Anda di halaman 1dari 48

POWDER

SEMESTER GANJIL 2015/2016

Ir. Heriyanto, M.T.


SEKOLAH TINGGI FARMASI BANDUNG

Sasaran
Mahasiwa dapat
Menjelaskan karakteristik powder.
Menghitung porositas powder.
Menjelaskan aliran powder
Menjelaskan proses granulasi dalam alat
granulator.

PENDAHULUAN
Powder lebih sulit ditangani dan diproses dibanding cairan

dan gas, sebab sifat alirannya berbeda.


Powder dapat dialirkan/dipindahkan dengan berbagai cara

Powder dapat dialirkan


atau dipindahkan
dengan memakai...
A.Pneumatic conveyor
B.Belt conveyor
C.Screw conveyor
D.Cablevey conveyor
E.Bucket conveyor

PENDAHULUAN
Powder lebih sulit ditangani dan diproses dibanding cairan

dan gas, sebab sifat alirannya berbeda.


Powder dapat dialirkan/dipindahkan dengan berbagai cara

Powder dapat dialirkan


atau dipindahkan
dengan memakai...
A.Pneumatic
conveyor
B.Belt conveyor
C.Screw conveyor
D.Cablevey conveyor
E.Bucket conveyor

PENDAHULUAN
Powder lebih sulit ditangani dan diproses dibanding cairan

dan gas, sebab sifat alirannya berbeda.


Powder dapat dialirkan/dipindahkan dengan berbagai cara

Powder dapat dialirkan


atau dipindahkan
dengan memakai...
A.Pneumatic conveyor
B.Belt conveyor
C.Screw conveyor
D.Cablevey conveyor
E.Bucket conveyor

PENDAHULUAN
Powder lebih sulit ditangani dan diproses dibanding cairan

dan gas, sebab sifat alirannya berbeda.


Powder dapat dialirkan/dipindahkan dengan berbagai cara

Powder dapat dialirkan


atau dipindahkan
dengan memakai...
A.Pneumatic conveyor
B.Belt conveyor
C.Screw conveyor
D.Cablevey conveyor
E.Bucket conveyor

PENDAHULUAN
Powder lebih sulit ditangani dan diproses dibanding cairan

dan gas, sebab sifat alirannya berbeda.


Powder dapat dialirkan/dipindahkan dengan berbagai cara

Powder dapat dialirkan


atau dipindahkan
dengan memakai...
A.Pneumatic conveyor
B.Belt conveyor
C.Screw conveyor
D.Cablevey conveyor
E.Bucket conveyor

PENDAHULUAN
Powder dapat membentuk Suatu powder ...

unggun dan berpengaruh


pada densitas curah.

A.dapat membentuk

unggun kerucut
B.dapat mempunyai
densitas curah
berbeda-beda
C.memiliki densitas
partikel berbeda
D.tidak dapat dialirkan

PENDAHULUAN
Powder dapat membentuk unggun dan

berpengaruh pada densitas curah.


Suatu powder ...
A.dapat membentuk
unggun kerucut
B.dapat mempunyai
densitas curah
berbeda-beda
C.memiliki densitas
partikel berbeda
D.tidak dapat dialirkan

PENDAHULUAN
Rasio massa powder

terhadap volume
(termasuk ruang kosong)
sangat bervariasi yang
bergantung pada ukuran,
distribusi ukuran dan
bentuk
Variasi densitas curah
menyebabkan variasi
dalam berat dan dosis.

Powder dapat
dipadatkan, misalnya
dalam pembuatan
tablet. Hasil
pemadatan...
A.Tidak memiliki ruang
kosong
B.Memiliki kerapatan
tertentu
C.Berat per volume
tablet tergantung
porositas
D.Densitas tablet lebih

SIFAT-SIFAT
Asal powder

Dari kristalisasi, presipitasi, kondensasi,


penggilingan dan pengeringan hambur
(spray drying)
Struktur
Bentuk struktur kristal
Sifat-sifat lain
Ukuran partikel, bentuk, luas permukaan
sepsifik, densitas partikel, kekuatan tarik,
titik leleh, bentuk polimorfik

POROSITAS
Fraksi ruang kosong di

sela-sela tumpukan
partikel.

Nilai porositas

berkisar antara 0,260,46 jika partikel


berbentuk bola
seragam

SOAL
Serbuk padat sebanyak 1,5
gram memiliki densitas
partikel 2,0 g/cm3 dan volume
curah 1 cm3. Tentukan fraksi
ruang kosong. Ingat: densitas
partikel berbeda dengan
densitas curah (bulk density).

PROSES GRANULASI
Granulasi atau pembutiran

adalah operasi atau pengerjaan


powder menjadi butiran
(idealnya bulat) yang lebih besar.
Granulasi akan terjadi, jika pada
powder kering yang terletak dia
atas nampan bundar dibuat
lembab dengan menambah
cairan, kemudian memutar
nampan itu pada kecepatan dan
kemiringan tertentu. Karena
miring dan berputar, powder
akan mengalami pusaran gaya
sentrifugal dan penggabungan
butiran powder.

SOAL-SOAL
Jelaskan prinsip operasi proses granulasi.

PROSES PENGERINGAN
SEMESTER GANJIL 2015/2016

Ir. Heriyanto, M.T.


SEKOLAH TINGGI FARMASI BANDUNG

SASARAN
Mahasiswa mampu:
Mendefinisikan proses pengeringan.
Menjelaskan faktor-faktor yang
berpengaruh dalam proses pengeringan.
Memilih alat pengering
Menjelaskan arti kandungan air dalam
bahan padat.
Menjelaskan arti pengeringan tetap dan
menurun.
Menjelaskan prinsip kerja alat pengering

PENDAHULUAN
Definisi
Penguapan cairan dari bahan padat
Pengurangan kelembaban bahan padat

Bahan basah

Bahan kering

Teknik Pengeringan
Pengeringan kontinu atau sinambung

(continuous drying)
Pemasukan dan pengeluaran bahan
berjalan terus menerus
Pengeringan tumpak (batch drying)

Pemasukan dan pengeluaran bahan


dilakukan dalam
siklus tertentu.
bahan

dimasukkan,
proses pengeringan bahan,
bahan dikeluarkan

Faktor-faktor yang
Berpengaruh
1) Luas permukaan
2) Suhu
3) Kecepatan udara
4) Kelembaban udara
5) Tekanan (atmosfir dan vakum)
6) Waktu

Pemilihan Alat Pengering


Kondisi bahan yang dikeringkan

Padat, pasta, bahan yang dapat mengalir, suspensi


Sifatsifat bahan yang akan dikeringkan

Kemudahan terbakar, ketahanan panas, ketahanan


terhadap pukulan, bahaya ledakan, debu, sifat
oksidasi
Jenis cairan yang terkandung dalam bahan yang
dikeringkan
Air, pelarut organik, kemudahan
terbakar, beracun
Kuantitas bahan yang dikeringkan
Operasi kontinu atau tidak kontinu
Aspek ekonomi

TEORI PENGERINGAN
Definisi
.

Dalam farmasi Loass on Drying, adalah

TEORI PENGERINGAN
Dalam farmasi Loass on Drying, adalah

TEORI PENGERINGAN
Definisi
3.Equilibrium moisture (X*) atau air
keseimbangan
Moisture content padatan ketika pada kondisi
kesetimbangan dengan tekanan parsial uap.
4)Bound moisture atau air terikat
moisture content padatan yang memberikan tekanan
uap kesetimbangan kurang daripada tekanan uap
cairan murni pada temperatur tertentu.
5)Unbound moisture atau air tak terikat
moisture content padatan yang memberikan tekanan
uap kesetimbangan sama dengan tekanan uap
cairan murni pada temperatur tertentu.

TEORI PENGERINGAN
Definisi
6)Free moisture atau air bebas
moisture content padatan yang berlebih
dibanding dengan equilibrium moisture content
sebesar X - X*
Hanya free moisture yang bisa diuapkan.
.

TEORI PENGERINGAN
Definisi

TEORI PENGERINGAN
Definisi

TEORI PENGERINGAN

TEORI PENGERINGAN
Jika:
Ws - berat padatan kering (bebas cairan)
Wa berat cairan (air)
X rasio massa cairan terhadap massa
padatan kering
Maka jumlah cairan teruapkan setelah
proses pengeringan
Wa = (Xo Xf) Ws

TEORI PENGERINGAN
Soal
Sebuah padatan basah dikeringkan dari
kandungan air 80% menjadi 5%, basis
basah. Hitung air yang diuapkan tiap
100 kg padatan kering

TEORI PENGERINGAN
Jawab:
Kandungan air mula2
= 0,8/(1-0,8)
= 4 kg air/kg padatan kering
Kandungan air akhir
= 0.05/(1-0.05)
=0,0527 kg air/kg padatan kering
Air yang diuapkan
394.73 kg

= (4-0,0527)100 =

TEORI PENGERINGAN
Laju pengeringan
menurun

Laju pengeringan
tetap

Titik Kritik

TEORI PENGERINGAN
Laju pengeringan
menurun

Laju pengeringan
tetap

Titik Kritik

Jenis Alat Pengering


Pengering Putar (rotary dryer)
Bahan basah diputar dalam silinder yang

dikeringkan dengan aliran udara panas

Jenis Alat Pengering


Pengering Beku (Freeze Drying)
Cairan dihilangkan dengan mengubahnya dari
bentuk beku (es) ke bentuk gas (uap) tanpa melalui
fase cair (sublimasi).
Pengeringan beku ini dapat meninggalkan kadar air
sampai 1%, sehingga produk bahan alam yang
dikeringkan menjadi stabil dan sangat memenuhi
syarat untuk pembuatan sediaan farmasi dari bahan
alam yang kadar airnya harus kurang dari 10%.
Selain rasa, bau dan kandungan gizinya yang
umumnya tetap, hasil pengeringan bahan tersebut
juga dapat disimpan pada suhu kamar dalam wadah
bersegel

Jenis Alat Pengering


Spray Drying
Spray drying adalah pengeringan bahan sehingga
dihasilkan produk berupa bubuk melalui semburan
(hamburan) larutan.
Spray drying menggunakan atomisasi cairan untuk
membentuk droplet. Droplet yang terbentuk
dikeringkan menggunakan udara kering
Prinsip dasar Spray drying:
Memperluas permukaan cairan yang akan
dikeringkan
dengan cara pembentukan droplet
Pengeringan sembur (spray drying) cocok
digunakan untuk pengeringan bahan cair (larutan).

Jenis Alat Pengering


Spray Drying

Jenis Alat Pengering


Tray Dryer
Metode pengeringan yang sudah lama tetapi
sering digunakan untuk pengeringan bahan
padatan, butiran, serbuk atau granul yang
jumlahnya tidak terlalu besar.
Umumnya alat berbentuk persegi dan
didalamnya berisi rak-rak yang digunakan
sebagai tempat bahan yang akan
dikeringkan.
Alat ini dapat digunakan dalam keadaan
vakum dengan waktu pengeringan umumnya
lama (10-60 jam).

Jenis Alat Pengering


TrayDryer

Jenis Alat Pengering


Tray Dryer

Jenis Alat Pengering


Double Cone Vacuum Dryer
Salah satu tipe pengering
drum (drum dryer).
Perbedaan vacuum dryer
dan drum dryer adalah pada
penggunaan vakum
sehingga proses
pengeringan menjadi lebih
cepat.
Aplikasi penggunaan metode
ini biasanya digunakan
dalam pengeringan larutan
atau suspensi.

Double Cone
Dryer

Jenis Alat Pengering


Fluidbed dryer
Pengeringan untuk bahan serbuk dengan cara
mengalirkan udara panas dari bawah unggun
serbuk, sehingga unggun terfluidakan (seperti
fluida).
Perpindahan panas dan massa terjadi sangat
baik. Karena udara panas bersinggungan dengan
intim.
Dipakai untuk mengeringkan produk: farmasi,
makanan, bahan kimia, polimer, mineral.
Rentang pemakaian luas termasuk powder,
kristal, granul, dan butiran (prill)

Jenis Alat Pengering


Fluidbed dryer