Anda di halaman 1dari 6

GLYCYRRHIZIN

Glycyrrhizin adalah glikosida saponin triterpein yang mana memiliki


rasa manis 50 kali rasa manis pada gula. Dengan hidrolisis, glycyrrhizin
akan kehilangan rasa manisnya dan berubah menjadi bentuk aglikonnya
yaitu asam glisiretat atau asam glisiretinat dan glikonnya yaitu 2 molekul
asam glukoronat. Asam glisiretat (3 hidroxy-11-oxoolean-12-en-29-ole
acid) adalah triterpen pentasiklik yang merupakan derivat dari tipe amyrin (Robbers, James E., dkk, 1996:56).
Glycyrrhizin adalah saponin triterpen yang ditemukan dalam
Glicyrrhiza glabra (licorice). Senyawa ini merupakan kandugan utama dari
Glicyrrhiza glabra dan standarisasi dari licorice berdasarkan kandungan
glicyrrhizin. Ekstrak glicyrrhizin standar yang dijual dipasaran
mengandung sekitar 20% glicyrrhizin. Glicyrrhizin diubah menjadi asam
glicyrretat oleh suatu enzim, glikaronidase (Singh, Amrit Pal, 2010:1).
Glycyrrhizin dalam bentuk murni berwarna putih, berbentuk Kristal,
seringkali berupa serbuk manis yang larut dalam air. Terdiri dari garam
potassium(Kalium) dan Kalsium dari asam glisirinat, yang tidak berwarna, seperti
Kristal, sedikit larut dalam air. Senyawa ini sudah menimbulkan rasa manis pada
pelarutan 1 bagian dalam 20000 bagian pelarut. Senyawa ini bukanlah
merupakan glukosida seperti pada perkiraan awal karena pada hidrolisisnya
menghasilkan asam glisirizinat dan 2 molekul asam glukoronat (Wallis, T. E.,
2005: 385-386).
Tumbuhan Penghasil
Glycyrrhizae radix, liquorice root, atau Radix liquiritiae adalah akar dan batang
bawah tanaman Glycyrrhiza glabra L yang berasa manis (Gunawan, Didik dan Sri
Mulyani, 2004 : 94).
Istilah Liquorice untuk akar manis disampaikan oleh
Theophrastus. Penulis dari Roman ini menyebutnya
sebagai Radix dulcis (Evans, W.C., 2008 : 299).
Simplisia akar manis terdiri dari akar dan stolon
Glycyrrhiza glabra L. (Leguminoceae). Jenis tanaman
yang paling banyak menghasilkan simplisia untuk obatobatan adalah sebagai berikut:
1. Glycyrrhiza glabra var. Typica Reg. Et Herd. ,
tanaman setinggi 1,5 m dengan bunga seperti
halnya bunga Papilionaceae (mahkota berbentuk

kupu-kupu) dan berwarna biru keunguan. Bagiannya


yang berada di bawah tanah terdiri dari akar yang
panjang dan rhizoma tipis atau stolon. Kebanyakan
juga memiliki stolon yang dapat mencapai panjang
sekitar 2 meter
namun berada lebih dekat dengan permukaan tanah dibandingkan dengan akar.
Tumbuhan ini tmbuh di Spanyol, Italia, Inggris, Perancis, Jerman dan USA.
2. G. glabra L. var. glandulifera Wald. et Kit. Tanaman ini terdapat melimpah di
daerah liar di Galicia dan Rusia Tengah dan Selatan. Jenis ini tidak
mempunyai stolon.
3. G. glabra var. -violacea Boiss. Menghasilkan akar manis Persia yang
didapatkan dari Iran dan Irak di lembah Sungai Tigris dan Eufrat. Tumbuhan
ini menghasilkan bunga berwarna ungu. (Evans, W.C., 2008 : 299).

Glycrrhiza glabra Linne menghasilkan kayu berwarna kuning dan manis (Fam.
Leguminosae). Glycrrhiza berasal dari bahasa Yunani yang artinya kayu manis,
glabra artinya halus, dan mengacu pada buah dari spesies tanaman ini berupa
polong halus. Pada spesies glandulifera buahnya berbentuk kelenjar bengkak.
(Clause, Edward P., 1961 : 158).
Tumbuhan ini biasanya tumbuh dengan baik di tanah yang dalam, berpasir tapi
subur, dekat perairan seperti sungai. Biasanya penanamannya dengan
penyebaran stolon yang masih muda tetapi bisa juga dari biji. Beberapa dikupas
dan dipotong menjadi potongan pendek sebelum dikeringkan, tetapi kebanyakan
belakangan ini digunakan tanpa dikupas (Evans, W.C., 2008 : 299).
Akar manis Italia dan Spanyol merupakan turunan dari varietas typica. Mereka
dijual sebagai liquorice Spanyol tanpa memandang sumber atau asalnya secara
geografis. Tipe akar manis Spanyol berupa potongan lurus sekitar 14-20 cm atau
lebih untuk panjangnya dan berdiameter 5-20 mm. Jika belum dikupas, mereka
mempunyai lapisan gabus berwarna gelap, coklat kemerahan. Simplisia yang
telah dikupas mempunyai tampilan berwarna kuning dan berserat. Patahannya
berserat, baunya lemah tapi khas, rasa manis dan hampir tidak ada rasa pahit
(Evans,W.C., 2008 : 299-300).

Isolasi Glycyrrhizin
Glycyrrhizin biasanya diisolasi dari ekstrak akar dengan menghilangkan
gum dan pati secara presipitasi menggunakan alkohol. Kemudian
penambahan asam sulfat akan menghasilkan produk endapan gelap dan

kasar yang dapat dilarutkan dalam larutan amonia dan dikristalisasi dari
alkohol 95%. Hidrolisis asam dari glisirizin akan memutus ikatan glikosida
dan menghasilkan asam D-glukoronat dan asam glisirinat yang ternyata
tidak berasa. Hal ini mengimplikasikan pengaruh disakarida dalam
mekanisme timbulnya rasa manis (Khan, Riaz, 1996 : 153)
Pemisahan dan pemurnian glycyrrhizin dapat dengan cara ekstraksi caircair dan kromatografi (Jiang, Yue dkk, 2004).
Kandungan Akar Manis
Kandungan utama dari akar manis adalah glycyrrhizin sekitar 1-24%. Secara
lengkap, kandungan dalam tanaman akar manis adalah sebagai berikut :

Kumarin : glisirin, heniarin, liqcoumarin, umbelliferone, dan turunan 3arilcoumarin


Flavonoid : flavonol dan isoflavon termasuk formononetin, glabrin,
glabrol, glabron, glyzarin, glisirol, glabridin dan turunannya,
kumatakenin, licoflavonol, licoisoflavon A dan B, licoisoflavonon,
licorikon, liquiritin dan turunannya, faseollinisoflavan, chalcones
termasuk isoliquiritigenin, likurasida, ekinatin, licochalcone A dan B,
neolicurosida
Terpenoid : Glikosida glycyrrhizin (1-24%) juga dikenal sebagai
glycyrrhizi atau asam glyyrrhizinat menghasilkan asam glycyrrhetinat
(atau glycyrrhetat) dan asam glukuronat jika dihidrolisis; glycyrrhetol;
glabrolida; asam liqorat; asam liquiritat; -amyrin.
Minyak atsiri (0,047%). Lebih dari 80 komponen teridentifikasi
termasuk anetol, benzaldehida, butirolakton, eugenol, fenchona,
furfuril alkohol, hexanol, indol, linalool, -nonalakton, oestragol, asam
propionat, -terpineol, dan thujone.
Konstituen lain : asam amino, amina, gum, lignin, pati, sterol (sitosterol, stigmasterol), gula, wax
Bagian tumbuhan lain : Daun dari G. Glabra L. mengandung flavonoidflavonoid (kaempferol dan turunannya, isokuersetin, kuersetin dan
turunannya, fitoalexin),
coumarin (bergapteen, xanthotoksin),
fitoestrogen, -sitosterol, saporanetin
(Newall Carol A. et al., 1996 : 183)
Kandungan utama dari akar manis adalah senyawa manis Glycyrrhizin, sekitar 57%, di mana dalam bentuk murni berwarna putih, berbentuk Kristal, seringkali
berupa serbuk manis yang larut dalam air. Terdiri dari garam potassium(Kalium)
dan Kalsium dari asam glisirinat, yang tidak berwarna, seperti Kristal, sedikit
larut dalam air. Senyawa ini sudah menimbulkan rasa manis pada pelarutan 1
bagian dalam 20000 bagian pelarut. Senyawa ini bukanlah merupakan glikosida
seperti pada perkiraan awal karena pada hidrolisisnya menghasilkan asam
glisirizinat dan 2 molekul asam glukoronat (Wallis T.E., 2005 : 385-386)
Kegunaan Liquorice

Dalam industri makanan : sebagai flavouring agent. Keterangan : Akar


liquorice terdaftar di Eropa sebagai sumber alami dari perasa makanan.
Liquorice bisa ditambahkan pada makanan dalam jumlah kecil. (Newall
Carol A. et al., 1996 : 183).

Dalam farmasi : untuk ekspektoran, demulsen, antispasmodik,


antiinflamasi, dan laksatif. Secara turun-temurun, liquorice digunakan
untuk mempengaruhi kelenja adrenal. Liquorice digunakan pada radang
pada bronkus, bronkitis, gastritis kronis, peptic ulcer (luka pada perut atau
duodenum), dan kolik (Newall Carol A. et al., 1996 : 183).
Dalam pembuatan pil, Succus Liquiritiae yang merupakan serbuk dari akar
manis dan mengandung Glycyrrhizin. Biasanya digunakan bersama radix
liquiritiae dan biasa disevut PPP (Pulvis Pro Pilulae) atau bahan penolong
pil. (Syamsuri, 2006 : 149).
Dosis :
Untuk rebusan, serbuk dari akarnya dapat digunakan sebanyak 1-4
gr, 3x sehari.
Tercantum di BPC (British Pharmacopeia) tahun 1973, ekstrak
liquorice yang dapat digunakan 0,6-2,0 gr.
(Newall Carol A. et al., 1996 : 183)
Kegunaan Glisirizin
Glycyrrhizin dengan konsentrasi tinggi dapat digunakan sebagai
antiestrogen (Newall Carol A. et al., 1996 : 183)
Glycyrrhizin dapat digunakan untuk pengobatan SARS (Cenati, J.,
2003:2045).
Glycyrrhizin telah terbukti mempunyai khasiat antiviral hepatitis B dan
C, berkhasiat hepatoprotektor yaitu zat yang dapat melindungi sel hati
dari kerusakan dan sebagai imunomodulator yaitu zat yang dapat
memodulasi sistim imun antiestrogen (Newall Carol A. et al., 1996 :
184)
Glycyrrhizin dapat menghambat Japanese Encephalitis Virus (Cenati, J.,
2003:2045).
Glycyrrhizin sebelumnya telah digunakan untuk pengobatan pasien
pada penyakit HIV-1 dan penyakit hepatitis kronis (Cenati, J.,
2003:2045).
Suatu penelitian tahun 1997 dan review tahun 2002 memperlihatkan
manfaat glycyrrhizin dalam pencegahan karsinoma hepatoseluler,
sirosis hati dan kanker hati pada penderita hepatitis kronis
(http://internis.files.wordpress.com/2011/01/terapi-herbal-padapenyakit-hati.pdf).
Produk hidrolisis glycyrrhizin yaitu asam glisiretinat mempunyai aksi
hemolitik yang dijelaskan oleh Kobert sebagai alasan mengapa
liquorice dapat digunakan sebagai ekspektoran (Wallis T. E., 2005:
386).
Produk hidrolisis glycyrrhizin yaitu asam glycyrrhetinat dapat
menginhibisi aktivasi virus Epstein-Barr, suatu virus dari kelompok
herpes, mencakup herpes simplex virus 1 dan 2. Aktivitas antivirus
yang telah diteliti adalah terhadap virus vaccinia (virus yang berfungsi
sebagai vaksin, untuk memberantas penyakit smallpox), herpes
simplex 1, Newcastle disease dan virus-virus vesicular stomatitis (virus
rabies). Selain itu juga memiliki aktivitas hepatoprotektif (Newall Carol
A. et al., 1996 : 184).

Kegunaan komponen lain licorice


1. Carbenoxolone (turunan ester dari asam glycyrrhetinat) :
Digunakan pada pengobatan luka pada lambung dan esofagus
(mucosal-protecting) dengan cara mengganggu sintesis prostanoid
lambung dan meningkatkan produksi mukus dan mukosa aliran
darah.
2. GU-7 (turunan 3-arilcoumarin):
Antiplatelet, menginhibisi agregasi platelet dengan menambah
konsentrasi AMP siklus intraplatelet pada penyakit cerebrovaskuler.
3. Isoliquiritigenin :
Menginhibisi aldosa reduktase, enzim pertama dalam polyol
pathway, disebut juga sorbitol-aldosa reductase patway, yang
mereduksi glukosa menjadi sorbitol.
Menginhibisi akumulasi sorbitol dalam sel darah merah in vitro, selsel darah merah, saraf sciatic (satu saraf terpanjang dan terlebar
di tubuh manusia), dan di lensa mata tikus yang terkena diabetes
kemudian diberikan isoliquiritigenin secara intragastritis.
4. Chalcone :
Chalcone yang diisolasi dari G. Inflata Bat. Dapat menginhibisi
produksi leukotriene dan menambah konsentrasi cAMP (cyclic
adenosine monophospate) dalam polymorphonuclear neutrophil
(jenis sel darah putih yang paling melimpah pada manusia). cAMP
merupakan second messenger yang penting untuk berbagai proses
biologis.
5. Konstituen isoflavonoid (glabridin, glabrol dan turunannya) :
Antimikroba terhadap Staphylococcus aureus, Mycobacterium
smegmatis, dan Candida albicans.
(Newall Carol A. et al., 1996 : 183-184)
Toksisitas
Seseorang yang mengkonsumsi 10-45g liquorice/hari mengalami kenaikan
tekanan darah, penghambatan aldosteron, dan perubahan tekanan
jantung, gejala ini akan hilang sebulan setelah penghentian konsumsi
liquorice. Hipokalemia juga merupakan efek samping liquorice (Newall
Carol A. et al., 1996 : 184-185).
Kecuali dinyatakan oleh ahli yang berkualifikasi/berwenang, maka tidak
boleh digunakan selama masa kehamilan, tidak untuk penggunaan
berkelanjutan atau dalam dosis tinggi kecuali dalam pengawasan tenaga
medis berijin. Kontra indikasi untuk diabetes, hipertensi (Thomas, S. C.,
2002 : 86)
Daftar Pustaka
Anonim,
2011,
Terapi
Herbal
pada
Penyakit
http://internis.files.wordpress.com/2011/01/terapi-herbal-padapenyakit-hati.pdf diakses tanggal 8 Mei 2011.

Hati,

Cenati, J., 2003, Glycyrrhizin An Active Component of Liquorice Roots


Replication of SARS-Associated Coronavirus, http://thelancet.com
diakses pada tanggal 8 Mei 2011.

Clause, Edward P., 1961, Pharmacognosy, Lea and Febiger, Philadelphia.


Evans, W. C., 2008, Trease and Evans Pharmacognosy 15th Edition,
Saunders Company, USA.
Gunawan, Didik dan Sri Mulyani, 2004, Ilmi Obat Alam (Farmakognosi) Jilid
I, Penebar Swadaya, Jakarta.
Jiang, Yue dkk, 2004, Preparative Purification of Glycyrrhizin Extracted From The
Root of Liquorice Using High-speed Counter-Current Chromatography, Journal
of Chromatography, (Online), Volume 1033, (http://www.sciencedirect.com,
diakses 8 Mei 2011).

Khan, Riaz, 1996, Low-Calorie Foods and Food Ingredient, Blackie


Academic and Professional, UK.
Newall, Carol A. dkk, 1996, Herbal Medicines A Guide for Health-Care
Professionals, The Pharmaceuticals Press, London.
Robbers,
James
E.
dkk,
1996,
Pharmacognosy
Pharmacobiotechnology, William and Wilkin, USA.

and

Singh, Amrit Pal, 2010, Glycyrrhizin-A Review, Ethnoleaflets, Chandigarh.


Thomas, S. C., 2002, Medicinal Plants, CRC Press, Florida.
Syamsuri, 2006, Ilmu Resep, EGC, Jakarta.
Wallis, T. E., 2005, Textbook of Pharmacognosy, CBS Publisher, New Delhi.