Anda di halaman 1dari 6

Nama

Kelas
Kel
NIM

:
:
:
:

Asri Rizki Pratama


A14
1A
1415015002

Bridge & EoIp


Bridge atau Jembatan jaringan (bahasa Inggris: Network bridge) adalah sebuah komponen jaringan yang
digunakan untuk memperluas jaringan atau membuat sebuah segmen jaringan. Jembatan jaringan
beroperasi di dalam lapisan data-link pada model OSI. Jembatan juga dapat digunakan untuk
menggabungkan dua buah media jaringan yang berbeda, seperti halnya antara media kabel Unshielded
Twisted-Pair (UTP) dengan kabel serat optik atau dua buah arsitektur jaringan yang berbeda, seperti
halnya antara Token Ring dan Ethernet. Jembatan akan membuat sinyal yang ditransmisikan oleh
pengirim tapi tidak melakukan konversi terhadap protokol, sehingga agar dua segmen jaringan yang
dikoneksikan ke jembatan tersebut harus terdapat protokol jaringan yang sama (seperti halnya TCP/IP).
Jembatan jaringan juga kadang-kadang mendukung protokol Simple Network Management Protocol
(SNMP), dan beberapa di antaranya memiliki fitur diagnosis lainnya.
EoIP adalah protocol pada mikrotik routerOS yang membangun sebuah network tunel antar mikrotik
router di atas sebuah koneksi TCP/IP. Interface EoIP dianggap sebagai sebuah interface ethernet. Jika
bridge mode diberlakukan pada EoIP tunnel maka semua protocol yang berbasis ethernet akan dapat
berajalan di bridge tersebut. Karena di anggap seperti hardware interface ethernet yang di bridge. Dan
EoIp hanya dapat dibuat di mikrotik router OS dengan menggunakan protocol GRE (RFC1701). Fungsi
dari Eoip ini adalah secara transparans bisa melakukan bridge ke network remote. Maksimum jumlah
tunnel yang dapat dibuat EOIP tunnel adalah 65535
Setting Bridge di Mikrotik
Digunakan untuk Mikrotik RB750,RB450,RB1100,RB1000.
Diset sebagai Bridge (sebagai penghubung ke Modem).
IP modem : 192.168.1.1
IP client 192.168.1.2 <---> 192.168.1.254 (Dalam satu range Network)
Topologi jaringan IP Modem = 192.168.1.1
Netmask=255.255.255.0

Pertama hubungkan LAN dari Mikrotik Ethernet nomor 2 ke PC dan masukkan ip di PC=
o

Ip Address=192.168.1.2 (sesuaikan dengan network anda)

Netmask=255.255.255.0

Gateway=192.168.1.1 (sesuaikan dengan network anda)

DNS=192.168.1.1 (sesuaikan dengan network anda)

Selanjutnya remote Mikrotik anda dengan winbox,download winbox DISINI

Masuk ke halaman winbox, pastikan winbox bersih dari settingan lama dengan mereset mikrotik
tersebut, di halaman utama winbox klik New Terminal kemudian ketik system reset dan
tekan ENTER di keyboard dan tekan huruf Yseperti gambar di bawah ini:

Tunggu 2 menit Mikrotik mereset system, dan remote mikrotik dengan winbox, di halaman
utama winbox klik Remove Configuration

Di halaman utama winbox klik Bridge dan klik + dan klik OK seperti gambar di bawah ini:

Klik bagian TAB yaitu Port dan + di bagian interface nya pilih ether1 dan di bagian Bridge
nya pilih bridge1 dan klik OK seperti gambar di bawah ini:

Klik Port lagi dan +, Interface nya pilih ether2, Bridge nya pilih bridge1 dan klik OK
seperti gambar di bawah ini:

Selanjutnya kembali ke TAB Bridge dan klik Setting dan centang Use Ip Firewall dan
klik OK seperti gambar di bawah ini:

Selanjutnya sambungkan LAN=


o

Ethernet1 Mikrotik Ke Modem

Ethernet2 Mikrotik Ke HUB

PC Ke HUB

Selanjtunya test ping 192.168.1.1 t, jika sudah replay, lakukan test browsing:

Konfigurasi EoIP
Selanjutnya, kita akan coba implementasikan dengan routerOS EoIP. Maka kita bisa lakukan
langkah konfigurasi sebagai berikut. Langkah pertama, tambahkan interface EoIP di menu
Interfaces. Klik tombol + (add), kemudian pilih EoIP. Langkah ini dilakukan di kedua router, baik
router di Head Office maupun router di Branch Office

Akan muncul properties interface baru yang perlu kita setting, yang paling penting adalah parameter
Remote Address dan Tunnel ID. Pada saat setting router MikroTik disisi Head Office, isi
parameter Remote Address dengan IP Public yang dimiliki oleh router yang ada di Branch Office.
Lakukan hal yang sama ketika setting router disisi Branch Office, bisa dianalogikan seperti bertukar
informsi IP Public. Kemudian pada parameter Tunnel ID, pastikan memiliki nilai yang sama antara
Tunnel ID router Head Office dengan router Branch Office.

Jika EoIP sudah berjalan dan muncul flag R, selanjutnya kita buat bridge yang nanti akan
menjembatani transmisi data dari jaringan LAN yang akan melewati EoIP. Masuk ke menu Bridge,
kemudian klik tombol + (add). Isi nama bridge sesuai keinginan.

Selanjutnya, tambahkan interface EoIP dan interface ethernet yag terkoneksi ke jaringan lokal LAN
ke dalam Port Bridge. Jadi ada dua interface yang menjadi port bridge.

Jika sudah selesai, coba ping antar host dari jaringan lokal dibawah router, misal dari host lokal yang
berada di Head Office ping ke host yang berada di Branch Office.

EoIP Tunnels
Perlu diperhatikan bahwa TUNNEL ID pada sebuah EoIP tunnel harusnya sama antar kedua EoIP
Tunnel. MAC Address antar EoIP harus berbeda satu dengan yang lain. Contoh EoIp tunnel.

Seperti yang kita tahu wireless stasiun tidak dapat di bridge, untuk mengatasi keterbatasan ini kita
akan membuat EoIP tunnel melalui link wireless dan melakukan Bridging dengan interface yang
terhubung ke jaringan LAN.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat EoIP Tunnel.
1. Pastikan anda bisa saling berkomunikasi dengan remote address dengan
melakukan ping, sebelum membuat Tunnel.
2. Pastikan EoIP Tunnel yang anda buat memiliki mac-address yang unik (kedua sisi
tidak boleh sama)
3. Pastikan Tunnel ID pada kedua sisi dari EoIP Tunnel memiliki ID yang sama,
gunanya adalah untuk memisahkan sebuah tunnel dengan tunnel yang lain.