Anda di halaman 1dari 26

LABORATORIUM KOROSI

SEMESTER GANJIL TAHUN AJARAN 2015/2016

MODUL

: PROTEKSI KATODIK 1

PEMBIMBING

: Ir. Nurcahyo, MT

Praktikum

: 30 September 2015

Penyerahan : 09 Oktober 2015


(Laporan)

Oleh :
Kelompok

: IV

Nama

: 1. Nabila Vidiaty N.

(131424015)

2. Nadhira Rifarni

(131424016)

3. Rita Inayah

(131424025)

Kelas

: 3A- TKPB

PROGRAM STUDI DIPLOMA IV TEKNIK KIMIA PRODUKSI BERSIH


JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2015

PROTEKSI KATODIK 1
I.

PENDAHULUAN
Tujuan

II.

Dapat mengetahui dan memahami prinsip proteksi katodik dengan sistem

anoda korban maupun impressed current


Dapat mendeteksi sistem perpipaan dalam tanah yang telah terkorosi

LANDASAN TEORI
Prinsip Proteksi Katodik
Proteksi Katodik (Cathodic Protection) adalah teknik yang digunakan untuk
mengendalikan korosi pada permukaan logam dengan menjadikan permukaan
logam tersebut sebagai katode dari sel elektrokimia. Proteksi katodik ini
merupakan metode yang umum digunakan untuk melindungi struktur logam dari
korosi. Sistem proteksi katodik ini biasanya digunakan untuk melindungi baja,
jalur pipa, tangki, tiang pancang, kapal, anjungan lepas pantai dan casing
(selubung) sumur minyak di darat (wikipedia,2012).
Sedangkan menurut elektro blog (2010) Proteksi katodik adalah suatu cara
perlindungan korosi secara elektrokimia di mana reaksi oksidasi pada sel galvanik
dikonsentrasikan pada anoda dan menghilangkan korosi pada katoda. Struktur
yang akan dilindungi secara listrik dibuat negatif sehingga bertindak sebagai
katoda. Elektroda yang lain secara listrik dibuat positif dan bertindak sebagai
anoda hingga tercipta suatu sistem rangkaian arus listrik searah tertutup
sebagaimana hanlnya bila sepotong logam terkorosi. Sistem ini membutuhkan
anoda, katoda, aliran listrik di antara keduanya dan adanya elektrolit. Dengan kata
lain, penerapannya hanya mungkin bila struktur yang diproteksi dan anoda berada
pada hubungan secara langsung baik secara elektronik maupun elektrolit
Pada proteksi katodik ini, katodanya bebas dari korosi dan proses korosi akan
terjadi di anoda. Pada umumnya logam adalah anoda namun pada sistem
perlindungan katodik logam berfungsi sebagai katoda sehingga akan terlindung
dari korosi. Hal ini terjadi dengan cara mengalirkan elektron yang memiliki arus
listrik lebih tinggi daripada yang dihasilkan oleh reaksi korosi pada anoda

sehingga potensial logam terhadap lingkungan menurun sampai potensial proteksi,


di mana logam secara teknis dianggap tidak terkorosi lagi. Perlindungan katodik
membutuhkan sumber arus listrik untuk mencegah serangan korosi pada logam.
Ditinjau dari sumber arus listriknya, metode proteksi katodik dibagi menjadi
dua,yaitu metode impressed current dan metode sacrificial anode.
1

Impressed Current
Pengkorosian terjadi karena adanya perpindahan elektron terjadi dari anoda
(besi) ke katoda. Maka pada aplikasi ini besi dipaksa menjadi katoda dengan
membalikkan arus elektron sehingga bergerak dari anoda (yang inert atau tidak
mudah bereaksi) menuju besi.Metode impressed current ini biasanya digunakan
pada

lingkungan

yang

memiliki

resistivitas

yang

tinggi.

Keuntungan

digunakannya metode ini adalah :

Level dari proteksi dapat diatur

Arus yang digunakan tinggi

Area proteksi yang luas

Dapat memproteksi struktur yang tidak di coating dengan baik.


Beberapa kerugian apabila menggunakan metode ini :

Kemungkinan terjadinya interferensi sangat besar

Perlu perawatan yang baik

Kemungkinan terjadinya overprotection sangat besar

Adanya biaya untuk menjalankan energi eksternal

Dibutuhkannya energi listrik (DC) yang cukup besar.

Metode anoda korban ( sacrificial anode )


Metode dengan menghubungkan benda kerja dengan logam lain yang
memiliki potensial reduksi yang lebih kecil (anoda). Hal ini akan menyebabkan
terjadinya suatu sel galvanik dan menjadikan benda kerja sebagai suatu katoda.

Arus listrik disuplai dari proses korosi yang terjadi pada sumber arus listrik yang
terbuat dari logam aktif seperti zinc dan aluminium yang memiliki arus positif
yang lebih besar daripada logam. Perbedaan potensial elektron ini menyebabkan
adanya daya tarik elektron bebas negatif yang lebih besar daripada daya tarik ionion pada logam. Hal ini mengakibatkan sumber arus listrik tersebut akan
ter.serang korosi dan sebaliknya logam akan terlindungi korosi.
Keuntungan-keuntungan dilakukannya anoda korban ini adalah:

tidak diperlukan adanya sumber energi

mudah untuk dilakukan (ongkos pemasangan murah)

kemungkinan terjadinya interferensi katodik pada struktur lain kecil

self-regulating

kemungkinan terjadinya overprotecting kecil

distribusi potensial merata.

Tetapi cara ini juga memiliki keterbatasan, yaitu:

arus terbatas

anoda yang habis harus diganti

anoda akan menambah berat dari struktur

Jenis proteksi katodik


Proteksi katodik merupakan salah satu cara untuk mencegah terjadinya korosi pada
logam.

Prinsip

kerjanya

adalah

dengan

mengubah

benda

kerja

menjadi

katoda.Katodik proteksi dilakukan dengan mengalirkan elektron tambahan ke dalam


material. Terdapat dua jenis proteksi katodik, yaitu metode impressed current dan
galvanic couple.

Galvanic couple

Metode galvanic couple adalah metode dengan menghubungkan benda kerja dengan
logam lain yang memiliki potensial reduksi yang lebih kecil. Hal ini akan
menyebabkan terjadinya suatu sel galvanik dan menjadikan benda kerja sebagai suatu
katoda.

Gambar 2.1 galvanic couple (www.elektroblog,2010)

Keuntungan-keutungan dilakukannya galvamic couple ini adalah:


-

Dapat digunakan walaupun tidak ada sumber listrik dari luar.

Tidak mengeluarkan tambahan biaya untuk pemakaian alat-alat listrik.

Sangat mudah pengawasannya sehingga tidak dibutuhkan orang yang benar-benarahli.

Arus

tidak

mungkin

mengalir

pada

arah

benar-benar terjadi
-

Pemasangan anoda korban sederhana.

Distribusi potensial merata


Tetapi cara ini juga memiliki keterbatasan, yaitu :

Arus terbatas

Anoda yang habis harus diganti

Anoda akan menambah berat dari struktur

yang

salah

sehingga

proteksi

Arus

yang

tersedia

bergantung

pada

luasan

anoda,

tentunya

bersifat

lebih

konsumtif bila struktur yang diproteksi sangat besar.

Impressed Current
Jenis yang kedua adalah dengan metode impressed current. Metode ini menggunakan
masukan arus listrik dan anoda inert yang tidak akan habis sehingga sistem ini dapat
digunakan pada waktu yang lama.Metode impressed current ini biasanya digunakan pada
lingkungan yang memiliki resistivitas yang tinggi. Keuntungan lain apabila digunakan
metoda ini adalah :
-

Jika tersedia cukup tegangan listrik maka arus proteksi dapat ditingkatkan
sesuai yang diinginkan, selama material anoda tetap berfungsi

Tegangan tidak perlu besar walaupun ada kehilangan karena tahanan,karena


hal ini dapat diatur dengan meningkatkan arus.

Arus yang digunakan tinggi

Area proteksi yang luas

Dapat memproteksi struktur yang tidak diCoating dengan baik.


Sementara itu terdapat beberapa kerugian apabila menggunakan metoda ini, yaitu ;

kemungkinan terjadinya interferensi sangat besar

perlu perawatan yang baik

Harus selalu memperhatikan arah arus yang diberikan agar tidak terbalik

Anodanya harus tersekat dan tahan air jika pencelupannya memungkinkan,


terjadinya korosi pada bagian sekatnya.

Gambar 2.2 Impressed Current(hardiananto.wordpress.com,2010)

Proteksi katodik ini banyak digunakan pada industri-industri, terutama pada pipapipa yang perananannya sangat penting dalam produksi. Namun, proteksi katodik pada
pipa-pipa ini akan mungkin digunakan(dilihat secara ekonomi) apabila terminal point
dipakaikan suatu isolating joint untuk memisahkan pipa yang diproteksi dengan pipa
yang memiliki resistansi yang rendah. Isolating joint ini tidak cocok digunakan untuk
instalasi yang besar seperti compressor station dan industrial plant.Biaya yang diperlukan
serta kemungkinan terjadinya kegagalan dalam proteksi katodik akibat dari kompleksitas
dari sistem dan jumlah joint yang sangat banyak.

Basic protection
Gambar 2.4 menunjukkan basic protection pada suatu compressor station.Pada basic
protection, area proteksinya mencakup seluruh sistem.Sistem ini meliputi pipa, concrete,
dan sistem compressor.Jadi, tidak hanya coating defect yang terkena pengaruh dari
anoda, tetapi seluruh sistem. Pada tanah yang memiliki resistansi yang rendah, anoda
diletakkan agak dalam sehingga diperoleh distribusi arus yang homogen

Gambar 2.4 basic protection pada suatu compressor station.

Hot Spot
Hot spot adalah bagian dari pipa yang tidak dilapis sehingga kemungkinan terjadinya
korosi sangat besar.Basic protection tidak memadai untuk digunakan pada kasus ini
sehingga digunakan suatu metode dimana anoda diletakkan pada tempat yang spesifik
untuk mengeliminasi adanya sel korosi yang terbentuk akibat coatingdefect dan concrete

Gambar 2.5 Hot Spot

Cara mendeteksi adanya hot spot pada sistem perpipaan


Terdapat beberapa cara untuk mendeteksi adanya hot spot:

1. Adanya kebocoran menunjukkan bahwa pada daerah tersebut terjadi korosi


2. Surveypada potensial permukaan dapat mendeteksi adanya sel korosi. Adanya arus listrik
menunjukkan telah terjadi peristiwa korosi pada pipa tersebut.
3. Surveyterhadap resistivitas tanah dapat menunujukkan kira-kira dimana kemungkinan
besar terjadinya korosi.

Gambar 2.6 cara menentukan hot spot

Gambar 2.6 menunjukkan cara untuk mengetahui adanya hot spot dengan menggunakan
potensial permukaan. Titik dimana arus keluar dari pipa akan bertindak sebagai anoda,
dengan kata lain bagian ini akan terkorosi. Pada grafik juga terlihat bahwa bagian tempat
keluarnya arus akan memiliki potensial yang besar.
Metode lain adalah dengan mengetahui resistivitas tanah. Tanah yang memiliki
resistivitas kurang dari 1000 .m akan mempunyai kecenderungan sebagai tempat
terjadinya korosi.

Efek Proteksi Katodik Terhadap Struktur Lain

Proteksi katodik dapat berpengaruh terhadap struktur lain yang berada di dekatnya. Arus
listrik yang keluar dari anoda dapat saja mengalir ke struktur lain (bukan pipa yang
diproteksi) sehingga dapat menyebabkan korosi pada struktur tersebut. Arus yang
mengalir ke tempat lain ini disebut stray current. Korosi akibat adanya stray current ini
disebut interferensi.

Gambar 2.7 korosi akibat stay current

Untuk mencegah terjadinya hal ini, maka digunakan beberapa metode, yaitu:
-

menggunakan catodic shielding

menggunakan sacrificial anode

Gambar 2.8 sacrificial anode dan cathodic shield

Proteksi katodik merupakan suatu cara perlindungan korosi secara elektrokimia


dimana reaksi oksidasi pada sel galvanic dikonsentrasikan pada anoda dan
menghilangkan korosi pada katoda. Struktur yang akan dilindungi secara listrik dibuat
negstif sehingga bertindak sebagai katoda. Elektroda yang secara listrik dibuat positif
dan bertindak sebagai anoda hingga tercipta suatu rangkaian arus listrik searah
tertutup sebagaimana halnya sepotong logam terkorosi. System ini membutuhkan
anoda, katoda, aliran listrik diantara keduanya dan adanya elektrolit.
Proteksi katodik diterapkan dengan dua cara, yaitu :
1. Cara arus tanding (Impressed Current)
Keuntungan :

Jika tersedia cukup tegangan listrik maka arus proteksi dapat ditingkatkan sesuai yang
diinginkan, selama anoda tetap berfungsi.

Tegangan tidak perlu besar walaupun ada kehilangan karena tahanan, karena hal ini
dapat diatur dengan meningkatkan arus.
Kerugian :

Membutuhkan pembangkit arus DC yang tersedia cukup besar dan kontinyu.

Harus selalu memperhatikan arah arus yang diberikan.

Membutuhkan pengawasan tenaga ahli.

Anodanya harus tersekat dan tahan air jika pencelupannya memungkinkan terjadinya
korosi pada bagian sekatnya.

System arus tanding dengan anoda dari logam-logam inert harus ada pelindung arus.

2. Cara anoda korban (Sacrificial Anode)


Keuntungan :

Dapat digunakan walaupun tidak ada sumber listrik dari luar.

Tidak mengeluarkan tambahan biaya untuk pemakaian alat-alat listrik.

Sangat mudah pengawasannya sehingga tidak dibutuhkan orang yang benar-benar


ahli.

Arus tidak mungkin mengalir pada arah yang salah sehingga proteksi benar-benar
terjadi.

Pemasangan anoda korban sederhana.

Kerugian :

Arus yang tersedia bergantung pada luasan anoda, tentunya bersifat lebih konsumtif
bila struktur yang diproteksi sangat besar.

Biaya operasi relative mahal.

Penghubung anoda yang digunakan harus cukup besar, untuk mengurangi kehilangan
energy akibat tahanan.
Proteksi Katodik Dengan Cara Anoda Korban
Anoda korban yang sering digunakan adalah logam paduan Mg, paduan Al dan
paduan Zn. Kadang-kadang dapat memanfaatkan anoda besi untuk melindungi baja
tahan karat di dalam air laut, tetapi kurang umum digunakan.
Pemakaian anoda Mg sangat sesuai untuk lingkungan yang mempunyai resistivitas
tinggi (misal tanah, lumpur, pasir). Untuk lingkungan ini diperlukan anoda yang
mempunyai nilai keluaran arus per satuan berat anoda tinggi dan potensial
elektrodanya sangat negative. Pemakaian anoda Al banyak digunakan di lingkungan
air laut dan harganya relative murah dibandingkan anoda yang lain. Anoda Zn
merupakan anoda korban yang aling banyak di lingkungan laut dan mempunyai
efisiensi yang tinggi.
Anoda

Resistivitas Lingkungan

Aluminium
(Al)
Seng (Zn)
Magnesium
(Mg)

(Ohm/cm)
< 150
150-500
>500

Beberapa kriteria dalam proteksi katodik menggunakan anoda korban adalah :

Potensial negatif (katoda) sekurang-kurangnya -0,800 volt diukur antara permukaan


struktur dengan elektroda Ag/AgCl yang dihubungkan di dalam air laut.

Minimum negatif penyimpangan potensial katoda 0,3 volt yang dihasilkan dari arus
proteksi.

Minimum negatif penyimpangan potensial katoda 0,1 volt dengan adanya gangguan
arus dan pengukuran perubahan potensial.

Anoda harus menyediakan arus yang konstan.

Efisiensi anoda harus tinggi.

Sifat Anoda

Mg

Zn

Al

Massa jenis (kg/dm3)

1,7

7,5

2,7

1,05

1,10

0,25

0,25

Potensial (volt/SHE)
Tegangan Dorong
(SHE)
Kapasitas (AH/kg)
Efisiensi (%)

III.

ALAT DAN BAHAN


Alat :
Voltmeter
Transformer
Rectifier
Elektroda Cu/CuSO4
Palu
Sistem perpipaan
Bahan :

Larutan CuSO4
Air

IV.

LANGKAH KERJA
a. Sacrificial Anode

11,7
0,60,8
120
0
50

780
95

750
0
95

Lepaskan kabel jumper

Ukur potensial anoda


dengan menghubungkan
terminal merah dengan
voltmeter dan voltmeter
dengan elektroda CSE
tertancap di tanah
Ukur potensial pipa dengan
menghubungkan terminal
hitam dengan voltmeter
dan voltmeter dengan
elektroda CSE tertancap di
tanah
Pasangkan kembali kabel
jumpernya

Ukur potensial proteksi

b. Impressed Current

Transformer, rectifier dan


elektroda disiapkan

Ukur potensial pipa referensi


dengan menghubungkan
terminal dengan voltmeter dan
voltmeter dengan elektroda CSE
terpasang di tanah
Hubungkan soket listrik
dengan transformer dan
transformer dengan elektroda
dan input impressed current

Ukur potensial proteksi

c. Insulation Joint
Ukur potensial flange
bagian atas pada lingkar
luar flange di bagian
yang catnya terkelupas
Bandingkan hasil
pengukuran flange
bagian atas dengan
potensial alami besi
Ukur potensial flange
bagian bawah pada
lingkar luar flange
Bandingkan hasil
pengukuran flange
bagian bawah dengan
potensial proteksi
Hubungkan flange atas
dengan ohmmeter dan
ohmmeter dengan flange
bawah lalu ukur tahanan

V.

DATA PENGAMATAN
a. Sacrificial Anode

test box 1

test box 2
test box 3

E
Anoda
V/CSE
0.210
7

E katoda
V/CSE
0.4485

E pipa tanpa
terproteksi
V/CSE
0.4485

E pipa
terproteksi
V/CSE
0.4487

0.2008
0.2376

0.3542
0.4443

0.3221
0.4229

0.3225
0.4221

b. Impressed Current
- Impressed Current

Test box 1
Test box 2

E pipa terproteksi
(V/CSE)
-0.0767
-0.2132

c. Insulation Joint
Insulation

Atas
V/CSE

Bawah
V/CSE

Kanan
kiri

-0.008
-0.097

0.1489
0.006

d. Jembatan Perpipaan

Ujung kanan
Ujung kiri

Kurva Sacrificial Anode

Potensial (V/CSE)
Jembata
Pipa
n
0.3180
0.0657
0.4005

0.0791

Grafik Potensial Pada Metode Sacrificial Anode


0
-0.2
-0.4
-0.6
-0.8
E (mV/CSE)
-1
-1.2
-1.4
-1.6
-1.8

3
Potensial Pipa
Potensial Anoda
Potensial Terproteksi

Lokasi

Impressed Current 1

Impressed Current 1
0
-0.1
-0.2

E pipa terproteksi
(V/CSE)

-0.3
E (mV/CSE) -0.4
-0.5
-0.6
-0.7
-0.8
Lokasi

Impressed Current 2

Impressed Current 2
0
-0.1
-0.2

E pipa terproteksi
(V/CSE)

-0.3
E (mV/CSE) -0.4
-0.5
-0.6
-0.7
-0.8
Lokasi

Insulation Joint

Grafik Potensial Terhadap Insulation Joint


0

-0.05
-0.1

Bawah
Atas

E (mV/CSE) -0.15
-0.2
-0.25
-0.3
Lokasi

Jembatan Perpipaan

Grafik Potensial Pada Jembatan Perpipaan


0

Ujung kanan

Ujung kiri

-0.05
-0.1

Jembatan

E (mV/CSE) -0.15

Pipa

-0.2
-0.25
-0.3
Lokasi

VI.

PEMBAHASAN

Praktikum proteksi katodik ini bertujuan agar mahasiswa dapat mengetahui


dan memahami cara melakukan proteksi katodik terhadap sistem perpipaan, dapat
melindungi sistem perpipaan didalam tanah dengan cara proteksi katodik, dapat
mengetahui jenis jenis anoda serta dapat mengetahui perbedaan antara sistem
perpipaan yang alami dengan sistem perpipaan yang terlindungi proteksi katodik.
Proteksi Katodik ( Cathodic Protection) adalah teknik yang digunakan untuk
mengendalikan korosi pada permukaan logam dengan menjadikan permukaan
logam tersebut sebagai katode dari sel elektrokimia. Proteksi katodik ini
merupakan metode yang umum digunakan untuk melindungi struktur logam dari
korosi.Sistem proteksi katodik ini biasanya digunakan untuk melindungi baja,
jalur pipa, tangki, tiang pancang, kapal, anjungan lepas pantai dan casing
(selubung) sumur minyak di darat.Efek samping dari penggunaan yang tidak tepat
adalah timbulnya molekul hidrogen yang dapat terserap ke dalam logam sehingga
menyebabkan hydrogen embrittlement (kegetasan hidrogen).Proteksi katodik
adalah cara yang efektif dalam mencegah stress corrosion cracking (retak

karena korosi).
Pada praktikum kali ini, kami melakukan empat macam proteksi katodik, yaitu
Sacrificial Anode atau biasa disebut sebagai anoda korban, Impressed Current,
Insulation Joint dan Jembatan perpipaan.
Anoda Korban (Sacrificial Anode)
Untuk memproteksi besi dalamtanah dilakukan metoda sacrificial anode (anoda
korban). Terdapat beberapa jenis anoda korban berdasarkan tempat penyimpanan
besi, diantaranya dengan magnesium murni untuk besi yang disimpan di tanah
biasa, aluminium untuk besi yang disimpan di bawah laut, dan seng untuk besi
yang disimpan dalam tanah dengan resistivitas rendah/pH ekstrem.
Sistem proteksi katodik yang sudah berjalan adalah ketika nilai pipa terproteksi
lebih kecil dari nilai potensial logam itu sendiri. Dari hasil percobaan, pipayang
disambungkan dengan Mg dan Mg dengan elektrolit telah terproteksi sementara
pada pipa yang disambungkan dengan Zn yang salah pemasangan, proses proteksi
tidak berjalan karena nilai potensial pipa terproteksi lebih besar dari nilai potensial
logam itu sendiri, hal ini mengindikasikan kesalahan pemasangan pada sambungan
kabel.
Berdasarkan percobaan, potensial pipa/besi disetiap testbox hampir mengalami
kenaikan setelah diproteksi dengan anoda korban.

Impressed Current

Proteksi dapat dilakukan dengan impressed current (arus paksa), yaitu mengaliri
arus melalui tanah dengan elektroda yaitu besi. Penggunaan elektroda besi
dilakukan karena tanah yang dialiri arus adalah tanah biasa.Apabila tanah yang
bersifat korosif maka elektroda yang digunakan adalah elektroda platinum
(Pt).penggunaan metode ini dapat dilakukan untuk mengaliri arus dengan jarak
yang jauh (puluhan kilometer).
Jika pada proteksi katodik anoda korban, elektron berasal dari proses oksidasi
logam yang menjadi anoda, pada proteksi katodik impressed current, elektron
berasal dari arus negatif searah yang berasal dari sumber listrik. Sumber listrik
yang merupakan sumber listrik bolak-balik (AC) diubah oleh adapter/rectifier
menjadi arus searah (DC), arus negatif searah akan dialirkan pada pipa
menggunakan kawat/kabel sehingga elektron yang dihasilkan akan membanjiri
pipa. Pipa yang terbanjiri elektron akan menjadi lebih katodik dan elektronelektron tersebut akan menahan pipa untuk melakukan reaksi reduksi sehingga laju
korosi dapat diperlambat.

Insulation Joint
Pada insulating join, potensial pada bagian bawah selalu lebih besar daripada
potensial pada bagian atas. Hal itu karena arus mengalir melalui bawah.Sedangkan
pada insulating join yang menggunakan sekat karet, potensial bawah dan atas tidak
memiliki perbedaan yang signifikan. Hal itu terjadi karena hambatannya pun kecil.
Dan pada sekat aklirik, potensial atas lebih besar dari bawah karena adanya
akumulasi tegangan akibat perubahan sekat, yaitu dari karet ke akrilik.
Hasil percobaan menunjukkan kinerja insulation ini belum cukup baik, pada
insulation pertama dan ketiga, potensial telah disisihkan lumayan besar sehingga
potensial diatas insulation joint lebih kecil dibanding dibawahnya walaupun pada
insulation pertama perbedaannya hanya sedikit. Pada insulation kedua seharusnya
bagian bawah insulation joint memiliki nilai potensial yang lebih besar,
dibandingkan bagian atasnya karena bagian atas insulation joint seharusnya sudah
terputus dengan arus dari proteksi katodik, dan pipa kontak langsung dengan udara.
Tetapi dari hasil praktikum yang didapatkan adalah sebaliknya. Hal tersebut dapat
terjadi kemungkinan karena pipa dibagian bawah insulation joint telah mengalami
proses korosi sehingga meningkatkan nilai potensialnya.

Jembatan Pipa

Dari hasil yang didapatkan, penempelan pipa dengani-beammenyebabkan potensial


pipa meningkat. Meskipun pada pipa dibagian kanan mengalami penurunan,
namun sebagian besar nilai potensialnya meningkat. Peningkatan potensial ini
harusdiwaspadai karena akan menyebabkan pipa mudah mengalami reaksi reduksi
sehingga menyebabkan terjadinya korosi. Kebocoran arus/elektron ini dapat
ditanggulangi dengan penambahan isolator antara pipa dengan i-beam.
VII.

KESIMPULAN
Prinsip Proteksi Katodik (Cathodic Protection) teknik yang
digunakan untuk mengendalikan korosi pada permukaan logam
dengan menjadikan permukaan logam tersebut sebagai katode
dari sel elektrokimia.
Proteksi katodik ini merupakan metode yang umum digunakan
untuk melindungi struktur logam dari korosi.

Sistem proteksi katodik ini biasanya digunakan untuk


melindungi baja, jalur pipa, tangki, tiang pancang, kapal,
anjungan lepas pantai dan casing (selubung) sumur minyak di
darat.
Tabel Pipa yang terproteksi

test box 1
test box 2
test box 3

E
Anoda
V/CSE
-1,65
-1,547
-0,141

E pipa (katoda)
V/CSE
-0,554
-0,336
-0,456

E pipa
terproteksi
V/CSE
-0,995
-0,438
-0,453

DAFTAR PUSTAKA

Nurcahyo, Modul Praktikum Sacrificed Anode, Impressed Current, Insulation Joint, dan
Jembatan Perpipaan. Departemen Teknik Kimia.Politeknik Negeri Bandung.

LAMPIRAN

Alat
ini
digunakan
untuk
mengubah aliran listrik yang
tadinya memiliki aliran arus listrik
bolak balik menjadi aliran listrik 1
arah

Alat ini disebut voltmeter.


Digunakan
untuk
melihat
tegangan listrik yang digunakan.
Pada praktikum kali ini, tegangan
yang digunakan yaitu sebesar 20
volt.

Toolbox
digunakan
untuk
menyimpan alat alat yang
digunakan pada saat praktikum.

Jembatan yang digunakan untuk

praktikum, jembatan tersebut


sebelumnya diampelas pada titik
titik tertentu kemudian diukur
tegangannya.

Pipa ini digunakan untuk


mengukur tegangan yang
terdapat didalam nya ada
anodik katodik dan pelindung
kemudian pasang elektroda
simpan ditanah yang sudah
dibasahi ukur pakai voltmeter

Pipa yang digunakan pada


praktikum ini, pipa saluran ini
kemudian diukur tegangan
nya menggunakan voltmeter
Pada pipa ini terdapat pipa
luaran yang dilas, pipa yang
sudah di las ini kemudian di
ampelas kemudian diukur
tegangan nya.