Anda di halaman 1dari 14

BAB III

PEMILIHAN ALAT
Hal hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan alat yang akan
digunakan adalah pertimbangan segi teknis. Pertimbangan secara teknis berguna
untuk mengetahui alat yang akan dipilih agar sesuai dengan kondisi yang ada,

a)
b)
c)
d)

baik masalah material, lokasi, kapasitas, maupun produksi yang diharapkan.


Data-data yang diketahui di lapangan :
Densitas andesit
= 2,5 ton/m3
Jumlah jam kerja = 8 jam/hari ( 1 shift )
Target produksi
= 25 ton/jam
Kapasitas umpan dari tambang dalam m3 adalah:
25ton / jam
10m 3 / jam
3
2,5ton / m

Berikut ini adalah pemilihan alat yang digunakan oleh UD. Putra Diafan
dalam pengolahan andesit yang digunakan untuk bahan pembuat bahan baku
beton dan campuran aspal.
3.1 Dump Truck (Dari ROM Stock Yard)
Untuk memindahkan material dari tambang ke stock yard digunakan dump truck
dengan spesifikasi :
Merk

:ISUZU ELF

Model

: NKR 71 HD

Capacity

: 10 Ton

Max Speed

: 115 km/jam

Overall L x W x H

: 5,83 m x 1,86 m x 2,12 m

18

Gambar 3.1
Dump Truck Isuzu ELF NKR 71 HD
Jarak dari tambang ke stockyard = 10 km, maka waktu yang dibutuhkan :

Waktu untuk mengisi bak truk, memutar truk dll

= 5 menit

Waktu berangkat dari tambang ke stockyard

= 15 menit

Waktu menukar, menumpahkan

= 8 menit

Waktu kembali ke tambang

= 15 menit +
43 menit

Densitas Dolomit = 2,5 ton/m3, produksi dari tambang = 25 ton/jam, kapasitas


dump truck = 10 ton, maka produksi dumptruck :

2 km
x 60 menit
30 km/ jam

Jumlah Dump Truck =

kapasitas produksi
produksi dumptruck

60 menit
x 10 ton
jam
43 menit

= 13,95 =

14 ton/jam
25ton/ jam

= 14 ton/ jam

= 1,79 2 Dump Truck


Selama 1 jam

60 menit
43 menit

= 1,4 trip

Dump Truck yang digunakan = 2 Dump Truck, maka dalam 1 jam 2 Dump Truck
tersebut mampu mengangkut sebanyak :
= 1,4 x (2 x 10 ton) = 28 ton
19

Jam kerja efektif 8 jam per hari


Maka dalam 1 hari = 8 jam/hari x 28 ton/jam
= 224 ton/hari
Dalam 1 minggu

= 6 hari/minggu x 224 ton/hari


= 1344 ton/minggu

3.2 Stock Yard


Sebelum material dari tambang direduksi ukuranya, material terlebih dahulu
ditampung di stockyard. Penggunaan stockyard dimaksudkan apabila produksi
material dari tambang berhenti maka produksi pengolahan tidak akan terganggu.
Kapasitas stockyard dirancang untuk 1 minggu:

A
C

D
B

Gambar 3.2
Stock Yard
A = 16 m ; B = 20 m
C = 1 m ; D = 24 m

Volume stockyard :

= [ (A + B) / 2 x C ] x D
= [ (16 m + 20 m) / 2 x 1 m ] x 24 m = 432 m3

20

Kapasitas stockyard :

= 300 m3 x 2,8 ton/m3


= 1209,6 ton

Target Produksi : 200 ton/hari

= 200 ton/hari x 6 hari


= 1200 ton
Jadi stockyard yang tersedia sesuai dengan target produksi dalam 1 minggu.
3.3 Wheel Loader
Untuk menumpahkan material dari stockpile ke hopper digunakan wheel
loader dengan spesifikasi sebagai berikut :

Gambar 3.3
Wheel Loader XCMG
Merk

: XCMG

Type

: LW 320

Kapasitas bucket

: 1,8 m3 = 1,8 m3 x 2,8 ton/m3 = 5,04 ton

21

Breakout force

: 1050 kg

Width bucket

: 2470 mm

Max Speed

: 35 km/jam

Saat membawa muatan

: V = 10 km/jam
t = 0,028 km : 10 km/jam = 0,17 menit

Saat muatan kosong

: V = 15 km/jam
t = 0,028 km : 15 km/jam = 0,11 menit

Saat mengambil muatan

: 1,5 menit

Saat menumpahkan muatan

: 1,0 menit

Cycle Time

: ( 0,17 + 0,11 + 1,5 + 1,0 ) menit


= 2,78 menit

Banyak pengangkutan dalam 1 jam : 60 menit : 2,78 menit = 21,58 22 kali


Target produksi 25 ton/jam

: 25tpj : 2,5 ton/m3 = 10 m3/jam


10 m3/jam

Jumlah pengambilan material

: 10 m3/jam : 1,8 m3 = 5,6 6 kali

Wheel Loader yang dibutuhkan

: 6 kali : 22 kali = 0,27 1 unit

Sehingga wheel loader yang dipergunakan sebanyak 1 buah. Keterangan dimensi


whell loader dapat dilihat di lampiran.
3.4 Hopper
Agar material yang akan ditumpahkan wheel loader dapat tertampung keseluruhan
kedalam hopper, maka besarnya kapasitas dari hopper harus lebih besar dari
kapasitas bucket wheel loader. Hopper terbuat dari plat baja dengan tebal 1 cm.

22

UD. Putra Diafan membuat hopper sendiri yang telah disesuaikan dengan lebar
bucket dari whell loader.

Gambar 3.4
Dimensi Hopper
Keterangan Hopper :
Panjang Atas (a)

: 2,0 m

Lebar Atas

(b)

: 2,5 m

Tinggi Atas

(c )

: 0,5 m

Tinggi Bawah (d)

: 2,0 m

Lebar Bawah (e)

: 0,1 m

Panjang Bawah (f)

: 0,2 m

Luas Atas
Luas Bawah

(La)
(Lb)

Kapasitas Hopper
(La+Lb)1/2]

: a x b = 2,0 x 2,5 = 5,0 m


: e x f = 0,1 x 0,2 = 0,02 m
1
: (La x c) +
x d x [La+Lb+
3
1
x 2,0 x
3
[5,0+0,02+(5,0+0,02)1/2 ]

: (5,0 x 0,5) +

: 1,67 + 7,26 = 8,93 m3


23

: 8,93 m3 x 2,5 ton / m3 = 22,325 ton


3.5 Peremuk I (Jaw Crusher)
Spesifikasi Jaw Crusher yang digunakan adalah:

Gambar 3.5
Jaw Crusher Break-Day

Merk

: Break-Day

Np Model

: PE 400x600

Kapasitas

: 15-60 tpj

Feed Opening

: 400 mm x 600 mm

Max Feed Size

Power

: 30 kW

Setting

: 58 mm

: 350 mm

Jumlah jaw crusher yang digunakan sebanyak 1 unit.

24

3.6 Screen
Untuk menentukan spesifikasi alat yang digunakan , berdasarkan atas luas screen.
C
m3
B
x
G
x
V
x
H
x
E
x
M
x
O
x
D
x
T
x
W
A=

Ada beberapa factor yang perlu diperhatikan adalah :

C = Total umpan, misalkan = 25 tpj

B = Basic capacity passing though a square of screen, didapat dengan


memasukkan opening ayakan missal : 30 mm, maka akan didapat harga
kapasitas dasar 55 ton.jam-1.m-2

G = Bulk Density Factor


Faktor G diperoleh dari bulk density material dibagi dengan 1,6. Untuk
material dengan densitas 2,5 ton/m-3.Faktornya = 2,5/1,6 = 1,5625

V = Oversize factor
Diperoleh dari jumlah persen material yang tidak lolos dalam lubang
ayakan, material yang tidak lolos, material yang tidak lolos : 80 %, maka
harga V = 1,19

H = Halfsize Faktor
Didapat dari jumlah persen material yang lolos pada setengah opening
misal : 50 mm = 10 % maka harga H = 0,4

E = Efficiency Faktor
Merupakan perhitungan prosentase material dalam umpan pada tiap-tiap
deck yang sebenarnya lolos melalui lubang ayakan dibandingkan dengan
jumlah material yang diperkirakan lolos. Misalkan pada deck I effisiensi =
95 %, maka didapatkan effisiensinya = 0,77

M = Moist Condition Factor

25

Faktor kondisi material basah bila materialnya berbentuk gravel, crushed


stone maupun sticky stone. Pada lubang ayakan 100 mm, material crushed
stone mempunyai kandungan air 0%, moist condition factor = I (tidak ada
dalam grafik) untuk material andesit kandungan air hamper tidak ada jadi
factor M nilainya 1.

O = Open area factor


Misalkan pada opening 100 mm, dari table dapat dilihat percent of open
are factor sebesar 45, kemuadian dari grafik didapat nilai O sebesar 0,9.

D = Deck Faktor
Factor ini menunjukkan efektif lamanya pengayakan tiap deck. Dari table
didapat untuk top deck nilainya 1.

T = Type of deck factor


Bentuk permukaan ayakan juga mempengaruhi kapasitas ayakan. Untuk
lubang ayakan berbentuk square maka harga factornya 1.

W = Wet Screen factor


Digunakan untuk menghitung penigkatan kadar air dalam sejumlah
material yang dapat lolos melalui lubang ayakan. Untuk pengayakan cara
kering factor W tidak digunakan, atau nilainya 1.

Luas ayakan yang digunakan (AR) = F1 x F2 x A


F1 = Effective screen area ratio (normaly 1.0 ~ 1.2 )
F2 = Allowance ( normaly 1.0 ~ 1.25 )

26

Tabel 3.1
Perhitungan Screen
Screen I

Screen II

Deck I

Deck II

Deck III

Deck I

Deck II

Deck III

Opening

30

10

30

10

Effisiensi

95

95

95

95

95

95

Oversize

62,96

46,2

90,47

35,44

69.68

72,81

Undersize

37,04

53,8

9,53

64,56

30,32

27,19

Factor C

25

9,26

4,98

25

16,1424

4,8957

Factor B

55

31,3

19,5

55

31,3

19,5

Factor G

1,5625

1,5625

1,5625

1,5625

1,5625

1,5625

Factor V

1,5

1,14

3,45

1,05

1,56

1,61

Factor H

0,58

0,73

0,29

0,84

0,50

0,47

Factor E

0,77

0,77

0,77

0,77

0,77

0,77

Factor M

Factor D

0,9

0,8

0,9

0,8

Factor O

1,19

1,1

0,98

1,19

1,1

0,98

Factor T

Factor W

0,36

0,3

0,27

0,36

0,56

0,35

F1

1,1

1,1

1,1

1,1

1,1

1,1

F2

1,2

1,2

1,2

1,2

1,2

1,2

AR

0,47

0,39

0,36

0,47

0,73

0,46

Spesifikasi Screen TDVS (Trople Deck Vibration Screen) :

27

Untuk mamisahkan ukuran material yang keluar dari Jaw Crusher.


Oversize dari deck I dan deck II akan masuk alat Peremuk II (Cone Crusher) dan
undersize akan masuk ke Screen II (TDVS). Berdasarkan luas deck I, deck II, dan
deck III dari screen I = 0,47 m2, 0,39 m2, dan 0,36 m2. Dan untuk memisahkan
ukuran material yang keluar dari Cone Crusher dan undersize screen I deck II
akan masuk ke Screen II (TDVS). Luas deck dari screen II = 0,46 m 2. UD. Putra
Diafan membuat screen sendiri dengan ukuran sebagai berikut :
Lebar x Panjang

= 1000 mm x 2000 mm

Luas

= 2,0 m2

Gambar 3.6
Screen
3.7 Peremuk II (Cone Crusher)
Untuk peremukan yang kedua digunakan alat Cone Crusher dengan spesifikasi
seperti halnya di lampiran sebagai berikut :
Merk

= Kue-Ken Cone Crusher

Head Diameter

= 28 Inches

Kapasitas

= 25-30 tpj

28

3.8 Belt Conveyor


Pemilihan belt conveyor didalamnya meliputi :
a. Ukuran produk dari crusher
Berpengaruh terhadap lebar belt conveyor. Namun di UD. Putra Diafan
memiliki lebar belt yang rata-rata sama.
b. Angle of prepose
c. Berat jenis bahan galian

Density andesit : 2,5 ton/m3


2,5 ton/m3 x 2200 Lb/ton x 1 m3/35,31 = 155,76 Lb/ft3
Ukuran produk terbesar Jaw Crusher = 150 mm
Spesifikasi Belt Conveyor :
Merk

: Joyal

Lebar

: 500 mm

Kapasitas

: 40-80 ton/jam

R = 5-7 meter
= 20-13o

Y = X tan = 1,3 1,7 meter


X

X = R Cos = 4,8 6,7 meter


Tabel 3.2
Keterangan Belt Conveyor

29

Panjan

Lebar

kecepatan

Sudut

g (m)

(inci)

(fpm)

Kemiringan

Jaw crusher ke screen I

24

200

15

Screen I ke Cone Crusher

24

150

20

Cone Crusher ke Screen II

24

200

20

Produk I

6,5

24

100

17

Produk II

24

100

15

Produk III

24

100

15

Produk IV

6,5

24

100

17

No

Letak Belt Conveyor

3.9 Stock Pile


Berat jenis batu andesit

: 2,5 ton/m3

Waktu kerja

: 8 jam/hari

Kapasitas

: 6 hari produksi

Dimensi Stock Pile


Tinggi (a+e)

: 2 m ; a = 150 cm ; e = 50 cm

Panjang (b) x Lebar (c)

:4m x4m

a
e
c
b
30

Gambar 3.7
Dimensi Stock Pile
Volume Stock pile :
Volumebalok - Volumekerucut

= ( P x L x T ) ( 1/3 La x T )
= (4 x 4 x 2 ) ( 1/3 16 x 0,8 )
= 32 4,27
= 27,73 m3

maka,
27,73ton / jam
3
= 2,5ton / m
x 48 jam/minggu
= 532,48 m3/minggu
532,48 m3

= x r2 x 2
= 2 x 3,14 x r2

= 9,21 m/minggu

; r

= 9,21 : 6 = 1,535 m/hari

Semua stock pile memiliki ukuran dimensi yg sama, maka jari jari stock pile
pun juga sama.

31