Anda di halaman 1dari 68

LARUTAN ASAM BASA

Standar Kompetensi
4. Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran, dan
terapannya.
Kompetensi Dasar
4.1 Mendeskripsikan teori-teori asam basa dengan menentukan sifat larutan dan menghitung pH
larutan.

Anda akan melakukan kegiatan-kegiatan berikut.


Menjelaskan pengertian asam basa Arrhenius, Bronsted dan Lowry serta
asam basa Lewis melalui diskusi kelas.
Berlatih menentukan pasangan asam-basa Bronsted-Lowry
Merancang dan melakukan percobaan untuk mengidentifikasi asam dan
basa dengan berbagai indikator (indikator alam dan indikator kimia)
melalui kerja kelompok di laboratorium.
Menyimpulkan sifat asam atau basa dari suatu larutan.
Melakukan percobaan untuk memperkirakan pH suatu larutan elektrolit
yang tidak dikenal berdasarkan hasil pengamatan trayek perubahan warna
berbagai indikator asam dan basa melalui kerja kelompok laboratorium.
Menghubungkan kekuatan asam atau basa dengan derajat ionisasi () dan
tetapan asam (Ka) atau tetapan basa ( Kb) melalui diskusi kelas
Menghitung pH dan derajat ionisasi larutan dari data konsentrasinya
Meneliti dan menghitung pH air sungai di sekitar sekolah/rumah yang
teraliri limbah
Akhirnya Anda akan mampu :
Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Arrhenius
Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Bronsted dan Lowry
Menuliskan persamaan reaksi asam dan basa menurut Bronsted dan Lowry
dan menunjukkan pasangan asam dan basa konjugasinya
Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Lewis
Menentukan zat asam dan basa menurut teori Lewis
Mengidentifikasi sifat larutan asam dan basa dengan berbagai indikator.
Memperkirakan pH suatu larutan elektrolit yang tidak dikenal berdasarkan
hasil pengamatan trayek perubahan warna berbagai indikator asam dan
basa.
Menyimpulkan trayek perubahan warna larutan asam dan basa
Menghubungkan kekuatan asam atau basa dengan derajat ionisasi ( ) dan
tetapan asam (Ka) atau tetapan basa (Kb)
Menghitung pH larutan asam atau basa yang diketahui konsentrasinya.
Menjelaskan penggunaan konsep pH dalam lingkungan.
Menerapkan konsep pH serta sifat fisis dan biologis untuk menganalisis
pencemaran air

Modul Kimia Kelas XI Semester 2


1

Ringkasan Materi
Teori Asam dan Basa
Halaman ini menggambarkan teori asam dan basa Arrhenius,
Bronsted-Lowry, dan Lewis, dan halaman ini juga menjelaskan
hubungan antara ketiga teori asam dan basa tersebut. Halaman
ini juga menjelaskan konsep pasangan konjugasi - asam dan basa
konjugasinya, atau basa dan asam konjugasinya.
Teori asam dan basa Arrhenius
Teori

Asam adalah zat yang menghasilkan ion hidrogen dalam


larutan.
Basa adalah zat yang menghasilkan ion hidroksida dalam
larutan.

Penetralan terjadi karena ion hidrogen dan ion hidroksida


bereaksi untuk menghasilkan air.

Pembatasan teori
Asam hidroklorida (asam klorida) dinetralkan oleh kedua larutan
natrium hidroksida dan larutan amonia. Pada kedua kasus
tersebut, kamu akan memperoleh larutan tak berwarna yang
dapat kamu kristalisasi untuk mendapatkan garam berwarna putih
- baik itu natrium klorida maupun amonium klorida.
Keduanya jelas merupakan reaksi yang sangat mirip. Persamaan
lengkapnya adalah:

Pada kasus natrium hidroksida, ion hidrogen dari asam bereaksi


dengan ion hidroksida dari natrium hidroksida - sejalan dengan
teori Arrhenius.Akan tetapi, pada kasus amonia, tidak muncul ion
hidroksida sedikit pun!
anda bisa memahami hal ini dengan mengatakan bahwa amonia
bereaksi dengan air yang melarutkan amonia tersebut untuk
menghasilkan ion amonium dan ion hidroksida:

Modul Kimia Kelas XI Semester 2


2

Reaksi ini merupakan reaksi reversibel, dan pada larutan amonia


encer yang khas, sekitar 99% sisa amonia ada dalam bentuk
molekul amonia. Meskipun demikian, pada reaksi tersebut
terdapat ion hidroksida, dan kita dapat menyelipkan ion
hidroksida ini ke dalam teori Arrhenius.
Akan tetapi, reaksi yang sama juga terjadi antara gas amonia dan
gas hidrogen klorida.

Pada kasus ini, tidak terdapat ion hidrogen atau ion hidroksida
dalam larutan - karena bukan merupakan suatu larutan. Teori
Arrhenius tidak menghitung reaksi ini sebagai reaksi asam-basa,
meskipun pada faktanya reaksi tersebut menghasilkan produk
yang sama seperti ketika dua zat tersebut berada dalam larutan.
Ini adalah sesuatu hal yang lucu!
Teori asam dan basa Bronsted-Lowry
Teori

Asam adalah donor proton (ion hidrogen).


Basa adalah akseptor proton (ion hidrogen).

Hubungan antara teori Bronsted-Lowry dan teori Arrhenius


Teori Bronsted-Lowry tidak berlawanan dengan teori Arrhenius Teori Bronsted-Lowry merupakan perluasan teori Arrhenius.
Ion hidroksida tetap berlaku sebagai basa karena ion hidroksida
menerima ion hidrogen dari asam dan membentuk air.
Asam menghasilkan ion hidrogen dalam larutan karena asam
bereaksi dengan molekul air melalui pemberian sebuah proton
pada molekul air.
Ketika gas hidrogen klorida dilarutkan dalam air untuk
menghasilkan asam hidroklorida, molekul hidrogen klorida
memberikan sebuah proton (sebuah ion hidrogen) ke molekul air.
Ikatan koordinasi (kovalen dativ) terbentuk antara satu pasangan
mandiri pada oksigen dan hidrogen dari HCl. Menghasilkan ion
hidroksonium, H3O+.

Modul Kimia Kelas XI Semester 2


3

Ketika asam yang terdapat dalam larutan bereaksi dengan basa,


yang berfungsi sebagai asam sebenarnya adalah ion hidroksonium.
Sebagai contoh, proton ditransferkan dari ion hidroksonium ke ion
hidroksida untuk mendapatkan air.

Tampilan elektron terluar, tetapi mengabaikan elektron pada


bagian yang lebih dalam:

Adalah sesuatu hal yang penting untuk mengatakan bahwa


meskipun anda berbicara tentang ion hidrogen dalam suatu
larutan, H+(aq), sebenarnya anda sedang membicarakan ion
hidroksonium.
Permasalahan hidrogen klorida / amonia
Hal ini bukanlah suatu masalah yang berlarut-larut dengan
menggunakan teori Bronsted-Lowry. Apakah anda sedang
membicarakan mengenai reaksi pada keadaan larutan ataupun
pada keadaan gas, amonia adalah basa karena amonia menerima
sebuah proton (sebuah ion hidrogen). Hidrogen menjadi tertarik
ke pasangan mandiri pada nitrogen yang terdapat pada amonia
melalui sebuah ikatan koordinasi.

Modul Kimia Kelas XI Semester 2


4

Jika amonia berada dalam larutan, amonia menerima sebuah


proton dari ion hidroksonium:

Jika reaksi terjadi pada keadaan gas, amonia menerima sebuah


proton secara langsung dari hidrogen klorida:

Cara yang lain, amonia berlaku sebagai basa melalui penerimaan


sebuah ion hidrogen dari asam.
Pasangan konjugasi
Ketika hidrogen klorida dilarutkan dalam air, hampir 100%
hidrogen klorida bereaksi dengan air menghasilkan ion
hidroksonium dan ion klorida. Hidrogen klorida adalah asam kuat,
dan kita cenderung menuliskannya dalam reaksi satu arah:

Pada faktanya, reaksi antara HCl dan air adalah reversibel, tetapi
hanya sampai pada tingkatan yang sangat kecil. Supaya menjadi
bentuk yang lebih umum, asam dituliskan dengan HA, dan reaksi
berlangsung reversibel.

Perhatikan reaksi ke arah depan:

HA adalah asam karena HA mendonasikan sebuah proton


(ion hidrogen) ke air.
Air adalah basa karena air menerima sebuah proton dari
HA.

Akan tetapi ada juga reaksi kebalikan antara ion hidroksonium


dan ion A-:

H3O+ adalah asam karena H3O+ mendonasikan sebuah proton

Modul Kimia Kelas XI Semester 2


5

(ion hidrogen) ke ion A-.


Ion A- adalah basa karena A- menerima sebuah proton dari
H3O+.

Reaksi reversibel mengandung dua asam dan dua basa. Kita dapat
menganggapnya berpasangan, yang disebut pasangan konjugasi.

Ketika asam, HA, kehilangan sebuah proton asam tersebut


membentuk sebuah basa A-. Ketika sebuah basa, A-, menerima
kembali sebuah proton, basa tersebut kembali berubah bentuk
menjadi asam, HA. Keduanya adalah pasangan konjugasi.
Anggota pasangan konjugasi berbeda antara satu dengan yang
lain melalui kehadiran atau ketidakhadiran ion hidrogen yang
dapat ditransferkan.
Jika anda berfikir mengenai HA sebagai asam, maka A- adalah
sebagai basa konjugasinya.
Jika anda memperlakukan A- sebagai basa, maka HA adalah
sebagai asam konjugasinya.
Air dan ion hidroksonium juga merupakan pasangan konjugasi.
Memperlakukan air sebagai basa, ion hidroksonium adalah asam
konjugasinya karena ion hidroksonium memiliki kelebihan ion
hidrogen yang dapat diberikan lagi.
Memperlakukan ion hidroksonium sebagai asam, maka air adalah
sebagai basa konjugasinya. Air dapat menerima kembali ion
hidrogen untuk membentuk kembali ion hidroksonium.
Contoh yang kedua mengenai pasangan konjugasi
Berikut ini adalah reaksi antara amonia dan air yang telah kita
lihat sebelumnya:

Modul Kimia Kelas XI Semester 2


6

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah forward reaction


terlebih dahulu. Amonia adalah basa karena amonia menerima ion
hidrogen dari air. Ion amonium adalah asam konjugasinya - ion
amonium dapat melepaskan kembali ion hidrogen tersebut untuk
membentuk kembali amonia.
Air berlaku sebagai asam, dan basa konjugasinya adalah ion
hidroksida. Ion hidroksida dapat menerima ion hidrogen untuk
membentuk air kembali.
Perhatikanlah hal ini pada tinjauan yang lain, ion amonium adalah
asam, dan amonia adalah basa konjugasinya. Ion hidroksida
adalah basa dan air adalah asam konjugasinya.
Zat amfoter
Anda mungkin memperhatikan (atau bahkan mungkin juga tidak
memperhatikan!) bahwa salah satu dari dua contoh di atas, air
berperilaku sebagai basa, tetapi di lain pihak air berperilaku
sebagai asam.
Suatu zat yang dapat berperilaku baik sebagai asam atau sebagai
basa digambarkan sebagai amfoter.

Teori asam dan basa Lewis


Teori ini memperluas pemahaman anda mengenai asam dan basa.
Teori

Asam adalah akseptor pasangan elektron.


Basa adalah donor pasangan elektron.

Hubungan antara teori Lewis dan teori Bronsted-Lowry


Basa Lewis
Hal yang paling mudah untuk melihat hubungan tersebut adalah
dengan meninjau dengan tepat mengenai basa Bronsted-Lowry
ketika basa Bronsted-Lowry menerima ion hidrogen. Tiga basa
Bronsted-Lowry dapat kita lihat pada ion hidroksida, amonia dan
air, dan ketianya bersifat khas.

Modul Kimia Kelas XI Semester 2


7

Teori Bronsted-Lowry mengatakan bahwa ketiganya berperilaku


sebagai basa karena ketiganya bergabung dengan ion hidrogen.
Alasan ketiganya bergabung dengan ion hidrigen adalah karena
ketiganya memiliki pasangan elektron mandiri - seperti yang
dikatakan oleh Teori Lewis. Keduanya konsisten.
Jadi bagaimana Teori Lewis merupakan suatu tambahan pada
konsep basa? Saat ini belum - hal ini akan terlihat ketika kita
meninjaunya dalam sudut pandang yang berbeda.
Tetapi bagaimana dengan reaksi yang sama mengenai amonia dan
air, sebagai contohnya? Pada teori Lewis, tiap reaksi yang
menggunakan amonia dan air menggunakan pasangan elektron
mandiri-nya untuk membentuk ikatan koordinasi yang akan
terhitung selama keduanya berperilaku sebagai basa.
Berikut ini reaksi yang akan anda temukan pada halaman yang
berhubungan dengan ikatan koordinasi. Amonia bereaksi dengan
BF3 melalui penggunaan pasangan elektron mandiri yang
dimilikinya untuk membentuk ikatan koordinasi dengan orbital
Modul Kimia Kelas XI Semester 2
8

kosong pada boron.

Sepanjang menyangkut amonia, amonia menjadi sama persis


seperti ketika amonia bereaksi dengan sebuah ion hidrogen amonia menggunakan pasangan elektron mandiri-nya untuk
membentuk ikatan koordinasi. Jika anda memperlakukannya
sebagai basa pada suatu kasus, hal ini akan berlaku juga pada
kasus yang lain.

Asam Lewis
Asam Lewis adalah akseptor pasangan elektron. Pada contoh
sebelumnya, BF3 berperilaku sebagai asam Lewis melalui
penerimaan pasangan elektron mandiri milik nitrogen. Pada teori
Bronsted-Lowry, BF3 tidak sedikitpun disinggung menganai
keasamannya.
Inilah tambahan mengenai istilah asam dari pengertian yang
sudah biasa digunakan.
Bagaimana dengan reaksi asam basa yang lebih pasti - seperti,
sebagai contoh, reaksi antara amonia dan gas hidrogen klorida?

Pastinya adalah penerimaan pasangan elektron mandiri pada


nitrogen. Buku teks sering kali menuliskan hal ini seperti jika
amonia mendonasikan pasangan elektron mandiri yang dimilikinya
pada ion hidrogen - proton sederhana dengan tidak adanya
elektron disekelilingnya.
Ini adalah sesuatu hal yang menyesatkan! anda tidak selalu
memperoleh ion hidrogen yang bebas pada sistem kimia. Ion
hidogen sangat reaktif dan selalu tertarik pada yang lain. Tidak
terdapat ion hidrogen yang tidak bergabung dalam HCl.
Modul Kimia Kelas XI Semester 2
9

Tidak terdapat orbital kosong pada HCl yang dapat menerima


pasangan elektron. Mengapa, kemudian, HCl adalah suatu asam
Lewis?
Klor lebih elektronegatif dibandingkan dengan hidrogen, dan hal
ini berarti bahwa hidrogen klorida akan menjadi molekul polar.
Elektron pada ikatan hidrogen-klor akan tertarik ke sisi klor,
menghasilkan hidrogen yang bersifat sedikit positif dan klor
sedikit negatif.

Pasangan elektron mandiri pada nitrogen yang terdapat pada


molekul amonia tertarik ke arah atom hidrogen yang sedikit
positif pada HCl. Setelah pasangan elektron mandiri milik
nitrogen mendekat pada atom hidrogen, elektron pada ikatan
hidrogen-klor tetap akan menolak ke arah klor.
Akhirnya, ikatan koordinasi terbentuk antara nitrogen dan
hidrogen, dan klor terputus keluar sebagai ion klorida.
Hal ini sangat baik ditunjukkan dengan notasi "panah melengkung"
seperti yang sering digunakan dalam mekanisme reaksi organik.

TUGAS TERSTRUKTUR
1. Selesaikan reaksi asam-basa BronstedLowry berikut, kemudian tentukan
pasangan asam-basa konjugasinya
a. HNO2 + H2O <=> ....
b. HPO42 + NH4+ <=> ....
c. H2S + OH <=> ....
d. H2CO3 + CO32 <=> ....
2. Tentukan asam konjugasi dari spesi berikut.
Modul Kimia Kelas XI Semester 2
10

a. C6H5COOd. NH3
2b. SO4
e. CH3NH2
c. OH3. Tentukan basa konjugasi dari spesi berikut.
a. HBr
d. H2SO4
+
b. H3O
e. H2PO4c. HF

LARUTAN
LARUTAN adalah campuran homogen dua zat atau lebih yang saling
melarutkan dan masing-masing zat penyusunnya tidak dapat dibedakan lagi
secara fisik.
Larutan terdiri atas zat terlarut dan pelarut.
Berdasarkan daya hantar listriknya (daya ionisasinya), larutan dibedakan
Modul Kimia Kelas XI Semester 2
11

dalam dua macam, yaitu larutan elektrolit dan larutan non elektrolit.
Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik.
Larutan ini dibedakan atas :
1. ELEKTROLIT KUAT
Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang mempunyai daya hantar
listrik yang kuat, karena zat terlarutnya didalam pelarut (umumnya
air), seluruhnya berubah menjadi ion-ion (alpha = 1).
Yang tergolong elektrolit kuat adalah:
a.Asam-asam kuat, seperti : HCl, HCl03, H2SO4, HNO3 dan lain-lain.
b.Basa-basa kuat, yaitu basa-basa golongan alkali dan alkali tanah,
seperti: NaOH, KOH, Ca(OH)2, Ba(OH)2 dan lain-lain.
c.Garam-garam yang mudah larut, seperti: NaCl, KI, Al2(SO4)3 dan lainlain
2. ELEKTROLIT LEMAH
Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang daya hantar listriknya
lemah dengan harga derajat ionisasi sebesar: O < alpha < 1.
Yang tergolong elektrolit lemah:
a. Asam-asam lemah, seperti : CH3COOH, HCN, H2CO3, H2S dan lain-lain
b. Basa-basa lemah seperti : NH4OH, Ni(OH)2 dan lain-lain
c. Garam-garam yang sukar larut, seperti : AgCl, CaCrO4, PbI2 dan lainlain
Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan
arus listrik, karena zat terlarutnya di dalam pelarut tidak dapat
menghasilkan ion-ion (tidak mengion).

Tergolong ke dalam jenis ini misalnya:


-

Larutan
Larutan
Larutan
Larutan

urea
sukrosa
glukosa
alkohol dan lain-lain

INDIKATOR ASAM BASA


Indikator Asam-Basa
Modul Kimia Kelas XI Semester 2
12

Halaman ini menggambarkan bagaimana indikator asam-basa bekerja, dan


bagaimana pemilihan indikator yang tepat untuk titrasi tertentu.
Bagaimanakah cara kerja indikator
Indikator sebagai asam lemah
Lakmus
Lakmus adalah asam lemah. Lakmus memiliki molekul yang sungguh rumit
yang akan kita sederhanakan menjadi HLit. "H" adalah proton yang dapat
diberikan kepada yang lain. "Lit" adalah molekul asam lemah.
Tidak dapat dipungkiri bahwa akan terjadi kesetimbangan ketika asam ini
dilarutkan dalam air. Pengambilan versi yang disederhanakan kesetimbangan
ini:

Lakmus yang tidak terionisasi adalah merah, ketika terionisasi adalah biru.
Sekarang gunakan Prinsip Le Chatelier untuk menemukan apa yang terjadi
jika anda menambahkan ion hidroksida atau beberapa ion hidrogen yang
lebih banyak pada kesetimbangan ini.
Penambahan ion hidroksida:

Penambahan ion hidrogen:

Modul Kimia Kelas XI Semester 2


13

Jika konsentrasi Hlit dan Lit- sebanding:


Pada beberapa titik selama terjadi pergerakan posisi kesetimbangan,
konsentrasi dari kedua warna akan menjadi sebanding. Warna yang anda
lihat merupakan pencampuran dari keduanya.

Alasan untuk membubuhkan tanda kutip disekitar kata "netral" adalah bahwa
tidak terdapat alasan yang tepat kenapa kedua konsentrasi menjadi
sebanding pada pH 7. Untuk lakmus, terjadi perbandingan warna mendekati
50 / 50 pada saat pH 7 - hal itulah yang menjadi alasan kenapa lakmus
banyak digunakan untuk pengujian asam dan basa. Seperti yang akan anda
lihat pada bagian berikutnya, hal itu tidak benar untuk indikator yang lain.
Jingga metil (Methyl orange)
Jingga metil adalah salah satu indikator yang banyak digunakan dalam
titrasi. Pada larutan yang bersifat basa, jingga metil berwarna kuning dan
strukturnya adalah:

Sekarang, anda mungkin berfikir bahwa ketika anda menambahkan asam,


ion hidrogen akan ditangkap oleh yang bermuatan negatif oksigen. Itulah
tempat yang jelas untuk memulainya. Tidak begitu!
Pada faktanya, ion hidrogen tertarik pada salah satu ion nitrogen pada
ikatan rangkap nitrogen-nitrogen untuk memberikan struktur yang dapat
dituliskan seperti berikut ini:

Modul Kimia Kelas XI Semester 2


14

Anda memiliki kesetimbangan yang sama antara dua bentuk jingga metil
seperti pada kasus lakmus - tetapi warnanya berbeda.

Anda sebaiknya mencari sendiri kenapa terjadi perubahan warna ketika anda
menambahkan asam atau basa. Penjelasannya identik dengan kasus lakmus bedanya adalah warna.
Pada kasus jingga metil, pada setengah tingkat dimana campuran merah dan
kuning menghasilkan warna jingga terjadi pada pH 3.7 - mendekati netral.
Ini akan diekplorasi dengan lebih lanjut pada bagian bawah halaman.
Fenolftalein
Fenolftalein adalah indikator titrasi yang lain yang sering digunakan, dan
fenolftalein ini merupakan bentuk asam lemah yang lain.

Pada kasus ini, asam lemah tidak berwarna dan ion-nya berwarna merah
muda terang. Penambahan ion hidrogen berlebih menggeser posisi
kesetimbangan ke arah kiri, dan mengubah indikator menjadi tak berwarna.
Penambahan ion hidroksida menghilangkan ion hidrogen dari kesetimbangan
yang mengarah ke kanan untuk menggantikannya - mengubah indikator
menjadi merah muda.
Setengah tingkat terjadi pada pH 9.3. Karena pencampuran warna merah
muda dan tak berwarna menghasilkan warna merah muda yang pucat, hal ini
sulit untuk mendeteksinya dengan akurat!
Rentang pH indikator
Pentingnya pKind
Berpikirlah tentang indikator yang umum, HInd - dimana "Ind" adalah bagian
indikator yang terlepas dari ion hidrogen yang diberikan keluar:

Karena hal ini hanya seperti asam lemah yang lain, anda dapat menuliskan
ungkapan Ka untuk indikator tersebut. Kita akan menyebutnya Kind untuk
memberikan penekanan bahwa yang kita bicarakan di sini adalah mengenai
indikator.

Modul Kimia Kelas XI Semester 2


15

Pikirkanlah apa yang terjadi pada setengah reaksi selama terjadinya


perubahan warna. Pada titik ini konsentrasi asam dan ion-nya adalah
sebanding. Pada kasus tersebut, keduanya akan menghapuskan ungkapan
Kind.

anda dapat menggunakan hal ini untuk menentukan pH pada titik reaksi
searah. Jika anda menyusun ulang persamaan yang terakhir pada bagian
sebelah kiri, dan kemudian mengubahnya pada pH dan pKind, anda akan
memperoleh:

Hal itu berarti bahwa titik akhir untuk indikator bergantung seluruhnya pada
harga pKind. Untuk indikator yang kita miliki dapat dilihat dibawah ini:
indikator

pKind

lakmus

6.5

jingga metil

3.7

fenolftalein

9.3

Rentang pH indikator
Indikator tidak berubah warna dengan sangat mencolok pada satu pH
tertentu (diberikan oleh harga pKind-nya). Malahan, mereka mengubah
sedikit rentang pH.
Dengan mengasumsikan kesetimbangan benar-benar mengarah pada salah
satu sisi, tetapi sekarang anda menambahkan sesuatu untuk memulai
pergeseran tersebut. Selama terjadi pergeseran kesetimbangan, anda akan
memulai untuk mendapatkan lebih banyak dan lebih banyak lagi
pembentukan warna yang kedua, dan pada beberapa titik mata akan mulai
mendeteksinya.
Sebagai contoh, jika anda menggunakan jingga metil pada larutan yang
bersifat basa maka warna yang dominan adalah kuning. Sekarang mulai
tambahkan asam karena itu kesetimbangan akan mulai bergeser.
Modul Kimia Kelas XI Semester 2
16

Pada beberapa titik akan cukup banyak adanya bentuk merah dari jingga
metil yang menunjukkan bahwa larutan akan mulai memberi warna jingga.
Selama anda melakukan penambahan asam lebih banyak, warna merah
akhirnya akan menjadi dominan yang mana anda tidak lagi melihat warna
kuning.
Terjadi perubahan kecil yang berangsur-angsur dari satu warna menjadi
warna yang lain, menempati rentang pH. Secara kasar "aturan ibu jari",
perubahan yang tampak menempati sekitar 1 unit pH pada tiap sisi harga
pKind.
Harga yang pasti untuk tiga indikator dapat kita lihat sebagai berikut:
indikator

pKind

pH rentang pH

lakmus

6.5

5-8

jingga metil

3.7

3.1 - 4.4

fenolftalein

9.3

8.3 - 10.0

Perubahan warna lakmus terjadi tidak selalu pada rentang pH yang besar,
tetapi lakmus berguna untuk mendeteksi asam dan basa pada lab karena
perubahan warnanya sekitar 7. Jingga metil atau fenolftalein sedikit kurang
berguna.

Berikut ini dapat dilihat dengan lebih mudah dalam bentuk diagram.

Modul Kimia Kelas XI Semester 2


17

Sebagai contoh, jingga metil akan berwarna kuning pada tiap larutan dengan
pH lebih besar dari 4.4. Hal ini tidak dapat dibedakan antara asam lemah
dengan pH 5 atau basa kuat dengan pH 14.
Titrasi merupakan suatu metoda untuk menentukan kadar suatu zat dengan
menggunakan zat lain yang sudah dikethaui konsentrasinya. Titrasi biasanya
dibedakan berdasarkan jenis reaksi yang terlibat di dalam proses titrasi,
sebagai contoh bila melibatan reaksi asam basa maka disebut sebagai titrasi
asam basa, titrasi redox untuk titrasi yang melibatkan reaksi reduksi
oksidasi, titrasi kompleksometri untuk titrasi yang melibatan pembentukan
reaksi kompleks dan lain sebagainya. (disini hanya dibahas tentang titrasi
asam basa)
Zat yang akan ditentukan kadarnya disebut sebagai titrant dan biasanya
diletakan di dalam Erlenmeyer, sedangkan zat yang telah diketahui
konsentrasinya disebut sebagai titer dan biasanya diletakkan di dalam
buret. Baik titer maupun titrant biasanya berupa larutan.
DERAJAT KEASAMAN (pH)
Besarnya konsentrasi ion H+ dalam larutan disebut derajat keasaman.
Untuk menyatakan derajat keasaman suatu larutan dipakai pengertian pH.
pH = - log [H+]
Untuk air murni (25oC): [H+] = [OH-] = 10-7 mol/l
pH = - log 10-7 = 7
Atas dasar pengertian ini, ditentukan:
- Jika nilai pH = pOH = 7, maka larutan bersifat netral
- Jika nilai pH < 7, maka larutan bersifat asam
Modul Kimia Kelas XI Semester 2
18

- Jika nilai pH > 7, maka larutan bersifat basa


- Pada suhu kamar: pKw = pH + pOH = 14

Untuk menyatakan nilai pH suatu larutan asam, maka yang paling awal harus
ditentukan (dibedakan) antara asam kuat dengan asam lemah.
1.

pH Asam Kuat
Bagi asam-asam kuat ( = 1), maka menyatakan nilai pH larutannya
dapat dihitung langsung dari konsentrasi asamnya (dengan melihat
valensinya).
Contoh:
1. Hitunglah pH dari 100 ml larutan 0.01 M HCl !
Jawab:
HCl(aq) H+(aq) + Cl-(aq)
[H+] = [HCl] = 0.01 = 10-2 M
pH = - log 10-2 = 2
2. Hitunglah pH dari 2 liter larutan 0.1 mol asam sulfat !
Jawab:
H2SO4(aq) 2 H+(aq) + SO42-(aq)
[H+] = 2[H2SO4] = 2 x 0.1 mol/2.0 liter = 2 x 0.05 = 10-1 M
pH = - log 10-1 = 1

2.

pH Asam Lemah
Bagi asam-asam lemah, karena harga derajat ionisasinya 1 (0 < <
1) maka besarnya konsentrasi ion H+ tidak dapat dinyatakan secara
langsung dari konsentrasi asamnya (seperti halnya asam kuat). Langkah
awal yang harus ditempuh adalah menghitung besarnya [H+] dengan
rumus

[H+] = Ca .
Ka)

Modul Kimia Kelas XI Semester 2


19

dimana:
Ca = konsentrasi asam lemah
Ka = tetapan ionisasi asam lemah
Contoh:
Hitunglah pH dari 0.025 mol CH3COOH dalam 250 ml larutannya, jika
diketahui Ka = 10-5
Jawab:
Ca = 0.025 mol/0.025 liter = 0.1 M = 10-1 M
[H+] = Ca . Ka) = 10-1 . 10-5 = 10-3 M
pH = -log 10-3 = 3
Prinsip penentuan pH suatu larutan basa sama dengan penentuan pH
larutam asam, yaitu dibedakan untuk basa kuat dan basa lemah.
1. pH Basa Kuat
Untuk menentukan pH basa-basa kuat ( = 1), maka terlebih dahulu
dihitung nilai pOH larutan dari konsentrasi basanya.
Contoh:
a. Tentukan pH dari 100 ml larutan KOH 0.1 M !
b. Hitunglah pH dari 500 ml larutan Ca(OH)2 0.01 M !
Jawab:
a. KOH(aq) K+(aq) + OH-(aq)
[OH-] = [KOH] = 0.1 = 10-1 M
pOH = - log 10-1 = 1
pH = 14 - pOH = 14 - 1 = 13
b. Ca(OH)2(aq) Ca2+(aq) + 2 OH-(aq)
[OH-1] = 2[Ca(OH)2] = 2 x 0.01 = 2.10-2 M
pOH = - log 2.10-2 = 2 - log 2
pH = 14 - pOH = 14 - (2 - log 2) = 12 + log 2
2. pH Basa Lemah
Bagi basa-basa lemah, karena harga derajat ionisasinya 1, maka untuk
menyatakan konsentrasi ion OH- digunakan rumus:

Modul Kimia Kelas XI Semester 2


20

[OH-] = Cb . Kb)
dimana:
Cb = konsentrasi basa lemah
Kb = tetapan ionisasi basa lemah
Contoh:
Hitunglah pH dari 100 ml 0.001 M larutan NH4OH, jika diketahui tetapan
ionisasinya = 10-5 !
Jawab:
[OH-] = Cb . Kb) = 10-3 . 10-5 = 10-4 M
pOH = - log 10-4 = 4
pH = 14 - pOH = 14 - 4 = 10

TUGAS TERSTRUKTUR
1. Hitunglah derajat ionisasi () larutan NH3 0,05 M jika Kb = 1,8 105.
2. Diketahui tetapan kesetimbangan hidrazina (N2H4) adalah 1,7 106.
Tuliskanlah persamaan reaksi kesetimbangannya dalam air dan tentukan
banyaknya ion OH jika konsentrasi hidrazina 0,01 M.
3. Hitunglah konsentrasi ion OH dalam larutan 0,105 M anilina (C6H5NH2)
jika diketahui nilai Kb = 3,8 1010.
4. Hitunglah konsentrasi ion hidrogen untuk larutan yang memiliki pH:
(a) 2,42;(b) 11,21;(c) 6,96;(d) 5,20.
5. Hitunglah pH larutan berikut: (a) HCl 0,001 M; (b) HNO3 5,2 104 M.
6. Asam format (HCOOH) memiliki pKa = 3,75. Hitunglah pH asam tersebut
jika konsentrasinya 5,0 103 mol L1.
7. Hitunglah pH larutan CH3COOH 0,25 mol L1. Diketahui pKa = 4,77.
8. pH air hujan yang ditampung dari suatu daerah sebesar 4,82. Hitunglah
konsentrasi H+ dalam air hujan tersebut.
9. Hitunglah pH larutan berikut: (a) KOH 0,76 M; (b) Ba(OH)2 2,8 104 M;
(c) NaOH 5,0 102 M.
10. Metilamina memiliki nilai pKb = 3,34. Berapa pH larutannya jika
konsentrasinya 0,1 M?.
11. pOH suatu larutan adalah 9,40. Hitunglah konsentrasi ion hidrogen
dalam larutan.
12. Berapa banyak (dalam gram) NaOH yang diperlukan untuk membuat
546 mL larutan dengan pH 10,0?

Modul Kimia Kelas XI Semester 2


21

PENCEMARAN AIR
Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat
penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat
aktivitas manusia. Walaupun fenomena alam seperti gunung berapi, badai,
gempa bumi dll juga mengakibatkan perubahan yang besar terhadap kualitas
air, hal ini tidak dianggap sebagai pencemaran. Pencemaran air dapat
disebabkan oleh berbagai hal dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
Meningkatnya kandungan nutrien dapat mengarah pada eutrofikasi. Sampah
organik seperti air comberan (sewage) menyebabkan peningkatan kebutuhan
oksigen pada air yang menerimanya yang mengarah pada berkurangnya
oksigen yang dapat berdampak parah terhadap seluruh ekosistem. Industri
membuang berbagai macam polutan ke dalam air limbahnya seperti logam
berat, toksin organik, minyak, nutrien dan padatan. Air limbah tersebut
memiliki efek termal, terutama yang dikeluarkan oleh pembangkit listrik,
yang dapat juga mengurangi oksigen dalam air.
Pendahuluan

Dapatkah Anda bayangkan jika di dunia ini tidak ada air, ya tentu saja tidak
pernah ada kehidupan seperti yang ada sekarang ini. Air memang mutlak
diperlukan dalam kehidupan manusia dan mahluk hidup lainnya. Tanpa air
kehidupan tidak dapat berlangsung. Demikian juga dalam kehidupan kita
sehari-hari, air sangat diperlukan untuk berbagai kegiatan di dalam rumah
tangga, juga untuk pertanian, transportasi serta rekreasi. Di dalam industri,
air digunakan antara lain sebagai bahan pengolah, pendingin dan
pembangkit tenaga.
Air merupakan pelarut yang baik, sehingga air di alam tidak pernah murni
akan tetapi selalu mengandung berbagai zat terlarut maupun zat tidak
terlarut serta mengandung mikroorganisme atau jasad renik.Apabila
kandungan berbagai zat maupun mikroorganisme yang terdapat di dalam air
melebihi ambang batas yang diperbolehkan, kualitas air akan terganggu,
sehingga tidak bisa digunakan untuk berbagai keperluan baik untuk air
minum, mandi, mencuci atau keperluan lainya. Air yang terganggu
kualitasnya ini dikatakan sebagai air yang tercemar.

Modul Kimia Kelas XI Semester 2


22

Air Yang Tercemar


Sebelum membahas tentang pencemaran air baiklah kita bicarakan terlebih
dahulu apakah pencemaran lingkungan itu? Menurut UU Republik Indonesia
No 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang dimaksud
dengan pencemaran lingkungan hidup yaitu; masuknya atau dimasukkannya
mahluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam lingkungan
hidup, oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat
tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat berfungsi sesuai
dengan peruntukkannya. Demikian pula dengan lingkungan air yang dapat
pula tercemar karena masuknya atau dimasukannya mahluk hidup atau zat
yang membahayakan bagi kesehatan. Air dikatakan tercemar apabila
kualitasnya turun sampai ke tingkat yang membahayakan sehingga air tidak
bisa digunakan sesuai peruntukannya.
Berdasarkan PP no 82 tahun 2001 pasal 8 tentang Pengelolaan Lingkungan
Hidup, klasifikasi dan kriteria mutu air ditetapkan menjadi 4 kelas yaitu:
Kelas 1 : yaitu air yang dapat digunakan untuk bahan baku air minum atau
peruntukan lainnya mempersyaratkan mutu air yang sama
Kelas 2 : air yang dapat digunakan untuk prasarana/ sarana rekreasi air,
budidaya ikan air tawar, peternakan, dan pertanian
Kelas 3 : air yang dapat digunakan untuk budidaya ikan air tawar,
peternakan dan pertanian
Kelas 4 : air yang dapat digunakan untuk mengairi pertanaman/ pertanian

Modul Kimia Kelas XI Semester 2


23

Beberapa parameter yang digunakan untuk menentukan kualitas air


diantaranya adalah :
- DO (Dissolved Oxygen)
- BOD (Biochemical Oxygen Demand)
- COD (Chemical Oxygen Demad), dan
- Jumlah total Zat terlarut
Air Yang Tercemar > DO/ Dissolved Oxygen (Oksigen Terlarut)
Yang dimaksud adalah oksigen terlarut yang terkandung di dalam air, berasal
dari udara dan hasil proses fotosintesis tumbuhan air. Oksigen diperlukan
oleh semua mahluk yang hidup di air seperti ikan, udang, kerang dan hewan
lainnya termasuk mikroorganisme seperti bakteri.
Agar ikan dapat hidup, air harus mengandung oksigen paling sedikit 5 mg/
liter atau 5 ppm (part per million). Apabila kadar oksigen kurang dari 5 ppm,
ikan akan mati, tetapi bakteri yang kebutuhan oksigen terlarutnya lebih
rendah dari 5 ppm akan berkembang.
Apabila sungai menjadi tempat pembuangan limbah yang mengandung bahan
organik, sebagian besar oksigen terlarut digunakan bakteri aerob untuk
mengoksidasi karbon dan nitrogen dalam bahan organik menjadi
karbondioksida dan air. Sehingga kadar oksigen terlarut akan berkurang
dengan cepat dan akibatnya hewan-hewan seperti ikan, udang dan kerang
akan mati. Lalu apakah penyebab bau busuk dari air yang tercemar? Bau
busuk ini berasal dari gas NH3 dan H2S yang merupakan hasil proses
penguraian bahan organik lanjutan oleh bakteri anaerob.
Air Yang Tercemar > BOD (Biochemical Oxygen Demand)
BOD (Biochemical Oxygen Demand) artinya kebutuhan oksigen biokima yang
menunjukkan jumlah oksigen yang digunakan dalam reaksi oksidasi oleh
bakteri. Sehingga makin banyak bahan organik dalam air, makin besar B.O.D
nya sedangkan D.O akan makin rendah. Air yang bersih adalah yang B.O.D
nya kurang dari 1 mg/l atau 1ppm, jika B.O.D nya di atas 4ppm, air
dikatakan tercemar.
Air Yang Tercemar > COD (Chemical Oxygen Demand)
COD (Chemical Oxygen Demand) sama dengan BOD, yang menunjukkan
jumlah oksigen yang digunakan dalam reaksi kimia oleh bakteri. Pengujian
COD pada air limbah memiliki beberapa keunggulan dibandingkan pengujian
BOD.
Keunggulan itu antara lain :

Sanggup menguji air limbah industri yang beracun yang tidak dapat
diuji dengan BOD karena bakteri akan mati.
Waktu pengujian yang lebih singkat, kurang lebih hanya 3 jam

Modul Kimia Kelas XI Semester 2


24

Air Yang Tercemar > Zat Padat Terlarut


Air alam mengandung zat padat terlarut yang berasal dari mineral dan
garam-garam yang terlarut ketika air mengalir di bawah atau di permukaan
tanah. Apabila air dicemari oleh limbah yang berasal dari industri
pertambangan dan pertanian, kandungan zat padat tersebut akan
meningkat. Jumlah zat padat terlarut ini dapat digunakan sebagai indikator
terjadinya pencemaran air. Selain jumlah, jenis zat pencemar juga
menentukan tingkat pencemaran. Air yang bersih adalah jika tingkat D.O
nya tinggi, sedangkan B.O.D dan zat padat terlarutnya rendah.
Penyebab dan Dampak Pencemaran Air
Apa sajakah sumber-sumber pencemaran air? Sumber pencemaran air yang
paling umum adalah :

Limbah Pemukiman
Limbah Pertanian
Limbah Industri

Selain itu, yang terdapat pada daerah tertentu yaitu :

Limbah Pertambangan

Penyebab dan Dampak Pencemaran Air> Limbah Pemukiman


Limbah pemukiman mengandung limbah domestik berupa sampah organik
dan sampah anorganik serta deterjen. Sampah organik adalah sampah yang
dapat diuraikan atau dibusukkan oleh bakteri. Contohnya sisa-sisa sayuran,
buah-buahan, dan daun-daunan. Sedangkan sampah anorganik sepertikertas,
plastik, gelas atau kaca, kain, kayu-kayuan, logam, karet, dan kulit.
Sampah-sampah ini tidak dapat diuraikan oleh bakteri (non biodegrable).
Sampah organik yang dibuang ke sungai menyebabkan berkurangnya jumlah
oksigen terlarut, karena sebagian besar digunakan bakteri untuk proses
pembusukannya. Apabila sampah anorganik yang dibuang ke sungai, cahaya
matahari dapat terhalang dan menghambat proses fotosintesis dari
tumbuhan air dan alga, yang menghasilkan oksigen. Tentunya anda pernah
melihat permukaan air sungai atau danau yang ditutupi buih deterjen.
Deterjen merupakan limbah pemukiman yang paling potensial mencemari
air. Pada saat ini hampir setiap rumah tangga menggunakan deterjen,
padahal limbah deterjen sangat sukar diuraikan oleh bakteri.
Sehingga tetap aktif untuk jangka waktu yang lama. Penggunaan deterjen
secara besar-besaran juga meningkatkan senyawa fosfat pada air sungai
atau danau. Fosfat ini merangsang pertumbuhan ganggang dan eceng
gondok. Pertumbuhan ganggang dan eceng gondok yang tidak terkendali
menyebabkan permukaan air danau atau sungai tertutup sehingga

Modul Kimia Kelas XI Semester 2


25

menghalangi masuknya cahaya matahari dan mengakibatkan terhambatnya


proses fotosintesis.
Jika tumbuhan air ini mati, akan terjadi proses pembusukan yang
menghabiskan persediaan oksigen dan pengendapan bahan-bahan yang
menyebabkan pendangkalan.
Penyebab dan Dampak Pencemaran Air> Limbah Pertanian
Pupuk dan pestisida biasa digunakan para petani untuk merawat
tanamannya. Namun pemakaian pupuk dan pestisida yang berlebihan dapat
mencemari air. Limbah pupuk mengandung fosfat yang dapat merangsang
pertumbuhan gulma air seperti ganggang dan eceng gondok. Pertumbuhan
gulma air yang tidak terkendali ini menimbulkan dampak seperti yang
diakibatkan pencemaran oleh deterjen.
Limbah pestisida mempunyai aktifitas dalam jangka waktu yang lama dan
ketika terbawa aliran air keluar dari daerah pertanian, dapat mematikan
hewan yang bukan sasaran seperti ikan, udang dan hewan air lainnya.
Pestisida mempunyai sifat relatif tidak larut dalam air, tetapi mudah larut
dan cenderung konsentrasinya meningkat dalam lemak dan sel-sel tubuh
mahluk hidup disebut Biological Amplification, sehingga apabila masuk
dalam rantai makanan konsentrasinya makin tinggi dan yang tertinggi adalah
pada konsumen puncak. Contohnya ketika di dalam tubuh ikan kadarnya 6
ppm, di dalam tubuh burung pemakan ikan kadarnya naik menjadi 100 ppm
dan akan meningkat terus sampai konsumen puncak.

Penyebab dan Dampak Pencemaran Air> Limbah Industri


Limbah industri sangat potensial sebagai penyebab terjadinya pencemaran
air. Pada umumnya limbah industri mengandung limbah B3, yaitu bahan
berbahaya dan beracun. Menurut PP 18 tahun 99 pasal 1, limbah B3 adalah
sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan
beracun yang dapat mencemarkan atau merusak lingkungan hidup sehingga
Modul Kimia Kelas XI Semester 2
26

membahayakan kesehatan serta kelangsungan hidup manusia dan mahluk


lainnya. Karakteristik limbah B3 adalah korosif/ menyebabkan karat, mudah
terbakar dan meledak, bersifat toksik/ beracun dan menyebabkan infeksi/
penyakit. Limbah industri yang berbahaya antara lain yang mengandung
logam dan cairan asam. Misalnya limbah yang dihasilkan industri pelapisan
logam, yang mengandung tembaga dan nikel serta cairan asam sianida, asam
borat, asam kromat, asam nitrat dan asam fosfat. Limbah ini bersifat
korosif, dapat mematikan tumbuhan dan hewan air. Pada manusia
menyebabkan iritasi pada kulit dan mata, mengganggu pernafasan dan
menyebabkan kanker.
Logam yang paling berbahaya dari limbah industri adalah merkuri atau yang
dikenal juga sebagai air raksa (Hg) atau air perak. Limbah yang mengandung
merkurei selain berasal dari industri logam juga berasal dari industri
kosmetik, batu baterai, plastik dan sebagainya. Di Jepang antara tahun
1953- 1960, lebih dari 100 orang meninggal atau cacat karena mengkonsumsi
ikan yang berasal dari Teluk Minamata. Teluk ini tercemar merkuri yang
bearasal dari sebuah pabrik plastik. Senyawa merkuri yang terlarut dalam
air masuk melalui rantai makanan, yaitu mula-mula masuk ke dalam tubuh
mikroorganisme yang kemudian dimakan yang dikonsumsi manusia. Bila
merkuri masuk ke dalam tubuh manusia melalui saluran pencernaan, dapat
menyebabkan kerusakan akut pada ginjal sedangkan pada anak-anak dapat
menyebabkan Pink Disease/ acrodynia, alergi kulit dan kawasaki disease/
mucocutaneous lymph node syndrome.
Penyebab dan Dampak Pencemaran Air> Limbah Pertambangan
Limbah pertambangan seperti batubara biasanya tercemar asam sulfat dan
senyawa besi, yang dapat mengalir ke luar daerah pertambangan. Air yang
mengandung kedua senyawa ini dapat berubah menjadi asam. Bila air yang
bersifat asam ini melewati daerah batuan karang/ kapur akan melarutkan
senyawa Ca dan Mg dari batuan tersebut. Selanjutnya senyawa Ca dan Mg
yang larut terbawa air akan memberi efek terjadinya AIR SADAH, yang tidak
bisa digunakan untuk mencuci karena sabun tidak bisa berbuih. Bila
dipaksakan akan memboroskan sabun, karena sabun tidak akan berbuih
sebelum semua ion Ca dan Mg mengendap. Limbah pertambangan yang
bersifat asam bisa menyebabkan korosi dan melarutkan logam-logam
sehingga air yang dicemari bersifat racun dan dapat memusnahkan
kehidupan akuatik.
Selain pertambangan batubara, pertambangan lain yang menghasilkan
limbah berbahaya adalah pertambangan emas. Pertambangan emas
menghasilkan limbah yang mengandung merkuri, yang banyak digunakan
penambang emas tradisional atau penambang emas tanpa izin, untuk
memproses bijih emas. Para penambang ini umumnya kurang mempedulikan
dampak limbah yang mengandung merkuri karena kurangnya pengetahuan
yang dimiliki.
Biasanya mereka membuang dan mengalirkan limbah bekas proses
pengolahan pengolahan ke selokan, parit, kolam atau sungai. Merkuri
Modul Kimia Kelas XI Semester 2
27

tersebut selanjutnya berubah menjadi metil merkuri karena proses alamiah.


Bila senyawa metil merkuri masuk ke dalam tubuh manusiamelalui media
air, akan menyebabkan keracunan seperti yang dialami para korban Tragedi
Minamata.

Mencegah/Mengurangi Dampak Pencemaran Air


Limbah atau bahan buangan yang dihasilkan dari semua aktifitas kehidupan
manusia, baik dari setiap rumah tangga, kegiatan pertanian, industri serta
pertambangan tidak bisa kita hindari. Namun kita masih bisa mencegah atau
paling tidak mengurangi dampak dari limbah tersebut, agar tidak merusak
lingkungan yang pada akhirnya juga akan merugikan manusia.
Untuk mencegah atau paling tidak mengurangi segala akibat yang
ditimbulkan oleh limbah berbahaya; setiap rumah tangga sebaiknya
menggunakan deterjen secukupnya dan memilah sampah organik dari
sampah anorganik. Sampah organik bisa dijadikan kompos, sedangkan
sampah anorganik bisa didaur ulang. Pemerintah bekerjasama dengan World
Bank, pada saat ini tengah mempersiapkan pemberian insentif berupa
subsidi bagi masyarakat yang melakukan pengomposan sampah kota.
Beberapa manfaat pengomposan sampah antara lain :

Mengurangi sampah di sumbernya


Mengurangi beban volume di TPA
Mengurangi biaya pengelolaan
Menciptakan peluang kerja
Memperbaiki kondisi lingkungan
Mengurangi emisi gas rumah kaca
Penggunaan kompos mendukung; Produk organik > Green
Consumerism dan more sustain land use.

Penggunaan pupuk dan pestisida secukupnya atau memilih pupuk dan


pestisida yang mengandung bahan-bahan yang lebih cepat terurai, yang
tidak terakumulasi pada rantai makanan, juga dapat megurangi dampak
pencemaran air.
Modul Kimia Kelas XI Semester 2
28

Setiap pabrik / kegiatan industri sebaiknya memiliki Instalasi Pengolahan Air


Limbah (IPAL), untuk mengolah limbah yang dihasilkannya sebelum dibuang
ke lingkungan sekitar. Dengan demikian diharapkan dapat meminimalisasi
limbah yang dihasilkan atau mengubahnya menjadi limbah yang lebih ramah
lingkungan.
Mengurangi penggunaan bahan-bahan berbahaya dalam kegiatan
pertambangan atau menggantinya dengan bahan-bahan yang lebih ramah
lingkungan. Atau diharuskan membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah
pertambangan, sehingga limbah bisa diolah terlebih dahulu menjadi limbah
yang lebih ramah lingkungan, sebelum dibuang keluar daerah
pertambangan.
Cara Memperoleh Air Bersih
Air yang kita minum harus bersih sesuai standar, demikian juga air yang kita
gunakan untuk mandi, mencuci, memasak, juga harus bersih. Bersih disini
artinya bersih dari segi fisik, kimiawi dan biologis. Bersih secara fisik artinya
jernih, tidak berwarna, tawar dan tidak berbau.
Secara kimiawi air yang kualitasnya baik adalah yang memiliki pH netral,
tidak mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) dan ion-ion logam,
serta bahan organik. Sedangkan bersih secara biologis artinya tidak
mengandung mikroorganisme seperti bakteri baik yang patogen/
menyebabkan penyakit atau yang apatogen.
Ada 2 cara untuk mendapatkan air bersih dalam skala terbatas yaitu :

Tanpa Bahan Kimia, dan


Dengan Menambahkan Bahan Kimia.

Kedua cara penjernihan air ini melalui 2 tahap, yaitu tahap pengendapan
dan tahap penjernihan. Media penyaring yang digunakan adalah; pasir, arang
batok, ijuk dan kerikil. Pada cara yang kedua, ditambahkan bahan kimia
berupa tawas, kapur dan kaporit ke dalam bak pengendap untuk membantu
menggumpalkan zat kimia pencemar.
Cara Memperoleh Air Bersih> Tanpa Bahan Kimia
Cara ini biasanya digunakan untuk sumber air terbuka dengan menggunakan
3 macam bak yaitu bak pengendap, bak penyaring dan bak penampung air
bersih, yang ukurannya tergantung volume air yang akan dialirkan. Mulamula air dari sumbernya dialirkan ke bak pengendap. Selanjutnya lewat
saluran bambu yang pada bagian ujungnya di beri kawat kasa, dari bak
pengendap air dialirkan ke dalam bak penyaring melalui parit yang
berbelok-belok dan berbatuan untuk mendapatkan kandungan oksigen. Atau
jika tidak mungkin parit dapat diganti dengan saluran bambu. Bak penyaring
ini telah diisi dengan media penyaring, yang disusun berturut-turut dari
bagian dasar bak berupa batu setinggi 10 cm, kerikil 10 cm, pasir halus
Modul Kimia Kelas XI Semester 2
29

setinggi 20 cm, arang 5 cm, ijuk 10 cm, pasir halus 15 cm dan lapisan paling
atas diisi ijuk lagi setinggi 10 cm. Setelah melewati bak penyaring air di
tampung di dalam bak penampung air bersih.
Untuk keperluan minum dan masak, air ini tetap harus dimasak agar
kumannya mati.
Cara Memperoleh Air Bersih> Dengan Menambahkan Bahan Kimia
Pada cara kedua ini digunakan 2 buah Drum yang berukuran sama yang
dilengkapi dengan keran air, sebagai bak pengendap dan bak penyaring.
Tinggi keran air dari dasar drum kira-kira 5-10 cm (harus lebih tinggi dari
lumpur yang akan terkumpul). Tetapi drum bisa juga diganti dengan
gentong. Setelah air kotor masuk ke drum pengendap, masukkan 1 gr
tawas/ 1 gr kapur/ 2,5 gr kaporit untuk setiap 10 liter air, lalu diaduk
perlahan ke satu arah. Pengadukan sebaiknya dilakukan pada malam hari
sehingga pengendapan berlangsung sempurna pada keesokan paginya.
Pada drum yang berfungsi sebagai bak pengendap diberi media penyaring
yang terdiri dari kerikil setinggi 5 cm di bagian dasar, kemudian berturutturut ke atas diberi arang batok setinggi 10 cm, ijuk setinggi 10 cm dan pasir
halus setinggi 20 cm. Ketika air yang dialirkan dari drum pengendap
melewati media penyaring ini, air akan dijernihkan lagi melalui proses
penyaringan. Sehingga ketika kran dibuka akan diperoleh air yang bersih.
Apabila air yang keluar dari drum kedua sudah tidak jernih, media penyaring
harus dicuci atau diganti dengan yang baru.

TUGAS MANDIRI
1. Perhatikan zat-zat berikut ini:
1. HCO 3 dan CO 32
2. H2O dan OH
3. NH 4 dan NH3
4. HCl dan Cl
Yang merupakan pasangan asam basa konjugasi adalah .
A. 1, 2, dan 3
B. 1 dan 3
C. 2 dan 4
D. 4 saja
E. 1, 2, 3, dan 4

2. Dari reaksi :

CH3COOH + NH3 CH3COO- + NH4+


Menurut teori Bronsted Lowry pasangan asam-basa konjugasi adalah .
A. CH3COOH dengan NH3

Modul Kimia Kelas XI Semester 2


30

B.
C.
D.
E.

CH3COOH dengan NH4+


CH3COOH dengan CH3COOCH3COO- dengan NH3
CH3COO- dengan NH4+

3. Diketahui reaksi :
HB + H2O
H3O+ + BNH3 + H2O
NH4+ + OHDari kedua reaksi tersebut, menurut Bronsted Lowry dapat disimpulkan
bahwa .
A. NH3 bersifat asam
B. HB bersifat basa
C. H2O hanya bersifat asam
D. H2O hanya bersifat basa
E. H2O bersifat amfotir
4. Asam konyugasi dari PO43- adalah .
A. HPO4+
B. HPO42C. H2PO4D. H3PO4
E. P(OH)3
5. Data hasil pengujian daya hantar listrik suatu larutan dan dengan kertas lakmus
sebagai berikut:
Pengamatan
Laru
Lampu
Gelembung
Lakmus
tan
gas
merah
biru
1
terang
ada
merah biru
2
mati
ada
tetap
merah
3
terang
ada
biru
tetap
4
mati
tidak ada
tetap
tetap
5
terang
ada
tetap
merah
Berdasarkan data di atas, yang merupakan larutan asam lemah dan larutan
basa kuat berturut-turut adalah .
A. 1 dan 5
D. 3 dan 1
B. 2 dan 4
E. 2 dan 3
C. 4 dan 5

6. Hasil pengamatan siswa pada beberapa larutan dengan kertas lakmus


menghasilkan data-data sebagai berikut :
Laruta Perubahan warna kertas
n
lakmus
Modul Kimia Kelas XI Semester 2
31

Merah
Biru
1
Merah
Merah
2
Biru
Biru
3
Merah
Biru
4
Merah
Merah
5
Biru
Merah
Larutan yang bersifat asam adalah .
A. 1 dan 4
D. 3 dan 5
B. 2 dan 5
E. 3 saja
C. 3 dan 4
7. pH suatu larutan yang terbentuk dari campuran 50 ml HCl 0,2 M dan 150
ml H2SO4 0,1 M adalah .
A. 2
D. 2 log 5
B. 1 log 2
E. 3
C. 1
8. Derajat ionisasi larutan NH3 0,2 M yang mempunyai harga Kb = 2 . 10 -5
adalah .
A. 0,001
D. 0,02
B. 0,002
E. 0,2
C. 0,01
9. Harga pH larutan basa kuat M(OH)2 0,005 M adalah .
A. 2
D. 11 + log 5
B. 3 log 5
E. 12
C. 11
10.Sebanyak 0,49 gram H2SO4 (Mr = 98) dilarutkan dalam air hingga
volumenya mencapai 1 liter, maka harga pH larutan yang terjadi adalah
.
A. 1
B. 2
C. 3
D. 3 log 5
E. 3 + log 5
11.Satu liter larutan HCl 0,02 M mempunyai pH yang sama dengan satu liter
larutan CH3COOH 0,1 M, maka derajad ionisasi CH3COOH adalah .
A. 0,1
B. 0,2
C. 0,3
D. 0,4
E. 0,5
12.Jika harga tetapan asam metanoat = 1 x 10 -8, maka besarnya pH larutan
asam
metanoat 0,01 M adalah .
A. 2
Modul Kimia Kelas XI Semester 2
32

B.
C.
D.
E.

3
4
5
6

13.Besarnya pH larutan NH4OH 0,1M adalah 11. Maka harga tetapan basa
NH4OH tersebut adalah .
A. 1 x 10-5
B. 1 x 10-6
C. 1 x 10-7
D. 1 x 10-8
E. 2 x 10-5
14.Sebanyak 100 ml larutan HCl 0,1 M dicampurkan dengan 100 ml larutan
Ba(OH)2 0,1 M, maka harga pH larutan adalah .
A. 12
B. 13
C. 12 log 5
D. 12 + log 5
E. 13 + log 5
15.Sebanyak 50 ml H2SO4 0,2 M dicampurkan dengan 50 ml larutan NaOH 0,2
M, maka konsentrasi ion H+ dalam larutan adalah .
A. 0,005 M
B. 0,010 M
C. 0,020 M
D. 0,050 M
E. 0,100 M
16.Asam lemah HX (ka = 1 x 10 -8) pHnya = 5, maka konsentrasi HX adalah
.
A. 0,1 M
B. 0,01 M
C. 0,001 M
D. 0,0001 M
E. 0,00001 M
17.Sebanyak 100 ml larutan HCl 0,2 M dicampur dengan 100 ml larutan
NaOH 0,1 M. Maka pH larutan yang terjadi adalah .
A. 2 log 5
B. 3 log 5
C. 4
D. 12
E. 13
18.Cuka dapur (CH3COOH) akan ditentukan kadarnya dengan cara titrasi.
Larutan standar yang digunakan adalah NaOH 0,1 M. Ternyata 10 ml cuka
dapur setelah dititrasi mencapai titik akhir titrasi memerlukan larutan
standar 25 ml, maka kadar cuka dapur tersebut adalah .
A. 0,25 mol/liter
Modul Kimia Kelas XI Semester 2
33

B.
C.
D.
E.

0,025
0,015
0,005
0,001

mol/liter
mol/liter
mol/liter
mol/liter

19.50 ml larutan HCl 0,1 M dititrasi dengan larutan NaOH 0,1 M, maka harga
pH larutan sesudah penambahan larutan NaOH sebanyak 50,01 ml adalah
.
A. 3
D. 9
B. 5
E. 11
C. 7
20.Sebanyak 100 ml larutan Pb(NO3)2 0,2 M direaksikan dengan 100 ml
larutan KI 0,2 M menurut reaksi :
Pb(NO3)2(aq) + 2KI(aq) PbI2(s) + 2KNO3(aq)
Maka banyaknya PbI2 yang dihasilkan adalah
A. 5 m mol
B. 10 m mol
C. 15 m mol
D. 20 m mol
E. 25 m mol

TITRASI ASAM BASA


Standar Kompetensi

Modul Kimia Kelas XI Semester 2


34

4. Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran, dan


terapannya.
Kompetensi Dasar
4.2 Menghitung banyaknya pereaksi dan hasil reaksi dalam larutan elektrolit
dari hasil titrasi asam basa.
Anda akan melakukan kegiatan-kegiatan berikut.
Menjelaskan reaksi netralisasi yang setara melalui diskusi kelas
Merancang dan melakukan percobaan titrasi untuk menentukan konsentrasi
asam atau basa.
Merancang dan melakukan percobaan untuk menentukan kadar suatu zat
dengan cara titrasi melalui kerja kelompok di laboratorium.
Menghitung kadar dari data percobaan
Akhirnya Anda akan mampu :
Menjelask Menyetarakan reaksi netralisasi
Menentukan konsentrasi asam atau basa dengan titrasi
Menyimpulkan hasil percobaan
Menentukan kadar zat melalui titrasi.
Menentukan indikator yang tepat digunakan untuk titrasi asam dan basa
Menentukan kadar zat dari data hasil titrasi
Membuat grafik titrasi dari data hasil percobaan.
Ringkasan Materi
Prinsip Titrasi Asam basa
Titrasi asam basa melibatkan asam maupun basa sebagai titer ataupun
titrant. Titrasi asam basa berdasarkan reaksi penetralan. Kadar larutan asam
ditentukan dengan menggunakan larutan basa dan sebaliknya.
Titrant ditambahkan titer sedikit demi sedikit sampai mencapai keadaan
ekuivalen ( artinya secara stoikiometri titrant dan titer tepat habis
bereaksi). Keadaan ini disebut sebagai titik ekuivalen.
Pada saat titik ekuivalent ini maka proses titrasi dihentikan, kemudian kita
mencatat volume titer yang diperlukan untuk mencapai keadaan tersebut.
Dengan menggunakan data volume titrant, volume dan konsentrasi titer
maka kita bisa menghitung kadar titrant.
Cara Mengetahui Titik Ekuivalen
Ada dua cara umum untuk menentukan titik ekuivalen pada titrasi asam
basa.
1. Memakai pH meter untuk memonitor perubahan pH selama titrasi
dilakukan, kemudian membuat plot antara pH dengan volume titrant untuk
Modul Kimia Kelas XI Semester 2
35

memperoleh kurva titrasi. Titik tengah dari kurva titrasi tersebut adalah
titik ekuivalent.
2. Memakai indicator asam basa. Indikator ditambahkan pada titrant
sebelum proses titrasi dilakukan. Indikator ini akan berubah warna ketika
titik ekuivalen terjadi, pada saat inilah titrasi kita hentikan.
Pada umumnya cara kedua dipilih disebabkan kemudahan pengamatan, tidak
diperlukan alat tambahan, dan sangat praktis.
Indikator yang dipakai dalam titrasi asam basa adalah indicator yang
perbahan warnanya dipengaruhi oleh pH. Penambahan indicator diusahakan
sesedikit mungkin dan umumnya adalah dua hingga tiga tetes.
Untuk memperoleh ketepatan hasil titrasi maka titik akhir titrasi dipilih
sedekat mungkin dengan titik equivalent, hal ini dapat dilakukan dengan
memilih indicator yang tepat dan sesuai dengan titrasi yang akan dilakukan.
Keadaan dimana titrasi dihentikan dengan cara melihat perubahan warna
indicator disebut sebagai titik akhir titrasi.
Rumus Umum Titrasi
Pada saat titik ekuivalen maka mol-ekuivalent asam akan sama dengan molekuivalent basa, maka hal ini dapat kita tulis sebagai berikut:
mol-ekuivalen asam = mol-ekuivalen basa
Mol-ekuivalen diperoleh dari hasil perkalian antara Normalitas dengan
volume maka rumus diatas dapat kita tulis sebagai:
NxV asam = NxV basa
Normalitas diperoleh dari hasil perkalian antara molaritas (M) dengan
jumlah ion H+ pada asam atau jumlah ion OH pada basa, sehingga rumus
diatas menjadi:
nxMxV asam = nxVxM basa
keterangan :
N = Normalitas
V = Volume
M = Molaritas
n = jumlah ion H+ (pada asam) atau OH (pada basa)
Anda bisa menggunakan rumus diatas bila anda menhadapi soal-soal yang
melibatkan titrasi.
2. Contoh Soal Titrasi
Modul Kimia Kelas XI Semester 2
36

Titrasi adalah cara penetapan kadar suatu larutan dengan menggunakan


larutan standar yang sudah diketahui konsentrasinya. Motode ini banyak
dilakukan di laboratorium. Beberapa jenis titrasi, yaitu:
1. titrasi asam-basa
2. titrasi redoks
3. titrasi pengendapan
Contoh:
1. Untuk menetralkan 50 mL larutan NaOH diperlukan 20 mL larutan 0.25
M HCl.
Tentukan kemolaran larutan NaOH !
Jawab:
NaOH(aq) + HCl(aq) NaCl(aq) + H2O(l)
mol HCl = 20 x 0.25 = 5 m mol
Berdasarkan koefisien reaksi di atas.
mol NaOH = mol HCl = 5 m mol
M = n/V = 5 m mol/50mL = 0.1 M
2. Sebanyak 0.56 gram kalsium oksida tak murni dilarutkan ke dalam air.
Larutan ini tepat dapat dinetralkan dengan 20 mL larutan 0.30 M
HCl.Tentukan kemurnian kalsium oksida (Ar: O=16; Ca=56)!
Jawab:
CaO(s) + H2O(l) Ca(OH)2(aq)
Ca(OH)2(aq) + 2 HCl(aq) CaCl2(aq) + 2 H2O(l)
mol HCl = 20 x 0.30 = 6 m mol
mol Ca(OH)2 = mol CaO = 1/2 x mol HCl = 1/2 x 6 = 3 m mol
massa CaO = 3 x 56 = 168 mg = 0.168 gram
Kadar kemurnian CaO = 0.168/0.56 x 100% = 30%

Pemilihan indikator untuk titrasi


Harus diingat bahwa titik ekivalen titrasi yang mana anda memiliki
campuran dua zat pada perbandingan yang tepat sama. anda tak pelak lagi
membutuhkan pemilihan indikator yang perubahan warnanya mendekati
titik ekivalen. Indikator yang dipilih bervariasi dari satu titrasi ke titirasi
yang lain.

Modul Kimia Kelas XI Semester 2


37

Asam kuat vs basa kuat


Diagram berikut menunjukkan kurva pH untuk penambahan asam kuat pada
basa kuat. Bagian yang diarsir pada gambar tersebut adalah rentang pH
untuk jingga metil dan fenolftalein.

anda dapat melihat bahwa tidak terdapat perubahan indikator pada titik
ekivalen.
Akan tetapi, gambar menurun tajam pada titik ekivalen tersebut yang
menunjukkan tidak terdapat perbedaan pada volume asam yang
ditambahkan apapun indikator yang anda pilih. Akan tetapi, hal tersebut
berguna pada titrasi untuk memilihih kemungkinan warna terbaik melalui
penggunaan tiap indikator.
Jika anda mengguanakan fenolftalein, anda akan mentitrasi sampai
fenolftalein berubah menjadi tak berwarna (pada pH 8,8) karena itu adalah
titik terdekat untuk mendapatkan titik ekivalen.
Dilain pihak, dengan menggunakan jingga metil, anda akan mentitrasi
sampai bagian pertama kali muncul warna jingga dalam larutan. Jika larutan
berubah menjadi merah, anda mendapatkan titik yang lebih jauh dari titik
ekivalen.

Modul Kimia Kelas XI Semester 2


38

Asam kuat vs basa lemah

Kali ini adalah sangat jelas bahwa fenolftalein akan lebih tidak berguna.
Akan tetapi jingga metil mulai berubah dari kuning menjadi jingga sangat
mendekati titik ekivalen.
anda memiliki pilihan indiaktor yang berubah warna pada bagian kurva yang
curam.
Asam lemah vs basa kuat

Kali ini, jingga metil sia-sia! Akan tetapi, fenolftalein berubah warna dengan
tepat pada tempat yang anda inginkan.
Asam lemah vs basa lemah
Kurva berikut adalah untuk kasus dimana asam dan basa keduanya sebanding
lemahnya - sebagai contoh, asam etanoat dan larutan amonia. Pada kasus
yang lain, titik ekivalen akan terletak pada pH yang lain.

Modul Kimia Kelas XI Semester 2


39

Anda dapat melihat bahwa kedua indikator tidak dapat digunakan.


Fenolftalein akan berakhir perubahannya sebelum tercapai titik ekivalen,
dan jingga metil jauh ke bawah sekali.
Ini memungkinkan untuk menemukan indiaktor yang memulai perubahan
warna atau mengakhirinya pada titik eqivalen, karena pH titik ekivalen
berbeda dari kasus yang satu ke kasus yang lain, anda tidak dapat
mengeneralisirnya.
Secara keseluruhan, anda tidak akan pernah mentitrasi asam lemah dan
asam basa melalui adanya indikator.
Larutan natrium karbonat dan asam hidroklorida encer
Berikut ini adalah kasus yang menarik. Jika anda menggunakan fenolftalein
atau jingga metil, keduanya akan memberikan hasil titirasi yang benar akan tetapi harga dengan fenolftalein akan lebih tepat dibandingkan dengan
bagian jingga metil yang lain.

Modul Kimia Kelas XI Semester 2


40

Hal ini terjadi bahwa fenolftalein selesai mengalami perubahan warnanya


pada pH yang tepat dengan titik ekivalen pada saat untuk pertamakalinya
natrium hidrogenkarbonat terbentuk.

Perubahan warna jingga metil dengan tepat terjadi pada pH titik ekivalen
bagian kedua reaksi.

TUGAS TERSTRUKTUR
1. Sebanyak 25 mL larutan natrium hidroksida tepat menetralkan 20 mL
larutan asam klorida. Hitunglah konsentrasi asam.
2. Sebanyak 0,262 g sampel suatu asam monoprotik dapat dinetralkan oleh
16,4 mL larutan KOH 0,08 M. Hitunglah massa molar asam tersebut.
3. Tentukan pH pada titik ekuivalen dari titrasi larutan HCl 0,1 M yang
ditambahkan pada 25 mL larutan NH4OH 0,1 M. Diketahui pKa untuk
NH4+ adalah 9,25.
4. Berapakah volume (dalam mL) kalium hidroksida 0,15 M yang diperlukan
untuk menetralkan 32 mL larutan asam nitrat?
5. Asam sulfat bereaksi dengan larutan natrium hidroksida menurut
persamaan reaksi berikut:
H2SO4 (aq) + 2 NaOH(aq)
Na2SO4(aq) + 2 H2O(l)
a. 30 mL asam diperlukan untuk menetralkan 25 mL larutan NaOH 0,2 M.
Hitunglah molaritas asam.
b. Berapakah molaritas basa jika 26,5 mL larutannya dinetralkan oleh
25 mL H2SO4 0,025 M ?
6. Hitunglah pH pada titik ekuivalen untuk titrasi berikut:
a. HCl 0,1 M dengan NH3 0,1 M;
b. CH3 COOH 0,1 M dengan NaOH 0,1 M.
7. Sebanyak 25 mL larutan HCl 0,1 M dititrasi dengan larutan NH3 0,1 M
dari suatu buret. Hitunglah pH larutan:
a. setelah 10 mL larutan NH3 ditambahkan;
b. setelah 25 mL larutan NH3 ditambahkan;
c. setelah 35 mL larutan NH3 ditambahkan.
8. Sebanyak 200 mL larutan NaOH ditambahkan pada 400 mL larutan HNO2
2,0 M. pH larutan campuran adalah 1,5 poin lebih besar daripada pH
larutan asam mula-mula. Hitunglah molaritas larutan NaOH.

Modul Kimia Kelas XI Semester 2


41

STOIKIOMETRI LARUTAN
Pada stoikiometri larutan, di antara zat-zat yang terlibat reaksi, sebagian
atau seluruhnya berada dalam bentuk larutan.
1. Stoikiometri dengan Hitungan Kimia Sederhana
Soal-soal yang menyangkut bagian ini dapat diselesaikan dengan cara
hitungan kimia sederhana yang menyangkut hubungan kuantitas antara
suatu komponen dengan komponen lain dalam suatu reaksi.
Langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah:
a. menulis persamann reaksi
b. menyetarakan koefisien reaksi
c. memahami bahwa perbandingan koefisien reaksi menyatakan
perbandingan mol
Karena zat yang terlibat dalam reaksi berada dalam bentuk larutan,
maka mol larutan dapat dinyatakan sebagai:
n=V.M
dimana:
n = jumlah mol
V = volume (liter)
M = molaritas larutan
Contoh:
Hitunglah volume larutan 0.05 M HCl yang diperlukan untuk melarutkan
2.4 gram logam magnesium (Ar = 24).
Jawab:
Mg(s) + 2HCl(aq) MgCl2(aq) + H2(g)
24 gram Mg = 2.4/24 = 0.1 mol
mol HCl = 2 x mol Mg = 0.2 mol
volume HCl = n/M = 0.2/0.25 = 0.8 liter

TUGAS MANDIRI
Modul Kimia Kelas XI Semester 2
42

LARUTAN PENYANGGA
Standar Kompetensi
4. Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran, dan
terapannya.
Kompetensi Dasar
4.3 Mendeskripsikan sifat larutan penyangga dan peranan larutan
penyangga dalam tubuh makhluk hidup.
Anda akan melakukan kegiatan-kegiatan berikut.
Melakukan percobaan untuk menganalisis larutan penyangga dan bukan
penyangga melalui kerja kelompok di laboratorium.
Menghitung pH atau pOH larutan penyangga melalui diskusi.
Mendiskusikan fungsi larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup
Akhirnya Anda akan mampu :
Menganalisis larutan penyangga dan bukan penyangga melalui percobaan.
Menyimpulkan sifat larutan penyangga dan larutan bukan penyangga dari
data hasil percobaan
Menghitung pH atau pOH larutan penyangga
Menghitung pH larutan penyangga dengan penambahan sedikit asam atau
sedikit basa atau dengan pengenceran
Menjelaskan fungsi larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup.
Ringkasan Materi
Larutan buffer adalah:
a. Campuran asam lemah dengan garam dari asam lemah tersebut.
Contoh:
- CH3COOH dengan CH3COONa
- H3PO4 dengan NaH2PO4
b. Campuran basa lemah dengan garam dari basa lemah tersebut.
Contoh:
- NH4OH dengan NH4Cl
Sifat larutan buffer:
- pH larutan tidak berubah jika diencerkan.
- pH larutan tidak berubah jika ditambahkan ke dalamnya sedikit asam atau
basa.
CARA MENGHITUNG LARUTAN BUFFER
1. Untuk larutan buffer yang terdiri atas campuran asam lemah dengan
Modul Kimia Kelas XI Semester 2
43

garamnya (larutannya akan selalu mempunyai pH < 7) digunakan rumus:


[H+] = Ka. Ca/Cg
pH = pKa + log Ca/Cg
dimana:
Ca = konsentrasi asam lemah
Cg = konsentrasi garamnya
Ka = tetapan ionisasi asam lemah
Contoh:
Hitunglah pH larutan yang terdiri atas campuran 0.01 mol asam asetat
dengan 0.1 mol natrium Asetat dalam 1 1iter larutan !
Ka bagi asam asetat = 10-5
Jawab:
Ca = 0.01 mol/liter = 10-2 M
Cg = 0.10 mol/liter = 10-1 M
pH= pKa + log Cg/Ca = -log 10-5 + log-1/log-2 = 5 + 1 = 6
2. Untuk larutan buffer yang terdiri atas campuran basa lemah dengan
garamnya (larutannya akan selalu mempunyai pH > 7), digunakan rumus:
[OH-] = Kb . Cb/Cg
pOH = pKb + log Cg/Cb
dimana:
Cb = konsentrasi base lemah
Cg = konsentrasi garamnya
Kb = tetapan ionisasi basa lemah
Contoh:
Hitunglah pH campuran 1 liter larutan yang terdiri atas 0.2 mol NH 4OH
dengan 0.1 mol HCl ! (Kb= 10-5)
Jawab:
NH4OH(aq) + HCl(aq) NH4Cl(aq) + H2O(l)
mol NH4OH yang bereaksi = mol HCl yang tersedia = 0.1 mol
mol NH4OH sisa = 0.2 - 0.1 = 0.1 mol
mol NH4Cl yang terbentuk = mol NH40H yang bereaksi = 0.1 mol
Modul Kimia Kelas XI Semester 2
44

Karena basa lemahnya bersisa dan terbentuk garam (NH4Cl) maka


campurannya akan membentuk
Larutan buffer.
Cb (sisa) = 0.1 mol/liter = 10-1 M
Cg (yang terbentuk) = 0.1 mol/liter = 10-1 M
pOH = pKb + log Cg/Cb = -log 10-5 + log 10-1/10-1 = 5 + log 1 = 5
pH = 14 - p0H = 14 - 5 = 9

TUGAS TERSTRUKTUR
1. Dari campuran berikut ini, manakah yang termasuk sistem bufer?
a. KCl/HCl
d. KNO2/HNO2
b. NH3/NH4NO3
e. KHSO4/H2SO4
c. Na2HPO4/NaH2PO4
f. HCOOK/HCOOH
2. pH bufer bikarbonatasam karbonat adalah 8,0. Hitunglah perbandingan
konsentrasi asam karbonat dengan ion bikarbonat (Ka asam karbonat =
4,3 107).
3. Hitunglah pH larutan bufer yang mengandung 0,1 M Na2HPO4/0,15 M
NaH2PO4.
4. Hitunglah pH 1 L larutan bufer yang mengandung CH3COONa 1 M/
CH3COOH 1 M sebelum dan setelah penambahan:
a. 0,08 mol NaOH;
b. 0,12 mol HCl. (Asumsikan tidak ada perubahan volume)
5. Hitunglah pH larutan bufer yang dibuat dengan cara menambahkan 20,5 g
CH3COOH dan 17,8 g CH3COONa ke dalam sejumlah air untuk membuat
500 mL larutan (Ka = 1,8 105).

Modul Kimia Kelas XI Semester 2


45

TUGAS MANDIRI
1. Larutan penyangga dapat dibuat dengan men-campurkan larutan-larutan
.
A. asam klorida dengan Natrium klorida
B. asam asetat dengan Natrium asetat
C. asam nitrat dengan Natrium Nitrat
D. Amonium klorida dengan asam klorida
E. Natrium Hidroksida dengan Natrium klorida
2. Reaksi larutan di bawah ini yang menghasilkan larutan penyangga .
A. 50 ml HCl 0,1 M + 50 ml NaCl 0,1 M
B. 100 ml NH4OH 0,2 M + 100 ml HCl 0,1 M
C. 100 ml NH4OH 0,5 M + 100 ml HCl 1 M
D. 50ml CH3COOH 0,1 M+50 ml NaOH 0,2M
E. 40 ml H2SO4 0,2 M + 50 ml Na2SO4 0,1 M
3. Campuran berikut menghasilkan larutan penyangga, kecuali .
A. 100 ml NaOH 0,1 M dengan 200 ml CH3 COOH 0,1 M
B. 100 ml HCl 0,1 M dengan 50 ml NH4OH 0,4 M
C. 100 ml NH4OH 0,1 M dengan 100 ml NH4 Cl 0,1 M
D. 100 ml NaOH 0,2 M dengan 100 ml HCN 0,1 M
E. 100 ml CH3COOH 0,1 M dengan 100 ml CH3 COONa 0,2 M
4. Jika ke dalam 5 liter larutan penyangga yang mengandung CH 3 COOH 0,1
M dan CH3 COONa 0,1 M ditambah 1 mol NaCH, 1 ml HCl atau diencerkan
tidak menyebabkan perubahan pH yang berarti, sebab .
A. Penambahan sedikit NaOH akan dinetralkan oleh CH 3 COONa sehingga
pH tetap
B. Penambahan sedikit NaOH akan dinetralkan oleh CH 3 COOH sehingga
pH tetap
C. Penambahan sedikit HCl pada sembarang larutan tidak mengubah pH
larutan
D. Penambahan sedikit HCl akan dinetralkan oleh CH 3 COOH sehingga pH
tetap
E. Pengenceran larutan Buffer tidak mem-pengaruhi konsentrasi zat
terlarut
5. 100 ml larutan HCOOH 0,1 M dicampur dengan 50 ml larutan HCOOK 0,04
M memiliki pH .. (Ka HCOOH = 2.10-3).
A. 2
D. 3
B. 2 + log 2
E. 4
C. 3 + log 5
6. Ke dalam 100 ml larutan yang mengandung 0,05 mol NH 4OH (Kb = 1.10-5)
harus di tambahkan berapa mol NH4Cl agar pH larutan = 9 + log 2
A. 0,025 mol
D. 0,1 mol
B. 0,05 mol
E. 0,5 mol
C. 0,75 mol
Modul Kimia Kelas XI Semester 2
46

7. Campuran NH3(aq) 1 M dengan NH4Cl(aq) 1 m mempunyai pH = 9. Jika Kb =


10-5, maka perbandingan volome kedua larutan yang dicampurkan adalah
.
A. 25 ml NH3 dan 25 ml NH4Cl
B. 50 ml NH3 dan 5 ml NH4Cl
C. 50 ml NH3 dan 25 ml NH4Cl
D. 25 ml NH3 dan 5 ml NH4Cl
E. 5 ml NH3 dan 50 ml NH4Cl
8. Sebanyak 50 ml larutan (NH4)2 SO4 0,1 M dicampur dengan 50 ml larutan
Nh3 0,1 M (KbNH3 = 1,105), pH campuran adalah .
A. 5
D. 9
B. 6-log 5
E. 11
C. 9-log 2
9. Larutan penyangga dapat dibuat dengan men-campurkan larutan-larutan
.
A. asam klorida dengan Natrium klorida
B. asam asetat dengan Natrium asetat
C. asam nitrat dengan Natrium Nitrat
D. Amonium klorida dengan asam klorida
E. Natrium Hidroksida dengan Natrium klorida
10.Perbandingan volum dari campuran larutan CH 3COOH 0,2 M dan larutan
NaOH 0,1 M agar menghasilkan larutan penyangga dengan pH = 5 adalah
.
(KaCH3COOH = 1 x 10-5)
A. 1 : 1
B. 1 : 2
C. 2 : 1
D. 2 : 3
E. 3 : 2

Modul Kimia Kelas XI Semester 2


47

HIDROLISIS GARAM
Standar Kompetensi
4. Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran, dan
terapannya.
Kompetensi Dasar
4.4 Menentukan jenis garam yang mengalami hidrolisis dalam air dan pH
larutan garam tersebut.
4.5 Menggunakan kurva perubahan harga pH pada titrasi asam basa untuk
menjelaskan larutan penyangga dan hidrolisis
Anda akan melakukan kegiatan-kegiatan berikut.
Melakukan percobaan untuk menentukan ciri-ciri beberapa jenis garam
yang dapat terhidrolisis dalam air melalui kerja kelompok di laboratorium
Menyimpulkan ciri-ciri garam yang terhidrolisis dalam air.
Menghitung pH larutan garam yan terhidrolis melalui diskusi kelas.
Menganalis grafik hasil titrasi asam kuat dan basa kuat, asam kuat dan
basa lemah , asam lemah dan basa kuat untuk menjelaskan larutan
penyangga dan hidrolis melalui diskusi.
Akhirnya Anda akan mampu :
Menentukan ciri-ciri beberapa jenis garam yang dapat terhidrolisis dalam
air melalui percobaan
Menentukan sifat garam yang terhidrolisis dari persamaan reaksi ionisasi
Membedakan larutan garam yang terhidrolisis sebagian dan terhidrolisis
sempurna
Menghitung pH larutan garam yang terhidrolisis
Menganalis grafik hasil titrasi asam kuat dan basa kuat, asam kuat dan basa
lemah , asam lemah dan basa kuat untuk menjelaskan larutan penyangga
dan hidrolisis.
Ringkasan Materi
Hidrolisis adalah terurainya garam dalam air yang menghasilkan asam atau
basa.
ADA EMPAT JENIS GARAM, YAITU :
1. Garam yang terbentuk dari reaksi asam kuat dengan basa kuat
(misalnya NaCl, K2SO4 dan lain-lain) tidak mengalami hidrolisis. Untuk
jenis garam yang demikian nilai pH = 7 (bersifat netral).

Modul Kimia Kelas XI Semester 2


48

2. Garam yang terbentuk dari reaksi asam kuat dengan basa lemah
(misalnya NH4Cl, AgNO3 dan lain-lain) hanya kationnya yang
terhidrolisis (mengalami hidrolisis parsial). Untuk jenis garam yang
demikian nilai pH < 7 (bersifat asam).
3. Garam yang terbentuk dari reaksi asam lemah dengan basa kuat
(misalnya CH3COOK, NaCN dan lain-lain) hanya anionnya yang
terhidrolisis (mengalami hidrolisis parsial). Untuk jenis garam yang
demikian nilai pH > 7 (bersifat basa).
4. Garam yang terbentuk dari reaksi asam lemah dengan basa lemah
(misalnya CH3COONH4, Al2S3 dan lain-lain) mengalami hidrolisis total
(sempurna). Untuk jenis garam yang demikian nilai pH-nya tergantung
harga Ka den Kb.

Karena untuk jenis ini garamnya selalu bersifat asam (pH < 7) digunakan
persamaan:

[H+] = Kh . Cg
dimana :

Kh = Kw/Kb
Kh = konstanta hidrolisis
Jika kita ingin mencari nilai pH-nya secara langsung, dipergunakan
persamaan:

pH = 1/2 (pKW - pKb - log Cg)

Contoh:
Hitunglah pH dari 100 ml larutan 0.1 M NH4Cl ! (Kb = 10-5)
Jawab:
NH4Cl adalah garam yang bersifat asam, sehingga pH-nya kita hitung secara
langsung.
Modul Kimia Kelas XI Semester 2
49

pH =
=
=
=
=

1/2
1/2
1/2
1/2
5

(pKw - pKb - log Cg)


(-log 10-14 + log 10-5 - log 10-1)
(14 - 5 + 1)
x 10

Untuk jenis garam ini larutannya selalu bersifat basa (pH > 7), dan dalam
perhitungan digunakan persamaan:

[OH-] = Kh . Cg
dimana:

Kh = Kw/Ka
Kh = konstanta hidrolisis
Jika kita ingin mencari nilai pH-nya secara langsung, dipergunakan
persamaan:

pH = 1/2 (pKw + pKa +


log Cg)

Contoh:
Hitunglah pH larutan dari 100 ml 0.02 M NaOH dengan 100 ml 0.02 M asam
asetat ! (Ka = 10-5).
Jawab:
NaOH + CH3COOH CH3COONa + H2O
- mol NaOH = 100/1000 x 0.02 = 0.002 mol
- mol CH3COOH = 100/1000 x 0.02 = 0.002 mol
Karena mol basa yang direaksikannya sama dengan mol asam yang
direaksikan, maka tidak ada yang tersisa, yang ada hanya mol garam
(CH3COONa) yang terbentuk.

Modul Kimia Kelas XI Semester 2


50

- mol CH3COONa = 0.002 mol (lihat reaksi)


- Cg = 0.002 mol/200 ml = 0.002 mol/0.2 liter = 0.01 M = 10 -2 M
- Nilai pH-nya akan bersifat basa (karena garamnya terbentuk dari asam
lemah dengan basa kuat), besarnya:
pH = 1/2 (pKw + pKa + log Cg)
= 1/2 (14 + 5 + log 10-2)
= 1/2 (19 - 2)
= 8.5
TUGAS TERSTRUKTUR
1. Perkirakan pH larutan berikut < 7 atau 7 atau > 7. Berikan alasanmu.
a. 0,1 M amonium klorida
b. 0,01 M metilamonium klorida
c. 0,1 M kalium sianida
d. 0,1 M natrium metanoat
2. Manakah garam berikut yang akan terhidrolisis jika dilarutkan dalam air?
a. KF
e. KCN
b. NaNO3
f. C6H5COONa
c. NH4NO2
g. Na2CO3
d. MgSO4
h. CaCl2
3. Hitunglah pH larutan garam berikut:
a. 0,15 M larutan natrium asetat (CH3COONa);
b. 0,24 M larutan natrium format (HCOONa).
4. Hitunglah pH larutan NH4Cl 0,42 M.
5. Piridin (C5H5N) bereaksi dengan asam klorida (HCl) membentuk garam
piridinium hidroklorida (C5H5NH+Cl). Tuliskanlah reaksi ion dan
hidrolisis ion piridinium dan hitunglah pH dari 0,0482 M C5H5NH+Cl
(Ka piridin = 2,0 x109).

Modul Kimia Kelas XI Semester 2


51

TUGAS MANDIRI
1. Garam berikut yang mengalami hidrolisis total adalah ..
A. Natrium sulfat
B. Natrium asetat
C. Ammonium asetat
D. Ammonium klorida
E. Ammonium sulfat
2. Garam terhidrolisis total dalam air .
A. NH4CL
D. CH3COOH
B. NH4CN
E. CaCl2
C. NaCl
3. Massa natrium asetat (Mr. 82) yang harus ditambahkan dalam 100 ml
CH3COOH 0,1 M agar pH menjadi 5 adalah .
A. 0,1 gram
D. 8,2 gram
B. 0,82 gram
E. 9,2 gram
C. 1 gram
4. pHCa(CH3COO)2 0,2 M adalah .
A. 5
B. 9
C. 9 + log 1,4
D. 9 + log 2
E. 5 log 2
5. pH larutan (NH4)2 SO4 00,5 M. KB NH3 : 10-5 adalah .
A. 8
D. 6
B. 7
E. 10
C. 5
6. Larutan garam di bawah ini yang mengubah lakmus merah menjadi biru
adalah .
A. NaNO
D. KCL
B. KCN
E. (NH4)2
C. (NH4)2SO4
S
7. Suatu larutan CH3COONa 0,1 M mempunyai pH=9, maka tetapan hidrolisis
(Kh) larutan garam tersebut adalah .
D.
A. 10 5
E.
Modul Kimia Kelas XI Semester 2
52

B. 10 14
C. 10 9
8. Dari campuran di bawah ini, yang menghasilkan garam terhidrolisis
sebagian dan bersifat basa adalah .
A. 50 ml HCl 0,5 M + 50 ml NaOH 0,5 M
B. 50 ml HCl 0,5 M + 50 ml NH3 0,5 M
C. 50 ml HCl 0,5 M + 100 ml NH3 0,5 M
D. 50ml CH3COOH 0,5 M + 50 ml NH3 0,5 M
E. 50ml CH3COOH 0,5M+50ml NaOH 0,5M
9. 1 liter CH3COOH 0,1 M ditambah X ml NaOH 0,2 M. pH larutan yang
terjadi 4. Maka x adalah (KaCH3COOH = 10 5) .
A. 8,33
D. 15,64
B. 4,54
E. 25
C. 10
10.Sebanyak 16,4 gram garam CH3COONa (Mr = 82) dilarutkan dalam air
hingga volum 500 ml. Jika KaCH 3COOH = 10-5, maka pH larutan
CH3COONa adalah .
A. 2 log 5
B. 4 log 2
C. 5 log 2
D. 9 + log 2
E. 10 + log 5

Modul Kimia Kelas XI Semester 2


53

KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN


Standar Kompetensi
4. Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran, dan
terapannya.
Kompetensi Dasar
4.6 Memprediksi terbentuknya endapan dari suatu reaksi berdasarkan
prinsip kelarutan dan hasil kali kelarutan.
Anda akan melakukan kegiatan-kegiatan berikut.
Meendiskusikan kesetimbangan dalam larutan jenuh atau larutan garam
yang sukar larut
Mendiskusikan tetapan hasil kali kelautan dengan tingkat kelarutan
Menghitung kelarutan suatu elektrolit yang sukar larut melalui diskusi kelas
Mendiskusikan penambahan ion senama dalam larutan
Melakukan percobaan untuk menentukan kelarutan garam dan
membandingkannya dengan Ksp
Akhirnya Anda akan mampu :
Menjelaskan pengertian larutan tak jenuh, jenuh dan lewat jenuh
Menjelaskan kesetimbangan dalam larutan jenuh atau larutan garam yang
sukar larut
Menghubungkan tetapan hasil kali kelarutan dengan tingkat kelarutan
Menuliskan persamaan Ksp berbagai zat elektrolit yang sukar larut dalam
air
Menghitung kelarutan suatu elektrolit yang sukar larut berdasarkan data
harga Ksp atau sebaliknya
Menentukan pH larutan dari harga Ksp-nya
Menjelaskan pengaruh penambahan ion senama dalam larutan
Memperkirakan terbentuknya endapan berdasarkan harga Ksp
Menyimpulkan kelarutan suatu garam
Ringkasan Materi

Modul Kimia Kelas XI Semester 2


54

Bila sejumlah garam AB yang sukar larut dimasukkan ke dalam air maka akan
terjadi beberapa kemungkinan:
- Garam AB larut semua lalu jika ditambah garam AB lagi masih dapat
larut larutan tak jenuh.
- Garam AB larut semua lalu jika ditambah garam AB lagi tidak dapat
larut larutan jenuh.
- Garam AB larut sebagian larutan kelewat jenuh.

Ksp = HKK = hasil perkalian [kation] dengan [anion] dari larutan jenuh suatu
elektrolit yang sukar larut menurut kesetimbangan heterogen.
Kelarutan suatu elektrolit ialah banyaknya mol elektrolit yang sanggup
melarut dalam tiap liter larutannya.
Contoh:
AgCl(s) Ag+(aq) + Cl-(aq)
K = [Ag+] [Cl-]/[AgCl]
K . [AgCl] = [Ag+][Cl-]
KspAgCl = [Ag+] [Cl-]
Bila Ksp AgCl = 10-10 , maka berarti larutan jenuh AgCl dalam air pada suhu
25oC, Mempunyai nilai [Ag+] [Cl-] = 10-10
1. Kelarutan zat AB dalam pelarut murni (air).
AnB(s) nA+(aq) + Bn-(aq)
s

n.s
s
Ksp AnB = (n.s)n.s = nn.sn+1 s = n+i Ksp AnB/nn
dimana: s = sulobility = kelarutan
Kelarutan tergantung pada:
- suhu
- pH larutan
- ada tidaknya ion sejenis
2. Kelarutan zat AB dalam larutan yang mengandung ion sejenis
AB(s) A+ (aq) + B- (aq)
s

n.s
s

Modul Kimia Kelas XI Semester 2


55

Larutan AX :
AX(aq) A+(aq) + X-(aq)
b

b
b
maka dari kedua persamaan reaksi di atas:
[A+] = s + b = b, karena nilai s cukup kecil bila dibandingkan terhadap nilai b
sehingga dapat diabaikan.
[B-1] = s
Jadi : Ksp AB = b . s

Contoh:
Bila diketahui Ksp AgCl = 10-10 ,berapa mol kelarutan (s) maksimum AgCl
dalam 1 liter larutan 0.1 M NaCl ?
Jawab:
AgCl(s) Ag+(aq) + Cl-(aq)
s

s
s
NaCl(aq) Na+(aq) + Cl-(aq)
Ksp AgCl = [Ag+] [Cl-] = s . 10-1
Maka s = 10-10/10-1 = 10-9 mol/liter
Dari contoh di atas. kita dapat menarik kesimpulan bahwa makin besar
konsentrasi ion sojenis maka makin kecil kelarutan elektrolitnya.
a. Pembentukan garam-garam
Contoh: kelarutan CaCO3(s) pada air yang berisi CO2 > daripada dalam air.
CaCO3(s) + H2O(l) + CO2(g) Ca(HCO3)2(aq)
larut
b. Reaksi antara basa amfoter dengan basa kuat
Contoh: kelarutan Al(OH)3 dalam KOH > daripada kelarutan Al(OH)3 dalam
air.
Al(OH)3(s) + KOH(aq) KAlO2(aq) + 2 H2O(l)
larut
c. Pembentukan senyawa kompleks
Modul Kimia Kelas XI Semester 2
56

Contoh: kelarutan AgCl(s) dalam NH4OH > daripada AgCl dalam air.
AgCl(s) + NH4OH(aq) Ag(NH3)2Cl(aq) + H2O(l)
larut

Untuk suatu garam AB yang sukar larut berlaku ketentuan, jika:


- [A+] x [B-] < Ksp
- [A+] x [B-] = Ksp
- [A+] x [B-] > Ksp

larutan tak jenuh; tidak terjadi pengendapan


larutan tepat jenuh; larutan tepat mengendap
larutan kelewat jenuh; di sini terjadi pengendapan
zat

Contoh:
Apakah terjadi pengendapan CaCO3. jika ke dalam 1 liter 0.05 M Na2CO3
ditambahkan 1 liter 0.02 M CaCl2, dan diketahui harga Ksp untuk CaCO3
adalah 10-6.
Jawab:
Na2CO3(aq) 2 Na+(aq) + CO3- (aq)
[CO32-] = 1 . 0.05 / 1+1 = 0.025 M = 2.5 x 10-2 M
CaCl2(aq) Ca2+(aq) + 2Cl-(aq)
[Ca2+] = 1 . 0.02 / 1+1 = 0.01 = 10-2 M
maka : [Ca2+] x [CO32-] = 2.5 x 10-2 x 10-2 = 2.5 x 10-4
karena : [Ca2+] x [CO32-] > Ksp CaCO3, maka akan terjadi endapan CaCO3

TUGAS TERSTRUKTUR
1. Tuliskan rumus Ksp untuk kesetimbangan berikut:
a. Ag2SO4(s) <=> 2 Ag+(aq) + SO42(aq)
b. Hg2C2O4(s) <=> Hg22+(aq) + C2O42(aq)
c. BaCrO4(s) <=> Ba2+(aq) + CrO42(aq)
d. Fe(OH)3(s) <=> Fe3+(aq) + 3 OH(aq)
e. Ag2CO3(s) <=> 2 Ag+(aq) + CO32(aq)
2. Dari data kelarutan yang diberikan, hitunglah hasil kali kelarutan Ksp dari
senyawa-senyawa berikut:
a. SrF, 7,3 102 g/L;
Modul Kimia Kelas XI Semester 2
57

b. Ag3PO4, 6,7 103 g/L.


c. Bi2S3, 1,8 1015 M
d. CuCl, 1,1 103 M
3. Dari data harga Ksp berikut, tentukan kelarutan molarnya dalam air
murni.
a. AgClKsp = 1,7 1010 M2
b. Ag2CrO4 Ksp = 1,9 1012 M3
c. Cr(OH)3 Ksp = 1,2 1015 M4
d. Zn(CN)2 Ksp = 3,0 1016 M3
4.Analisis larutan jenuh perak kromat, Ag2CrO4, menunjukkan bahwa
konsentrasi ion perak adalah 1,3 104 M. Berapakah nilai Ksp Ag2CrO4?
(1,1 1012)
5. Berapa gram CaCO 3 yang akan terlarut dalam 300 mL larutan
Ca(NO3)2 0,05 M?
6. Hitunglah kelarutan molar dari Mg(OH)2(s) dalam:
a. air murni;
b. larutan MgCl2 0,015 M;
c. larutan KOH 0,217 M.
8. Jika 0,025 g KCl ditambahkan ke dalam 750 mL larutan yang jenuh dengan
Ag2CO3, apakah AgCl akan mengendap?
9. Berapakah pH larutan yang mengandung 0,17 M Fe3+ agar terjadi
pengendapan Fe(OH)3(s)?

TUGAS MANDIRI
1. Kelarutan M(OH)2 = 1x10-2 M, maka harga Ksp M(OH)2 adalah .
A. 1x10-6
D. 2x10-4
-6
B. 2x10
E. 4x10-4
C. 4x10-6
2. Diketahui :
Ksp BaCO3 = 7 x 109
Ksp BaCrO4 = 2 x 1010
Ksp BaC2O4 = 2 x 107
Ksp BaSO4 = 1 x 1010
Ksp Ba(IO3)2 = 6 x 1010
Dapat disimpulkan bahwa garam barium yang mudah larut mengandung
anion .
A. CO32
D. SO42
B. CrO42
E. IO3
2
C. C2O4

3. Dari data berikut :


Ksp AgCl = 1,78 x 10-10
Ksp Ag2CrO4
= 1,30 x 10-12
Ksp Ag2CO3
= 8,13 x 10-13
Ksp AgI
= 8,30 x 10-17
Modul Kimia Kelas XI Semester 2
58

Ksp Ag3PO4
= 1,30 x 10-20
Yang memiliki kelarutan terbesar adalah .
A. AgCl
B. Ag2CrO4
C. Ag2CO3
D. AgI
E. Ag3PO4
4. Hasil kali kelarutan Ag2CrO4 adalah 1 x 10-12. Dalam larutan yang
mengandung ion CrO42- dengan konsentrasi 1 x 10-1 M, maka konsentrasi
maksimum ion Ag+ adalah
A. 5 x 10-9 M
D. 5 x 10-5 M
-8
B. 1 x 10 M
E. 3,16 x 10-4 M
C. 3,1 x 10-6 M
5. Diketahui Ksp : Ag2CO3 : 8.10-12 : AgCl : 1,6.10-6 : Pbl2 : 9.10-9 : pbSO4 :
2.10-8 : PbCO3 : 10-13. Yang mempunyai kelarutan dalam air terbesar
adalah .
A. Ag2CO3
D. PbSO4
B. AgCl
E. PbCO3
C. PbCO3
6. Ksp : BaSO4 : 10-10. Mr. 233, maka larutan BaSO4 dalam air adalah .
D.
A. 233 mg l
B. 23,3 mg l
C. 2,33 mg l

0,233 mg l

E.
0,023 mg l

7. Kelarutan CaCO3 dalam air 7 mg l , maka Ksp CaCO3 adalah .


A. 4,9 . 10-9
D. 6,4 . 103
-6
B. 1,2 . 10
E. 4,9 . 10-3
C. 7 . 10-9
8. Kelarutan garam Ba3(PO4)2 dalam air adalah X
kali (Ksp) nya adalah
5
A. 4 x 3
D. 108 x
4
5
B. 27 x
E. 10 x
2
C. 5 x

mol

, maka tetapan hasil

9. Kelarutan AgCl paling kecil jika dilarutkan dalam .


A. larutan NH4Cl 0,02 M
B. larutan HCl 0,01 M
C. air murni
D. larutan AgNO3 0,03 M
E. larutan NaCl 0,10 M

Modul Kimia Kelas XI Semester 2


59

10.Pada larutan MgCl2 0,1 M ditambah larutan NaOH sedikit demi sedikit
hingga terbentuk endapan Mg(OH)2. Jika Ksp Mg(OH)2 = 0,4 . 10 11 , maka
saat terbentuk endapan pH larutan berharga .
A. 9 + log 2
D. 6 + log 2
B. 10
E. 8 + log 2
C. 9

SISTEM KOLOID
Standar Kompetensi
5. Menjelaskan sistem dan sifat koloid serta penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari.
Kompetensi Dasar
5.1. Membuat berbagai sistem koloid dengan bahan-bahan yang ada di
sekitarnya.
5.2. Mengelompokkan sifat-sifat koloid dan penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari
Anda akan melakukan kegiatan-kegiatan berikut.
Diskusi informasi tentang larutan sejati,koloid dan suspensi
Melakukan percobaan pembuatan koloid dalam kerja kelompok
dilaboratorium
Melakukan percobaan pengelompokan berbagai sistem koloid.
Melalui diskusi kelompok mengindentifikasi serta mengklasifikasikan jenis
dan sifat koloid dari data percobaan
Mengindentifikasi peranan koloid yang ada dalam produk kosmetik,
makanan, obatobatan dalam bentuk tabel.
Melakukan percobaan sifat-sifat koloid secara kelompok.
Akhirnya Anda akan mampu :
Menjelaskan perbedaan larutan sejati, koloid dan suspensi
Menjel Mengklasifikasikan suspensi kasar, larutan sejati dan koloid
berdasarkan data hasil pengamatan (effek Tyndall, homogen/heterogen,
dan penyaringan)
Modul Kimia Kelas XI Semester 2
60

Mengelompokkan jenis koloid berdasarkan fase terdispersi dan fase


pendispersi
Mendeskripsikan sifat-sifat koloid (effek Tyndall, gerak Brown, dialisis,
elektroforesis, emulsi, koagulasi)
Menjelaskan koloid liofob dan liofil
Menjelaskan proses pembuatan koloid dengan cara kondensasi dan dispersi.
Mendeskripsikan peranan koloid dalam produk kosmetik, makanan, dan
obat-obatan.
Ringkasan Materi
SISTEM DISPERSI
A.
Dispersi kasar
(suspensi)

: partikel zat yang didispersikan berukuran


lebih besar dari 100 nm.

B.

: partikel zat yang didispersikan berukuran


antara 1 nm - 100 nm.
Dispersi koloid
C. Dispersi molekuler : partikel zat yang didispersikan berukuran
(larutan sejati)
lebih kecil dari 1 nm.
Sistem koloid pada hakekatnya terdiri atas dua fase, yaitu fase terdispersi
dan medium pendispersi.
Zat yang didispersikan disebut fase terdispersi sedangkan medium yang
digunakan untuk mendispersikan disebut medium pendispersi.
Larutan
partikel zat yang
didispersikan
berukuran lebih kecil
dari 1 nm.

Koloid

Suspensi

partikel zat yang


didispersikan
Partikel zat yang
berukuran antara 1 nm didispersikan berukuran
- 100 nm.
besar dari 100 nm

terdiri dari satu fase


(homogen)

Dua fase (tampak


homogen,sebenar-nya
heterogen)

Dua fase(heterogen)

Penyebarannya
permanen

Ada kecendrungan
mengendap

Mengendap dengan cepat

Tidak dapat disaring

Dapat disaring dengan


saringan ultra

Dapat disaring

Modul Kimia Kelas XI Semester 2


61

JENIS KOLOID
Sistem koloid digolongkan berdasarkan pada jenis fase terdispersi dan
medium pendispersinya.
- koloid yang mengandung fase terdispersi padat disebut sol.
- koloid yang mengandung fase terdispersi cair disebut emulsi.
- koloid yang mengandung fase terdispersi gas disebut buih.

No

Fase
Fase Pendispersi Nama Koloid
Terdispersi

Contoh

Padat

Padat

Sol padat

Alloy

Padat

Cair

Sol

Cat

Padat

Gas

Aerosol

Asap

Cair

Padat

Emulsi padat

Agar-agar

Cair

Cair

Emulsi

Susu

Cair

Gas

Aerosol

Awan

Gas

Padat

Busa padat

Styrofoom

Gas

Cair

Buih

Busa sabun

Sifat-sifat khas koloid meliputi :


a. Efek Tyndall
Efek Tyndall adalah efek penghamburan cahaya oleh partikel koloid.
b. Gerak Brown
Gerak Brown adalah gerak acak, gerak tidak beraturan dari partikel koloid.

Modul Kimia Kelas XI Semester 2


62

Koloid Fe(OH)3 bermuatan positif


Koloid As2S3 bermuatan negatif
karena permukaannya menyerap ion karena permukaannya menyerap ion
H+
S2c. Adsorbsi
Beberapa partikel koloid mempunyai sifat adsorbsi (penyerapan)
terhadap partikel atau ion atau senyawa yang lain.
Penyerapan pada permukaan ini disebut adsorbsi (harus dibedakan
dari absorbsi yang artinya penyerapan sampai ke bawah permukaan).
Contoh :
(i) Koloid Fe(OH)3 bermuatan positif karena permukaannya menyerap
ion H+.
(ii) Koloid As2S3 bermuatan negatit karena permukaannya menyerap ion
S2.
d. Koagulasi
Koagulasi adalah penggumpalan partikel koloid dan membentuk
endapan. Dengan terjadinya koagulasi, berarti zat terdispersi tidak
lagi membentuk koloid.
Koagulasi dapat terjadi secara fisik seperti pemanasan, pendinginan
dan pengadukan atau secara kimia seperti penambahan elektrolit,
pencampuran koloid yang berbeda muatan.
e. Koloid Liofil dan Koloid Liofob
Koloid ini terjadi pada sol yaitu fase terdispersinya padatan dan
medium pendispersinya cairan.
Koloid Liofil:

sistem koloid yang affinitas fase


terdispersinya besar terhadap medium
pendispersinya.
Contoh: sol kanji, agar-agar, lem, cat
Koloid Liofob: sistem koloid yang affinitas fase
terdispersinya kecil terhadap medium
pendispersinya.
Contoh: sol belerang, sol emas.
ELEKTROFERESIS
Elektroferesis adalah peristiwa pergerakan partikel koloid yang bermuatan
ke salah satu elektroda.
Modul Kimia Kelas XI Semester 2
63

Elektrotoresis dapat digunakan untuk mendeteksi muatan partikel koloid.


Jika partikel koloid berkumpul di elektroda positif berarti koloid bermuatan
negatif dan jika partikel koloid berkumpul di elektroda negatif berarti koloid
bermuatan positif.
Prinsip elektroforesis digunakan untuk membersihkan asap dalam suatu
industri dengan alat Cottrell.

DIALISIS
Dialisis adalah proses pemurnian partikel koloid dari muatan-muatan yang
menempel pada permukaannya.
Pada proses dialisis ini digunakan selaput semipermeabel.

A. Cara Kondensasi
Cara kondensasi termasuk cara kimia.

Prinsip Partikel Molekular


:

kondensasi
-------------->

Partikel
Koloid

Reaksi kimia untuk menghasilkan koloid meliputi :


1. Reaksi Redoks
2 H2S(g) + SO2(aq) 3 S(s) + 2 H2O(l)
2. Reaksi Hidrolisis
FeCl3(aq) + 3 H2O(l) Fe(OH)3(s) + 3 HCl(aq)
3. Reaksi Substitusi
2 H3AsO3(aq) + 3 H2S(g) As2S3(s) + 6 H2O(l)
4.
Reaksi Penggaraman
Beberapa sol garam yang sukar larut seperti AgCl, AgBr, PbI2, BaSO4
dapat membentuk partikel koloid dengan pereaksi yang encer.
AgNO3(aq) (encer) + NaCl(aq) (encer) AgCl(s) + NaNO3(aq)
(encer)

B. Cara Dispersi
Prinsip : Partikel Besar ----------------> Partikel Koloid

Modul Kimia Kelas XI Semester 2


64

Cara dispersi dapat dilakukan dengan cara mekanik atau cara kimia:
1. Cara Mekanik
Cara ini dilakukan dari gumpalan partikel yang besar kemudian
dihaluskan dengan cara penggerusan atau penggilingan.
2. Cara Busur Bredig
Cara ini digunakan untak membuat sol-sol logam.
3. Cara Peptisasi
Cara peptisasi adalah pembuatan koloid dari butir-butir kasar atau
dari suatu endapan dengan bantuan suatu zat pemeptisasi
(pemecah).
Contoh:
- Agar-agar dipeptisasi oleh air ; karet oleh bensin.
- Endapan NiS dipeptisasi oleh H2S ; endapan Al(OH)3 oleh AlCl3

TUGAS TERSTRUKTUR
1. Apakah yang dimaksud fase terdispersi dan medium pendispersi dalam
sistem koloid?
2. Sebutkan ciri-ciri sistem koloid minimal tiga.
3. Tentukan jenis koloid dari zat-zat berikut:
a. mayones
e. kabut
b. hair spray f. cat
c. jelig. selai
d. awanh. keju
4. Apakah pengertian istilah W/O dan O/W dalam emulsi?
5. Sebutkan manfaat sistem koloid bagi dunia industri? Berikan contohnya.
6. Apakah yang dimaksud dengan gerak Brown?
7. Sebutkan beberapa contoh koagulasi koloid dalam kehidupan sehari-hari.
8. Apakah fungsi koloid pelindung dalam sistem koloid? Sebutkan beberapa
penerapan koloid pelindung dalam proses industri dan kehidupan seharihari.
9. Jelaskan pengertian koloid liofil dan koloid liofob beserta contohnya
TUGAS MANDIRI
1. Sistem koloid berikut fasa terdispersinya cair, KECUALI .
A. susu
B. kabut
C. busa sabun
D. mentega
E. mutiara
2. Salah satu cara pembuatan koloid di bawah ini yang merupakan cara
peptisasi adalah
A. FeCl3(aq) + air sol Fe(OH)3
Modul Kimia Kelas XI Semester 2
65

B.
C.
D.
E.

Au(s) + listrik sol Au


NH3 + HCl sol NH4Cl
AgCl(s) + Cl- sol AgCl
Na2S2O3(aq) + asam sol S

3. Dari zat-zat berikut:


1. mutiara
3. kabut
2. cat tembok
4. embun
Yang termasuk sistem koloid adalah .
A. 1, 2, dan 3
B. 1 dan 3
C. 2 dan 4
D. 4 saja
E. 1, 2, 3, dan 4
4. Sifat adsorbsi dari koloid dapat digunakan dalam hal-hal di bawah ini,
kecuali .
A. pemurnian gula
B. pencucian dengan sabun
C. penjernihan air dengan tawas
D. pengobatan sakit perut dengan pilnorit
E. penggumpalan karet
5. Pembuatan koloid di bawah ini yang tidak termasuk cara dispersi adalah
.
A. peptisasi
B. cara busur Bredig
C. penghalusan dengan penumbukan
D. penurunan kelarutan
E. penghalusan secara mekanik
6. Campuran lemak dan air di dalam susu tidak me-misah, hal ini
disebabkan karena .
A. lemak dan air distabilkan oleh emulgator kasein
B. lemak dan air merupakan emulsi cair
C. lemak larut dengan baik di dalam air
D. di dalam susu mengandung lemak sebagai zat terdispersi dan air
sebagai medium pendispersi
E. di dalam susu mengandung kasein yang dapat menggumpalkan lemak
dan air
7. Koloid yang termasuk golongan aerosol adalah
A. awan dan busa
D. sabun dan krem
B. awan dan kabut
E. susu dan kabut
C. busa dan sabun
8. Koloid yang mempunyai kekentalan hampir sama dengan mediumnya dan
tidak mengadsorbsi molekul cairan adalah .
A. AgCl dan CaCO3
D. sabun dan CaCO3
B. sabun dan kanji
E. CaCO3 dan kanji
Modul Kimia Kelas XI Semester 2
66

C. kanji dan AgCl


9.

Untuk membuat koloid dari logam, biasanya dilakukan dengan


loncatan bunga api listrik. Cara ini disebut dengan .
A. cara mekanik
D. cara hidrolisis
B. cara reduksi
E. cara kimia
C. cara
Busur
Bredig

10.Sifat-sifat berikut yang tidak menunjukkan sifat koloid adalah ... .


A. menghamburkan berkas cahaya
B. mengalami gerak Brown
C. dapat mengadsorbsi
D. dapat bermuatan listrik
E. mudah mengendap

Modul Kimia Kelas XI Semester 2


67

Modul Kimia Kelas XI Semester 2


68