerjaan atau perpanjangan waktu yang diajukan Kontraktor
dan membuat rekomendasi kepada PEMBERI TUGAS.
2.22. Mempersiapkan dan mengirim secara berkala harian, mingguan dan bulanan laporan
kemajuan pekerjaan konstruksi yang memperlihatkan kemajuan proyek termasuk fotofoto lapangan, permasalahan yang timbul dan perkiraan penyelesaian proyek
termasuk laporan ke instansi terkait (DP2B) minimum sebanyak 3 (tiga) set atau
sesuai dengan yang dibutuhkan oleh instansi terkait.
2.23. Mengingatkan PEMBERI TUGAS tentang masalah yang timbul dan mungkin timbul
dalam kaitannya dengan kontrak dan mengajukan usulan penanggulangannya serta
membantu PEMBERI TUGAS dalam hal terjadi perselisihan dengan Kontraktor
dengan memberikan saran-saran.
2.24. Mengecek dan menilai semua klaim dari Kontraktor dan pihak lainnya agar
kepentingan PEMBERI TUGAS tidak dirugikan.

2.25. Mengkaji dan memberikan komentar terhadap gambar terpasang dan dokumen teknis
lainnya yang terkait dengan peralatan yang telah terpasang untuk keperluan serah
terima pekerjaan ke PEMBERI TUGAS.
2.26. Menjamin tersedianya semua dokumen kontrak, manual-manual asli dan dokumen
penting lainnya di lokasi Proyek.
2.27. Mengatur dan mengkoordinir pelaksanaan serah terima Partial ( Partial Completion )
dan Kontraktor kepada PEMBERI TUGAS, jika PEMBERI TUGAS menginginkan
adanya serah terima partial.
2.28. Memeriksa pelaksanan pekerjaan daftar cacat sebelum proses Penyerahan Pertama
Proyek dari Kontraktor kepada PEMBERI TUGAS.
2.29. 3.3.29.

Mengkoordinir, mengawasi dan memberikan rekomendasi kepada

PEMBERI TUGAS mengenai penyelesaian

pekerjaan daftar cacat

untuk

mendapatkan persetujuan PEMBERI TUGAS.


2.30. Meneliti setiap instalasi mekanikal elektrikal menyangkut kesiapan system, maupun
operasionalnya terhadap pengetesan dan penyalaan awal ( start up).
2.31. Mengkoordinir, menyetujui dan merekomendasi hasil testing peralatan yang telah
terpasang.
2.32. Mengkoordinir pelaksanaan proses Penyerahan Pertama Proyek dari Kontraktor
pelaksana kepada PEMBERI TUGAS.
2.33. 3.3.33,

Menginstruksikan Kontraktor membuat gambar terlaksana (as-built

drawing), memeriksa dan mempertanggungjawabkan kebenarannya.


2.34. Menjamin terlaksananya pelatihan bagi teknisi PEMBERI TUGAS oleh Kontraktor
sebelum Penyerahan Kedua Proyek.
3. Tahap Pemeliharaan (Maintenance Period)
3.1. Mempersiapkan, mengkoordinir, mengawasi dan menerima / menolak hasil pekerjaan
perbaikan deffect list dan sisa pekerjaan sebelum proses Penyerahan Kedua Proyek
dari Kontraktor pelaksana kepada PEMBERI TUGAS.
3.2. Mengkoordinasikan, merangkum dan mengkaji ulang semua sertifikat / garansi,
petunjuk pengoperasian dan pemeliharaan serta dokumen teknis lainnya yang terkait
dengan peralatan yang terpasang.
3.3. Mengkoordinir pelaksanaan proses Penyerahan Kedua Proyek (akhir) dari Kontraktor
pelaksana kepada PEMBERI TUGAS.

3.4. Mempersiapkan dan menyerahkan laporan Akhir Proyek kepada PEMBERI TUGAS
sebanyak 3 (tiga) set.