Anda di halaman 1dari 7

Made by Karis & Tikam (2003)

No

Bagian

Jenis Prosedur

1.

Pendahuluan

Intro

2.

Pendahuluan

Keadaan Umum

3.

Pendahuluan

Tanda Vital

Langkah2nya

Wajib diingat!!

Inspeksi
Beri salam kepada orangtua pasien, tanyakan nama
Palpasi Tentukan :
Perkenalkan diri secara singkat
Pada anamnesis, gunakan pertanyaan2 terbuka
Bentuk, besar, tepi (Tajam/rata), permukaan (Halus/berbenjol-benjol),
Bersikap empati, good eye contact dan appropriate body
konsistensi (Lunak/keras/kenyal/kistik/fluktuasi)
language
Perkusi Hipersonor - Sonor Redup Pekak Timpani
Auskultasi :
Membran Frek rndah Bising presist, mid-diast, BJ I, II, III, IV
Mangkuk Frek tinggi Bising sist, friction rub
Fasies :
Keadaan umum (1) Keadaan sakit, (2) Kesadaran, (3) Kesan gizi
Kolerika (Dehidrasi berat ~ kolera),
Keadaan sakit : Ringan/sedang/berat tidak menggambarkan keadaan
Risus Sardonikus (Tetanus ~ trismus),
sesunguhnya
Cooley (Thalassaemia)
Kesadaran CM, apatis, somnolen, sopor, koma
Status mental : Tenang, gembira, kooperatif, takut, cengeng, murung,
hiperaktif, gelisah
Kelainan yang tampak : Dispneu, nafas cuping hidung, retraksi, sianosis,
ikterus, edema anasarka tentukan emergency atau tidak!
Kesan gizi Baik/kurang/buruk
Nadi :
Laju nadi Dibandingkan dengan denyut jantung :
o Pulsus defisit (Denyut jantung > denyut nadi)
o Takikardia Demam (Suhu 1, nadi 15-20 x/menit), aktivitas, ansietas, tirotoksikosis, miokarditis, gagal jantung, dehidrasi, syok.
Takikardia sinus (bervariasi tiap menit), Takikardia supraventrikular paroksismal (> 200 x/menit, konstan)
o Bradikardia Relatif pada tifoid
Irama Aritmia (lebih cepat saat inspirasi, lambat saat ekspirasi) sering terdapat pada anak > 3 tahun, remaja cardiac reserve baik
Dipastikan dgn EKG extrasistol, fibrilasi atrium, pulsus bi/trigeminus
Kualitas nadi :
o Pulsus seler (Nadi kuat, turun sangat cepat) Pistol shot sign pada auskultasi di A. Femoralis Insuf. Aorta, PDA, fistulo arteriovena, tirotoksikosis, anemia
o Pulsus parvus et tardus (amplitudo rendah, lambat naik) Stenosis aorta berat
o Pulsus alternans (berselang kuat-lemah) Gagal jantung kiri
o Pulsus paradoks (nadi lemah saat inspirasi, kuat saat ekspirasi) Tamponade jantung, efusi perikardium, perikarditis konstriktif
Geng Gong (Tissa, Ruri, Karis, Tikam)

Made by Karis & Tikam (2003)

4.

Kulit

Pemeriksaan Umum

Ekualitas nadi Penyakit Takayasu Nadi ekstremitas bawah normal, ekstremitas atas lemah, tromboemboli
Tekanan darah :
1 ekstremitas gpp, asal nadi di ke4 ekstremitas sama (2 A. Brakialis 2 A. Femoralis/dorsalis pedis)
Ideal Lengan kanan
TD Hipertensi renal (parenkim/vaskular), TIK, hiperfungsi adrenal, intoks vit. A & D
Sistolik , diastol N PDA, insuf aorta, fistula arterio-vena, ansietas, anemia
Sistolik , diastol N Stenosis aorta
TD Syok
Pernapasan :
Meliputi : Laju, irama, kedalaman, pola pernapasan
Normal Abdominotorakal/diafragmatik, kalo tdpt torakoabdominal Kelainan paru, pasien sangat kembung
Cheyne-stokes Cepat dan dalam, diselingi periode apneu N : Pada bayi prematur, Pat : Depresi SSP
Kussmaul Cepat dan dalam Asidosis metabolik, dehidrasi, hipoksia, keracunan salisilat
Biot Sama sekali tidak teratur Ensefalitis, poliomielitis bulbaris
Dispneu Pernapasan cuping hidung, retraksi (subkostal, interkostal, suprasternal), sianosis, takipneu. Distres inspirasi Obst. Tinggi,
Distress ekspirasi Obst. Rendah
Orthopneu Sulit napas bila berbaring Asma, gagal jantung, edema paru, epiglottis, croup, kistik fibrosis
Dispneu nokturnal paroksismal beberapa jam setelah pasien tidur edema paru akut, stenosis mitral berat
Warna :
Depigmentasi (vitiligo) : Lokal tuberous sclerosis, kelainan neuroektoderm lainnya, Umum Albinisme, kelainan metab. Tirosin,
Chediak-Higashi
Coklat gelap : Mendapat transfusi Thalassemia
Addison Pigmen coklat gelap pada genitalia, areola, umbilikus
Cafe au lait : N Bayi + anak < 5 thn 6 buah, 1-1,5 cm, AbN Albright, Von Recklinghausen, Gaucher, Ataxia-teleangiektasia, CML
Hiperpigmentasi Nevus pigmentosis (Bentuk, ukuran, rambut, nyeri, ulserasi) Melanoma malignum (sangat jarang pd anak!!)
Spider Nevi : Pembuluh kapiler bercabang di lengan/wajah sirosis hepatis, hepatitis kronik
Sianosis : Kebiruan bila Hb reduksi > 5 g/dl
Sianosis Sentral : Pada bibir dan mukosa Paru (atelektasos, pneumonia, gg. Napas), PJB sianotik (PDA, Fallot), obstruksi sal napas,
breath holding spells, peny SSP
Sianosis Perifer : pada ekstremitas Kedinginan, syok, dehidrasi, tromboemboli.
Ikterus : Bila kadar bilirubin total > 5 mg/dl (neonatus), > 2 mg/dl (pada anak) Indirek : Kuning terang, Direk : Kuning hijau.
Bedakan dengan karotenemia Hiper vitamin A Sklera tidak kuning
Ikterus Hemolisis, hepatitis virus, mononukleosis infeksiosa, leptospirosis, sifilis kongenital, cholestasis
Hemangioma Tersering pada : Pangkal hidung, kelopak mata atas, bibir atas, leher; Lesi rata, merah-kebiruan, lebih jelas bila anak menangis,
sesuai N. Trigeminus
Hemangioma kapilaris : Timbul, batas tegas, lunak, lobulasi, ada sejak lahir/bbrp minggu stlh lahir mengecil, hilang sendiri
Hemangioma kavernosa : Sejak lahir, letak lebih dalam
Ekzema :
Dermatitis atopik : Di pipi, dahi, meluas ke kulit kepala; Akut/subakut/kronik; Anak Leher, siku, lipatan lutut
Dermatitis kontak (Sabun, bedak, kosmetik, pakaian, plastik) : Diawali dengan eritema, edema
Diaper rash

Geng Gong (Tissa, Ruri, Karis, Tikam)

Made by Karis & Tikam (2003)

5.

6.

KGB

Kepala

Pemeriksaan Umum

Pemeriksaan Umum

Pucat : Dilihat di telapak tangan/kaki, kuku, mukosa mulut, konjungtiva Anemia, peny. Kronik, syok
Purpura : Nama umum untuk perdarahan kulit dan selaput lendir
Petekie Kecil, seperti gigitan nyamuk, ditekan tidak hilang, diregangkan lebih jelas; Ekimosis lebih besar
Infeksi (sepsis, meningokoksemia, endokarditis), penyakit perdarahan (ITP, leukemia, purpura trombositopenik amegakariositik), DBD,
pertusis, Henoch-Schoenlein
Eritema : Lesi kulit berwarna kemerahan
Diaper rash
Eritema multiforme : Timbul serentak, membesar ke perifer, menipis di tengah; Eritema nodosum : Nodular, 2-4 cm, nyeri; RA,
steven-johnson, SLE, TB
Eritema marginatum : tidak timbul, tidak nyeri, cincin, 1-2 cm, kemerahan, di lengan/tungkai Khas pada demam reumatik
Urtikaria : Eritema menimbul, lokal/generalisata, kecil/giant urticaria Alergi akut/kronik
Eritema lokal + indurasi + hangat Erisipelas akibat infeksi streptokokus
Eritema limfe Limfangitis superfisialis
Makula : Lesi kulit tidak menimbul, makula tumbuh cepat Eksantema Campak, rubella, skarlatina, roseola infantum, tifoid; Urutan
penyebaran Wajah, leher, dada, ekstremitas
Papula : Elevasi kulit/jaringan subkutan yang keras; Dapat menyertai eksantema atau stad lanjut Pitiriasis rosea
Vesikula : Elevasi kulit berisi cairan serosa Bula; Herpes simpleks di sekitar mulut, Herpes zoster Sesuai jalan saraf + nyeri, Varisela
Erupsi terjadi beberapa tingkatan, Variola Terjadi serempak
Pustula : Elevasi kulit berisi nanah Akne pustulosa, furunkel (Pada folikel rambut), karbunkel (Pada kel lemak)
Ulkus : Nekrosis lapisan superfisial dan bagian dalam kulit
Turgor kulit : Periksa pada kulit abdomen Dehidrasi berat
Edema : e.c. Tek hidrostatik , permeabilitas kapiler, tek. Onkotik, retensi natrium, bendungan limfe, ekskresi cairan.
Pitting Non-pitting Sindrom turner, kretinisme
Edema palpebra : Tanda awal edema umum GN akut Edema anasarka : Asites, efusi pleura, efusi perikardium Nefritis akut,
nefrotik, gagal jantung berat, sirosis hepatis, kortikosteroid
Miliaria : Peradangan kulit akibat obstruksi mekanis sal. Keringat Miliaria kristalina, pustulosa, rubra
ETC : Emfisema subkutis pneumotoraks, gas gangrene; Sikatriks Operasi; Keloid; Striae Ungu pada Cushing Syndrome; Tinea
versikolor Kruris Pedis; Crazy Pavement Dermatosis
1. Ukuran normal : 3 mm
Yg dirinci : ukuran, bentuk, mobilitas dan tanda radang
2. Utk servikal dan inguinal, ukuran < 1 cm msh normal utk
Pemeriksaan pada daerah :
anak < 12 thn
Oksipital
3. Kelenjar besar, hangat, sakit infeksi akut
Retroaurikuler
4. Adenopati inf lokal atau manifestasi peny sistemik
Servikal anterior : submental, submandibula, sternocleido,
supra/infraklavikula
Inguinal
Bentuk dan ukuran kepala
Lingk kepala diukur sampai anak usia 2 thn (diameter oksipitofrontal)
Makrosefali
hidrosefalus berisikan cairan
megalensefali kepala lebar dan besar
Mikrosefali menyertai retardasi mental dan motorik
Kontrol kepala

Hidrosefalus :
Komunikans prod cairan otak brlebih, gang.absorbsi
Non komunikans obstruksi
TNR (Assymetric Tonic Neck Reflex)
Ipsilat ekstensi, kontralat fleksi
Antara 2 mgg 2 bln : normal

Geng Gong (Tissa, Ruri, Karis, Tikam)

Made by Karis & Tikam (2003)

5.

Leher

Pemeriksaan JVP

Abdomen

Inspeksi

2.

Abdomen

Auskultasi

Baru lhr 1 bulan : leher diangkat, kepala jatuh ke blkg; bayi


didudukkan, kepala jatuh ke dpn

2 bulan : bayi tengkurap, dpt mengangkat kepala sejenak

3 bulan : mengangkat kepala tetap tegak, meski belum stabil

5 bulan : bayi didudukkan, kepala tetap tegak


Kraniotabes

Perlunakan tabula eksterna tl tengkorak

Menekan tengkorak blkg dan di atas telinga dengan agak keras

Masih normal hingga usia 6 bulan


Rambut dan kulit kepala
Ubun-ubun (fontanel)
Pasien diminta berbaring
Kepala diangkat setinggi 30o
Perhatikan vena jugularis
Tekan vena di supraklavikula dgn tangan kanan
Tekan vena di submandibula dgn tangan kiri
Lepas tangan kanan
Perhatikan pengisian vena jugularis
Gunakan penggaris, sejajarkan dgn angulus sterni ludovici
Ukur hingga titik pengisian

Ukuran dan bentuk perut


Otot abdomen anak tipis, posisi lordosis pot belly
Perut buncit simetris / asimentris
Perut cekung (skafoid)

Dinding perut
Kulit keriput malnutrisi / penurunan tek intraabd
Hernia umbilikalis <2 thn (hipotiroid, sind Down, sind Hurler
Gambaran vena gizi krg/buruk, gagal jtg, peritnitis, obstrksi vena
Diastasis rekti pnonjoln antara umbilikus-px / umbilikus-simfisis
Omfalokel ktg peritoneum&slpt amnion berisi organ intraabd
Gastrokisis eviserasi usus mll defek pd otot rektus abd d sblh lat umbilikus
Urakus yang paten teraba spt tali pusat antara umb&kdg kemih
Sindrom prune belly / Eagle-Barret tdk terbentuknya sebag/seluruh ddg perut

Gerakan dinding perut


Pernapasan anak < 6-7 thn abdomino-torakal
Peristaltik usus obstrksi trak gastroint (stenosis/spasme pylorus, stenosis/atresia
duodenum, malrotasi usus

Suara intensitas rendah (tiap 10-30 detik)

Suara intensitas tinggi

Frekuensi bertambah/berkurang

Berangsur menghilang pd 4-6 bln


> 6 bln : tanda awal retardasi motorik / CP
Tanda Macewen / cracked-pot sign

Normal : 5-2 cmH20

Buncit simetris
Otot perut hipotonik/atonik hipokalemia, hipotiroidea,
rakitis, penimbunan lemak ddg perut, pneumoperitoneum
(trauma/perforasi usus), asites, ileus obstruktif ltk rendah
Buncit asimetris
Otot perut paralitik poliomyelitis, pembesaran organ
intraabd, aerofagia, konstipasi, ileus obstruktif ltk tinggi,
duplikasi usus, neoplasma
Skafoid
Bayi baru lhr hernia diafragmatika (isi rongga perut di
rongga dada), bayi agak bsr&anak malnutrisi, dehidrasi
berat, ileus obstruksi ltk tinggi, pneumotoraks
-

Gerakan ddg abdomen app, peritonitis, ileus


paralitikus,
Gerakan ddg abdomen pd > 6-7 thn kelainan paru

1.
2.
3.

Intensitas tinggi obstruksi trakt gastroint


Frek bertambah gastroenteritis
Frek berkurang peritonitis, ileus paralitikus

Geng Gong (Tissa, Ruri, Karis, Tikam)

Made by Karis & Tikam (2003)


3.

4.

Abdomen

Abdomen

Perkusi

Palpasi

Perkusi dilakukan setelah auskultasi krn dpt meningkatkan BU


Perkusi mulai dr epigastrium bag bwh abd (timpani)
Perkusi adanya cairan, udara, batas2 hati/massa intraabd
Cairan intraabd asites sirosis hepatis, sind nefrotik, ggl jtg
kongestif, peritonitis TBC (chessboard phenomenon)
Chilous asites kebocoran sist limfatik
Kwashiorkor jg disertai asites
Pekak hati hilang (pneumoperitoneum)
Minta anak untuk bernapas dalam dan menekuk lutut
Gosokkan telapak tangan utk menghangatkan
Palpasi monomanual/bimanual
Palpasi superfisial palpasi dalam
Palpasi dr kwad kiri bwh kwad kiri atas kwad kanan atas kwad
kanan bwh

Cara mendeteksi asites :


1. Posisi telentang perkusi dr umbilicus ke lat, atas dan
bawah
2. Perkusi shifting dullness
3. Gelombang cairan (fluid wave) undulasi
4. Knee chest position pd anak besar dg asites sedikit
(puddle sign)
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

5.

6.

Abdomen

Abdomen

Palpasi Hati

Palpasi Limpa

7.

Abdomen

Palpasi Ginjal

8.

Abdomen

Kdg Kencing

Palpasi monomanual/bimanual
Patokan 2 garis
grs antara pusat dg ttk ptg grs midklav ka dg arkus kosta
grs antara pusat dg px
Sebutkan konsistensi hati, tepi, permukaan, nyeri tekan normalnya
kenyal, tajam, rata
Palpasi monomanual/bimanual
Limpa spt lidah, bgerak pd pernafasan, insisura lienalis, dpt didorong
ke medial, lateral dan atas
Ukuran limpa dgn Schuffner (SI-SVIII) dr arkus kosta kiri melewati umb
hingga lipat paha
Kead normal ginjal tidak dapat diraba (kec neonatus)
Ginjal yg membesar diraba dengan cara Ballotement

Kdg kencing diketahui penuh dgn inspeksi, palpasi atau perkusi

1.
2.
3.
4.
1.
2.

Nyeri pd bag bwh perut gastroenteritis (GE), obstruksi


intestinal, tumor
Nyeri kwad ka bwh app, abses apendiks
Nyeri kwad ka atas organ hati membesar dg cepat,
hepatitis, invaginasi
Nyeri kwad ki atas limpa mbesar dg cepat, ruptur limpa,
invaginasi
Nyeri di atas umb GE, ulkus peptikum/duodeni,
Nyeri di bwh umb cistitis
Nyeri tdk menentu ISPA, limfadenitis, demam reumatik,
peritonitis, campak, anemia sel sabit, leukemia, alergi,
asidosis, stres
Kead normal hingga usia 5-6 thn hati teraba 1/3-1/3
Hepatomegali peny infeksi, anemia, thalasemia, ggl jtg
kongestif (GJK), perikarditis, mukopolisakarida,
penyumbatan sal empedu, peny keganasan, kista hati
Tepi hati tumpul GJK
Nekrosis hati akut hati mengecil dgn cepat
Neonatus 1-2 cm d bwh arkus kosta (krn hematopoiesis
ekstramedular hingga 3 bln)
Splenomegali leukemia, peny infeksi (sepsis, tifoid,
malaria, tokso), thalasemia, anemia, sirosis hati, GJK, hip
porta, kista limpa.

1.

Pembesaran ginjal hidronefrosis, ginjal polikistik, abses


perinefritis, hematoma perirenal, trombosis v renalis

1.

Kdg kencing penuh meningitis, sind Guillain Barre, ps


koma, kasus2 pasca bedah, disfungsi neurogen

Geng Gong (Tissa, Ruri, Karis, Tikam)

Made by Karis & Tikam (2003)


9.

Abdomen

Massa intraabdominal

Sebutkan ukuran, letak, konsistensi, tepi atau konfigurasi, permukaan,


pulsasi, fluktuasi, nyeri tekan, mobilitas

1.
2.
3.

10.

Abdomen

Daerah perianal

11.

Abdomen

Daerah anus

12.

Abdomen

Pemeriksaan Colok Dubur

13.

Genitalia

Genitalia wanita

14.

Genitalia

Genitalia lelaki

15.

Anggota
Gerak

Tumor Wilms konsistensi keras, unilateral, perm rata,


tdk melewati grs tengah
Neuroblastoma konsistensi tdk sekeras Wilms, perm
nodular, sring melewati grs tengah
Kista duktus koledokus massa nyeri tekan di bawah hati

1.

Abses perianal kolitis ulseratif kronik, diare berat, diare


kronik

Kelainan kongenital atresia ani, anus imperforata 50% disertai


fistula rektovesikal, rektoperitoneal, rektovaginal
Fisura ani sayatan pada mukosa anus
Polip rektum benjolan merah spt cherry (pdrhn per anum)

1.
2.

Kelompok kel kongenital sind VATER defek


vertebra, atresia ani, atresia esofagus disertai fistula
trakeoesofagus, displasia ginjal, dan displasia tl radius
Hemoroid, diaper rash, investasi ccg kremi

Anak dlm posisi tengkurap, dan fleksi pd kedua sendi lutut


Gunakan jari kelingking
Hal2 yg harus diperhatikan :
ada/tidaknya anus
tonus sfingter normal, bertambah atau berkurang
ada/tidaknya bag yang menyempit/melebar
ada/tidaknya fistula
trdptnya nyeri
ada/tidaknya feses dlm rektum
massa tumor
prostat
uterus dan ovarium
Dgn cara inspeksi dan palpasi
Mkn prematur, mkn menonjol labia minora dan klitorisnya
Perhatikan tanda seks sekunder rambut pubik pada usia 12 1,1 tahun
Ukuran, bentuk penis, testis dan kelainan perkembangan
Maturasi genitalis :
stad I : pre pubertas
stad II : skrotum&testis mbesar, kulit skr memerah
stad III : penis mbesar dan memanjang
stad IV : lebar penis bertambah
stad V : sesuai genitalia dewasa
Menilai keadaan tulang, otot serta sendi
Kesimetrisan ekstremitas kanan dan kiri
Jari tabuh hipoksia kronik (PJB sianotik), peny hati/paru kronik,
endokarditis, keganasan
Adanya nyeri tekan

1.
2.

Tonus sfingter bertambah stenosis ani


Tonus sfingter berkurang stlh op anus imperforata

1.
2.

Kel perkembangan hipospadia, epispadia, fimosis


Rambut pubis 13,5 1,2 thn

1.
2.
3.
4.

Amelia tdk terdpt anggota gerak

Plg sering ditemukan tumor sakrokoksigeus


Jg ditemukan pertumb rambut abnormal, abses perianal

Ekstromelia tdk ada salah satu anggota gerak


Fokomelia angg gerak bag proksimal pendek
Sindaktili bergabungnya jari-jari

Geng Gong (Tissa, Ruri, Karis, Tikam)

Made by Karis & Tikam (2003)

16.

Tulang
Belakang

17.

Neurologi

18.

Neurologi

Evaluasi Neuro Umum

Refleks

5.

Polidaktili jumlah jari lbh dr normal

1.

2.

Paresis/paralisis dpt bersifat flaksid atau spastik


Hemiparesis/hemiparalisis kelumpuhan setengah sisi
bagian tubuh

1.
2.
3.

UMN refleks meningkat


LMN refleks menurun
Babinsky normal hingga 18 bulan

Menilai postur tubuh : lordosis, kifosis, skoliosis


Keterbatasan gerakan
Adanya massa pada tl bkg meningokel, spondilitis TB
Kejang klonik/tonik, fokal/umum, lama kejang, frek, post-iktal,
disertai demam/tidak
Tremor gemetaran/gerakan halus yg konstan
Twitching grk spasmodik yg berlangsung singkat
Korea grk involunter kasar, tanpa tujuan, cepat, tdk teratur
Paresis kelumpuhan otot yg tdk sempurna
Paralisis kelumpuhan otot yg sempurna
Refleks superfisial refleks ddg abdomen, refleks kremaster
Refleks tendon dalam biseps, triseps, patella, Achilles
Refleks patologis Babinsky, Oppenheim, klonus pergelangan kaki,
klonus patella

Geng Gong (Tissa, Ruri, Karis, Tikam)