Anda di halaman 1dari 5

Penentuan Status Gizi Balita di Posyandu

Oleh :
Cindy Cicilia
102012403
Cindy.cicilia@civitas.com
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jl. Terusan Arjuna No. 6 Jakarta Barat

2012

Pendahuluan
Salah satu permasalahan di Indonesia adalah kematian anak dibawah usia lima tahun
(balita). Salah satu sebabnya adalah karena keadaan gizi yang kurang baik. Masalah gizi
merupakan sindroma kemiskinan yang erat kaitannya dengan masalah ketahanan pangan
ditingkat rumah tangga. Di tahun 2010 status gizi balita dari 33 provinsi di Indonesia 18
diantaranya memiliki prevalensi gizi kurang diatas angka prevalensi nasional yaitu berkisar
antara 18,5%. Status gizi buruk bagi balita dapat menimbulkan pengaruh yang sangat dalam
pertumbuhan fisik, mental, dan kemampuan berpikirnya. Berbagai upaya telah dilakukan
permerintah untuk mengatasi masalah gizi buruk pada balita, seperti berupaya mengoptimalkan
operasional pelayanan kesehatan terhadap ibu hamil dan pelayanan kesehatan pada balita dengan
pengoptimalan fungsi posyandu.
Posyandu adalah pusat kegiatan masyarakat, dimana masyarakat dapat sekaligus
pelayanan kesehatan secara professional oleh petugas sector serta non professional oleh kader
dan diselenggarakan atas usaha masyarakat sendiri.1
ISI
Dalam bidang gizi masyarakat, kegiatan promosi dan pemantauan pertumbuhan anak
balita merupakan kegiatan utama program gizi yang menitikberatkan pada upaya pencegahan
dan peningkatan gizi anak. Pada tingkat komunitas kecil seperti RW dan Desa, kegiatan
pemantauan, dilakukan melalui Pos Pelayanan Terpadu atau Posyandu. Posyandu memiliki 5
program utama yang dilaksanakan yaitu program gizi, kesehatan ibu dan anak (KIA), keluarga
berencana (KB), imunisasi, dan penanggulangan diare.2
Lalu kegiatan posyandu biasanya dilaksanakan dengan system 5 meja, yaitu:
1.
2.
3.
4.
5.

Meja I
Meja II
Meja III
Meja IV
Meja V

: Pendaftaran
: Penimbangan
: Pengisian Kartu Menuju Sehat (KMS)
: Penyuluhan perorangan berdasarkan KMS
: Pelayanan KB dan kesehatan

Gizi merupakan salah satu faktor penting yang menentukan tingkat kesehatan dan
kesejahteraan manusia. Gizi dikatakan baik apabila terdapat keseimbangan dan keserasian antara
perkembangan fisik dan perkembangan mental. Tingkat status gizi optimal akan tercapai apabila
kebutuhan zat gizi optimal terpenuhi. Zat gizi terdiri atas:3
A. Karbohidrat
Karbohidrat sebagai zat gizi merupakan kelompok zat-zat organik yang mempunyai
struktur molekul yang berbeda-beda, meski terdapat persamaan dari sudut dan fungsinya.
Karbohidrat yang terkandung dalam makanan pada umumnya hanya ada 3 jenis yaitu:

Polisakarida, Disakarida, dan Monosakarida. Karbohidrat terdapat dalam bahan


makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan hanya sedikit yang termasuk bahan
makanan hewani.

Fungsi utama karbohirat yaitu:


1. Sumber utama energi yang murah.
2. Memberikan rangsangan mekanik.
3. Melancarkan gerakan peristaltik yang melancarkan aliran bubur makanan serta
memudahkan pembuangan tinja.
B. Protein
Protein merupakan zat gizi yang sangat penting karena yangpaling erat hubungannya
dengan kehidupan. Protein mengandung unsur C, H, O dan unsur khusus yang tidak
terdapat pada karbohidrat maupun lemak yaitu nitrogen. Protein nabati dapat diperoleh
dari tumbuh-tumbuhan, sedangkan protein hewani didapat dari hewan. Protein berfungsi:
1. Membangun sel-sel yang rusak.
2. Membentuk zat-zat pengatur seperti enzim dan hormon.
3. Membentuk zat anti energi, dalam hal ini tiap protein menghasilkan sekitar 4,1
kalori.
C. Lemak
Lemak merupakan senyawa organik yang majemuk, terdiri dari unsur-unsur C, H, O yang
membentuk senyawa asam lemak dan gliserol, apabila bergabung dengan zat lain akan
membentuk lipoid, fosfolipoid dan sterol. Fungsi lemak antara lain :
1. Sumber utama energi atau cadangan dalam jaringan tubuh dan bantalan bagi organ
tertentu dari tubuh.
2. Sebagai sumber asam lemak yaitu zat gizi yang esensial bagi kesehatan kulit dan
rambut.
3. Sebagai pelarut vitamin-vitamin (A, D, E, K) yang larut dalam lemak.
D. Vitamin
Vitamin berasal dari kata Vitamine oleh Vladimin Funk karena disangka suatu ikatan
organic amine dan merupakan zat vitamin yang dibutuhkan untuk kehidupan. Ternyata
zat ini bukan merupakan amine, sehingga diubah menjadi vitamin. Fungsi vitamin
sebagai berikut:
1. Vitamin A : fungsi dalam proses melihat, metabolism umum, dan reproduksi.
2. Vitamin D : calciferol, berfungsi sebagai prohormon transport calsium ke dalam
sel. Bahan makanan yang kaya vitamin D adalah susu.

3. Vitamin E : alpha tocoperol, berfungsi sebagai antioksida alamiah dan


metabolisme selenium. Umumnya bahan makanan kacangkacangan atau biji-bijian
khususnya bentuk kecambah, mengandung vitamin E yang baik.

4. Vitamin K : menadion, berfungsi di dalam proses sintesis prothrombine yang


diperlukan dalam pembekuan darah. Vitamin K terdapat dalam konsentrasi tinggi
di dalam ginjal. Paru-paru dan sumsum tulang. Pada penyerapan vitamin K
diperlukan garam empedu dan lemak.
E. Mineral
Mineral merupakan zat gizi yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang sedikit. Mineral
mempunyai fungsi :
1. Sebagai pembentuk berbagai jaringan tubuh, tulang, hormon, dan enzim.
2. Sebagai zat pengatur
a. Berbagai proses metabolisme.
b. Keseimbangan cairan tubuh.
c. Proses pembekuan darah.
d. Kepekaan saraf dan untuk kontraksi otot.
Bila semua gizi tersebut sudah terpenuhi maka gizi seorang balita tersebut baik. Cara
menentukan status gizi balita tersebut baik arau tidak adalah menimbang nya di posyandu. Setiap
balita akan diberikan KMS (Kartu Menuju Sehat) agar hasil penimbangan akan dimasukan
kedalam KMS dan kader dapat mengetahui apakah gizi balita baik, buruk, lebih atau kurang.
Selain menimbang dan mencatat KMS juga meng-interprestasikan tumbuh kembang anak kepada
ibunya. Sehingga memungkinkan pertumbuhan anak dapat di amati dengan cara menimbangnya
tiap bulan.4 Bila terdapat bayi BGM (Bawah garis merah) atau juga berat badanya melebihi
normal (obesitas) maka harus dilakukan tindakan bagi bayi tersebutbila bayi BGM maka akan
diberikan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) sedangkan obesitas maka pola makan nya harus
dikendalikan.
Interprestasi 4
Garis pada kurva pertumbuhan pada KMS berfungsi ganda, yaitu:
- Sebagai tanda persentasi/persentil tertentu
- Petunjuk arah yang harus dicapai oleh grafik BB anak:
o Arah A : Pertumbuhan anak baik
o Arah B : pertumbuhan kurang baik, memerlukan perhatian khusus
o Arah C : memerlukan tindakan segera
o Arah D : ibu harus diberikan pujian atas keberhasilannya menaikan kembali
berat badan anaknya searah kurva pertumbuhan normal.

Selain itu status gizi balita dapat ditentukan dengan penilaian melalui berbagai cara, yaitu
pemeriksaan klinis, biokimia, biofisik, dan anthropometri. Metode yang paling sering digunakan
adalah pengukuran anthropometri. Indicator anthropometri yang dapat digunakan untuk menilai
status gizi balita antara lain Berat Badan menurut Umur (BB/U), Panjang Badan menurut Umur
(PB/U), dan Berat Badan terhadap Panjang Badan (BB/PB). BB/U lebih menggambarkan status
gizi anak saat ini, PB/U lebih menggambarkan status gizi anak waktu yang lalu, sedangkan
BB/PB merupakan indicator global keadaan gizi. Dengan begiu balita yang telah mempunyai
KMS akan lebih mudah untuk menentukan status gizinya.5