Jelajahi eBook
Kategori
Jelajahi Buku audio
Kategori
Jelajahi Majalah
Kategori
Jelajahi Dokumen
Kategori
MODUL
PEMBIMBING
Tanggal Praktikum
Oleh :
Kelompok
11
Nama
Wynne Raphaela
131424027
Levina Cahyani
131424028
Kelas
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Pengadukan adalah suatu operasi kesatuan yang mempunyai sasaran untuk menghasilkan
pergerakan tidak beraturan dalam suatu cairan, dengan alat mekanis yang terpasang pada alat
di atas. Walaupun pengadukan sering disalahartikan dengan campuran, dan mereka tidaklah
bersinonim. Pengadukan mengacu pada pergerakan dalam suatu material dalam bentuk
spesifik; bagaimanapun, ini merupakan suatu distribusi secara acak antara dua atau lebih
tahap yang pada awalnya terpisah. Pola aliran yang terjadi dalam cairan yang diaduk
tergantung pada jenis pengaduk, karakteristik fluida yang diaduk dan ukuran serta
perbandingan ukuran antara tangki, pengaduk dan sekat.Tujuan dari pada operasi
pengadukan terutama adalah terjadinya pencampuran. Pencampuran merupakan suatu operasi
yang bertujuan mengurangi ketidaksamaan komposisi, suhu atau sifat lain yang terdapat
dalam suatu bahan
Yang dimaksud dengan tangki pengaduk ( tangki reaksi ) adalah bejana pengaduk tertutup
yang berbentuk silinder, bagian alas dan tutupnya cembung. Tangki pengaduk terutama
digunakan untuk reaksi-reaksi kimia pada tekanan diatas tekanan atmosfer dan pada tekanan
vakum, namun tangki ini juga sering digunakan untuk proses yang lain misalnya untuk
pencampuran, pelarutan, penguapan ekstraksi dan kristalisasi.
1.2.
Tujuan
Setelah melakukan percobaan ini, praktikan diharapkan:
- Dapat menjelaskan aliran proses yang terjadi pada alat
- Dapat memahami proses perpindahan panas di dalam tangki berjaket berpengaduk, yang
tergolong dalam kelompok proses unsteady state.
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Dasar Teori
Perpindahan panas di dalam tangkin berpengaduk berjaket sangat berbeda dengan proses
perpindahan panas yang biasa dijumpai. Hal ini disebabkan karena proses yang terjadi
adalah proses tak tetap (unsteady state). Jadu koefisien perpindahan panas (U) tidak
dapat digunakan dalam persamaan Fourier:
Q=U.A.t
Persamaan Fourier hanya dapat digunakan bila tangku beroperasi secara sinambung/
steady state).
Persamaan yang harus digunakan adalah persamaan untuk tangki berjaket
berpengaduk dengan media pemanas non-isothermal (air).
dQ
dt
=Mc =WC ( T 1T 2 ) =UAdt
dt
d
Mc
ln
dt
=WC ( T 1T 2) ..
d
(2.1)
T 1t 1 WC K 1K
=
(2.2)
T 2t 2 Mc
K1
K 1=e UA /WC
....
(2.3)
Dari persamaan 2.1 kita dapatkan harga W (laju alir fluida panas) yang kemudian
disubstitusikan ke persamaan 2.2 untuk mendapatkan harga K 1, dan dari persamaan 2.3
kita dapatkan harga U.
Untuk perhitungan koefisien film dinding dalam, dapat digunakan hubungan
sebagai berikut:
2
h1 Di
L N
=a
K
1 /3
Dengan:
h: koefisien film dinding dalam
Di: diameter dalam tangki
L : diameter pengaduk
0.14
)( )
Q
w
2.1.2. TangkiPengaduk
BAB 3
METODOLOGI
3.1. Alat dan Bahan
Alat:
- Tangki berpengaduk/ unit stirred tank reactor
- PCT 10 + thermocouple
- Tachometer
Bahan:
-
penyimpanan air)
Menghidupkan pompa sirkulasi air dalam jaket (tombol hijau)
Membuka katup kran utama uap
Buka kran air umpan hingga volume menunjukkan 100 L
Nyalakan pengaduk, dan ukur kecepatan putarnya
Pengamatan
1) Catat dan amati tekanan suction dan discharge pada pompa
2) Catat dan amati juga tekanan steam
3) Catat dan amati juga temperature jaket
4) BAB 4
DATA PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
6)
5)
4.1. Rangkaian Alat
7)
8)
Air masuk dari bawah melalui pompa untuk dialirkan kedalam jaket. Lalu
kukus masuk dari atas untuk masuk kebawah kedalam jaket, sehingga didapatkan air
panas didalam jaket untuk menjadi media pemanas air didalam tangki. Air di dalam
tangki yang telah menguap selanjutnya akan naik kedalam condenser, didinginkan
menggunakan air pendingin sehingga akan didapatkan produk didalam tangki destilat.
Air yang menguap didalam jaket juga di recycle, masuk kedalam condenser dan setelah
dingin masuk kembali kedalam pompa untuk dipanaskan kembali didalam jaket.
9)
10)
11)
4.2. Tabel Pengamatan
12)
Wakt
13)
Tekanan (bar)
18)
Sucti 19)
Disc
u (menit)
on
36)
37)
38)
39)
40)
41)
42)
43)
44)
45)
46)
47)
48)
23)
0
24)
5
25)
10
26)
15
27)
20
28)
25
29)
30
30)
35
31)
40
32)
45
33)
50
34)
55
35)
60
101)
102) Data penunjang
103)
Diameter
Pengaduk (L)
108)
0.105 m
0
0
1.4
2.2
2.1
2.4
2.5
2.5
2.5
2.3
2.4
2.6
2.5
104)
harge
49)
0
50)
0
51)
2.5
52)
3.1
53)
3
54)
3.4
55)
3.5
56)
3.5
57)
3.5
58)
3.3
59)
3.4
60)
3.6
61)
3.5
Diameter
Tangki (D)
109)
1.14 m
14)
Teka
Tem
nan Steam
peratur
(bar)
62)
2.4
63)
2.4
64)
0.9
65)
1.9
66)
2
67)
2
68)
2.1
69)
2
70)
2.1
71)
1.8
72)
2.2
73)
2.1
74)
2.5
Jacket (C)
75)
26.2
76)
26.5
77)
29.1
78)
31.2
79)
33.9
80)
33.7
81)
33.2
82)
33.0
83)
33.1
84)
33.1
85)
33.1
86)
33.2
87)
33.3
105)
Luas
15)
1.02 m2
106)
Laju Alir
Air (W)
111)
100
L/min
16)
(kal/gC)
88)
89)
90)
91)
92)
93)
94)
95)
96)
97)
98)
99)
100)
1.0
1.0
1.0
1.0
1.0
1.0
1.0
1.0
1.0
1.0
1.0
1.0
1.0
107)
Kecepatan
Putar Pengaduk
(N)
112)
71.2 rpm
113)
4.3. Perhitungan
114) Perhitungan tidak dapat dilakukan karena data temperature yang didapatkan
tidak lengkap.
115)
4.4. Pembahasan
Pada praktikum ini, telah dilakukan percobaan perpindahan panas pada tangki
berpengaduk. Adapun tujuan dari dilaksanakannya pdercobaan perpindahan panas dalam
tangki berpengaduk adalah dapat menjelaskan aliran proses yang terjadi pada alat, dan
memahami proses perpindahan panas di dalam tangki berjaket berpengaduk, yang
tergolong dalam kelompok proses unsteady state.
116)
Prinsip pemanasan yang terjadi dalam alat ini hampir sama dengan heat
exchanger. Prinsip perpindahan panas dalam stirred tank reactor ini berlangsung secara
konveksi dan konduksi. Proses perpindahan panas terjadi dengan dilakukan penyerapan
panas dari steam ke air dengan proses konduksi dan konveksi. Karena terdapat proses
pemanasan yang diserap oleh material tangki, dan terjadi juga perpindahan panas pada
air. Proses pemanasan yang terjadi dibantu dengan adanya pengaduk. Tujuan dari
pengadukan dalam percobaan ini adalah agar panas yang diserap oleh air tersebar lebih
cepat dan merata.
117) Cairan didalam tangki dipanaskan oleh aliran cairan didalam jaket (air
panas) yang mengelilingi tangki. Cairan didalam diaduk terus menerus untuk menambah
perpindahan panas (heat transfer) juga untuk menjaga suhu cairan merata diseluruh
bagian tangki.
118) Alat yang digunakan pada percobaan ini telah mengalami kerusakan,
sehingga nilai suhu tangki didalam reactor yang seharusnya tampil pada layar process
controller tidak dapat terbaca dengan benar. Sehingga perolehan data untuk perhitungan
tidak lengkap sehingga nilai-nilai koefisien perpindahan panas tidak dapat dihitung.
Selain itu, produk kondensat juga tidak bisa didapatkan. Karena proses perpindahan
panas yang dilakukan tidak mencapai suhu penguapan air.
119)
120)
BAB 5
121)
123)
KESIMPULAN
122)
Dari praktikum yang telah dilakukan pada hari Kamis, 22 Oktober 2015,
124)
126)
DAFTAR PUSTAKA
125)
Staf Pengajar Politeknik. 2013. Petunjuk Praktikum Operasi Teknik Kimia. Bandung.
127)
Tangki
(http://mhimns.blogspot.co.id/2013/04/tangki-berpengaduk.html,
Kamis, 29 Oktober 2015. 12:34)
128)
Berpengaduk.
diakses
pada
hari