Anda di halaman 1dari 28

Pola Sederhana

Kerusakan

pada lapisan ozon


merupakan masalah internasional
sehingga masalah itu hanya bisa
diselesaikan melalui persetujuan
internasional
(A) sehingga (K)

Note:

A = Alasan; K = Kesimpulan

Penalaran Berdampingan
(Side by Side Reasoning)

Pembedahan binatang di laboratorium biologi


mengajarkan para mahasiswa kehidupan
binatang tidak berharga dan tidak penting. Juga
sebuah studi terkini memperlihatkan perusahaan
tertentu yang mensuplai binatang-binatang ini
tidak peduli dengan penderitaan dan rasa sakit
yang diderita binatang tersebut. Selanjutnya, ada
alternatif layak yang sekarang ini tersedia dalam
simulasi komputer, yang memberi pelajaran
seperti yang diajarkan lewat pembedahan. Oleh
karena semua alasan ini, kita tidak perlu lagi
melakukan pembedahan binatang saat mata
kuliah biologi.

Struktur
Penalaran

Penalaran Berdampingan
(Side by Side Reasoning)

Polanya:
(A1) dan (A2) dan (A3) sehingga (K1)

Cara mengevaluasi argumen dengan pola


ini adalah dengan melihat apakah alasanalasannya tepat, benar atau dapat
diterima dan apakah alasan
membenarkan kesimpulan

Note: A = Alasan; K = Kesimpulan

Alasan Bersama
(Joint Reasons)
Alasan-alasan

yang harus digunakan


bersama-sama untuk memberi
dukungan terhadap kesimpulannya
Antara alasan yang satu dan yang lain
tetap terpisah (berdiri sendiri), tetapi
harus digunakan bersama untuk
memberi dukungan terhadap
kesimpulannya

Alasan Bersama
(Joint Reasons)
Jika

anda mengerjakan semua latihan ini


dengan teliti, itu sudah cukup bagi anda
untuk mendapatkan hasil yang baik
dalam kuliah ini. Anda mengerjakan
semua latihan itu dengan teliti.
Sehingga Anda mendapatkan nilai yang
baik dalam kuliah.

Rantai Penalaran
(Chains of Reasoning)

Pembakaran sejumlah besar bahan bakar fosil


merupakan penyebab pemanasan global yang
merugikan kita semua, sehingga penting
sekali merundingkan pengurangan emisi gas
yang menyebabkan pengrusakan. Jadi kita
memerlukan suatu persetujuan internasional
dimana berdasarkan persetujuan tersebut
negara-negara mengurangi produksi gas
sesuai dengan besarnya masalah yang mereka
timbulkan. Oleh karena itu, Amerika Serikat
tidak diperkenankan membeli izin untuk
menghasilkan gas ini dari negara-negara lain.

Struktur
Penalaran

Rantai Penalaran
(Chains of Reasoning)
Polanya:

(A1) Sehingga (K1) Jadi (K2) Oleh karena itu


(K3)
Cara

evaluasinya berbeda dengan pola


alasan berdampingan

Note:

A = Alasan; K = Kesimpulan

Kegunaan
Pola atau Struktur Penalaran
Membantu

anda dalam evaluasi suatu


argumen, sebab cara atau metode
evaluasinya berbeda / tergantung pada
polanya
Membantu anda menyusun suatu
argumen yang benar

Kalimat Hipotesis
..atau

(disjungtif)
Anda menderita sesak nafas dan
kekurangan berat badan, sehingga anda
sebenarnya mengalami entah itu
masalah dengan kelenjar tiroid atau
kanker paru-paru atau sesuatu yang lain

Kalimat Hipotesis
Jika.,

maka. (kondisional)
Jika saya lapar maka saya makan KFC

Kalimat Hipotesis
Jika

terdakwa berdusta tentang dimana


ia berada pada malam terjadinya
pembunuhan maka dia mungkin
bersalah (Kalimat Kondisional)
Terdakwa berdusta tentang dimana ia
berada pada malam terjadinya
pembunuhan sehingga dia mungkin
bersalah (argumen)

Hipotesis
Jika

anda menemukan kalimat hipotesis


diatas pada saat anda melakukan
analisis argumen, maka anda harus
melihat kalimat itu sebagai satu
kesatuan (tidak dipisahkan)

Argumen dan Penjelasan


Jane

marah terhadapnya karena dia


menabrak mobilnya
Jane berhak marah terhadapnya karena
dia telah menabrak mobilnya
Kata karena atau itulah sebabnya
mengapa, kadang-kadang digunakan
pengarang untuk menjelaskan sebab
akibat

Argumen dan Penjelasan


Kita

harus membatasi produksi gas


rumah kaca karena produksi gas rumah
kaca menyebabkan kerusakan pada
lapisan ozon (argumen)
Napoleon meninggal karena diracuni
dengan racun arsenik (penjelasan)
Dinosaurus punah karena sebuah
meteor besar jatuh berhamburan ke
bumi (penjelasan)

Argumen dan Penjelasan


Jika pengarang tampaknya berasumsi
bahwa akibatnya benar maka Anda
mungkin memperoleh penjelasan
sebab-akibat; sebaliknya, jika
pengarang bermaksud membuktikan
akibatnya, maka kemungkinan itu
sebuah argumen (Ennis)

Memahami Penalaran
Untuk dapat memahami penalaran (cara
berpikir) seseorang, terdapat 3 hal yang
perlu diperhatikan:
Asumsi
Konteks
Peta Berpikir (metode)

Asumsi
Keyakinan

yang secara jelas diterima


atau dianggap benar oleh pembicara
atau penulis tetapi mereka tidak
menyatakannya atau membuatnya
eksplisit
Asumsi dalam sebuah argumen
mungkin dapat benar atau tidak dapat
benar

Asumsi
Fungsinya:

giving support to the basic reasons


presented in the argument
as a missing step within the argument
perhaps as an additional reason which must
be added to the stated reasons in order for
the conclusion to be established, or perhaps
as an intermediate conclusion which is
supported by the reasons, and in turn
supports the main conclusion

Asumsi (Contoh 1)
One-third

of the population still smokes.


Everyone must know that smoking
causes lung cancer and heart disease.
So, knowing the dangers of smoking is
not sufcient to stop people from
smoking

Asumsi (Contoh 2)
In

tests designed to investigate the


effect of a time delay on recalling a list
of words, subjects remembered fewer
words after a 30-second delay than after
a 10-second delay. Therefore, after a 60second delay, we would expect subjects
to remember even fewer words than
after a 30-second delay.

Asumsi

Even if you do not regard this assumption


as controversial, the example illustrates
the way in which we can attempt to
identify potentially controversial
assumptions underlying the basic
reasons presented in an argument.
Clearly the identication of such
assumptions is closely associated
with evaluating the truth of reasons

Konteks
Mengandung

segala macam asumsi,


pra-anggapan, latar belakang
keyakinan, fakta yang relevan, aturan
tingkah laku, dll.
Konteks itu mencakup orang-orang yang
terlibat (tujuan, keyakinan, emosi, dan
kepentingan mereka), sejarah, sik, dan
sosial.

Peta Berpikir (Thinking


Map)
Kumpulan

pertanyaan yang terstruktur


dan menjadi panduan dalam
menerapkan kemampuan berpikir kritis
Metode yang diterapkan oleh Alec Fisher

Reminder
Observasi

(kasus) dengan 5 W + 1 H
Jika argumen, pakai metode peta
berpikir
Beberapa peta berpikir yg dapat
membantu (terlampir)

Sumber
Fisher,

A. (2009). Berpikir Kritis: Sebuah


Pengantar. Jakarta, Penerbit Erlangga
Thomson, A. (2009). Critical Reasoning:
a Practical Introduction (3rd edition).
London dan New York, Routledge