Anda di halaman 1dari 58

Bab

2
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

Pembuatan program data entry menggunakan Software CSPro ver 3.3


dengan terlebih dahulu melakukan instalasi program tersebut ke dalam PC.
Software tersebut dapat di peroleh secara gratis melalui website
www.census.gov/ipc/www/cspro .

2.1. Instalasi program CSPro ke harddisk PC anda


Instalasi CSPro Versi 3.3 dapat dilaksanakan dengan menggunakan Menu
Run pada Windows. Langkah-langkah melakukan instalasi program ini
adalah sebagai berikut:

1. Hidupkan komputer
2. Pilih Start
3. Pilih Run
4. Klik Browse untuk memilih folder
5. Pada Menu Browse, pilih Drive D atau E (tempat CD program)
6. Pilih folder CSPro 3.3
7. Pilih file CSPro33.exe pada folder D atau E:\CSPro 3.3> dengan
mengklik file tersebut, sehingga tampilan seperti gambar 2. 1.
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

Gambar 2.1. Menu run

8. Klik OK untuk menjalankan cspro.exe sehingga muncul gambar


2.2.

Gambar 2.2. Menu winzip self-extractor

9. Klik Setup, sehingga muncul gambar 2.3, yaitu tampilan selamat


datang di program instalasi CSPro.

Gambar 2.3. Menu welcome to CSPro 3.3 installation

1414
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

10. Klik Next, sehingga muncul gambar 2.4, yaitu menu untuk
memilih lokasi penyimpanan CSPro.

Gambar 2.4. Menu penempatan lokasi program CSPro

11. Klik Next, sehingga muncul gambar 2.5, yaitu menu pemilihan
bahasa yang dipakai untuk input teks dan default dalam tabel
dan peta.

Gambar 2.5 Menu pilihan bahasa

1515
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

12. Pilih English, kemudian klik Next sehingga muncul gambar 2. 6,


yaitu menu pemilihan components yang akan diinstal. Jika anda
akan menggunakan semua aplikasi CSPro pilih CSPro (all
components) dengan cara mengkliknya, kemudian klik Next,
sehingga muncul gambar 2.6.

Gambar 2.6: Menu select program folder

13. Setelah itu, muncul proses setup CSPro, ditunggu sehingga


selesai seperti pada gambar 2.7.

Gambar 2.7: Menu proses setup CSPro sedang berlangsung

1616
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

14. Kemudian klik Finish ketika gambar 2.8 muncul.

Gambar 2.8. Menu proses setup sudah selesai

Setelah program CSPro 3.3 terinstal ke Hardisk, untuk membuat program


data entry, diharuskan terlebih dahulu menjalankan prosedur yang
ditentukan melalui tahapan-tahapan, mulai dari menyiapkan tempat kerja
(direktori).
Untuk memudahkan dan menyamakan materi yang akan diajarkan, maka
dalam buku ini akan dicontohkan pembuatan program data entry kor
Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) tahun 2007.
Contoh:

1717
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

Program CSPro merupakan paket program yang mempunyai 5 aplikasi


utama dengan fungsi masing-masing aplikasi sebagai berikut:
1. Data Dictionary adalah keterangan tentang organisasi dari file
data. Keterangan ini digunakan untuk untuk semua modul dalam
CSPro. Data dictionary yang digunakan terdiri dari text label untuk
semua level, record, item, dan value set. Dalam aplikasi yang
digunakan untuk merancang identitas, memberikan nama variabel,
nama isi variabel, posisi data, jenis data (numerik atau karakter),
lebar data (digit), dan penetapan isi data bila isian data kosong.
2. Form Specification adalah media yang dipersiapkan untuk
membuat form (bentuk daftar pertanyaan) dengan mempersiapkan
kotak-kotak pengisian berdasarkan rancangan data dictionary
yang telah ditetapkan. Dengan demikian, proses pembuatan form
baru bisa dilaksanakan apabila sudah menyelesaikan pembuatan
data dictionary. Dalam aplikasi ini juga terdapat fasilitasi
perancangan frame atau bingkai garis box daftar pertanyaan dan
jenis warna untuk huruf dan latar belakang.
3. Data Entry Application adalah aplikasi yang dipersiapkan untuk
memberikan arah alur data, mengecek konsistensi isian antar blok
dan isian di dalam blok, menjaga isian yang diperbolehkan saja,
mengisi variabel tertentu berdasarkan logika matematika yang
bersyarat (no input), memberikan pesan kesalahan dalam bentuk
pesan peringatan dan pesan kesalahan, dan mengaktifkan data
lain (eksternal data) untuk membandingkan isian dua buah file
data (mengecek identitas sampel apakah sesuai dengan master
identitasnya).
Aplikasi data entry terdiri dari satu set form dan logic yang
digunakan untuk keperluan data entri. Aplikasi data entri dapat
digunakan untuk menambah data, dan memodifikasi data atau
merubah data yang sudah ada.

1818
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

Beberapa hal yang dapat dilakukan pada data entry aplikasi:


• Memasukan cases baru, memanggil dan merubah cases
• Jumlah form (screen) tidak terbatas (unlimited)
• Ukuran form sangat fleksibel dapat digunakan scroll
• Form dapat berisi individual record atau rosters
• Forms dapat berasal dari psikal record yang berbeda
• Pemeriksaan konsistensi tidak terbatas.
• Pesan kesalahan dapat ditampilkan setelah field di entri.
• Cases selalu di index untuk menghindari duplikasi dan
memudahkan pemanggilan.
• Tersedia operator statistic. (kecepatan entri, rata-rata entri,
jumlah ketukan, jumlah kesalahan entri tiap kuesioner dan
seterusnya)
• Aplication file (.ENT) adalah terdiri dari semua file yang
digunakan dalam proses dan beberapa informasi aplikasi
• Forms file (>FMF) <link>. Tiap-tiap form selalu berkaitan
dengan dictionary yang digunakan
• Logic file (.APP) adalah kumpulan perintah CSPro yang
digunakan selama proses data entry.
• Message file (.MGF) (optional) terdiri dari pesan-pesan berupa
text yang ditampilkan selama proses data entry.
• Help file (.HPF) <link> optional, text batuan pada layar yang
ditampilkan pada layar selama proses data entry.
• Other data Dictionary (.DCF) <link> optional. Data dictionary
lain yang digunakan, misalnya dictionary master sample
Pembuatan program data entry application dapat dilakukan
apabila telah menyelesaikan perancangan data dictionary dan
form specification.

4. Bacth Edit Application adalah fasilitas yang dipersiapkan CSPro


untuk melakukan proses edit (merubah isian) terhadap hasil entry
data sebelumnya apabila terjadi kesalahan dalam proses input
data. Dalam aplikasi ini juga tersedia fasilitas untuk membuang
data (delete) apabila data yang telah diinput sebelumnya tidak
dikehendaki atau kurang lengkap pengisian di lapangannya.
Fasilitas ini juga dapat digunakan untuk memasukkan faktor
pengali (weight) ke dalam data.
Batch editing aplikasi terdiri dari logic yang digunakan untuk satu
set file yang menghasilkan set file yang lain atau report.

1919
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

Beberapa hal yang dapat dilakukan pada batch editingaplikasi:


• Menulis data dengan logic CSPro
• Menguji konsistensi antar items
• Memeriksa structure quesioner
• Memodifikasi data
• Menambah variabel

Untuk langsung menggunakan perintah ini bisa langsung


menggunakan perintah CSbatch.
Batch editing aplikasi terdiri dari beberapa file yang digunakan
yaitu:
• Application file (.BCH) <link> terdiri dari keterangan dari
semua file yang digunakan pada aplikasi
• Order file (.ORD) <link> terdiri dari keterangan urutan logic
yang digunakan selama aplikasi dijalankan
• Logic file (.APP) <link> kumpulan perintah CSPro yang
digunakan
• Message file (.MGF) <link> pesan yang ditampilkan pada
output
• Other dictionary (.DCF) <link> dictionary lain yang juga ikut
digunakan.
5. Tabulation Application adalah fasilitas yang dipersiapkan untuk
merancangan tabel frekuensi dan tabulasi silang. Dalam aplikasi
ini tersedia juga fasilitas pemberian pembobot (penimbang) dan
juga proses manipulasi data (membentuk data turunan dengan
kondisi tertentu), atau memanipulasi dari data tunggal menjadi
data interval (recode).
Cross tabulation application terdiri dari satu set tabel yang telah
didefinisikan dan data dictionary yang digunakan untuk
pembuatan tabel-tabel.
Proses pembuatan tabulasi dalam CSPro sangat mudah sekali,
karena menu yang tersedia memungkinkan kita untuk tidak terlalu
sulit untuk dipelajari. Selain itu prosesnya relatif cepat
dibandingkan dengan aplikasi lain misalnya SPSS.

2020
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

Yang dapat dilakukan dengan cross tabulation application:


• Tabulasi silang dengan lebih dari 4 variabel
• Memilih dan mendifinisikan data yang digunakan, misalnya
tabel khusus yang berumur 15 tahun ke atas saja.
• Membuat tabel dengan penimbang ataupun tidak
• Membuat tabel berupa nilai ataupun persen
• Dapat disimpan kedalam berbagai format
• Dapat dicopy kedalam spreedsheets ataupun word processor
• Dapat menghasilkan tabel-tabel dengan geographic area
• Menghasilkan map dengan geograpic area

Cross tabulation application terdiri dari beberapa file sebagai berikut:


• Cros tabulation application file (.XTB) menjelaskan tentang
informasi yang digunakan pada tabel yang dibuat
• Table specification files (.XTS) terdiri dari nama variabel dan
parameter lain yang digunakan pada pembuatan tabel
• Data dictionary (.DCF) berisi fisik format data file untuk
pembuatan tabel

2.2. Pembuatan data dictionary


Aplikasi data dictionary menjelaskan organisasi file data secara
keseluruhan; dengan kata lain data dictionary menjelaskan bagaimana
data disimpan dalan suatu file. CSPro mengharuskan suatu data
dictionary dibuat untuk setiap file yang digunakan.

2121
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

Setiap data dictionary akan memungkinkan kita memberikan label teks


untuk semua level, record, items dan nilai dalam file tersebut. Dengan
data dictionary juga memungkinkan kita menjelaskan setiap record
dan karakteristik setiap item di record tersebut seperti nama, posisi di
data record, jenis data, panjang data, jumlah desimal, valid value dan
sebagainya. Kita juga dapat membuat suatu data dictionary untuk file
data yang sudah ada jika memiliki deskripsi konten yang menunjukan
lokasi setiap item.
Untuk merancang data dictionary dibutuhkan daftar pertanyaan atau
kuisioner yang sudah dinyatakan final dan digunakan untuk
pelaksanaan lapangan. Data dictionary membutuhkan identitas
variabel yang unik, disamping itu juga dibutuhkan jenjang hirarki
urutan data. Apabila jenis hirarki data tunggal, maka pembuatan tabel
cukup menggunakan satu level saja, sedangkan untuk yang
mempunyai jenjang bertingkat misalnya ada data rumah tangga dan
data individu (anggota rumah tangga), maka sistem dapat di buat
dalam dua level.
Sebuah dictionary menjelaskan bagaimana data ini disimpan.
Pada dictionary menyediakan:
• Struktur data secara keseluruhan
• Nama-nama yang berarti seperti record, item dan values
• Posisi dari data record
• Type data item (numerik atau text)
• Panjang item
• Jumlah desimal
• Nilai valid untuk range
• Dokumentasi lain

Label
Label adalah teks berisi penjelasan untuk mengidentifikasi dictionary
atau elemen dari dictionary.
• Label boleh berupa karakter dan spasi
• Panjangnya bisa sampai 255 karakter

2222
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

Names
Nama dictionary adalah elemen yang akan digunakan dalam prosedur
CSPro.
• Penamaan boleh berisi upper case (A_Z), digit (0-9) dan
underline (_). Karakter pertama harus berupa huruf dan tidak
boleh underline.
• Panjangnya boleh sampai 32 karakter
• Nama tidak boleh istilah yang digunakan dalam CSPro
• Nama tidak boleh duplikat dalam dictionary.

Notes
Notes adalah catatan tentang dictionary dan element. Dictionary dan
elemennya dapat diberikan notes.
• Panjang Notes boleh sampai 65.000 karakter.
Untuk membuat program data entry, terlebih dahulu menjalankan
program CSPro dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Membuka/klik file shortcut CSPro 3.3 yang ada desktop, sehingga
muncul seperti gambar 2. 9 dibawah ini.

Gambar 2.9: Menu program CSPro

2323
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

2. Klik menu file yang terdapat di pojok kiri atas, lalu arahkan ke new
atau klik pada sheet di pojok kiri (lihat panah pada gambar 2.9),
setelah itu akan muncul tampilan seperti gambar 2.10 dibawah ini.

Gambar 2. 10: Menu data entry application

3. Pada tampilan gambar 2.10, terdapat menu application dan other.


Pada posisi tersebut dapat langsung memilih application dan pilih
data entry application sehingga tampilan berikutnya adalah:

Gambar 2. 11: Menyiapkan nama file program entry

2424
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

4. Berikanlah nama file untuk program entry datanya. Dalam contoh


ini diberi nama kor2007, lalu tekan enter akan menghasilkan
tampilan sebagai berikut:

Gambar 2. 12: Tampilan nama file kor2007.dcf

5. Pada tampilan berikutnya mengkonfirmasi kembali tampilan apakah


nama file yang bersangkutan sudah tersedia atau berupa nama file
baru, seperti pada gambar 2.13, maka langsung pilih OK.

Gambar 2. 13: Tampilan konfirmasi nama file kor2007.dcf

6. Setelah melakukan proses tersebut tampilan berikutnya akan


menghasilkan gambar 2.15. Sebelumnya dapat dilihat pemberian
nama file akan menghasilkan tiga buah nama kor2007 untuk
dictionary, data entry dan form document, sehingga proses ini
menghasilkan 3 buah nama sekaligus, dapat dilihat pada gambar
2.14 dibawah ini pada file manager.

2525
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

Gambar 2. 14: Tiga buah nama file kor2007 sekaligus dihasilkan

Gambar 2.15: Menu untuk membuat isian di dalam file data dictionary

7. Proses selanjutnya dari gambar 2.15 tersebut langsung dapat


dilanjutkan dengan pemberian nama dictionary. Lihat langkah 10
gambar 2.18.

Sebelum melakukan proses tersebut, CSPro juga memberuka


pilihan membuat dictionary form dan data entry satu persatu, Cara
ini biasa dilakukan pada versi-versi sebelumnya. Adapun langkah-
langkahnya sebagai berikut. Pada tampilan gambar 2.10, Pilih
other akan tersedia dua pilihan aplikasi yaitu data dictionary dan
form specification. Tampilan seperti gambar 2.16.

2626
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

Gambar 2.16: Tampilan data dictionary dan form specification

8. Dalam membuat program entry kita harus terlebih dahulu


membentuk data dictionary (kamus data). Data dictionary
merupakan proses penyusunan variabel, nama variabel, nama
nilai variabel, nilai interval dari nilai variabel, dan jenis variabel
(numeric atau carakter). Pilih data dictionary kemudian klik ok.
9. Arahkan save in pada directory yang sudah dipersiapkan, yaitu
Kor2007 Tuliskan nama file dictionary untuk program yang baru
akan dibentuk tersebut pada file name, tuliskan kor2007, maka
secara otomatis akan diberikan extention file (*.dcf) seperti
tampilan gambar 2.17 dibawah ini.

Gambar 2.17: Menu untuk membentuk file data dictionar

2727
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

10. Setelah itu pilih menu create untuk melanjutkan proses


pembuatan data dictionary, seperti pada gambar 2.18 dibawah ini.

Gambar 2.18: Menu untuk membuat isian didalam file data dictionary

11. Jika sudah terbentuk file kor2007.dcf maka langkah selanjutnya


adalah membuat nama dictionary. Arahkan kursor ke jendela
sebelah kiri lalu arahkan ke KOR2007_DICT

Gambar 2. 19a: Merubah Kor2007_dict menjadi Kor2007 serta levelnya

Lakukan perubahan nama KOR2007_DICT menjadi KOR2007


dengan mengarahkan kursor ke jendela sebelah kanan, kemudian
doble clik pada kor2007 dibagian Dictionary Label, gantilah
dengan VSEN2007.K, kemudian dibagian dictionary name
KOR2007_DICT diganti menjadi KOR2007.
Untuk level label diganti dari kor2007 questionaire menjadi LEVEL
1 dan untuk level name dari KOR2007_QUES menjadi LEVEL_1.
Sehingga tampilan menjadi seperti berikut

2828
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

Gambar 2.19b: Tampilan setelah melakukan perubahan

Sedangkan untuk merubah (Id Items) menjadi _IDSO adalah


dengan memilih View pada Menu, kemudian pilih Names in Tree
seperti gambar 2.19c otomatis akan berubah.

Gambar 2.19c: Tampilan merubah Id item menjadi _IDSO

12. Membuat identitas untuk program entry dokumen disarankan


yang mempunyai sifat unik atau kemungkinan tidak duplikasi.
Biasanya dengan memanfaatkan kode wilayah dan nomor urut
responden yang dikombinasi sehingga dapat membentuk
sekumpulan variabel yang unik.
Item label Item name Digit
1. Provinsi b1r1 2
2. Kabupaten\kodya b1r2 2
3. Kecamatan b1r3 3
4. kelurahan b1r4 3
5. Daerah b1r5 1
6. NKS b1r7 5
7. Nomor Urut RT b1r8 2

2929
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

13. Untuk memasukkan variabel-variabel identitas yang sudah


dipersiapkan, maka terlebih dahulu dengan mengarahkan kursor
ke jendela sebelah kiri klik level 1, kemudian klik _IDSO

Gambar 2.20 a: Sebelum melakukan perubahan

Gantilah kor2007 identification klik dua kali lalu gantilah dengan


PROVINSI, untuk item name kor2007_id diganti menjadi B1R1
(diterjemahkan dari dari blok 1 pertanyaan 1), kemudian start dari
2 di ubah menjadi 1 (mulai dari posisi 1), dan len dari 1 di ubah
menjadi 2 (Provinsi 2 digit), baris lainnya tetap sehingga tampilan
menjadi sebagai berikut:

Gambar 2. 20 b: Tampilan setelah melakukan perubahan

Setelah selesai memasukkan provinsi, maka untuk menambahkan


file lainnya, maka letakkan kursor pada baris provinsi kemudian
tekan klik kanan satu kali akan muncul tampilan menu, arahkan
pada menu add item seperti gambar 2. 20c kemudian klik kiri atau
dengan mengarahkan kursor pada baris menu (lihat tanda panah
pada gambar 2.20c) kemudian klik kiri.

3030
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

Gambar 2. 20 c: Tampilan menambah penulisan variabel yang lainnya

Lakukan penambahan variabel-variabel identitas lainnya. Yang


perlu diperhatikan pada tahap ini adalah perubahan pada len
yang disesuaikan dengan besarnya digit untuk setiap variabel
identitas tersebut. Setelah itu lakukan pemindahan posisi (record
type) yang terdapat pada baris pertama ke posisi baris terakhir
setelah no urut rumah tangga dengan cara mengganti start 1
menjadi 19 yaitu posisi terakhir dari data identitas, sehingga
tampilan sebagai berikut (gambar 2. 20d):

Gambar 2.20 d: Tampilan menambah penulisan variabel yang lainnya

14. Langkah selanjutnya merubah nama sub level sesuai dengan


format di kusioner, arahkan kursor ke posisi LEVEL 1, lihat di
jendela sebelah kanan pada kolom record label tertulis kor2007
record, lakukan klik satu kali untuk diubah menjadi
PENGENALAN TEMPAT kemudian untuk isian kolom record
name dari KOR2007_REC diubah menjadi SEC1. Terlihat pada
gambar 2. 21 dibawah ini:

3131
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

Gambar 2. 21: Tampilan untuk mengubah pengisian LEVEL 1

Dalam format pengisian di LEVEL 1, sangat dipengaruhi oleh


hirarki dari pengisian section. Terdapat 2 jenis type input data,
pertama untuk single dan yang lainnya multiple. Apabila section
bentuk single maka pengisian Max dengan angka 1, sedangkan
bila jenis isian data multiple maka isian Max diisi sebanyak
maksimum tempat yang harus disediakan.
15. Untuk memulai menambah variabel yang tertulis di blok
selanjutnya diperlukan penambahan add item dalam sec1 yang
sesuai dengan isian kuesioner yang sudah tersedia pada blok-
blok selanjutnya dipengisian lembar kuesioner VSEN2007.K. lihat
tampilan gambar 2. 22.

Gambar 2. 22: Tampilan untuk menambah pengisian variabel di sec1

16. Langkah selanjutnya adalah memasukkan nama-nama variabel


pada blok-blok selanjutnya sampai seluruh pengisian nama
variabel termuat dalam setiap bagan. Untuk memudahkan aturan
pengisian variabel, maka terlebih dahulu disepakati untuk setiap
blok untuk satu section kecuali beberapa blok bisa bergabung
dalam satu section asalkan jumlah variabelnya sedikit dan
memiliki level pengisian yang sama dan berdekatan.

3232
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

Sebelum melaksanakan pengisian variabel tersebut, isikan dulu


section (sec) yang harus dibuat seperti pada langkah 14, gambar
2.21. Hasil pengisian variabel-variabel dapat dilihat pada tampilan
gambar 2.23 berikut ini:

Gambar 2. 23: Hasil pengisian variabel-variabel dalam section

17. Arahkan kursor ke jendela kiri pada LEVEL 1 untuk memasukkan


nama section yang berada dalam kuesioner yang terdiri dari sec1,
sec2, sec5 dan sec6. Maka akan terlihat pada gambar 2. 24 di
bawah ini.

Gambar 2. 24: Mengisi nama section sesuai dengan koesioner

18. Pemberian nama muatan variabel atau nilai variabel (value label).
Setelah selesai memberikan nama variabel (variabel labe), maka

3333
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

selanjutnya untuk setiap variabel yang mempunyai nilai variabel


dimasukkan namanya dalam kamus program. Adapun langkah
pengisian dimulai dengan meletakkan kursor pada nama variabel
yang terdapat pada jendela sebelah kiri lalu klik kanan dan pilih
add value set sehingga tampilan menjadi gambar 2. 25.

Gambar 2. 25: Pilihan add value set untuk pemberian nilai variabel

19. Pemberian nama nilai variabel diisi pada jendela sebelah kanan
dengan memasukkan value label dan nilai from. Dicontohkan
untuk B1R5 untuk pertanyaan di blok 1 pertanyaan nomor
5 ”Daerah”, terdiri dari daerah perkotaan kode 1 dan daerah
pedesaan kode 2. Isikan perkotaan pada kolom value label dan
isikan angka 1 untuk kolom from, tekan enter sampai dengan
terbentuk isian baris selanjutnya yang diisi pada kolom dibawah
perkotaan dituliskan perdesaan dan from isikan angka 2. lanjutkan
proses ini untuk variabel lainnya. Lihat gambar 2.26 berikut.

Gambar 2. 26: Pemberian nilai variabel dan kode from

3434
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

2.3. Pembuatan form specification


Aplikasi form specification adalah aplikasi yang digunakan setelah
menyelesaikan data dictionary yang dilanjutkan dengan merancang
wadah/tempat input datanya. Sebagai bahan masukan, pada saat
merancang form entry diusahakan tampilannya sama dengan bentuk
kuesionernya. Hal ini dimaksudkan agar operator atau petugas entry tidak
mengalami kesulitan pada saat membaca data yang hendak diinput ke
dalam komputer. Tahapan membuat form specification adalah sebagai
berikut:

1. Langkah pertama tekan new Klik lambang tersebut yang ada di


pojok kiri atas (lihat panah), pilih other, kemudian pilih form
spesification setelah itu klik ok. Proses selanjutnya akan muncul
gambar 2. 27 dibawah ini.

Gambar 2. 27: Menu untuk membuat form data entry

2. Tampilan selanjutnya meminta menuliskan nama untuk form.


Sebaiknya menuliskan form dengan nama yang sama dengan file
dictonary yaitu KOR2007 maka secara otomatis akan tertulis
KOR2007.fmf. Contoh tampilan dapat dilihat pada gambar 2.28
dibawah ini.

3535
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

Gambar 2. 28: Menu membuat form data entry dengan nama kor2007.fmf

3. Setelah itu akan muncul tampilan untuk mengkonfirmasi. Proses


selanjutnya meminta konformasi file dictionary yang digunakan,
klik OK

Gambar 2. 29: konfirmasi file dictionary yang digunakan

4. Untuk menjalankan instruksi pembuatan form harus memilih YES


atau NO. Apabila memilih YES berarti CSPro akan membuatkan
form berdasarkan input dictionary. Apabila memilih NO, maka form
yang diciptakan secara manual sesuai keinginan pembuat, seperti
tampak pada gambar 2.30 dibawah ini

3636
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

Gambar 2. 30: Menu membuat form dengan pilihan NO

5. Apabila pilihan langkah 4 (gambar 2.30) dengan pilihan Yes, maka


tampilan selanjutnya adalah seperti berikut:

Gambar 2. 31: Menu membuat form dengan pilihan YES

6. Dari langkah tersebut (gambar 2.31), langsung tekan tombol OK,


maka tampilan akan menghasilkan form untuk setiap section,
sehingga apabila tersedia 4 section, maka akan menghasilkan 4
buah screen form per section. Contoh hasil section untuk SEC1
sebagai berikut:

3737
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

Gambar 2. 32: Menu membuat form dengan pilihan YES

7. Untuk pilihan NO, seperti pada gambar 2.30, akan menghasilkan


tampilan form kosong. Untuk mengisinya dilakukan satu per satu
variabel yang ada di setiap section dipindahkan ke layar form
dengan cara menempatkan kursor pada salah satu variabel
misalnya B1R1 di klik satu kali kemudian drag ke form yang
kosong. Pada prinsipnya tujuan akhir akan sama dengan pola
gambar 2.32
8. Untuk menghasilkan gambar 2.32 sesuai dengan kuesioner maka
diperlukan hasil bentuk frame atau kotak maka diaktifkan box draw
toolbar dengan mengaktifkan menekan tombol dan
menghasilkan tampilan box sebagai berikut:

Dengan menggunakan box draw toolbar, akan menghasilkan


berbagai bentuk kotak dengan ketebalan garis frame yang
diharapkan.
9. Bila sudah ada dictionory dan form anda harus melakukan
tampilan entry data agar terlihat seperti pada kuesioner dengan
cara variabel yang ada di dictionory kita tarik dengan mouse
disampingnya agar terbentuk format form sesuai dengan
koesioner. Setiap section harus ada format form-nya terlihat pada
gambar 2. 33 sampai dengan 2.36.

3838
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

Gambar 2. 33: Menu pembuatan form sec1 entry data

Gambar 2. 34: Menu pembuatan form sec2 entry data

3939
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

Gambar 2. 35: Menu pembuatan form sec5 entry data.

Gambar 2. 36: Menu pembuatan form sec6 entry data

10. Apabila diikuti cara pembuatan form, maka akan ada perbedaan
bentuk form antara sec1 (gambar 2. 33) dengan sec2 (gambar 2.
34). Bentuk form tersebut mencerminkan jenis single (sec1) dan
multiple (sec2).

4040
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

11. Berapa trik untuk mempercantik tampilan form, diantaranya


dengan memberikan warna pada latar belakang, memberikan
warna pada teks dan memilih jenis huruf dan ukurannya.
Langkah awal untuk memberi warna pada latar belakang caranya,
tempatkan kursor pada latar belakang form lalu klik kanan
sehingga muncul tampilan sebagai berikut:

Gambar 2. 37: Menu fasilitas tambahan untuk form

Memilih warna pada latar belakang, maka dapat dipilih form


properties, lalu clik pada kotak color, maka akan muncul tampilan
sebagai berikut:

Gambar 2. 38: Menu fasilitas tambahan untuk form

4141
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

Gambar 2. 39: Penulisan Text dan pemilihan warna huruf serta ukurannya

2.4. Pembuatan data entry application


Data entry aplikasi dibuat setelah menyelesaikan pengisian data dictionary
dan form specification untuk mengarahkan alur data (data flow).

1. Penulisan data entry application dimulai dengan mengaktifkan new


Klik lambang tersebut yang ada di pojok kiri atas, kemudian pilih
Application dan select pada menu data entry application Selanjutnya
akan muncul gambar 2.40 dibawah ini.

Gambar 2.40: Menu pemilihan data entry application.

4242
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

2. Langkah selanjutnya adalah memberikan nama file untuk


pengisian new data entry application name, untuk
mengkonsistenkan nama file yang dibentuk untuk dictionary dan
form, maka tuliskan nama yang sama yaitu kor2007 dan secara
otomatis akan menghasilkan nama kor2007.ent, tekan tombol
create. Dapat terlihat pada tampilan gambar dibawah ini.

Gambar 2.41: Memberi nama file data entry application.


Tampilan selanjutnya akan meminta konfirmasi file dictionary yang
digunakan untuk entry application. Secara otomatis memberikan
tampilan nama file tersebut seperti di gambar di bawah ini,
lansung menekan tombol OK.

Gambar 2.42: Konfirmasi file dictionary.

4343
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

Tampilan selanjutnya sebagai berikut:

Gambar 2.43: Tampilan data entry application.

Letakkan kursos pada jendela sebelah kiri, kemudian pilih lokasi


sec1 dan tekan pada lambang pada menu bagian atas untuk
memperoleh tampilan untuk penulisan program aplikasi.

Perintah Preproc dan Postproc


Preproc adalah perintah membaca kondisi persyaratan sebelum
data di input kedalam variabel yang ditetapkan.

Postproc adalah perintah membaca kondisi persyaratan setelah


data di input kedalam variabel yang sedang dijalankan.

Contoh penempatan preproc dan postproc pada variabel PROP

PROC PROP
preproc
$=b1r1;
noinput;

postproc
if (B1R1<>$) then e=err;
reenter B1R1;
endif;

4444
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

Perintah preproc meminta isi prop tidak perlu diinput (noinput),


nilainya diambil dari nilai-nilai variabel b1r1 yang sudah terlebih
dahulu terisi di awal pengisian.

Perintah postproc memberikan perintah untuk meberikan


kepastian saja, apabila isian b1r1 (diawal pengisian blok 1
pertanyaan pertama), tidak sama dengan $ (prop), maka diberikan
instruksi error yang artinya proses terhenti sampai dengan
petugas membetulkan pengisian yang benar. Perintah reenter
b1r1 menunjukkan kursor akan kembali ke posisi b1r1 untuk
mengisi ulang isian yang betul tersebut.

Perintah If, Then dan Reenter


Perintah if dan then sering sekali digunakan berpasangan dalam
setiap instruksi yang berguna untuk mengecek atau
mengklarifikasi konsistensi data antar dua atau lebih dari dua
variabel.
Perintah if dan then biasanya diikuti oleh instruksi error bisa
dituliskan dengan e saja. Selain itu juga diikuti oleh perintah
reenter dan endif. Berikut diberikan contoh penulisan tersebut:
PROC B5R1G
if $=1 and umur=0 then e=display("APA BENAR BAYI SAKIT
GIGI",umur); reenter;endif;
Lambang $ adalah kata lain dari nama variabel yang ruangnya
sedang di tuliskan instruksi program, alias dari $ adalah b5r1g.
Perintah program tersebut menyatakan apabila mengalami sakit
gigi ($=1) dan diperiksa konsistensinya dengan umurnya (umur=0)
yaitu bayi, apabila terpenuhi syarat tersebut maka dinyatakan
salah (error), karena tidak mungkin bayi sudah mempunyai gigi
dan sakit gigi?
Penulisan selanjutnya reenter;endif; dua kata tersebut
memberikan instruksi loncatan kebelakang ke arah variabel yang
sama (program berhenti sampai dengan persyaratan diperbaiki
menjadi benar). Penulisan reenter kemudian diikuti dengan nama
variabel yang berada di awal atau sebelum variabel yang sedang
di input diperbolehkan, seperti penulisan berikut:

reenter b1r1a;

Perintah tersebut memberikan instruksi loncat kembali ke


belakang sampai dengan posisi input variabel b1r1a.

4545
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

Perintah Melompati (Skip to Next)


Perintahan melompati pengisian berdasarkan persyaratan
kondisional tertentu sesuai dengan alur pengisian data dengan
menggunakan perintah skip to. Sebagai contoh dituliskan
program sebagai berikut:
PROC B4K8
preproc
if b4k5>6 and b4k1<b2r2 then skip to next b4k1;endif;
if b4k5>6 and b4k1=b2r2 then endsect;endif;
Perintah diatas memberikan perintah apabila b4k5>6 (umur lebih
besar dari 6 tahun) dan b4k1<b2r2 (dan nomor urut art (b4k1)
masih lebih kecil dari jumlah anggota rumah tangga (b2r2)), maka
selanjutnya loncatan kursor (skip to) mengarah pada b4k1 (next
b4k1) yaitu anggota rumah tangga selanjutnya. Biasanya
digunakan juga perintah pendukung lainnya yaitu endsect.
Penggunaan endsect untuk memberikan eksekusi jika persyaratan
sudah terpenuhi maka proses input data di section tersebut sudah
selesai dan dilanjutkan ke section selanjutnya.
Penggunaan perintah skip yang sering digunakan adalah melewati
variabel yang tidak relevan untuk diinput seperti contoh, yaitu
apabila isian b5r7 sama dengan kode 2, maka lompat pengisian
langsung ke b5r9a. Dengan demikian apabila isian b5r7 berkode
1, maka alur program tidak meloncat ke b5r9a.
PROC B5R7
if $=2 then skip to b5r9a; endif;
Perintah Box
Perintahan box digunakan untuk mengecek pengisian terdahulu
dalam bentuk yang lebih kompleks. Apabila persyaratan
pengecekan melibatkan lebih dari satu variabel dan mempunyai
persyaratan yang sangat prinsip harus dilakukan serta kompleks,
maka perlu dibuat logika dalam bentuk format box seperti yang
dituliskan di bawah ini.
PROC B5R15
box b5r13 : $ : umur =>x;
2 : 1,2 : 5-17 =>1;
2 : 3,4 : 11-30 =>1;
2 : 5,6,7 : 12-64 =>1;
2 : 8,9,10 : 15-64 =>1;
2 : 11 : 15-64 =>1;
3 : 1,2 : 5-98 =>1;
3 : 3,4 : 11-98 =>1;
3 : 5,6,7 : 12-98 =>1;
3 : 8,9,10 : 15-98 =>1;
3 : 11 : 20-98 =>1;
: : =>0;

4646
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

endbox;
if x<>1 then e=errmsg(064,b5r13,$,umur); reenter;
endif;

Program diatas membatasi pengisian sesuai dengan alur logika,


dalam box ditetapkan tiga buah variabel yang saling
bersinggungan. Variabel-variabel tersebut antara lain status
pendidikan kode 2 (masih sekolah) dan kode 3 (sudah tidak
sekolah lagi), b5r15 (tingkat pendidikan yang ditamatkan mulai
dari SD, SMP, SLTA, D3, S1, S2, dan S3), kemudian konsisten
dengan umur. Apabila persyaratan yang ditetapkan tidak
terpenuhi maka program akan terhenti dan dinyatakan salah.

Apabila diterjemahkan program box tersebut adalah


a. Untuk yang masih sekolah dengan status SD dan SD
sederajat, usianya hanya boleh antara 5 sampai dengan 17
tahun.
b. Untuk yang masih sekolah dengan status SMP dan SMP
sederajat, usianya hanya boleh antara 11 sampai dengan 30
tahun
c. Untuk yang masih sekolah dengan status SLTA, SLTA
kejuruan, dan SLTA sederajat, usianya hanya boleh antara 12
sampai dengan 64 tahun
d. Untuk yang masih sekolah dengan status D1, D3, S1, S2, dan
S3, usianya hanya boleh antara 15 sampai dengan 64 tahun
e. Untuk yang tidak sekolah lagi dengan status SD dan SD
sederajat usianya hanya boleh antara 5 sampai dengan 98
tahun
Contoh penulisan box lainnya
box b5r17 : umur => age;
1 : 5-98 =>1;
2 : 10-98 =>1;
3 : 10-98 =>1;
4 : 13-98 =>1;
5 : 13-98 =>1;
6 : 16-98 =>1;
7 : 16-98 =>1;
8 : 16-98 =>1;
9 : 17-98 =>1;
10 : 19-98 =>1;
11 : 20-98 =>1;
12 : 22-98 =>1;

4747
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

: =>0;
endbox;
if age<>1 then e=errmsg("UMUR TIDAK SESUAI DENGAN
IJAZAH YANG DIMILIKI.");reenter;endif;
Contoh berikutnya:
box $ =>kj;{Daftar Jenis Pekerjaan Indonesia}
11-14 => 1;{Peneliti IPA}
21-29,31-39 => 1;{Ahli teknik}
41-43 => 1;{Pesawat udara dan perwira kapal}
51-55 => 1;{Peneliti IP Hayat}
61-69,71-77 => 1;{Dokter,dokter gigi,dokter hewan }
81-84 => 1;{Ahli statistik,matematik}
90,110 => 1;{Ahli ekonomi & akuntan}
121-123,129 => 1;{Ahli hukum}
141-145 => 1;{Tenaga bid agama}
151-153 => 1;{Pengarang,wartawan}
191-192,194-195,199=>1;{ Tenaga prof,teknisi}
201 => 1;{Pejabat lembaga legislatif}
211-219 => 1;{Tenaga manajemen}
300 => 1;{Pengawas TU}
=>0;
endbox;
if kj=1 and
b5r17=1|b5r17=2|b5r17=3|b5r17=4|b5r17=5|b5r17=6|b5r17=
7| b5r17=8| b5r13=1) then errmsg(176,b5r17,$);
endif;

Perintah endif, endsect dan endlevel


Perintahan endif, endsect, dan endlevel adalah perintah-perintah
untuk mengakhiri suatu perintah. Apabila perintah diawali dengan
if maka diakhiri dengan endif. Untuk mengakhiri pengisian satu
section walaupun belum selesai sampai akhir variabel, apabila
harus berakhir maka diberikan perintah endsect. Sedangkan
untuk perintah menyelesaikan satu dokumen apabila belum
sampai akhir dokumen akan tetapi harus berakhir sesuai alur
pengisiannya maka diberikan instruksi endlevel.
PROC B4K6
postproc
if $>1 and b4k5<10 then e=errmsg(021);reenter;endif;
if ((B4K3=6 or B4K3=4 or B4K3=2) and $=1) then
e=errmsg(147);reenter B4K3;endif;

4848
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

if ((B4K3=2 or b4k3=4) and $<>2) then


e=errmsg(020);reenter;endif;
if b4k5>6 and b4k1<b2r2 then skip to next b4k1;endif;
if b4k5>6 and b4k1=b2r2 then endsect;endif;
PROC B7R4A
if $=2 then endlevel;endif;

Perintah Membuat Nama File Data

Sebelum memulai entry diperlukan satu tindakan memberikan


nama file data sebagai wadah tempat menyimpan data yang telah
di entry. Prosedure pemberian nama dapat diatur agar supaya
nama file data harus konsisten dengan isi file nya.

Perintah membuat nama file data agar bisa menjaga kualitas hasil
entry sesuai dengan kode identitas dengan nama file datanya
sangat diperlukan manajemen pemberian nama file data. Kita
bisa mendifinisikan nama file sengaja diciptakan berdasarkan
kode-kode propinsi, kode kabupaten, dan kode nks. Kode-kode
tersebut bersifat uniq (tidak ada yang sama) dalam satu
kabupatennya sehingga ketentuan pemberian nama file data
disesuaikan dengan hasil pendataan untuk setiap blok atau nks.

Sebagai ilustrasi pemberian nama file untuk setiap nks (setiap


blok ada 16 rumah tangga), dari pendataan susenas kor tahun
2007 bulan februari yang mempunyai perintah sebagai berikut:
fname = filename(KOR2007);

pra=tonumber(fname[18:2]);
rma=tonumber(fname[20:2]);
cla=tonumber(fname[22:5]);
HPROP = pra;
HKAB = rma;
HNKS = cla;
y = pos(fname[17:1],"P");
if pos("C:\KOR2007\",fname) <> 1 |
(pos("DATA\",fname) <> 12 & y = 1) |
!y | pos(".DAT",fname) <> 27 then
e=errmsg(0002,"data",fname);
endlevel;
endif;

4949
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

Pendifinisian fname=filename(KOR2007) memberikan perintah


nama file yang diciptakan berdasarkan identitas dari propinsi (2
digit), kabupaten (2 digit), dan nks (5 digit).
pra=tonumber(fname[18:2]);
rma=tonumber(fname[20:2]);
cla=tonumber(fname[22:5]);
Pada perintah pemberian nama file sangat diperhatikan posisi
setiap huruf dari nama file. Contoh dari sebuah nama file bila
dihitung posisi untuk setiap karakternya akan diperoleh angka
posisinya. Untuk posisi 18 dan 19 adalah kode propinsi, posisi 20-
21 adalah kode kabupaten, dan posisi 22-26 adalah posisi nomor
NKS.

C:\KOR2007\DATA\P730110010.DAT
123456789101234567891012345678910
Posisi nama file sampai dengan c:\kor2007\data\ dituliskan secara
otomatis atas perintah program (tidak perlu ditulis), perintah
tersebut posisinya dari 1 sampai dengan 16. Pada posisi huruf ke
17 dimulai dengan huruf P, pada posisi 18 sampai dengan 26
merupakan angka kode-kode propinsi, kabupaten dan nks yang
telah didifinisikan dan pada posisi ke 27 dimulai dengan
tanda ”.DAT”. Pemberian nama file ini hanya meminta
memasukkan kode propinsi, kode kabupaten, dan kode nks,
selebihnya sudah secara otomatis dituliskan dalam perintah (tidak
perlu diketik) sebagai berikut:
y = pos(fname[17:1],"P");
if pos("C:\KOR2007\",fname) <> 1 |
(pos("DATA\",fname) <> 12 & y = 1) |
!y | pos(".DAT",fname) <> 27 then
e=errmsg(0002,"data",fname);
endlevel;
endif;

Perintah pos ( ) then


Penulisan pos adalah perintah posisi input data. Bisa ditetapkan
jenis huruf bukan angka, formasi penulisan perintah tersebut
disesuaikan dengan jenis variabel yang di bangun di file dictionary
dalam format karakter atau numerik. Seperti dalam contoh berikut:

PROC B1R10A
if !pos($[1:1],alphalst) then
errmsg("NAMA HARUS HURUF,BUKAN ANGKA DAN HARUS HURUF
BESAR");
reenter;
endif;

5050
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

Memahami perintah !pos($[1:1],alphalst) then ….. Pertama harus


diciptakan terlebih dahulu nama alphalst yang merupakan
sekumpulan huruf dari a sampai dengan z. !pos memerintahkan
posisi data input harus huruf bukan angka, dan
untuk !pos($[1:1],alphalst) artinya, pada variabel ($) yang sedang
dalam posisi mau di input posisi pertama harus berupa huruf a
sampai dengan z (alphalist).
.
alphalst = "ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ";

Perintah diatas memberikan alias untuk alphalst berupa huruf


kapitas (huruf besar) dan tidak diperbolehkan berupa angka.

Perintah Menghitung Jumlah Kasus Tertentu


Penghitungan jumlah kasus tertentu sebagai kontrol konsistensi
pengisian sangat diperlukan. Biasanya penempatan
penghitungan diletakkan pada section bersangkutan atau
setelahnya.
Contoh:

PROC SEC2_ROSTER
a=count(sec2_ROSTER where b4k5<5);
if a>b2r21 then e=errmsg(901);reenter b2r21;
endif;

b=count(sec2_ROSTER where b4k5>=5 and b4k5<=9);


if b>b2r22 then e=errmsg(902);reenter b2r22;
endif;

c=count(sec2_ROSTER where b4k5>=10);


if c>b2r23 then e=errmsg(903);reenter b2r23;
endif;

Penghitungan jumlah kasus dapat dilakukan dengan mengguna-


kan perintah count. Program pertama mendifinisikan a adalah
hasil penjumlahan di sec2 untuk variabel b4k5 (umur) yang kurang
dari 5 tahun. Hasil penghitungan tersebut dibandingkan dengan
pengisian blok 2 pertanyaan 21 yaitu jumalh balita. Apabila ada
perbedaan maka dinyatakan salah sehingga kursor diarahkan
kembali ke pengisian blok 2 untuk diperbaiki kembali pengisian
yang tidak konsisten tersebut.

Penghitungan jumlah kasus lainnya juga dapat dilakukan


berdasarkan persyaratan tertentu, seperti pada perintah kedua
dimana b4k5>=5 and b4k5<=9 artinya menghitung hanya usia 5-9

5151
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

tahun saja. Begitu juga perintah penghitungan ketiga untuk


menghitung kasus yang berusia 10 tahun keatas.

Perintah Menggunakan Memori Identitas


Memori identitas dokumen pertama dapat disimpan dalam file
program sehingga untuk dokumen berikutnya yang masih dalam
wilayah yang sama tidak perlu lagi di entry, langsung ke urutan
nomor rumah tangga sampel saja sehingga mengurangi tingkat
kesalahan petugas entry selain itu mempercepat waktu untuk
entry datanya.
Untuk menjalankan petintah demikian menggunakan manipulasi
logika dengan membangun wadah sebagai berikut:
xcluster = default;
xhnumber = 0;
xregmun = default;
xprov = default;
xtype = default;
xKEC = default;
xDES = default;
addmode = (demode() = add);
PROC LEVEL_1
postproc
xprov = B1R1;
xregmun = B1R2;
xKEC = B1R3;
xDES = B1R4;
xtype = B1R5;
xcluster = B1R7;
PROC B1R1
preproc
if addmode & xprov <> default then
$ = xprov;
noinput;
endif;
postproc
if $ <> HPROP then
e=errmsg(00220,"Propinsi",HPROP);
reenter;
endif;

Perintah While dan Do


Perintah while dan do dituliskan berpasangan, memberikan
instruksi membaca atau mengecek jumlah putaran atau
pemasukan dari pola input data multiple entry atau yang bersifat

5252
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

berulang dengan memberikan kontrol berdasarkan variabel


tertentu yang sudah ditetapkan.
PROC SEC1
i = 1 ;
while i<=b2R2 do
b4k1(i)=i;
i=i+1;
enddo;
Penulisan pada awal instruksi dengan proc sec1, artinya anda
sedang bekerja di wilayah cakupan variabel yang ada di sec1 saja.
Perintah dalam sec1 selanjutnya dimulai dari i = 1, dapat
dinyatakan program akan membaca mulai dari putaran pertama,
kemudian penulisan while i lebih kecil atau sama dengan b2r2
(jumlah anggota rumah tangga) mengisaratkan program akan
berjalan apabila terpenuhi kondisi tersebut yaitu nilai i tidak
melebihi nilai b2r2. Syarat lainnya diminta apabila b4k1 (i) = i
(nomor urut anggota rumah tangga) datanya bisa dimasukkan
mulai dari yang pertama sampai dengan yang terakhir. Apabila
jumlah i > b2r2 yaitu jumlah anggota rumah tangga sudah
melebihi dari yang harus di input, maka program entry berakhir
dan secara otomatis berganti ke rumah tangga berikutnya yang
harus di input.
Secara umum, perintah ini untuk menjaga pemasukan dokumen
agar supaya sesuai dengan jumlah anggota rumah tangganya,
sehingga untuk pemasukan dokumen ini tidak ada yang
menyimpang.
Setiap perintah while…..do diakhiri dengan enddo. Format
penulisan sebagai berikut While…… do…….enddo. Untuk
memberikan batasan instruksi pertama dengan instruksi ke dua
dan berikutnya, maka setiap akhir perintah diberikan tanda semi
kolom “;”.

Perintah Soccurs dan Noccurs (Multiple Entry)


Perintahan melakukan putaran pengisian untuk type data multiple
entry dengan menggunakan perintah dan soccurs (section of
occurens), noccurs (Number of Occurens). Manipulasi agar data
bisa melakukan putaran sesuai dengan jumlah kasus yang harus
dientry apabila menggunakan putaran seperti program dibawah ini.

PROC B4K1
preproc
n=noccurs(sec2_ROSTER)+1;
if n<=b2R2 then

5353
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

$(n)=n;
noinput;
endif;

PROC NART
preproc
n=soccurs(SEC05)+1;
nart(n)=n;

Program untuk memanipulasi putaran multiple entry dapat


dilakukan dengan memberikan perintah noccurs apabila bentuk
entry data multiple dengan menggunakan perintah same location
(lokasi yang sama) atau bentuk tabel (roster). Perintah diatas
memandu pengisian dari nomor urut yang masuk mulai dari 1
sampai dengan jumlah kasus yang harus di input (b2r2=jumlah
anggota rumah tangga). Pengisian secara otomatis (noinput)
dimulai dari nomor 1 sampai dengan jumlah anggota rumah
tangganya.

Penggunaan soccurs dengan bentuk entry data multiple tetapi


tampilan pengisian data seolah-olah berbentuk single, atau
dengan kata lain tampilan entry menggunakan pilihan different
location (lokasi yang berbeda). Perintah tersebut memandu
pengisian secara berurutan sehingga jumlah pengisian yang
berulang tersebut sesuai dengan persyaratannya.

TIPS:
Dalam kuesioner MDGs2007.S terdapat record yang berulang
(multiple) seperti pada Blok IV keterangan anggota rimahtangga.
Untuk mengontrol jumlah anggota rumahtangga yang dientry
sudah sesuai dengan Blok II Keterangan pokok rumah tangga,
khususnya jumlah anggota rumah tangga. Diperlukan logic
tersendiri yaitu sebagai berikut:

(Diletakkan pada item PROC B4AK10)


if b4Ak1<b2r3 then skip to next
b4Ak1;endif;
if b4Ak1=b2r3 then endsect;endif;

Ada cara lain yang tidak perlu menuliskan logic seperti di atas
yaitu:
1. Ketika tampilan untuk mengisi logic pada SEC02_ROSTER,
klik kanan lalu klik Properties

5454
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

Gambar 2.44.Menu tampilan kontrol alur

2. Selanjutnya isikan pada isian Occurence control Field name


B2R2 (item jumlah anggota rumahtangga. Hal ini akan
mengontrol jumlah ART yang harus dimasukkan.

Gambar 2.45.Menu tampilan kontrol alur

3. Hasilnya adalah sebagai berikut. Jika jumlah ART nya ada 2


orang, maka

5555
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

Gambar 2.46.Menu tampilan entry

4. Pada roster hanya akan ditampilkan 2 baris, dan bila entry


data sudah sampai 2 ART maka akan pindah ke blok yang
lain.

.
Gambar 2.47.Menu tampilan entry

5656
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

Perintah Pembacaan Data Bentuk Roster


Dalam penulisan program yang terdapat di section jenis multiple
entry menggunakan logika menunjuk baris isian yang dikontrol
dengan dituliskan dalam format.
variabel(posisi baris)=nilai variabel
Contoh:
PROC SEC5
preproc
if (b4K3(1)=1 and b4K6(1)=1) then
if b2r2>1 then
if (b4K3(2)=2 and b4K6(2)=2) then
e=errmsg(13);
reenter b4K6(1);
endif;
if b4K3(2)=2 then e=errmsg(14);
reenter b4K3(2);
endif;
endif;
endif;
if b2r2>2 then
if (b4K3(1)=1 and b4K3(2)=2 and b4K6(1)=1) then
e=errmsg(13);reenter b4k3(1);endif;
endif;
if b2r2>2 then
if (b4K3(1)=1 and b4K4(1)=2 and b4K6(1)=2) and
(b4K3(2)=2 and b4K4(2)=1) and
(b4K3(3)=2 and b4K4(3)=1) then
e=errmsg(12);reenter b4K3(1);
endif;
endif;
{jumlah KRT}
if b2r2 > 1 then
p=count(SEC2_ROSTER where b4K3=1);
if p<>1 then e=errmsg(111);reenter b4K3(1);
endif;
if (b4K3(2)=2 and (b4K6(1)=1 or b4K6(1)=3 or
b4K6(1)=4)) then
e=errmsg(13);
reenter b4K3(2);endif;
endif;
if b2r2>1 then
if (b4K3(2)=2 and (b4K4(1)=b4K4(2)))
then e=errmsg(14);reenter b4K4(2);endif;
endif;

5757
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

if b2r2>2 then
if (b4K3(3)=2 and (b4K4(1)=b4K4(3)))
then e=errmsg(14);reenter b4K4(3);endif;
endif;
{Jumlah suami lebih dari 1}
s=count(sec2_ROSTER where b4k3=1 and b4k4=1);
if s>1 then e=errmsg(170);reenter b4k4(1);
endif;
ISTRI=count(sec2_ROSTER where b4k3=2 and
b4k4=2);
if ISTRI>1 then e=errmsg("ISTRI LEBIH DARI SATU
CEK !!!");
endif;
Perintah Error dan Display
Perintahan errmsg dan display adalah salah satu fasilitas yang
dipersiapkan oleh CSPro untuk memberikan pesan kesalahan dan
pesan peringatan.
Errmsg adalah pesan kesalahan yang dipersiapkan untuk
membantu operator entry memahami kenapa terjadi kesalahan.
Dengan opsi ini program akan terhenti dan bisa dilanjutkan
kembali proses entry datanya apabila telah diperbaiki sesuai
intruksi pesan kesalahan yang ditampilkan tersebut.
Display adalah peringatan kesalahan yang dipersiapkan untuk
operator agar lebih hati-hati dalam proses input datanya. Dengan
opsi ini program tidak terhenti artinya proses entry tetap dapat
dilanjutkan hanya saja operator mendapat peringatan untuk
mengecek kembali isian yang telah dilaksanakannya.
Dalam penulisan errmsg atau display mempunyai beberapa model,
selain itu dalam proses penulisan errmsg dan display bisa
membantu operator karena dapat dihasilkan proses penghitungan
dan tampilan lainnya. Berikut dibawah ini ditampilkan beberapa
model penggunaan penulisan errmsg dan display.
1. Model e=errmsg(140), memberikan pesan kesalahan yang
paling sederhana di dalam penulisan pesannya.
if($>98 and $<99) then e=errmsg(140);reenter;endif;
if B4K3=3 and $>=50 then e=display(15,$);endif;
if B4K3=5 and $>=40 then e=display(15,$);endif;
Display yang ditampilkan menampilkan nilai kesalahan ($)
140 => UMUR TIDAK BOLEH LEBIH DARI 98 TAHUN
015 => UMUR ANAK, CUCU APAKAH BETUL =%D TAHUN?
2. Model e=errmsg(134,b4k5,b4k5(1)) lebih kompleks dimana
pesan kesalahan 134 memberikan instruksi ortu = %d dan

5858
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

krt=%d artinya %d yang pertama menampilkan isi b4k5


dan %d yang kedua adalah isi dari b4k5(1).
if B4K3=6 then
if(B4K5-10)<B4K5(1)then
e=errmsg(134,B4K5,B4K5(1));
endif;
endif;
134 => UMUR ORTU DAN KRT TIDAK WAJAR, ORTU=%D
KRT=%D
3. Untuk penulisan errmsg("HANYA UNTUK UMUR 0-4 TH
SAJA"); adalah bentuk penulisan pesan kesalahan lainnya
yang bisa dituliskan langsung.

if b4k5<=4 and $=missing then errmsg("HANYA UNTUK


UMUR 0-4 TH SAJA");reenter;endif;
if b4k5>4 and !$=missing then errmsg("HARUS MISSING
TEKAN ENTER SAJA");reenter;endif;

4. Pesan kesalahan menggunakan %d dan %s. Pesan


kesalahan %d digunakan apabila menggunakan variabel
numerik sedangkan %s bila menggunakan variabel karakter
01 Nama file untuk %d %d %d tidak ada di dalam master %s.
Perbaiki.

Sampkey=concat(edit("99",HPROP),edit("99",HKAB),
edit("99999",HNK));
if !loadcase(DHSAMPEL, sampkey) then
e=errmsg(01, HPROP, HKAB, HNKS, sampkey);endlevel
endif;

5. Pesan kesalahan menggunakan %d, c dan $. Penggunaan c


yaitu menghitung jumlah dari satu variabel (count) yaitu
jumlah anak, yang kemudian hasil penjumlahan tersebut
ditampilkan dalam pesan kesalahan.

if $<>(b5r29b1+b5r29b2) then e=errmsg(091);reenter;


endif;
c=count(sec2_ROSTER where b4k3=3);
if c<>$ and hb=2 then e=errmsg("Jumlah Anak
di Blok IV = %d, Jumlah Anak Kandung Hidup = %d,
Cek ! ",c,$);endif;

5959
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

2.5. Pembuatan exsternal master identitas


Exsternal file berisi data identitas sampel sangat diperlukan untuk
menjaga kualitas data yang dientry sesuai dengan daftar sampel yang
telah ditetapkan, dengan demikian petugas data entry (operator entry)
tidak akan mengalami kesalahan memasukkan datanya karena sudah
di jaga harus sesuai dengan master identitas yang dipersiapkan dalam
file data terpisah.

SKEMA KERJA MASTER IDENTITAS

Exsternal Internal
Data
Data Identitas
Master

Persiapan yang harus dilakukan meliputi penyiapan data identitas


untuk setiap propinsi atau kabupatennya sampai dengan nomor NKS,
setelah itu simpanlah file master tersebut untuk dapat dibandingkan
dengan identitas yang sedang dilakukan proses entry datanya.
Apabila tidak sama, maka program akan memberikan pesan
kesalahan yang menyatakan identitas yang dimasukkan tidak sesuai
dengan identitas master. File data dalam format data ascii (*.txt),
isinya seperti contoh berikut:
73121003301000521
73121500702000211
73121017803000621
73121032505000321
73131509003000511
73131011903000821
73133024605001221
73131039307001821
73131052410000121
Aplikasi Data Dictionary Dhsampel
Aplikasi data dictionary dhsampel dibuat dengan mengaktifkan CSPro
3.2 dari awal, sehingga dictionary dhsampel seolah-olah berdiri sendiri
1. Lanjutkan dengan membuka file shortcut CSPro.3.2 yang ada
desktop, sehingga muncul seperti gambar 2.48 dibawah ini..

6060
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

Gambar 2.48: Menu program CSPro


2. Klik menu file yang terdapat di pojok kiri atas, lalu arahkan ke new
setelah itu akan muncul tampilan seperti gambar 2.49 dibawah ini.

Gambar 2.49: Menu data entry application

3. Dalam tampilan gambar 2.49, terdapat menu application dan other.


Pilih other akan tersedia dua pilihan aplikasi yaitu data dictionary
dan form specification. Tampilan seperti gambar 2.50.

6161
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

Gambar 2.50: Tampilan data dictionary dan form specification

4. Arahkan save in pada directory yang sudah dipersiapkan, yaitu


Kor2007 Tuliskan nama file dictionary untuk program yang baru
akan dibentuk tersebut pada file name, tuliskan DHSAMPEL,
maka secara otomatis akan diberikan external file (*.dcf) seperti
tampilan gambar 2.51 dibawah ini. Setelah itu pilih menu create
untuk melanjutkan proses pembuatan data dictionary DHSAMPEL.

Gambar 2.51: Menu untuk membentuk file data dictionary.

6262
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

5. Setelah itu pilih menu create untuk melanjutkan proses


pembuatan data dictionary, seperti pada gambar 2.52 dibawah ini.

Gambar 2.52: Menu membuat isian di dalam file data dictionary.

6. Kalau sudah terbentuk file DHSAMPEL.dcf maka langkah


selanjutnya adalah membuat nama dictionary. Arahkan kursor ke
jendela sebelah kiri lalu arahkan ke DHSAMPEL_DICT

Lakukan perubahan nama DHSAMPEL_DICT menjadi


DHSAMPEL dengan mengarahkan kursor ke jendela sebelah
kanan, kemudian doble clik pada DHSAMPEL dibagian Dictionary
Label, gantilah dengan DHSAMPEL-2007, kemudian dibagian
dictionary name DHSAMPEL_DICT diganti menjadi DHSAMPEL.
Untuk level label diganti dari DHSAMPEL questionaire menjadi
LEVEL 1 dan untuk level name dari DHSAMPEL_QUES menjadi
LEVEL_1. Sehingga tampilan menjadi seperti berikut

6363
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

Gambar 2.53: Tampilan setelah melakukan perubahan.

7. Langkah selanjutnya mempersiapkan nama variabel dengan


menempatkan kursos pada id items yang terdapat di jendela
sebelah kiri, kemudian gantilah DHSAMPEL identification yang
terdapat pada kolom item label dengan KODE PROPINSI, lalu
lanjutkan mengganti DHSAMPEL_ID dengan HPROP, tekan enter
lalu ganti star dari 2 menjadi 1 dan len dari 1 menjadi 2, yang
lainnya pada bagian akhir di kolom zero fill gantilah dari format NO
menjadi YES.

Pada tahapan ini juga di ubah isian record type dari isian start 1
dengan 0 dan len dari 1 menjadi 0. Selanjutnya lakukan
penambahan items dengan menempatkan kursor pada posisi Id
Items dan klik mouse kanan pilihlah add items sehingga tampilan
sebagai berikut:

6464
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

Gambar 2.54: Tampilan setelah melakukan perubahan.

8. Tambahkan variabel berikutnya yaitu:

KODE KABUPATEN HKAB 3 2 NUM NO YES


NOMOR KODE SAMPEL HNKS 5 5 NUM NO YES
Lalu kembali melakukan perubahan di LEVEL 1 dari format
a. DHSAMPELS Record pada kolom record label menjadi
SAMPELS
b. DHSAMPEL_REC pada kolom record name menjadi
SAMPELS
Lanjutkan pemberian nama variabel yang lainnya, sehingga
tampilan menjadi berikut ini:

Gambar 2.55: Tampilan setelah melakukan perubahan.

6565
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

9. Berikan nama item lainnya pada kelompok sampels sebagai


berikut:
KODE KECAMATAN HKEC 10 3 NUM NO YES
KODE DESA HDES 13 3 NUM NO YES
KODE DAERAH HDAERAH 16 1 NUM NO YES
KODE GANTI HGANTI 17 1 NUM NO YES

Dengan demikian terdapat penambahan data untuk master sampel


yang harus disiapkan dalam file master identitas sesuai dengan urutan
pemasukan dan posisi datanya. Simpanlah file dhsampel tersebut
sehingga dalam folder kor2007 terdapat dua buah dictionary file.
Tampilan akhir dari dictionary DHSAMPEL sebagai berikut:

Gambar 2.56: Tampilan setelah melakukan penambahan.

Mengkaitkan data dictionary dhsampel dengan dictionary


Kor2007

Program entry kor2007 akan menggunakan DHSAMPEL sebagai


exsternal file untuk mengaktifkan master identitas dengan data
entry-nya. Adapun cara mengaitkan kedua program tersebut
dengan cara sebagai berikut:

1. Masuk ke sub direktori kor2007 lalu doble klik kor2007 dengan


lambang komputer sehingga tampilan ke CSPro, sebagai berikut:

6666
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

Gambar 2.57: Tampilan file manager subdir kor2007.

2. Pilih tampilan lambang pada pojok kiri bawah, kemudian


pada pojok kiri atas klik file, dan pilih add files, sehingga tampilan
sebagai berikut:

Gambar 2.58: Tampilan penambahan file.

Awal sebelum mengaitkan tambahan file dictionary DHSAMPEL


posisi kor2007 kalau dilihat dari diagram aplikasinya, untuk file
dictionary hanya ada satu, untuk DHSAMPEL belum
terlihat dalam diagram seperti tampilan berikut ini:

6767
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

Gambar 2.59: Tampilan dictionary sebelum terkait

3. Setelah melakukan add files, maka tampilan meminta external


dictionary yang tersedia 3 buah external, pilih yang pertama
kemudian pada pojok paling kana nada lambang klik sehingga
tampilan enter or select file, pilihlah lalu
tekan tombol save. Tampilan sebagai berikut

Gambar 2.60: Tampilan proses mengait file manager

Kalau diperhatikan pada jendela sebelah kiri setelah proses


mengaitkan file dhsampel menjadi file ekternal, maka dictionary
ada 2 buah yaitu vsen2007.k dan DHSAMPEL, bentuk
tampilannya menjadi seperti gambar ini sebagai berikut

6868
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

Gambar 2.61: Tampilan dictionary sesudah terkait

4. Tahapan selanjutnya memberikan aplikasi untuk mengaitkan data


ekternal dengan program sebagai berikut:

PROC GLOBAL
set implicit;
alpha(9) sampkey;
alpha(30) fname;

alpha(2) alpha1;
alpha(2) alpha2;
alpha(3) alpha3;
alpha(3) alpha4;
alpha(1) alpha5;
alpha(4) alpha7;
alpha(2) alpha8;
alpha(26) alphalst;

alpha(21) alphakey;
alpha(18) alph;
alpha(24) fnamex;
numeric cla;
alpha(9) keluar;
alpha(5) clo;
alpha(2) alpha10;
alpha(3) alpha11;
alpha(3) alpha12;
alpha(4) alpha14;
alpha(4) alp14;

PROC KOR2007_FF
preproc
MAXMEMB=20;
alphalst = "ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ";

6969
Tata Cara Pembuatan Program Entry Data

fname = filename(KOR2007);
pra=tonumber(fname[18:2]);
rma=tonumber(fname[20:2]);
cla=tonumber(fname[22:5]);

HPROP = pra;
HKAB = rma;
HNKS = cla;

sampkey= concat( edit("99",HPROP), edit("99",HKAB),


edit("99999",HNKS) );
if !loadcase(DHSAMPEL, sampkey) then
e=errmsg(0001, HPROP, HKAB, HNKS, sampkey);
endlevel
endif;

7070