Anda di halaman 1dari 35

Laporan Kasus

URTIKARIA AKUT

Oleh:

Indri Ari Ningtyas


2091210034
Pembimbing: dr. Boedhy Setyanto , Sp.KK
Laboratorium Ilmu Kulit dan Kelamin
RSUD Kanjuruhan Kepanjen Malang
2013

Identitas Pasien
Nama
: An. R
Jenis Kelamin : laki- laki
Usia
: 9 tahun
Alamat
: Sumberpucung
Agama
: Islam
Suku
: Jawa
Tanggal Periksa : 06-12-2013

Anamnesis
Keluhan Utama:
bercak bercak merah di wajah dan
badan

Riwayat Penyakit
Sekarang:
pasien datang dengan
keluhan bercak bercak
merah diwajah dan
badan sejak 6 hari yang
lalu.

Bercak menimbulkan gatal dan rasa


terbakar. Gatal dirasakan sepanjang
hari
6 hari yang lalu sempat dibawa ke
bidan tapi hanya menyembuhkan gatal
sementara
Setelah itu pergi kepuskesmas dan oleh
puskesmas diberikan surat rujukan ke
rumah sakit karena diduga menderita
urtikaria dan diberikan obat yaitu CTM
3x tab dan prednison 2x tab

Riwayat Penyakit Dahulu:

Pasien pernah menderita penyakit


seperti ini sebelumnya : 1 tahun
yang lalu tapi tidak diketahui
penyebabnya, kemudian dibawa
ke bidan terdekat dan sembuh
Riwayat penyakit lain disangkal

Riwayat Penyakit keluarga:

Di keluarga pasien tidak ada yang


mengalami keluhan seperti
pasien
Riwayat penyakit lain disangkal

Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum:
Baik, kesadaran composmentis
(GCS E4V5M6)
Tanda vital :

Tensi : (tidak dilakukan


pengukuran)
Nadi : (tidak dilakukan pengukuran)
RR : (tidak dilakukan pengukuran)
Suhu : (tidak dilakukan
pengukuran)

Review of System
Bagian

Terdapat Kelainan Kulit

Mata

Dbn

Muka

Terdapat Kelainan Kulit

Mulut

Dbn

GIT

Dbn

Leher

Dbn

Thorax
(Anteroposterior)

Terdapat Kelainan Kulit

Abdomen

Terdapat Kelainan Kulit

Sistem Genetalia

Dbn

Ekstremitas Atas

Dbn

Ekstremitas Bawah

Dbn

Status Dermatologis
Regio
Facialis,
thoraks
(anteroposterio
r) dan abdomen

Effloresensi
Terdapat eritema dan edema
berbatas
tegas
(+),
beberapa bagian tengah
pucat
(+),
urtika
(+),
numular (+),
plakat (-),
papula (+), skuama (-),
herald patch (-), vesikel (-),
bulla (-), erosi (-), ekskoriasi
(-), eksudasi (-), likenifikasi
(-), fisura (-), lesi pohon
cemara terbalik(-), krusta (-).

Resume
Pasien datang dengan keluhan
bercak bercak merah diwajah
dan badan sejak 6 hari yang lalu.
Bercak menimbulkan gatal dan
dirasakan sepanjang hari. 6 hari
yang lalu sempat dibawa ke
bidan tapi hanya menyembuhkan
gatal sementara. Setelah itu
pergi kepuskesmas dan oleh
puskesmas diberikan surat
rujukan ke rumah sakit karena
diduga menderita urtikaria dan
diberikan obat yaitu CTM 3x
tab dan prednison 2x tab

1 tahun yang lalu pernah mengalami


hal yang sama tapi tidak diketahui
penyebabnya, kemudian dibawa ke
bidan terdekat dan sembuh. Dari
pemeriksaan fisik didapatkan
efloresensi pada regio facialis,
thoraks (anteroposterior) dan
abdomen dengan eritema dan
edema berbatas tegas (+), beberapa
bagian tengah pucat (+), urtika (+)

Diagnosis Banding
Pitiriasis rosea
Purpura non-trombositopenik

Dermatitis
kontak

Usulan Pemeriksaan
Kadar Ig E
Kadar eosinofil

Diagnosis Kerja
Urtikaria akut

Penatalaksanaan
Non Medikamentosa
Menghindari faktor pencetus

Medikamentosa
Betametason
Deksametason
Metilprednisolon
Pirantel pamoat 1x200
mg

Pembahasan Kasus
Urtikaria

Definisi
Merupakan reaksi vaskular (pembuluh darah)
di kulit akibat bermacam-macam sebab,
biasanya ditandai dengan edema (bengkak)
setempat yang cepat timbul dan menghilang
perlahan-lahan, berwarna pucat dan
kemerahan, meninggi di permukaan kulit,
sekitarnya dapat dikelilingi halo (bayangan).

Keluhan subyektif :
gatal, rasa seperti
tersengat atau tertusuk.

Sinonim : Hives,
Nettle Rash,
Biduran, Kaligata.

Epidemiologi
Urtika semua umur
Dewasa > muda, umur rata-rata
35 th
Jarang < 10 th atau > 60 th
Wanita : pria = 4 : 1

Etiologi, Patogenesis dan Gejala


Klinis

gat
al
Vasodilatasi

Edema dan
kemerahan

Pengumpulan cairan
setempat

Transudasi cairan

Hipersensitivitas Tipe 1

Klasifikasi
Berdasarkan lamanya serangan:
Urtikaria

Akut

Kronis

Lamanya

< 6 minggu

> 6 minggu

Sering terjadi pada

Anak muda
(L>P)

Wanita usia
pertengahan

Penyebab

Mudah
diketahui

Sulit ditemukan

Berdasarkan morfologi klinis:


Urtikaria papular : berbentuk papul
Urtikaria gutata : sebesar tetesan air
Urtikaria girata : ukurannya besar besar
Urtikaria anular: berbentuk lingkaran
Urtikaria arsinar: berbentuk bulan sabit

Urtikaria
papular

Urtikaria girata

Urtikaria gutata

Urtikaria anular

Berdasarkan luas dan dalamnya


jaringan terkena
Urtikaria lokal
Urtikaria generalisata
Urtikaria angioedema urtika yang
mengenai lapisan kulit yang lebih
dalam daripada dermis, dapat di
submukosa
atau
di
subkutis,
juga
Berdasarkan penyebab dan
dapat mengenai
saluran
napas,
mekanisme
terjadi
urtikaria
saluran cerna, dan organ
Urtikaria imunologik
kardiovaskular
Urtikaria nonimunologik
Urtikaria Idiopatik

Bentuk Klinis
Angiedema: urtikaria besar besar disertai
edema yang lebih dalam. Misal: lapisan
subkutan pada palpebra, genetalia, bibir
Urtikaria kolinegrik: berbentuk kecil kecil
tersebar dan sangat gatal
Urtikaria dermografik: edema dan eritema yang
linear dikulit akibat goresan benda tumpul. Tes
dermografisme (+)
Urtikaria dingin: bebrapa menit jam
Urtikaria solar: setelah terpapar sinar matahari
Urtikaria alergika: alergi makanan dan obat
Urtikaria idiopatik: tidak diketahui

Angioedema

Urtikaria
dermografik
Urtikaria kolinergik

Urtikaria alergika

Urtikaria solar

Urtikaria dingin

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan darah lengkap, urin
lengkap, dan feses rutin
Pemeriksaan gigi, telinga-hidungtenggorok serta usapan vagina
Pemeriksaan kadar IgE, eosinofil, dan
komplemen.
Tes kulit: Uji gores (scratch test) dan uji
tusuk (prick test) serta tes intradermal.

Tes eliminasi makanan


Pemeriksaan histopatologik

Suntikan mecholyl intradermal

Penatalaksanaan
Anti histamine H1
Dipenhidramin HCL i.m. (intramuskular)
D : 10-20 mg/ dosis, 3-4 kali / 24 jam
A : 0,5 mg/kg / dosis 3-4 kali / 24 jam

Klorpenhiramin maleat
D : 3-4 mg/ dosis, 3 kali / 24 jam
A : 0,09 mg/kg / dosis 3 kali / 24 jam

Hydroxyzine HCL
D : 25 mg/ dosis, 3-4 kali / 24 jam
A : 0,5 mg/kg / dosis 3 kali / 24 jam
Terbaik untuk urtikaria kronis, urtikaria
dermatografis dan kolinergik. Mempunyai efek
anti stress.

Cyproheptadine HCL D : 4 mg/ dosis, 3-4 kali /


24 jam Lebih efektif untuk urtikaria dingin
Loratadine 10 mg/ dosis, 1 kali / 24 jam
Cetirizine 10 mg/ dosis, 1 kali / 24 jam
Kombinasi Anti histamine H1 dan Anti histamine
H2 (tablet cimetidine 200-400 mg, 2-4 kali/hari
atau 1 x 800 mg waktu tidur malam) untuk
urtikaria dermatografik, urtikaria dingin dan
urtikaria kronis
Mebhidrolyne napadisylate : antialergi +
antihistamin (H1)

Antihistamin 1 klasik:
Difenhidramin
Tripelenamin
Siklizin
Prometazin
Hidroksizin hidroklorid
siproheptadin

Antihistamin 1 non klasik:


Terfenadin
Astemizol
loratadin
Mequitazin

Kortikosteroid
Digunakan pada urtikaria yang akut dan berat
Akibat reaksi tipe III

Prednison
D : 5-10 mg/dosis, 3 kali / 24 jam
A : 1 mg /kgbb /hari

Deksametason
D : 0,5-1 mg/dosis, 3 kali / 24 jam
A : 0,1 mg /kgbb /hari
Kombinasi dengan antihistamin, diberikan selam
2 minggu, biasanya sesudah ini tidak kambuh.

Adrenalin
injeksi
subkutis,
untuk yang akut, sangat dan
luas
(angioedema
dengan
sesak, urtikaria seluruh tubuh
dan urtikarianya tebal)
D : 0,3-0,5 ml/kali, dapat diulang
15-30 menit kemudian
A : 0,1-0,3 mg /kali (BB < 35 kg)

Tablet Ephedrin

D : 2 x 0,5 tablet minimal selama


3 hari
A : 0,2-0,3 mg /kgbb /kali 2-3 kali
sehari

TERIMA KASIH