Anda di halaman 1dari 2

TATA TERTIB

1. NAMA, WAKTU, TEMPAT


- Kegiatan ini bernama Musyawarah Besar Unit Kegiatan Mahasiswa Lembaga Dakwah Kampus
Al-Kautsar Universitas Malikussaleh periode 2014-2015 yang selanjutnya disebut MUBES
UKM LDK AL-KAUTSAR Periode 2014-2015.
- Mubes UKM LDK Al-KAUTSAR Periode 2010-2011 dilaksanakan pada hari, tanggal, bulan,
tahunsampai selesai.
- Mubes UKM LDK Al-KAUTSAR Periode 2014-2015 dilaksanakan di Gedung ACC Cunda
Universitas Malikussaleh.
1.2 STATUS
- Keputusan tertinggi berada ditangan musyawarah besar LDK Al-Kautsar Unimal
- Musyawarah besar ini merupakan musyawarah anggota LDK Al-kautsar unimal yang hadir
1.3 WEWENANG
- Memilih dan menetapkan Pimpinan Sidang 1, Pimpinan Sidang 2, dan Pimpinan Sidang 3.
- Mengevaluasi dan mengesahkan Laporan Pertanggung jawaban (LPJ) Pengurus LDK AlKautsar Unimal
- Menetapkan dan mengesahkan Anggaran Dasar/Anggaran RumahTangga
- Memilih dan menetapkan Ketua Umum.
1.4 PESERTA
a. Peserta musyawarah besar terdiri dari peserta penuh dan peserta peninjau.
b. Peserta penuh adalah peserta yang tercantum dalam SK nomor 119/S/LDK AlKautsar/UN.45/IX/2013(terlampir)
c. Peserta peninjau adalah pembina, alumni, anggota, dan tamu undangan yang tidak tercantum
namanya dalam sk nomor 119/S/LDK Al-Kautsar/UN.45/IX/2013
5.
6.
-

HAK DAN KEWAJIBAN PESERTA PENUH MUSYAWARAH BESAR


Peserta Penuh musyawarah besar berhak dan wajib mengikuti setiap persidangan
Apabila peserta penuh tidak hadir maka tidak dapat diwakilkan.
Peserta Penuh musyawarah besar mempunyai hak bicara dan hak suara
Peserta Penuh musyawarah besar wajib bersikap sopan dan tertib serta tidak menggangu
jalannya persidangan
Peserta Penuh musyawarah besar tidak dibenarkan keluar atau memasuki persidangan tanpa izin
pimpinan sidang.
peserta penuh harus berdiri ketika ingin menggunakan hak bicara
Peserta penuh musyawarah besar dianjurkan mengucapkan istighfar secara lirih setelah
menggunakan hak suara dan hak bicara.
HAK DAN KEWAJIBAN PESERTA PENINJAU MUSYAWARAH BESAR
Peserta Peninjau musyawarah besar berhak mengikuti setiap persidangan
Peserta Peninjau musyawarah besar mempunyai hak bicara
Peserta Peninjau musyawarah besar wajib bersikap sopan dan tertib serta tidak menggangu
jalannya persidangan
Peserta peninjau harus berdiri ketika ingin menggunakan hak bicara
Peserta peninjau musyawarah besar dianjurkan mengucapkan istighfar secara lirih setelah
menggunakan hak bicara.

7. PIMPINAN SIDANG
- Sidang Paripurna I dipimpin oleh Pimpinan Sidang Sementara 1, Pimpinan Sidang Sementara 2,
dan pimpinan sidang sementara 3
- Sidang paripurna II, III, dan IV dipimpin oleh Pimpinan Sidang 1 yang dipilih dari peserta, oleh
peserta, dan berbentuk presidium terdiri dari 3 (tiga) orang dengan tata pemilihan tersendiri.
- Pimpinan sidang cukup hanya sekali saja dalam meminta persetujuan peserta sidang.
8. HAK DAN KEWAJIBAN PIMPINAN SIDANG
- Pimpinan siding berhak dan wajib membuka, menunda, dan menutup sidang dengan
persetujuan peserta sidang

Menjaga tata tertib dan kelancaran sidang


Berhak memberikan sanksi kepada peserta yang mengganggu jalannya persidangan
Berhak dan wajib merumuskan persoalan yang dibahas, menetapkan, dan mengesahkan
keputusan yang disetujui oleh peserta sidang.

9.
-

KETUKAN PALU
Ketukan 1x : pengambilan keputusan 2.
Ketukan 2x : pending atau berhenti sementara 3.
Ketukan 3x : penutupan dan pembukaan kongres 4.
Ketukan berkali-kali : menenangkan peserta.

10. QUORUM
- Musyawarah besar baru dinyatakan sah apabila dihadiri oleh 1/2n + 1 dari Peserta Penuh sesuai
dengan SK yang telah dikeluarkan oleh LDK Al-Kautsar
- Apabila sub point a tidak terpenuhi maka musyawarah besar ditunda 2 x 10 menit dan setelah
itu dinyatakan sah
11. KEPUTUSAN
- Keputusan diambil dengan cara musyawarah dan mufakat
- Bila point (a) tidak terpenuhi, maka dilakukan lobi oleh anggota presidium LDK Al Kautsar
diluar forum dengan waktu 1 x 10 menit dengan jumlah minimal presidium 5 orang
12. PENUTUP
- Hal-hal lain yang belum diatur dalam tata tertib ini diserahkan kepada kebijaksanaan pimpinan
sidang atas persetujuan peserta musyawarah besar.