Anda di halaman 1dari 10

Promotif, Vol.5 No.

1, Okt 2015 Hal 45-54

Artikel VII

FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI


EKSKLUSIF PADA BAYI 0-6 BULAN DI PUSKESMAS BULILI
KECAMATAN PALU SELATAN
1)

Kiki Rizky Suci Maesyara Umar


Bagian Gizi FKM Unismuh Palu

1)

ABSTRAK
Latar Belakang : Air Susu Ibu (ASI) adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein,
laktosa dan garam-garam organik yang desekresi oleh kedua belah payudara ibu,
sebagai
makanan utama bagi bayi. Tujuan Penelitian Faktor-faktor yang
berhubungan dengan pemberian ASI Eksklusif pada bayi 0-6 bulan di Puskesmas Bulili
Kecamatan Palu Selatan.Faktor-faktor tersebut antara lain adalah pekerjaan,peran
iklan susu formula dan dukungan keluarga. Metode Penelitian : Jenis penelitian
analitik dengan pendekatan Ccross Sectional Study. Populasi dalam penelitian ini
adalah seluruh ibu yang memiliki anak bayi berusia 12 bulan Sampel berjumlah 96
bayi
diambil dari teknik pengambilan sampling yaitu penentuan sampel yang
berdasarkan kebetulan bertemu degan peneliti dan sesuai dijadikan sumber data maka
akan dijadikan sampel. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis
Univariat dan analisis Bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil Penelitian : Ada
hubungan yang bermakna antara pekerjaan dengan pemberian ASI Eksklusif pada
bayi 0-6 bulan dengan P value = 0,006 (P < 0,05) atau Ho ditolak. Ada hubungan yang
bermakna antara peran iklan susu formula dengan pemberian ASI Eksklusif pada
bayi 0-6 bulan dengan P value = 0,000 (P < 0,05) atau Ho ditolak.Ada hubungan yang
bermakna antara dukungan keluarga dengan pemberian ASI Eksklusif pada bayi 0-6
bulan dengan P value=0.002 (P < 0,05) atau Ho ditolak. Kesimpulan : Ada hubungan
pada faktor-faktor pemberian ASI Eksklusif pada bayi 0-6 bulan di Puskesmas Bulili.
Saran : Kepada petugas kesehatan agar lebih meningkatkan lagi penyuluhan pada
ASI Eksklusif ,Kalau bisa tiap melakukan posyando dengan mempersiapkan salah satu
petugas kesehatan untuk memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu yang anaknya
selaesai di imunisasi
Daftar Pustaka : 11 buku (2002-2013)
Kata Kunci : Pekerjaan,Peran Iklan Susu Formula, Dukungan Keluarga, ASI Eksklusif

PENDAHULUAN

berhasil menyelamatkan sekitar 1,5 juta


bayi pertahun, atas dasar tersebut WHO
merekomendasikan
hanya
untuk
memberikan ASI sampai bayi berusia
sampai
6 bulan (Amirudin, 2010).
Mengacu pada Peraturan Menteri
Kesehatan (Permenkes) No. 450/2004,
bayi harus diberi ASI saja hingga usia
enam bulan (Permenkes, 2006).

Air susu Ibu (ASI) adalah makanan


terbaik bayi pada awal usia kehidupan,
hal ini tidak hanya karena ASI
mengandung cukup zat gizi tetapi karena
ASI mengandung zat imunologik yang
melindungi bayi dari infeksi. Praktek
menyusui dinegara berkembang telah
45

Promotif, Vol.5 No.1, Okt 2015 Hal 45-54

Artikel VII

Air Susu Ibu (ASI) adalah suatu emulsi


lemak dalam larutan protein, laktosa dan
garam-garam organik yang desekresi
oleh kedua belah payudara ibu, sebagai
makanan utama bagi bayi. ASI bukan
minuman, namun ASI merupakan satusatunya
makanan tunggal paling
sempurna bagi bayi hingga berusia 6
bulan. ASI cukup mengandung seluruh
zat gizi yang dibutuhkan bayi. Secara
alamiah ASI dibekali enzim pencerna
susu sehingga organ pencernaan bayi
mudah mencerna dan menyerap gizi
ASI. Sistim pencernaan bayi usia dini
belum memiliki cukup enzim pencerna
makanan, oleh karena itu berikan pada
bayi ASI saja hingga usia 6 bulan, tanpa
tambahan minuman atau makanan
apapun (Arief, 2009).
Target Millennium Development Goals
(MDGS) ke-4 adalah menurunkan angka
kematian bayi dan balita menjadi 2/3
dalam
kurun
waktu
1990-2015.
Penyebab utama kematian bayi dan
balita adalah diare dan pneumonia dan
lebih dari 50% kematian balita didasari
oleh kurang gizi. Pemberian ASI secara
eksklusif selama 6 bulan dan diteruskan
sampai usia 2 tahun disamping
pemberian Makanan Pendamping ASI
(MP ASI) secara adekuat terbukti
merupakan salah satu intervensi efektif
dapat menurunkan Angka Kematian Bayi
(AKB) (Sitaresmi, 2010).
Undang-undang Nomor 36 tahun 2009
tentang kesehatan telah mengamanatkan
kepada pemerintah dalam menjamin
pemenuhan hak bayi yang menyatakan
bahwa :
1. Setiap bayi berhak mendapatkan Air
Susu Ibu Eksklusif sejak di lahirkan

selama 6 ( enam) bulan, kecuali atas


indikasi medis.
2. Selama pemberian Air Susu Ibu ,
pihak keluarga , pemerintah daerah ,
dan masyarakat harus mendukung
ibu bayi secara penuh dengan
penyedian
waktu dan fasilitas
khusus.
3. Penyedian fasilitas khusus diadakan
di tempat kerja dan tempat sarana
umum .
4. Pemerintah
bertanggung
jawab
menetapkan kebijakan dalam rangka
menjamin
hak
bayi
untuk
mendapatkan air susu ibu secara
eksklusif
5. Ketentuan lebih lanjut telah diatur
melalui perarturan pemerintah No.33
tahun 2012 tentang pemberian Air
Susu Ibu Eksklusif
Sebagai amanah UU No.36 tahun 2009
pada bulan maret 2012 telah ditetapkan
dan di undangkan PP NO.33 Tahun 2012
tentang pemberian Asi Eksklusif yang
mengatur tentang ASI Eksklusif , Inisiasi
Menyusui Dini (IMD) , Pendonor ASI,
Pengaturan Penggunaan Susu formula
bayi dan produk bayi lainnya, Pengaturan
bantuan produsen atau distributor susu
formula bayi, Pengaturan tempat kerja
dan tempat sarana umum dalam
mendukung program ASI Eksklusif
dengan berpedoman pada 10 LMKM
serta sanksi administrasif.(Kemmenkes
RI,2013)
Menurut WHO, setiap tahun terdapat 1
1,5 juta bayi di dunia meninggal karena
tidak diberi ASI secara Eksklusif kepada
sang buah hati. Sayangnya, masih
banyak ibu yang kurang memahami
manfaat pentingnya pemberian ASI untuk
sang buah hati, ASI eksklusif sangat
penting sekali bagi bayi usia 0-6 bulan
karena semua kandungan gizi ada pada
ASI yang sangat berguna. (WHO, 2010).
46

Promotif, Vol.5 No.1, Okt 2015 Hal 45-54

Artikel VII

Secara nasional cakupan pemberian Air


Susu Ibu (ASI) Eksklusif 06 bulan di
Indonesia berfluktuasi dalam tiga tahun
terakhir, menurun dari 62,2% tahun 2010
menjadi 56,2% pada tahun 2011 dan
sedikit meningkat pada tahun 2012
menjadi 61,3%.
Berdasarkan hasil
survey
sosial
ekonomi
nasional
(Susenas) Tahun 2012 di Indonesia
sebesar 61,3 % persentase meningkat di
Tahun 2013 berdasarkan data terakhir
cakupan pemberian ASI Eksklusif (0-6
bulan) di Indonesia sebesar 61,5 %
(Suksernas, 2013).
Cakupan pemberian ASI Eksklusif 0-6
bulan menurut Provinsi di Indonesia
Tahun 2013 untuk provinsi Sulawesi
Tengah sebesar 38,6 % (Dinkes Prov
Palu, 2013). Dan cakupan pemberian
ASI Eksklusif 0-6 bulan untuk wilayah
Kota Palu sebesar 52,03 % , data ini
masih jauh dari target pemerintah yaitu
minimal 80% cakupan pemberian ASI
secara eksklusif dan Menurut laporan
tahunan 2013 seluruh puskesmas yang
ada di kota palu cakupan pemberian ASI
eksklusif dari puskesmas
Pantoloan
75,27%, Tawaeli 29,49%, Mamboro
76,44%,
Talise
66,86%,
Singgani
61,88%, Kamonji 45,98%, Sangurara
61,54%, Tipo 71,26, Kawatuna 41,53%,
Birobuli 50,77%, Mabelopura 31,30%,
Bulili 19,02%. (Dinkes Kota palu, 2013).
Berdasarkan data tersebut maka penulis
tertarik untuk melakukan penelitian
tentang faktor-faktor yang berhubungan
dengan pemberian ASI eksklusif pada
bayi 0-6 bulan di puskesmas buluili
kecamatan Palu Selatan.

BAHAN DAN METODE


Penelitian ini merupakan jenis penelitian
analitik dengan pendekatan Cross
Sectional Study, yaitu dimana data yang
menyangkut data variabel independen
dan
variabel
dependen
akan
dikumpulkan
dalam
waktu
yang
bersamaan (Notoatmodjo, 2010). Lokasi
penelitian dilaksanakan di Puskesmas
Bulili Kecamatan Palu Selatan Kota Palu.
Waktu pelaksanaan penelitian pada
bulan April Tahun 2015. Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh ibu yang
memiliki anak bayi berusia 6- 12 bulan
yang
pada saat berkunjung di
Puskesmas Bulili. Jumlah sampel
sebanyak 96 responden diperoleh dari
teknik estimasi proporsi beradasarkan
jumlah kunjungan bayi diatas 6-12 bulan
di Puskesmas Bulili pada tahun 2014.
HASIL
1. Analisis Univariat
Analisis
ini
dilakukan
untuk
mengetahui
frekuensi
distribusi
masing-masing Variabel Independent
(Pekerjaan,
Peran
Iklan
Susu
Formula,
Dukungan
Keluarga)
Variabel Dependent ( Pemberian ASI
Eksklusif )
2. Analisis Bivariat
Analisis bivariat dilakukan untuk
melihat hubungan antara masingmasing
variabel
independen
(Pekerjaan,
Peran
Iklan
Susu
Formula, Dukungan Keluarga) dan
Variabel Dependen (Pemberian ASI
Eksklusif). Uji yang digunakan adalah
Uji Chi Square, dengan nilai
kemaknaan 0,05 dengan tingkat
kepercayaan
95%.

47

Promotif, Vol.5 No.1, Okt 2015 Hal 45-54

Artikel VII

Hubungan Pekerjaan Dengan Pemberian ASI Eksklusif


Tabel 1
Distribusi Responden Berdasarkan Hubungan Pekerjaan dengan
Pemberian ASI Eksklusif pada bayi 0-6 bulan yang di Puskesmas
Bulili Kec. Palu Selatan
Pemberian ASI Eksklusif
Pekerjaan

Tidak ASI
Ekskusif

Total
ASI Eksklusif

Bekerja

42

73,7

15

26,3

57

100

Tidak
Bekerja

17

43,6

22

26,4

39

100

Total

59

61,5

37

38,5

96

100

P
Value

0,006

OR
95%
CI

3,624

Sumber : Data Primer 2015


Pada tabel 1 menunjukkan bahwa total
keseluruhan responden adalah 96
bayi.Dari 57 responden yang memiliki
pekerjaan
bekerja
sebanyak 42
responden (73,7%) tidak ASI Eksklusif
dan 15 responden (26,3%) ASI
Eksklusif.Kemudian dari 39 responden,
yang tidak bekerja sebanyak 17
responden
(43,6%)
tidak
ASI
Eksklusif,sebanyak
22
responden
(26,4%) ASI Eksklusif.

Hasil uji statistik dengan menggunakan


Chi-Square diperoleh nilai P = 0,006 (P <
0,05) maka dapat disimpulkan ada
hubungan bermakna antara pekerjaan
dengan pemberian ASI Eksklusif pada
bayi 0-6 bulan atau (Ho ditolak).Dari
hasil analisis diperoleh pula nilai OR=
3,624 artinya responden yang tidak
bekerja akan berpeluang 3,624 kali tidak
memberikan ASI Eksklusif pada bayi 0-6
bulan.

48

Promotif, Vol.5 No.1, Okt 2015 Hal 45-54

Artikel VII

Hubungan Peran Iklan Susu Formula Dengan Pemberian ASI Eksklusif


Tabel 2
Distribusi Responden Berdasarkan Hubungan Peran Iklan Susu
Formula dengan Pemberian ASI Eksklusif pada bayi yang di
Puskesmas Bulili Kec. Palu Selatan
Pemberian ASI Eksklusif
Peran Iklan
Susu Formula

Tidak ASI
Eksklusif
f

Total

ASI
Eksklusif
f

P
Value

OR
95%
CI

0,000

11,581

Berperan

38

88,4

11,6

43

100

Tidak Berperan

21

39,6

32

60,4

53

100

Total
59
61,5
Sumber : Data Primer 2015

37

38,5

96

100

Hasil uji statistik dengan menggunakan


Chi-Square diperoleh nilai P = 0,000 (P <
0,05) maka dapat disimpulkan ada
hubungan bermakna antara peran iklan
susu formula dengan pemberian ASI
Eksklusif pada bayi 0-6 bulan atau (Ho
ditolak). Dari hasil analisis diperoleh pula
nilai OR= 11,581 artinya responden yang
berperan pada iklan susu formula
mempunyai peluang 11,581 kali tidak
memberikan ASI Eksklusif pada bayi 0-6
bulan.

Pada tabel 2 menunjukkan bahwa total


keseluruhan responden adalah 96 bayi.
Dari 43 responden yang berperan pada
iklan susu formula sebanyak 38
responden (88,4%) tidak ASI Eksklusif
dan 5 responden (11,6%) ASI Eksklusif .
Kemudian dari 53 responden yang tidak
berperan pada iklan susu formula
sebanyak 21 responden (39,6%) tidak
ASI Eksklusif, dan sebanyak 32
responden (60,4%) yang ASI Eksklusif.

49

Promotif, Vol.5 No.1, Okt 2015 Hal 45-54

Artikel VII

Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Pemberian ASI Eksklusif


Tabel 3
Distribusi Responden Berdasarkan Hubungan Dukungan Keluarga dengan
Pemberian ASI Eksklusif pada bayi 0-6 bulan yang di Puskesmas Bulili Kec. Palu
Selatan
Pemberian ASI Eksklusif
Dukungan
Keluarga

Tidak ASI
Eksklusif

Total

ASI
Eksklusif

Tidak
Mendukung

36

78,3

10

21,7

43

100

Mendukung

23

46,0

27

54,0

53

100

Total

59

61,5

37

38,5

96

100

P
Value

OR
95%
CI

0.002

4,226

Sumber : Data Primer 2015


Pada tabel 3 menunjukkan bahwa total
keseluruhan responden adalah 96 bayi.
Dari 43 responden yang
dukungan
keluarga tidak mendukung sebanyak 36
responden (78,3%) tidak ASI Eksklusif
dan 10 responden (21,7%) ASI Eksklusif.
Kemudian dari 53 responden dukungan
keluarga mendukung sebanyak 23
responden (46,0%) tidak ASI Eksklusif ,
dan sebanyak 27 responden (54,0%) ASI
Eksklusif.

nilai OR= 4,226 artinya responden yang


tidak mendukung berpeluang 4,226 kali
tidak memberikan ASI Eksklusif pada
bayi 0-6 bulan.
PEMBAHASAN
1. Hubungan
Pekerjaan
dengan
Pemeberian ASI Eksklusif
Hasil penelitian melalui analisis
univariat
menunjukkan
bahwa
sebagian besar ibu bayi yang
berkunjung di Puskesmas Bulili
Kecamatan Palu Selatan memiliki
pekerjaan yang bekerja. Berdasarkan
hasil penelitian melalui analisis
bivariat menunjukkan ada hubungan
antara pekerjaan dengan pemberian
ASI Eksklusif , karena dari beberapa
ibu bayi
yang berkunjung di

Hasil uji statistik dengan menggunakan


Chi-Square diperoleh nilai P = 0,002 (P <
0,05) maka dapat disimpulkan ada
hubungan bermakna antara dukungan
keluarga
dengan
pemberian
ASI
Eksklusif pada bayi 0-6 bulan atau (Ho
ditolak). Dari hasil analisis diperoleh pula
50

Promotif, Vol.5 No.1, Okt 2015 Hal 45-54

Artikel VII

Puskesmas Bulili memiliki pekerjaan


di bandingkan yang tidak bekerja
,Cakupan pemberian ASI Eksklusif
bayi 0-6 bulan
yang berkurang
karena pekerjaan ibu. Sehingga
pekerjaan merupakan faktor yang
berhubungan dengan pemberian ASI
Eksklusif pada bayi 0-6 bulan.
Menurut peneliti pada saat
melakukan
penelitian
ditemukan
bahwa pada saat keseluruhan ibu
yang bekerja tidak memberikan ASI
Eksklusif ini dikarenakan ibu yang
bekerja memilih susu formula kepada
bayinya
karena
mempunyai
kesibukan bekerja diluar rumah
bekerja
sebagai
wiraswasta,PNS,pegawai swasta,dan
honorer , memungkinkan ibu susah
untuk memberikan ASI Eksklusif
kepada
bayinya
dikarenakan
kesibukan ibu bekerja diluar rumah
dan rata - rata ibu yang bekerja
memilih susu formula karena lebih
cepat dan praktis dan anak mudah
dibawa kemana-mana dengan susu
botol dan anak bisa ditinggal kapan
saja. Serta bagi ibu yang bekerja ada
yang memberikan ASI Eksklusif
dengan cara memerah ASI dan
memasukan di freezer setelah itu
apabila bayi mau menyusui ASI ibu
yang di perah di hangatkan untuk di
berikan pada bayinya.
Menurut Amiruddin ,(2010)
pekerjaan
berkaitan
dengan
pemberian ASI. Ibu yang bekerja
cenderung
memiliki waktu yang
sedikit untuk menyusui bayinya akibat
kesibukan kerja. Sedangkan ibu yang
tidak bekerja (ibu rumah tangga)
mempunyai waktu yang cukup untuk
menyusui bayinya
Penelitian ini sejalan dengan
penelitian Esse Puji Pawenrusi (2011)
di wilayah Puskesmas Kelurahan
Tamamaung Kota Makkasar berjudul
faktor yang berhubungan degan

pemberian ASI Eksklusif ,yang


menyatakan
bahwa
pekerjaan
merupakan
salah
satu
yang
menghambat
pemberian
ASI
Eksklusif, karena hampir semua ibu
yang bekerja dan tidak bekerja
memberikan susu formula degan nilai
P=0,001.
2. Hubungan
Peran
Iklan
Susu
Formula Dengan Pemberian ASI
Eksklusif
Hasil penelitian melalui analisis
univariat
menunjukkan
bahwa
sebagian besar ibu bayi yang
berkunjung di Puskesmas Bulili Kec.
Palu Selatan yang berperan dengan
iklan susu formula. Berdasarkan hasil
penelitian melalui analisis bivariat
menemukkan ada hubungan antara
peran iklan susu formula dengan
pemberian ASI Eksklusif , karena dari
beberapa ibu bayi yang berkunjung di
Puskesmas
Bulili
berperan
memberikan susu formula kepada
bayinya daripada memberikan ASI
Eksklusif Sehingga peran iklan susu
merupakan faktor yang berhubungan
dengan pemberian ASI Eksklusif pada
bayi 0-6 bulan.
Menurut peneliti pada saat
melakukan
penelitian
ditemukan
bahwa ibu lebih memilih berperan
dalam memberikan susu formula
pada bayinya. hal ini disebabkan oleh
kurang nya motivasi dan kemauan
untuk memberikan ASI dan merasa
bosan jika anak nya sekali disusui
menangis dan merasa tidak puas
maka siiibu beranggapan bahwa ASI
nya tidak enak serta itu ibu
memberikan susu formula diselengi
oleh ASI ibu. Dan siibu tergiur
dengan melihat
promosi-promosi
dimedia bahwa susu formula bisa
membuat anak lebih
pintar dan
cerdas. Serta yang tidak berperan
pada iklan susu formula dan
memberikan ASI Eksklusif yaitu ibu
51

Promotif, Vol.5 No.1, Okt 2015 Hal 45-54

Artikel VII

yang pemahaman pada ASI lebih


mengetahui kandungan gizi pada ASI
lebih bagus buat perkembangan si
anak.
Menurut
Elita
(2010)
Banyaknya pilihan susu formula di
pasaran, ditambah perubahan gaya
hidup
membuat para ibu zaman
sekarang lebih memilih susu formula
daripada ASI ekseklusif. Padahal ada
satu zat penting untuk bayi yang
tidak terdapat dalam susu formula.
Zat tersebut adalah kolostrum yaitu
susu istimewa yang diproduksi pada
trimester
III kehamilan
sampai
dengan hari ketiga atau keempat
setelah persalinan. Kolostrum ini
biasanya berwarna kuning sampai
oranye dan lengket serta tebal.
Mempunyai kandungan lemak rendah
sedangkan kaya akan karbohidrat.
Menurut
Penelitian
Soetjiningsih (2010) dengan teori
yang dikemukkan yang menyatakan
bahwa semakin bayak informasi yang
diperoleh melalui media tentang susu
formula, maka keterpaparan semakin
tinggi
dalam
berperan
pada
penggunaan susu formula.
Penelitian ini sejalan dengan
penelitian Helena E Sahusilawane,
(2013) yang berjudul Faktor yang
mempengaruhi pemberian PASI pada
bayi 0-6 bulan di wilayah kerja
Puskesmas Chiristina Martha Tiahahu
Kota Ambon yang menyatakan peran
iklan susu formula. Dari hasil
penelitian diperoleh ibu memberikan
PASI disebabkan oleh ibu sering
mendapat informasi dari media terkait
susu formula baik dari media
elektronik maupun media cetak dan
selain itu sebagian responden juga
masih memiliki pemahaman bahwa
semakin mahal susu formula semakin
baik nilai gizinya. Karena itu hampir
semua berperan memberikan susu
formula kebanding ASI Eksklusif

dengan nilai P=0,028 pada penelitian


Helena
3. Hubungan
Dukungan
keluarga
Dengan Pemberian ASI Eksklusif
Hasil penelitian melalui analisis
univariat
menunjukkan
bahwa
sebagian besar ibu bayi yang
berkunjung di Puskesmas Bulili
Kecamatan Palu Selatan yang tidak
mendukung
dukungan keluarga.
Berdasarkan hasil penelitian melalui
analisis bivariat menunjukkan ada
hubungan antara dukungan keluarga
dengan pemberian ASI Eksklusif pada
bayi 0-6 bulan , karena dari beberapa
ibu bayi
yang
berkunjung di
Puskesmas Bulili tidak mendukung
dukungan keluarga
pada ASI
Eksklusif pada bayi 0-6 bulan
Sehingga
dukungan
keluarga
merupakan faktor yang berhubungan
dengan pemberian ASI Eksklusif pada
bayi 0-6 bulan.
Menurut peneliti pada saat
melakukan
penelitian
ditemukan
bahwa ibu lebih memilih tidak
mendukung. hal ini disebabkan oleh
orang tua dari ibu bayi yang tidak
memberikan ASI Eksklusif tetapi di
berikan ASI dan di tambah dengan
pisang , bubur atau MP-ASI karena
menurut dari orang tua ibu bayi kalau
di beri ASI saja tanpa makanan
pendamping bayinya menangis dan
rewel karena di sebabkan menurut
pemahaman dari orang tua si ibu
bayi, bahwa ASI ibu yang di berikan
pada bayi menurutnya bayi kurang
kenyang di berikan ASI , maka dari itu
di tambah dengan makanan MP-ASI
atau menurut dari orang tua si ibu
bayi makanan bergizi.
Menurut
Sudiharto
(2007)
menyatakan
bahwa
dukungan
keluarga
mempunyai
hubungan
dengan suksesnya pemberian ASI
Eksklusif
kepada bayi. Dukungan
keluarga adalah dukungan untuk
52

Promotif, Vol.5 No.1, Okt 2015 Hal 45-54

Artikel VII

memotivasi ibu memberikan ASI saja


kepada bayinya sampai usia 6bulan,
memberikan dukungan psikologis
kepada ibu dan mempersiapkan
nutrisi yang seimbang kepada ibu.
Penelitian ini sejalan dengan
penelitian Anggorowati, Fita Nuzulia
(2013) yang berjudul
hubungan
antara dukungan keluarga dengan
pemberian ASI eksklusif pada bayi di
desa Bebengan Kecamatan Boja
Kabupaten Kendal Hal ini mungkin
dikarenakan dengan ibu menyusui di
desa Bebengan mengatakan bahwa
ibu enggan menyusui bayi karena ibu
mengalami lecet pada puting, air susu
tidak keluar sehingga ibu memberikan
susu formula dan bayi mengalami
bingung puting. Masih banyak juga
yang beranggapan bahwa susu
formula lebih praktis diberikan dari
pada ASI saat ibu tidak bersama bayi.
Dengan nilai P=0,003

Disarankan
kepada
petugas
kesehatan agar lebih meningkatkan
lagi penyuluhan pada ASI Eksklusif
,Kalau bisa tiap melakukan posyando
dengan mempersiapkan salah satu
petugas kesehatan untuk memberikan
penyuluhan kepada ibu-ibu yang
anaknya selaesai di imunisasi
2. Bagi Institusi Pendidikan
Hasil Penelitian ini agar dapat
dijadikan informasi atau referensi
keilmuan di bidang gizi kesehatan
masyarakat dan KiA( Kesehatan Ibu
dan Anak) serta berkaitan dengan
pemberian ASI Eksklusif pada bayi 06 bulan.
3. Bagi Peneliti Selanjutnya
Agar dapat melakukan penelitian
yang berkaitan dengan pekerjaan,
terutama peran iklan susu formula
,karena degan adanya susu formula
itu yang mengakibatkan salah satu
faktor pada pemberian ASI Eksklusif
pada bayi 0-6 bulan menurun dan
dengan
penambahan
item
pertanyaan dalam kuesioner atau
melakukan penelitisan dengan desain
penelitian yang berbeda.

KESIMPULAN
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan
dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1.

Ada hubungan pekerjaan dengan


pemberian ASI Eksklusif 0-6
bulan di Puskesmas Bulili Kec.
Palu Selatan, dengan P value =
0,006 (P < 0,05).
2. Ada hubungan peran iklan susu
formula dengan pemberian ASI
Eksklusif 0-6 bulan di Puskesmas
Bulili Kec. Palu Selatan, dengan P
value = 0,000 (P < 0,05).
3. Ada hubungan dukungan keluarga
dengan pemberian ASI Eksklusif 0-6
bulan di Puskesmas Bulili Kec. Palu
Selatan, dengan P value = 0,002(P <
0,05)

DAFTAR PUSTAKA
Anggrowati,Fita Nuzulia.2013.Hubungan
Antara Dukungan Keluarga
Dengan Pemberian ASI
Ekskklusif
Pada Bayi Di
Desa Bebengan Kec.Boja
Kab. Kendal. Penelitian.
Semarang.
Amiruddin,2010. IMD Starategi Ampuh
Menurunkan Kematian Bayi.
New Paradigma For Public
Health.Makkasar

SARAN
1. Bagi Puskesmas
53

Promotif, Vol.5 No.1, Okt 2015 Hal 45-54

Artikel VII

Arief,2009. Panduan Ibu cerdas ASI dan


Tumbuh
Kembang.
Media
Pressindo.Yogyakarta
Briawan, 2004. Internet. Pengaruh
Promosi
Susu
Formula
Terhadap
Pergeseran ASI
http://eprints.undip.ac.id.
Diakses 23 Desember 2009
Dinkes,Kota Palu.2013. Profil Kesehatan
Kota Palu Tahun 2013. Dinkes Kota
Palu. Palu
Dinkes ,Prov Kota Palu. 2013. Profil
Kesehatan Propinsi Sulawesi Tengah.
Palu
Elita,2010.Kolostrum Susu Istimewa
Untuk Bayi Baru Lahir.
http:parapenuliskreatifwordp
rees.com.Di kutip 25 juni
2013
Esse Puji Pawenrusi,.2011.Faktor Yang
Berhubungan
Dengan
Pemberian ASI Eksklusif.
Penelitian. Makkasar
Helena E Sahusilawane,2013. Faktor
Yang
Mempengaruhi
Pemberian PASI Pada Bayi
0-6 Bulan Di Wilayah Kerja
Puskesmas
Chiristina
Martha
Tiahahu.Penelitian.Ambon

Eksklusif . Kemenkes RI
Ditjend Bina Gizi dan
KIA.Jakarta
Notoadmodjo,
2010.
Metodologi
Penelitian Kesehatan. Rineka
Cipta. Jakarta
Permenkes,2006. Peraturan Menteri
Kesehatan (Permenkes) No.
450/2004.
Depkes
RI.
Jakarta
Prasetyono, 2012. Buku Pintar ASI
Eksklusif Diva Press.Yogyakarta
Puskesmas
Bulili,
2013.
Profil
Puskesmas Bulili Tahun 2013.
Puskesmas Bulili. Palu
Soetjaningsih, 2010. ASI Petunjuk
Untuk Tenaga Kesehatan,
EGC. Jakarta
Sudiharto, 2007. Asuhan Keperawatan
Keluarga
dengan
Pendekatan
Keperawatan
Transkultural.
EGC,
Jakarta
Word Health Organitation (WHO)
,2010. Pelatihan Konseling
Menyusui
Sejak
Lahir
sampai
Enam
Bulan
hanya ASI saja. Jakarta

Kemenkes,RI.2013.
Rencana
Aksi
Akselerasi Pemberian Asi

54