Anda di halaman 1dari 5

SUBSCRIBE TO THE FEED...

PERAWAT : Tidak Hanya


Berteori ^_^

WHATS UP ^_^

Situs ini berisi pelajaran sederhana mengenai


konsep keperawatan. Disarikan dari perpaduan teori
dan praktek berdasarkan pengalaman penulis
sendiri dan sesama rekan perawat sewaktu bekerja
di Rumah Sakit dan bekerja sebagai Staff Pengajar
di sebuah Sekolah Keperawatan. Tag line yang
utama
adalah
PERAWAT
TIDAK
HANYA
BERTEORI.....Mari bangga dan bersama memajukan
perawat Indonesia.

ABOUT ME

COMMENTS

Enter search keywords here...

TENTANG SITUS INI

HOME

POSTS

Silahkan kunjungi secara berkala. Karena


tiap hari akan ada update an.

ANOTHER PAGE

ADVERTISE

CONTACT

SITEMAP

PSIKOFARMAKOLOGI : Obatobatan untuk Pasien Jiwa


Posted on 15.06
No Comments
Label: Keperawatan Jiwa

Chibis Etude House Korea


Etude House 110% Original Korea dan lebih murah,FREE sample
setiap belanja.
chibisetudehouse.com

meraih sukses
60 juta per bulan dari internet ikuti caranya
zeiclick.com/?id=onedhy

BLOG YANG PALING


DIREKOMENDASIKAN

MODAL 1x HASIL TIAP HARI.


Peluang Bisnis Modal Kecil Kerja dari Rumah...
athenastar.asia

Online Tutorial & Bussiness


Informasi CPNS 2013
1 tahun yang lalu

Ingin gaji Rp.2.8JT/hari?


Cuma dengan investasi Rp.100 rb Caranya sangat mudah, Klik
Disini !
ladangjutawan.com

Nersbandu
A_Learning_Revolution
Estetika dalam Keperawatan
6 tahun yang lalu

Apakah anda pernah merawat


pasien kambuhan, di mana ketika
anda akan melakukan terapi
aktifitas kelompok atau melakukan
pendidikan kesehatan, anda malah
ditertawakan pasien dan malah anda
yang balik diajari dan digurui oleh
pasien ? ^_^ Rata-rata perawat jiwa
pernah.
Hal itu sering terjadi karena, pasien
kambuhan (terutama schizophrenia) sudah-berkali-kali diberikan pendidikan
kesehatan dan terapi komunikasi oleh perawat, yang sesungguhnya
ironisnya,untuk beberapa kondisi tertentu, menurut sejumlah penelitian,
konsep tersebut diyakini justru oleh perawat sendiri sebagai konsep yang
belum tentu memberikan prognosa yang baik.
Ketika sedang merawat pasien jiwa, terkadang perawat terjebak dalam
konsep yang mungkin bisa kita namakan dengan fenomena Full
Komunikasi Terapeutik. Fenomena di mana perawat

hanya
berkomunikasi.berbicaradan
melakukan
pendekatan..dan
terus
berharap
pasiennya
akan
membaik tanpa tahu bagaimana sebenarnya kemungkinan
pasien dapat sembuh."
Fenomena yang unik mungkin, yaitu karena dalam pengajarannya,
perawat tidak banyak diperkenalkan dengan konsep psikopatologi
(perubahan apa yang terjadi di dalam tubuh pasien yang sakit jiwa). Kita
diajarkan beribu-ribu cara pendekatan kepada pasien jiwa, tetapi tidak
diperdalam mengenai konsep patologi dan obat-obatannya. Mungkin
salah satunya karena Fenomena Obat bukan termasuk wewenang
keperawatan. Padahal, sebagai orang yang terus menerus berinteraksi
dengan pasien, walaupun bukan kewenangannya, seharusnya, konsep
psikopatologi dan psikofarmakologi merupakan hal yang utama

PENTING SEKALI

MYARCHIVE
2009 (17)
06/07 - 06/14 (1)

05/31 - 06/07 (1)

05/24 - 05/31 (10)


Situs Asuhan Keperawatan di
Internet : SEBUAH KESA...
Situs Asuhan Keperawatan di
Internet : SEBUAH KESA...
Situs Asuhan Keperawatan di
Internet : SEBUAH KESA...
NANDA : Risk for Activity
Intolerance/Resiko Intol...
NANDA : Activity
Intolerance/Intoleransi Aktivitas...

LALU LINTAS

diajarkan dan dikuasai oleh para perawat. Mungkin alasannya karena


ada kondisi tertentu, di mana pasien memang harus ditangani dengan
obat
PENGERTIAN
Psikofarmaka adalah obat-obatan yang digunakan untuk klien dengan
gangguan mental. Psikofarmaka termasuk obat-obatan psikotropik yang
bersifat neuroleptika (bekerja pada sistem saraf). Pengobatan pada
gangguan mental bersifat komprehensif, yang meliputi:
1. Teori biologis (somatik), mencakup: pemberian obat psikofarmaka,
lobektomi dan electro convulsi therapy (ECT)
2. Psikoterapeutik
3. Terapi modalitas
KONSEP PSIKOFARMAKOLOGI
1. Psikofarmakologi adalah komponen kedua dari manajemen
psikoterapi
2. Perawat perlu memahami konsep umum psikofarmaka
3. Yang termasuk neurotransmitter: dopamin, neuroepinefrin, serotonin
dan GABA (Gamma Amino Buteric Acid) dan lain-lain
4. Meningkat dan menurunnya kadar/konsentrasi neurotransmitter akan
menimbulkan kekacauan atau gangguan mental
5. Obat-obat psikofarmaka efektif untuk mengatur keseimbangan
neurotransmitter
KONSEP PSIKOFARMAKOLOGI
1. Sawar darah otak melindungi otak dari fluktuasi zat kimia tubuh,
mengatur jumlah dan kecepatan zat yang memasuki otak
2. Obat-obat psikofarmaka dapat melewati sawar darah otak, sehingga
dapat mempengaruhi sistem saraf
3. Extrapyramidal side efect (efek samping terhadap ekstrapiramidal)
terjadi akibat penggunaan obat penghambat dopamin, agar didapat
keseimbangan antara dopamin dan asetilkolin
4. Anti cholinergic side efect (efek samping antikolinergik) terjadi akibat
penggunaan obat penghambat acetilkolin
Menurut Rusdi Maslim yang termasuk obat- obat psikofarmaka adalah
golongan:
1. Anti psikotik, pemberiannya sering disertai pemberian anti parkinson
2. Anti depresi
3. Anti maniak
4. Anti cemas (anti ansietas)
5. Anti insomnia
6. Anti obsesif-kompulsif
7. Anti panik
YANG PALING SERING DIGUNAKAN OLEH KLIEN JIWA
A. Anti Psikotik
Anti psikotik termasuk golongan mayor trasquilizer atau psikotropik:
neuroleptika.
Mekanisme kerja: menahan kerja reseptor dopamin dalam otak (di
ganglia dan substansia nigra) pada sistem limbik dan sistem
ekstrapiramidal.
Efek farmakologi: sebagai penenang, menurunkan aktivitas motorik,
mengurangi insomnia, sangat efektif untuk mengatasi: delusi, halusinasi,
ilusi dan gangguan proses berpikir.
Indikasi pemberian: Pada semua jenis psikosa, Kadang untuk gangguan
maniak dan paranoid

NANDA : Chronic Pain/Nyeri Kronis


NANDA : Acute Pain/Nyeri Akut
Mendapatkan Jurnal Ilmiah Secara
Gratis
PSIKOFARMAKOLOGI : Obat-obatan
untuk Pasien Jiwa
Suntikan via Intra Selang

05/17 - 05/24 (5)

Live Traffic Feed


A visitor from
Probolinggo, Jawa
Timur viewed
"PSIKOFARMAKOLOGI
: Obat-obatan untuk
Pasien Jiwa |
A visitor from
PERAWAT : Tidak
Surabaya, Jawa Timur
Hanya Berteori ^_^" 3
viewed
mins ago
"PSIKOFARMAKOLOGI
: Obat-obatan untuk
Pasien Jiwa |
A visitor from
PERAWAT : Tidak
Indonesia viewed
Hanya Berteori ^_^"
"Mengkaji Nyeri
44 mins ago
Pasien dengan
Menggunakan
A visitor from VAS &
MPQ
| PERAWAT
Indonesia
viewed :
Tidak
Hanya
Berteori
"TEKANAN DARAH
|
^_^"
45 mins
ago
PERAWAT
: Tidak
A
visitor
from ^_^" 3
Hanya
Berteori
Malang,
Jawa
Timur
hrs 17 mins ago
viewed
"Mendapatkan Jurnal
Ilmiah Secara Gratis |
A
visitor from
United
PERAWAT
: Tidak
States
"NANDA
Hanyaviewed
Berteori
^_^" 3
:hrs
Activity
46 mins ago
Intolerance/Intoleransi
Aktivitas | PERAWAT :
A
visitor
fromBerteori
Tidak
Hanya
Sleman,
Yogyakarta
^_^" 4 hrs
39 mins ago
viewed "TEKANAN
DARAH | PERAWAT :
Tidak
Hanya
A visitor
fromBerteori
Jakarta,
^_^"
4 hrs
45 mins
ago
Jakarta
Raya
viewed
"Mengkaji Nyeri
Pasien dengan
Menggunakan VAS &
MPQ | PERAWAT :
A visitor from Jakarta,
Tidak Hanya Berteori
Jakarta Raya viewed
^_^" 5 hrs 10 mins ago
"PSIKOFARMAKOLOGI
: Obat-obatan untuk
Pasien Jiwa |
PERAWAT : Tidak
A visitor from Jember,
Hanya Berteori ^_^" 5
Jawa Timur viewed
hrs 53 mins ago
"TEKANAN DARAH |
PERAWAT : Tidak
Real-time viewGet Feedjit

EFEK SAMPING ANTIPSIKOTIK


a. Efek samping pada sistem saraf (extrapyramidal side efect/EPSE)
1). Parkinsonisme
Efek samping ini muncul setelah 1 - 3 minggu pemberian obat. Terdapat
trias gejala parkonsonisme:
Tremor: paling jelas pada saat istirahat
Bradikinesia: muka seperti topeng, berkurang gerakan reiprokal pada
saat berjalan
Rigiditas: gangguan tonus otot (kaku)
2). Reaksi distonia: kontraksi otot singkat atau bisa juga lama
Tanda-tanda: muka menyeringai, gerakan tubuh dan anggota tubuh tidak
terkontrol
3). Akathisia
Ditandai oleh perasaan subyektif dan obyektif dari kegelisahan, seperti
adanya perasaan cemas, tidak mampu santai, gugup, langkah bolakbalik dan gerakan mengguncang pada saat duduk.
Ketiga efek samping di atas bersifat akur dan bersifat reversible (bisa
ilang/kembali normal).
4). Tardive dyskinesia
Merupakan efek samping yang timbulnya lambat, terjadi setelah
pengobatan jangka panjang bersifat irreversible (susah hilang/menetap),
berupa
gerakan
involunter
yang
berulang
pada
lidah,
wajah,mulut/rahang, anggota gerak seperti jari dan ibu jari, dan gerakan

Search Engine Optimization


and SEO Tools

KATEGORI
Anatomi Fisiologi (1)
Diagnosa Keperawatan (4)
Keperawatan Jiwa (1)
Keperawatan Medikal Bedah (2)
Kritik Membangun (3)
Skill Keperawatan (1)
Tips n Trick (1)

tersebut hilang pada waktu tidur.


b. Efek samping pada sistem saraf perifer atau anti cholinergic side
efect
Terjadi karena penghambatan pada reseptor asetilkolin. Yang termasuk
efek samping anti kolinergik adalah:
Mulut kering
Konstipasi
Pandangan kabur: akibat midriasis pupil dan sikloplegia (pariese otototot siliaris) menyebabkan presbiopia
Hipotensi orthostatik, akibat penghambatan reseptor adrenergik
Kongesti/sumbatan nasal
Jenis obat anti psikotik yang sering digunakan:
Chlorpromazine (thorazin) disingkat (CPZ)
Halloperidol disingkat Haldol
Serenase

B. Anti Parkinson
Mekanisme kerja: meningkatkan reseptor dopamin, untuk mengatasi
gejala parkinsonisme akibat penggunaan obat antipsikotik.
Efek samping: sakit kepala, mual, muntah dan hipotensi.
Jenis obat yang sering digunakan: levodova, tryhexifenidil (THF).
C. Anti Depresan
Hipotesis: syndroma depresi disebabkan oleh defisiensi salah
satu/beberapa aminergic neurotransmitter (seperti: noradrenalin,
serotonin, dopamin) pada sinaps neuron di SSP, khususnya pada sistem
limbik.
Mekanisme kerja obat:
Meningkatkan sensitivitas terhadap aminergik neurotransmiter
Menghambat re-uptake aminergik neurotransmitter
Menghambat penghancuran oleh enzim MAO (Mono Amine Oxidase)
sehingga terjadi peningkatan jumlah aminergik neurotransmitter pada
neuron di SSP.
Efek farmakologi:
Mengurangi gejala depresi
Penenang
Indikasi: syndroma depresi
Jenis obat yang sering digunakan: trisiklik (generik), MAO inhibitor,
amitriptyline (nama dagang).
Efek samping: yaitu efek samping kolonergik (efek samping terhadap
sistem saraf perifer) yang meliputi mulut kering, penglihatan kabur,
konstipasi, hipotensi orthostatik.
D. Obat Anti Mania/Lithium Carbonate
Mekanisme kerja: menghambat pelepasan serotonin dan mengurangi
sensitivitas reseptor dopamin.
Hipotesis: pada mania terjadi peluapan aksi reseptor amine.
Efek farmakologi:
Mengurangi agresivitas
Tidak menimbulkan efek sedatif
Mengoreksi/mengontrol pola tidur, iritabel dan adanya flight of idea
Indikasi:
Mania dan hipomania, lebih efektif pada kondisi ringan. Pada mania
dengan kondisi berat pemberian obat anti mania dikombinasi dengan
obat antipsikotik.
Efek samping: efek neurologik ringan: fatigue, lethargi, tremor di tangan
terjadi pada awal terapi dapat juga terjadi nausea, diare.
Efek toksik: pada ginjal (poliuria, edema), pada SSP (tremor, kurang
koordinasi, nistagmus dan disorientasi; pada ginjal (meningkatkan
jumlah lithium, sehingga menambah keadaan oedema.
E. Anti Ansietas (Anti Cemas)
Ansxiolytic agent, termasuk minor tranquilizer. Jenis obat antara lain:
diazepam (chlordiazepoxide).
F. Obat Anti Insomnia: phenobarbital
G.Obat Anti Obsesif Kompulsif: clomipramine
H. Obat Anti Panik: imipramine
PERAN PERAWAT DALAM PEMBERIAN OBAT
Pengumpulan data sebelum pengobatan, meliputi:
Diagnosa medis
Riwayat penyakit

RUANG DISKUSI

ShoutMix
Live chat
software for
your
website
Click here to
check it out
0.0019s
now!

ShoutMix chat widget

PENGUNJUNG

Riwayat pengobatan
Hasil pemeriksaan laboratorium (yang berkaitan)
Jenis obat yang digunakan, dosis, cara dan waktu pemberian
Program terapi lain
Mengkombinasikan obat dengan terapi modalitas
Pendidikan kesehatan untuk klien dan keluarga, tentang pentingnya
minum obat dan penanganan efek samping obat
Monitor efek samping penggunaan obat

Melaksanakan prinsip pengobatan psikofarmaka


1. Persiapan
Melihat order pemberian obat di lembaran obat (di status)
Kaji setiap obat yang akan diberikan termasuk tujuan, cara kerja obat,
dosis, efek samping dan cara pemberian
Kaji pengetahuan klien dan keluarga tentang obat
Kaji kondisi klien sebelum pengobatan
2. Lakukan minimal prinsip lima benar dalam pemberian obat
3. Laksanakan program pemberian obat
Gunakan pendekatan tertentu
Bantu klien minum obat, jangan ditinggal
Pastikan bahwa obat telah diminum
Bubuhkan tanda tangan pada dokumentasi pemberian obat, sebagai
aspek legal
4. Laksanakan program pengobatan berkelanjutan, melalui program
rujukan
5. Menyesuaikan dengan terapi non farmakologik
6. Turut serta dalam penelitian tentang obat-obat psikofarmaka
EVALUASI
Reaksi obat efektif jika:
1. Emosional stabil
2. Kemampuan berhubungan interpersonal meningkat
3. Halusinasi, agresi, delusi, menarik diri menurun
4. Perilaku mudah diarahkan
5. Proses berpikir ke arah logika
6. Efek samping obat
7. Tanda-tanda vital: tekanan darah, denyut nadi
Demikianlah pembahasan tentang psikofarmakologi, dan mudahmudahan dapat menjadi sedikit informasi bagi kita untuk membuat
perawatan kita ke pasien jiwa lebih baik lagi.
Semoga anda lulus NCLEX ^_^
Chibis Etude House Korea
Etude House 110% Original Korea dan lebih murah,FREE
sample setiap belanja.
chibisetudehouse.com

meraih sukses
60 juta per bulan dari internet ikuti caranya
zeiclick.com/?id=onedhy

MODAL 1x HASIL TIAP HARI.


Peluang Bisnis Modal Kecil Kerja dari Rumah...
athenastar.asia

Ingin gaji Rp.2.8JT/hari?


Cuma dengan investasi Rp.100 rb Caranya sangat mudah,
Klik Disini !
ladangjutawan.com

Ketik E-mail Kamu Disini Untuk Mendapatkan Materi Kuliah Terbaru (Askep,Askeb,Info Kesehatan,Bisnis online, Keperawatan,Kebidanan,dll):

Subscribe

Delivered by FeedBurner

0 komentar:
Poskan Komentar

Posting Lebih Baru

Beranda

Posting Lama

Langganan: Poskan Komentar (Atom)

Belum Menemukan Yang Anda Cari, Baca Juga Yang Ini :


Sponsor Blog :

Sponsored by Hyperic System Management. Designed by Adii. Converted to Blogger Templates by eBlog Templates