Anda di halaman 1dari 7

Geothermal

Geothermal merupakan energi panas yang tersimpan dalam batuan di bawah permukaan bumi
dan fluida yang terkandung di dalamnya. Sistem Geothermal terdiri dari elemen-elemen yang
menyusun sistem tersebut. Elemen-elemen penting penyusun sistem Geothermal terdiri dari tiga
yaitu: adanya sumber panas, adanya batuan reservoir yang permeabel dan adanya fluida yang
membawa aliran panas (Goff dan Cathy, 2000).

Gambar 1. System panasbumi


Sistem Panas Bumi
Sistem panasbumi dijumpai pada daerah dengan gradien panasbumi relatif normal, terutama
pada bagian tepi lempeng dimana gradien panasbumi biasanyamempunyai kisaran suhu yang
lebih tinggi daripada suhu rata-rata (Dickson dan Fanelli, 2004). Terdapat komponen- komponen
penting yang berpengaruh dalam sistem panasbumi, terutama sistem panasbumi hidrothermal
yang terdapat di sebagian besar Indonesia, yaitu :
1. Sumber panas
Sumber panas pada lapangan panasbumi adalah magma yang berasaldari kedalaman 50100 km, bergerak ke atas, mengintrusi lapisan-lapisanbatuan dengan membawa
temperatur yang tinggi (900-1200C) menuju kedalaman dangkal yang berkisar antara 210 km. Bentuk dari intrusi ini biasanya intrusi kecil yang berulang seperti retas ( dyke ).

Berdasarkan jenis sumber panasnya sistem panasbumi dapat dikelompokkan kedalam:


(1) Sistem yang berasosiasi dengan intrusi batuan beku dan (2) Sistem yang tidak
berasosiasi dengan intrusi batuan beku. Pada sistem yang berasosiasi dengan intrusi
batuan beku perlu diingat bahwa hanya tubuh magma yang terdapat pada kedalaman
yang besar, serta mengalami proses pendinginan secara konduktif dengan batuan di
sekitarnya yang dapat menjadi sumber panas ideal bagi suatu sistem panasbumi, Bila
magma terlalu cepat mencapai permukaan bumi, ia akan kehilangan panasnya tanpa
dapat membentuk sesumber panasbumi (Gupta, 1980) Sistem panasbumi di daerah
gunungapi aktif hingga saat ini belum dieksploitasi. Pemboran eksplorasi dengan
kedalaman besar di Pinatubo dan Biliran (Filipina), Tatun (Taiwan), dan St Lucia
(Karibia) serta penelitian geokimia digunungapi Jevado del Ruiz (Kolombia)
menunjukkan bahwa fluida reservoar pada gunungapi- gunung api aktif tersebut
mengandung gas-gas volkanik yang sangat reaktil sepedi HF darr HCI (Hochstein, 1992)
Bila tidak ada airtanah yang bersirkulasi di dalam reservoar yang porus dan permeabel
saperti diuraikan di depan, yang ada hanyalah batuan kering yang panas (hof dry rock),
Untuk mengekstraksi energi panas dairi padanya, air (ataupun fluida lain, tetapi air
adalah yang paling memungkinkan) harus di pompakan ke dalam sistem tersebut dan
dipompa balik ke permukaan. Adalah sangat penting dalam mekanisme transportasi
panas bahwa harus ditemukan cara untuk membuat batuan yang semula bersifat
impermeabel menjadi perrneabel dengan permukaan transfer panas yang lurus, dan agar
struktur permeabilitas yang dihasilkan juga memungkinkan fluida dipompakan balik ke
permukaan (Gupta, 1980, Armstead, 19E3).
2. Reservoir dan caprock
Reservoir panas bumi adalah formasi batuan di bawah permukaan yang mampu
menyimpan dan mengalirkan fluida termal (uap dan atau air panas). Reservoir biasanya
merupakan batuan yang memiliki porositas dan permeabilitas yang baik. Porositas
berperan dalam menyimpan fluida termal sedangkan permeabilitas berperan dalam
mengalirkan fluida termal.
Reservoir panas bumi dicirikan oleh adanya kandungan Cl (klorida) yang tinggi dengan
pH mendekati normal, adanya pengayaan isotop oksigen pada fluida reservoir jika
dibandingkan dengan air meteorik (air hujan) namun di saat bersamaan memiliki isotop
deuterium yang sama atau mendekati air meteorik, adanya lapisan konduktif yang
menudungi reservoir tersebut di bagian atas, dan adanya gradien temperatur yang tinggi
dan relatif konstan terhadap kedalaman.
Reservoir panas bumi bisa saja ditudungi atau dikelilingi oleh lapisan batuan yang
memiliki permeabilitas sangat kecil (impermeable). Lapisan ini dikenal sebagai lapisan
penudung atau cap rock. Batuan penudung ini umumnya terdiri dari minera-mineral
lempung yang mampu mengikat air namun sulit meloloskannya (swelling). Mineralmineral lempung ini mengandung ikatan-ikatan hidroksil dan ion-ion seperti Ka dan Ca
sehingga menyebabkan lapisan tersebut menjadi sangat konduktif. Sifat konduktif dari

lapisan ini bisa dideteksi dengan melakukan survei magneto-tellurik (MT) sehingga
posisi lapisan konduktif ini di bawah permukaan dapat terpetakan. Dengan mengetahui
posisi dari lapisan konduktif ini, maka posisi reservoir dapat diperkirakan, karena
reservoir panas bumi biasanya berada di bawah lapisan konduktif ini.
3. Fluida
Fluida pada umumnya berupa air meteorik (berasal dari permukaanbumi), dan adanya air
magmatik bersama volatil yang sangat mempengaruhikomposisi kimia. Pada reservoir
tersebut air meteorik dapat mengganti fluidayang keluar dari reservoir secara alamiah
( hot springs ) atau fluida yang keluarmelalui lubang bor. Air meteorik akan berada
dalam fasa uap atau fasa cair,tergantung kepada besarnya tekanan dan temperatur. Air ini
terkadangmembawa unsur kimia dan gas seperti CO2, H2S dan lain- lain.
4. Daerah resapan
Daerah resapan merupakan daerah dimana arah aliran air tanah di tempat tersebut
bergerak menjauhi muka tanah. Dengan kata lain, air tanah di daerah resapan bergerak
menuju ke bawah permukaan bumi.
Dalam suatu lapangan panas bumi, daerah resapan berada pada elevasi yang lebih tinggi
dibandingkan dengan elevasi dari daerah dimana sumur-sumur produksi berada. Daerah
resapan juga ditandai dengan rata-rata resapan air tanah per tahun yang bernilai tinggi.
Menjaga kelestarian daerah resapan penting artinya dalam pengembangan suatu lapangan
panas bumi. Menjaga kelesatarian daerah resapan berarti juga menjaga keberlanjutan
hidup dari reservoir panas bumi untuk jangka panjang. Hal ini karena daerah resapan
yang terjaga dengan baik akan menopang tekanan di dalam formasi reservoir karena
adanya fluida yang mengisi pori di dalam reservoir secara berkelanjutan. Menjaga
kelestarian daerah resapan juga penting artinya bagi kelestarian lingkungan hidup.
Sehingga dari sini dapat dikatakan juga bahwa pengembangan panas bumi bersahabat
dengan lingkungan.
5. Daerah discharge dengan manifestasi permukaan
Daerah luahan (discharge area) merupakan daerah dimana arah aliran air tanah di tempat
tersebut bergerak menuju muka tanah. Dengan kata lain, air tanah di daerah luahan akan
bergerak menuju ke atas permukaan bumi. Daerah luahan pada sistem panas bumi
ditandai dengan hadirnya manifestasi di permukaan. Manifestasi permukaan adalah
tanda-tanda yang tampak di permukaan bumi yang menunjukkan adanya sistem panas
bumi di bawah permukaan di sekitar kemunculannya.

Gambar 2. Skema panasbumi

Fluida panas bumi untuk pembangkit listrik


Fluida panas bumi bertemperatur tinggi (>225 0C) telah lama digunakan di beberapa Negara
untuk pembangkit listrik, namun beberapa tahun terakhir ini perkembangan teknologi telah
memungkinkan digunakannya fluida panasbumi bertemperatur sedang (150-2250C) untuk
pembangkit listrik.
Selain temperature, factor-faktor lain yang biasanya dipertimbangkan dalam memutuskan apakah
suatu sumberdaya panasbumi tepat untuk dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik adalah
sebagai berikut :
1. Sumberdaya mempunyai kandungan panas atau cadangan yang besar sehingga mampu
memproduksikan uap untuk jangka waktu yang cukup lama yaitu sekitar 25-30 tahun.
2. Sumberdaya panas bumi memproduksikan fluida yang mempunyai pH hampir netral agar
laju korosinya relative rendah, sehingga fasilitas produksi tidak cepat terkorosi. Selain itu
hendaknya kecenderungan fluida membentuk scale relative rendah.
3. Reservoirnya tidak terlalu dalam, biasanya tidak lebih dari 3 km.

4. Sumberdaya panasbumi terletak di daerah dengan kemungkinan terjadinya erupsi


hydrothermal relative rendah. Diproduksinya fluida panasbumi dapat meningkatkan
kemungkinan terjadinya erupsi hydrothermal.

Gambar 3. Pemanfaatan panas bumi dari steam

Gambar 4. Pemanfaatan panasbumi dari hot water


Macam macam system panas bumi
Sistem panas bumi secara umum dideskripsikan sebagai transfer panas dalam suatu
volume terisolasi pada kerak bumi secara alami. Dimana panas tersebut dipindahkan dari sebuah
sumber panas ( heat source ) ke sebuah penampang panas ( reservoir ) (Hochstein and Brownie,
2000). Sedangkan menurut Goff dan Janik (2000), sistem panas bumi dibagi ke dalam beberapa
tipe:

Sistem yang berasosiasi dengan volkanisme kuarter dan intrusi magma ( young igneous
system ). Sistem ini umumnya mempunyai temperatur 370 0 C dan kedalaman reservoir
1.5km
Sistem yang berhubungan dengan tektonik, yaitu terjadi di lingkungan backarc , daerah
crustal extension , zona kolisi dan sepanjang zona sesar. Sistem ini yang telah
dieksploitasi umumnya mempunyai temperatur reservoir 2500C dan kedalaman reservoir
1.5km
Sistem (yang dipengaruhi oleh) geopressure ditemukan di cekungan sedimen. Kedalaman
reservoir sistem ini umumnya 1,5 hingga 3 km dan temperatur reservoir berkisar dari 50
hingga 190C
Sistem hot dry rock yang memanfaatkan panas yang tersimpan dalam batuan
berporositas rendah dan tidak permeabel. Temperatur sistem ini berkisar antara 120
hingga 225C dengan kedalaman 2 hingga 4 km

Sistem magma tap yang memanfaatkan panas yang keluar dari tubuh magma dangkal.
Pada sistem ini, magma merupakan bentuk paling murni panas alamiah yang mempunyai
temperatur <1200C

Pemanfaatan energy geothermal


Ada dua cara memanfaatkan energi panas bumi: langsung dan tidak langsung, tergantung
beberapa faktor seperti temperatur, apakah ada reservoar, tujuan pemanfaatan dan kebutuhan
ekonomi.
1. Pemanfaatan langsung
Pada metode 'pemanfaatan langsung' aplikasinya beragam dan tidak dibutuhkan panas yang
terlalu tinggi. Untuk pola semacam ini, yang banyak diterapkan di negara-negara dengan
cadangan sumber panas bumi aktif, energi diambil kemudian dimanfaatkan dalam industri
pertanian -- menghangatkan rumah kaca atau mengeringkan hasil panen atau memelihara ikan,
keran dan juga tumbuh-tumbuhan di sektor budidaya perikanan. Panas bumi dapat pula
dimanfaatkan untuk proses pemanasan dan pendinginan ruangan. Kalangan industri
menggunakannya antara lain dalam proses pengeringan beton dan pasteurisasi susu.
2. Pemanfaatan tidak langsung
Ada pula cara 'tidak langsung' pemanfaatan energi panas bumi. Energi biasanya diubah dulu
menjadi tenaga listrik, dan prosesnya mengandalkan panas dari sumber yang ada di bawah
permukaan bumi pada kedalaman 3 hingga 5 km.

DAFAR PUSTAKA
Nenny.Miryani Saptadji (2001): Teknik Panas Bumi, Diktat Kuliah : ITB
Grant, M.A., Donaldson, J.G., Bixely P.F (1982) : Geothermal Reservoir Engineering, Academic Press.
Goff,F. and Cathy j.J., Encyclopedia of Volcanoes : Geothermal System, Academic Press, 2000.
Dickson,M.H., dan Fanelli, M., 2004, What Is Geothermal Energy, Instituto di Geoscienze, CNR , Pisa.
Gupta, H.K.1980. Geothermal Resources : An Energy Alternative. Elsevier Scientific Publishing
Company, Amsterdam..