Anda di halaman 1dari 99

BAB I

VIRTUALISASI DATA CENTER


A. Pengertian Virtualisasi Data Center

Menurut Andreas, pengertian virtualisasi data center adalah melakukan


konsolidasi dan pengurangan jumlah server dalam bentuk fisik. Caranya dengan
menciptakan mesin virtual dalam jumlah banyak yang ditempatkan di beberapa
host fisik, menggunakan shared storage dan jaringan.
Andreas juga banyak menjelaskan mengenai kelebihan dari virtualisasi server.
Dengan adanya pengurangan server dalam bentuk fisik, tentunya CAPEX (Capital
Expenditure) dan OPEX (Operating Expenditure) dapat dikurangi. CAPEX dapat
turun hingga 60% dan biaya listrik dapat mengalami penurunan hingga 80%.
Selain itu, bila ada kebutuhan penambahan server baru, penciptaan virtual mesin
jauh lebih cepat daripada cara tradisional. Seorang karyawan TI bisa menciptakan
virtual mesin dalam hitungan menit, sedangkan dengan cara tradisional
dibutuhkan waktu berminggu-minggu, biasanya dihabiskan untuk pengadaan
server dalam bentuk fisik, instalasi, dan konfigurasinya.
Andreas juga menjelaskan kelebihan dari aplikasi virtualisasi yang diberikan
oleh VMware. Ketakutan beberapa orang yang mengganggap virtualisasi tidak
mampu menangani masalah kritikal ternyatal salah. Beberapa feature yang ada di
aplikasi VMware dapat menangani masalah tersebut. Feature tersebut adalah:
1. vMotion: dapat melakukan migrasi mesin virtual secara live antar host
2. High Availabity: bila satu host mengalami masalah dan down, otomatis
akan me-restart virtual mesin di host yang lain.
3. Distributed Resource Scheduler: melakukan alokasi dan balance
penempatan virtual mesin di host-host berdasarkan kapasitas dan bebannya
sehingga menggaransi kinerja virtual mesin.
4. Fault Tolerance: melakukan fail over dengan selalu menciptakan 2 virtual
mesin yang identik di 2 host yang berbeda.
Jadi, Virtualisasi Data Center adalah langkah penting menuju teknologi
komputasi awan.

B. Perkenalan Infrastruktur Virtual

Virtualisasi membuat kamu untuk menjalankan beban kerja yang lebih pada
server tunggal dengan mengkonsolidasikan lingkungan sehingga aplikasi kamu
berjalan pada mesin virtual. Pengkonversian ke data center yang virtual
mengurangi rekaman persegi data center yang diperlukan, ruang rak, daya, kabel,
penyimpanan, dan komponen jaringan dengan mengurangi jumlah mesin fisik.
Pengurangan mesin-mesin fisik dapat terealisasi dengan mengubah mesinmesin fisik ke mesin virtual dan mengkonsolidasi mesin-mesin yang dikonversi ke
dalam satu host tunggal.
Menggunakan teknologi virtual juga mengubah jalur server yang ditetapkan.
Kamu tidak perlu menunggu hardware didapatkan atau pengkabelan diinstal.
Pengadaan mesin virtual ditampilkan dengan menggunakan GUI. berbeda dengan
proses panjang dari pengembangan server fisik, pengembangan mesin virtual
dapat digunakan dalam hitungan menit.
C. Fisik dan Arsitektur Virtual

Virtualisasi menyediakan solusi untuk banyak masalah yang diatasi oleh staff
IT. Virtualisasi adalah suatu teknologi yang memisahkan fisik hardware dari suatu
system operasi.Virtualisasi mengijinkan kamu untuk mengkonsolidasi dan
menjalankan banyak kelebihan beban kerja sebagai mesin virtual pada computer
tunggal. Mesin virtual adalah sebuah computer yang dibuat dari software tersebut,
seperti computer fisik, menjalankan suatu system operasi dan aplikasi. Setiap
mesin virtual terdapat hardware virtualnya sendiri, termasuk CPU virtual, memori,
harddisk dan NIC, yang terlihat seperti hardware fisik pada system operasi dan
aplikasi.
Grafis yang ditampilkan pada slide menggambarkan perbedaan antara host
virtual dan nonvirtualisasi. Dalam arsitektur tradisional, sistem operasi
berinteraksi langsung dengan perangkat keras yang terpasang. Ini jadwal proses
untuk menjalankan, mengalokasikan memori untuk aplikasi, mengirim dan
menerima data pada antarmuka jaringan dan membaca dari dan menulis ke
perangkat penyimpanan yang terpasang. Sebagai perbandingan, host virtualisasi
berinteraksi dengan hardware yang diinstal melalui lapisan tipis dari perangkat
lunak yang disebut lapisan virtualisasi atau hypervisor. Hypervisor menyediakan
sumber daya fisik hardware secara dinamis untuk mesin virtual yang diperlukan
untuk mendukung pengoperasian mesin virtual. Hypervisor memungkinkan mesin
virtual untuk beroperasi dengan tingkat kemandirian dari dasar fisik hardware.
Sebagai contoh, sebuah mesin virtual dapat dipindahkan dari satu host fisik ke
yang lainnya. Juga, disk virtualnya dapat dipindahkan dari satu jenis penyimpanan
ke yang lain tanpa mempengaruhi fungsi mesin virtual.
D. Infrastruktur Fisik Data Center

Secara tradisional, system operasi dan software berjalan dalam sebuah fisik
computer. Banyak rintangan yang ditimbulkan dengan menjalankan sejumlah
besar server fisik di sebuah pusat data. Modelnya tidak fleksibel dan dapat
menjadi tidak efisien. Perencanaan dan biaya infrastruktur yang tepat (rekaman
persegi, ruang rak, daya, pendingin, kabel, dan server provisioning) tapi ada
beberapa masalah yang staff IT harus perhatikan.
Umumnya, hubungan satu-ke-satu terjadi antara komputer fisik dan perangkat
lunak yang berjalan. Hubungan ini membuat kebanyakan komputer sangat kurang
dimanfaatkan, menyisakan hanya antara 5-10 persen dari kapasitas server fisik di
digunakan. Biaya dari ruang dan daya diperlukan untuk gedung, menjalankan, dan
menjaga sistem ini dingin bisa menjadi mahal.
Server-server fisik provisioning merupakan suatu proses yang memakan
waktu. Dalam lingkungan non-virtual, waktu harus dialokasikan untuk
memperoleh hardware baru, meletakkannya pada data center, menginstal system
operasi, dan mem-patch system operasi. Mengistal dan mengkonfigurasi aplikasi
yang diperlukan bisa berminggu-minggu. Proses ini juga termasuk banyak sekali
dari kegiatan-kegiatan lain untuk mengintegrasi system ke dalam infrastruktur,
contohnya mengkonfigurasi aturan firewall, mengaktifkan port-port switch, dan
penyimpanan provisioning.
E. vSphere dan Software Data Center

Software Data Center Tertentu dianggap sebagai dasar dari komputasi awan.
Software Data Center Tertentu mengembangkan data center virtual dengan
4

komputasi terisolasi, penyimpanan, jaringan, dan sumber daya keamanan lebih


cepat daripada tradisional, data center berbasis hardware.
VMware vSphere sangat penting untuk menyukseskan Software Data Center
Tertentu karena menyediakan hardware dan jaringan abstraksi dan penggabungan
sumber daya yang diperlukan data center dalam menyebarkan.
F. Fisik Sistem File dan vSphere VMFS

File sistem konvensional hanya mengizinkan satu server untuk memiliki


akses read-write ke file yang sama pada waktu tertentu. Sebaliknya, VMware
vSphere VMFS memungkinkan arsitektur penyimpanan terdistribusi yang
memungkinkan beberapa host-host ESXi bersamaan membaca dan menulis akses
ke sumber daya penyimpanan bersama sama. VMFS dirancang, dibangun dan
dioptimalkan untuk lingkungan virtual. VMFS adalah sistem cluster file kinerja
tinggi yang dirancang untuk mesin virtual. VMFS menggunakan journal sistem
file meta data terdistribusi berubah untuk memungkinkan pemulihan yang cepat
dan tangguh dalam hal kegagalan hardware. VMFS meningkatkan penggunaan
sumber daya dengan menyediakan beberapa mesin virtual dengan akses bersama
ke gabungan konsolidasi penyimpanan cluster. VMFS juga merupakan dasar
untuk layanan infrastruktur terdistribusi seperti migrasi hidup mesin virtual dan
file mesin virtual, secara dinamis menyeimbangkan beban kerja melalui seluruh
sumber daya perhitungan yang tersedia, me-restart otomatis mesin virtual dan
toleransi kesalahan.

VMFS menyediakan antarmuka ke sumber daya penyimpanan sehingga


beberapa protokol penyimpanan (Fibre Channel, Fibre Channel over Ethernet dan
iSCSI) dapat digunakan untuk mengakses datastores dimana letak mesin virtual.
Pertumbuhan yang dinamis dari VMFS datastores melalui agregasi sumber daya
penyimpanan dan ekspansi dinamis dari datastores VMFS memungkinkan anda
untuk meningkatkan penyimpanan gabungan sumber daya bersama tanpa
downtime. Selain itu, Anda memiliki rata-rata untuk memasang salinan point-intime dari datastore.
Namun, tidak ada sistem file yang dikumpulkan (clustered) menyediakan
kemampuan VMFS. Metode penguncian terdistribusi ini menempa hubungan
antara mesin virtual dan sumber daya yang mendasari penyimpanan dalam suatu
cara yang tidak ada sistem file yang dikumpulkan (clustered) lain dapat sama.
Kemampuan unik VMFS memungkinkan mesin virtual untuk menggabungkan
cluster dengan lancar, tanpa biaya overhead manajemen.
G. Alasan Menggunakan Mesin Virtual

Pada mesin fisik, system operasi (misalnya, Windows, UNIX, atau Linux),
diinstal secara langsung pada hardware. Sistem operasi requires specific device
drivers to support specific hardware. Jika computer diupgrade dengan hardware
baru, dibutuhkan driver perangkat baru. Jika interface aplikasi langsung dengan
driver hardware, suatu upgrade ke hardware, driver, atau keduanya dapat memiliki
dampak yang signifikan jika tidak kompatibel. Dampak yang potensial ini
menempatkan beban upgrade pengujian perangkat keras terhadap berbagai

rangkaian aplikasi dan sistem operasi dalam pindah tangan ke personil pendukung
teknis.
Memvirtualisasi system ini menghemat biayanya karena mesin virtual 100
persen adalah software. Mesin virtual merupakan seperangkat file-file. Suatu
mesin virtual menggunakan standar driver perangkat virtual. Hardware fisik dapat
ditingkatkan tanpa perubahan ke mesin virtual.
Berbagai mesin virtual terisolasi dari satu dengan yang lain. Anda dapat
memiliki server database dan server email berjalan pada komputer fisik yang
sama. Isolasi antara mesin virtual berarti bahwa masalah ketergantungan software
adalah tidak masalah. Bahkan pengguna dengan hak administrator sistem pada
sistem operasi tamu mesin virtual tidak dapat menembus lapisan isolasi ini untuk
mengakses mesin virtual lain kecuali mereka telah secara eksplisit diberikan akses
oleh administrator sistem vmware ESXiTM. Seperti hasil dari mesin isolasi
virtual, jika sistem operasi tamu berjalan dalam mesin virtual gagal, mesin virtual
lain pada host yang sama terus berjalan.
Kegagalan system operasi tamu tidak berdampak pada hal berikut:
a. Kemampuan pengguna untuk mengakses mesin virtual lainnya
b. Kemampuan mesin virtual operasional untuk mengakses sumber daya yang
harus mereka miliki
c. Kinerja mesin virtual lainnya
Mesin virtual memungkinkan Anda untuk mengkonsolidasikan server fisik
Anda dan membuat lebih efisien penggunaan hardware Anda. Karena mesin
virtual merupakan seperangkat file, fitur-fitur ada yang tidak tersedia atau tidak se
efesien arsitektur fisik yang sekarang tersedia untuk Anda, contohnya:
a. Penyediaan cepat dan konsisten

b. Pemulihan bencana dan pilihan kelangsungan bisnis. Dengan mesin virtual,


Anda dapat menggunakan migrasi, toleransi kesalahan, dan ketersediaan yang
tinggi, dan meningkatkan skenario pemulihan bencana, misalnya, bahwa
peningkatan uptime dan mengurangi waktu pemulihan ketika kegagalan
terjadi Multitenancy memungkinkan kemampuan untuk mencampur mesin
virtual ke konfigurasi khusus seperti DMZ
c. Opsi keamanan yang tidak dalam infrastruktur fisik, seperti menggunakan
aplikasi VMware VShield untuk mengamankan perimeter Anda dan
memberikan solusi endpoint
Dengan mesin virtual, Anda dapat mendukung aplikasi warisan (tertinggal)
dan sistem operasi pada perangkat keras terbaru ketika kontrak pemeliharaan pada
hardware berakhir.
H. Pembagian Sumber Daya

Sebuah konsep kunci untuk memahami virtualisasi adalah anggapan bahwa


sumber daya fisik yang dibagi. Dengan virtualisasi, Anda dapat menjalankan
beberapa mesin virtual pada host fisik tunggal, dengan masing-masing mesin
virtual berbagi sumber daya dari satu komputer fisik melalui beberapa
lingkungan. Mesin Virtual berbagi akses ke CPU-CPU dan dijadwalkan untuk
dijalankan oleh hypervisor. Selain itu, mesin virtual yang ditugaskan wilayah
memori mereka sendiri untuk menggunakan dan berbagi akses ke kartu jaringan

fisik dan kontroler disk. Mesin virtual yang berbeda dapat menjalankan sistem
operasi dan aplikasi yang berbeda pada komputer fisik yang sama.
Ketika beberapa mesin virtual berjalan pada host ESXi, setiap mesin virtual
dialokasikan sebagian dari sumber daya fisik. Hypervisor menjadwalkan mesinmesin virtual, seperti system operasi tradisional mengalokasikan memori untuk
dan menjadwalkan aplikasi untuk berjalan pada berbagaiCPU. Mesin virtual,
seperti aplikasi, menggunakan jaringan dan bandwidth disk. Namun, mesin virtual
yang dikelola dengan mekanisme kontrol yang rumit untuk mengelola berapa
banyak akses yang tersedia untuk setiap mesin virtual. Dengan pengaturan alokasi
sumber daya yang default, semua mesin virtual yang berhubungan dengan host
ESXi yang sama menerima bagian yang sama dari sumber daya yang tersedia.
I. VIrtualisasi CPU

Virtualisasi CPU menitikberatkan pada kinerja dan berjalan langsung pada


CPU yang tersedia bila memungkinkan. Sumber daya yang mendasari fisik
digunakan bila memungkinkan dan lapisan virtualisasi menjalankan instruksi
hanya jika diperlukan untuk membuat mesin virtual beroperasi seolah-olah
mereka berjalan secara langsung pada mesin fisik.
Virtualisasi CPU tidak emulasi. Jangan mengacaukan emulasi dengan
virtualisasi. Perbedaannya adalah dengan emulasi semua operasi dijalankan pada
software dengan software emulator. Suatu software emulator mengijinkan
program untuk berjalan pada system computer lain dari pada satu untuk yang

mereka tulis secara original. Emulator melakukan itu dengan melebihi, atau
memproduksi, tingkah laku computer original dengan penerimaan data atau
masukan yang sama dan memperoleh hasil yang sama. Emulasi menyediakan
portabilitas dan menjalankan perangkat lunak yang dirancang untuk satu platform
melalui beberapa platform, tapi biasanya penampilan terkena dampak negatif.
Ketika banyak mesin virtual sedang berjalan pada sebuah host ESXi, virtualvitual mesin ini mungkin bersaing untuk sumber daya CPU. Ketika perebutan
CPU terjadi, host ESXi membagi waktu prosesor fisik melewati semua mesin
virtual sehingga setiap mesin virtual berjalan seolah-olah mempunyai nomor
khusus dari prosesor virtual.
J. Virtualisasi dan Fisik Penggunaan Host Memory

Pada lingkungan nonvirtual, system operasi mengasumsikan memori fisiknya


dalam system. Ketika sebuah aplikasi mulai, dia menggunakan pengadaan
interface oleh system operasi untuk mengalokasikan atau membebaskan halaman
memory virtual selama eksekusi. Virtual memory adalah teknik terkenal yang
digunakan pada sebagian besar sistem operasi yang bertujuan umum, dan hampir
semua prosesor modern memiliki perangkat keras untuk mendukungnya. Virtual
memory menciptakan ruang alamat virtual seragam untuk aplikasi dan
memungkinkan sistem operasi dan perangkat keras untuk menangani terjemahan
alamat antara ruang alamat virtual dan ruang alamat fisik. Teknik ini

10

menyesuaikan lingkungan eksekusi untuk mendukung ruang alamat besar,


perlindungan proses, file pemetaan, dan swapping pada sistem komputer modern.
Dalam lingkungan virtual, lapisan virtualisasi VMware menciptakan ruang
memori beralamat yang berdekatan untuk mesin virtual ketika memulai. Ruang
memori yang dialokasikan dikonfigurasi ketika mesin virtual dibuat dan memiliki
sifat yang sama seperti ruang alamat virtual. Konfigurasi ini memungkinkan
hypervisor untuk menjalankan mesin virtual secara bersamaan sekaligus
melindungi memori masing-masing mesin virtual agar tidak diakses oleh orang
lain.
K. Jaringan Fisik dan Virtual

Kunci dari komponen jaringan virtual dalam arsitektur virtual adalah adapter
virtual Ethernet dan switch virtual. Sebuah mesin virtual dapat dikonfigurasi
dengan satu atau lebih adapter Ethernet virtual. Switch Virtual memungkinkan
mesin virtual pada host ESXi yang sama untuk berkomunikasi satu sama lain
menggunakan protokol yang sama yang akan digunakan pada switch fisik, tanpa
perlu hardware tambahan. Switch virtual juga mendukung VLAN yang
kompatibel dengan implementasi VLAN standar dari vendor lain, seperti Cisco.
Teknologi VMware memungkinkan Anda menghubungkan mesin virtual
lokal satu sama lain dan ke jaringan eksternal melalui virtual switch. Sebuah
switch virtual, seperti Ethernet switch fisik, meneruskan frame pada layer data
link. Sebuah host ESXi mungkin berisi beberapa switch virtual. Switch virtual
11

mampu mengikat beberapa vmnics bersama-sama, dengan cara seperti NIC


teaming pada server tradisional, menawarkan ketersediaan dan bandwidth yang
lebih besar untuk mesin virtual menggunakan switch virtual.
Switch Virtual mirip dengan modem switch Ethernet fisik dalam banyak hal.
Seperti saklar fisik setiap switch virtual terisolasi dan memiliki tabel forwarding
sendiri, sehingga setiap tujuan switch menengadah ke port yang bisa cocok hanya
pada switch virtual yang sama di mana frame berasal. Fitur ini meningkatkan
keamanan, sehingga sulit bagi hacker untuk masuk ke isolasi switch virtual.
Switch virtual juga mendukung segmentasi VLAN di tingkat port, sehingga
masing-masing port dapat dikonfigurasi sebagai akses atau port trunk,
menyediakan akses ke salah satu atau beberapa VLAN.
Bagaimanapun, tidak seperti switch fisik, switch virtual tidak memerlukan
protokol spanning tree, karena topologi jaringan single-tier adalah memaksa.
Beberapa switch virtual tidak dapat saling berhubungan dan lalu lintas jaringan
tidak dapat mengalir langsung dari satu switch virtual ke switch virtual lain pada
host yang sama. Switch Virtual menyediakan semua port yang Anda butuhkan
dalam satu switch. Switch Virtual tidak perlu mengalir karena switch virtual tidak
berbagi adapter Ethernet fisik dan kebocoran antara switch virtual tidak terjadi.
L. Keuntungan Implementasi Virtualisasi Data Center
Virtualisasi telah menjadi istilah trend dalam beberapa tahun terakhir di
sejumlah kalangan yang bergelut dengan infrastruktur data center. Dengan
menerapkan konsep ini, pemilik data center akan mengambil keuntungan dari
berkurangnya beban biaya untuk pembangunan fasilitas gedung, power supply,
sistem pendingin ruangan, penyederhanaan administrasi dan pemeliharaan.
Namun pendapat pribadi, tidak semua sistem dapat di virtualisasikan.
Mungkin sebuah database server dengan beban berat untuk menghandle sekian
transaksi per detiknya, memasukkannya ke dalam suatu lingkungan virtual akan
menjadi sangat beresiko, terutama menyangkut performansinya.
Dibalik itu semua, penerapan virtualisasi akan sangat menguntungkan bagi
pemiliki data center, berikut beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dengan
implementasi virtualisasi di lingkungan data center:

12

a. Berkurangnya Biaya (cost)


Dengan menggabungkan beberapa aplikasi yang asalnya dari beberapa server
menjadi satu box yang terintegrasi akan menghemat beberapa sumber daya,
seperti: Space (ruangan) data center, akan mengurangi jumlah biaya untuk
pembangunan gedung data center.
Berkurangnya jumlah hardware (server), akan mengurangi pemakaian power
supply dan juga sistem pendingin udara karena heat (panas) yang diproduksi dari
operasional server berkurang.
Dengan penghematan yang terjadi seperti disebutkan diatas, akan
menyebabkan biaya secara keseluruhan operasional data center akan berkurang
sehigga dapat digunakan untuk keperluan lain di perusahaan.
b. Mengurangi Ketergantungan pada satu vendor
Dengan virtualisasi, abstraksi antara hadware dan software (perangka lunak)
akan menjadi lebih transparan, dimana aplikasi yang berjalan diatasnya tidak lagi
peduli dengan hardware yang dipakai (di layer bawahnya). Dengan demikian
keterkaitan antara aplikasi (software) untuk menggunakan hardware tertentu saja
bisa diminimalisir. Dengan demikian data center owner akan lebih flexible dalam
menentukan hardware (server) yang akan digunakan di data center-nya.
c. Re-deploy Sistem (Aplikasi) Akan semakin Cepat
Memindahkan suatu sistem (aplikasi) dari satu perangkat ke perangkat lain
akan menjadi lebih berkeringat jika dilakukan dengan hardware terpisah. Harus
ada sistem backup/restore yang diimplementasikan pada mesin lama dan mesin
baru. Dengan adanya virtualisasi memindahkan snapshot dari suatu instance ke
instance lain akan lebih cepat lagi. Tentu ini dilakukan dalam satu sistem Virtual
machine.
d. Proses Recovery yang Lebih Baik
Proses disaster recovery akan menjadi lebih cepat dilakukan sepanjang
snapshot dari suatu virtual machine telah tersedia berkat sistem backup yang telah
berjalan. Dengan memiliki snapshot yang up-to-date, memindahkan ke suatu
lingkungan baru akan menjadi lebih mudah dan cepat.

13

e. Lingkungan Testing yang Baik


Virtualisasi merupakan lingkungan yang baik untuk melakukan testing sistem
aplikasi yang baru, dimana sistem lama masih tetap berjalan. Pada saat testing
telah dilakukan dengan sukses, maka memindahkan ke lingkungan operasional
akan menjadi lebih mudah.
Penggunaan virtual machine di data center akan menghemat resource
perusahaan dan menjadikan pekerjaan system administrator menjadi lebih simpel.
M. Kelebihan dan Kekurangan Virtualisasi
1. Kelebihan Penggunaan Virtualisasi
a. Pengurangan Biaya Investasi Hardware. Investasi hardware dapat ditekan
lebih rendah karena virtualisasi hanya mendayagunakan kapasitas yang sudah
ada. Tak perlu ada penambahan perangkat komputer, server dan pheriperal
secara fisik. Kalaupun ada penambahan kapasitas harddisk dan memori, itu
lebih ditujukan untuk mendukung stabilitas kerja komputer induk, yang jika
dihitung secara finansial, masih jauh lebih hemat dibandingkan investasi
hardware baru.
b. Kemudahan Backup & Recovery. Server-server yang dijalankan di dalam
sebuah mesin virtual dapat disimpan dalam 1 buah image yang berisi seluruh
konfigurasi sistem. Jika satu saat server tersebut crash, kita tidak perlu
melakukan instalasi dan konfigurasi ulang. Cukup mengambil salinan image
yang sudah disimpan, merestore data hasil backup terakhir dan server berjalan
seperti sedia kala. Hemat waktu, tenaga dan sumber daya.
c. Kemudahan Deployment. Server virtual dapat dikloning sebanyak mungkin
dan dapat dijalankan pada mesin lain dengan mengubah sedikit konfigurasi.
Mengurangi beban kerja para staff IT dan mempercepat proses implementasi
suatu system.
d. Mengurangi Panas. Berkurangnya jumlah perangkat otomatis mengurangi
panasnya ruang server/data center. Ini akan berimbas pada pengurangan biaya
pendinginan/AC dan pada akhirnya mengurangi biaya penggunaan listrik.
e. Mengurangi Biaya Space. Semakin sedikit jumlah server berarti semakin
sedikit pula ruang untuk menyimpan perangkat. Jika server ditempatkan pada

14

suatu co-location server/data center, ini akan berimbas pada pengurangan


biaya sewa.
f. Kemudahan Maintenance & Pengelolaan. Jumlah server yang lebih sedikit
otomatis akan mengurangi waktu dan biaya untuk mengelola. Jumlah server
yang lebih sedikit juga berarti lebih sedikit jumlah server yang harus
ditangani.
g. Standarisasi Hardware. Virtualisasi melakukan emulasi dan enkapsulasi
hardware sehingga proses pengenalan dan pemindahan suatu spesifikasi
hardware tertentu tidak menjadi masalah. Sistem tidak perlu melakukan
deteksi ulang hardware sebagaimana instalasi pada sistem/komputer fisik.
h. Kemudahan Replacement. Proses penggantian dan upgrade spesifikasi server
lebih mudah dilakukan. Jika server induk sudah overload dan spesifikasinya
tidak mencukupi lagi, kita bisa dengan mudah melakukan upgrade spesifikasi
atau memindahkan virtual machine ke server lain yang lebih powerful.
2. Kerugian Penggunaan Virtualisasi
a. Satu Pusat Masalah. Virtualisasi bisa dianalogikan dengan menempatkan
semua telur didalam 1 keranjang. Ini artinya jika server induk bermasalah,
semua sistem virtual machine didalamnya tidak bisa digunakan. Hal ini bisa
diantisipasi dengan menyediakan fasilitas backup secara otomatis dan
periodik atau dengan menerapkan prinsip fail over/clustering.
b. Spesifikasi Hardware. Virtualisasi membutuhkan spesifikasi server yang lebih
tinggi untuk menjalankan server induk dan mesin virtual di dalamnya.
c. Satu Pusat Serangan. Penempatan semua server dalam satu komputer akan
menjadikannya sebagai target serangan. Jika hacker mampu menerobos
masuk kedalam sistem induk, ada kemungkinan ia mampu menyusup
kedalam server- server virtual dengan cara menggunakan informasi yang ada
pada server induk.

15

BAB II
SIMULASI DATA CENTER VMOTION DAN STORAGE
A. Pemilihan Storage VMWare
Tipe storage yang kita gunakan akan mempengaruhi efisiensi kinerja sistem
virtual yang kita buat dengan VMWare. Kita akan dihadapkan pada beberapa
pilihan baik dari segi protocol dan teknologi, tentunya dengan berbagai kelebihan
di masing masing pilihan tersebut.
Kita perlu menentukan pilihan mana yang paling sesuai dengan situasi yang
kita hadapi. Untuk dapat memilih dengan baik, maka perlu di fahami dulu konsep
anatomi SCSI nya terlebih dahulu.
SCSI (Small Computer System Interface) memiliki 3 Layer OSI yaitu :
1. SCSI Command , disini perintah untuk menerima atau mengirimkan dari
dan ke SCSI device ditangani.
2. SCSI Transport Protokol , protocol ini bertanggung jawab untuk
mengelompokkan data agar bisa di kirimkan, di monitor transmisi nya dengan
lancar dan baik. Beberapa protocol yang mungkin kita kenal adalah Fibre
Channel, dan iSCSI (internet Small Computer System Interface).
3. SCSI Interconnect , ini adalah layer dimana SCSI card itu berada,
bertanggung jawab untuk memberikan sinyal yang menyatakan bahwa
mereka memang mengirimkan data data.
Semua perangkat SCSI di identifikasi menjadi 3 ( tiga) bagian yang kita kenal
sebagai Bus, bus adalah SCSI card didalam system kita, bisa merupakan parallel
yang terkoneksi ke local disk, fibre channel atau NIC yang terhubung dengan
iSCSI storage.
1. Target : Single storage resource
2. LUN : Logical Unit Numbers adalah SCSI client yang berada di dalam target.
Suatu LUN bisa berasala dari satu disk atau beberapa disk jadi satu ( grup)
dengan konfigurasi RAID tertentu.

Pemilihan dengan Fibre Channel memiliki beberapa keuntungan antara lain :


1.

Teknologi nya sudah mature, artinya kelemahan kelemahan sudah banyak


yang teratasi.
16

2.

Fault tolerance bagus

3.

Speed umumnya lebih cepat dari iSCSI

4.

Effisiensi , untuk frame by frame FC lebih efisien disbanding iSCSI

5.

Security , untuk zoning LUN masking kita bisa menyembunyikan bagian


dari SAN dari server yang berbeda beda untuk alasan keamanan, dan
mencegah kecelakaan adanya override data.

6.

Memang kenyataanya iSCSI lebih murah dibanding FC, kita bisa saja
mempertimbangkan memakai iSCSI kalau performance dan kecepatan
bukanlah menjadi prioritas. Dibawah ini adalah beberapa keuntungan jika kita
memutuskan menggunakan iSCSI

7.

Cost , lebih murah 20%-70 % dibanding FC.

8.

Fault tolerance , bisa digunaka dengan menggunakan redundant Ethernet


switchs dan disk enclosure

9.

Routing , mudah karena berdasar TCP IP lebih mudah dikonfigurasi dan


familiar untuk sebagian besar dari kita dan tentu saja masalah kompabilitas
lebih luas.

Kekurangan nya adalah :


1.

Speednya lebih rendah dibanding FC Efisiensi nya kecil artinya


memproduksi overhead data transmission lebih besar

2.

Security , mudah untuk di hack dibanding FC, terutama kalau kita


menggunakan regular data sebagai double SAN transport. Ini bisa diatasi
dengan memisahkan antara IP fisik dan logical untuk transport lalu lintas
iSCSI.

Kelebihan menggunakan iSCSI


1.

Bisa menambah kapasitas hard disk tanpa harus memasukan hard disk ke

2.

dalam server.
Hard disk iSCSI bertingkah laku seperti hard disk internal yang bisa

3.

diformat dan dipartisi.


Jika tempat hard disk internal internal sudah tidak cukup mau tidak mau

harus menggunakan external storage, salah satunya mengunakan iSCSI.


4.
Lebih mudah melakukan backup secara remote dari jarak jauh.
Metode Penyimpanan yang menggunakan protokol iSCSI ada 2, yaitu :

17

1. SAN (Storage Area Network) dan NAS (Network Attached Storage) yaitu
sistem media penyimpanan terpusat dalam jaringan, yang memungkinkan
komputer server atau client untuk menggunakan media penyimpanan
tersebut seolah-olah menggunakan penyimpanan lokal (local disk).
2. NAS sendiri adalah storage device yang bisa dikatakan tinggal colok alias
plug and play dimana mensupport 2(dua) protocol :
1. NFS (Network File System) > open source
2. SMB ( Server Block Message) > windows
Perbedaan SAN dan NAS
1. Perbedaan SAN dan NAS pada jenis aksesnya :
a. SAN (Stores Accses Network) :
Storagenya langsung nyambung ke jaringan
Jadi Kalau SAN tidak melibatkan processor saat file yang disharing
tersebut diakses.
b. NAS (Network Accses Stores) :
Storage yang sudah ada masih dishare lagi oleh OS
Pada NAS saat file yang disharing tersebut diakses maka dia(file yang
disharing) akan melewati processor terlebih dahulu sebelum ke client.
B. VMotion
VMware vMotion merupakan salah satu fitur VMware vCenter Server
yang memungkinkan perpindahan virtual machine yang sedang berjalan dari suatu
host yang telah diinstalasikan VMware ESXi (VMware vSphere) ke host
lainnya yang telah diinstalasikan VMware ESXi, tanpa adanya downtime dari
virtual machine tersebut.
vMotion memungkinkan keseluruhan kondisi dari virtual machine yang
sedang berjalan berada pada proses enkapsulasi pada memory dan tersimpan
berupa sekumpulan file pada storage. Untuk kondisi tersebut, vMotion
memerlukan setidaknya sebuah jaringan bertipe Gigabit Ethernet yang
dikhususkan untuk fitur tersebut dalam rangka perpindahan memory dari satu host
ESXi ke host ESXi yang lainnya.

18

Gambar 1. Penggunaan VMware vSphere vMotion


Tujuan perpindahan virtual machine dari suatu host ke host yang lain adalah :
Penggunaan hardware yang lebih efisien.
Dapat mengakomodasi downtime server yang ditujukan untuk maintenance
suatu hardware server host.
Pendistribusian beban kerja virtual machine antar berbagai macam host yang
telah diinstalasikan ESXi.
Mekanisme Kerja vMotion
Proses perindahan secara on-the-fly suatu virtual machine dari suatu host ke
host yang lain, dapat dimungkinkan berkat adanya dukungan dari 3 teknologi
berikut ini, diantaranya adalah :
1. Keseluruhan kondisi virtual machine dalam keadaan ter-enkapsulasi melalui
sekumpulan files yang terletak pada media storage storage yang digunakan
bersama-sama seperti : media Fibre Channel, iSCSI Storage Area Network
(SAN) atau Network Attached Storage (NAS). VMware vStorage VMFS
dapat mengakomodasi keperluan instalasi VMware ESX pada beberapa
host dalam mengakses file-file virtual machine secara bersamaan.
2. Memory aktif dan kondisi eksekusi yang tepat untuk setiap virtual machine
dapat mempercepat proses migrasi virtual machine pada host asal yang telah
diinstalasikan ESX ke host tujuan yang telah diinstalasikan ESX. vMotion
menjaga pada waktu transfer prosesnya tidak terlihat oleh pengguna dengan
mekanisme penjagaan lintasan migrasi pada memory dalam bentuk bitmap.
Pada saat keseluruhan memory dan kondisi sistem dimigrasikan ke host
tujuan, maka vMotion menahan virtual machine asal, melakukan

19

penduplikasian bitmap ke host tujuan dan memulai kembali keadaan sistem


virtual machine pada host tujuan. Keseluruhan proses tersebut membutuhkan
waktu kurang dari 2 detik pada jaringan Gigabit Ethernet.
3. Jaringan yang digunakan oleh virtual machine juga divirtualisasi oleh host
yang telah diinstalasikan ESX. Hal ini diperlukan untuk menjaga kondisi
pada saat setelah migrasi, bahwa identitas jaringan virtual machine dan
koneksi jaringan sudah ditetapkan serta dialokasikan sebelumnya. vMotion
mengelola virtual MAC address sebagai bagian dari proses migrasi tersebut.
Pada saat host tujuan teraktivasi, maka vMotion melakukan proses ping
terhadap router jaringan untuk memastikan koneksi telah siap sebagai lokasi
fisik virtual machine yang baru untuk virtual MAC address. Hal tersebut
untuk menghasilkan keadaan zero downtime dan tidak terdapat gangguan
terhadap pengguna.

Gambar 2. Mekanisme Kerja vMotion


Proses perpindahan virtual machine dapat dijelaskan melalui proses sebagai
berikut :
1. Proses migrasi dengan fitur vMotion diawali dengan modul Migrate Virtual
Machine. Pada contoh ini, host asal (Source) dan host tujuan (Destination)
sama-sama memiliki akses terhadap media storage yang menyimpan file-file
virtual machine.
2. Kondisi memory virtual machine yang akan dimigrasikan diduplikasi melalui
jaringan vMotion dari host asal ke host tujuan. Sementara itu para pengguna
masih dapat mengakses virtual machine tersebut dan melakukan update

20

halaman pada memory. Daftar halaman yang termodifikasi tersimpan pada


bitmap memory pada host asal.
3. Setelah memory dari virtual machine diduplikasikan dari host asal ke host
tujuan, kondisi virtual machine tidak berubah dan tidak terdapat aktivitas
tambahan yang terjadi pada virtual machine. Selama waktu tidak berubah
tersebut, vMotion melakukan transfer kondisi virtual machine dan bitmap
memory ke host tujuan.
4. Setelah kondisi virtual machine tidak berubah pada host asal, virtual machine
segera dilakukan inisialisasi dan memulai berjalan pada host tujuan. Sebagai
tambahan, permintaan Reverse Address Resolution Protocol (RARP)
menginformasikan sub jaringan bahwa MAC address dari virtual machine
saat ini dalam keadaan menyala pada port yang baru pada switch jaringan.
5. Saat ini pengguna dapat mengakses virtual machine pada host tujuan setelah
berpindah dari host asal dan virtual machine selanjutnya dihapus dari host
asal.
C. Storage Vmotion
Storage vMotion merupakan salah satu fitur pada VMware vSphere yang
memungkinkan proses migrasi file image dari virtual machine antar datastore
dilakukan tanpa memerlukan downtime.
Adapun use case dari fitur ini umumnya ditujukan ketika dibutuhkan proses
maintenance dari sisi storage ataupun objektif lainnya seperti space reclamation.
Namun demikian, storage vMotion juga dapat digunakan untuk mengubah model
provisioning virtual disk dari Thick menjadi Thin ataupun sebaliknya. Secara
teknis, perubahan model provisioning dari virtual disk suatu virtual machinedapat
dilakukan melalui vSphere Client maupun Web Client yang terhubung ke vCenter
Server.
Beberapa prasyarat dan keterbatasan sistem sebelum melakukan migrasi Virtual
Machine antar storage menggunakan fitur Vmware Storage vMotion :

a. Harus memiliki rencana atas tindakan yang dikomunikasikan dan koordinasi


yang baik antar administrator terkait (storage administrator, system
administrator, network administrator, IT Infrastructure Manager).

21

b. Pelaksanaan migrasi antar storage harus dilakukan pada waktu nonoperasional organisasi atau pada waktu diluar jam kantor (off-peak hours).
c. Pada Vmware vCenter Management, seorang virtualization administrator
harus melihat dan memastikan bahwa host asal dapat mengakses datastore /
storage asal maupun datastore / storage tujuan.
Proses Perpindahan Virtual Machine dengan fitur Vmware Storage
vMotion
1. Pada VM yang akan diberi tindakan migrasi storage, perlu dilakukan
shutdown (dapat dilakukan dari operating system atau dari vmware
vCenter vSphere Management) supaya VM berada pada kondisi off.
2. Pada vmware vCenter vSphere, klik kanan pada VM yang telah
berkondisi off seperti pada langkah 1, pilih Migrate.
3. Pada tampilan Migrate Virtual Machine wizard, pilih radio button Change
datastore.

Gambar 3. Memilih Change datastore pada pilihan Tipe Migrasi


untuk fitur Storage vMotion
4. Setelah itu, pilih Datastore/Storage tujuan pada tabel datastore, dengan
catatan bahwa ketersediaan kapasitas free disk masih mencukupi untuk tujuan

22

migrasi VM antar datastore. penggunaan format disk yang sama dengan


format disk asalnya.

Gambar 4. Memilih Destination datastore pada tampilan Select Datastore untuk


fitur Storage vMotion
5. Pilih radio button Same format as source ; untuk penggunaan format disk
yang sama dengan format disk asalnya pada tampilan Disk Format.

23

Gambar 5. Memilih Same Format as Source pada tampilan Disk Format untuk
fitur Storage vMotion
6. Pilih radio button High Priority ; untuk memberikan prioritas lebih tinggi
pada VM yang sedang dilakukan tindakan migrasi antar datastore, pada
tampilan Migration Priority.

Gambar 6. Memilih High Priority pada tampilan Migration Priority untuk fitur
Storage vMotion
7. Pilih button Finish setelah keterangan yang didapatkan dari pilihan-pilihan
sebelumnya tertera pada tampilan Summary.

24

Gambar 6. Memilih Finish pada tampilan Summary untuk fitur Storage


vMotion

BAB III
SIMULASI DATA CENTER (NETWORKING)

25

A. Virtual Network dan Virtual Switch


Virtual network menyediakan konektivitas untuk host-host ESXi dan mesinmesin virtual. Komponen dasar virtual network adalah virtual switch. Virtual
switch merupakan software yang diterapkan dalam kernel VM, sehingga
memungkinkan host-host yang telah diinstalasikan ESXi dapat memiliki
konektivitas.

Semua komunikasi melalui jaringan ditangani oleh host-host yang


dihubungkan oleh satu atau lebih virtual switch. Suatu virtual switch menyediakan
konektivitas bagi mesin-mesin virtual, baik yang terdapat pada sesama host,
maupun berbeda host. Virtual switch dapat membentuk konektivitas untuk
pengaturan jaringan pada host-host ESXi dan konektivitas untuk mengakses
alamat IP media penyimpanan.
Virtual switch bekerja pada layer kedua dari OSI Layer, sehingga 2 virtual
switch tidak dapat dipetakan pada fisik Network Interface Card (NIC) yang sama,
akan tetapi 2 atau lebih NIC dapat dipetakan pada virtual switch yang sama. Pada
saat dua atau lebih mesin virtual dihubungkan pada virtual switch yang sama
maka lalu lintas jaringan diantara kedua objek tersebut di routing secara lokal.
Apabila adapter uplink pada fisik adapter Ethernet dihubungkan dengan virtual

26

switch, maka setiap mesin virtual dapat mengakses jaringan eksternal yang
terkoneksi dengan fisik adapter Ethernet tersebut.
Beberapa kemampuan virtual switch adalah sebagai berikut :
1. Mengarahkan

lalu

lintas

jaringan

antara

mesin-mesin

virtual

dan

jaringan

dan

menghubungkan mesin-mesin virtual ke jaringan eksternal.


2. Menggabungkan

bandwidth

bermacam-macam

adapter

melakukan penyeimbangan lalu lintas jaringan diantara adapter. Selain itu


dapat digunakan untuk menangani proses fail over NIC.
3. Menghubungkan NIC dari mesin-mesin virtual dengan port, dimana masingmasing adapter uplink menggunakan 1 port untuk berkomunikasi.
Pada gambar terlihat konsep virtual switch pada VMware vSphere yang
menyederhanakan konektivitas tanpa mengurangi kualitas jaringan antar
komponen didalamnya.

Konsep virtual switch pada VMware vSphere


B. Mengelola Virtual Network
VMware Virtual Center menyediakan alat untuk membangun dan memelihara
infrastruktur jaringan virtual Anda, seperti yang ditunjukkan pada Gambar. Anda
dapat

menggunakan

VirtualCenter

untuk

menambah,

menghapus,

dan

memodifikasi switch virtual dan mengkonfigurasi grup port yang berisi VLAN

27

dan bekerja sama. Anda dapat menggunakan Virtual Center peran fitur untuk
menetapkan hak akses administrator jaringan perlu untuk mengelola jaringan
virtual.

C. Pilihan Media Penyimpanan vSphere


Pada konfigurasi host-host ESXi, terdapat mekanisme untuk berbagi akses
terhadap datastores merupakan tempat lojik yang menyembunyikan setiap
perangkat media penyimpanan dan menyediakan model yang seragam untuk
penempatan file-file mesin virtual. Datastores dapat diformat dengan VMFS atau
sistem file yang sesuai dengan sistem operasi atau perangkat media penyimpanan
yang dibagi pakai menggunakan protocol Network File System (NFS) tergantung
dari tipe media penyimpanan yang digunakan.
Beberapa teknologi yang digunakan pada media penyimpanan dan didukung
oleh host-host ESXi pada ruang lingkup vSphere adalah sebagai berikut :
1. Direct Attached Storage : sekumpulan hardisk yang terdapat baik didalam
maupun diluar host atau berupa array melalui koneksi langsung dan bukan
berupa koneksi jaringan komputer.

28

2. Fibre Channel : suatu protocol penyampaian berkecepatan tinggi yang


biasanya

digunakan untuk Storage Area Network (SAN). Media

penyimpanan Fibre Channel memiliki kemampuan untuk membungkus


perintah-perintah SCSI, yang ditransmisikan diantara titik-titik fibre channel.
Secara umum, titik-ttik fibre channel dapat berupa server, sistem media
penyimpanan atau tape drive. Switch Fibre Channel menghubungkan
bermacam-macam titik, membentuk suatu pabrik dalam lingkungan jaringan
Fibre Channel.
3. FCoE (Fibre Channel over Ethernet) : lalu lintas yang melalui Fibre Channel
dienkapsulasi kedalam frames dari FCoE. Frame tersebut dikonversikan
menjadi lalu lintas jaringan komputer. Pada saat mengaktifkan jalur Ethernet
yang sama untuk membawa lalu lintas Fibre Channel dan Ethernet. Melalui
penggunaan FCoE, maka dapat meningkatkan utilisasi penggunaan
infrastruktur fisik serta mengurangi jumlah port jaringan dan cabling.

Beberapa pilihan penempatan data pada VMware vSphere

29

D. Data stores VMFS dan NFS


Mesin virtual ditempatkan pada datastorres sebagai sekumpulan file pada
direktori mereka. Datastore juga dapat digunakan untuk menempatkan file image
ISO dan beberapa template untuk mesin-mesin virtual.
VMFS merupakan sistem file yang membentuk cluster dan memungkinkan
server-server fisik lebih dari satu untuk membaca dan menulis terhadap perangkat
media penyimpanan secara simultan. File sistem cluster memungkinkan
terbentuknya layanan-layanan berbasis virtualisasi yang unik. Layanan tersebut
dapat berupa migrasi secara live terhadap mesin virtual dari satu server fisik ke
server fisik lainnya dan melakukan clustering mesin-mesin virtual melalui
serverserver fisik yang berbeda, dengan tujuan pengaturan distribusi beban kerja
dan ketersediaan sistem.
VMFS

dapat

digunakan

untuk

membantu

departemen

TI

dalam

penyederhanaan provisi mesinmesin virtual dengan cara menempatkan seluruh


mesin pada lokasi yang terpusat. VMFS memungkinkan lebih dari satu host untuk
dapat mengakses media penyimpanan mesin-mesin virtual yang dapat dibagi
pakai secara bersamaan.
NFS merupakan protocol untuk berbagi pakai file yang digunakan host-host
ESXi untuk berkomunikasi dengan perangkat NAS. NAS merupakan perangkat
storage khusus yang menghubungkan jaringan komputer serta penyediaan layanan
akses terhadap file. Penempatan data pada NFS diperlakukan secara sama dengan
penempatan data pada VMFS dan penempatan data tersebut dapat digunakan
untuk menyimpan file-file mesin virtual, template dan file-file ISO. Sebagai
tambahan, volume NFS memungkinkan migrasi vMotion pada mesinmesin virtual
dengan sebelumnya file-file mesin virtual tersebut ditempatkan pada NFS.

30

Physical File System dan VSphere VMFS


E. Kesimpulan
Virtual network menyediakan konektivitas untuk host-host ESXi dan mesinmesin virtual. Komponen dasar virtual network adalah virtual switch. Virtual
switch merupakan software yang diterapkan dalam kernel VM, sehingga
memungkinkan host-host yang telah diinstalasikan ESXi dapat memiliki
konektivitas.
Virtual switch bekerja pada layer kedua dari OSI Layer, sehingga 2 virtual
switch tidak dapat dipetakan pada fisik Network Interface Card (NIC) yang sama,
akan tetapi 2 atau lebih NIC dapat dipetakan pada virtual switch yang sama.

31

BAB IV
PERANCANGAN JARINGAN SATU LANTAI MENGGUNAKAN
MIKROTIK
A. TUJUAN
Merancang sebuah jaringan pada sebuah gedung satu lantai dengan delapan
ruangan
B. ALAT DAN BAHAN
1. Personal Komputer
2. Kabel UTP mode Cross-Over dan Straight-Trought
3. MikroTik Router Board
4. Access Point
5. Switch
C. MATERI SINGKAT
Routing memegang peranan penting dalam suatu network terutama dalam
mengatur jalur data dari suatu komputer ke komputer lain. Perangkat yang
bertugas mengatur routing disebut ROUTER. Salah satu router yang paling
banyak

dipakai

adalah

MikroTik,

karena

dipandang

mudah

dalam

pengoperasiannya dan kebutuhan hardware yang relative rendah.


MikroTik menyediakan banyak Tool atau Service sehingga selain sebagai
router, MikroTik juga bisa dijadikan sebagai DHCP Server, Proxy Server,
RADIUS Server, DNS Server, VPN Server. MikroTik juga memiliki fasilitas
Hotspot. Fasilitas hotspot pada MikroTik tidak harus berupa WiFi, tetapi juga
jaringan kabel bisa dikonfigurasi menjadi seperti layaknya hotspot. Setiap
pengguna yang ingin login harus memasukkan user/password ketika pertama kali
browsing, sehingga pada saat pengguna akan mengakses layanan internet akan di
redirect ke halaman login. Apabila proses login yang dilakukan pengguna
berhasil, maka izin akses akan diberikan kepada pengguna tersebut, yang
sebelumnya telah terdaftar pada router.
Hotspot di Mikrotik adalah sebuah system untuk memberikan fitur autentikasi
pada user yang akan menggunakan jaringan. Jadi untuk bisa akses ke jaringan,
client diharuskan memasukkan username dan password pada login page
disediakan.
a. Kebutuhan jaringan di bangunan satu lantai
32

Sistem informasi pada bangunan satu lantai membutuhkan infrastruktur


jaringan komputer untuk mengintegrasikan seluruh data dan transaksi serta
mempercepat distribusi informasi ke seluruh bagian atau departemen yang ada
sehingga informasi dapat mengalir dengan lancar di seluruh lini manajerial.
b. Komponen dasar jaringan pada bangunan satu lantai
Suatu instalasi jaringan komputer lokal yang dibangun suatu instansi yang
berada pada bangunan satu lantai lantai membutuhkan komponen-komponen
dasar, seperti instalasi kabel sebagai media komunikasi infrastruktur, NIC dan
Hub untuk topologi tertentu, server sebagai komputer pusat yang melayani
pemakai, Central Mass Strorage (Disk) yang terletak pada server, terminal kerja
bagi pemakai.
Untuk membuat rancangan jaringan komputer pada bangunan satu lantai,
maka tim harus memperhatikan hal-hal berikut :
1. Kebutuhan kabel baik jenis dan panjangnya
2. Keamanan instalasi dari gangguan fisik dan kelistrikan
3. Tidak melanggar spesifikasi-spesifikasi yang telah ditentukan pabrik dan
produsen alat-alat penunjang Jaringan Komputer Lokal (Mikrotik)
4. Pemilihan topologi yang tepat dan kuat untuk menunjang sistem secara
keseluruhan
5. Perencanaan dan pengembangan di kemudian hari
6. Jumlah pemakai/user
7. Divergensi ruangan (tingkat penyebaran ruangan) dan tata letak node (titiktitik workstation)
8. Letak lorong kabel pada dinding, lantai, atau atap.
D. LANGKAH KERJA
Untuk membangun sebuah jaringan maka terlebih dahulu lakukan
perancangan jaringannya.
Maka untuk rancangan jaringannya adalah sebagai berikut :

33

Untuk membentuk 8 jaringan, mengunakan 20 komputer pada satu ruangan


sebagai labor komputer dan lainnya 5 buah PC maka kita merumuskan :
20 2 pangkat 5 = 32
Dari data 32, berarti kita menggunakan kelas C.
255.255.255.0
11111111.11111111.11111111. 00000000
Karena25 = lima 0 di belakang tetap kosong, selebihnya di ganti dengan 1.
23= 2 X 2 X 2 = 8
11111111.11111111.11111111.11100000 27+26+25=128+64+32 = 224
Netmask = 255.255.255.224

34

Berarti memiliki 8 jaringan :


192.168.2. 0 /27, sehingga terdapat 8 jaringan yang berbeda dengan rentangan IP,
yaitu :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

192.168.2.0 - 192.168.2. 31
192.168.2.32 - 192.168.2. 63
192.168.2.64 - 192.168.2. 95
192.168.2.96 - 192.168.2. 127
192.168.2.128 - 192.168.2.159
192.168.2.160 - 192.168.2.191
192.168.2.192 - 192.168.2. 223
192.168.2.224 - 192.168.2. 255

Dari gedung 1 lantai ini, terdapat 8 ruangan yang masing masing mewakili
jaringan berbeda :
1. IP address untuk ruangan 1 = 192.168.2.2 - 192.168.2.21
IP address untuk port 1 router: 192.168.2.1
2. IP address untuk ruangan 2 = 192.168.2.34 - 192.168.2.53
IP address untuk port 2 router : 192.168.2.33
3. IP address untuk ruangan 3 = 192.168.2.66 - 192.168.2.85
IP address untuk port 3 router : 192.168.2.65
4. IP address untuk ruangan 4= 192.168.2.98 - 192.168.2. 117
IP address untuk port 4 router =192.168.2.97
5. IP address untuk ruangan 5 = 192.168.2.130 - 192.168.2.149
IP address untuk port 5 router = 192.168.2.129
6. IP address untuk ruangan 6 = 192.168.2.162 - 192.168.2.181
IP address untuk port 6 router = 192.168.2.163
7. IP address untuk ruangan 7 = 192.168.2.194 - 192.168.2.213
IP address untuk port 7 router = 192.168.2.193
8. IP address untuk ruangan 8 = 192.168.2.226 - 192.168.2.245
IP address untuk port 8 router = 192.168.2.225
Membuat sharing koneksi :
1. Hubungkan antara komputer yang terkoneksi jaringan (wifi) dengan
komputer yang akan di setting dengan mikrotik dengan menggunakan
kabel patchord
2. Hidupkan wifi untuk mengkoneksikan komputer ke jaringan
3. Pada adapter WIFIUNP, klik kanan dan pilih properties kemudian setting
sharing nya. Pada home network connectionnya pilih Local Area Network.

35

4. Setelah itu centang semua kotak yang ada di settingan internet connection
sharing.

5. Kemudian pilih setting dan apada advanced setting centang semua services
nya.

36

Setelah selesai mensetting maka akan muncul peringatan seperti ini, piloh
YES

6. Setelah itu disconnect-kan wifi nya. Agar settingan nya sempurna.


Kemudian connect-kan lagi.
7. Pada Local AREA network, pilih properties dan atur IP address nya.

37

Langkah-langkah menggunakan mikrotik untuk membagi jaringan menjadi 8:


1. Sebelum memulai konfigurasi mikrotik, reset terlebih dahulu di mikrotik

2. Setelah mikrotik direset, maka IP kembali ke 0.0.0.0. setelah itu baru


konfigurasi untuk membagi jaringan menjadi 8.

3. Langkah pertama untuk melakukan setting mikrotik adalah dengan men-

38

setting IP Address yang terdiri dari WAN,LAN1,LAN2... LAN 8 ,, tapi


karena keterbatasan alat maka pada pratikum kali ini hanya dapat
membangun 4 jaringan LAN yaitu LAN1, LAN2 LAN3 dan LAN 4.

4. Selanjutnya setting di tiap-tiap ip adrees nya


Setting WAN
Address : 192.168.137.2/24

39

Kemudian setting ip adrees untuk LAN


Dimana :
LAN 1 ke port 2 dengan Ip address :192.168.2.1
LAN 2 ke Port 3 dengan Ip address :192.168.2.33
LAN 3 ke port 4 dengan Ip address :192.168.2.65
LAN 4 ke port 5 dengan Ip address :192.168.2.97

40

5. Lakukan setting ip adrees untuk lan 2 pada port 3, Lan3 di port4, Lan 4 di
port 5
Setelah selesai men-setting semua Ip addres WAN dan LAN , kemudian
lakukan setting NAT. Out interfacenya WAN dan pilih action nya masqurade.

Setting Routes
isikan gatewaynya IP yang didapatkan oleh PC Modem, yaitu
192.168.137.1

41

6. Setting DNS. Untuk DNS gunakan 8.8.8.8 dan centang Allow Remote
Requests

E. Kesimpulan
MikroTik RouterOS, merupakan system operasi Linux base yang
diperuntukkan sebagai network router. Didesain untuk memberikan kemudahan
bagi penggunanya. Administasinya bisa dilakukan melalui Windows application
(Winbox). Routing memegang peranan penting dalam suatu network terutama
dalam mengatur jalur data dari suatu komputer ke komputer lain. Dalam
perancangan sebuah jaringan perlu adanya analisis. Untuk membangun jaringan 1
gedung 1 lantai dengan 8 ruangan perlu addanya alat-alat sebagai berikut:
a. Personal computer
b. Kabel UTP mode Cross-Over dan Staright-Trought
c. MikroTik Router Board
d. Access Point

42

e. Switch

BAB V
ANALISIS DAN PERANCANGAN JARINGAN SATU GEDUNG DUA
LANTAI
A. TUJUAN
Merancang sebuah jaringan pada sebuah gedung dua lantai dengan empat
ruangan pada setiap lantai.
B.
1.
2.
3.
4.
5.
C.

ALAT DAN BAHAN


Personal Komputer
Kabel UTP mode Cross-Over dan Staright-Trought
MikroTik Router Board
Access Point
Switch
MATERI SINGKAT
Routing memegang peranan penting dalam suatu network terutama dalam

mengatur jalur data dari suatu komputer ke komputer lain. Perangkat yang
bertugas mengatur routing disebut ROUTER. Salah satu router yang paling
banyak

dipakai

adalah

MikroTik,

karena

dipandang

mudah

dalam

pengoperasiannya dan kebutuhan hardware yang relative rendah.


Dalam konfigurasi Mikrotik RouterOS ada banyak cara yang bisa dilakukan
baik itu melalui CLI (Comman Line Interface) maupun GUI (Graphical User
Interface).Contoh konfigurasi melalui comman Line yaitu melalui aplikasi atau
utility putty,melalui mikrotik RouterOS itu sendiri dan lain sebagainya. Salah satu
cara setting mikrotik dalam mode GUI yaitu dengan menggunakan Winbox.
Winbox adalah sebuah aplikasi atau utility yang digunakan untuk melakukan
konfigurasi/setting mikrotik dalam mode GUI (Graphical User Interface).
Sehingga akan memudahkan dalam konfigurasi Mikrotik daripada konfigurasi
dalam mode CLI yang disetting dengan perintah-perintah (Comman Line).
Aplikasi Winbox lebih User Friendly dari pada mensetting dalam mode text
sehingga mengkonfigurasi mikrotik melaui winbox lebih banyak digunakan

43

karena selain penggunaannya yang mudah juga tidak harus menghafal perintahperintah dasar Mikrotik. Melalui Winbox semua perintah sudah tersedia dalam
bentuk Graphical Menu sehingga ketika mensetting mikrotik RouterOs tinggal
Klik,pilih,setting dan apply.
Tampilan Winbox untuk setting Mikrotik

Keterangan :
Connect
Login ke router OS Mikrotik dengan mengisikan alamat IP, dan nomer port
(portnya secara default pada port 80) dapat juga berisi alamat MAC
(dapatlogin konfigurasi mikrotik jika network berada pada subnet yang sama
dengan router). Masukkan username dan password, selanjutnya pilih connect
untuk mengakses router.
Save
Menyimpan IP Address, User serta password pada list (Untuk menjalankan
yang sudah pernah dibuka, hanya dengan double klik pada item yang dipilih).
Remove
Untuk menghapus list yang pernah disimpan sebelumnya.
Tools

44

Untuk menghapus semua list yang sebelumnya pernah disimpan pada


winbox serta menginport dan exsport List address .
Secure Mode
Memberikan keamanan konfigurasi Router OS antara winbox dan Router
pada protocol Transport Layer Security (TLS).
Keep Password
Menyimpan password RouterOS yang sebelumnya pernah dibuka, hal ini
berbahaya karena setiap orang bisa langsung login tanpa memasukan
username dan password.

D. LANGKAH KERJA
Rancanglah jaringan sebagai berikut:
INTERNET

LANTAI 1

WIFI

R
2

Eth1

WIFI
Eth1
Eth4

R
1

Eth3

Eth2

45
RR
R Eth1
Eth1
Eth1
56
8

Eth1
R
Eth2
Eth3
Eth1
Eth4 Eth1

3
4
7

WIFI

WIFI

LANTAI 2

WIFI

WIFI

WIFI

WIFI

Keterangan:
R1

R2

R3

R4

R5

eth1 : 192.168.1.1/27
Eth2 : 192.168.1.33/27
Eth3 : 192.168.1.65/27
Eth4 : 192.168.1.193/27
eth1: 192.168.1.2/27
Wifi
eth1 : 192.168.1.34/27
Wifi
eth1 : 192.168.1.66/27
wifi
Eth2 : 192.168.1.97/27
Eth3 : 192.168.1.129/27
Eth4 : 192.168.1.161/27
eth1 : 192.168.1.98/27

46

Wifi
eth1 : 192.168.1.130/27
Wifi
R7
=
eth1 : 192.168.1.62/27
Wifi
R8
=
eth1 : 192.168.1.194/27
Wifi
Disini kita menggunakan subnetting untuk membagi alamat IP. Kita
R6

menggunakan class C untuk subnetting. Caranya yaitu dengan membagi menjadi


8 jaringan. Perhitungan host-nya:
8 = 2x , maka x = 3
Sehingga netmask nya jadi /27 :
11111111.11111111.11111111.11100000 = 255.255.255.224
Jumlah host : 2n-2 = 25-2 = 30 host
Maka alamat pada masing-masing ruangan:
1) Jaringan 1
: 192.168.1.0/27
192.168.1.31/27
2) Jaringan 2
: 192.168.1.32/27
192.168.1.63/27
3) Jaringan 3
: 192.168.1.64/27
192.168.1.95/27
4) Jaringan 4
: 192.168.1.96/27
192.168.1.127/27
5) Jaringan 5
: 192.168.1.128/27 192.168.1.159/27
6) Jaringan 6
: 192.168.1.160/27 192.168.1.191/27
7) Jaringan 7
: 192.168.1.192/27 192.168.1.223/27
8) Jaringan 8
: 192.168.1.224/27 192.168.1.255/27
Berikut table routingnya:
Router
R1

R2

R3

Destination

Netmask

Interface

Gateway

Network
192.168.1.0/27
192.168.1.32/27
192.168.1.64/27
192.168.1.96/27
192.168.1.128/27
192.168.1.160/27
192.168.1.192/27
192.168.1.0/27
192.168.1.32/27
192.168.1.64/27
192.168.1.96/27
192.168.1.128/27
192.168.1.160/27
192.168.1.192/27
192.168.1.0/27
192.168.1.32/27

255.255.255.224
255.255.255.224
255.255.255.224
255.255.255.224
255.255.255.224
255.255.255.224
255.255.255.224
255.255.255.224
255.255.255.224
255.255.255.224
255.255.255.224
255.255.255.224
255.255.255.224
255.255.255.224
255.255.255.224
255.255.255.224

Eth1 192.168.1.1
Eth2 192.168.1.33
Eth3 192.168.1.65
Eth3 192.168.1.65
Eth3 192.168.1.65
Eth3 192.168.1.65
Eth4 192.168.1.193
Eth1 192.168.1.2
Eth1 192.168.1.2
Eth1 192.168.1.2
Eth1 192.168.1.2
Eth1 192.168.1.2
Eth1 192.168.1.2
Eth1 192.168.1.2
Eth1 192.168.1.34
Eth1 192.168.1.34

192.168.2.66
192.168.2.66
192.168.2.66
192.168.1.1
192.168.1.1
192.168.1.1
192.168.1.1
192.168.1.1
192.168.1.1
192.168.1.33
-

47

192.168.1.64/27
255.255.255.224
192.168.1.96/27
255.255.255.224
192.168.1.128/27
255.255.255.224
192.168.1.160/27
255.255.255.224
192.168.1.192/27
255.255.255.224
R4
192.168.1.0/27
255.255.255.224
192.168.1.32/27
255.255.255.224
192.168.1.64/27
255.255.255.224
192.168.1.96/27
255.255.255.224
192.168.1.128/27
255.255.255.224
192.168.1.160/27
255.255.255.224
192.168.1.192/27
255.255.255.224
R5
192.168.1.0/27
255.255.255.224
192.168.1.32/27
255.255.255.224
192.168.1.64/27
255.255.255.224
192.168.1.96/27
255.255.255.224
192.168.1.128/27
255.255.255.224
192.168.1.160/27
255.255.255.224
192.168.1.192/27
255.255.255.224
R6
192.168.1.0/27
255.255.255.224
192.168.1.32/27
255.255.255.224
192.168.1.64/27
255.255.255.224
192.168.1.96/27
255.255.255.224
192.168.1.128/27
255.255.255.224
192.168.1.160/27
255.255.255.224
192.168.1.192/27
255.255.255.224
R7
192.168.1.0/27
255.255.255.224
192.168.1.32/27
255.255.255.224
192.168.1.64/27
255.255.255.224
192.168.1.96/27
255.255.255.224
192.168.1.128/27
255.255.255.224
192.168.1.160/27
255.255.255.224
192.168.1.192/27
255.255.255.224
R8
192.168.1.0/27
255.255.255.224
192.168.1.32/27
255.255.255.224
192.168.1.64/27
255.255.255.224
192.168.1.96/27
255.255.255.224
192.168.1.128/27
255.255.255.224
192.168.1.160/27
255.255.255.224
192.168.1.192/27
255.255.255.224
Dalam membangun jaringan ini, untuk

Eth1 192.168.1.34
192.168.1.33
Eth1 192.168.1.34
192.168.1.33
Eth1 192.168.1.34
192.168.1.33
Eth1 192.168.1.34
192.168.1.33
Eth1 192.168.1.34
192.168.1.33
Eth1 192.168.1.66
192.168.1.65
Eth1 192.168.1.66
192.168.1.65
Eth1 192.168.1.66
192.168.1.65
Eth2 192.168.1.97
Eth3 192.168.1.129
Eth4 192.168.1.161
Eth1 192.168.1.66
192.168.1.65
Eth1 192.168.1.98
192.168.1.97
Eth1 192.168.1.98
192.168.1.97
Eth1 192.168.1.98
192.168.1.97
Eth1 192.168.1.98
Eth1 192.168.1.98
192.168.1.97
Eth1 192.168.1.98
192.168.1.97
Eth1 192.168.1.98
192.168.1.97
Eth1 192.168.1.130
192.168.1.129
Eth1 192.168.1.130
192.168.1.129
Eth1 192.168.1.130
192.168.1.129
Eth1 192.168.1.130
192.168.1.129
Eth1 192.168.1.130
Eth1 192.168.1.130
192.168.1.129
Eth1 192.168.1.130
192.168.1.129
Eth1 192.168.1.162
192.168.1.161
Eth1 192.168.1.162
192.168.1.161
Eth1 192.168.1.162
192.168.1.161
Eth1 192.168.1.162
192.168.1.161
Eth1 192.168.1.162
192.168.1.161
Eth1 192.168.1.162
Eth1 192.168.1.162
192.168.1.161
Eth1 192.168.1.193
192.168.1.194
Eth1 192.168.1.193
192.168.1.194
Eth1 192.168.1.193
192.168.1.194
Eth1 192.168.1.193
192.168.1.194
Eth1 192.168.1.193
192.168.1.194
Eth1 192.168.1.193
192.168.1.194
Eth1 192.168.1.193
jaringan internet digunakan

modem.

48

1. Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah memastikan bahwa modem
yang berfungsi sebagai wan nantinya harus dapat tersharing. Langkah
dalam melakukan sharing koneksi adalah sebagai berikut :
a. Aktifkan modem pada salah satu PC lalu buka open network and
sharing connection, kemudian klik kanan pada adapter modem dan pilih
sharing
b. Selanjutnya centang pada kotak allow other network users dan pada
establish a dial up.. pada saat mencentang pada bagian allow.. nanti akan
ada pilihan koneksinya, maka pilih yang local area network. Setelah itu
klik setting dan centang semua pilihannya dan klik ok
c. Setelah itu hubungkan PC yang terkoneksi modem dengan PC lain
dengan patch cord untuk

bisa membuktikan berhasil atau tidaknya

sharing koneksi. Pada PC yang terkoneksi modem, lakukan setting ip


pada interface adapter local area connection. Di

sini

kami

tidak

menggunakan ip otomatis, namun di setting sendiri, agar nantinya


mudah dalam pengaturan ip dalam jaringan. Jangan lupa untuk
menambahkan DNS servernya
2. Proses selanjutnya adalah membuat konfigurasi ip dengan pada mikrotik
dengan menggunakan winbox, dimana sebelumnya hubungkan komputer yang
telah terkoneksi modem dan telah bisa melakukan sharing koneksi ke port
1 pada router, ini nantinya akan berfungsi sebagai wan. Kemudian
hubungkan salah satu port pada router (untuk lebih memudahkan
gunakan port 2) dengan sebuah PC untuk melakukan setting pada mikrotik.
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
a. Jalankan aplikasi winbox, dan koneksikan

ke

ip

yang

sudah

terhubung pada winbox(ip router)


b. Selajutnya reset kembali konfigurasi yang sudah ada sebelumnya pada
mikrotik dengan cara mengetikkan perintah system reset-configuration
pada terminal, winbox otomatis akan terputus koneksinya setelah
melakukan reset dan ketikan winbox dijalankan kembali, otomatis ipnya
akan kembali ke default 0.0.0.0

49

c. Selanjutnya pada menu interface pada winbox, akan ada daftar interface ,
ubah nama interface yang ada, agar nanti lebih memudahkan kita
menggunakannya:
Ethernet1 = eth1
Ethernet2 = eth2
Ethernet3 = eth3
Ethernet4 = eth4
d. Selanjutnya tambahkan ip pada IP -> Addresses untuk eth1, eth2, eth3,
eth4 pada ip->addresses. Tambahkan sesuai ketentuan table sebelumnya.
e. Langkah selanjutnya adalah tambahkan DNS server dengan cara pilih
ip-> DNS. Dan berikan nilai dns nya 8.8.8.8 (dns google) dan
jangan lupa centang pada bagian Allow Remote Request
f. Selanjutnya adalah melakukan setting pada NAT, dengan cara pilih
IP -> Firewall -> NAT. Kemudian klik tanda +, dan pilih pada out
interfacenya internet dan pada tab action pilih masquerade
g. Selanjutnya tambahkan gateway dengan cara pilih menu IP -> Routes dan
klik tanda +
h. Kemudian masukan nilai gatewaynya sesuai dengan table routing di atas
i. Untuk membuktikan apakah sudah terhubung ke internet, lakukan ping
koneksi melalui terminal
j. Lakukan uji koneksi ke semua alamat yang ada.

BAB VI
ANALISIS DAN PERANCANGAN JARINGAN SATU GEDUNG EMPAT
LANTAI MENGGUNAKAN TEKNIK ROUTING DYNAMIC ROUTING /
OSPF DAN FITUR HOTSPOT
A. TUJUAN
50

Mahasiswa memahami dan mampu merancang sebuah jaringan pada sebuah


gedung yang terdiri dari 4 lantai dengan dua ruangan pada setiap lantai dengan
menggunakan teknik peroutingan Dynamic Routing / OSPF dan terdapat Fitur
HotSpot.
B. ANALISIS KEBUTUHAN INFRASTRUKTUR
1. Personal Komputer / Laptop / Notebook yang memiliki NIC
2. Kabel UTP (Cross-Over dan Straight-through) dengan konektor RJ45
3. MikroTik RouterBoard, 5 buah router, dimana satu router untuk menjadi
router utama dan empat router lagi sebagai router utama dimasing-masing
lantainya.
4. Aplikasi WinBox
5. Akses ke jaringan Public, dapat menggunakan modem ataupun jaringan
internet kampus.
C. MATERI SINGKAT
Routing memegang peranan penting dalam suatu network terutama dalam
mengatur jalur data dari suatu komputer ke komputer lain. Perangkat yang
bertugas mengatur routing disebut ROUTER. Salah satu router yang paling
banyak

dipakai

adalah

MikroTik,

karena

dipandang

mudah

dalam

pengoperasiannya dan kebutuhan hardware yang relative rendah.


Ada beberapa mekanisme routing, diantaranya:
a. Dynamic Routing / OSPF
OSPF(Open Shortest Path First) adalah routing protocol yang dikembangkan
untuk internet protokol (IP) yang berdasarkan pada pemilihan jalur yang
dilalui paket data yang terdekat. OSPF adalah link state routing protokol yang
digunakan untuk mengirim LSAs ke semua router di hirarki area yang sama.
sebagai OSPF router, link state mengumpulkan informasi, mereka
menggunakan algoritma SPF(sort path first) untuk menghitung jalur
terpendek ke setiap nodenya.
Cara Penentuan Jalur terbaiknya dengan menggunakan nilai metric. metric
berdasarkan nilai OSPF cost = 10^8/nilai bandwidth terendah dalam bps.
routing update hanya akan dikirim ketika ada perubahan link up atau down.
dan yang membedakan ospf dengan routing-routing lain, pada ospf tedapat
penggunaan area-area.
Ada dua tipe hirarki dalam OSPF:

Transit Area (Backbone or area 0)

51

Regular areas (nonbackbone areas)

Area karakteristik OSPF:


Meminimalisir routing table.
Jika ada perubahan dalam satu area tidak akan mempengaruhi area lain,
karena LSA flooding hanya dikirim ke satu area tersebut.
Fitur :
OSPF adalah routing protocol yang hanya bekerja membedakan antara
media lain.
OSPF mendukung operasi yang melewati tiga tipe jaringan: Broadcast
Multi access, Point-to-Point, Nonbroadcast Multiaccess.
OSPF Interface secara default:
Mode OSPF pada Frame Relay main interface adalah non-broadcast
Mode OSPF pada Point-to multipoint subinterface adalah non-broadcast.
Mode OSPF pada Point-to-point Sub-interface mode adalah Point -to-point
Di dalam OSPF ada beberapa router type;
1. Internal Router = Semua interface nya berdampingan pada area yang
sama.
2. Backbone Router = Biasa dikenal dengan area 0, Router Utama.
3. Area Border Router(ABR) = Router yang terkoneksi dua atau lebih area
ospf.
4. Autonomous System Boundary Router (ASBR) = router akan disebut
ASBR jika router ini terkoneksi dua atau lebih area, dan ada routingan lain
yang di redirect/ di inject ke dalam ospf.
b. BGP (Border Gateway Protocol)
BGP(Border Gateway Protocol) merupakan inti dari protocol routing di
internet. protocol ini menjadi backbone dari jaringan internet di dunia. BGP
merupakan routing protocol. BGP dijelaskan dalam RFC4271. BGP bekerja
dengan cara memetakan sebuah ip table network yang menunjukkan ke jaringan
yang dapat dicapai antar AS(Autonomous System). BGP digambarkan sebagai
sebuah protocol path vector. BGP tidak menggunakan Metrik IGP(Interior
Gateway Protocol) tradisional, tapi membuat keputusan routing berdasarkan path,
netwok polices dan rule set.

52

Berikut Penjelasan Attribut BGP:


Aggregator = ID dan AS dari Router yang melakukan summarisasi.
AS Patch = adalah List Autonomous system yang akan di advertise.
Atomic Aggregate = termasuk kedalam AS-AS yang akan di drop karena
untuk route aggregation.
Cluster ID = Asal Cluster.
Community = Route Tag.
Local Preference , Metric untuk internal neighbors yang digunakan untuk
mencapai internal destination (Default 100).
Multiple Exit Discriminator(MED), metric untuk external neighbors untuk
mencapai external destination (Default 100).
Next Hop = peer eksternal dalam neighbor AS
Origin = Type router dasarnya (IGP,EGP,atau tidak diketahui dari asalnya)
Weight = Cisco Proprietary, tidak dikomunikasikan dengan peer ( default
nya 0).
BGP mendukung class-inter-domain dan menggunakan route aggregation
untuk mengurangi table routing. BGP diciptakan sebagai pengganti rotuing EGP
yang mengijinkan routing secara tersebar sehingga tidak harus mengacu pada
jaringan backbone saja.
BGP Attribute Type :
Well-known Mandatory = Harus di ada di semua BGP router, ada di
semua BGP update dan dapat melewati semua BGP router. contoh = AS
path, origin dan next hop.
Well-known discretionary : Akan ada kalau di configurasikan = Local
Preference.
Optional Transitive : kalau attribute itu tidak di kenali maka attribute nya
akan dilewatkan. contoh = aggregator, community.
Optional Non-transitive: kalau attribute itu tidak dikenali maka attribute
itu akan di drop. contoh = Multi-exit Discriminator(MED), Originator ID.
noted : kata mandatory = kalau diartikan pasti ada di semua router BGP.

53

D. LANGKAH KERJA
TOPOLOGI
Rancanglah jaringan sebagaimana topologi berikut:

INTERN
ET
LANTAI 4
Eth1

Eth2

R3

Eth1
Eth 4

Client3

LANTAI 2
3
LANTAI

Eth3

R4

Client4
Eth1

Eth1
Eth3

Eth2

54

Eth2
h3
Et

Eth3

Eth1

h
Et
Eth2

Eth 5

Eth2

R2

Client2

Eth1

Eth 4

Eth1

Eth1

LANTAI 1

Client1

R1

Eth3
Eth 4

RU

KETERANGAN TOPOLOGI:
Garis Merah (

: Penghubung router utama dengan

: Penghubung antar router backbone

: Penghubung antar router dilantai

jaringan internet
Garis Kuning (
di masing masing lantai
Garis Hitam (
yang sama
Router (

: Sebagai Router Utama pembangun jaringan satu

gedung
Router

: Sebagai Router Utama/ backbone di tiap lantai

Eth1 , Eth2, Eth3, Eth4, Eth5


ALOKASI ALAMAT IP
A. JARINGAN BACKBONE (ROUTER UTAMA)
Yang dimaksud sebagai jaringan backbone pada jaringan ini adalah jaringan
jaringan yang menghubungkan antara router utama ke router-router masing55

masing lantai dan koneksi antar router-router setiap lantai sehingga membentuk
topologi mesh.
Dari topologi jaringan diatsa maka akan terbentuk 11 segment jaringan, yaitu:
1. Segment 1 (RU dan R1) dengan NetAddress :192.168.1.0 /30
Interface Eth5 pada RU : 192.168.1.1 /30
Interface Eth1 pada R1 : 192.168.1.2 /30
2. Segment 2 (RU dan R2) dengan NetAddress :192.168.2.0 /30
Interface Eth2 pada RU : 192.168.2.1 /30
Interface Eth1 pada R2 : 192.168.2.2 /30
3. Segment 3 (RU dan R3) dengan NetAddress :192.168.3.0 /30
Interface Eth3 pada RU : 192.168.3.1 /30
Interface Eth1 pada R3 : 192.168.3.2 /30
4. Segment 4 (RU dan R4) dengan NetAddress :192.168.4.0 /30
Interface Eth4 pada RU : 192.168.4.1 /30
Interface Eth1 pada R4 : 192.168.4.2 /30
5. Segment 5 (R1 dan R2) dengan NetAddress :192.168.5.0 /30
Interface Eth3 pada R1 : 192.168.5.1 /30
Interface Eth3 pada R2 : 192.168.5.2 /30
6. Segment 6 (R2 dan R3) dengan NetAddress :192.168.6.0 /30
Interface Eth4 pada R2 : 192.168.6.1 /30
Interface Eth4 pada R3 : 192.168.6.2 /30
7. Segment 7 (R3 dan R4) dengan NetAddress :192.168.7.0 /30
Interface Eth3 pada R3 : 192.168.7.1 /30
Interface Eth3 pada R4 : 192.168.7.2 /30
8. Segment 8 (R1 dan Client1) dengan NetAddress :192.168.8.0 /30
Interface Eth2 pada R1
: 192.168.8.1 /30
Interface Eth1 pada Client1
: 192.168.8.2 /30
9. Segment 9 (R2 dan Client2) dengan NetAddress :192.168.9.0 /30
Interface Eth2 pada R2
: 192.168.9.1 /30
Interface Eth1 pada Client2
: 192.168.9.2 /30
10. Segment 10 (R3 dan Client3) dengan NetAddress :192.168.10.0 /30
Interface Eth2 pada RU : 192.168.10.1 /30
Interface Eth1 pada R1 : 192.168.10.2 /30
11. Segment 11 (R4 dan Client4) dengan NetAddress :192.168.11.0 /30
Interface Eth2 pada RU : 192.168.11.1 /30
Interface Eth1 pada R1 : 192.168.11.2 /30

1)
2)
3)
4)

Interface-interface yang terdapat di ROUTER UTAMA (RU) adalah


Eth2
:
192.168.2.1 /30
Eth3
:
192.168.3.1 /30
Eth4
:
192.168.4.1 /30
Eth5
:
192.168.1.1 /30

56

B. JARINGAN SETIAP LANTAI


a. Jaringan di Lantai 1
Lantai satu memiliki sebuah Router (R1) yang memiliki 3 buah interface yang
mana satu terhubung ke router utama, satu terhubung ke router 2 dan satu lagi
terhubung ke client. Maka interface jaringan yang akan terbentuk adalah:
a. Eth1 : 192.168.1.2 /30
b. Eth2 : 192.168.8.1 /30
c. Eth3 : 192.168.5.1 /30
b. Jaringan di lantai 2
Lantai dua memiliki sebuah Router (R2) yang memiliki 4 buah interface yang
mana satu terhubung ke router utama, satu terhubung ke router 1, satu
terhubung ke router 3 dan satu lagi terhubung ke client. Maka interface
jaringan yang akan terbentuk adalah:
a. Eth1 : 192.168.2.2 /30
b. Eth2 : 192.168.9.1 /30
c. Eth3 : 192.168.5.2 /30
d. Eth4 : 192.168.6.1 /30
c. Jaringan di lantai 3
Lantai tiga memiliki sebuah Router (R3) yang memiliki 4 buah interface yang
mana satu terhubung ke router utama, satu terhubung ke router 2, satu
terhubung ke router 4 dan satu lagi terhubung ke client. Maka interface
jaringan yang akan terbentuk adalah:
a. Eth1 : 192.168.3.2 /30
b. Eth2 : 192.168.10.1 /30
c. Eth3 : 192.168.7.1 /30
d. Eth4 : 192.168.6.2 /30
d. Jaringan di lantai 4
Lantai empat memiliki sebuah Router (R4) yang memiliki 3 buah interface
yang mana satu terhubung ke router utama, satu terhubung ke router 3 dan
satu lagi terhubung ke client. Maka interface jaringan yang akan terbentuk
adalah:
a. Eth1
b. Eth2
c. Eth3

: 192.168.4.2 /30
: 192.168.11.1 /30
: 192.168.7.2 /30

LANGKAH KERJA SETTING ROUTING OSPF


1. Hubungkan masing-masing router sesuai dengan topologi.
2. Jalankan Aplikasi WinBox pada masing-masing PC. Setiap satu router
dikonfigurasi oleh satu PC / laptop.
3. Reset-configuration masing-masing router

57

4. Atur masing-masing alamat IP pada router ditiap lantai gedung sesuai dengan
topologi. Dengan cara pilih menu IP, klik Addresses
5. Lalu, klik ikon Tambah untuk menginisialisasikan alamat IP pada masingmasing ethernet (Eth) yang telah diatur sesuai dengan topologi. Perhatikan
alamat IP harus sesuai dengan Interface (Eth). (Lihat topologi dan Alokasi
Alamat IP)

6. Lakukan secara benar untuk masing-masing router ditiap lantai.

7. Kemudian setelah alamat IP untuk setiap interface telah diinisialisasikan,


maka kita akan mensetting dynamic routing / ospf.
8. Caranya, pilih menu Routing pada WinBox, kemudian klik OSPF.
9. Setelah muncul jendela OSPF, maka pilih tab Network

58

10. Kemudian, klik ikon Tambah kemudian masukkan Net Address jaringan
yang terhubung secara langsung ke interface pada masing-masing Router.
Contohnya pada setting ospf router 1, maka net address yang kita daftarkan
adalah 192.168.1.0 dan 192.168.5.0. karena pada router 1 ada dua interface
yang terhubung ke router lainnya pada jaringan utama yaitu : Eth1 =
192.168.1.2 dan Eth3 = 192.168.5.1.
11. Lalu untuk mengetes apakah ospf berjalan atau tidak yaitu dengan cara pilih
menu Tools lalu klik TraceRouter. Setelah itu muncul jendela Trace
Router
12. Pada baris Traceroute to ketikkan alamat IP yang ingin dituju. Kemudian
klik start

13. Maka, bila mekanisme ini berhasil, akan ditampilkan jalur-jalur yang dapat
dilewati paket data menuju alamat yang kita tuju tadi.
59

LANGKAH KERJA SETTING HOTSPOT


1. Lakukan akses ke router utama (RU) dengan Aplikasi WinBox.
2. Kemudian tentukan interface mana yang akan disetting menjadi interface
public, biasanya Eth 1 yang akan menghubungkan ke internet. Dan interface
Eth 2, Eth 3, Eth 4 dan Eth 5 yang dipakai sebagai interface lokal, yang akan
dikonfigurasi menjadi hostspot.

3. Setelah itu pada Winbox, pilih menu IP, klik Hotspot.


4. Lalu muncul jendela hotspot. Kemudian pada tab Servers klik tombol
Hotspot Setup.

5. Pilih Interface yang akan dijadikan sebagai interface jaringan Hotspot.

6. Setting Hotspot Address, masukkan IP address sesuai kebutuhan, klik Next.

60

7. Tentukan batasan IP DHCP. IP pada range tersebut akan dijadikan sebagai IP


dynamic yang diberi secara otomatis pada client, klik Next

8. Pada jendela Sertifikat, pilih None klik next.

9. Setting SMTP Server, biarkan 0.0.0.0 klik next

10. Konfigurasi DNS Server. Kita pakai DNS Google 8.8.8.8

11. DNS Name untuk hotspot yang dibuat, bisa juga dikosongkan.

61

12. Konfigurasi Hotspot selesai, klik OK.

13. Menambah User Baru


Untuk menambah atau mendaftarkan user baru, dapat dilakukan melalui
WinBox pilih IP | Hotspot |User, Klik tanda tambah.
Masukkan nama user dan password, lalu klik OK. Lakukan cara yang sama
untuk mendaftarkan user-user yang dibolehkan akses ke hotspot.
.

14. Menambah User dengan profil yang berbeda


Mikrotik hotspot memberikan untuk mengkonfigurasi user dengan profile
yang berbeda, misalnya ada 2 profile user VIP dan Biasa. Dimana VIP

62

memperoleh kecepatan akses yang lebih dari user Biasa, meskipun samasama
menggunakan faslitas hotspot yang sama.
a. Setup profile dapat dilakukan dengan cara memilih menu IP | Hotspot |
User Profiles |

Pada rate limit, isi 64k/20k 200k/200k 100k/40k 20/24 7 20k/20k. Nilai ini
disesuaikan dengan kebijan IT pada instansi tempat membangun hotspot.
Berikut format pengisiannya :
x1k/y1k

: Rate (TX rate/ RX rate misal :

x2k/y2k
x3k/y3k
x5/y5

128k/1024k)
: Burst Rate (misal : 256k/2048k)
: Burst Threshold (misal : 160k/1280k)
: Burst Time (dalam detik misal :

60/60)
: Prioritas (nilai 1-8), 1 adalah prioritas

x6k/y6k

utama
: Minimum rate: (i.e 32k/256k)

63

Penambahan User baru


Pada Winbox, klik IP | Hotspot | User |
Name : Isikan nama User
Password : masukkan password User
Profile

: pilih profile dari user yang akan dibuat.

Lebih lengkapnya mengenai New Hotspot User, lihat gambar berikut :

15. Melihat hasil konfigurasi


a. Halaman Login
Jika konfigurasi sukses, setiap user yang akan browsing internet akan di
redirect ke halaman login seperti gambar berikut :

64

BAB VII
ANALISIS DAN PERANCANGAN JARINGAN DUA GEDUNG EMPAT
LANTAI MENGGUNAKAN TEKNIK ROUTING DYNAMIC ROUTING /
OSPF, BGP DAN FITUR HOTSPOT
A. TUJUAN
Mahasiswa memahami dan mampu merancang sebuah jaringan pada sebuah
gedung yang terdiri dari 4 lantai dengan dua ruangan pada setiap lantai dengan
menggunakan teknik peroutingan Dynamic Routing / OSPF, BGP dan terdapat
Fitur HotSpot.
B. ANALISIS KEBUTUHAN INFRASTRUKTUR
1. Personal Komputer / Laptop / Notebook yang memiliki NIC
2. Kabel UTP (Cross-Over dan Straight-through) dengan konektor RJ45
3. MikroTik RouterBoard, 5 buah router, dimana satu router untuk menjadi
router utama dan empat router lagi sebagai router utama dimasing-masing
lantainya.
4. Aplikasi WinBox
5. Akses ke jaringan Public, dapat menggunakan modem ataupun jaringan
internet kampus.
C. MATERI SINGKAT

65

Routing memegang peranan penting dalam suatu network terutama dalam


mengatur jalur data dari suatu komputer ke komputer lain. Perangkat yang
bertugas mengatur routing disebut ROUTER. Salah satu router yang paling
banyak

dipakai

adalah

MikroTik,

karena

dipandang

mudah

dalam

pengoperasiannya dan kebutuhan hardware yang relative rendah.


Ada beberapa mekanisme routing, diantaranya:
a. Dynamic Routing / OSPF
OSPF(Open Shortest Path First) adalah routing protocol yang dikembangkan
untuk internet protokol (IP) yang berdasarkan pada pemilihan jalur yang dilalui
paket data yang terdekat. OSPF adalah link state routing protokol yang digunakan
untuk mengirim LSAs ke semua router di hirarki area yang sama. sebagai OSPF
router, link state mengumpulkan informasi, mereka menggunakan algoritma
SPF(sort path first) untuk menghitung jalur terpendek ke setiap nodenya.
Cara Penentuan Jalur terbaiknya dengan menggunakan nilai metric. metric
berdasarkan nilai OSPF cost = 10^8/nilai bandwidth terendah dalam bps. routing
update hanya akan dikirim ketika ada perubahan link up atau down. dan yang
membedakan ospf dengan routing-routing lain, pada ospf tedapat penggunaan
area-area.
Ada dua tipe hirarki dalam OSPF:

Transit Area (Backbone or area 0)

Regular areas (nonbackbone areas)

Area karakteristik OSPF:


Meminimalisir routing table.
Jika ada perubahan dalam satu area tidak akan mempengaruhi area lain,
karena LSA flooding hanya dikirim ke satu area tersebut.
Fitur :
OSPF adalah routing protocol yang hanya bekerja membedakan antara media
lain.
OSPF mendukung operasi yang melewati tiga tipe jaringan: Broadcast Multi
access, Point-to-Point, Nonbroadcast Multiaccess.
OSPF Interface secara default:
Mode OSPF pada Frame Relay main interface adalah non-broadcast
Mode OSPF pada Point-to multipoint subinterface adalah non-broadcast.

66

Mode OSPF pada Point-to-point Sub-interface mode adalah Point -to-point


Di dalam OSPF ada beberapa router type;
1. Internal Router = Semua interface nya berdampingan pada area yang sama.
2. Backbone Router = Biasa dikenal dengan area 0, Router Utama.
3. Area Border Router(ABR) = Router yang terkoneksi dua atau lebih area
ospf.
4. Autonomous System Boundary Router (ASBR) = router akan disebut ASBR
jika router ini terkoneksi dua atau lebih area, dan ada routingan lain yang di
redirect/ di inject ke dalam OSPF.
b. HotSpot
Hotspot System digunakan untuk memberikan layanan akses jaringan
(Internet/Intranet) di Public Area dengan media kabel maupun wireless. Hotspot
menggunakan Autentikasi untuk menjaga Jaringan tetap dapat dijaga walaupun
bersifat public.
Proses Autentikasi menggunakan protocol HTTP/HTTPS yang bisa dilakukan
oleh semua web-browser. Hotspot System ini merupakan gabungan atau
kombinasi dari beberapa fungsi dan fitur RouterOS menjadi sebuah system yang
sering disebut 'Plug-n-Play' Access.
Hotspot System bisa digunakan pada jaringan Wireless maupun jaringan
Kabel bahkan kombinasi dari keduanya. Jaringan Hotspot bersifat

Bridge

Network
c. BGP (Border Gateway Protocol)
BGP(Border Gateway Protocol) merupakan inti dari protocol routing di
internet. protocol ini menjadi backbone dari jaringan internet di dunia. BGP
merupakan routing protocol. BGP dijelaskan dalam RFC4271. BGP bekerja
dengan cara memetakan sebuah ip table network yang menunjukkan ke jaringan
yang dapat dicapai antar AS(Autonomous System). BGP digambarkan sebagai
sebuah protocol path vector. BGP tidak menggunakan Metrik IGP(Interior
Gateway Protocol) tradisional, tapi membuat keputusan routing berdasarkan path,
netwok polices dan rule set.
BGP General Operation
Mendengar dan mempelajari semua path, baik dari IGP maupun EGP
Memilih best path dan mengaktifkannya ke forwarding table
67

Best path dikirimkan ke external BGP neighbor


Filter/policy bisa diterapkan untuk mengatur proses pemilihan best path
BGP mendukung class-inter-domain dan menggunakan route aggregation
untuk mengurangi table routing. BGP diciptakan sebagai pengganti rotuing EGP
yang mengijinkan routing secara tersebar sehingga tidak harus mengacu pada
jaringan backbone saja.
BGP Attribute Type
Well-known Mandatory = Harus di ada di semua BGP router, ada di semua
BGP update dan dapat melewati semua BGP router. contoh = AS path, origin
dan next hop.
Well-known discretionary : Akan ada kalau di configurasikan = Local
Preference.
Optional Transitive : kalau attribute itu tidak di kenali maka attribute nya
akan dilewatkan. contoh = aggregator, community.
Optional Non-transitive: kalau attribute itu tidak dikenali maka attribute itu
akan di drop. contoh = Multi-exit Discriminator(MED), Originator ID.
noted : kata mandatory = kalau diartikan pasti ada di semua router BGP.

68

D. LANGKAH KERJA
TOPOLOGI
Rancanglah jaringan sebagaimana topologi berikut:

INTERN
ET

Eth3

Eth2

Eth 5

Eth1

RU Eth3

Eth1
Client2
LANTAI

32
R1

LANTAI 1

Eth1

Et
h

Eth2
Eth3 RU 2
Eth 4

Client3

Eth2

Eth2

Eth1

Eth1

Eth1

R2

Eth2

Eth1
LANTAI 3

Eth2

Eth 4

Eth3
RU 1 Eth 4

Gedung 1

Eth3

h3
Et

LANTAI 1 3
h
R1 Et
Client2

Client4

R3

Eth 4

Eth1

Eth1

Eth2

Eth1

Eth 4

h3
Et

Eth 5

LANTAI 2

Eth2

Eth1

Eth2 R2Eth 4

Eth1

Eth1

Eth1

Eth1

LANTAI 3
Eth2

Client3
Client4

Client1

R3

LANTAI 4

R4

Eth3 Eth3

Client4
Eth1

Eth1

Eth1

LANTAI 4
R4
Eth1
Eth2

Client1

Gedung 2

KETERANGAN TOPOLOGI:

69

Garis Merah (

: Penghubung router utama dengan

: Penghubung antar router backbone

: Penghubung antar router dilantai

jaringan internet
Garis Kuning (
di masing masing lantai
Garis Hitam (
yang sama
Router (

: Sebagai Router Utama pembangun jaringan satu

gedung
Router

: Sebagai Router Utama/ backbone di tiap lantai

Eth1 , Eth2, Eth3, Eth4, Eth5


ALOKASI ALAMAT IP
a. JARINGAN BACKBONE (ROUTER UTAMA)
Yang dimaksud sebagai jaringan backbone pada jaringan ini adalah jaringan
jaringan yang menghubungkan antara router utama ke router-router masingmasing lantai dan koneksi antar router-router setiap lantai sehingga membentuk
topologi mesh.
Dari topologi jaringan diatas maka pada Gedung 1 akan terbentuk 11 segment
jaringan, yaitu:
1.
Segment 1 (RU1 dan R1) dengan NetAddress :192.168.1.0 /30
Interface Eth5 pada RU1
: 192.168.1.1 /30
Interface Eth1 pada R1
: 192.168.1.2 /30
2.
Segment 2 (RU1 dan R2) dengan NetAddress :192.168.2.0 /30
Interface Eth2 pada RU1
: 192.168.2.1 /30
Interface Eth1 pada R2
: 192.168.2.2 /30
3.
Segment 3 (RU1 dan R3) dengan NetAddress :192.168.3.0 /30
Interface Eth3 pada RU1
: 192.168.3.1 /30
Interface Eth1 pada R3
: 192.168.3.2 /30
4.
Segment 4 (RU1 dan R4) dengan NetAddress :192.168.4.0 /30
Interface Eth4 pada RU1
: 192.168.4.1 /30
Interface Eth1 pada R4
: 192.168.4.2 /30
5.
Segment 5 (R1 dan R2) dengan NetAddress :192.168.5.0 /30
Interface Eth3 pada R1
: 192.168.5.1 /30
Interface Eth3 pada R2
: 192.168.5.2 /30

70

6.

Segment 6 (R2 dan R3) dengan NetAddress :192.168.6.0 /30


Interface Eth4 pada R2
: 192.168.6.1 /30
Interface Eth4 pada R3
: 192.168.6.2 /30
7.
Segment 7 (R3 dan R4) dengan NetAddress :192.168.7.0 /30
Interface Eth3 pada R3
: 192.168.7.1 /30
Interface Eth3 pada R4
: 192.168.7.2 /30
8.
Segment 8 (R1 dan Client1) dengan NetAddress :192.168.8.0 /30
Interface Eth2 pada R1
: 192.168.8.1 /30
Interface Eth1 pada Client1
: 192.168.8.2 /30
9.
Segment 9 (R2 dan Client2) dengan NetAddress :192.168.9.0 /30
Interface Eth2 pada R2
: 192.168.9.1 /30
Interface Eth1 pada Client2
: 192.168.9.2 /30
10.
Segment 10 (R3 dan Client3) dengan NetAddress :192.168.10.0 /
30
Interface Eth2 pada R3
: 192.168.10.1 /30
Interface Eth1 pada Client3
: 192.168.10.2 /30
11.
Segment 11 (R4 dan Client4) dengan NetAddress :192.168.11.0 /30
Interface Eth2 pada R3
: 192.168.11.1 /30
Interface Eth1 pada Client4
: 192.168.11.2 /30
Gedung 2 akan terbentuk 11 segment jaringan, yaitu:
1.
Segment 12 (RU2 dan R1) dengan NetAddress :192.168.12.0 /30
Interface Eth5 pada RU2
: 192.168.12.1 /30
Interface Eth1 pada R1
: 192.168.12.2 /30
2.
Segment 2 (RU2 dan R2) dengan NetAddress :192.168.13.0 /30
Interface Eth2 pada RU2
: 192.168.13.1 /30
Interface Eth1 pada R2
: 192.168.13.2 /30
3.
Segment 3 (RU2 dan R3) dengan NetAddress :192.168.14.0 /30
Interface Eth3 pada RU2
: 192.168.14.1 /30
Interface Eth1 pada R3
: 192.168.14.2 /30
4.
5.
6.
7.
8.

Segment 4 (RU2 dan R4) dengan NetAddress :192.168.15.0 /30


Interface Eth4 pada RU2
: 192.168.15.1 /30
Interface Eth1 pada R4
: 192.168.15.2 /30
Segment 5 (R1 dan R2) dengan NetAddress :192.168.16.0 /30
Interface Eth3 pada R1
: 192.168.16.1 /30
Interface Eth3 pada R2
: 192.168.16.2 /30
Segment 6 (R2 dan R3) dengan NetAddress :192.168.17.0 /30
Interface Eth4 pada R2
: 192.168.17.1 /30
Interface Eth4 pada R3
: 192.168.17.2 /30
Segment 7 (R3 dan R4) dengan NetAddress :192.168.18.0 /30
Interface Eth3 pada R3
: 192.168.18.1 /30
Interface Eth3 pada R4
: 192.168.18.2 /30
Segment 8 (R1 dan Client1) dengan NetAddress :192.168.19.0 /30
Interface Eth2 pada R1
: 192.168.19.1 /30
Interface Eth1 pada Client1
: 192.168.19.2 /30
71

9.

Segment 9 (R2 dan Client2) dengan NetAddress :192.168.20.0 /30


Interface Eth2 pada R2
: 192.168.20.1 /30
Interface Eth1 pada Client2
: 192.168.20.2 /30
10.
Segment 10 (R3 dan Client3) dengan NetAddress :192.168.21.0 /
30
Interface Eth2 pada R2
: 192.168.21.1 /30
Interface Eth1 pada Client3
: 192.168.21.2 /30
11.
Segment 11 (R4 dan Client4) dengan NetAddress :192.168.22.0 /
30
Interface Eth2 pada R4
: 192.168.22.1 /30
Interface Eth1 pada Client4
: 192.168.22.2 /30
Segment 23 (RU1 dan RU) dengan NetAddress :192.168.23.0 /30
Interface Eth2 pada RU
: 192.168.23.1 /30
Interface Eth1 pada RU1
: 192.168.23.2 /30
Segment 24 (RU2 dan RU) dengan NetAddress :192.168.24.0 /30
Interface Eth3 pada RU
: 192.168.24.1 /30
Interface Eth1 pada RU2
: 192.168.24.2 /30
Interface-interface yang terdapat di ROUTER UTAMA GEDUNG 1 (RU1) adalah
1) Eth2
:
192.168.2.1 /30
2) Eth3
:
192.168.3.1 /30
3) Eth4
:
192.168.4.1 /30
4) Eth5
:
192.168.1.1 /30
Interface-interface yang terdapat di ROUTER UTAMA GEDUNG 2 (RU2) adalah
1) Eth2
:
192.168.13.1 /30
2) Eth3
:
192.168.14.1 /30
3) Eth4
:
192.168.15.1 /30
4) Eth5
:
192.168.12.1 /30
1. JARINGAN GEDUNG 1
a. Jaringan di Lantai 1 Gedung 1
Lantai satu memiliki sebuah Router (R1) yang memiliki 3 buah interface yang
mana satu terhubung ke router utama, satu terhubung ke router 2 dan satu lagi
terhubung ke client. Maka interface jaringan yang akan terbentuk adalah:
a. Eth1
:
192.168.1.2 /30
b. Eth2
:
192.168.8.1 /30
c. Eth3
:
192.168.5.1 /30
b. Jaringan di lantai 2 Gedung 1
Lantai dua memiliki sebuah Router (R2) yang memiliki 4 buah interface yang
mana satu terhubung ke router utama, satu terhubung ke router 1, satu
terhubung ke router 3 dan satu lagi terhubung ke client. Maka interface
jaringan yang akan terbentuk adalah:
a. Eth1
:
192.168.2.2 /30
b. Eth2
:
192.168.9.1 /30
72

c. Eth3
d. Eth4

:
:

192.168.5.2 /30
192.168.6.1 /30

c. Jaringan di lantai 3 Gedung 1


Lantai tiga memiliki sebuah Router (R3) yang memiliki 4 buah interface yang
mana satu terhubung ke router utama, satu terhubung ke router 2, satu
terhubung ke router 4 dan satu lagi terhubung ke client. Maka interface
jaringan yang akan terbentuk adalah:
a. Eth1 :
192.168.3.2 /30
b. Eth2 :
192.168.10.1 /30
c. Eth3 :
192.168.7.1 /30
d. Eth4 :
192.168.6.2 /30
d. Jaringan di lantai 4 Gedung 1
Lantai empat memiliki sebuah Router (R4) yang memiliki 3 buah interface
yang mana satu terhubung ke router utama, satu terhubung ke router 3 dan
satu lagi terhubung ke client. Maka interface jaringan yang akan terbentuk
adalah:
a. Eth1
b. Eth2
c. Eth3

:
:
:

192.168.4.2 /30
192.168.11.1 /30
192.168.7.2 /30

2. JARINGAN GEDUNG 2
a. Jaringan di Lantai 1 Gedung 2
Lantai satu memiliki sebuah Router (R1) yang memiliki 3 buah interface yang
mana satu terhubung ke router utama, satu terhubung ke router 2 dan satu lagi
terhubung ke client. Maka interface jaringan yang akan terbentuk adalah:
a. Eth1
:
192.168.12.2 /30
b. Eth2
:
192.168.19.1 /30
c. Eth3
:
192.168.16.1 /30
b. Jaringan di lantai 2 Gedung 2
Lantai dua memiliki sebuah Router (R2) yang memiliki 4 buah interface yang
mana satu terhubung ke router utama, satu terhubung ke router 1, satu
terhubung ke router 3 dan satu lagi terhubung ke client. Maka interface
jaringan yang akan terbentuk adalah:
a. Eth1
:
192.168.13.2 /30
b. Eth2
:
192.168.20.1 /30
c. Eth3
:
192.168.16.2 /30
d. Eth4
:
192.168.17.1 /30
73

c. Jaringan di lantai 3 Gedung 2


Lantai tiga memiliki sebuah Router (R3) yang memiliki 4 buah interface yang
mana satu terhubung ke router utama, satu terhubung ke router 2, satu
terhubung ke router 4 dan satu lagi terhubung ke client. Maka interface
jaringan yang akan terbentuk adalah:
a. Eth1
:
192.168.14.2 /30
b. Eth2
:
192.168.21.1 /30
c. Eth3
:
192.168.18.1 /30
d. Eth4
:
192.168.17.2 /30
d. Jaringan di lantai 4 Gedung 2
Lantai empat memiliki sebuah Router (R4) yang memiliki 3 buah interface
yang mana satu terhubung ke router utama, satu terhubung ke router 3 dan
satu lagi terhubung ke client. Maka interface jaringan yang akan terbentuk
adalah:
a. Eth1
b. Eth2
c. Eth3

:
:
:

192.168.15.2 /30
192.168.22.1 /30
192.168.18.2 /30

LANGKAH KERJA SETTING ROUTING OSPF


1. Hubungkan masing-masing router sesuai dengan topologi.
2. Jalankan Aplikasi WinBox pada masing-masing PC. Setiap satu router
dikonfigurasi oleh satu PC / laptop.
3. Reset-configuration masing-masing router
4. Atur masing-masing alamat IP pada router ditiap lantai gedung sesuai dengan
topologi. Dengan cara pilih menu IP, klik Addresses
5. Lalu, klik ikon Tambah untuk menginisialisasikan alamat IP pada masingmasing ethernet (Eth) yang telah diatur sesuai dengan topologi. Perhatikan
alamat IP harus sesuai dengan Interface (Eth). (Lihat topologi dan Alokasi
Alamat IP)

74

6. Lakukan secara benar untuk masing-masing router ditiap lantai.

7. Kemudian setelah alamat IP untuk setiap interface telah diinisialisasikan,


maka kita akan mensetting dynamic routing / ospf.
8. Caranya, pilih menu Routing pada WinBox, kemudian klik OSPF.
9. Setelah muncul jendela OSPF, maka pilih tab Network

75

10. Kemudian, klik ikon Tambah kemudian masukkan Net Address jaringan
yang terhubung secara langsung ke interface pada masing-masing Router.
Contohnya pada setting ospf router 1, maka net address yang kita daftarkan
adalah 192.168.1.0 dan 192.168.5.0. karena pada router 1 ada dua interface
yang terhubung ke router lainnya pada jaringan utama yaitu : Eth1 =
192.168.1.2 dan Eth3 = 192.168.5.1.
11. Lalu untuk mengetes apakah ospf berjalan atau tidak yaitu dengan cara pilih
menu Tools lalu klik TraceRouter. Setelah itu muncul jendela Trace
Router
12. Pada baris Traceroute to ketikkan alamat IP yang ingin dituju. Kemudian
klik start

13. Maka, bila mekanisme ini berhasil, akan ditampilkan jalur-jalur yang dapat
dilewati paket data menuju alamat yang kita tuju tadi.
76

LANGKAH KERJA SETTING HOTSPOT


1. Lakukan akses ke router utama (RU) dengan Aplikasi WinBox.
2. Kemudian tentukan interface mana yang akan disetting menjadi interface
public, biasanya Eth 1 yang akan menghubungkan ke internet. Dan interface
Eth 2, Eth 3, Eth 4 dan Eth 5 yang dipakai sebagai interface lokal, yang akan
dikonfigurasi menjadi hostspot.

3. Setelah itu pada Winbox, pilih menu IP, klik Hotspot.


4. Lalu muncul jendela hotspot. Kemudian pada tab Servers klik tombol
Hotspot Setup.

5. Pilih Interface yang akan dijadikan sebagai interface jaringan Hotspot.

6. Setting Hotspot Address, masukkan IP address sesuai kebutuhan, klik Next.

77

7. Tentukan batasan IP DHCP. IP pada range tersebut akan dijadikan sebagai IP


dynamic yang diberi secara otomatis pada client, klik Next

8. Pada jendela Sertifikat, pilih None klik next.

9. Setting SMTP Server, biarkan 0.0.0.0 klik next

10. Konfigurasi DNS Server. Kita pakai DNS Google 8.8.8.8

11. DNS Name untuk hotspot yang dibuat, bisa juga dikosongkan.

78

12. Konfigurasi Hotspot selesai, klik OK.

13. Menambah User Baru


14. Untuk menambah atau mendaftarkan user baru, dapat dilakukan melalui
WinBox pilih IP | Hotspot |User, Klik tanda tambah.
15. Masukkan nama user dan password, lalu klik OK. Lakukan cara yang sama
untuk mendaftarkan user-user yang dibolehkan akses ke hotspot.
.

16. Menambah User dengan profil yang berbeda


17. Mikrotik hotspot memberikan untuk mengkonfigurasi user dengan profile
yang berbeda, misalnya ada 2 profile user VIP dan Biasa. Dimana VIP
memperoleh kecepatan akses yang lebih dari user Biasa, meskipun samasama
79

18. menggunakan faslitas hotspot yang sama.


Setup profile dapat dilakukan dengan cara memilih menu IP | Hotspot |
User Profiles |

19. Pada rate limit, isi 64k/20k 200k/200k 100k/40k 20/24 7 20k/20k. Nilai ini
disesuaikan dengan kebijan IT pada instansi tempat membangun hotspot.
20. Berikut format pengisiannya :
21. x1k/y1k 22. : Rate (TX rate/ RX rate misal :
128k/1024k)
23. x2k/y2k 24. : Burst Rate (misal : 256k/2048k)
25. x3k/y3k 26. : Burst Threshold (misal : 160k/1280k)
27. x5/y5
28. : Burst Time (dalam detik misal :
29. P

60/60)
30. : Prioritas (nilai 1-8), 1 adalah prioritas

utama
31. x6k/y6k 32. : Minimum rate: (i.e 32k/256k)
21. Penambahan User baru
Pada Winbox, klik IP | Hotspot | User |
Name

: Isikan nama User

Password : masukkan password User


Profile

: pilih profile dari user yang akan dibuat.

Lebih lengkapnya mengenai New Hotspot User, lihat gambar berikut :

80

22. Melihat hasil konfigurasi


a. Halaman Login
23. Jika konfigurasi sukses, setiap user yang akan browsing internet akan di
redirect ke halaman login seperti gambar berikut :

LANGKAH KERJA SETTING BGP


Konfigurasi pada Router 1 :

81

1.

Setup ip address ether1 10.18.1.1/30. Command : ip address add


address=10.18.1.1/30 interface=ether1

2.

Setup ip address ether2 192.168.2.1/24. Command : ip address add


address=1192.168.2.1/24 interface=ether2

3.

Setup AS Number Router1, kita setting AS nya 65529. Menu : Routing >
BGP > Instances

4. Setting Peer pada Menu Peer.

82

5. Name

disini

disikan

R2

karena

peernya

menuju

R2.

Remote address : IP address peer, yaitu IP Router 2 10.18.1.2


Remote ASN : AS Number Router2.
6. Kemudian

Klik

menu

networks.

Tambahkan networks 192.168.2.0/24 yang ada pada interface ether2 untuk


diadvertise ke Router2.

83

7.

Konfigurasi pada Router 1 selesai.

Konfigurasi Router 2 :
1. Setup

IP ether1 10.18.1.2/30. Command

ip

address

add

address=10.18.1.2/30 interface=ether1.
2. Setup AS Number Router2, kita setting AS nya 65530. Menu : Routing >
BGP > Instances.

84

3. Lalu setup peernya

4. Pada router 2 tidak perlu menambahkan networks, karena tidak akan


mengadvertise routingan apapun ke router1.

85

5. Settingan

selesai,

dan

lihat

hasilnya

pada

menu

IP >

route.

Akan terlihat Status DAb, yang berarti Dynamic Active BGP

BAB VIII
86

VIRTUAL PRIVATE NETWORK


A. Pengertian VPN
VPN merupakan singkatan dari Virtual Private Network, yaitu sebuah
koneksi private melalui jaringan publik (dalam hal ini internet). Disini ada 2 kata
yang dapat kita garis bawahi yaitu:

Virtual network, yang berarti jaringan yang terjadi hanya bersifat virtual.
Tidak ada koneksi jaringan secara riil antara 2 titik yang akan berhubungan.

Private, jaringan yang terbentuk bersifat private dimana tidak semua orang
bisa mengaksesnya. Data yang dikirimkan terenkripsi sehingga tetap rahasia
meskipun melalui jaringan publik.

Dengan VPN ini kita seolah-olah membuat jaringan didalam jaringan atau
biasa disebut tunnel (terowongan). Tunneling adalah suatu cara membuat jalur
privat dengan menggunakan infrastruktur pihak ketiga.
VPN menggunakan salah satu dari beberapa teknologi tunneling yang ada
yaitu:
1. PPTP
Dikembangkan oleh Microsoft dari PPP yang dipergunakan untuk remote
access. Caranya:
PPTP mengenkapsulasi frame yang bisa berisi IP, IPX atau NetBEUI
dalam sebuah header Generic Routing Encapsulation (GRE). Tetapi PPTP
87

membungkus GRE dalam paket IP. Jadi PPTP membutuhkan IP untuk


membuat tunnel-nya, tetapi isinya bisa apa saja.
Data aslinya dienkripsi dengan MPPE.
PPTP-linux adalah client software. Sedangkan yang server adalah PoPToP
untuk Linux, Solaris dan FreeBSD.
2. L2F
Dibuat Cisco tahun 1996. Bisa menggunakan ATM dan Frame Relay, dan
tidak membutuhkan IP. L2F juga bisa menyediakan otentikasi untuk tunnel
endpoints.
3. L2TP
Dikembangkan oleh Microsoft dan Cisco. Bisa mengenkapsulasi data dalam
IP, ATM, Frame Relay dan X.25.
Keunggulan L2TP dibandingkan PPTP:
Multiple tunnels between endpoints, sehingga bisa ada beberapa saluran
yang memiliki perbedaan Quality of Service (QoS).
Mendukung kompresi
Bisa melakukan tunnel authentication
Bisa bekerja pada jaringan non-IP seperti ATM dan Frame Relay.
4. IPSec
Dalam tunneling mode, IP Sec bisa dipergunakan untuk mengenkapsulasi
paket. IP Sec juga bisa dipergunakan untuk enkripsi dalam protokol tunneling
lainnya.
IPSec menggunakan 2 protokol
Authentication Header (AH): memungkinkan verifikasi identitas pengirim.
AH juga memungkinkan pemeriksaan integritas dari pesan/informasi.
Encapsulating Security Payload (ESP): memungkinkan enkripsi informasi
sehingga tetap rahasia. IP original dibungkus, dan outer IP header
biasanya berisi gateway tujuan. Tetapi ESP tidak menjamin integrity dari
outer IP header, oleh karena itu dipergunakan berbarengan dengan AH.
5. SSH dan SSH2

88

Dikembangkan untuk membuat versi yang lebih aman dari rsh, rlogin dan rcp
pada UNIX. SSH menggunakan enkripsi dengan public key seperti RSA.
SSH bekerja pada session layer kalau merujuk pada OSI reference model,
sehingga disebut circuit-level VPN. SSH membutuhkan login account.
6. CIPE
Adalah driver kernel Linux untuk membuat secure tunnel antara 2 IP subnet.
Data dienkripsi pada lapisan network layer (OSI) sehingga di sebut low-level
encryption. Oleh karena itu CIPE tidak memerlukan perubahan besar pada
layer-layer di atasnya (termasuk aplikasi).
VPN merupakan perpaduan antara teknologi tunneling dan enkripsi. Fasilitas
yang terdapat pada Router Mikrotik untuk implementasi Tunneling ini antra lain :
IPIP (IP over IP)
EoIP (Ethernet over IP)
VLAN (Virtual LAN)
Dibawah ini adalah gambaran tentang koneksi VPN yang menggunakan
protokol PPTP. PPTP (Pont to Point Tunneling Protocol) adalah sebuah protokol
yang mengizinkan hubungan Point-to Point Protocol (PPP) melewati jaringan IP,
dengan membuat Virtual Private Network (VPN).

B. Cara Kerja VPN

89

Dari gambar diatas secara sederhana cara kerja VPN (dengan protokol PPTP)
adalah sebagai berikut:
1. VPN membutuhkan sebuah server yang berfungsi sebagai penghubung antar
PC, Server VPN ini bisa berupa komputer dengan aplikasi VPN Server atau
sebuah Router, misalnya MikroTik RB 750.
2. Untuk memulai sebuah koneksi, komputer dengan aplikasi VPN Client
mengontak Server VPN, VPN Server kemudian memverifikasi username dan
password dan apabila berhasil maka VPN Server memberikan IP Address
baru pada komputer client dan selanjutnya sebuah koneksi / tunnel akan
terbentuk.
3. Untuk selanjutnya komputer client bisa digunakan untuk mengakses berbagai
resource (komputer atu LAN) yang berada dibelakang VPN Server misalnya
melakukan transfer data, ngeprint dokument, browsing dengan gateway yang
diberikan dari VPN Server, melakukan remote desktop dan lain sebagainya.
C. Keuntungan Atau Manfaat VPN
Beberapa keuntungan dari teknologi VPN diantaranya adalah:
1. Remote Access, dengan VPN kita dapat mengakses komputer atau jaringan
kantor, dari mana saja selama terhubung ke internet
2. Keamanan, dengan koneksi VPN kita bisa berselancar dengan aman ketika
menggunakan akses internet publik seperti hotspot atau internet cafe.
3. Menghemat biaya setup jaringan, VPN dapat digunakan sebagai teknologi
alternatif untuk menghubungkan jaringan lokal yang luas dengan biaya yang
relatif kecil, karena transmisi data teknologi VPN menggunakan media
jaringan public yang sudah ada tanpa perlu membangun jaringan pribadi.
D. Kekurangan Atau Kelemahan VPN
1. Koneksi internet (jaringan publik) yang tidak bisa kita prediksi. Hal ini dapat
kita maklumi karena pada dasarnya kita hanya "nebeng" koneksi pada
jaringan pihak lain sehingga otomatis kita tidak mempunyai kontrol terhadap
jaringan tersebut.
2. Perhatian lebih terhadap keamanan. Lagi-lagi karena faktor penggunaan
jaringan publik, maka kita perlu memberikan perhatian yang lebih untuk

90

mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti penyadapan,


hacking dan tindakan cyber crime pada jaringan VPN.
E. Langkah-Langkah Konfigurasi VPN Di Mikrotik

KONFIGURASI ROUTER 1:
1. Mengkonfigurasi IP Address pada ether 1 dan ether 2 menggunakan winbox
melalui perintah IPAddressAdd.

2. Mengaktifkan PPTP menggunakan winbox melalui PPPPPTP Server :

91

3. Menentukan username dan password untuk proses autentikasi Client yang


akan terkoneksi ke PPTP server. Yang perlu diperhatikan adalah penggunaan
huruf besar dan kecil akan berpengaruh. Masuk menu PPPSecretAdd.
Local Address adalah alamat IP yang akan terpasang pada router itu sendiri
(Router 1 PPTP Server) setelah link PPTP terbentuk .
Remote Address adalah alamat IP yang akan diberikan ke Client setelah
link PPTP terbentuk.

92

4. Agar antar jaringan local bisa saling berkomunikasi, kita perlu menambahkan
routing static dengan konfigurasi. Melalui menu IPRouterAdd.
dst-address : jaringan local Router lawan (Router 2).
gateway : IP PPTP Tunnel pada kedua router (IP Address PPTP Router 2).

KONFIGURASI ROUTER 2:
1. Mengkonfigurasi IP Address pada ether 1 dan ether 2 menggunakan winbox
melalui perintah IPAddressAdd.

2. Tambahkan interface baru sebagai PPTP Client, menggunakan winbox


melalui, PPPAddPPTP Client.
Lakukan dial ke IP Public Router 1 (PPTP server) dan masukkan username
dan password sesuai pengaturan secret PPTP Server.

93

3. Agar antar jaringan local bisa saling berkomunikasi, kita perlu menambahkan
routing static dengan konfigurasi, melalui menu IPRoutesAdd.
dst-address : jaringan local Router lawan (Router 1).
gateway : IP PPTP Tunnel pada kedua router (IP Address PPTP Router 1).

KONFIGURASI REMOTE CLIENT (PC/LAPTOP) PADA WINDOWS 7


1. Pastikan PC/laptop terkoneksi ke internet. Masuk menu Network and Sharing
Center, kemudian create koneksi baru dengan memilih Set up new connection
or network.

94

2. Selanjutnya pilih Connect to a workplace , lalu klik next.

3. Pilih Use My Internet Connection (VPN)

4. Kemudian, kita diminta untuk memasukkan ke IP Address yang akan


melakukan koneksi. Sebagai contoh IP Address Publik Mikrotik di Router
Gedung A adalah 180.250.42.28.

95

5. Selanjutnya masukkan username dan password sesuai pada pengaturan Secret


yang ada di PPTP server. Lalu klik Connect.

6. Tunggu proses autentikasi sampai selesai, sehingga PC/Laptop terkoneksi.

7. Jika sudah terkoneksi, maka pada icon toolbar Network Connection di pojok
kanan bawah seperti gambar dibawah ini.

96

DAFTAR PUSTAKA
Santoso, Berkah.2013.Bermain dengan Infrastruktur Virtual : VMware
vSphere (Tulisan Kesepuluh).berkahs@cloudindonesia.or.id.
Santoso, Berkah.2013.Bermain dengan Infrastruktur Virtual : VMware
vSphere (Tulisan Kesebelas).berkahs@cloudindonesia.or.id.
http://confickeragung.blogspot.com/2012/10/bagian-bagian-pada-hardisk.html
http://tulisan-yopie.blogspot.com/2012/03/iscsi-san-dan-nas.html
https://www.linkedin.com/pulse/20141112234537-39935306-pemilihan-storagevmware
http://www.jagatreview.com/2011/02/apakah-itu-virtualisasi-data-center/
http://www.ramansah.com/2013/04/keuntungan-implementasi-virtualisasi-didata-center/
http://www.excellent.co.id/product-services/vmware/keuntungan-teknologivirtualisasi-cloud-computing/
http://rikymetalist.blogspot.com/2013/06/perancangan-data-center-apa-sihdata.html
http://www.slideshare.net/ndratea/edisi-02-bermain-dengan-infrastruktur-virtualvmware-vsphere
http://www.slideshare.net/ndratea/edisi-01-bermain-dengan-infrastruktur-virtualvmware-vsphere
http://www.vmware.com/files/pdf/virtual_networking_concepts.pdf

97

LAMPIRAN
NAMA-NAMA KELOMPOK :
Kelompok 1 (BAB I & V)
Ridwan Fadlil (1202172)

Kelompok 2 (BAB II &VI)


Rika Pertiwi (1202176)

Andri Sukarman (1202187)

Laila Hidayati (1202211)

Wahyu Masril (1202192)

Fadel Muhammad (1202208)

Liansyahmora Nasution (1202180)

Rizki Huda Pratama (1202196)

Al Amrikasir (1202213)

Adiyaksa Fahmi Marat (1202189)

Windi Afriani (1202175)

Fadhli (1202214)

Nofi Juliasni (1202178)

Bagus Kurniawan (1202193)

Delvi Aulia Ningsih (1202183)

Siti Muthmainnah (1202179)

Intan Marlina (1202191)

Anisa Novia Sari (1202184)

Nova Indra Yani (120201)

Ivani Poetri (1202198)

Dheppy A. Tristyani (1202206)

Wina Fransiska (1202203)


1.

Kelompok 3 (BAB III & VII)


Irfan Marino (1202174)

Kelompok 4 (BAB IV)


Rendy Harisca (1202186)

Muhammad Afdal Arza (1202190)

Janasro Tumangger (1202204)

Alberto Adia (1202197)

Ariandi Hidayat (1202210)

Hasan Tarmizi (1202209)

Ramadhoni (1202207)

Edo Kurnia Putra (1202217)

Dara Rahma Raindra (1202171)

Marliza Deviana (1202173)

Munairoh (1202177)

Defia Roza (1202181)

Rima Yulianti (1202182)

Ramadanil Febrianto (1202185)

Rahmadanti (1202188)

Latifah (1202199)

Sandri Novita Sari (1202200)

Ramadhani (1202202)

Harfina Dwi Sundari (1202205)

Afrita Tiwi Rahayu (1202212)

Sri Fadilah (1202215)

98

99