Anda di halaman 1dari 5

Pengaruh Sosial Media

Created by : Annisaa Solihah

Pagi ini seperti biasa Linda terbangun dari tidur lelapnya, semalam
tidurnya indah sekali. Lindamelihat kearah jendela , cuaca nya cerah sekali
dengan suara burung burung berkicau .
Selamat Pagi Duniaaa \o/ sapa Linda dengan nada semangat.
kring kringgg suara Handphonenya berbunyi sontak Linda segera
mengambil ponsel yang terletak tepat dibawah bantalnya.
Ternyata itu adalah notifikasi jejaring social. Ya, Linda memang sangat
aktif di jejaring social seperti Facebook, Path , Instagram, twitter, BBM, Line
dll. Bahkan yang ia lakukan setiap pagi bukannya segera mandi atau
merapihkan tempat tidur malah segera update status serta membalas
pesan. Linda sangat mencintai smartphone yang ayah berikan . Smartphone
yang selalu ia idam idamkan ini akhirnya ia dapatkan .
Ketika ia sedang asyik dengan ponsel nya. Mamah memanggilnya
Linda, kamu sudah bangun nak. Ayo cepat kamu siap siap pergi sekolah.
Linda segera beranjak dari tempat tidurnya dan pergi sekolah. Ia masih
duduk di kelas 3 jenjang SMA di sekolah yang cukup favorit di kota ini.
Seperti biasa ayah mengantarnya pergi sekolah , kebetulan kantor
ayah dan sekolahnya cukup dekat. Kami pun tiba tepat digerbang sekolah.
Yah, Linda masuk dulu ya.. bell mau berbunyi Ucap Linda dengan tergesagesa.
Iya sayang, semangat ya belajarnya kamu harus jadi anak kebanggaan
ayah dan ibu Kata ayah dengan semangat.
Linda pun segera memasuki kelasnya. Saat itu pelajaran Sejarah
dimulai , Linda sama sekali tidak memperhatikan apa yang Ibu Guru
sampaikan di depan kelas. Yang dia lakukan hanya sibuk dengan ponselnya .
Sesekali Ibu Guru melihat apa yang dilakukan Linda, namun Linda bisa
mengelak dengan pura-pura menulis materi.
Bel istirahat pun berbunyi

Linda, kita nongkrong di kantin sumpek nih selama pelajaran sejarah tadi
ajak Ressa salah satu sahabat Linda.
Gak ah Res, aku bawa makanan dari rumah . Kamu aja bareng Rina Linda
menolak ajakan Ressa.
Oh ya udah kita cabut dulu. Ressa dan Rina ke kantin bareng.
Rin, ada yang aneh deh dari si Linda. Dia selalu saja sibuk dengan
ponselnya . Udah jarang sekali dia barengan sama kita. Apakah teman
teman di BBM nya lebih asyik dari kita atau mungkin dia lagi ngelakuin
sesuatu dengan ponselnya kata Ressa dengan penuh tanda Tanya.
Udahlah Ress biarkan saja dia asyik dengan dunia nya sendiri. Kalau udah
kecanduan ya kayak begitu. Lupa sama orang orang disekitarnya. Biarlah
nanti juga kalau inget dia pasti bareng kita. Gak usah khawatir toh dia juga
udah gede Jawab Rina dengan nada cuek.

Sore itu, Linda pulang sekolah . Linda masih asyik dengan ponselnya.
Bagi dirinya , sekarang merupakan barang yang sangat berharga karena
tanpa smartphone canggihnya itu hidupnya terasa sangat hampa , teman
teman di kontak BBM nya yang selalu menghubungi Linda , padahal Linda
sendiri belum pernah menatap muka langsung orang-orang yang ada di BBM
nya itu . Hanya teman dunia maya. Mungkin, menurut Linda teman dunia
maya lebih asyik dibandingkan dengan dunia nyata.
Linda, kenapa kamu asyik sekali berbincang di BBM , emang kamu sedang
berbincang dengan siapa ? Tanya mamah dengan heran.
Gak kok mah , cuman sekedar teman-teman di BBM saja jawab Linda
sambil melirik ponselnya itu.
Linda tidak sadar bahwa orang orang di sekitarnya itu tidak suka dengan
tingkah Linda , seolah olah dunia nya hanya disana saja. Teman teman
Linda mulai menjauhinya .
Linda sudah tidak asyik lagi ungkap teman teman Linda
Linda tidak menghiraukan cemoohan teman-temannya itu. Linda
mengutarakan apa yang dia alami kepada teman teman dunia maya nya.
Bahwa teman-temannya menjauhi nya .

.
Lama kelamaan Linda menyadari bahwa tingkahnya selama ini salah,
ia berusaha untuk mendekati teman-temannya. Sahabatnya yaitu Ressa dan
Rina.
Res , Rin kekantin bareng yuk . Dah lama nih kita gak nongkrong bareng
Ajak Linda
hmm, ngapain kamu ngajak kita , bukannya kamu punya temen sendiri ya
tolak Ressa dengan nada sindiran
Ressa dan Rina pergi tanpa memperdulikan Linda. Linda melihat
kearah sekitar , melihat teman temannya yang sedang asyik berbincang.
Hati Linda teriris ia menyadari ternyata di sekitarnya lebih mengasyikan
dibanding dengan dunia maya. Ia tertunduk dan menyesali tingkahnya
selama ini. Tingkah yang ia lakukan ternyata menjauhkan dirinya dari orang
orang sekitarnya.
Res, Linda kasian juga ya . Mending kita ajak dia aja yu bareng bareng
sama kita Ungkap Rina kepada Ressa.
Gue sengaja bersikap seperti ini dulu sama Linda soalnya gue pengen dia
nyadar kalau orang orang disekitarnya masih peduli . Biar dia gak terlalu
fanatic sama teman teman di sosmed nya yang padahal Linda sendiri
belum pernah bertatap muka langsung Ungkap Ressa dengan penuh kasih
sayang.
Ressa, Rina dan Linda memang sudah bersahabat sejak mereka masuk
SMA, Ressa dan Rina rindu dengan sosok Linda yang selalu barengan ,
bercerita susah senang sebelum ia mendapatkan ponsel baru dari ayahnya.
Sebenarnya bukan masalah ponselnya tapi memang zaman sekarang sangat
mudah untuk berkomunikasi, berdiskusi di sosmed memang cukup
mengasyikkan apalagi jika kita sedang bosan dan sendiri sosmed bisa
membuat kita tidak bosan lagi . Orang orang sepertinya sudah lupa bahwa
mereka sudah merasakan suatu pengaruh . Orang orang yang berada di
dekat kita menjadi jauh begitupun sebaliknya orang orang yang jauh menjadi
dekat. Bahkan orang yang belum pernah kita ketemu menjadi kenal dengan
adanya sosmed, orang orang dari belahan jiwa manapun bisa kita jamah.
Semuanya tergantung cara kita menyikapi pengaruh tersebut.

Lin, kenapa kamu termenung begitu, biasanya kamu asyik dengan teman
teman di BBM kamu Tanya mamah dengan heran dan cemas apa yang telah
terjadi kepada anak bungsunya itu.
gak apa-apa kok mah , gak usah khawatir jawab Linda dengan lesu.
Mamah tau kok kamu lagi ada masalah kan , mamah bisa liat dari ekpresi
wajah kamu. Perasaan seorang ibu gak bisa dibohongi kata mamah sambil
merangkul anaknya agar bisa menceritakan masalah apa yang terjadi.
Baiklah mah, jadi begini teman-teman sekolah Linda menjauhi Linda
termasuk Ressa &Rina, gara gara Linda terlalu asyik dengan teman temen
di BBM. Mereka anggap kalau Linda sudah punya dunia sendiri. Banyak yang
mencemooh Linda katanya Linda udah gak asyik lagi, awalnya Linda tidak
menghiraukan omongan mereka tapi sekarang Linda sadar kalau Linda salah.
Linda ingin memperbaiki kesalahan Linda. Linda kesepian mah, Linda pengen
punya banyak teman lagi seperti dulu. Linda pengen ngobrol sama temen
temen, curhat curhatan lagi Ucap Linda sembari memeluk ibunya dan
menangis.
Gak usah menangis sayang, lebih baik kamu minta maaf sama teman
teman kamu atas sikapmu selama ini, mamah yakin temen temen kamu
pasti maafin kamu sayang dan syukurlah kalau kamu menyadari sikapmu
selama ini. Jangan bersedih lagi sekarang mending kamu tidur, besok kamu
lakukan apa yang mamah kasih tau. Semangat ya sayang kata mamah
dengan penuh nasihat.
Keesokan harinya Linda masuk sekolah dan ia tiba tiba berdiri di
depan papan tulis dan meminta maaf sama teman temannya.
Temen, aku minta maaf karena udah gak menghiraukan kalian , cuek
dengan kalian aku terlalu asyik dengan duniaku sendiri. Aku menyesal aku
janji gak akan bertindak seperti itu lagi , sekarang aku sendiri, aku kesepian
aku butuh kalian teman-teman. Aku benar-benar menyesal Ucap Linda
dengan penuh penyesalan. Lalu teman teman Linda tersentuh hatinya ,
dan mereka memaafkan Linda . Sahabat Linda yakni Ressa dan Rina pun
melangkah menghampirinya.
Lin, kamu jangan menangis lagi ya kita sudah memaafkan kamu kok, kita
sengaja menjauhi kamu dulu agar kamu menyadari tingkah laku kamu itu
salah, kita peduli sama kamu kok kita sayang sama kamu . Kita ingin yang
terbaik buat kamu. Ingin melakukan canda tawa lagi sama kamu ayo kita
lulus bareng-bareng, susah bareng bareng dan senang bareng bareng kata

Lina dengan senang hati karena sahabatnya telah kembali, dan telah bisa
merasakan bahwa disekitarnya ingin menemaninya bukan hanya teman di
sosmednya saja. Mereka pun kembali akur , suasana di kelas kembali hangat.

---SEKIAN---