Anda di halaman 1dari 17

LEMBAR PENGESAHAN

Judul Percobaan

: HUBUNGAN LILITAN TRANSFORMATOR 3 FASA

Nama Pelapor

: Koesyurike K. A. T

Nim

: 1305032085

Nama Pathner

: - Crisfiando Gultom
-

Jannes Simanjuntak

Nia Anggraini S

Sabam Tampubolon

Kelas

: El 4C

Grup

:D

Tanggal Percobaan

: 30 Juli 2015

Tanggal Penyerahan : 3 Agustus 2015


Instruktur

: - Ir. N. Banu Saputra ,MT


-

Nilai

Ir. Juli iriani ,MT

Daftar Isi

LEMBAR PENGESAHAN..................................................................................................................
Daftar Isi...............................................................................................................................................
HUBUNGAN LILITAN TRANSFORMATOR 3 FASA.....................................................................
Alat Dan Bahan Yang Digunakan.........................................................................................................
Rangkaian Percobaan...........................................................................................................................
Prosedur Percobaan, Tugas dan Percobaan..........................................................................................
Tabel Evaluasi......................................................................................................................................
Analisa................................................................................................................................................
Jawaban Pertanyaan...........................................................................................................................
Kesimpulan.........................................................................................................................................

HUBUNGAN LILITAN TRANSFORMATOR 3 FASA


1. Tujuan Percobaan
Setelah selesai melakukan percobaan para praktikan diharapkan dapat :

1) Mengidentifikasi terminal kumparan transformator tiga fasa sesuai dengan rekomendasi


IEC.

2) Menentukan symbol hubungan dari suatu rangkaian transformator tiga fasa dengan benar.
3) Menggambarkan diagram vektor tegangan transformator tiga fasa sesuai dengan macam
hubungannya.

4) Menghitung besarnya perbandingan transformasi antara kumparan primer dan sekunder


transformator tiga fasa.

2. Pendahuluan
Sebelum memulai merangkai kumparan transformator tiga fasa, perlu diadakan pengetesan
atau pengujian polaritas terminalnya. Hal ini dilakukan agar didapatkan hasil rangkaian sesuai
yang diinginkan. Identifikasi terminal transformator tiga fasa yang sesuai dengan
rekomendasi IEC adalah sebagai berikut :

a. Terminal Tegangan Tinggi (HV)

Untuk polaritas rendah adalah

A1

B1

, dan

C1

zUntuk polaritas tinggi adalah

A2

B2

, dan

C2

Untuk netral adalah N.

b. Terminal Tegangan Rendah (LV)

Untuk polaritas rendah adalah

Untuk polaritas tinggi adalah

Untuk netral adalah n.

a1
a2

,
,

b1
b2

, dan
, dan

c1
c2

.
.

b
12

11

Jenis hubungan kumparan transformator tiga fasa, baik primer maupun sekunder
adalah
terdapat
tiga macam yaitu hubungan bintang ( star = Y ), segitiga ( delta = D ), dan
c
zig-zag (Z). Kumparan sekunder dan primer dapat dirangkai dengan hubungan yang berbeda,
ini berarti akan terdapat selisih fasa antara kedua kumparan tersebut. Untuk memudahkan
dalam mengingatnya, digunakan system jam untuk menyatakan selisih fasa antara sisi primer
a dan sisi sekunder pada suatu fasanya.
Jarum
12jam panjang menyatakan arah vector tegangan sisi primer ( selalu menunjukkan
angka 12 ) dan jarum pendek menit menyatakan vector tegangan sekunder. Selisih fasanya
adalah besarnya sudut yang dibentuk kedua jarum tersebut. Suatu transformator yang hendak
diparalelkan dengan yang lain hendaknya mempunyai pergeseran fasa yang sama. Itulah
11
sebabnya mengapa pergeseran
fasa ini selalu dicantumkan pada papan nama sebuah
10
2
transformator tiga fasa dalam bentuk symbol hubungan, misalnya Yy0, Yd5, dan sebagainya.
1 bintang
Sebagai contoh, misalkan
Yd5
artinya
kumparan
tegangan
tingginya
dalam
hubungan
9
3
10
(Y), dan kumparan sisi tegangan rendahnya dalam hubungan delta (d) dan selisih fasanya
sebesar sudut yang dibentuk oleh jarum 8panjang dan jarum
pendek pada saat pukul lima
A
4 (5).
9
Pada gambar 1 dibawah ini diperlihatkan gambar diagram fasa tegangan sisi primer dan sisi
sekundernya.
5
7
6

B
7

Gambar 1 Gambar diagram fasa tegangan transformator hubungan Yd5.


Perbandingan tegangan jala-jala (line) suatu transformator tiga fasa dapat dihitung dengan
rumus :
V
a= LP .................................................................................(1)
V LS
Dengan :

= Perbandingan tegangan jala-jala.


V LP
= Tegangan jala-jala kumparan primer.
V Ls

= Tegangan jala-jala kumparan sekunder.

Vector tegangan sisi primer dan sekunder dapat dibuat searah atau berlawanan arah dengan
mengubah cara melilit kumparan. Untuk transformator tiga fasa, arah
tegangan akan menimbulkan perbedaan fasa. Arah dan perbedaan fasa ini mengakibatkan
adanya berbagai kelompok hubungan pada transformator.
Dalam menentukan kelompok hubungan diambil suatu patokan sebagai berikut :
a. Notasi hubungan delta, bintang atau zig-zag masing-masing adalah D, Y dan Z untuk sisi
tegangan tinggi dan d, y dan z untuk sisi tegangan rendah.

Aa
c

b. Untuk ukuran fasa, dipakai notasi A, B, C untuk tegangan tinggi dan a, b ,c untuk sisi
tegangan rendah.
c.
B Tegangan tinggi dianggap sebagai sisi primer dan tegangan rendah dianggap sebagai sisi
sekunder ( untuk transformator step-down atau penurun tegangan ).
d. Angka jam menyatakan bagaimana letak sisi kumparan tegangan tinggi terhadap
tegangan rendah.
A
C

Jarum jam yang


dibuat berimpit tergantung dari
C panjang dibuat selalu menunjuk angka 12 dan 12
perbedaan fasanya, vector fasa tegangan rendah (a, b, dan c) dapat diluaskan. Letak vector
B
V2
fasa
tegangan rendah jala-jala menunjukkan arah jarum jam pendek. Sudut antara
jarum jam panjang dan pendek adalah pergeseran antara fasa A dan a. Sebagai contoh gambar
11 bahwa
tersebut memperlihatkan patokan yang telah diberikan maka dapat diketahui
perbedaan fasa pada transformator mempunyai kelompok hubungan Dy11.
c

10

b
a

Gambar 2 Transformator mempunyai kelompok hubungan Dy11.

Alat Dan Bahan Yang Digunakan.


a. Transformator satu fasa 220/48, 50 VA

( 3 buah )

b. Sumber daya AC tiga fasa 0-220/380 V

( 1 buah )

c. Voltmeter AC

( 1 buah )

d. Kabel penghubung

( 15 buah )

Rangkaian Percobaan.
a. Gambar percobaan 1 :
5

d
Y

b. Gambar percobaan 2 :
b

c. Gambar percobaan 3 :

d. Gambar percobaan 4 :

b
b 5:
e. Gambar percobaan

Prosedur Percobaan, Tugas dan Percobaan.


a) Tandai terminal-terminal transformator sesuai dengan rekomendasi IEC dari pengujian
polaritas.
b) Buat rangkaian seperti pada gambar percobaan 1.

c) Hubungkan primer dari transformator tiga fasa yang telah dirangkai dengan sumber
L1
L2
L3
tegangan AC tiga fasa 380/220 Volt (A pada
, B pada
, C pada
, N pada
n). Catat tegangan penngukuran pada tabel 1.
d) Untuk mengetahui tipe hubungannya atau kelompok jamnya, hubungkan terminal A dan a.
Kemudian catat tegangan antara terminal C dan c, B dan c, C dan b serta A dan B, gunakan
tabel 2.
e) Ulangi langkah c dan d untuk rangkaian percobaan 2,3,4,5 dan catat data pengukuran pada
tabel masing-masing.
f) Sebgai catatan, pada sisi primer dengan hubungan bintang (Y) menggunakan sumber
tegangan tiga fasa 380/220 Volt. Untuk hubungan delta sisi primer menggunakan sumber
tegangan tiga fasa 220/127 Volt.
g) Dari hasil percobaan 1 hingga 5, buatlah :
Gambar diagram vektor tegangannya
Sebutkan symbol hubungannya
Hitunglah sudut beda fasa antara primer dan sekunder
Hitunglah secara vektoris sudut beda fasa tersebut dengan data tegangan yang
telah diperoleh pada tabel 2.
h) Sebutkan syarat-syarat transformator satu fasa yang akan dirangkaikan menjadi
transformator tiga fasa.
i) Gambarkan rankaian transformator tiga fasa dengan symbol DZ10
j) Buatlah kesimpulan dari percobaan yang anda lakukan.

Tabel Evaluasi.
a. Tabel 1
Tegangan
(volt)

PERCOBAAN
3
4

KETERANGAN
5

AB

368

368

368

213

213

BC

373

372

373

216

216

CA

373

372

372

216

216

AN

211

211

211

BN

211

211

211

CN

215

215

215

Ab

84

47

52

47

96

Bc

84

47

53

48

85

Ca

84

47-

48

40

86

An

47

48

Bn

47

47

Cn

47

48

b. Tabel 2

TEGANGAN (Volt)
Cc
Bc
Cb
AB

b.

1
284
333
337
368

PERCOBAAN
2
3
4
373
328
246
369
324
193
325
378
216
368
368
213

KETERANGAN
5
145
231
145
213

Tabel 3

KELOMPOK JAM

HUBUNGAN TEGANGAN

Cc < Bc = Cb > Cc < AB

Cc < Bc > Cb = Cc < AB

Cc < Bc > Cb < Cc < AB

Cc < Bc > Cb < Cc AB

Cc < Bc > Cb < Cc > AB

Cc = Bc > Cb < Cc > AB

Cc > Bc < Cb < Cc > AB

Cc > Bc < Cb = Cc > AB

Cc > Bc < Cb > Cc AB

Cc > Bc < Cb > Cc < AB

10

Cc > Bc < Cb > Cc < AB

11

Cc = Bc < Cb > Cc < AB

Hubungan tegangan

Kelompok jam

Hubungan rangkaian

Cc < Bc = Cb > Cc < AB

0
5
9
6
1

Yy0
Yd5
Yd9
Dd6
Dy1

Cc = Bc > Cb < Cc > AB


Cc > Bc < Cb > Cc < AB
Cc > Bc < Cb < Cc > AB
Cc < Bc > Cb = Cc < AB

Analisa

10

Pada hubungan Bintang (Y) diperoleh tegangan line (Vline), sementara pada hubungan Delta
(D) tidak diperoleh. Hal tersebut dikarenakan hanya pada hubungan Bintang (Y) memiliki terminal
Netral (N), sehingga diperoleh tegangan line nya. Tegangan line yang terdapat hanya pada hubungan
Bintang (Y) tersebut adalah gabungan dari terminal a1, b1, dan c1. Sementara pada hubungan Bintang
(Y) dan hubungan Delta (D) diperoleh tegangan phasa (Vphasa).
Rumus Tegangan line
V L = 3 .V L . I L

Rumus Tegangan phasa


V ph=

VL

Pada hubungan Delta


V L =V ph

Dari hasil perhitungan tegangan pada percobaan dapat diperoleh tipe hubungan atau
kelompok jam dari rangkaian trafo dari percobaan 1 hingga 5 dengan menggunakan table 3, di dapat
hasil sebagai berikut :
Percobaan 1
Y-y 0
Trafo 1
Cc < Bc = Cb > Cc < AB
284 < 333 = 337 > 384 < 368

Percobaan 2
Y-d 5
Trafo 2
Cc = Bc > Cb < Cc > AB
373 = 369 > 325 < 373 > 368

Percobaan 3
Y-d 5
Trafo 3
Cc > Bc < Cb > Cc < AB
328 > 324 < 378 > 328 < 368

Percobaan 4
D-d 6
Trafo 4
Cc > Bc < Cb < Cc > AB
246 > 193 < 216 < 246 > 213

Percobaan 5
D-y 1
Trafo 5
Cc < Bc > Cb = Cc < AB
145 < 231 > 145 = 145 <213

11

Jawaban Pertanyaan
g. Dari percobaan 1 hingga 5, buatlah:
Gambar diagram vector tegangan
a

Gambar percobaan 1
Gambar percobaan 1

Y-y 0

12

Gambar percobaan 2

Y-d 5

Gambar percobaan 3

Y-d 9

13

Gambar percobaan 4

D-d 6
e

Gambar percobaan 5

D-y 1

14

Symbol hubungannya

a.
b.
c.
d.
e.

Gambar percobaan 1
Gambar percobaan 2
Gambar percobaan 3
Gambar percobaan 4
Gambar percobaan 5

Y-y 0
Y-d 5
Y-d 9
D-d 6
D-y 1

Sudut beda fasa antara primer dan sekunder pada percobaan tersebut diatas adalah :
a. Gambar percobaan 1 (3600)
b. Gambar percobaan 2 (1500)
c. Gambar percobaan 3 (900)
d. Gambar percobaan 4 (1800)
e. Gambar percobaan 5 (300)
h. Sebutkan syarat-syarat transformator satu fasa yang akan dirangkaikan menjadi transformator
tiga fasa ?
Jawab : Syarat-syarat transformator satu fasa jika akan dirangkai menjadi tiga fasa adalah, tiaptiap trafo harus memiliki kesamaan :
a. Memiliki impedansi yang sama.
b. Tegangan kerja (rating) baik primer maupun sekunder harus sama.
c. Harus diperhatikan polaritas-polaritas dari masing-masing trafo.
d. Memilki frekuensi yang sama.
e. Memiliki kelompok sambungan yang sama.
f. Memilki tegangan hubung singkat yang sama.
j. Gambarkan rangkaian transformator tiga fasa dengan simbol

DZ 10

Kesimpulan
15

Sebelum memulai merangkai kumparan transformator tiga fasa, perlu diadakan pengetesan atau
pengujian polaritas terminalnya. Hal ini dilakukan agar didapatkan hasil rangkaian sesuai yang
diinginkan.
Jenis hubungan kumparan transformator tiga fasa, baik primer maupun sekunder adalah
terdapat tiga macam yaitu hubungan bintang ( star = Y ), segitiga ( delta = D ), dan zig-zag (Z).
Pada hubungan Bintang (Y) diperoleh tegangan line (Vline), sementara pada
hubungan Delta (D) tidak diperoleh. Hal tersebut dikarenakan hanya pada
hubungan Bintang (Y) memiliki terminal Netral (N), sehingga diperoleh
tegangan line nya.
Tegangan line yang terdapat hanya pada hubungan Bintang (Y) tersebut
adalah gabungan dari terminal a1, b1, dan c1. Sementara pada hubungan
Bintang (Y) dan hubungan Delta (D) diperoleh tegangan phasa (Vphasa).
Rumus Tegangan line
Rumus Tegangan phasa
Pada hubungan Delta
V L = 3 .V L . I L

V ph=

VL

V L =V ph

Medan, 3 Agustus 2015


16

KOESYURIKE K. A. T
NIM : 1305032085

17