Anda di halaman 1dari 32

Tugas 6

Valas

Untuk Memenuhi Tugas Pengantar Ekonomi Makro

Yang di bimbing oleh Bpk. Iskandar , S.Ag.,S.E.

Di susun oleh :

NYOHARDI

08102173

PERGURUAN TINGGI STIE / STMIK ASIA

Jl. Soekarno Hatta – Rembuksari IA-Malang

Tahuh Ajaran 2009-2010


KATA PENGANTAR

Segala puji bagi allah Swt karena dengan limpahan rahmat dan

inayahnya-Nya kepada penulis, serta dengan limpahan syafa’at utusan-Nya,

sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah ini dengan lancar tanpa

hambatan.

Makalah ini disusun oleh penulis untuk memenuhi salah satu tugas

mata kuliah pengantar ekonomi makro yang diampu oleh bapak

Iskandar,S.Ag,S.E Makalah ini disusun dengan mematuhi metodologi yang

berlaku.

Tidak lupa penulis mengucapkan banyak terimakasih terhadap

semua pihak- pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini yang

diantaranya:

1. Bapak Iskandar selaku dosen pengampu pengantar ekonomi makro

2. Kedua orang tua penulis yang mendukung secara moral dan material

3. Teman-teman yang telah memberikan semangat dan dukungan, sekaligus

memberikan pinjaman buku referensi kepada penulis.

Penulis menyadari bahwa makalah ini sangatlah jauh untuk

memperoleh kesempurnaan, oleh karena itu untuk menyempurnakan kelengkapan

data-data laporan ini kritik dan saran para pembaca yang sifatnya membangun

sangatlah diharapkan oleh penulis.

Malang, Januari 2010

Penulis

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ……… ………………………………………….…...... ii

DAFTAR ISI …………………………………………........................................iii

BAB 1 PENDAHULUAN.....................................................................................1

A. Latar Belakang Masalah........................................................................1

B. Rumusan Masalah...................................................................................2

C. Tujuan Penulisan Makalah....................................................................2

D. Manfaat Penulisan Makalah..................................................................2

1. Manfaat Internal...................................................................................2

2. Manfaat Eksternal................................................................................2

BAB II LANDASAN TEORI...............................................................................3

A. Pengertian Valas.....................................................................................3

B. Pengertian Kurs Valas …………………………………………………4

C. Penentuan Kurs Valas …………………………………………………5

1. Penentuan Kurs Dalam Pasar Bebas…………………………………...5

a. Permintaan Valuta Asing. …………………………………………..5

b. Penawaran Valuta Asing ……………………………………………6

c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perubahan Nilai Kurs ………….9

D. Pelaku Pasar Valuta Asing ……………………………………...……13

E. Jenis-jenis Valuta Asing ………………………………………………14

F. Kondisi & Persyaratan Trading Valas ……………………………. ..16

G. Pofit &Loss Calculation Valuta Asing ……………………………….17

iii
H. Faktor Penggerak Pasar Valuta Asing ……………………………..19

I. Terjadinya Perubahan NIlai Rupiah Terhadap Valuta Asing ……..19

BAB III TINJAUAN REALITA ...............................................................21

A. Kurs Uang Kertas Asing ..............................................................21

B. Kurs Transaksi Bank Indonesia ....................................................22

C. Kurs Tengah USD-IDR ................................................................23

D. Kurs Transaksi Bank Indonesia Mata Uang AUD ..........................23

E. Kurs Transaksi Bank Indonesia Mata Uang USD ..........................24

BAB IV PENUTUP ..................................................................................26

Kesimpulan

Saran

Daftar Pustaka

iv
v
BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah

Seperti yang kita ketahui di setiap negara memiliki mata uang yang
berbeda-beda antara negara yang satu dengan negara yang lain, sehingga dalam
melakukan suatu transaksi perdagangan dengan negara lain dibutuhkan suatu
perhitungan suatu nilai tukar antara mata uang suatu negara terhadap negara
lain.

Perhitungan ini lebih dikenal dengan Kurs Valuta Asing (Foreign


Exchange Rate), kurs ini bisa memberikan patokan berapa –berapa nilai mata
unga asing dilihat dari Rupiah kita, sehingga memudahkan terjadinya transaksi
karena bisa mengetahui berapa jumlah uang yang akan dikeluarkan untuk
membeli produk dari negara asing. Dan juga akan bisa mengetahui berapa
jumlah uang yang akan diterima dari pembayaran penjualan poduk dalam
negeri ke negara asing.

Surplus dalam valuta asing merupakan salah satu faktor yang dapat
dijadikan ukuran bahwa suatu negara stabil dalam perkembangan
perekonomiannya, namun pada kenyataannya surplus dalam valuta asing
sangat sulit dicapai apalagi di Negara berkembang seperti Indonesia yang kurs
mata uangnya rendah di bandingkan dengan mata uang Negara lain.

Mata uang Indonesia (Rupiah ) dan mata uang negara-negara lain dapat
dibandingkan sebagi komoditas , mata uang asing juga bisa dibeli maupun
dijual diseluruh dunia. Kurs mata uang bisa sering mengalami perubahan baik
naik(menguat) atau turun (melemah) perubahan nilai dari kurs valuta asing
dapat disebabkan oleh banyak faktor, maka dalam makalah ini akan dibahas
mengenai tentang valas , kurs valas, macam-macam kurs dan factor yang
mempengaruhi perubahan kurs.

vi
B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka penulis dapat


merumuskan masalah yanga akan di bahas dalam makalah ini adalah sebagai
berikut:

1. Apa pengertian Valas ?

2. Apa saja macam transaksi Valas ?

3. Bagaimana Penentuan Nilai (kurs) Valas ?

4. Apa faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan nilai kurs ?

C. Tujuan Penulisan Makalah

1. Agar dapat mengetahui pengertian dari valas

2. Dapat mengetahui macam-macam transaksi valas

3. Mengetahui dan memahami kurs valuta asing dan penentuan nilai kurs

4. Bisa mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan valuta asing

D. Manfaat Penulisan Makalah

1. Bagi Penulis
a) Menambah wawasan tentang valas dan kurs valas
b) Bisa mengetahui cara penentuan kurs valas

2. Bagi Pembaca
a) Sebagai referensi penulisan makalah berikutnya yang berhubungan
dengan valas.
b) Sebagai bahan bacaan yang bermanfaat bagi mahasiswa

vii
BAB II

LANDASAN TEORI

A. Pengertian Valuta Asing

Forex (Foreign Exchange) atau Valuta Asing adalah pasar mata uang
yang merupakan pasar derifatif terbesar di dunia. Perdagangan ini diawali pada
tahun 1971 berdasarkan perjanjian Bretton Woods yang menetapkan
perubahan nilai mata uang suatu negara dari kurs tetap menjadi kurs
mengambang yang nilainya ditentukan oleh pasar.

Definisi sederhana dari forex adalah perubahan nilai dari satu mata uang
ke mata uang lainnya. Besarnya transaksi pasar valuta asing berdasarkan
survey yang dilakukan oleh Bank of International Settlements (BIS) adalah
US$ 80 juta per hari pada tahun 1980 dan saat ini meningkat menjadi US$ 1.5
triliun per hari, dimana lebih dari 50% dari jumlah tersebut ditransaksikan di
pasarLondon.

Foreign Exchange (FOREX) atau dalam pengertian Bahasa Indonesia


boleh juga disebut sebagai Valuta Asing (VALAS) adalah suatu mata uang
tertentu yang dimiliki oleh negara lain sebagai alat pembayaran yang sah.
Valuta asing akan mempunyai suatu arti apabila valuta tersebut dapat
ditukarkan dengan valuta lainnya tanpa pembatasan. Tempat bertemunya
penawaran dan permintaan valuta asing disebut dengan Bursa Valuta Asing
atau Foreign Exchange Market.

Valuta asing dalam istilah bahasa Inggris dikenal dengan Foreight ,


sedangkan dalam istilah Arab disebut al-sharf. Dalam kamus al-Munjid fi al-
Lughah disebutkan bahwa al-sharf berarti menjual uang dengan uang lainnya.
yang secara harfiyah berarti penambahan, penukaran, penghindaran, atau

viii
transaksi jual beli. Dengan demikian adalah perjanjian jual beli satu valuta
dengan valuta lainnya,Valas atau al-sharf secara bebas diartikan sebagai mata
uang yang dikeluarkan dan digunakan sebagai alat pembayaran yang sah di
negara lain.

Muhammad al-Adnani mendefinisikan dengan tukar menukar uang.


Taqiyyudin an-Nabhani mendefinisikan dengan pemerolehan harta dengan
harta lain, dalam bentuk emas dan perak, yang sejenis dengan saling
menyamakan antara emas yang satu dengan emas yang lain, atau antara
perak yang satu dengan perak yang lain atau berbeda jenisnya semisal emas
dengan perak, dengan menyamakan atau melebihkan antara jenis yang satu
dengan jenis yang lain. Beliau juga menyatakan bahwa jual beli mata uang
merupakan transaksi jual beli dalam bentuk finansial yang menurutnya
mencakup beberapa hal sebagai berikut:
1. Pembelian mata uang dengan mata uang yang serupa seperti
pertukaran uang kertas dinar baru Irak dengan dinar lama.
2. Pertukaran mata uang dengan mata uang asing seperti pertukaran
dolar dengan pound Mesir
3. Pembelian barang dengan uang tertentu serta pembelian mata
uang tersebut dengan mata uang asing seperti membeli pesawat
dengan dolar, serta pertukaran dolar dengan dinar Irak dalam
suatu kesepakatan.
4. Penjualan barang dengan mata uang, misalnya dolar Amerika
dengan dolar Australia.
5. Penjulan promis (surat perjanjian untuk membeayar sejumlah
uang) dengan mata uang tertentu.
6. Penjualan saham dalam perseroan tertentu dengan mata uang
tertentu.

Jadi dari pengertian diatas maka dapat disinpulkan bahwa valas (forex)
adalah mata uang asing yang dimiliki oleh suatu Negara untuk pembayaran
transaksi perdagangan internasional.

ix
B. Pengertian Kurs Valuta Asing

Kurs adalah jumlah satuan mata uang yang harus diserahkan untuk
mendapatkan satu satuan mata uang asing

Kurs mata uang asing menunjukkan harga atau nilai mata uang
sesuatu Negara dinyatakan dalam mata uang Negara lain, kurs juga dapat
didefisinikan sebagai jumlah mata uang domestik yang dibutuhkan, yaitu
banyaknya rupiah yang dibutuhkan untuk memperoleh satu unit mata uang
asing.

C. Penentuan Kurs Valuta Asing

1. Penentuan Kurs Dalam Pasar Bebas


Penentuan kurs mata uang asing dalm pasar bebas tergantung pada
jumlahnya permintaan dan penawaran mata uang asing tersebut. Kurs
pertukaran valuta asing adalah faktor yang sangat penting dalam penentuan
apakah barang-barang di negara lain adalah lebih ”murah” atau lebih
”mahal” dari barang-barng yang diproduksi dalam negeri.
a. Permintaan valuta asing
Adalah keinginan dari suatu negara untuk memperoleh sesuatu
jenis mata uang asing, sehingga makin murah harga mata uang suatu
negara, makin banyak mata uang tersebut yang diminta , sebaliknya
makin mahal harga mata uang suatu negara, makin sedikit mata uang
negara tersebut yang diminta.

Rp. 150
Harga Dolar atas

Rp. 100
Rupiah

Rp. 50

U$1 U$2 U$3 Jumlah Dolar

x
b. Penawaran valuta asing

Adalah keinginan dari penduduk suatu negara untuk


menawarkan sesuatu jenis valuta negara tersebut. Sehingga makin
mahal harga mata uang suatu negara makin banyak penawarannya,

P
Harga Dolar Atas Rupiah

S
Harga Dolar Atas Rupiah

Rp. 150

Rp. 100

Rp. 50

U$1 U$2 U$3 Jumlah Dolar

Di dalam pasar dari suatu barang, harga ditentukan pada


keadaan dimana penawaran dan permintaan barang mencapai
keseimbangan, yaitu jumlah penawaran sama dengan jumlah
permintaan. Dalam pasar valuta asing, harga atau kurs valuta asing
juga ditentukan oleh mekanisme pasar.

Kelebihan Penawaran S
Harga Dolar Atas Rupiah

Rp. 200

Rp. 150

Rp. 50

Kelebihan Permintaan D

U$eq Jumlah Dolar

xi
Permintaa
Harga Valuta Asing
<
Pada Harga Rp. 200 akan turun
penawaran
Permintaan
Harga valuta asinga
=
Pada Harga Rp. 150 akan stabil
penawaran
Permintaan
Harga valuta Asing
>
Pada Harga Rp. 50 akan naik
penawaran

Efek Kenaikan Permintaan

D1 S
200 D
Harga Dolar

150 D1

50 S

0 D Quantitas Dolar

Q1 Q2
Keterangan :
Dalam grafik ditunjukkan perubahan yang diakibatkan oleh
perubahan permintaan mata uang Usdolar. Dalam grafik dimisalkan
dimisalkan bahwa pada mulanya permintaan atas dolar adalah DD dan
permintaan atas dolar adalah SS, maka kurs pertukaran adalah satu
dolar sama dengan 150 rupiah, dan quantitas dolar yang dijual belikan
adalah Q1. Sebagai akibat dari suatu kenaikan dalm permintaan dolar
bergerak dari DD ke D1D1. Kurva permintaan yang baru ini
menaikkan harga dolar dari 150 rupiah setiap unit menjadi 200

xii
rupiah setiap unit, dan menambahkan quantitas valuta dolar yang
diperjualbelikan dalam pasaran valuta asing dari Q1 unit menjadi Q2
unit.

Efek Perubahan Penawaran

S S1

250 D
Harga Dolar

200

150

100 S

50 S1

0 D

Qa Qb Quantitas Dolar

Keterangan:
Dalam grafik diatas yang ditunjukkan adalah perubahan
penawaran. Kurva SS dan DD menggambarkan penawaran dan
permintaan uang dolar yang pada mulanya. Sesudahnya penawaran
bertambah dari S1S1. Sebagai akibatnya kurs pertukaran untuk setiap
dolar turun dari 200 rupiah menjadi 150 rupiah dan quantitas mata uang
dolar yang diperjualbelikan bertambah dari Qa dolar menjadi Qb.
Oleh karena kurs pertukaran ditentukan oleh mekanisme pasar
di mana kurs tersebut akan terus-menerus mengalami perubahan dalam
permintaan dan penawaranuang asing, maka kurs pertukaran yang
ditentukan oleh mekanisme pasar dinamakan kurs pertukaran berubah
bebas atau kurs mengambang(terapung). Sedangkan kurs pertukaran

xiii
yang ditetapkan oleh pemerintah dinamakan kurs pertukaran tetap
atau kurs pertukaran resmi.
c. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan nilai kurs
1). Perubahan dalam citarasa masyarakat
Citarasa masyarakata mempengaruhi corak konsumsi mereka.
Maka perubahan citarasa masyarakat akan mengubah corak
konsumsi mereka atas barang-barang yang diproduksi dalam negeri
maupun yang di impor. Perbaikan kualitas barang - barang dalam negeri
menyebabkan keinginan mengimpor berkurang dan dapt pula
menaikakan ekspor. Sedangkan perbaikan kualitas barang- barang impor
menyebabkan keinginan masyarakat untuk mengimpor permintaan
dan penawaran valuta asing.
2). Perubahan harga barang Ekspor dan Impor
Harga sesuatu barang merupakan salah satu faktor penting
yang menentukan apakah sesuatu barang akan diimpor atau diekspor.
Barang-barang dalam negeri yang dapat dijual dengan harga yang
relatif murah akan menaikkan ekspor dan apabila harganya naik
maka ekspornya akan berkurang. Pengurangan harga barang impor akan
menambah jumlah impor, dan sebaliknya kenaikan harga barang
impor akan mengurangi impor. Dengan demikian perubahan harga-harga
barang ekspor dan impor akan menyebabkan perubahan dalam
penawaran dan permintaan dan permintaan atas mata uang negara
tersebut.
3). Kenaikan harga-harga umum (inflasi)
Inflasi sangat besar pengaruhnya kepada kurs pertukaran
valuta asing. Inflasi yang berlaku pada umumnya cenderung untuk
menurunkan nilai sesuatu valuta asing. Kecenderungan seperti ini
wujud disebabkan efek inflasi yang beikut: inflasi menyebabkan
harga barang-barang didalam negeri lebih mahal dari pada harga
barang diluar negeri dan oleh karena itu inflasi berkecenderungan
menambah impor, inflasi menyebabkan harga barang-barang

xiv
ekspor menjadi lebih mahal, oleh karena itu inflasi berkecenderungan
mengurangi ekspor. Keadaan pertama menyebabkan penawaran atas
valuta asing bertambah dan keadaan kedua menyebabkan penawaran
atas valuta asing berkurang, maka harga valuta asing akan bertambah
(berarti harga mata uang negara yang mengalami inflasi akan
merosot).
4). Perubahan suku bunga dan tingkat pengembalian investasi
Suku bunga dan tingkat pengembalian investasi sangat
penting peranannya dalam mempengaruhi aliran modal. Suku
bunga dan tingkat pengembalian investasi yang rendah cenderung akan
menyebabkan modal dalam negeri mengalir keluar negeri. Sedangkan
suku bunga dan tingkat pengambalian investasi yang tinggi akan
menyebabkan akan menyebabkan modal luar negeri masuk kenegara
itu. Apabila banyak modal mengalir kesuatu negara, permintaan atas
mata uangnya bertambah, maka nilai mata uang tersebut bertambah.
Mata uang suatu negara akan merosot apabila lebih banyak modal
negara dialirkan keluar negeri karena suku bunga dan tingkat
pengembalian investasi yang lebih tinggi di negara-negara lain.
5). Pertumbuhan Ekonomi
Efek yang akan diakibatkan oleh sesuatu kemajuan ekonomi
kemajuan ekonomi kepada nilai mata uangnya tergantung kepada corak
pertumbuhan ekonomi yang berlaku. Apabila kemajuan itu terutama oleh
perkembangan ekspor, maka permintaan atas mata uang negara itu
bertambah lebih cepat dari penawarannya dan oleh karenanya nilai
mata uang negara itu naik. Akan tertapi apabila kemajuan tersebut
menyebabkan impor berkembang lebih cepat dari ekspor, maka
penawaran mata uang negara tersebut lebih cepat bertambah dari
permintaannya dan oleh karenanya nilai mata uang negara tersebut akan
merosot.

2. Ditetapkan Oleh Pemerintah

xv
Pemerintah dapat melakukan campur tangan di dalam
menentukan kurs valuta asing, biasanya campurtangan tersebut
adalah dengan menentukan suatu kurs pertukaran tertentu, dan kurs
pertukaran yang ditetapkan selalu akan dipertahankan untuk periode
yang lama, karena keadaanya yang tidak berubah- ubah maka
kemudian dinamakan dengan kurs tetap atau kurs resmi, kurs resmi
ini digunakan untuk membedakan denga kurs yang berlaku di pasar
gelap (Black Market).
Harga Dolar Atas Rupiah

KelebihanPenawaran S

Rp. 200 Dinilai Terlalu Rendah

Rp. 150 (Andervalued)

Rp. 50 Dinilai Terlalu Tinggi

Kelebihan Permintaan D (Overvalued)

U$eq Jumlah Dolar

Didalam penentuan kurs biasanya pemerintah tidak dapat


menentukan tepat sama seperti yang ditentukan oleh mekanisme

xvi
pasar, ini berarti pada umumnya kurs yang ditetapkan oleh pemerintah
lebih tinggi (Overvalued) atau lebih rendah (Undervalued) nilainya
dari pada kurs yang akan wujud apabila pemerintah selalu berbeda
dengan kurs yang ditetapkan oleh pasar cenderung dalam keadaan
tidak seimbang. Implikasi yang timbul apabila kurs tetap yang di
tentukan oleh pemerintah terlalu tunggi (Overvalued) atau terlalu
rendah(Undervalued) adalah:
Didalam sistem kurs tetap pemerintah perlu memiliki cadangan
valuta asing dan melakukan jual beli valuta asing.
Pemerintah perlu melakukan devaluasi (menurunkan nilai mata
uang terhadap domestik terhadap mata uang asing) dalam
merespon perubaha ekonomi.
Pemerintah perlu melakukan revaluasi (Menaikkan nilai mata
uang domestik terhadap mata uang asing) dalam rang
merespon kondisi full employment

D. Pelaku Pasar Valuta Asing

1. Perusahaan. Perusahaan menggunakan pasar valuta asing untuk


mempermudah pelaksanaan transfer investasi atau komersil.
perusahaan multinasional. Mereka menggunakan pasar valuta asing
untuk tujuan investasi.

2. Masyarakat atau Perorangan. Masyarakat dan perorangan dapat


melakukan transaksi valas untuk memenuhi kebutuhannya. Contohnya
yaitu, Ayah mengirimkan uang untuk anaknya yang sedang sekolah di
Amerika, maka terlebih dahulu Ayah harus membeli dolar atau
menukar rupiah dengan dolar Amerika.

3. Bank Umum dan Non Bank. Bank Umum dan non bank beroperasi di
kedua pasar antar bank dan nasabah. Mereka melayani nasabah yang
ingin bertransaksi valas. Mereka ini memperoleh keuntungan dengan
membeli valuta asing pada harga permintaan (bid) dan menjualnya

xvii
kembali pada harga yang sedikit lebih tinggi dari pada harga
penawaran (offer).

4. Broker atau Perantara. Broker atau perantara adalah orang atau


persahaan yang tugasnya adalah menjadi perantara aktifitas transaksi
valas.

5. Pemerintah. Pemerintah melakukan valas untuk berbagai tujuan antara


lain membayar cicilan hutang ke luar negeri, penerimaan hutang dari
luar negeri yang harus ditukar ke valuta sendiri.

6. Bank Sentral. Di banyak negara, Bank sentral tidak berada di bawah


kendali pemerintah, dia merupakan lembaga independen yang bertugas
menstabilkan perekonomian. Bank-bank sentral menggunakan pasar valas
ini untuk memperoleh cadangan devisa dan juga mempengaruhi harga di
mana mata uangnya diperdagangkan. Bank sentral mungkin melakukan
langkah-langkah yang semata-mata dimaksudkan untuk mendukung atau
mendongkrak nilai mata uang sendiri. Kebijakan atau strategi seperti ini
banyak dilakukan oleh bank-bank sentral.

7. Spekulator dan arbitrase. Mereka ini melakukan transaksi dalam pasar


valuta asing untuk memperoleh keuntungan. Arbitrase pada prinsipnya
merupakan suatu bentuk spekulasi yang terdapat dalam valuta asing, di
mana mereka membeli suatu valuta asing di suatu pusat keuangan
kemudian menjualnya kembali di pusat keuangan lain untuk memperoleh
keuntungan. Kegiatan arbitrase ini dimungkinkan mudah dan cepat
dilakukan transfer dengan menggunakan alat telegrafik antara pusat
keuangan satu dengan pusat keuangan dunia lainnya. Motif mereka ini
berbeda dengan dealer, karena spekulator dan arbitrase beroperasi hanya
untuk kepentingan mereka sediri tanpa suatu kebutuhan atau kewajiban
untuk melayani klien atau untuk memastikan kontinuitas pasar. Sedangkan
dealer mencari keuntungan dari spread antara permintaan dan penawaran
dan hanya secara insedentil mencari keuntungan dari perubahan-perubahan
harga. Sementara spekulator mencari seluruh keuntungan dari perubahan-

xviii
perubahan harga secara simultan. Spekulasi dan arbitrase dalam
jumlah besar biasanya dilakukan oleh trader. Bank-bank dalam hal
ini dapat bertindak sebagai dealer, spekulator dan arbitrase.

E. Jenis-jenis Valuta Asing

1. Transaksi Spot
Transaksi spot adalah pembelian dan penjualan valuta asing untuk
penyerahan pada saat itu (over the counter) atau penyelesaiannya paling
lambat dalam jangka waktu dua hari. Misalnya kontrak jual beli suatu mata
uang spot dilakukan atau ditutup pada tanggal 12 juni 2002, penyerahan dan
penyelesaian kontrak tersebut dilakukan pada tanggal 14 juni 2002. Apabila
tanggal 14 juni 2002 tersebut kebetulan hari libur atau hari sabtu, maka
penyelesaiannya adalah pada hari kerja berikutnya. Tanggal penyelesaian
transaksi seperti ini disebut value date. Penyerahan dana dalam transaksi
spot pada dasarnya dapat dilakukan dalam beberapa cara berikut ini:
a) Value today, yaitu penyerahan dana dilakukan pada tanggal (hari) yang
sama dengan tanggal (hari) diadakannya transaksi (kontrak).
b) Value tomorrow, yaitu penyerahan dana dilakukan pada hari kerja
berikutnya atau hari keja setelah diadakannya kontrak.
c) Value spot, yaitu penyerahan dilakukan dua hari kerja setelah tanggal
transaksi.

2. Transaksi Forward
Transaksi forward disebut juga dengan transaksi berjangka yang pada
prinsipnya adalah transaksi sejumlah mata uang tertentu dengan sejumlah
mata uang lainnya dengan penyerahan pada waktu yang akan datang. Kurs
ditetapkan pada waktu kontrak dilakukan, tetapi pembayaran dan
penyerahan baru dilakukan pada saat kontrak jatuh tempo. Transaksi
forward ini biasanya sering digunakan untuk tujuan hedging dan spekulasi.
Hedging atau pemagaran resiko yaitu transaksi yang dilakukan semata-mata
untuk menghindari resiko kerugian akibat terjadinya perubahan kurs.

3. Transaksi Swap

xix
Transaksi swap adalah transaksi pembelian dan penjualan bersamaan
sejumlah tertentu mata uang dengan 2 tanggal valuta (penyerahan) yang
berbeda. Pembelian dan penjualan mata uang tersebut dilakukan pada bank
lain yang sama. Jenis transaksi swap yang umum adalah spot terhadap
forward. Dealer membeli suatu mata uang dengan transaksi spot dan
secara simultan menjual kembali jumlah yang sama kepada bank lain yang
sama dengan kontrak forward. Karena itu dilakukan sebagai suatu
transaksi tunggal dengan bank lain yang sama, dealer tidak akan
menghadapi resiko valas yang tidak diperkirakan. Seperti dijelaskan di atas
bahwa pada prinsipnya transaksi swap merupakan transaksi tukar pakai
suatu mata uang untuk jangka waktu tertentu. Transaksi swap berbeda
dengan transaksi spot atau forward. Dalam mekanisme swap, terjadi dua
transaksi sekaligus dalam waktu yang bersamaan yaitu menjual dan
membeli atau menjual dan membeli suatu mata uang yang sama.
Sementara pada spot dan forward, transaksi terjadi hanya sekali saja yaitu
membeli dan menjual. Penggunaan transaksi swap sebanarnya
dimaksudkan untuk menjaga kemungkinan timbulnya kerugian yang
disebabkan oleh perubahan kurs suatu mata uang. Swap dapat dilakukan
antara nasabah dengan banknya dan antara bank dengan bank Indonesia
(disebut reswap). Pemberian fasilitas reswap tersebut dilakukan atas dasar
swap point yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.Transaksi swap antara
bank dengan BI:
a. Swap likuiditas, yaitu swap yang dilakukan atas inisiatif BI untuk dana
yang berasal dari pinjaman luar negeri. Posisi likuiditas ini untuk setiap
bank maksimum 20 % dari modal bank tersebut.
b. Swap investasi, yaitu swap yang dilakukan atas inisiatif bank
berdasarkan swap bank dengan nasabah yang dananya berasal
dari pinjaman luar negeri untuk keperluan ivestasi di Indonesia.
Sebelum disebutkan jenis valuta asing selanjutnya, maka perlu
diketahui dulu perbedaan dari ketiga jenis transaksi di atas, yaitu bahwa
transaksi swap terjadi dua transaksi pada saat yang sama (double

xx
transaction), yaitu jual beli atau beli dan jual. Sedangkan pada spot dan
forward hanya terjadi satu kali transaksin saja (one single transaction),
yaitu jual saja beli saja.

4. Transaksi Option
Transaksi option yaitu kontrak untuk memperoleh hak dalam rangka
membeli atau hak untuk menjual yang tidak harus dilakukan atas sejumlah
unit valuta asing pada harga dan jangka waktu atau tanggal akhir tertentu .

F. Kondisi & Persyaratan Trading Valuta Asing

1. Trading Hours :Senin 06.30 – Sabtu 04.30 (winter) dan 03.30


(summer).
2. Month of Contrack : SPOT
3. Final Trading day : No Limit
4. Contract Retail : US$ 100,000
5. Warranty Fund/Lot : US$ 1,000
6. Commission/Lot : US$ 50
7. Minimum Spread : 8 point
8. Maximum Lot/ DQ : 30 Lot
9. Rate IDR :IDR 6000,8000, 10.000 dan kurs mengambang
(Floating Rate)
G. Produk- Produk Valuta Asing

1. US$ = United State Dollar


2. EUR = Euro Uni Eropa
3. GBP = Great Britain Poundsterling
4. JPY = Japanese Yen
5.CHF = Confederation Helvetica Franc (Swiss Frank)
6. AUD = Australian Dollar

G. Pofit &Loss Calculation Valuta Asing


(Harga Jual – Harga Beli) x ∑ Lot x Nilai – (komisi x ∑ Lot)

xxi
Keterangan:
• Lot : Besarnya volume transaksi
• Nilai : Besarnya nilai per poin yang berbeda dari setiap mata uang
• EURO = $10/ Lot
• GBP = $10/ Lot
• AUD = $10/ Lot
• JPY = $9.5/ Lot (Indirect Currency)
• CHF = $8.5/ Lot (Indirect Currency)
Ilustrasi Profit
Contoh transaksi perdagangan mata uang EURO.
Pada tanggal 3 Jan 2005, FOMC (Federal Open Market Committee)
mengumumkan bahwa tingkat suku bunga di Amerika Serikat akan dinaikkan
dari 2.25% menjadi 3.5% pada tahun 2005. Hal ini dilakukan dengan tujuan
untuk mengurangi tingkat inflasi yang disebabkan karena pertumbuhan
ekonomi yang terlalu cepat.
Pada tanggal 3 Jan 2005 tersebut, nilai Euro sebesar 1.3580 terhadap US$.
Artinya untuk membeli satu Euro diperlukan 1.3580 US$.
Setelah FOMC mengumumkan akan menaikkan tingkat suku bunganya
menjadi 3.5%, pasar memberikan respon yang positif terhadap berita tersebut
sehingga terjadi penguatan US$ terhadap Euro. Berita ini menyebabkan nilai
Euro bergerak turun dari 1.3580 menjadi 1.3380 (Euro melemah 200 poin).
Bagaimana melakukan transaksi atas informasi diatas?
Berdasarkan informasi diatas dan didukung oleh analisa teknikal maka
diputuskan untuk masuk pasar dengan mengambil posisi JUAL (Open Sell)
Euro sebanyak 1 lot pada harga 1.3530 pada jam 14.00 wib. Hari itu juga
Euro terus mengalami pelemahan sampai 1.3450 pada jam 17.00 wib, maka
diputuskan untuk melikuidasi/ menutup posisi (keluar pasar) dengan
mengambil posisi BELI (Buy Liquid) sebanyak 1 lot pada harga 1.3480.
Berapa keuntungan yang diperoleh?
Rumus Perhitungan Laba/Rugi
(Sell-Buy) x Nilai/ poin x Jumlah Lot – (Komisi x Jumlah Lot)

xxii
= (1.3530-1.3480) x $10 x 1 lot – ( $50 x 1 lot)
= 50 poin x $10 x 1 lot - $50
= $450
Kurs Rupiah terhadap US$ (IDR) = Rp. 9.300,-
Keuntungan transaksi pada tanggal 3 Jan 2005 adalah $450 atau setara dengan
Rp. 4.185.000,-
Ilustrasi Loss
Bagaimana cara menghitung Loss?
Apabila terjadi kesalahan dalam melakukan analisa dari contoh diatas, dimana
diputuskan oleh investor dan trader untuk masuk pasar dengan mengambil
posisi awal BELI (OPEN BUY) Euro sebanyak 1 lot pada harga 1.3530
pada jam 14.00 wib dengan rencana transaksi adalah: target profit pada
harga 1.3580 dan target loss pada harga 1.3500.
Dan ternyata Euro terus melemah sampai dengan level 1.3480. Sesuai dengan
encana transaksi, maka dilakukan aksi keluar dari pasar dan menghentikan
transaksi, dengan mengambil posisi tutup Jual (SELL LIQUID) Euro
sebanyak 1 lot pada harga 1.3500. Berapa Kerugian/ Loss yang terjadi?
Rumus Perhitungan Laba/ Rugi
(Sell-Buy) x Nilai/poin x Jumlah Lot – (Komisi x Jumlah Lot)
= (1.3530-1.3530) x $10 x 1 lot – ( $50 x 1 lot)
= -30 poin x $10 x 1 lot - $50
= -$350
Kurs Rupiah terhadap US$ (IDR) = Rp. 9.300,-
Kerugian transaksi pada tanggal 2 Jan 2005 adalah $350 atau setara dengan
Rp. 3.255.000,-

H. Faktor Penggerak Pasar Valuta Asing

xxiii
Faktor utama yang mempengaruhi nilai tukar mata uang suatu negara
adalah neraca perdagangan, kondisi ekonomi, faktor politik dan implikasi
yang disebabkan oleh hasil analisa secara grafik maupun psikologis pasar.
Pasang surut aliran modal antar negara atau yang dikenal dengan Purchasing
Power Parity (PPP) adalah faktor utama yang menentukan momentum pasar.
Kekuatan ekonomi fundamental seperti tingkat inflasi dan suku bunga adalah
contoh dua faktor yang mempengaruhi harga mata uang. Hal ini dilakukan
dalam dua cara: kontrol dan intervensi.
Kontrol, membatasi warga negaranya untuk melakukan sesuatu yang
memiliki efek negatif terhadap nilai tukar (seperti mengirim uang ke negara
lain). Intervensi dengan merubah tingkat suku bunga untuk menjadikannya
kurang menarik bagi orang asing, atau membeli atau menjual mata uangnya.
Jika kondisi ekonomi tersebut berubah maka akan menyebabkan
perubahan yang dramatis terhadap nilai mata uang suatu negara. Hal ini
menunjukkan bahwa konsep dasar dari pergerakan mata uang adalah untuk
mengantisipasi suatu kondisi ekonomi.
Pergerakan nilai mata uang juga dipengaruhi oleh hasil analisa teknikal
grafik yang dilakukan oleh para manager keuangan manager investasi. Dalam
hal ini prilaku pasar menjadi lebih bersifat teknikal dan reaksi dari para
manager seringkali serupadanmudahditebak.

I. Terjadinya Perubahan Nilai Rupiah terhadap Valuta Asing

a. Kebijakan Pemerintah

Kebijakan pemerintah yang dengan sengaja menurunkan nilai mata


uang rupiah terhadap mata uang asing disebut devaluasi, sebalikny ajika
pemerintah menaikkan nilai rupiah terhadap mata uang asing disebut
revaluasi
b. Mekanisme Pasar
Gaya tarik antara permintaan dan penawaran suat mata uang dapat
mengakibatkan mata uang tersebut menguat atau melemah.
c. Kurs yang dipakai

xxiv
Sistem kurs tetap berarti nilai rupiah tidak akan berubah apabila
pemerintah tidak mengubah ketettapan tetapi karena Indonesia
menggunakan kurs mengambang maka nilai rupiah sering mengalami
perubahan.
d. Jumlah Uang yang Beredar
Apabila jumlah uang yang beredar terlalu banyak maka nilai uang
akan turun, begitu pula sebaliknya jika jumlah uang yang beredar sedikit
maka nilai uang akan naik.

BAB III TINJAUAN REALITA

xxv
A. KURS UANG KERTAS ASING
Update Terakhir 11 January 2010
Kode Singkatan

Mata Nilai Kurs Jual Kurs Beli Gra


Uang ph

AUD 1.00 8,953.97 8,020.72

BND 1.00 6,933.05 6,206.85

CAD 1.00 9,368.62 8,392.49

CHF 1.00 9,461.58 8,471.58

DKK 1.00 1,874.74 1,678.89

EUR 1.00 13,946.17 12,495.38

GBP 1.00 15,479.26 13,869.27

HKD 1.00 1,241.78 1,112.69

JPY 100.00 10,424.33 9,339.83

NOK 1.00 1,710.51 1,531.04

NZD 1.00 7,124.27 6,375.84

PGK 1.00 3,763.40 3,162.90

SEK 1.00 1,367.45 1,222.85

SGD 1.00 6,933.05 6,206.85

THB 1.00 291.38 260.88

USD 1.00 9,630.00 8,630.00

B. KURS TRANSAKSI BANK INDONESIA


Update Terakhir 11 January 2010
Kode Singkatan

Mata Nil Kurs Kurs Beli Graph

xxvi
Uang ai Jual

AUD 1.00 8,531.84 8,442.67

BND 1.00 6,606.19 6,533.37

CAD 1.00 8,926.94 8,834.00

CHF 1.00 9,015.52 8,917.25

CNY 1.00 1,343.98 1,330.50

DKK 1.00 1,786.36 1,767.21

EUR 1.00 13,288.68 13,152.72

GBP 1.00 14,749.50 14,598.90

HKD 1.00 1,183.24 1,171.22

JPY 100. 9,932.89 9,831.17


00

KRW 1.00 8.18 8.10

MYR 1.00 2,743.61 2,713.67

NOK 1.00 1,629.87 1,611.58

NZD 1.00 6,788.40 6,711.26

PGK 1.00 3,585.98 3,329.29

PHP 1.00 201.49 199.34

SEK 1.00 1,302.98 1,287.18

SGD 1.00 6,606.19 6,533.37

THB 1.00 277.64 274.61

USD 1.00 9,176.00 9,084.00

Kurs Tengah USD - IDR

xxvii
KURS TRANSAKSI BANK INDONESIA

MATA UANG AUD

Grafik Time Series

Nila Kurs Kurs Tanggal


i Jual Beli

1.00 8580.31 8493.33 19 Jan 2010

1.00 8523.72 8435.50 18 Jan 2010

1.00 8568.28 8482.15 15 Jan 2010

1.00 8558.72 8469.45 14 Jan 2010

1.00 8516.52 8430.68 13 Jan 2010

1.00 8543.29 8456.32 12 Jan 2010

1.00 8531.84 8442.67 11 Jan 2010

1.00 8516.19 8428.14 8 Jan 2010

1.00 8557.12 8469.48 7 Jan 2010

1.00 8541.12 8452.51 6 Jan 2010

1.00 8540.18 8449.74 5 Jan 2010

1.00 8398.98 8312.93 4 Jan 2010

xxviii
KURS TRANSAKSI BANK INDONESIA

MATA UANG USD

Grafik Time Series

Nilai Kurs Jual Kurs Beli Tanggal

1.00 9271.00 9179.00 19 Jan 2010

1.00 9276.00 9184.00 18 Jan 2010

1.00 9251.00 9159.00 15 Jan 2010

1.00 9196.00 9104.00 14 Jan 2010

1.00 9226.00 9134.00 13 Jan 2010

1.00 9231.00 9139.00 12 Jan 2010

1.00 9176.00 9084.00 11 Jan 2010

1.00 9286.00 9194.00 8 Jan 2010

1.00 9274.00 9182.00 7 Jan 2010

1.00 9355.00 9261.00 6 Jan 2010

1.00 9355.00 9261.00 5 Jan 2010

1.00 9377.00 9283.00 4 Jan 2010

Dalam perhitungan kurs dibagi dua :

xxix
 Kurs Beli : Kurs yang dihitung pada saat pelaku pasar ( Bank, Money
Changer) membeli valuta asing.

 Kurs Jual : Perhitungan kurs pada saat pelaku pasar (Bank , Money Changer)
menjual valuta asing.

BAB IV PENUTUP

xxx
Simpulan
Dari uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Pengertian dari valas adalah Uang asing yang dimiliki oleh suatu Negara
untuk perdagangan internasional (ekspor atau impor)
2. Dalam penentuan niali valas ada dua jenis, yaitu : Ditentukan oleh
pemerintah (Kurs Tetap) dan di tentukan oleh pasar (Kurs Mengambang),
dalam kurs tetap pemerintan menetapkan harga terlalu tinggi (Overvalued) atau
terlalu rendah (Undervalued) sehingga dalam neraca pembayaran cenderung
dalam keadaan tidak seimbang.
3. Faktor yang mempengaruhi perubahan nilai kurs di pasar bebas ada 5
macam, yaitu:  Perubahan dalm citarasa masyarakat
 Perubahan harga dari barang-barang ekspor
 Inflasi
 Perubahan dalm tingkat bunga dan tingkat pengembalian investasi
 Perkembangan ekonomi
4.Surplus valas di suatu Negara menunjukkan bahwa Negara tersebut
perkembangan ekonominya stabil.
Saran
Pemerintah sebaiknya terus berusaha untuk meningkatkan jumlah ekspor
dan mempermudah ekspor barang, karena dengan meningkatnya jumlah ekspor
juga akan meningkatkan cadangan valas dalam negeri sehinggga bisa terjadi
surplus valas.
Makalah ini jauh dari kesempurnaan maka kritik dan saran yang
membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan penulisan makalah yang
berikutnya.

Daftar Pustaka

xxxi
an-Nabhani, Taqyuddin. 1996. Membangun Sistem Ekonomi Alternatif
Perspefektif Islam. Surabaya: Risalah Gusti
Berlianta, Heli Charisma. 2005. Mengenal valuta asing. Yogyakarta: Gadjah
Mada University Press.

Sukirno, sadono, 2004 , Pengantar Teori Makro Ekonomi , Rajawali Pers,


Jakarta

WWW. BI.GO.ID (Laporan Kurs Valas 2009)

WWW. Google.co.id

http://www.quantumfutures.co.id/index.ph…

Susanto, Ivan. 2007. Forex trading. Yogyakarta: Andi Offset.


Thaher, Asmuni M. 2008. *http://msi-uii.net/baca.asp

xxxii