Anda di halaman 1dari 41

STRAINGAUGE

TRAINING MATERIALS
PREPARED FOR

BY:ir.SATOTO,MM

PENGUKURAN/PENGUJIAN
Pada prinsipnya , pengukuran merupakan
suatu aktivitas yang dilakukan untuk
memperoleh harga perbandingan secara
kuantitatif
antara sesuatu yang tidak
diketahui besarannya ( sesuatu yang akan
diukur ) dengan
sesuatu yang telah
diketahui besarannya, yang disebut sebagai
standard
2

Bagaimana cara pengukuran agar


dapat diterima ?
Tiga hal harus dipenuhi :

Standard yang digunakan sebagai pembanding telah


terdefinisi dengan baik dan telah diterima kebenarannya
( legal aspek ).
Prosedur pelaksanaan merupakan prosedur yang berlaku
umum untuk hal tersebut
Peralatan yang digunakan merupakan peralatan yang bila
digunakan berulang ulang tidak memberikan
penyimpangan diluar batas batas toleransi yang
ditentukan

Untuk apa pengukuran dilakukan ?


Aspek Pengembangan Produk
Tidak ada material yang
benar benar homogen
Penggunaan asumsi beban
yang terjadi pada struktur
Penggunaan asumsi pada
analisis perhitungan

Harga produk
Yang Kompetitif
Aspek legal

Ketidak akuratan
hasil perhitungan

Diperlukan harga riil

Iterasi design

Keamanan penggunaan/keamanan publik

Metode Pengukuran
Secara langsung :
Contoh : Mengukur panjang dengan meteran
Secara tidak langsung :
Menggunakan transducer ( alat peraba ) untuk memberi input
Peralatan pemroses input
Alat baca output
Contoh
Pengukuran tekanan ban
Piston didalam alat ukur yang berfungsi sebagai peraba akan
menerima tekanan udara dari ban melalui lubang pentil .
Piston mendorong tuas pengukur yang telah diberi skala .
Gerakan piston berhenti saat gaya pada permukaan piston telah
sama dengan gaya tekan pegas yang berada diatas piston .
Skala sebagai alat baca output

Komponen Sistim Pengukuran


Level 1
Detector
Transducer

Strain Gage

Penerima
Input

Level 2
Intermediate Modifying System

Filter

Integrating
Circuit

Pemroses Input

Level 3
Terminating system

Amplifier

Indicator /
Recorder /
Controller

Alat Baca

Apakah kalibrasi itu ?

Adalah proses untuk membandingkan output yang


dihasilkan oleh suatu sistim pengukuran dengan sistim
pengukuran lain yang telah diakui kebenarannya dengan
menggunakan input yang sama
Hasil yang diperoleh menunjukkan karakteristik
peralatan dalam bentuk kesalahan maksimum hasil
pengukuran relatif terhadap hasil pengukuran
peralatan standard .

STRAIN GAUGE
( SG )
Keuntungan penggunaan SG. sebagai alat ukur :
Mudah dalam instalasinya baik digunakan didalam skala
laboratorium maupun untuk penggunaan dilapangan .
Memberikan kemungkinan untuk mendeteksi harga strain
yang terjadi pada banyak titik pengujian secara simultan .
Dimensi dan massa yang kecil .
Dapat digunakan sebagai tranducer sekunder untuk
mengukur beban , tekanan , temperatur , torsi .
Sederhana dalam aplikasinya dan dapat memberikan hasil
pengukuran yang akurat.

Konstruksi SG

Jenis jenis konstruksi SG

Single element

Three-element 60o
rosette

Two-element 90o rosette

Three-element 45o
stacked rosette

Two-element 90o rosette


for shear - strain

Three-element 45o
rosette

10

Prinsip kerja
B

VAB

VCD = VAB + V

L + L
L

A
L

R =

:
:
:
:

Tahanan
Resistivitas
Luas penampang konduktor
Panjang konduktor

Gauge Factor K
dR/R
K=

a
dR/R

K=

d/
= 1 + 2 +
dL/L

: Poison ratio
Bila constant ------ K = 1 + 2
Untuk material logam , harga K : 2 - 4

( Gauge Faktor )
11

Contoh :
Bila kita menggunakan straingage dengan K = 2 dan tahanan R = 120 , jika terjadi
perubahan regangan sebesar = 1 s ( 0,000001 mm/mm ) , maka :
R = 2 x 120 x 1 x 106 = 240.106 = 0,24 m

Harga K Material Strain gauge


No
1

Material

Komposisi

45 Ni, 55 Cu

2,1

Advance atau
Konstantan
Nichrome V

80 NI, 20 Cr

2,2

Isoelastic

36 Ni, 8 Cr, 0,5 Mo , 55,5 Fe

3,6

Karma

74 Ni, 20 Cr, 3 Al, 3 Fe

2,0

Armour D

70 Fe, 20 Cr, 10 Al

2,0

Alloy 479

92 Pt, 8 W

4,1

12

JEMBATAN WHEATSONE
Rangkaian listrik yang banyak digunakan untuk pengukuran
perubahan tahanan pada straingage .
Dapat digunakan baik untuk pengukuran dinamik maupun statik .
Tenaga penggerak rangkaian dapat berupa suplai tenaga dengan
tegangan konstant maupun suplai tenaga dengan arus konstant .
Rangkaian dengan suplai arus konstant mempunyai liniaritas output
yang lebih baik dari rangkaian dengan suplai tegangan konstant untuk
tingkat perubahan R yang relatif besar.
Untuk keperluan pengujian pada material logam, rangkaian dengan
suplai tegangan konstant sudah cukup memadai.

13

Konfigurasi jembatan
B
VR : Voltage Resource
V : Tegangan output

R2

R1
A

R1

R4

VAB =

VAD =

R1 + R2

R3

R4

VR

VR
R3 + R4

R 1 R 3 R2 R 4

V = VAB VAD =

VR

VR

( R 1 + R2 ) ( R 3 + R 4 )

Jika setiap R berubah dengan R1 , R2 , R3 dan R4 :

( R1 + R1 ) ( R3 + R3 ) (R2 + R2) ( R4 + R4)


V =

( R1 + R1) + ( R2 + R2 ) ( R3 + R3) + ( R4 + R4 )
R1R2

R1

V =

R2

( R1 + R2 )2

R1

R3
+

R2

R4

R3

x VR

x VR

R4

Karakteristik
Jembatan WS
untuk pengukuran
regangan
14

Kalibrasi Rangkaian Straingage


Pengukuran dengan straingage : merupakan suatu sistim
pengukuran :
Sg. sebagai transducer peraba
Power suplai
Rangkaian elektronik
Penguat
Instrument pembaca.
Membandingkan secara langsung perubahan strain tidak
mungkin dilakukan ( Sg harus dilekatkan pada spesimen uji &
diberi beban )

Rsh

R2

R1

Rsh : Shunt resistor


R1 = Rg : Gauge Resistor

Penguat

Instrument Pencatat Data

R3

R4

VR

Rg = 350
Rsh = 100 K
K = 2.1

Diperoleh

1
Saat Rsh dihubungkan :

Kalibrasi sistim pengukuran


dengan menggunakan
Shunt-resistor

Rg
x

Rg + Rsh

= 1660 s
15

Efek kabel pada konfigurasi jembatan


Selalu diperlukan kabel untuk menghubungkan Sg yang
menempel pada spesimen dengan instrument pengukuran .
Panjang kabel dan konfigurasi pemasangan akan
mempengaruhi output pengukuran :
Dengan R1 = Rg + 2 RL , maka kondisi awal rangkaian
menjadi nol .
Jika RL / Rg 0,02 , penggunaan balancing resistor pada
peralatan untuk membuat kondisi awal rangkaian dalam
keadaan setimbang mungkin tidak dapat dicapai .
Tidak dapat mengeliminer perubahan strain karena
perubahan temperatur

16

Efek kabel pada konfigurasi jembatan


RL
Selalu diperlukan kabel untuk
menghubungkan Sg yang menempel
pada spesimen dengan instrument
pengukuran .

Rg

R2
V

RL
Panjang kabel dan konfigurasi pemasangan akan mempengaruhi
output pengukuran :
Dengan R1 = Rg + 2 RL , maka kondisi awal rangkaian menjadi
nol .
Jika RL / Rg 0,02 , penggunaan balancing resistor pada
peralatan untuk membuat kondisi awal rangkaian dalam
keadaan setimbang mungkin tidak dapat dicapai .
Tidak dapat mengeliminer perubahan strain karena
perubahan temperatur .

R4

R3
VR

17

Efek kabel pada konfigurasi jembatan


Bila ada perubahan tahanan pada Rg

R1

Rg
=

R1

Rg / Rg
=

Rg + 2 RL

Perubahan tahanan pada lengan 1 :

Rg
=

1 + 2 RL/Rg

2 RL/Rg
x (1)

Rg

merupakan signal loss factor


1 + 2 RL/Rg
2 RL

Jika 2 RL/Rg 1 , maka

Rg
Contoh :
Misal : Rg = R2 = R3 = R4 = 120 . Gauge faktor K = 2
Panjang masing masing kabel penghubung L = 15 m dan tahanan kabel adalah 10 per 30 m
Tegangan eksitasi VR = 5 V
Berapa ekuivalensi strain yang terjadi dengan perubahan Rg = 1 m bila :
a. Straingauge dihubungkan langsung pada jembatan wheatstone tanpa menggunakan kabel penyambung ?
b. Straingauge dihubungkan pada jembatan dengan menggunakan kabel penyambung L
a.

Rg
=

= 4,2 s
K. Rg

Error output sebesar 11 %.

0,0092
b.

x 4,2 s = 3,71 s
0,0104
18

Efek kabel pada konfigurasi jembatan


Konfigurasi 3 kabel

RL

Rg

Rg = R2 = R3 = Rx .
R1 = Rg + RL dan
R4 = Rx + RL

V
R3

Rx

Pada keadaan awal rangkaian akan


setimbang karena R1 . R3 = R2 . R4
Mereduksi error .

R2

RL
VR

Dapat mengeliminir efek perubahan


temperatur .:
Untuk data contoh sebelumnya diperoleh :
4,2 3,92

0,0097

x 4,2 s = 3,92 s
0,0104

Eror =

= 0,06 = 6 % .
4,2
19

Eliminasi efek temperatur. ( Perubahan temperature : T ) :

V =

R1R2

Rg

Rg
+

( R1 + R2 )2

(Rg + RL)

RL
+

(Rg + RL )T

Rx

(Rg + RL )T

RL

(Rx + RL) T (Rx + RL) T

VR

20

Konstanta Jembatan dan orientasi instalasi Sg


Konstanta jembatan didefinisikan sebagai perbandingan antara
harga output yang ditunjukkan oleh instrument dengan harga
yang ditunjukkan instrument apabila hanya satu lengan yang
aktif .
A
K=
B

A : Output yang ditunjukkan instrument


B : Output jembatan apabila hanya satu lengan yang aktif
K : Konstanta jembatan

21

Konstanta Jembatan dan orientasi instalasi Sg

V =

R1

R1R2
x
( R1 + R2

R1 = R 2 = R3 = R 4
Jika terjadi momen akibat beban yang tidak
berada pada satu garis kerja , maka strain akibat
momen akan turut terekam .
Lengan ke 1 merupakan lengan aktif .
Lengan ke 2 berfungsi sebagai dummy .
Lengan kedua akan mengeliminir apparent strain
karena perubahan temperatur
A=B
K=1
Output instrument = Nilai riil

)2

1
x VR =

R1

x VR.
4

22

R1 = R 2 = R3 = R 4
Gage 2 dan 4 berfungsi sebagai dummy
Posisi gage 1 yang berlawanan dengan gage 3
akan menghilangkan strain akibat momen .
Apparent straint akan dieliminir
A=2B
K=2
Output instrument = 2 x Nilai riil

V =

R1

R1R2
x

R3
+

( R1 + R2 )2

R1

x VR .
R3

R1 = R 2 = R3 = R 4
Gage 1 dan 2 aktif
Apparent strain akan dieliminir
A=2B
K=2
Output instrument = 2 x Nilai riil

V =

R1

R1R2
x
( R1 + R2 )2

R1
+

R1

R2

(R1) T

R2
+

R2

x VR .
(R2) T
23

R1 = R 2 = R3 = R 4
Gage 1 ,2,3 dan 4 aktif
Strain akibat momen akan saling menghilangkan
Gage 2 dan 4 :
Merekam strain dalam arah lateral (Poison ratio = ).
Juga berfungsi sebagai kompensasi temperatur .
K=2(1+)
A = 2( 1 + ) x B
Output instrument = 2 ( 1 + ) x Nilai riil

1 = 3 , 2 = 4 = 1
R1
1 =

R3
= 3 =

K R1

2 =

K R3

K R2

( R1 + R2

R1

R1
+

R1

R1

R1

x VR
R1

R1

1
=

= 1
K R4

R1

)2

R4
4 =

R1

R1R2

V =

R2

2(1+)

x VR.

R1

24

Posisi straingage untuk mengukur strain


akibat torsi .
Sensistiv terhadap beban torsi dan
momen lentur
Efek temperatur dieliminir
Konstanta jembatan = 2

25

Pemilihan Jenis SG Terkait Arah Pengukuran


Tipe single : Untuk tegangan yang telah diketahui arahnya
Tipe Rosette : Untuk tegangan yang belum diketahui arahnya

Pada setiap keadaan struktur yang dikenai


beban , kita hanya tertarik kepada tegangan
maupun regangan maksimum yang terjadi

Principal Stress ( Tegangan utama ) tidak


diketahui arahnya .
Sg hanya mendeteksi arah stress searah dengan
arah foil Sg.
Digunakan Sg jenis Rosette untuk mengetahui
arah dan besar principal stress

Memerlukan analisa
perhitungan untuk
memperoleh
besarannya

26

Tegangan Maksimum & Minimum

( x + y )
=

( x - y )
+

( x y )

Cos 2 xy Sin 2

Sin 2 + xy Cos 2 .

2
Tegangan tegangan pada elemen bidang
Tegangan maksimum dan minimum :

( x + y )
( ) mak/min = ( )1,2 =

( x

( ) max/min = ( ) 1/2 =

Arah bidang :

y) 2
2

(x
2

y)2

+ (xy )2

( xy )2

( x y )
tang 2 =
2xy

Arah bidang :
( x y )
tang 2 =
2xy
27

Tegangan Maksimum & Minimum


Lingkaran MOHR

28

Regangan Maksimum dan Minimum


Regangan pada arah sudut
ea = ex Cos2 + ey Sin2 + xy Sin Cos

ex + ey

ea =

ex ey

+
2

xy

Cos 2 +
2

Sin 2

ab = ( ey ex ) Sin 2 + xy Cos 2

Regangan maksimum dan minimum .


Arah :
(ea ) maks/min = (e )1/2 = 0,5 ( ex + ey ) (0,5)

(ex ey) 2 + ( xy )2

xy
tang 2 =
( ex ey )

29

Analisis Perhitungan
Hasil Pengukuran Dengan SG Rosette
Tiga arah pengukuran regangan relatif terhadap
koordinat x y .

Y
C

ea = ex Cos2 a + ey Sin2 a + xy Sin a Cos a

B
c

eb = ex Cos2 b + ey Sin2 b + xy Sin b Cos b


A

ec = ex Cos2 c + ey Sin2 c + xy Sin c Cos c

b
a
X

30

Pengukuran dengan SG Rosette


Sudut masing masing arah
Komponen Sg. : 0o , 45o dan 90o .
C

a = 0o
b = 45o
c = 90o

A
a = 0o
b = 45o
c = 90o

ea = ex
eb = exCos2 45o + ey Sin2 45o + xy Sin 45o Cos 45o = 0,5 ( ex + ey + xy )
ec = ey

Dengan demikian :
xy = 2 eb ex ey = 2 eb ea ec
e maks = e1 = 0,5 ( ea + ec ) + (0,5)

(ea ec) 2 + (2 eb ea ec )2

e min = e2 = 0,5 ( ea + ec ) (0,5)

(ea ec) 2 + (2 eb ea ec )2
31

Pengukuran tegangan geser bidang

(ea eb )
a = b
Untuk a = 45o

xy =
xy

Sin 2a
= ea eb

Tipe Sg Untuk Pengukuran Regangan Geser

32

Instalasi Sg. Pada Spesimen


Prosedur proses pemasangan :
1. Perencanaan
1. Pemilihan jenis S.g dan material pendukungnya
2. Mempersiapkan permukaan specimen

3. Mempersiapkan Sg. yang akan dipasang


4. Pemasangan S.g
5. Pemasangan kabel penghubung

6. Checking hasil pemasangan


7. Melekatkan material pelindung S.g

33

1. PERENCANAAN :
Informasi Kondisi
1. Jenis material uji
2. Jenis pengujian
3. Temperature pengujian
4. Strain information :
a. Jenis strain
b. Arah strain
c. Strain gradient
5. Maxsimum strain level

Lingkup Perencanaan
Pemilihan jenis sg.
Pemilihan jenis adheisve
Pemilihan material
pelindung sg
Pemilihan dimensi sg.

2. PEMILIHAN JENIS STRAIN GAUGE .

Dimensi ( Gauge length )


Material s.g.
Konstruksi ( Gauge pattern )
Tahanan sg.

34

Adhesive
Karakteristik adehsive untuk strain gauge :

Mampu membentuk lapisan setipis mungkin, bebas rongga dan


mempunyai kekuatan geser tinggi
Compatibel dengan backing material sg. dan material uji
Mempunyai range operasional temperature yang cukup besar
Mempunyai sifat linieritas yang baik
Waktu curing ( Proses polimerisasi ) yang cepat
Mempunyai elongasi yang cukup besar

35

Type adhesive
A. Cyanoacrylat :
Jenis yang paling banyak digunakan
Polimerisasi ( curing ) pada temparatur kamar / Cold curing .
Berbentuk cairan dan tidak memerlukan campuran apapun dalam penggunaannya
Waktu curing yang cukup memadai untuk operasional instalasi
Tidak memerlukan tekanan tinggi untuk curing , cukup dengan tekanan ibu jari selama
proses curing ( kurang dari 1 menit )
Daya tahan : 6 bulan pada temp 24 0C dan dapat bertahan lebih lama pada temp 5 0C
Kemampuan mulur ( elongasi ) samapai 15 % ( 150.000 s )
Range temperatur operasi ; 5 0C samapai + 50 0C
Mudah menyerap uap air dan kelembaban yang akan berakibat mengurangi daya lekat .
Kurang baik untuk permukaan specimen yang porous
B. Epoxy : Dua jenis curing : Cold dan Hot curing

a. Cold curing :

Terdiri lebih dari 1 komponen


Memerlukan tekanan 5 20 psi selama curing
Temperatur operasional sampai 90 0C
Elongasi 6% maksimum
Cocok untuk permukaan specimen yang porous

36

b. Hot Curing :

Terdiri lebih dari 1 komponen


Tekanan 15 20 psi
Temperatur curing 150 0C selama 2 3 jam
Baik untuk digunakan pada transducer ( missal : Load
cell ) ,karena creep dan histerisis rendah .
Temperatur operasional dapat sampai 300 0C
C. Polyester :
Mempunyai shear strength yang tinggi

Curing pada temperature rendah


Peel strength buruk ( mudah lepas )
Temperatur operasional sampai 150 0C

37

3. PENYIAPAN PERMUKAAN SPESIMEN.


5 langkah operasional dalam penyiapan permukaan specimen :
Menghilangkan minyak dan sejenisnya dari permukaan
Menghaluskan dan menghilangkan kerak ;

Memberi tanda ( marking ) arah sg pada permukaan specimen


Membersihkan kembali dari sisa kotoran akibat marking
Menetralkan permukaan agar PH mencapai PH netral

38

4. PENYIAPAN STRAIN GAUGE


Sg. harus dijaga tetap bersih sebelum digunakan
Lekatkan sg pada permukaan adhesive dengan menggunakan transparent tape
( cellophane tape )
Tempatkan posisi sg tersebut sesuai dengan arah pada permukaan spesimen
Gunakan adhesive pada permukaan specimen
Tempelkan sg pada specimen sambil ditekan secara merata agar adhesive
tersebar merata pada permukaan sg .

39

5. PEMASANGAN KABEL PENGHUBUNG


Gunakan terminal untuk penyambung ke kabel penghubung
Solder kabel penghubung ke terminal
Solder sg ke terminal

40

6. INSTALASI PELINDUNG

7. CHECKING HASIL INSTALASI


Tahanan antara instalasi kabel sg dengan spesimen
minimum 10.000 M

41