Anda di halaman 1dari 5

RISIKO INVESTASI DI PERUSAHAAN DAN DI PASAR MODAL

A.PENDAHULUAN
Jika anda diajak untuk bergabung diperusahaan untuk membeli sebagian saham,atau
anda ingin mengkuisisi ataupun merger, hendaklah anada terlebih dahulu melakukan analisis
yang tajam apakah perusahaan di mana anda akan bergabung memiliki prospek yang
menguntungkan. Jadi jangan mengambil risiko dengan berbagai spekulasi seperti membeli
kucing dalam karunng. Caranya dengan menganalisis akan diketahui apakah kinerja
perusahaan secara ilmiah. Dari hasil analisis dilengkapi pula untukdengan perusahaan yang
telag go public.
Pada bab ini akan dipaparkan mengenai alat-alat analisis dan tolak ukur kinerja
perusahaan terdiri atas:
1.Rasio- rasio perusahaan
2. Menilai harga saham dipasar modal
3.Pemilihan portofolio
B. MENILAI KINERJA PERUSAHAAN
Penilaian kinerja perusahaan dapat ditentukan dari beberapa aspek. Makin banyak
aspek yang diteliti secara lebih tajam dan lebih mendalam, makin jelas pula penentuan dan
pengendalian risiko kerugian, sehingga pengambilan keputusan untuk berinvestasi akan lebih
meyakinnkan pula. Pada bagian I te4lah di paparkan kinerja perusahaaan dari sisi nonpinansial dan [padfa bagian ini akan di paparkan dari sisi keunagan . menilai sesuatu
memerlukan alat analisis dan tolak ukur, begitu pula dengan menilai kinerja perusahaan ini.
1.rasio keuangan
Analisis rasio keungan berguna untuk menentukan kesehatan atau kinerja keuangan
suatu perusahaan baik pada saat sekarang maupun masa datang. Rasio-rasio yang dipakai
untuk ,mengevaluasi kinerja keuangan ini jelaskan di bawah ini.
a.rasio likuiditas

Rasio ini menunjukan kemampuan perusahaan dalam menyediakan kas dan pos lancar
lain yang bersifatnya hampif mendekati kas yang berguna untuk memenuhi semua kewajiban
yang akan segera jaauh tempo.
1. Rasio lancar, menunjukan kemampuan memenuhi kewajiban lancar dengan aktiva
lancarnya.
2. Rasio cepat, menunbjukan kemampuan dalam menyediakan kas dan aktiva lainnya
yang dapat dilikuiditas dengan segera jika diperlukan.
3. Rasio kas, merupakan aktiva perusahaan likuid.
4. Rasio modal kerja bersih terhadap total aktiva, menujukan potensi cadangan kas yang
ada akibat selesih yang terjadi antara aktiva lancar dengan kewajiban lancar.
b. rasio efisiensi
Rasio ioni dipakai untuk menentukan penilaian efektivitas perusahaan menggunakan
aktivitasnya untuk menghasilkan penjualan .
1. Rasio perputaran persediaan,efektifitas dan efisien perusahaan dalam mengatur
investasinya dalam persediaan direfleksikan dalam beberapa kalipersediaan itu diputar
selama satu periodetertentu, misalnya dalam satu tahun.
2. Rasio perputaraan aktiva tetap,berguna untuk mengukur efisiensi perusahaan dalam
menggunakan aktiva tetap guna menghasilkan penjualan.
3. Rasio perputaraan total aktiva, mengukur efisiensi perusahaan dalam prusahaan dalam
pemakaian total aktivannya unytuk menghasilkan penjualaqn.
4. Rasio rata-rata periode pengumpulan piutang,menyatakan beberapa cepat perusahaan
dapat menagih piutang dagangannya sehinggamemperoleh kas.

Rasio ini berguna untuk menun jukan kualitas kewajiban perusahaan serta beberapa besar
perbandingan antara perbandingan antara kewajiban tersebut dengan aktiva perusahaan.
1. Rasio utang,mengukur sejauh mana kewajiban perusahaan digunakan untuk menandai
pembelian atau investasi atas aktiva perusahaan.
2. Rasio kewajiban lancar terhadap total aktiva ,mengukur beberapa besar total aktiva
yang dibiayai dengan kewajiban lancar.
3. Rasio kewajiban tidak lancar terhadap total aktiva ,mengukur beberapa besar aktiva
perusahaan yang di biayai oleh kewajiban bukan lancar.
4. Rasio modal terhadap kewajiban, menun jukan kemampuan perusahaan untuk
,memenuhi suatu total kewajiban dengan modal sendiri.

5. Time interenst earned, mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi


kewajibannya dalam melunasi beban yang ditimbulkan karena dana dari pihak
eksternal bukan pemilik dengan menggunakan dana dari laba usaha.
d. rasio profitabilitas
Rasio rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba
dari setiap penjualan yang dilakukan
1. Margin laba kotor, mencerminkan mark-up trhadp harga pokok penjualan dan
kemampuan manajemen un tuk meminimalisi harga pokok penjualan sehubungan
dengan penjualan yang dilakukan perusahaan .
2. Margin laba usaha,mencerminkan kemampuan manajemen untuk men ghasilkan laba
setelah beban operasi atau usaha dan harga pokok penjualan sehubungan dengan
penjualan yang dilakukan.
3. Margin laba bersih, mencrminkan kemampuan manajemen menghasilkan laba setelah
harga pokok penjualan, beban operasi atau usaha, beban lain-lain dan pajak
sehubungan dengan penjualan.
4. Returt on investment, mencerminkan kemampuan manajemen dalam mengatur aktiva
seoptimal sehingga mencapai laba bersih yang diinginkan.
5. Rasio laba ditahan terhadap total aktiva.untuk mengukur laba kumulatif perusahaan,
yang dapat dijadikan cermin umur perusahaan.
e. Rasio dividen payout
Rasio ini digunakan un tuk mengukur beberapa besar bagian dari laba bersih
perusahaan yang digunakan sebagai metode.
1.

Model Prediksi Bangkrut dari Altman (Z Skor)


Z skor digunakan untuk mengukur tingkat
kepailitan/kebangkrutan suatu perusahaan. Metode ini dapat
pula dijadikan salah satu indikator kinerja perusahaan. Z skor
ditemukan oleh Edward L. Altman.
Z = 1,2(X1) + 1,4(X2) + 3,3(X3) + 0,6(X4) + 0,999(X5)
Dimana:
X1 = rasio modal kerja terhadap total aktiva
X2 = rasio laba ditahan terhadap total aktiva
X3 = return on investment
X4 = rasio modal sendiri terhadap utang
X5 = rasio penjualan terhadap total aktiva

Kriteria penilaian :
Jika nilai Z > 2,60 artinya perusahaan memiliki peluang
besar untuk selamat (aman) dari ancaman kepailitan.
Jika nilai Z antara 1,10 dan 2,60 artinya perusahaan
mempunyai peluang besar untuk berada pada ambang
kepailitan.
Jika nilai Z < 1,10 artinya perusahaan berpeluang besar
untuk segera mengalami kepailitan.
Contoh : kasus PT Sepatu Bata
Data tahun 1995
Setelah dihitung berdasarkan data yang ada di perusahaan,
diperoleh rasio-rasio yang dibutuhkan, hasilnya adalah :

X1 = 0,07 X2 = 0,27 X3 = 0,04 X4 = 0,47 X5 = 1,23

Rumus Z Skor :
Z = 1,2(X1) + 1,4(X2) = 3,3(X3) + 0,6(X4) + 0,999(X5)
= 0,084 + 0,378 + 0,132 + 0,282 + 1,23
= 2,106

Data tahun 1996

X1 = 0,08 X2 = 0,25 X3 = -0,03 X4 = 0,44 X5 = 0,22

Z = 1,2(X1) + 1,4(X2) + 3,3(X3) + 0,6(X4) + 0,999(X5)


= 0,096 + 0,35 0,09 + 0,264 + 0,22
= 2,106

Dari situ terlihat bahwa Z skor selain mengalami penurunan juga