Anda di halaman 1dari 30

DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN

Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang


Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan

LAPORAN ANTARA

BAB V
PENYELIDIKAN TANAH
5.1.

UMUM

Survey geoteknik

mekanika tanah dilakukan dengan tujuan

memperoleh informasi dan data-data di bawah permukaan tanah


dan karakteristik lapisan tanah penyusun tanah. Hal ini dilakukan
kondisi tanah atau sifat keteknikan tanah tidak dapat diperkirakan
(unforeseen) jadi dengan survey geoteknik ini akan memberikan
informasi kepada perencana tentang kondisi bawah permukaan dan
sifat-sifat mekanis atau keteknikan serta sifat fisik tanah sebagai
dasar analisis desain engineering. Pekerjaan penyelidikan tanah
dilakukan guna mendapatkan data-data serta gambaran mengenai
keadaan, jenis dan sifat-sifat mekanis tanah di lokasi perencanaan
pembangunan

fasilitas

dermaga

sehingga

pada

desain

tidak

mengalami perencanaan yang berlebihan (overdesign).


Pada pekerjaan penyelidikan tanah ini, lingkup pekerjaan yang
akan dilaksanakan terdiri dari pengujian CPT (Cone Penetration
Test) , SPT, dan pengujian contoh tanah di laboratium. Contoh tanah
yang dijadikan sebagai sample merupakan hasil dari hand boring.
Sedangkan contoh tanah yang diperoleh dari hasil bor harus
segera ditest di laboratorium. Jenis pengujian laboratorium yang
dilakukan adalah sebagai berikut :
a) Specific gravity test
b) Moisture content dan density
c) Atterberg limits test
d) Grain size distribution
e) Direct shear test
V-1

DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN


Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang
Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan

LAPORAN ANTARA

f) Consilidation test

5.2.
PEKERJAAN LAPANGAN
Pekerjaan lapangan (Field Work) merupakan proses untuk
memperoleh keyakinan secara sistematis dengan mengumpulkan
bahan bukti (evidence) secara objektif tentang operasi entitas,
mengevaluasinya dan :
1. melihat apakah operasi tersebut memenuhi standar yang dapat
diterima dan mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan
2. menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan oleh
manajemen.
Tujuan
pekerjaan

lapangan (Field

Work) adalah

untuk

membantu pemberian keyakinan dengan melaksanakan prosedurprosedur audit yang ada di program audit, sesuai tujuan audit yang
ingin dicapai atau dengan bahasa sederhana pengumpulan bahan
bukti untuk pengukuran dan evaluasi.
Pekerjaan lapangan yang di perlukan dalam pembuatan
underpass pasar jombang ini antara lain adalah sondir, SPT, Hand
Boring dan Geolistrik.
Contoh tanah (soil sampling) yang didapatkan sebagai hasil
penyelidikan tanah ini, dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
a. Contoh tanah tidak terganggu (Undisturbed Soil)
Suatu contoh tanah dikatakan tidak terganggu apabila contoh
tanah itu dianggap masih menunjukkan sifat-sifat asli tanah
tersebut. Sifat asli yang dimaksud adalah contoh tanah
tersebut tidak mengalami perubahan pada strukturnya, kadar
air, atau susunan kimianya. Contoh tanah seperti ini tidaklah
mungkin bisa didapatkan, akan tetapi dengan menggunakan
teknik teknik pelaksanaan yang baik, maka kerusakan
kerusakan pada contoh tanah tersebut dapat diminimalisir.

V-2

DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN


Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang
Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan

LAPORAN ANTARA

Undisturbed soil digunakan untuk percobaan engineering


properties.
Pengambilan contoh tanah tak terganggu (undisturbed
sample) dilakukan dengan menggunakan tabung contoh
tanah, ukuran tabung tersebut yaitu berdiameter luar 3 dan
diameter dalam 2,875 dan panjangnya antara 50 cm s/d 70
cm, serta memiliki area ratio < 10 %. Tabung yang berisi
contoh tanah tersebut kemudian ditutup dengan lilin agar
kondisi tanah tetap terjaga dari penguapan. Selanjutnya
tabung tersebut diberi tanda berupa nomor titik, kedalaman
dan tanggal pengambilan.
Untuk penelitian di laboratorium, pengambilan contoh
tanah ini sangat penting guna mengetahui sifat dan jenis
tanahnya, sehingga pengambilan contoh tanah ini dilakukan
Contoh tanah untuk pengujian di laboratorium di dapat
dari hasil Pemboran Mesin. Pengambilan sampel UDS ini
dengan mempergunakan tabung baja tipis (thin wall shelby
tube) yang digerakan secara hidrolis oleh alat bor. Sedangkan
Jarak dan jumlah pengambilan sample antara dua contoh atau
lebih ditentukan berdasarkan tujuan dan perbedaan lapisan
serta karakteristik lapisan tanah. Umumnya pengambilan
sample Undisturbed Sample, pada lapisan tanah bersifat
lunak sampai sedang,
b. Contoh tanah terganggu ( Disturbed Soil )
Contoh tanah terganggu adalah contoh tanah yang diambil
tanpa adanya usaha usaha tertentu untuk melindungi

V-3

LAPORAN ANTARA

DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN


Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang
Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan

struktur asli tanah tersebut. Disturbed soil digunakan untuk


percobaan uji index properties tanah.
sampel terganggu didiambil dari Core yang terambil oleh
mata bor, kemudian dimasukan kedalam plastik dan disimpan
pada tempat yang sejuk. Disturbed Sample dilakukan pada
lapisan tanah bersifat kaku sampai sangat kaku.
Teknik pengambilan sampel tanah terganggu dapat diperoleh
dengan Core drailling atau pengeboran tanah secara dalam
menggunakan mesin sistem pengeboran secara berputar
(rotary

drailling

macine).

Pengeboran

sistim

ini

dapat

dilakukan secara ekfektif hingga kedalaman maksimum 40


meter. Pengeboran ini mengacu pada ASTM 1452-80 yaitu
Standard Practice for Soil Investigation and Sampling , ASTM
D 420 - 87, Standard Guide for Investigating and Sampling
Soil and Rock, ASTM D 2488 - 84, Standard Practice for
Description

and

Identification

of

Soils

(Visual-Manual

Procedure), and ASTM D 2113 99, Standard Practice for


Rock

Core

Drilling

and

Sampling

of

Rock

for

Site

Investigation.

V-4

LAPORAN ANTARA

DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN


Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang
Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan

Gambar 5.1 Kiri - Alat untuk Pengeboran Tanah secara Dalam


(Core Drailling Work)
Kanan - Bor Log Pengambilan Contoh Tanah Dan Deskripsi
Tanah
5.2.1.

Sondir

Berdasarkan SNI 2827-2008 dan ASTM D-3441 Pekerjaan Sondir di


lapangan di lakukan sebagai berikut:
a) Pekerjaan Persiapan
Pekerjaan persiapan pada pengujian sondir (Cone Penetration
Test) meliputi beberapa tahapan antara lain:
-

Siapkan lubang untuk penusuk konus pertama kalinya,


biasanya digali dengan linggis sedalam 5 cm.

Masukkkan 4 buah angker ke dalam tanah pada kedudukan


yang tepat dengan letak rangka pembeban.

Setel rangka pembeban, sehingga kedudukan rangka berdiri


vertikal

Pasang manometer 0 MPa s.d 2 Mpa dan manometer 0 Mpa


s.s 5 Mpa untuk penyondiran tanah lembek, atau pasang
manometer 0 Mpa s.d 5 Mpa untuk penyondiran tanah keras.

Pemerikasaan
hidraulik

sistem

mengunakan

hidraulik
kunci

dengan
piston,

menekan
dan

jika

piston
kurang

tambahkan oli serta cegah terjadinya gelembung udara dalam


sistem.
-

Tempatkan rangka pembebanan, sehingga penekan hidraulik


berada tepat di atasnya.

Pasang balok-balok penjepit pada jangkar dan kencangkan


dengan memutar tanah. Apabila tetap bergerak pada waktu
pengujian, tambahkan beban mati di atas balok penjepit.
V-5

LAPORAN ANTARA

DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN


Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang
Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan

Sambungkan konus ganda dan batang dalam pipa dorong


serta kepala pipa dorong, dalam kedudukan ini batang dalam
selalu menonjol sekitar 8 cm di atas kepala dorong. Jika
ternyata kurang panjang, bisa ditambah dengan potongan
besi berdiameter sama dengan batang dalam.

b) Prosedur Pengujian Sondir


Setelah tahapan persiapan selesai dilakukan, pengujian sondir
bias dilakukan. Tahapan uji sondir ini meliputi beberapa tahapan
antara lain yaitu:
-

Tegakkan batang dalam dan pipa dorong di bawah siap tekan,


sehingga penekan hidraulik pada kedudukan yang tepat.

Dorong atau tarik kunci pengatur pada kedudukan siap tekan,


sehingga

penekan hidraulik

hanya

akan menekan pipa

dorong.
-

Putar engkol searah jarum jam, sehingga gigi penekan dan


penekan hidraulik bergerak turun dan menekan pipa luar
sampai kedalaman 20 cm sesuai interval pengujian.

Pada interval 20 cm lakukan penekan batang dalam menarik


kunci pengatur, sehingga penekan hidraulik hanya menekan
satu batang saja.

Putar engkol searah jarum jam dan jaga agar kecepatan


penetrasi konus berkisar antara 10 mm/s sampai 20 mm/s
5. Selama penekanan batang pipa dorong tidak boleh ikut
turun, karena akan mengacaukan pembacaan data.

c) Pembacaan Hasil Pengujian Sondir

V-6

DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN


Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang
Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan

LAPORAN ANTARA

Pembacaan hasil pengujian sondir bias dilakukan setelah


pengujian sondir selesai dilakukan. Pembacaan hasil uji sondir
ini meliputi beberapa tahapan antara lain:
-

Baca nilai perlawanan konus pada penekan batang dalam


sedalam kira-kira 4 cm pertama (kedudukan 2, lihat Gambar
4) dan catat pada formulir (Lampiran C) pada kolom Cw.

Baca jumlah nilai perlawanan geser dan nilai perlawanan


konus pada penekan batang sedalam kira-kira 4 cm yang kedua (kedudukan 3, lihat Gambar 4) dan catat pada formulir
(Lampiran C) pada kolom Tw.

Ulangi langkah-langkah pengujian tersebut di atas hingga nilai


perlawanan konus mencapai batas maksimumnya (sesuai
kapasitas alat) atau hingga kedalaman maksimum 20 m s.d
40 m tercapai atau sesuai dengan kebutuhan. Hal ini berlaku
baik untuk sondir ringan ataupun sondir berat.

Penyelesaian pengujian
a. Cabut pipa dorong, batang dalam dan konus ganda
dengan mendorong/menarik kunci pengatur pada posisi
cabut dan putar engkol berlawanan arah jarum jam.
b. Catat setiap penyimpangan pada waktu pengujian.

Untuk

lebih

ringkas,

mengacu pada

prosedur

pelaksanaan

pengujian

Sondir

SNI 2827-2008 dan ASTM D-3441 di atas dapat

dilihat pada bagan di bawah ini.


5.2.2.

SPT

Uji SPT adalah teknik yang banyak digunakan untuk meneliti kondisi
tanah di lapangan. Uji penetrasi standar (SPT) dilakukan dengan

V-7

DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN


Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang
Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan

LAPORAN ANTARA

memukul sebuah tabung standar ke dasar lubang bor sedalam 45


cm dengan menggunakan sebuah palu seberat 63,5 kg yang jatuh
bebas dengan ketinggian 76 cm. Jumlah pukulan yang dibutuhkan
untuk penetrasi setiap 15 dicatat, tapi untuk penetrasi 15 cm awal
diabaikan karena properti tanahnya mungkin terganggu pada saat
pengeboran. Jumlah penetrasi pada 30 cm terakhir dicatat sebagai
nilai N (N-value) yang sering dikorelasikan dengan sifat-sifat tanah,
seperti kepadatan tanah, kuat geser tanah dan modulus elastisitas
tanah. Pengambilan nilai SPT melalui pemukulan mengacu pada
ASTM D 1586, dengan skema pelaksanaan di lapangan seperti pada
Gambar 5.2.

Gambar 5.2 Pengujian SPT


a) Tata Cara Pengujian Standart Penetration Test (SPT)
V-8

LAPORAN ANTARA

DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN


Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang
Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan

Pada pengujian Standard Penetration Test prosedur dilakukan


bersamaan dengan pengeboran tanah untuk mengetahui nilai
kerapatan relative tanah yang dinyatakan dengan perlawanan
dinamik dengan pukulan sebuah hammer yang dinyakan dalam
nilai N. Uji Standard Penetration Test terdiri atas uji pemukulan
tabung belah dinding tebal ke dalam tanah, disertai pengukuran
jumlah pukulan untuk memasukkan tabung belah sedalam 300
mm vertikal. Dalam sistem beban jatuh ini digunakan palu
dengan berat 63,5 kg, yang dijatuhkan secara berulang dengan
tinggi jatuh 0,76 m.
Pelaksanaan pengujian dibagi dalam tiga tahap, yaitu berturutturut setebal 150 mm untuk masing-masing tahap. Tahap
pertama dicatat sebagai dudukan, sementara jumlah pukulan
untuk memasukkan tahap ke-dua dan ke-tiga dijumlahkan untuk
memperloleh

nilai

pukulan

atau

perlawanan

Standart

Penetration Test (dinyatakan dalam jumlah pukulan/15 cm)


pembacaan nilai setiap 2 - 3 m dengan metode pelaksanaan
dengan yang mengacu pada SNI 4153-2008.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengujian SPT menurut
SNI No 4153:2008 adalah :
-

Peralatan harus lengkap dan baik pakai;

Pengujian dilakukan dalam lubang bor;

Interval pengujian dilakukan pada kedalaman antara 1,50 m


s.d 2,00 m (untuk lapisan tanah tidak seragam) dan pada
kedalaman 4,00 m kalau lapisan seragam;

Pada tanah berbutir halus, digunakan ujung split barrel


berbentuk konus terbuka (open cone); dan pada lapisan pasir

V-9

LAPORAN ANTARA

DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN


Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang
Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan

dan kerikil, digunakan ujung split barrel berbentuk konus


tertutup (close cone);
-

Contoh tanah tidak asli diambil dari split barrel sampler;

Sebelum

pengujian

dilakukan,

dasar

lubang

bor

harus

dibersihkan terlebih dahulu;


-

Jika ada air tanah, harus dicatat;

Pipa untuk jalur palu harus berdiri tegak lurus untuk


menghindari terjadinya gesekan antara palu dengan pipa;

Formulir-formulir isian hasil pengujian.

Semua alat ukur harus dikalibrasi minimum 1 kali dalam 3


tahun dan pada saat diperlukan, sesuai dengan persyaratan
kalibrasi yang berlaku.

Petugas pengujian ini adalah laboran atau teknisi yang


memenuhi persyaratan kompetensi yang berlaku dalam
pengujian penetrasi lapangan dengan SPT, dan diawasi oleh
tenaga ahli geoteknik.

Nama dan tanda tangan penanggung jawab pekerjaan harus


ditulis dengan jelas pada formulir kerja. Nama petugas, nama
pengawas pengujian ini harus ditulis dan disertai tanda
tangan serta tanggal yang jelas.

V10

DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN


Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang
Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan

LAPORAN ANTARA

Gambar 5.3 Alat Pengujian SPT

V11

DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN


Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang
Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan

LAPORAN ANTARA

Gambar 5.4 Bagan alur pengujian SPT


V12

DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN


Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang
Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan

LAPORAN ANTARA

b) Koreksi Hasil Pengujian Standart Penetrasion Test (SPT)


(SPT N60)
Dalam pelaksanaan uji SPT di berbagai negara, digunakan tiga
jenis palu (donut hammer, safety hammer, dan otomatik, dan
empat jenis batang bor (N, NW, A, dan AW), lihat Pedoman
penyelidikan geoteknik untuk fondasi bangunan air, Vol.1 (Pd.T03.1-2005-A). Ternyata uji ini sangat bergantung pada alat yang
digunakan dan operator pelaksana uji. Faktor yang terpenting
adalah efisiensi tenaga dari sistem yang digunakan.
Secara teoritis tenaga sistem jatuh bebas dengan massa dan
tinggi jatuh tertentu adalah 48 kg-m (350 ft-lb), tetapi besar
tenaga sebenarnya lebih kecil karena pengaruh friksi dan
eksentrisitas beban. Adapun koreksi hasil uji SPT adalah sebagai
berikut:
a. Menurut ASTM D-4633 setiap alat uji SPT yang digunakan
harus

dikalibrasi

tingkat

efisiensi

tenaganya

dengan

menggunakan alat ukur strain gauges dan aselerometer,


untuk memperoleh standar efisiensi tenaga yang lebih teliti.
Di dalam praktek, efisiensi tenaga sistem balok derek dengan
palu donat (donut hammer) dan palu pengaman (safety
hammer) berkisar antara 35% sampai 85%, sementara
efisiensi tenaga palu otomatik (automatic hammer) berkisar
antara 80% sampai 100%. Jika efisiensi yang diukur (Ef)
diperoleh dari kalibrasi alat, nilai N terukur harus dikoreksi
terhadap efisiensi sebesar 60%, dan dinyatakan dalam rumus:
N60 = (Ef/60) NM
Dimana :
N60

: efisiensi 60% ;
V13

DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN


Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang
Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan

LAPORAN ANTARA

Ef

: efisiensi yang terukur ;

NM

: nilai N terukur yang harus dikoreksi.

Nilai N terukur harus dikoreksi pada N60 untuk semua jenis


tanah. Besaran koreksi pengaruh efisiensi tenaga biasanya
bergantung pada lining tabung, panjang batang, dan diameter
lubang bor (Skempton (1986) dan Kulhawy & Mayne (1990)).
Oleh karena itu, untuk mendapatkan koreksi yang lebih teliti
dan memadai terhadap N60, harus dilakukan uji tenaga Ef.

b. Efisiensi dapat diperoleh dengan membandingkan pekerjaan


yang telah dilakukan:
W

: Fxd = gaya x alihan ;

tenaga kinetik

: (KE = mv2)

tenaga potensial : PE = mgh ;


dengan :
m
v

: massa (g) ;
: kecepatan tumbukan (m/s);

: konstanta gravitasi (= 9,8 m/s2 = 32,2

: tinggi jatuh (m).

ft/s2);
Jadi rasio tenaga (ER) ditentukan sebagai rasio ER= W/PE atau
ER = KE/PE. Semua korelasi empirik yang menggunakan nilai
NSPT untuk keperluan interpretasi karakteristik tanah,
didasarkan pada rasio tenaga rata-rata ER ~ 60%.
c. Dalam beberapa hubungan korelatif, nilai tenaga terkoreksi
N60 yang dinormalisasi terhadap pengaruh tegangan efektif
V14

LAPORAN ANTARA

DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN


Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang
Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan

vertikal (overburden), dinyatakan dengan (N1)60, seperti


dijelaskan dalam persamaan (2), (3) dan Tabel 1. Nilai (N1)60
menggambarkan evaluasi pasir murni untuk interpretasi
kepadatan relatif, sudut geser dan potensi likuifaksi.
(N1)60 = NM x CN x CE x CB X CR X CS
CN = 2,2/ (1,2 + (vo/Pa))
dengan :
(N1) 60

: nilai SPT yang dikoreksi terhadap


pengaruh efisiensi tenaga 60%;

NM

: hasil uji SPT di lapangan;

CN

: faktor koreksi terhadap tegangan vertikal


efektif
(nilainya 1,70);

CE

: faktor koreksi terhadap rasio tenaga palu;

CB

: faktor koreksi terhadap diameter bor;

CR

: faktor koreksi untuk panjang batang SPT;

CS

: koreksi terhadap tabung contoh (samplers)


dengan atau

tanpa

pelapis (liner);
vo

: tegangan vertical.

Pa

: 100 kPa.

Tabel 5.1 Koreksi-koreksi yang digunakan dalam uji SPT (Youd.


T.L Idriss, I M 2001)
Faktor

Jenis Alat

Parameter

Koreksi

Tegangan

CN

2.2/(1.2+vo/Pa))

vertikal efektif

CN

CN 1.7

Rasio Tenaga

Palu donat

CE

0.5 s.d 1.0


V15

LAPORAN ANTARA

DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN


Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang
Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan

Faktor

Diameter bor

Panjang Batang

Pengambilan
Contoh

5.2.3.

Jenis Alat

Parameter

Koreksi

Palu pengaman

CE

0.7 s.d 1.0

Palu otomatis

CE

0.8 s.d 1.3

65 s.d 115 mm

CB

1.0

150 mm

CB

1.05

200 mm

CB

1.15

<3m

CR

0.75

3 s.d 4 m

CR

0.8

4 s.d 6 m

CR

0.85

6 s.d 10 m

CR

0.95

10 s.d 30 m

CR

1.0

Tabung standar

CS

1.0

CS

1.1s.d 1.3

Tabung dgn
pelapis

Bor Tangan (Hand Boring)

Hand boring adalah pengambilan contoh tanah dengan


cara pengeboran, dimana dilakukan dengan menggunakan tangan
(secara manual). Tes bor tangan atau hand bor test dilakukan untuk
mendapatkan keterangan mengenai tanah, jenisnya, sifat-sifat dan
keadaan tanah itu sendiri. Pemboran tangan biasanya digunakan
untuk pengambilan contoh tanah dalam lapisan dangkal (kurang
dari 10 meter). Bor tangan dilakukan dengan berbagi macam bor
(auger) pada ujung bagian bawah dari serangkaian stang bor.bagian
atasnya terdiri dari stang berbentuk T untuk memutar stang bor.
Tujuan dari pekerjaan hand boring adalah:
V16

LAPORAN ANTARA

DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN


Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang
Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan

a) Untuk mendapatkan keterangan tentang struktur tanah secara


visual (lanau atau lempung) yaitu pada lapisan tanah dibawah
yang akan menjadi pondasi.
b) pengambilan contoh tanah tidak terganggu
t e rg a n g g u

(undisturbed) d a n

(disturbed) untuk keperluan penyelidikan lebih

lanjut dilaboratorium.
Pengeboran dilakukan dengan menggunakan alat bor tangan hingga
di bawah permukaan tanah. Hasil dari pekerjaan boring berupa
boring log yang menyajikan gambaran jenis-jenis tanah dan sampel
tanah pada tiap kedalaman untuk setiap titik bor.
Sama halnya dengan sondir, penyelidikan tanah melalui boring juga
memberikan beberapa hal penting antara lain:
a) Letak lapisan tanah keras.
b) Perkiraan jenis lapisan tanah.
c) Perkiraan ketebalan tiap jenis lapisan tanah.
d) Pengambilan contoh tanah untuk di uji laboratorium yang
selanjutnya dapat diperoleh parameter-parameter tanah yang
diperlukan sehubungan dengan perencanaan.
5.2.4.
Geolistrik
Dalam eksplorasi geofisika, metode geolistrik tahanan jenis
merupakan metode geolistrik yang mempelajari sifat resistivitas
(tahanan jenis) listrik dari lapisan batuan didalam bumi. Sebetulnya
terdapat banyak metode eksplorasi geofisika yang menggunakan
sifat tahanan sebagai media/alat untuk mempelajari keadaan
geologi bawah permukaan.
Dalam metode metode geolistrik tahanan jenis dapat dibagi
menjadi dua kelompok besar, yaitu:
1. Metode Resistivitas Mapping
V17

LAPORAN ANTARA

DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN


Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang
Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan

Metode ini merupakan metode resistivitas yang bertujuan


untuk

mempelajari

variasi

tahanan

jenis

lapisan

bawah

permukaan secara horizontal, oleh karena itu pada metode ini


dipergunakan konfigurasi elektroda yang sama untuk semua titik
pengamatan

bumi.

Setelah

itu

baru

isoresistivitasnya.
2. Metode Resistivitas Sounding (drilling)
Metode
ini
juga
biasa
dikenal

dibuat

kontur

sebagai Resistivitas

Drilling, Resistivitas Probing dan lain-lain. Hal ini terjadi karena


pada metode ini bertujuan untuk mempelajari variasi resistivitas
batuan dibawah permukaan bumi secara vertical.
Pada
metode
ini,
pengukuran
pada
titik sounding dilakukan

dengan

jalan

mengubah-ubah

suatu
jarak

elektroda. Perubahan jarak elektroda ini tidak dilakukan secara


sembarangan, tetapi mulai dari jarak elektroda kecil kemudian
membesar secara grundal. Jarak elektroda ini sebanding dengan
kedalamn lapisan batuan yang dapat diselidiki. Pada pengukuran
sebenarnya, pembesaran jarak elektroda mungkin dilakukan jika
mempunyai suatu alat geolistrik yang memadai. Dalam hal ini
alat geolistrik tersebut harus dapat menghasilkan arus listrik
yang cukup besar atau alat tersebut harus cukup sensitif dalam
mendeteksi benda potensial yang kecil sekali. Oleh karena itu,
alat geolistrik yang baik adalah alat yang dapat menghasilkan
arus listrik cukup besar dan mempunyai sensitifitas yang cukup
tinggi.
Pengukuran

dengan

menggunakan

metode

resistivitas

(geolistrik) bertujuan untuk memperoleh struktur resistivitas


bumi. Struktur resistivitas bumi adalah variasi harga resistivitas
terhadap dari permukaan tanah (Awaluddin, 2004).
a. Pendekatan model pelapisan bumi
V18

LAPORAN ANTARA

DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN


Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang
Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan

Bumi

dapat

dianggap

terdiri

dari

beberapa

lapisan

sejajar (horizontal layering)yang bersifat homogen isotropik


untuk setiap lapisannya. Setiap lapisan (strata) mempunyai
nilai resistivitas (p-m) dan ketebalan (d-meter) tertentu.
Struktur resistivitas dapat dikaitkan terhadap strukrtur geologi
melalui suatu korelasi.
Struktur geologi memberikan gambaran terhadap arah dan
susunan serta jenis lapisan batuan. Korelasi antara struktur
resistivitas terhadap struktur geologi membutuhkan informasi
geologi

pada

menghasilkan
terhadap

daerah
suatu

survey.

Korelasi

pengelompokan

masing-masing

lapisan

tersebut

harga

batuan

akan

resistivitas

serta

bentuk

strukturnya.
Jadi struktur resistivitas memberikan kontribusi terhadap
struktur geologi di suatu daerah secara lebih rinci, hal ini
sangat bermanfaat jika informasi/data geologi dari daerah
survei sangat minim.
b. Akuisasi data di lapangan
Kualitas hasil penyelidikan
bergantung

terhadap

metode

keakuratan

dan

geolistrik

sangat

kebenaran

data

lapangan yang diambil melalui suatu pengukuran dengan


menggunakan peralatan tertentu. Keakuratan dan kebenaran
data resistivitas adalah pencerminan terhadap besarnya
simpanan dari nilai resistivitas semu yang diukur terhadap
kondisi dan bentuk pelapisan bumi sebenarnya.
c. Penerapan metode geolistrik
Keberhasilan penerapan metode ini bergantung

kepada

besarnya kontras resistivitas dari sistem yang akan dipelajari


atau dengan kata lain berapa besar variasi resistivitas yang
akan diukur dari obyek atau tujuan pekerjaannya. Penerapan
utama terhadap metode resistivitas yang telah berhasil :
V19

LAPORAN ANTARA

DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN


Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang
Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan

1)
2)
3)
5.3.

Untuk memperoleh struktur geologi


Eksplorasi air tanah
Pendugaan Reservior panas bumi
PENELITIAN LABORATORIUM

Setelah survei lapangan dilanjutkan uji laboratorium dari hasil


pengambilan contoh

tidak terganggu (undisturbed sample) yang

diambil melalui pengeboran dimaksudkan untuk mendapatkan datadata besaran indeks tanah serta sifat mekanisnya. Sedangkan tes
untuk contoh tanah terganggu (disturbed sample) dimaksudkan
untuk mendapatkan data mengenai jenis tanah, bentuk tanah,
warna serta sifat butiran tanah, kandungan mineral dalam tanah
serta

sifat

mekanis

secara

deskriptif.

Data-data

hasil

uji

laboratorium dipakai sebagai input dan analisis desain fondasi,


timbunan tanah dan rekayasa bentuk bangunan rencana, yang
secara singkat dapat dilihat pada bagan alir berikut.

V20

DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN


Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang
Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan

LAPORAN ANTARA

Gambar 5.5 Bagan Alir Kegunaan Data Tanah Untuk Perencanaan


Teknis
Pengujian-pengujian yang dapat dilakukan dalam laboratorium
mekanika tanah antara lain :
Distribusi Butiran Tanah,
- Untuk tanah berbutir besar digunakan Uji Ayak.
- Untuk tanah berbutir halus digunakan Uji Hidrometer
Berat Jenis Tanah
Kerapatan Tanah dengan menggunakan Piknometer.
Kadar Air, Angka Pori dan Kejenuhan Tanah
Permeabilitas

Plastisitas Tanah
V21

LAPORAN ANTARA

DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN


Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang
Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan

dengan menggunakan Atterberg Limit Test untuk mencari:


- Batas Cair dan Plastis,
- Batas Plastis dan Semi Padat,
- Batas Semi Padat dan Padat

Konsolidasi
Uji Kekuatan Geser Tanah,
di laboratorium terdapat tiga percobaan untuk menentukan
kekuatan geser tanah, yaitu:
-

Percobaan Geser Langsung


Uji Pembebanan Satu Arah dan
Uji Pembebanan Tiga Arah
Uji Kemampatan dengan menggunakan Uji Proctor

5.4.
Hasil

HASIL PENYELIDIKAN TANAH


pengujian

tanah

pada

masing-masing

titik

sondir,

diperoleh data kedalaman pengujian dan nilai qc dari masingmasing titik sondir seperti tercantum pada tabel berikut :
Tabel 5.2 Hasil Pengujian Sondir
No. Titik
Kedalaman Pengujian (m)
Nilai qc (kg/cm2)
S.1
13,80
200
S.2
11,80
200
S.3
12,40
200
S.4
13,00
200
Pada pengujian sondir tidak ditemukan kedalaman permukaan
air tanah dari elevasi tanah setempat.

Berdasakan pengujian geolistrik didapat perkiraan litologi dari


tanah. Berikut diberikan tabel hasil penafsiran dan hasil
pendugaan geoteknik di lokasi penyelidikan
Tabel 5.3 Hasil Pengujian Geolistrik
V22

LAPORAN ANTARA

DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN


Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang
Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan

Titik

Lapisa

Duga

n
1
2
3

GL.1

4
5
1
2

GL.2

3
4
1
2
3

GL.3

4
5
1
2
3

Gl.4
4
5
1
2
3
GL.5

4
5

5.5.

Hasil Penafsiran
Tahanan
Kedalaman
Jenis
0.00 - 1.31
108.87
1.31 1.77
89.93
1.77 7.93
32.63
7.93
8.53
38.20
38.20
20.61
60.00
0.00 2.09
84.14
2.09 4.98
46.69
4.98
12.60
28.77
28.77
23.27
60.00
0.00 0.54
56.51
0.54 1.54
12.08
1.54 5.95
34.25
5.95
7.79
23.51
23.51
36.11
60.00
0.00 0.66
98.75
0.66 4.41
13.75
4.41
17.09
11.43
11.43
8.10
28.59
28.59
35.79
60.00
0.00 0.75
30.55
0.75 2.86
8.52
2.86 7.09
22.60
7.09
4.78
45.34
45.34
24.31
60.00

Perkiraan
Perkiraan Litologi

Hidrogeologi

Tanah penutup
Tufa bolder
Pasir
Lempung
Pasir lempungan
Tanah penutup
Pasir
Lempung pasiran
Pasir lempungan
Tanah penutup
Lempung pasiran
Pasir
Lempung
Pasir
Tanah penutup
Lempung pasiran
Lempung pasiran
Lempung
Pasir
Tanah penutup
Lempung
Pasir lempungan
Lempung
Pasir lempungan

DOKUMENTASI SITUASI LOKASI UNDERPASS

V23

DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN


Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang
Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan

LAPORAN ANTARA

Gambar 5.6 Lokasi Sondir S.1 dan S.2

V24

DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN


Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang
Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan

LAPORAN ANTARA

Gambar 5.7 Lokasi Sondir S.3 dan S.4

V25

DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN


Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang
Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan

LAPORAN ANTARA

Gambar 5.8 Lokasi Sondir HB.1 dan HB.2

V26

DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN


Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang
Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan

LAPORAN ANTARA

Gambar 5.9 Lokasi Sondir HB.3 dan HB.4

V27

DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN


Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang
Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan

LAPORAN ANTARA

Gambar 5.10 Lokasi Sondir HB.5 dan HB.6

V28

DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN


Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang
Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan

LAPORAN ANTARA

Gambar 5.11 Lokasi Sondir HB.7 dan HB.8

V29

DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN


Perencanaan Teknis (DED) Underpass Pasar Jombang
Lokasi Underpass: Kota Tanggerang Selatan

LAPORAN ANTARA

Gambar 5.12 Lokasi Sondir HB.9 dan HB.10

V30