Anda di halaman 1dari 35

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan perdesaan sangat penting diperhatikan secara nasional karena
penduduk perdesaan merupakan bagian terbesar dari penduduk Indonesia. Sensus Penduduk
tahun 1990 memperlihatkan bahwa lebih dari 69% penduduk memiliki perhatian besar terhadap
pedesaan. Pembangunan perdesaan dimaksudkan agar meningkatkan kesejahteraan dan
membantu masyarakat desa dalam memenuhi kebutuhannya. Secara umum menurut Sujarto
(2004) ciri daerah perdesaan ditandai oleh struktur kegiatan penduduk berbasis agraris atau
pertanian, kepadatan penduduk lebih jarang rendah, cara hidup maupun pola budaya yang dekat
dengan pemanfaatan sumber daya alam, tempat tinggal penduduk berkelompok tersebar, potensi
tenaga dengan pendidikan yang baik agak langka, dan mempunyai sistem organisasi sederhana
berbasis kegiatan subsisten atau primer.
Dalam konsep penyediaan sarana secara efisien dan ekonomis dalam melayani
seluruh lapisan masyarakat melalui pendekatan tingkat pelayanan diharapkan dapat mengurangi
pembangunan yang tidak optimal, seperti dalam pembangunan SD atau pusat pelayanan sosial,
mengakibatkan bangunan yang didirikan hanya bertahan beberapa tahun karena jumlah murid
yang kurang, penyediaan guru yang terbatas. Desa Parakanmuncang berada di Kabupaten
Bogor Propinsi Jawa Barat memiliki 10 desa/kelurahan.
Dalam Kuliah Kerja Lapangan di Desa Parakanmuncang akan membahasan
bagaimana daya Layan dari sarana pendidikan maupun kesehatan yang ada pada 1 Kecamatan
selain itu melakukan penelitian tingkat pelayanan yang ada disana sehingga masyrakat dapat
terlayani dan dapat mengetahui optimalisasi dari daya layan sarana dasar di Desa
Parakanmuncang Kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana daya layan sarana dasar dalam mendapatkan jangkauan pelayanan
sarana?
2. Bagaimana tingkat pelayanan sarana dasar dalam mendapatkan kepuasaan dan
perilaku masyarakat terhadap sarana pelayanan yang ada?
3. Bagaimana optimalisasi pola dan tingkat pelayanan sarana dasar di Desa Parakan
Muncang?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui tingkat daya layan di desa parakan muncang
2. Untuk memetakan jangkauan layananan di desa parakan muncang
1

3. Untuk mengukur tingkat kepuasan pelayanan puskesmas Parakan Muncang


4. Untuk mengukur hasrat kepuasaan masyarakat di desa parakan Muncang terhadap
pelayanan sekolah dasar.

BAB II
LANDASAN TEORI
TEORI KEPUASAN KONSUMEN
(Zeithamal: 2004: dalam Muhammad Rifai Siregar: 2011) merumuskan kepuasan
konsumen sebagai costomers evaluation of a product or service in terms of whether that
product or service has met their needs and expectation. Dengan demikian kepuasan konsumen
merupakan perilaku yang terbentuk terhadap barang atau jasa sebagai pembelian produk
tersebut. Kepuasan konsumen ini sangat penting karena akan berdampak pada kelancaran bisnis
atau perusahaan. Pelanggan yang merasa puas akan jasa / produk yang digunakannya akan
kembali menggunakan jasa / produk yang ditawarkan. Hal ini akan membangun kesetiaan
pelanggan.
Menurut ( Kottler: 1997: dalam Muhammad Rifai Siregar: 2011 ), Kepuasan adalah
perasaan senang atau kecewa seseorang yang berasal dari perbandingan antara kesannya
terhadap kinerja suatu produk dan harapan- harapannya. Jika produk tersebut jauh dibawah
harapan konsumen maka ia akan kecewa. Sebaliknya jika produk tersebut memenuhi harapan
konsumen, maka ia akan senang. Harapan-harapan konsumen ini dapat diketahui dari
pengalaman mereka sendiri saat menggunakan produk tersebut. Yaitu kemauan atau keinginan
para karyawan untuk membantu dan memberikan jasa yang dibutuhkan konsumen.
Membiarkan konsumen menunggu, terutama tanpa alasan yang jelas, akan menimbulkan kesan
negative yang tidak seharusnya terjadi. Kecuali jika kesalahan ini ditanggapi dengan cepat,
maka bisa menjadi suatu yang berkesan dan menjadi pengalaman yang menyenangkan. Atributatribut yang ada dalam dimensi ini adalah (Parasuraman: 2005 dalam Muhammad Rifai Siregar:
2011 ).
Memberikan pelayanan yang cepat
Kerelaan untuk membantu / menolong konsumen
Siap dan tanggap untuk menangani respon permintaan dari para konsumen
Menurut Tjiptono (2001:160) ada beberapa strategi yang dapat dipadukan untuk meraih
dan meningkatkan kepuasan konsumen, yaitu:
Relationship marketing
Dalam strategi ini hubungan transaksi antara penyedia jasa dan konsumen
berkelanjutan, tidak berakhir setelah penjualan selesai. Dengan kata lain, menjalin
suatu kemitraan jangka panjang dengan konsumen secara terus- menerus.
Superior customer services
3

Perusahaan yang menerapkan strategi ini berusaha menawarkan pelayanan yang lebih
ungggul dibandingkan para pesaingnya.
Unconditional guarantees
Komitmen untuk memberikan kepuasan kepada konsumen yang akhirnya akan menjadi
sumber dinamisme penyempurnaan kualitas jasa dan kinerja perusahaan.
Menurut Kotler (1997:503) dalam memuaskan keluhan konsumen ditemukan bahwa
perusahaan-perusahaan yang efektif dalam menyelesaikan masalah sebagai berikut:

Mengembangkan

program

pelatihan

dan

kriteria

penerimaan

karyawan

yang

Mengembangkan pedoman perbaikan pelayanan yang berfokus pada pencapaian perlakuan


yang memadai dan kepuasan konsumen.
Membongkar semua hambatan yang mempersulit konsumen untuk melakukan pengaduan,
juga mengembangkan tanggapan yang efektif termasuk memberi ganti rugi atau kegagalan
pelayanan.
Mempertahankan basis data produk dan konsumen yang memungkinkan perusahaan
menganalisis tipe dan sumber keluhan serta menyesuaikan kebijakan.
.
TEORI PELAYANAN
Jasa sering dipandang sebagai suatu fenomena yang rumit. Kata jasa itu sendiri
mempunyai banyak arti, dari mulai pelayanan personal (personal service) sampai jasa sebagai
produk. Berbagai konsep mengenai pelayanan banyak dikemukakan oleh para ahli seperti
Haksever et al (2000) menyatakan bahwa jasa atau pelayanan (services) didefinisikansebagai
kegiatan ekonomi yang menghasilkan waktu, tempat, bentuk dan kegunaan psikologis.
Menurut Edvardsson et al (2005) jasa atau pelayanan juga merupakan kegiatan, proses
dan
interaksi serta merupakan perubahan dalam kondisi orang atau sesuatu dalam kepemilikan
pelanggan Sinambela (2010, hal : 3), pada dasarnya setiap manusia membutuhkan pelayanan,
bahkan secara ekstrim dapat dikatakan bahwa pelayanan tidak dapat dipisahkan dengan
kehidupan manusia. Menurut Kotlern dalam Sampara Lukman, pelayanan adalah setiap
kegiatan yang menguntungkan dalam suatu kumpulan atau kesatuan, dan menawarkan
kepuasan meskipun hasilnya tidak terikat pada suatu produk secara fisik. Selanjutnya Sampara
berpendapat, pelayanan adalah sutu kegiatan yang terjadi dalam interaksi langsung antar
seseorang dengan orang lain atau mesin secara fisik, dan menyediakan kepuasan pelanggan.
Sementara itu, istilah publik berasal dari Bahasa Inggris public yang berarti
umum,masyarakat, negara. Kata publik sebenarnya sudah diterima menjadi Bahasa Indonesia
4

Baku menjadi Publik yang berarti umum, orang banyak, ramai. Inu dan kawan-kawan
mendefinisikan publik adalah sejumlah manusia yang memiliki kebersamaan berpikir, perasaan,
harapan, sikap atau tindakan yang benar dan baik berdasarkan nilai-nilai norma yang merasa
memiliki. Oleh karena itu pelayanan publik diartikan sebagai setiap kegiatan yang dilakukan
oleh

pemerintah

terhadap

sejumlah

manusia

yang

memiliki

setiap

kegiatanyang

menguntungkan dalam suatu kumpulan atau kesatuan, dan menawarkan kepuasan meskipun
hasilnya tidak terikat pada suatu produk secara fisik.
Lebih lanjut dikatakan pelayanan publik dapat diartikan, pemberi layanan (melayani)
keperluan orang atau masyarakat yang mempunyai kepentingan pada organisasi itu sesuai
dengan aturan pokok dan tata cara yang telah ditetapkan.
Kualitas pelayanan publik
Dalam Sinambela (2010, hal : 6), secara teoritis tujuan pelayanan publik pada dasarnya adalah
memuaskan masyarakat. Untuk mencapai kepuasan itu dituntut kualitas pelayanan prima yang
tercermin dari :

Transparan

Pelayanan yang bersifat terbuka, mudah dan dapat diakses oleh semua pihak yang
membutuhkan dan disediakan secara memadai serta mudah dimengerti.

Akuntabilitas

Pelayanan yang dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.

Kondisional

Pelayanan yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan pemberi dan penerima pelayanan
dengan tetap berpegang pada prinsip efisiensi dan efektivitas.

Partisipatif

Pelayanan yang dapat mendorong peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan
publik dengan memperhatikan aspirasi, kebutuhan dan harapan masyarakat.

Kesamaan Hak

Pelayanan yang tidak melakukan diskriminasi dilihat dari aspek apapun khususnya suku, ras,
agama, golongan, status sosial dan lain-lain.

Keseimbangan Hak Dan Kewajiban Pelayanan yang mempertimbangkan aspek keadilan

antara pemberi dan penerima pelayanan publik.


Selanjutnya, jika dihubungkan dengan administrasi publik, pelayanan adalah kualitas
pelayanan birokrat terhadap masyarakat. Kata kualitas memiliki banyak definisi yang berbeda
5

dan bervariasi mulai dari yang konvensional hingga yang lebih strategis. Definisi konvesional
dari kualitas biasanya menggambarkan karakteristik langsung dari suatu produk, seperti :
1.Kinerja (performance)
2.Kehandalan (reliability)
3. Mudah dalam penggunaan (easy of use)
4. Estetika (esthetics), dan sebagainya
Salah satu factor untuk menentukan keberhasilan pelyanan public sebagai berikut :
1. Tangibles, atau bukti fisik yaitu kemampuan suatu sarana dalam menunjukkan
eksistensinya kepada pihak eksternal. Penampilan dan kemampuan sarana dan prasarana fisik
sarana dasar dan keadaan lingkungan sekitarnya adalah bukti nyata dari pelayanan yang
diberikan oleh pemberi jasa. Yang meliputi fasilitas fisik (gedung, gudang, dan lain
sebagainya), perlengkapan dan peralatan yang dipergunakan (teknologi), serta penampilan
pegawainya.
2. Reliability, atau kehandalan yaitu kemampuan perusahaan untuk memberikan
pelayanan sesuai yang dijanjikan secara akurat dan terpercaya. Kinerja harus sesuai dengan
harapan pelanggan yang berarti ketepatan waktu, pelayanan yang sama, untuk semua
pelanggan tanpa kesalahan, sikap yang simpatik, dan dengan akurasi yang tinggi.
3. Responsiveness, atau ketanggapan yaitu suatu kemampuan untuk membantu dan
memberi pelayanan yang cepat (responsif) dan tepat kepada pelanggan, dengan penyampaian
informasi yang jelas. Membiarkan konsumen menunggu tanpa adanya suatu alasan yang jelas
menyebabkan persepsi yang negatif dalam pelayanan.
4. Assurance, atau jaminan dan kepastian yaitu pengetahuan, kesopan santunan, dan
kemampuan para pegawai sarana dasar untuk menumbuhkan rasa percaya para pelanggan
kepada

perusahaan.

Terdiri

dari

beberapa

komponen

antara

lain

komunikasi

(communication), kredibilitas (credibility), keamanan (security), kompetensi (competence), dan


sopan santun (courtesy).
5. Emphaty, yaitu memberikan perhatian yang tulus dan bersifat individual atau pribadi
yang diberikan kepada para pelanggan dengan berupaya memahami keinginan konsumen.
Dimana suatu perusahaan diharapkan memiliki pengertian dan pengetahuan tentang
pelanggan, memahami kebutuhan pelanggan secara spesifik, serta memiliki waktu
pengoperasian yang nyaman bagi pelanggan.
Abidin (2010, hal : 71) mengatakan bahwa pelayanan publik yang berkualitas bukan
hanya mengacu pada pelayanan itu semata, juga menekankan pada proses penyelenggaraan
atau pendistribusian pelayanan itu sendiri hingga ke tangan masyarakat sebagai konsumer.
6

Aspek-aspek kecepatan, ketepatan, kemudahan, dan keadilan menjadi alat untuk mengukur
pelayanan publik yang berkualitas. Hal ini berarti, pemerintah melalui aparat dalam
memberikan pelayanan publik kepada masyarakat harus memperhatikan aspek kecepatan,
ketepatan, kemudahan, dan keadilan.
PUSKESMAS
Menurut Depkes 1991,Suatu kesatuan organisasi fungsional yang merupakan pusat
pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat disamping
memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di
wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok.
Fungsi Puskesmas:
Fungsi puskesmas itu sendiri meliputi :
a. Fungsi Pokok

Pusat pengerak pembangunan berwawasan kesehatan

Pusat pemberdayaan masyarakat dan keluarga dalam pembangunan kesehatan

Pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama

b. Peran Puskesmas
Sebagai lembaga kesehatan yang menjangkau masyarakat diwilayah terkecil dalam hal
pengorganisasian masyarakat serta peran aktif masyarakat dalam penyelenggaraan kesehatan
secara mandiri
c. Cara-cara yang ditempuh
1) Merangsang masyarakat termasuk swasta untuk melaksanakan kegiatan dalam
rangka menolong dirinya sendiri.
2) Memberikan petunjuk kepada masyarakat tentang bagaimana menggunakan
sumber daya secara efisien dan efektif.
3) Memberikan bantuan teknis
4) Memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat
5) Kerjasama lintas sektor d.
Program Pokok Puskesmas :
1) KIA
2) KB
3) Usaha Kesehatan Gizi
4) Kesehatan Lingkungan
5) Pemberantasan dan pencegahan penyakit menular
6) Pengobatan termasuk penaganan darurat karena kecelakaan
7

7) Penyuluhan kesehatan masyarakat


8) Kesehatan sekolah
9) Kesehatan olah raga
10) Perawatan Kesehatan
11) Masyarakat
12) Kesehatan kerja
13) Kesehatan Gigi dan Mulut
14) Kesehatan jiwa
15) Kesehatan mata
16) Laboratorium sederhana
17) Pencatatan dan pelaporan dalam rangka SIK
18) Pembinaan pemgobatan tradisional
19) Kesehatan remaja
20) Dana sehat
e. Satuan Penunjang
1) Puskesmas Pembantu
Pengertian puskesmas pembantu yaitu Unit pelayanan kesehatan yang sederhana
dan berfungsi menunjang dan membantu melaksanakan kegiatan- kegiatan yang
dilakukan puskesmas dalam rung lingkup wilayah yang lebih kecil
2) Puskesmas Keliling
Pengertian puskesmas Keliling yaitu Unit pelayanan kesehatan keliling yang
dilengkapi dengan kendaraan bermotor dan peralatan kesehatan, peralatan
komunikasiserta sejumlah tenaga yang berasal dari puskesmas.dengan funsi
dan tugas yaitu Memberi pelayanan kesehatan daerah terpencil ,Melakukan
penyelidikan KLB,Transport rujukan pasien, Penyuluhan kesehatan dengan
audiovisual.
3) Bidan desa
Bagi desa yang belum ada fasilitas pelayanan kesehatan ditempatkan seorang bidan
yang bertempat tinggal di desa tersebut dan bertanggung jawab kepada kepala
puskesmas.Wilayah kerjanyadengan jumlah penduduk 3.000 orang.Adapun Tugas
utama bidan desa yaitu
a) Membina PSM
b) Memberikan pelayanan
c) Menerima rujukan dari masyarakat
8

Tujuan Puskesmas
Tujuan pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh puskesmas adalah untuk
mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan nasional yakni meningkatkan
kesadaran , kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi orang yang bertempat tinggal
diwilayah kerja puskesmas agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya dalam
rangka mewujudkan Indonesiam Sehat 2010.
Tugas Puskesmas
Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis dinas (UPTD) kesehatan kabupaten / kota
yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunankesehatan disuatu wilayah.
Puskesmas sebagai pusat pelayanan kesehatan strata pertama menyelenggarakan kegiatan
pelayanan kesehatan tingkat pertama secara menyeluruh, terpadu , dan berkesinambungan,
yang meliputi pelayanan kesehatan perorang (private goods) dan pelayanan kesehatan
masyarakat (public goods). Puskesmasw melakukan kegiatan-kegiatan termasuk upaya
kesehatan masyarakat sebagai bentuk usaha pembangunan kesehatan.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi
fungsional yang langsung memberikan pelayanan secara mrnyeluruh kepada masyarakat
dalam satu wilayah kerja tertentu dalam bentuk usaha-usaha kesehatan pokok.Jenis pelayan
kesehatan disesuaikandengan kemampuan puskesmas, namun terdapat upaya kesehatan wajib
yang harus dilaksanakan oleh puskesmas ditambah dengan upaya kesehatan pengembangan
yang disesuaikan dengan permasalahan yang ada serta kemampuan puskesmas.
Upaya-upaya kesehatan wajib tersebut adalah ( Basic Six):
a. Upaya promosi kesehatan
b. Upaya kesehatan lingkungan
c. Upaya kesehatan ibu dan anak serta keluarga berencana
d. Upaya perbaikan gizi masyarakat
e. Upaya mencegah penyakit menular
f. Upaya pengobatan
SEKOLAH DASAR
Sekolah dasar (disingkat SD) adalah jenjang paling dasar pada pendidikan formal di
Indonesia. Sekolah dasar ditempuh dalam waktu 6 tahun, mulai dari kelas 1 sampai kelas 6.
Lulusan sekolah dasar dapat melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Pertama (atau
sederajat).

Pelajar sekolah dasar umumnya berusia 7-12 tahun. Di Indonesia, setiap warga negara
berusia 7-15 tahun tahun wajib mengikuti pendidikan dasar, yakni sekolah dasar (atau
sederajat) 6 tahun dan sekolah menengah pertama (atau sederajat) 3 tahun.
Sekolah dasar diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta. Sejak diberlakukannya
otonomi daerah pada tahun 2001, pengelolaan sekolah dasar negeri (SDN) di Indonesia yang
sebelumnya berada di bawah Kementerian Pendidikan Nasional, kini menjadi tanggung
jawab Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. Sedangkan Kementerian Pendidikan Nasional
hanya berperan sebagai regulator dalam bidang standar nasional pendidikan. Secara
struktural, sekolah dasar negeri merupakan unit pelaksana teknis dinas pendidikan
kabupaten/kota.
Dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Nomor 20 Tahun 2001) Pasal
17 mendefinisikan pendidikan dasar sebagai berikut:
1) Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan
menengah.
2) Pendidikan dasar berbentuk sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI)
atau bentuk

lain

yang

sederajat

serta

sekolah

menengah

pertama

(SMP)

dan

madrasah tsanawiyah (MTs), atau bentuk lain yang sederajat.

10

BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Pengolahan Data
Teknik pengumpulan data merupakan cara yang digunakan peneliti untuk mendapatkan
serta mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk mejawab masalah penelitian. Tahap
pengumpulan data dalam penelitian ini dibedakan menjadi dua, yakni data primer dan data
sekunder.
a) Data Primer
Data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari lapangan. Data primer yang
harus diperoleh dalam penelitian ini adalah data mengenai tingkat kepuasan terhadap sarana
dan prasarana dasar . Data tersebut dikumpulkan melalui instrumen berupa kuisioner.
Kuesioner adalah suatu daftar yang berisikan rangkaian pertanyaan mengenai suatu masalah
yang akan diteliti.
b) Data Sekunder
Data sekunder diperoleh dari instansi yang terkait dalam penelitian pola dan optimasi
tingkat pelayanan sarana dasar yaitu BAPPEDA, Badan Pusat Statistik, yang dibutuhkan
melalui : 1.Data Desa Parakan Muncang Dalam Angka, 2.Data Monografi atau Profil Desa,
3.Rencana Detail Tata Ruang Desa Parakan Muncang.
3.2 Penarikan Responden
Sampel menurut Hasan (2002) adalah bagian dari populasi yang diambil melalui caracara tertentu yang juga memiliki karakteristik tertentu, jelas dan lengkap yang dianggap tidak
bias mewakili populasi.Pengambilan sampel adalah pemilihan sejumlah jenis (item) tertentu
terhadap seluruh jenis yang ada, dengan tujuan mempelajari sebagian item untuk mewakili
seluruh item atau populasi. Dengan meneliti sebagian populasi atau sampel mewakili
diharapkan

hasil

yang

menggambarkan

karakteristik

seluruh

populasi

yang

ada

(Arikunto1998).
Teknik pengambilan sampel atau teknik sampling yang akan digunakan pada penelitian
ini adalah stratified random sampling dan purposive sampling .
Populasi Sasaran
Populasi adalah kumpulan dari individu dengan kualitas serta ciri-ciri yang telah
ditetapkan. Sebuah populasi dengan jumlah individu tertentu dinamakan variabel (Nasir
2003).Populasi dalam penelitian ini kepala keluarga (KK) yang berlokasi di Desa Parakan
11

Muncang Pongkor serta memiliki anggota keluarga yang masih berpendidikan SD pada
sarana pendidikan yang ada di Desa Parakan Muncang.
3.3 Teknik Analisis
Analisa data menunjukan pada kegiatan mengorganisasikan data kedalam susunansusunan tertentu di dalam rangka penginterprestasikan data (tabulasi) dan peta sesuai dengan
susunan kajian data yang dibutuhkan untuk menjawab masing-masing masalah penelitian
(Sanapiah, 1989). Analisis analisis pola wilayah, analisis pola pelayanan sarana dasar,
analisis tingkat pelayanan sarana dasar. Merupakan cara untuk menggambarkan kondisi
perwilayahan di Kota Desa Parakan Muncang Pongkor, melihat hirarki desa-desa di dalam
wilayah, sebaran permukiman, bentuk pemukiman (terkonsentir atau tersebar) dan sebaran
sarana pelayanan dasar yang sudah ada di desa-desa sehingga dapat diketahui optimal dan
tidak optimal pada tingkat pelayanan sarana dasar yang dibutuhkan.
Analisis Kuantitatif
Analisis kuantitatif adalah analisis yang mempergunakan alat analisis berupa modelmodel, seperti model matematika, model statistic dan model ekonometrik, yang hasil
analisisnya berbentuk angka-angka dan selanjutnya akandi uraikan (Hasan,2002). Bentuk
analisis kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pola wilayah, analisis
pola pelayanan sarana dasar,analisis tingkat pelayanan sarana dasar.
Analisis Tingkat Pelayanan Sarana Dasar berdasarkan Perilaku Masyarakat
Tingkat kepuasan masyaraka dapat diketahui dengan diskriptif statistic dengan SPSS,
berdasarkan data kuisioner terhadap pelayanan sarana dasar dapat diperoleh frekuensi
masyarakat yang menunjukan tingkat pendidikan, tingkat kepuasan masyarakat terhadap
sarana pelayanan yang ada, dan alasan ketidak puasan.
Analisis Tingkat Pelayanan Sarana Dasar berdasarkan Kapasitas Pelayanan
Pelayanan

standart

fasilitas

sosial

menggunkan

standar

dari

Kepmen

PU.No.378/KPTS/1987 untuk melihat kemampuan tingkat pelayanan maksimal kapasitas yang


ada.

12

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Daya Layan Sarana Dasar
Daya Layan merupakan perbandingan antara jumlah ketersediaan fasilitas denganvariabel
pembanding, seperti penggunaan actual, penggunaan potensial, penduduk keseluruhan, luas
wilayah dan dengan pembanding standart.
Fungsi daya layan memberikan indikasi kualitas dan tingkat ketercukupan pelayanan,
sehingga semakin baik daya layan, kualitas fasilitas juga semakin baik. Sedangkan jika
memiliki standart pelayanan minimal (SPM) tertentu, maka kondisi daya layan lebih baik jika
nilainya melebihi standart yang ditetapkan.
Dalam proposal kuliah kerja lapangan ini telah dilakukan penelitian secara langsung di desa
Parakanmuncang kecamatan Nanggung untuk menghitung daya layan sarana dasar kesehatan
dan sarana pendidikan dengan pembanding penduduk keselurahan dan luas daerah, dan dengan
hasil dari perhitungan yakni pada kecamatan Nanggung memiliki daya layan yang semuanya
Efektif.
SARANA DASAR PENDIDIKAN
Daya Layan sarana pendidikan di Parakan Muncang dengan jumlah penduduk dan
ketersediaan fasilitas,

fasilitas daya layan tinggi (nilai 1.2) berada di 3 desa, yaitu desa

Malasari, Bantar Karet, dan Nanggung merupakan desa dengan daya layan sarana pendidikan
yang tinggi dengan jumlah penduduk yang tidak terlalu tinggi namun ada 1 desa yang jumlah
penduduk cukup banyak yakni Bantar Karet. dan 3 desa ini memiliki ketersediaan fasilitas yang
paling banyak, hal ini dikarenkan jumlah penduduk yang sedikit namun memiliki jumlah
fasilitas banyak sehingga masyarakat daya layannya terpenuhi karena jumlah fasilitas yang
banyak dapat menjangkau 1 desa, sehingga klasifikasi daya layan 3 desa ini (Malasari, Bantar
Karet, Nanggung) termasuk klas yang Efektif. Malasari, Bantar Karet, Nanggung termasuk
Efektif hal ni dikarenakan hasil dari perhitungan daya layan / radius jangkauan.
Semakin banyak penduduk yang berada dalam radius standart pelayanan yang
memanfaatkan sarana dan prasarana baik kesehatan maupun pendidikan maka semkin tinggi
aksesbilitas wilayah dan pelayanan sarana dan prasarana.
Desa dengan nilai daya layan Rendah ada di beberapa desa diantaranya Curugbitung,
Cisarua, Hambaro, Kalongliud, Parakanmuncang, Pangkal Jaya, Sukalayu, Batu tulis. Hal ini
dikarenakan jumlah ketersediaan fasilitas yang sedikit sehingga daya layannya rendah, namun
desa-desa ini termasuk dalam klasifikasi daya layan yang efektif dikarenakan nilai efektifitas
13

daya layan lebih dari 1. Namun desa-desa ini memiliki jumlah penduduk yang relative sedikit
namun tetap saja daya layanya sedikit mungkin di karenakan jarak sekolah yang cukup jauh
sehingga masyarakat lebih memilih untuk bersekolah di tempat atau desa lain yang mudah
dijangkau atau sekolahan yang lebih terkenal bagus dan lebih terakreditasi baik.
SARANA PUSKESMAS DI KECAMATAN NANGGUNG
Puskesmas di kecamatan Nanggung berada di di desa Parakanmuncang yang terletak di
sampaing kantor kecamatan dan SD Parakanmuncang 2. Puskesmas ini sangat ramai pada hari
senin-jumat dan puskesmas ini ada dua bangunan bangunan utama merupkan bangunan bagi
masyarakat yang berobat umum dan yang berada dibelakang merupakan puskesmas untuk
bersalin, dan rumah bersalinnya buka 24 jam untuk masyarakat. Puskesmas buka praktek dari
jam 08.00-11.00 WIB.
Puskesmas memiliki daya layan yang efektif hal ini dikarenakan banyaknya masyarakat
yang berobat kesana, selain itu tidak hanya masyarakat dari parakanmuncang yang berobat
namun dari desa tetangga yang jaraknya cukup jauh dan pastinya membutuhkan banyak biaya
untuk menjangkau, keluhan masyarakat untuk puskesmas yakni untuk lebih di perluas ruang
tunggu dan lebih di tambah jumlah kursi tunggu dan di tambah jumlah tenaga medisnya hal ini
dikarenakan banyaknya warga yang mengantri diluar puskesmas ada juga yang sampai berdiri,
selain itu masyrakat juga mengeluh untuk jumlah dokter yang kurang mengakibatkan apabila
masyarakat datang untuk berobat dan pasien dokter sudah penuh maka yang terakhir mengantri
tidak bisa di periksa dan datang pada besok hari ini menyebabkan banyaknya warga yang marah
atau protes saat tidak diperbolehkan masuk dan diperikasa. Selain itu banyak warga yang
kurang mampu tidak mendapakat kartusehat sehingga membebani warga karana harus
membayar uang pendaftaran yang cukup murah bagi warga yang mampu dan mahal bagi yang
tidak mampu.
Puskesmas di Desa Parakanmuncang menunjukkan bahwa puskesmas hanya menjangkau
desa Parakanmuncang, KalongLiud, Babakan Sadeng, Nanggung, Hambaro, Pangkal Jaya dan
Curug Bitung, dan puskesmas pembantu hanya ada di desa Hambaro, Cisarua dan Malasari,
sehingga ada 1 desa yang tidak terlayani oleh puskesmas kecamatan maupun puskesmas
pembantu yakni desa Bantar Karet, Sehingga warga Bantar Karet harus ke desa lain seperti
Malasari maupun ke desa yang lain.

14

4.2 Tingkat Keterjangkauan Layanan


Keterjangkauan Layanan Puskesmas di Kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor
Terkait dengan transportasi, hal ini berarti bahwa cakupan pelayanan kesehatan sangat
tergantung pada keterjangkauan (jarak/waktu) masyarakat terhadap suatu fasilitas/sarana
pelayanan kesehatan. Penempatan suatu fasilitas pelayanan kesehatan misalnya rumah sakit
atau Puskesmas yang tidak tepat yang tidak mendekatkan pada permukinan masyarakat, dan
atau ketidakterjangkauan karena keterbatasan transportasi memberikan implikasi pada
pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan oleh masyarakat yang tidak optimal.
Berdasarkan Data jumlah Puskesmas diketahui bahwa Puskesmas Pusat di Kecamatan
Nanggung terdapat 1 unit yang terletak di Desa Parakan Muncang dengan pukesmas pembantu
sejumlah 4 unit yang terdapat di Desa Nanggung, Desa Hambaro, Desa Cisarua, dan Desa
Malasari. Untuk menghitung keterjangkauan layanan puskesmas maka digunakan radius 6000
meter sebagai dasar untuk mempermudah dalam analisis maka dibuat data spasial yang
diperoleh dengan metode Buffering di aplikasi Arc Gis.
Setelah dilakukan Buferring maka dapat diketahui puskesmas dapat menjangkau daerah
mana dan tidak dapat terjangkau oleh daerah mana, untuk Kecamatan Nanggung sendiri Desa
yang cukup terjangkau oleh puskesmas baik puskesmas Pusat maupun Pembantu yaitu desa
Nanggung, Desa Parakan Muncang, Desa Kalongliud, Desa Batu Tulis, Desa Hambaro, Desa
Sukaluyu, Desa Pangkal Jaya dan Desa Curug Bitung. Sedangkan daerah yang hanya terlayani
oleh puskesmas pembantu saja yaitu Desa Cisarua dan sebagian kecil Desa Malasari. Untuk
desa yang sebagian besar tidak terlayani oleh puskesmas pusat maupun pembantu yaitu Desa
Bantar Karet dan Desa Malasari.
Sedangkan Berdasarkan Data Jumlah penduduk di kecamatan nanggung desa Bantar karet
dan desa malasari tergolong tinggi diantara desa lain yaitu sebesar 10.649 jiwa pada desa bantar
karet dan 8.247 jiwa pada Desa Malasari. Desa Malasari yang terletak di ketinggian + 800
sampai dengan 1880m diatas permukaan laut dan aksesbilitas yang rendah menyebabkan lokasi
puskesmas pembantu tidak strategis sehingga masyarakat yang tinggal jauh dari ibukota
kecamatan tidak terjangkau oleh pelayanan puskesmas karena lokasi puskesmas pembantu di
desa malasari sendiri terletak dekat dengan ibu kota kecamatan yaitu desa parakanmuncang.
Seharusnya pemerintah setempat memberikan perhatian khusus terkait dengan sarana
infrastruktur jalan karena jalan merupakan hal yang penting unduk mendukung perkembanagan
suatu wilayah, selain itu mendirikan suatu fasilitas seperti puskesmas harus tepat agar semua
masyarakat dapat terlayani dengan optimal.
15

Keterjangkauan Layanan Sekolah Dasar


Kecamatan Nanggung merupakan kecamatan yang secara topografis berada di daerah
perbukitan, wilayahnya yang cenderung berbukit menyebabkan persebaran permukiman
cenderung mengelompok pada beberapa titik sehingga kepadatan penduduk di desa yang
cenderung landai akan lebih tinggi.
Sekolah dasar merupakan sarana dasar yang seharusnya ada pada tiap desa, pemilihan
lokasi dan juga jumlah sekolah yang dibutuhkan salah satunya adalah dengan memperhitungkan
faktor kependudukan. Berdasarkan hasil ploting sekolah dasar, setiap desa memiliki
sekurangnya 3 sekolah sehingga dapat ditarik sebuah kesimpulan awal jika semua wilayah
dapat terjangkau. Setelah dilakukan buffering dengan radius pelayanan sebesar 1500 meter
didapatkan hasil bahwa semua wilayah memang sudah terjangkau oleh pelayanan sekolah dasar.
Namun masih ada sedikit wilayah yang belum masuk dalam jangkauan pelayanan.
Wilayah wilayah yang tidak masuk dalam jangkauan pelayanan bukan merupakan
kawasan permukiman sehingga tidak begitu menjadi masalah ketika tidak tercover. Justru yang
menjadi masalah dalam keterjangkauan layanan adalah letak dari sekolah sekolah itu sendiri.
Ada beberapa sekolah yang memang letaknya jauh dari permukiman dan sulit dijangkau dengan
kendaraan roda 4 (empat), hal ini tentu saja perlu diperhatikan oleh aparatur setempat sebagai
pemangku kebijakan, karena meskipun dilihat dalam peta semua wilayah dapat terjangkau
namun kenyataan di lapangan tidak demikian. Beberapa lokasi sekolah yang jauh dari
permukiman menjadikan masalah dalam hal keterjangkauan layanan, apa lagi kondisi jalan
yang kurang memadai menambah parah kondisi tersebut.
Ada beberapa solusi yang dapat dilakukan yaitu dengan memperbaiki kondisi jalan yang
ada, menambah jumlah sekolah, dan memindah lokasi sekolah. Dari ketiga solusi tersebut,
memperbaiki kondisi jalan adalah yang paling memungkinkan untuk dilakukan, pada beberapa
jalan menuju sekolah memang kurang memadai dilihat dari lebar jalannya, pada bebrapa jalan
yang ada hanya bisa menampung kendaraan roda dua saja sehingga perlu dilbarkan untuk dapat
minimal menampung kendaraan roda untuk untuk mempermudah akomodasi dari sekolah
tersebut.
Diharapkan dari pemerintah yang bersangkutan memerhatikan hal tersebut, harus ada
saling koordinasi antar lembaga untuk menuntaskan hal ini. Karena yang terjadi sekarang ini
adalah ketimpangan yang begitu tinggi terhadap minat untuk bersekolah di sekolah sekolah
yang mudah terjangkau dengan yang sulit tersebut, sehingga peningkatan kapasitas jalan
memang hal mutlak sebagai prioritas kedepannya untuk dilakukan.
16

17

18

4.3 Tingkat Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan Puskesmas Di Parakanmuncang


Kecamatan Nanggung.
Sejalan dengan amanat Pasal 28 H, ayat (1) Perubahan Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945 telah ditegaskan bahwa setiap orang berhak memperoleh
pelayanan kesehatan, kemudian dalam Pasal 34 ayat (3) dinyatakan Negara bertanggung jawab
atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak
(Depkes RI, 2007).
Pelayanan kesehatan yang bermutu merupakan salah satu kebutuhan dasar yang
diperlukan setiap orang. Hal ini telah disadari sejak berabad-abad yang lalu, sampai saat ini
para ahli kedokteran dan kesehatan senantiasa berusaha meningkatkan mutu dirinya, profesinya,
maupun peralatan kedokterannya, kemampuan majerial kesehatan, khususnya manajemen mutu
pelayanan kesehatan juga ditingkatkan (Wijono, 1999).
Mutu pelayanan dapat dipersepsikan baik dan memuaskan pasien, adalah jika jasa yang
diterima sesuai atau melebihi dari yang diharapkan

dan sebaliknya mutu pelayanan

dipersepsikan jelek atau tidak memuaskan jika pelayanan yang diterima lebih rendah dari yang
diharapkan (Kotler, 2000 Supranto, 2001). Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator
mutu pelayanan kesehatan. Sebagian besar masyarakat baik di daerah perkotaan maupun di
pedesaan kurang puas atas pelayanan rumah sakit pemerintah, puskesmas dan puskesmas
pembantu. Persepsi masyarakat terhadap ketidakpuasan pelayanan merupakan indikasi
keterampilan dan kualifikasi yang menghasilkan pelayanan tidak memenuhi standar (Siswono,
2003). Kenyataan menunjukkan bahwa pasien yang tidak puas akan memberikan rekomendasi
dari mulut ke mulut, sehingga mempengaruhi sikap dan keyakinan orang lain untuk tidak
berkunjung ke sarana tersebut (Tjiptono & Diana, 2001).
Tingkat kepuasan masyarakat desa Parakanmuncang tentang pelayanan Puskesmas di
hitung dengan menggunakan kuesioner yang diisi langsung oleh penduduk. Pengolahan
kuesioner menggunakan SPSS mendapatkan hasil
a. Sikap Dokter Terhadap Pasien
Indikato
r

Responden

persen
(%)

Sangat
Baik
Baik
Kurang

9
32

22%
78%

Baik
Tidak

0%

Baik
Total

0
41

Tingkat Kepuasan Masyarakat tentang sikap dokter


terhadap pasien dari sampel yang di peroleh dapat
19

0%
100%

diketahui bahwa masyarakat menggagap bahwa sikap dokter di puskesmas baik terhadap
pasien.
b. Kebersihan Puskesmas
Indikator
Sangat

Responden Persen

Bersih
Bersih
Kurang

6
35

14.60%
85.40%

Bersih
Tidak Bersih
Total

0
0
41

0%
0%
100%

Sebanyak 85.4 % dari 100 % sampel menjawab bahwa puskesmas Parakanmuncang


bersih, hal ini dikarenakan petugas maupun dokter di Puskesmas Parakanmuncang menjaga
kebersihan dengan baik. Serta kesadaran pasien akan menjaga kebersihan lingkungan.
c. Mutu Pelayanan Puskesmas
Indikator
Sangat

Responden

Persen

Memuaskan
Memuaskan
Cukup

1
28

2.40%
68.30%

Memuaskan
Tidak

12

29.30%

Memuaskan
Total

0
41

0.00%
100%

Dari total 41 responden yang diambil tidak ada jawaban responden yang memilih tidak
memuaskan dalam hal mutu pelayanan Puskesmas terhadap pasien. Sedagkan 28 responden
memilih puas terhadap mutu layanan Puskesmas terhadap pasiennya. Namun hanya 1
responden yang memilih sangat puas terhadap mutu pelayanan puskesmas hal ini
mengindikasikan bahwa mutu pelayanan

Pusksmas harus lebih di tingkatkan misalnya

kemudahan registrasi, menambah jumlah dokter yang praktik dalam sehari guna menghindari
pasien menunggu lama.
d. Jarak Tempuh

Indikator
<15 menit
16-30

Responden
0

Persen
0%

menit
31-45

19

46.30%

menit
> 45 menit
total

7
15
41

menuju Puskesmas

20

17.10%
36.60%
100%

Pembagian Kuesioner yang di bagikan kepada responden dapat di ketahui 0% pasien yang
berasal dari sekitar Puskesmas Parakanmuncang. Hal ini dapat diketahui karena responden tidak
ada yang memilih jarak tempuh menuju Puskesmas kurang dari (<) 15 menit. Dapat di
asumsikan bahwa pasien mayoritas berasal dari luar desa , ini mengindikasikan bahwa peran
Pustu belom maksimal menangani pasien.
e. Kendaraan yang pakai pasien menuju Puskesmas
Indikator
Jalan Kaki
Kendaraan

Responden
1

Persen
2.40%

Priadi
Kendaraan

33

80.5%

Umum
Lain Lainnya
total

4
3
41

9.80%
7.30%
100%

Mayoritas responden menjawab memakai kendaraan pribadi untuk menuju ke


Puskesmas. 33 atau 80.5 % responden memakai kendaraan pribadi dapat dianalisis bahwa jarak
antara rumah pasien dan Puskesmas cukup jauh dan hanya memungkin dapat ditempuh dengan
kendaraan pribadi.
f. Jarak rumah ke Puskesmas

Jarak rumah 1-3

Indikator
1-3 km
3-5 km
5 km
>5 km
total

Responden
19
6
16
0
41

Persen
46.30%
14.60%
39.00%
0%
100%

km

dari

Puskesmas

banyak dijawab oleh responden sesesar 46.3% diindikasikan bahwa pasien yang berjarak lebih
dari (>) 5 km berobat ke PUSTU yang lebih dekat dari rumahnya.
g. Biaya yang di perlukan pasien untuk sampai ke Puskesmas
21

Responden

Indikator
<5000
5000-7500
7500-10000
>10000
total

Responden
3
18
12
8
41

persen
7.30%
43.90%
29.30%
19.50%
100%

harus

mengeluarkan

biaya antara kurang dari (<) 5.000 rupiah hingga lebih dari (>) 1.000 rupiah. Sebanyak 18
responden dari total 41 responden atau 43.9% mengeluarkan biaya sebesar 5.000-7500 rupiah
untuk menuju ke Puskesmas.
Dari data keseluruhan responden yang telah mengisi kuesioner dan mengisi berbagai
indicator dapat sebagian besar pasien menyatakan bahwa pasien puas terhadap pelayanan dan
kinerja Puskesmas di Desa Prakanmuncang. Hal ini beracu pada data kuesioner yang telah
diolah dalam SPSS yang hasilnya :

Diagram tingkat kepuasan masyarakat tentang pelayanan Puskesmas Parakanmuncang


Data diatas menunjukan bahwa sebagian besar pasien puskesmas merasa puas dengan
pelayanan yang di lakukan oleh pihak puskesmas Parakanmuncang, yaitu sebesar 95,1%. Hanya
sebagian kecil yang merasa agak puas dengan pelayanan Puskesmas Parakanmuncang, yaitu
sebesar 4,9% saja. Data diatas dapat menjadi bahan untuk melakukan pembenahan kualitasa
maupun kuantitas pihak pihak uang terkait guna meningkatkan tingkat kepuasan masyarakat
khususnya pasien yang sedang berobat ke Puskesmas.
Beberapa perbaikan yang sebaiknya dilakukan oleh pihak Puskesmas antara lain :
22

1. Meningkatkan komunikasi yang baik antara dokter dan pasien agar pasien lebih merasa
nyaman dalam melakukan pengobatan.
2. Meningkatkan kesadaran akan menjaga kebersihan Puskesmas dan memberi kebijakan
untuk para penjual yang masih berjualan diarea Puskesmas agar bisa saling menjaga
kebersihan.
3. Permudahan dalam registrasi dan menambah jumlah praktik dokter guna meminimalisir
pasien menunggu lama dalam menjalani proses pengobatan.
4.4 Tingkat Kepuasan Masyarakat Tentang Pelayanan Sekolah Dasar (SD) Di Desa
Parakanmuncang
Lembaga pendidikan merupakan organisasi publik agar dapat memberikan pelayanan
yang berkualitas diperlukan adanya perubahan sumber daya yang dimiliki, berupa perbaikan
perangkat pelayanan dan memaksimalkan peran pelayan yang ada. Langkah yang perlu
ditempuh oleh lembaga pendidikan untuk meningkatkan pelayanan tersebut adalah
mengoptimalkan kemampuan sumber daya manusianya serta peningkatan sarana dan prasarana
yang mendukung kelancaran pelayanan pendidikan.
Pendidikan merupakan ujung tombak kemajuan sebuah bangsa. Mencerdaskan
kehidupan bangsa akan dimulai dari pendidikan. Pemerintah terus berusaha memperioritaskan
pembangunan dibidang pendidikan, khususnya kualitas pendidikan agar dapat menghasilkan
sumber daya manusia yang berkualitas dan produktif. Lembaga pendidikan mempunyai fungsi
utama menyediakan lulusan, bukan saja dalam jumlah banyak tetapi juga berkualitas dan
disiplin tinggi, mampu menjadi dinamisator, inovator, motivator dan penggerak pembangunan
serta memproduksi tenaga-tenaga kerja yang berkualitas untuk berbagai jenis dan tingkatan
keahlian.
Sudah banyak didengar komentar tentang mutu pendidikan akhir-akhir ini. Namun, pada
umummya komentar yang ada tidak dapat dikatakan hanya sebatas wacana, karena anggota
masyarakat melihat dan merasakan namun sulit untuk membuktikan kebenaran dari komentar
tersebut. Hal ini disebabkan karena tidak ada data yang menunjukkan apa dan bagaimana
kelemahan yang dikeluhkan masyarakat. Oleh karena itu, perlu dicari dimana penyebab
timbulnya wacana tersebut.
Pertanyaan yang perlu diperhatikan sebelum memberikan komentar negatif terhadap
pendidikan adalah Apakah benar masyarakat sudah sangat tidak puas terhadap pendidikan
dewasa ini atau ketidakpuasan hanya diarahkan pada beberapa lembaga yang memberikan
pelayanan pendidikan? Atau Apakah semua lembaga pendidikan di tanah air ini memberikan
pelayanan yang tidak memuaskan konsumennya?
23

Tingkat kepuasan masyarakat desa Parakanmuncang tentang pelayanan Sekolah


Dasar (SD) di hitung dengan menggunakan kuesioner yang diisi langsung oleh penduduk.
Pengolahan kuesioner menggunakan SPSS mendapatkan hasil :

24

1. Pemahaman Siswa terhadap materi


Respon

Persen

Indikator

den

(%)

Tidak Puas

1.50%

Agak Puas

13.20%

Puas

48

70.60%

Sangat Puas

10

14.70%

total

68

100%

Mengenai pemahaman Siswa dalam proses belajar mengajar masyarakat puas mengenai
layanan sekolah dasar dalam mencapai pemahaman siswanya. Lebih dari 70% masyarakat
memilih puas dan hanya 1.5 % dari total responden yang merasa tidak puas.
2. Proses Pembelajaran yang di berikan oleh para pengajar
Indikato

Respon

Persen

den

(%)

Tidak Puas

4.40%

Agak Puas

17

25%

Puas

41

60.30%

Sangat Puas

10.30%

total

68

100%

Terdapat responden yang merasa tidak puas dalam proses pembelajaran yang diadakan di
Sekolah Dasar (SD) Parakanmuncang sebesar 4.40% mungkin dalam penerapan metode metode
pembelajaran dapat lebih di tingkatkan lagi.
3. Remidi yang diadakan pengajar agar lolos nilai minimal
Indikat

Respon

Persen

or
Tidak Puas

den
0

(%)
0%

Agak Puas

18

26.50%

Puas
Sangat

39

57.40%

Puas

11

16.20%

total

68

100%

Tidak adanya responden yang merasa tidak puas tentang adanya pembatasan nilai paling
rendah mengindikasikan bahwa masarakat sadar bahwa batas nilai rendah perlu untuk
meningkatkan
4.

Respond

Persen

Tidak Puas

en
0

(%)
0%

Agak Puas

15

22.10%

Puas
Sangat

32

47.10%

21

30.90%

68

100%

Indikator

Puas

total

mutu pendidikan dan kualitas siswa.


Peningkatan Nilai matapelajaran
25

Mayoritas masyarakat yang menjadi responden puas dan bahkan merasa sangat puas
dengan peningkatan nilai mata pelajaran . Hal ini di menjadi sambutan baik masyarakat dalam
kaitanya untuk meningkatkan kuliatas siswa.
5. Pengembangan bakat dan minat pelajar
Respond

Persen

Indikator

en

(%)

Tidak Puas

11.80%

Agak Puas

10

14.70%

Puas
Sangat

32

47.10%

18

26.50%

68

100%

Puas

total

Dalam upaya sekolah meningkatkan kualitasnya masih ada 11% responden yang tidak
puas tentang pengembangan bakat dan minat belajar pelajar. Bisa dikarenakan kurang
maksimalnya pengelolaan yang dilakukan dalam upaya pengembangan bakat dan minat pelajar.
6. Respon sekolah menanggapi complain msyarakat
Respond

Persen

Indikator

en

(%)

Tidak Puas

1.50%

Agak Puas

13.20%

Puas

41

60.30%

17

25%

68

100%

Sangat Puas

total

Dari data responden yang diambil sebanyak 41 responden dari total 68 responden
masyarakat mengaku puas dengan respon masyarakat tentang segala complain yang telah
dilakukan oleh masyarakat terhadap sekolah. Dapat disebabkan karena pihak sekolah
menanggapi positif setiap complain dan melakukan perbaikan yang seharusnya di perbaiki.
26

7. Pelayanan administrasi yang dilakukan pihak sekolah


Indikato

Respond

Persen

en

(%)

Tidak Puas

1.50%

Agak Puas

7.40%

Puas
Sangat

37

54.40%

25

36.80%

68

100%

Puas

Total

Lebih dari separuh dari responden merasa puas dengan pelayanan administrasi yang
dilakukan oleh pihak sekolah.
8. Penjelasan yang diberikan pihak sekolah terhadap komplsin wali murid
Respond

Persen

Indikator

en

(%)

Tidak Puas

2.90%

Agak Puas

7.40%

Puas
Sangat

51

75%

10

14.70%

68

100%

Puas

total

Dua responden dari 68 responden tidak puas dngan penjelasan pihak skolah terhadap
complain wali murid . menerangkan bahwa kominikasi antara wali murid dengan pihak sekolah
harus makin di perbaiki.
9. Respon guru menanggapi permasalahan pelajar

Hasil
diketahuin
menanggapi

Respond

Persen

Indikator

en

(%)

Tidak Puas

1.50%

Agak Puas

10

14.70%

Puas

40

58.80%

17

25%

68

100%

Sangat Puas

total

pengolahan

kuesioner

dapat

masyarakat puas dengan respon guru


permasalahan pelajar. Dapat diketahui

respon guru terhadap permasalahan siswa cukup baik dan guru mempunyai komunikasi dan
penyampaian yang halus kepada murid.
Variable lain selain yang tertulis diatas untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat
terhadap pelayanan Sekolah Dasar (SD) parakanmuncang diantaranya :
27

Keamanan dan keselamatan siswa yang di berikan kepada pihak sekolah


Perhatian yang diberikan oleh pengajar terhaap pelajar (siswa)
Komunikasi dari pihak sekolah kepada wali murid
Informasi hasil belajar diakhir semester kepada wali murid
System pemberitahuan kepada wali murid dalam mengadakan kegiatan sekolah
Ketersediaan fasilitas pendukung lapangan olahraga, mushola/masjid, kantin,

laboratorium, perpustakaan, tempat bermain.


Ketersediaan sarana antar jemput pelajar
Keadaan ruang kelas
Kondisi meja dan kursi
Kebersihan kamar mandi untuk siswa
Kondisi kebersihan lingkungan sekolah

Data datanya dapat dilihat dalam table sebagai berikut :


keamanan dan keselamatan
siswa
Indikator
Tidak Puas
Agak Puas
Puas
Sangat Puas

Informasi

sekolahdengan

Respond

Perse

Indikat

Respond

Perse

walimurid
Indikat Respond

en

n (%)

or

en

n (%)

or

Tidak

1.50%

11.80%

45

66.20%

14

20.60%

68

total

Komunikasi

Perhatian Guru

hasil

Puas
Agak
Puas
Puas
Sangat
Puas

100
%

total

2.90%

5.90%

48

70.60%

14

20.60%

68

100%

Persen

en

(%)

0%

8.80%

45

66.20%

17

25%

Tidak
Puas
Agak
Puas
Puas
Sangat
Puas

total

belajar sistem pemberitahuan tentang

68

100%

ketersediaan

fasilitas

siswa
Indikat

Respond

Perse

kegiatan kepada walimurid


Perse

pendudkung
Indikat Respond

Perse

or

en

n (%)

Indikator

or

en

n (%)

1.50%

11.80%

42

61.80%

17

25%

Tidak
Puas
Agak
Puas
Puas
Sangat
Puas

1.50%

10.30%

39

57.40%

21

30.90%

Responden

n (%)

Tidak
Tidak Puas
Agak Puas
Puas
Sangat Puas

0%

14

20.60%

39

57.40%

15

22.10%

Puas
Agak
Puas
Puas
Sangat
Puas

28

68
68
68
total
100% total
100% total
100%
Ketersediaan sarana antar
Keadaan Ruang Kelas
Kondisi Ruang Kelas
jemput
Indikat Respond Persen Indikat Respond Persen Indikat Respond Persen

or
Tidak
Puas
Agak
Puas
Puas
Sangat
Puas
total

en

(%)

19

27.90%

29

42.60%

16

23.50%

5.90%

68

100%

or
Tidak
Puas
Agak
Puas
Puas
Sangat
Puas
total

en

(%)

11.80%

19

27.90%

36

52.90%

7.40%

68

100%

or
Tidak
Puas
Agak
Puas
Puas
Sangat
Puas
total

en

(%)

8.80%

26

38.20%

26

38.20%

10

14.70%

68

100%

29

Kondisi

Dan

Kebersihan

Kebersihan Kamar Mandi

Kondisi Meja Dan Kursi

Indikat

Respond

Persen

Indikat

Respond

Perse

Lingkungan
Indikat
Respond

Perse

or

en

(%)

or

en

n (%)

or

en

n (%)

1.50%

10

14.70%

43

63.20%

14

19.10%

68

100%

Tidak
Puas
Agak
Puas
Puas
Sangat
Puas
total

7.40%

17

25%

36

52.90%

10

14.70%

68

100%

Tidak
Puas
Agak
Puas
Puas
Sangat
Puas
total

8.80%

26

38.20%

26

38.20%

10

14.70%

68

100%

Tidak
Puas
Agak Puas
Puas
Sangat
Puas
total

Dari data yang telah diperoleh , rata rata hamper 50 % lebih responden puas akan
layanan Sekolah Dasar yang beracuan pada variable variable yang tertulis diatas. Pelayanan
perlu adanya peningkatan agar konsumen dalam hal ini ditujukan adalah masyarakat dapat
merasakan pelayanan yang optimal dan hasilnya tingkat kepuasan masyarakat akan meningkat.
Berkaca dari hasil olahan data responden yang ditari menggunakan kuesioner dapat
diidentifikasi bahwa Pelayanan yang optimal yang diberikan dari pihak sekolah dapat
memberikat tigkat kepuasan mayarakat yang tinggi. Yang imbasnya akan meningkatkan kualitas
dan mutu siswa dan siswinya. Dari sampel yang didapat dari responden SDN 1
Parakanmuncang dan SDN 2 parakanmuncang sebagian besar puas terhadap pelayanannya, dan
diagramnya sebagai berikut :

Diagram Tingkat Kepuasan SDN1 Parakanmuncang

30

Diagram Tingkat Kepuasan SDN2 parakanmuncang

Sebagian besar responden mengaku puas terhadap pelayanan di kedua Sekolah Dasar (SD)
tersebut. Tingginya tingkat kepuasan masyarakat harus di apresiasi dengan melakukan
perbaikan dari segala aspek guna menigkatkan kepercayaan masyarakat dan meningkatkan
kepuasan masyarakat yang hasilnya kualitas dan mutu pelajar bisa meningkat.
Beberapa perbaikan yang sebaikanya dilakukan oleh pihak sekolah
1. Lebih diperbaiki dan ditingkatkan dari pihak pengajar tentang metode dan komunikasi
yang baik kepada siswa.
2. Menambah respon sekolah untuk menindak lanjuti keluhan atau complain dari
masyarakat.
3. Meningkatkan keamanan dan keselamatan siswa saat berada di sekolah , khususnya
tindakan preventif guna mencegah barang barang pribadi siswa yang sering hilang.
4. Meningkatkan komunikasi dengan wali murid guna menjalin suatu edukasi yang
berlanjut di sekolah maupun di rumah.
5. Peningkatan perawatan fasilitas pendukung siswa yang mendukung kegiatan
ekstrakulikuler.
6. Meningkatkan kesadaran dari pihak sekolah maupun dari siswa agar senantiasa menjaga
kebersihan lingkungan sekolah.

31

32

BAB V
KESIMPULAN
Dapat dilihat bahwa daya layan fasilitas pendidikan dasar pada tiap desa di Kecamatan
Nanggung berbeda tiap desanya, desa dengan nilai daya layan rendah ada di beberapa desa
diantaranya Curugbitung, Cisarua, Hambaro, Kalongliud, Parakanmuncang, Pangkal Jaya,
Sukalayu, Batu tulis. Sedangkan daya layan tinggi (nilai 1.2) berada di 3 desa, yaitu desa
Malasari, Bantar Karet, dan Nanggung. Desa dengan daya layan dikarenakan jumlah
ketersediaan fasilitas yang sedikit sehingga daya layannya rendah, namun desa-desa ini
termasuk dalam klasifikasi daya layan yang efektif dikarenakan nilai efektifitas daya layan
lebih dari 1. Untuk Puskesmas Kecamatan Nanggung yang berada di Desa Parakanmuncang
menunjukkan bahwa puskesmas hanya menjangkau desa Parakanmuncang, KalongLiud,
Babakan Sadeng, Nanggung, Hambaro, Pangkal Jaya

dan Curug Bitung, dan puskesmas

pembantu hanya ada di desa Hambaro, Cisarua dan Malasari, sehingga ada 1 desa yang tidak
terlayani oleh puskesmas kecamatan maupun puskesmas pembantu yakni desa Bantar Karet,
Sehingga warga Bantar Karet harus ke desa lain seperti Malasari maupun ke desa yang lain.
Untuk tingkat keterjangkauan layanan, Kecamatan Nanggung sendiri desa yang cukup
terjangkau oleh puskesmas baik puskesmas Pusat maupun Pembantu yaitu desa Nanggung,
Desa Parakan Muncang, Desa Kalongliud, Desa Batu Tulis, Desa Hambaro, Desa Sukaluyu,
Desa Pangkal Jaya dan Desa Curug Bitung. Sedangkan daerah yang hanya terlayani oleh
puskesmas pembantu saja yaitu Desa Cisarua dan sebagian kecil Desa Malasari. Untuk desa
yang sebagian besar tidak terlayani oleh puskesmas pusat maupun pembantu yaitu Desa Bantar
Karet dan Desa Malasari. Terdapatnya desa yang tidak terjangkau pelayanan kesehatan karena
letak dari puskesmas dan puskesmas pembantu tidak merata yakni hanya berada di sebagian
utara Kecamatan Nanggung sehingga desa-desa yang berada di bagian selatan tidak terjangkau
layanan ini. Dalam hal pendidikan dasar, semua desa memang sudah terjangkau fasilitas ini,
namun yang menjadi masalah dalam keterjangkauan layanan adalah letak dari sekolah sekolah
itu sendiri. Ada beberapa sekolah yang memang letaknya jauh dari permukiman dan sulit
dijangkau dengan kendaraan roda 4 (empat), hal ini tentu saja perlu diperhatikan oleh aparatur
setempat sebagai pemangku kebijakan, karena meskipun dilihat dalam peta semua wilayah
dapat terjangkau namun kenyataan di lapangan tidak demikian.
Untuk tingkat kepuasan terhadap pelayanan puskesmas Kecamatan Nanngung, data
menunjukan bahwa sebagian besar pasien puskesmas merasa puas dengan pelayanan yang di
lakukan oleh pihak puskesmas Parakanmuncang, yaitu sebesar 95,1%. Hanya sebagian kecil
33

yang merasa agak puas dengan pelayanan Puskesmas Parakanmuncang, yaitu sebesar 4,9%
saja. Data diatas dapat menjadi bahan untuk melakukan pembenahan kualitasa maupun
kuantitas pihak pihak uang terkait guna meningkatkan tingkat kepuasan masyarakat khususnya
pasien yang sedang berobat ke Puskesmas.
Untuk tingkat pelayanan pendidikan sekolah dasar, dari data yang telah diperoleh , rata
rata hamper 50 % lebih responden puas akan layanan Sekolah Dasar yang beracuan pada
variable variable yang tertulis diatas. Pelayanan perlu adanya peningkatan agar konsumen
dalam hal ini ditujukan adalah masyarakat dapat merasakan pelayanan yang optimal dan
hasilnya tingkat kepuasan masyarakat akan meningkat. Berkaca dari hasil olahan data
responden yang ditarik menggunakan kuesioner dapat diidentifikasi bahwa Pelayanan yang
optimal yang diberikan dari pihak sekolah dapat memberikat tigkat kepuasan mayarakat yang
tinggi. Yang imbasnya akan meningkatkan kualitas dan mutu siswa dan siswinya. Dari sampel
yang didapat dari responden SDN 1 Parakanmuncang dan SDN 2 parakanmuncang sebagian
besar puas terhadap pelayanannya.

34

LAMPIRAN

35