Anda di halaman 1dari 6

Perpindahan Massa Pada Wetted Wall Column

Guna menelaah perpindahan massa dalam wetted wall column, perhatikan gambar
berikut ini:

Gambar 3. Penampang membujur dari watted wall column untuk bagian dimana
perpindahan massa fase diukur/ditelaah
Kita tinjau sistem setinggi dz. Neraca material komponen A yang dilakukan terhadap
segmen tersebut menghasilkan persamaan differensial sebagai berikut:
d(W . XA) / dz = JAy D
(1)
dimana, W : laju alir massa gas dalam arah z (gr mol/det)
Dengan menggunakan kenyataan bahwa penambahan laju alir massa dalam arah z hanyalah
karena adanya fluks massa JAy maka dapat dituliskan hubungan sebagai berikut:
dW
=J . . D
(2)
dz
AY
Persamaan (1) dan (2) akan menghasilkan hubungan:
d XA
W
=( 1 X A ) J AY . . D
dz
Dengan menggunakan (4) maka persamaan diatas dapat diubah menjadi:
d XA
kg . loc . . D
=
dz
W
( 1X A ) ( X AO X A )
Dalam menyelesaikan persamaan diatas maka perlu penganggapan bahwa XA rata-rata, maka
anggapan tersebut dapat digunakan. Selanjutnya dengan mengabaikan perubahan total dari W
sepanjang kolom, mka integrasi persamaan diatas untuk Z = 0 sampai Z = L menghasilkan:
z= L

z =L

kg .loc . . D . dz

z =0

.D. L

d XA
W
z=0
=
D . L ( X AOX A ) (1 X A )

Ruas kiri adalah definisi kg,l sedang ekspansi parsial ruas kanan dapat dengan mudah
diintegrasikan

kg , l=

( X AOZ A )o (1X A )
W
=ln
. D . L(1X AO )
( X AOZ A )1 (1 X A )

Dengan persamaan ini maka kg,l dapat ditentukan dari percobaan.


Korelasi impiris dimensi dapat diketahui bahwa kg,l dipengaruhi oleh NRe NSc dan faktor
geometris kolom (L/D). Pengaruh faktor tersebut dapat dinyatakan sebagai berikut:
kg , l , D X
L
N Sh=
=f (N , N Sc , )
C DAB
D
NRe : bilangan Reynold untuk aliran gas
NSc : bilangan Schmidt untuk fasa gas
L/D : perbandingan panjang kolom terhadap diameter kolom
Suatu porses dimana terjadi suatu perpindahan suatu unsur pokok dari daerah yang
berkonsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah dinamakan perpindahan massa. Perpindahan
massa yang terjadi dari suatu unsur yang

berkonsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah

dipengaruhi oleh ciri aliran liquid, seperti pada kasus heat transfer, mekanisme perpindahan
massa terjadi dengan cepat. Jika sejumlah campuran gas yang terdiri dari dua jenis molekul
atau lebih, di mana konsentrasi masing-masing berbeda, maka masing-masing molekul ini
cenderung menuju ke komposisi yang sama (seragam). Proses ini terjadi secara alami.
Perpindahan massa makroskopis ini tidak tergantung pada konveksi dalam sistem. Proses ini
didefinisikan sebagai difusi molekul.
Pada persamaan perpindahan massa ditunjukkan hubungan antara flux dari substan
yang terdifusi dengan gradien konsentrasi.

A,Z

= -DAB

Di mana JA,Z merupakan molar flux pada Z,

d A
dZ

d A
dZ

merupakan perubahan konsentrasi

serta DAB adalah difusitas massa atau koefisien difusitas komponen A yang terdifusi melalui
komponen B. Karena perpindahan massa atau difusi hanya terjadi dalam campuran, maka
pengaruh dari tiap komponen harus diperhitungkan. Misalnya untuk mengetahui laju difusi
dari setiap komponen relatif terhadap kecepatan campuran. Kecepatan campuran harus
dihitung dari kecepatan rata-rata tiap komponen.
Persamaan di atas dikenal dengan persamaan Freks Law, dimana DAB adalah
koefisien difusivitas. Koefisien difusivitas tergantung pada:
1) Tekanan
2) Temperatur
3) Komposisi sistem

Koefisien difusivitas masing-masing fase berbeda-beda. Koefisien difusivitas untuk gas lebih
tinggi, yaitu antara 5.10-6 10-5 m2/s ; untuk liquid 10-10 10-9 m2/s dan untuk solid 10-14 1010

m2/s.
Perpindahan massa konvektif termasuk perpindahan antara fluida yang bergerak atau

dua fluida yang bergerak yang tidak tercampur. Model ini tergantung pada mekanisme
perpindahan dan karakterisitk gerakan fluida. Persamaan laju perpindahan massa konvektif
sebagai berikut:
NA = k . A
Dimana:
NA : Perpindahan massa molar zat A
A : Perbedaan konsentrasi antara permukaan dengan konsentrasi rata-rata fluida.
k : Koefisien perpindahan massa konvektif
Mekanisme perpindahan massa antara permukaan dan fluida termasuk perpindahan massa
molekul melalui lapisan tipis fluida stagnan dan aliran laminer.
Beberapa operasi perpindahan massa yang termasuk difusi suatu komponen gas ke
suatu komponen yang tidak berdifusi antara lain adalah absorpsi dan humidifikasi. Persamaan
yang digunakan untuk menggambarkan koefisien perpindahan massa konvektif adalah :
N A, Z

dimana:
NAZ
:
DAB :
P
:
R
:
T
:
Z
:

D AB .P
PA1 PA2
RT ( Z 2 Z 1 ) LnPB

laju perpindahan molar


difusivitas
tekanan
konstanta gas
temperatur
jarak

Persamaan ini diperoleh dari teori lapisan atau teori film, di mana gas melewati
permukaan liquid. Teori lapisan ini didasarkan pada model dimana tahanan untuk berdifusi
dari permukaan liquid ke aliran gas diasumsikan terjadi dalam suatu stagnant film atau
laminer film tebal .Dengan kata lain menunjukkan tebal lapisan liquid.
1) Transfer massa dari gas ke film falling liquid.
2) Transfer massa dalam wetted wall column
Kebanyakan data dari PM antara perm pipa dan aliran fluida telah ditentukan dengan
menggunakan wetted wall columns. Alasan mendasar untuk menggunakan kolom-kolom ini
untuk penyelidikan PM adalah untuk mengkontakkan luas area antara 2 fase sehingga dapat
dihitung dengan tepat.

Koefisien PM konvektif untuk jatuhnya liquid film dikorelasikan oleh Vivian dan
Peacemen dengan korelasi :

gZ
KLZ
0,433 sc

2
DAB

1
2

Dimana:

1
6

Re 0,4

Z : Panjang
DAB : Difusivitas massa antara komponen A dan B
: Densitas liquid B
: Viskositas liquid B
g : Percepatan gravitasi
sc : Schmidt Number (dievaluasikan pada temp film liquid)
Re : Reynold number

Koefisien film liquid lebih rendah 10 sampai 20% daripada pers secara teoritis untuk
absorpsi dalam film laminer.
Pada wetted wall columns, liquid murni yang mudah menguap dialirkan ke bawah di
dalam permukaan pipa sirkular sementara itu gas ditiupkan dari atas atau dari bawah melalui
pusat inti pengukuran kelajuan penguapan liquid ke dalam aliran gas diatas permukaan.
Untuk menghitung koefisien PM untuk fase gas, gunakan perbedaan gas-gas dan
liquid menghasilkan variasi untuk. Untuk itu, Sherwood dan Gilland menetapkan nilai-nilai
untuk Re dari 2000 sampai 35000, sc dari 0,6 sampai 2,5 dan tekanan gas 0,1 sampai 3 atm.
Hubungan data-data tersebut secara empirik adalah:

shav 0,023 Re

0 ,83

sc

1
3

dimana:
Sh
: Sherwood number
Re
: Reynold number
Sc
: Schmidt number
Dalam beberapa operasi perpindahan massa, massa berubah antara dua fase.
Contohnya dalam peristiwa absorpsi. Salah satu alat yang digunakan untuk mempelajari
mekanisme yang terjadi dalam operasi perpindahan massa adalah wetted wall column. Pada
wetted-wall column, area kontak antara dua fase dibuat sedemikian rupa. Dalam operasi ini
aliran lapisan tipis liquid (Thin Liquid Film) sepanjang dinding kolom kontak dengan gas.
Dalam percobaan ini gas yang digunakan adalah udara biasa. Lama waktu kontak dengan gas
dan liquid ini relatif singkat selama operasinya normal. Karena hanya sejumlah kecil massa
yang terabsorpsi sedangkan liquid diasumsikan konstan (tidak berubah). Kecepatan jatuhnya
film sebenarnya tidak dipengaruhi oleh proses difusi. Pada proses ini terjadi perpindahan
massa dan perpindahan momentum.

Persamaan differensial untuk perpindahan momentum;

d yx
dy
dimana:

:
g
:
y
:

g 0

shear stress
densitas
gravitasi
jarak

Persamaan untuk profil kecepatan;

g 2
Vx

y 1 y 2

6 2

dimana:
Vx
: kecepatan arah x

: tebal film

: viskositas
Kecepatan maksimum;

Vmax

g 2

dimana:
Vmax : kecepatan maximum
Absorpsi gas adalah operasi di mana campuran gas dikontakkan dengan liquid untuk
tujuan melewatkan suatu komposisi gas atau lebih dan menghasilkan larutan gas dalam
liquid. Pada operasi absorpsi gas terjadi perpindahan massa dari fase gas ke liquid. Kecepatan
larut gas dalam absorben liquid tergantung pada kesetimbangan yang ada, karena itu
diperlukan karakteristik kesetimbangan sistem gas-liquid.
Proses absorpsi yang terjadi didalam wetted wall absorption column dapat
menggambarkan adanya perpindahan massa didalam kolom tersebut.
Transfer massa yang paling baik terjadi apabila menggunakan weted wall. Hal ini
dikarenakan wetted wall memiliki kontak antara luas permukaan pipa dan aliran fluida.
Weted wall digunakan dikarenakan dengan kolom ini perpindahan massa antara dua fase
dapat lebih baik. Wetted wall memiliki dua buah persamaan untuk perhitungannya. Dua
persamaan tersebut ialah sebagai berikut ini :
Koefisien transfer massa pada lapisan film

Koefisien transfer massa untuk lapisan film ditunjukkan oleh persamaan Vivian dan
Peaceman sebagai berikut :

kL Z
D AB

0,433 S c
=

0,5

gz
2

1
6

Re

0, 4

.................... (1)

Keterangan :
g

= gravitasi

= panjang kotak

DAB = massa difusivitas komponen A yang menjadi likuid


Re

= Reynold Number

Sc

= bilangan number Schmidt

= viskositas likuid B
4r/ ialah sebuah persamaan dengan r merupakan berat flowrate likuid per unit dari

parameter wetted wall. Film likuid memiliki koefisien yang berada diantara 10% hingga 20%
dibandingkan dengan persamaan hasil percobaan atau teoritis pada absorpsi pada absorpsi
dalam film aliran laminer.
Koefisien perpindahan massa pada aliran gas
Dalam praktiknya, kita dapat menentukan banyaknya perpindahan massa dalam aliran
gas dengan persamaan koefisien perpindahan massa. Koefisien perpindahan massa pada
aliran gas ditunjukan oleh persamaan berikut ini :
KC D B I M
DAB

= 0,23 Re0,83 Sc0,44 .................... (2)

Keterangan :
Sc = bilangan number Schmidt.
DAB = massa difusivitas komponen A yang menjadi likuid
B = densitas likuid B
Re = Reynold Number