Anda di halaman 1dari 18

ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT PADA Tn.

H
DENGAN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN HEMODIALYSIS
DI RUANGAN HEMODIALISA RSUD ARIFIN ACHMAD
PEKANBARU

KELOMPOK IV
INDRA SYAHRIZAL
RIFI SUSANTI
RYNI ROHANI
SRI YULIANTI
YULISNA

Pengertian

Gagal Ginjal Kronik (GGK) adalah


gangguan
fungsi
ginjal
yang
progresif danirreversible dimana
kemampuan tubuh gagal untuk
mempertahankan metabolisme dan
keseimbangan cairan dan elektrolit
dan menyebabkan uremia.

Klasifikasi GGK

Derajat

Penjelasan

LFG
(ml/mn/1.73m 2 )

Kerusakan ginjal dengan LFG


normal atau

Kerusakan ginjal dengan LFG


atau ringan

60-89

Kerusakan ginjal dengan LFG


atau sedang

30-59

Kerusakan ginjal dengan LFG


atau berat

15-29

Gagal ginjal

90

< 15 atau dialisis

Etiologi

Tekanan Darah Tinggi


Glomerulonefritis
Lupus Eritematosus Sistemik (SLE)
Diabetes Melitus
Pielonefritis
Penyakit Ginjal Polikistik

Tanda dan gejala

Kelainan hemopoesis
Kelainan Saluran cerna
Kelainan mata
Kardiovaskuler
Kelainan kulit
Neuropsikiatri
Kelainan selaput serosa
Neurologi
Kardiomegali.

Pemeriksaan penunjang

Darah
Osmolalitas serum
KUB foto
Ultrasonograf
foto polos abdomen
Pielograf intravena
Pemeriksaan kardiologi tulang
Pemeriksaan foto dada
pemeriksaan pielograf retrograde

Pengkajian

Nama : Tn. H
Umur: 56 tahun
Tanggal lahir: 06 Mei 1959
Jenis kelamin: laki-laki
Suku bangsa: batak
Tanggal masuk: 15 April 2015
Tanggal pengkajian: 15 April 2015
Dari/Rujukan: RSUD Duri
Diagnosa medik : CKD on HD
Nomor Medical Record : 783214

KELUHAN UTAMA
Klien datang dengan penurunan kesadaran,
gelisah, klien tampak sesak nafas, tampak
oedem pada ekstremitas. Klien sudah
dianjurkan operasi kanker colon sejak 2012
tetapi klien tidak bersedia. Hasil pemeriksaan
patologi anatomi didapatkan adenocarsinoma
mucinosum rectum. Menurut keluarga, klien
mulai penurunan kesadaran sejak dimasukkan
1 kantong darah sampai sekarang.

Lanjutan
Airway :
Klien dengan penurunan kesadaran, tampak sesak nafas, ada
secret, bunyi auskultasi paru ronki.
Breathing:
Keluarga klien mengatakan tidak ada trauma dada. Keluarga klien
mengatakan klien sesak nafas. Frekuensi nafas: 28 x/menit, reguler.
Pergerakan dada seimbang, terpasang oksigen 3 ltr/menit
Circulation:
Keluarga klien mengatakan bahwa klien masuk ke rumah sakit
karena BAB berdarah selama 2 minggu, klien dirujuk karena Hb 3
gr/dL, sudah dilakukan transfusi darah 4 kantong PRC pada tanggal
5 april 2015. Keluarga mengatakan klien baru pertama kali di HD.
KU: lemah, Nadi: 88x/menit, TD: 160/80 mmHg, membran mukosa
terlihat pucat, akral dingin, warna kulit pucat, pitting edema 2mm,
CRT: 5 detik, konjungtiva: anemis.

lanjutan
Disability:
KU: lemah, kesadaran: coma
GCS: E1 V1 M5
Exposure:
Klien memakai pampers dan selimut
Tidak ada luka ditubuh klien, tidak ada indikasi perdarahan, suhu: 36,5 0 C
Foley kateter:
Klien menggunakan kateter dengan urine yang banyak berwarna kuning
jernih. Keluarga klien mengatakan sebelum dipasang kateter kaki klien
bengkak sekali
Gastric Tube:
Klien menggunakan NGT yang dialirkan dengan cairan yang keluar jernih
Heart Monitor:
Tidak terpasang.

lanjutan
Laboratorium
Tanggal 07 april 2015
Hb: 10,3 gr/dL
Leukosit: 1700 L
Trombosit: 197.000 L
Ht: 30,9 %
Tanggal 13 april 2015
Ureum: 133 mg/dL normal: 10-50 mg/dL
Creatinin: 6,18 mg/dL normal: 0,50-1,50 mg/dL
HBSAg: non reaktif
CCT: 11,3

NO
1

DATA

DS :
Keluarga klien mengatakan
bahwa klien masuk ke
rumah sakit karena BAB
berdarah selama 2 minggu
Keluarga klien mengatakan
bahwa klien dirujuk karena
Hb 3 gr/dL
DO :
TD: 160/80 mmHg
Suhu: 36,50C
Nadi: 88x/menit
Pernafasan: 28x/menit,
reguler
Akral dingin
Konjungtiva anemis
Membran mukosa pucat
Hb: 10,3 gr/dL
CRT: 5 detik
Sudah diberikan transfusi
darah 4 kantong PRC

ANALISA DATA

MASALAH

Ca colon
Gangguan perfusi

jaringan perifer
haemoragic

Penghancuran selsel darah (miosis)

Terjadinya
perubahan
hormon

Produksi
eritropoetin
menurun di ginjal

Anemia

Penurunan aliran
darah

Ketidakseimbanga
n oksigen dalam
pembuluh darah

NO

DATA

DS :
Keluarga klien mengatakan
klien sesak nafas
Keluarga klien mengatakan
klien sesak nafas jika
oksigen dilepas
Keluarga klien mengatakan
bahwa klien masuk ke
rumah sakit karena BAB
berdarah selama 2 minggu
DO :
Klien tampak sesak nafas
Klien tampak lemah
TD: 160/80 mmHg
Suhu: 36,50C
Nadi: 88x/menit
Pernafasan: 28x/menit
Konjungtiva anemis
Terpasang oksigen
3ltr/menit
Terdengar sedikit ronki
Ada secret

ANALISA DATA

MASALAH

Haemoragic
Bersihan jalan

nafas tidak efektif


Anemia

Ketidakseimbang
an oksigen dalam
pembuluh darah

Kompensasi
jantung menurun

Sesak nafas

NO

DATA

DS :
Keluarga klien mengatakan
sebelum dipasang kateter
kaki klien bengkak sekali
Keluarga klien mengatakan
BB klien 60 kg
DO :
Klien tampak edema pada
ekstremitas
Pitting edema 2 mm
Klien tampak sesak nafas
Bunyi nafas ronki
TD: 160/80 mmHg
Suhu: 36,50C
Nadi: 88x/menit
Pernafasan: 28x/menit
Creatinin: 6,18 mg/dL
Ureum: 133 mg/dL
Urine: 800 cc

ANALISA DATA

MASALAH

Aktivasi renin
Kelebihan volume
angiotensin
cairan

Sekresi
aldosteron

Hipertensi

Peningkatan
cardiac output

Akibat tekanan
meningkat terjadi
elastisitas
pembuluh darah
terutama pada
arteri dan vena
renalis

Ketidakmampuan
ginjal merespon
cairan dan
elektrolit

No
1.

Diagnosa keperawatan

Gangguan perfusi
jaringan
periferb/d
penurunan suplai
O2 dan nutrisi ke
jaringan sekunder

Tujuan/
sasaran

NOC:
Perfusi jaringan
adekuat.
KH:
- Membran
mukosa merah
muda.
Konjungtiva tidak
anemis.
Akral hangat.
TTV normal
Tidak ada edema

Intervensi

NIC:
Lakukan penilaian secara
komprehensif fungsi sirkulasi
perifer. (cek nadi perifer,
oedema, kapiler refll,
temperature ekstremitas).
Inspeksi kulit dan palpasi
anggota badan
Atur posisi pasien, ektremitas
bawah lebih rendah untuk
memperbaiki sirkulasi.
Monitor status cairan intake dan
output.
Evaluasi nadi, edema
Kolaborasi: pemberian oksigen
dan tranfusi darah

Diagnosa keperawatan

Tujuan/
sasaran

Intervensi

Bersihan jalan
nafas tidak efektif
b.d penumpukan
sekret.

NOC:
Pola nafas normal
KH:
Tidak ada dispnoe
Kedalaman nafas
normal
Tidak ada retraksi
dada/penggunaan
otot bantuan
pernafasan

NIC:
Auskultasi bunyi nafas, catat
adanya crakles.
Atur posisi senyaman mungkin
Batasi untuk beraktivitas
Kolaborasi: pantau pemberian
oksigen

No
2

Diagnosa keperawatan

Tujuan/
sasaran

Intervensi

Kelebihan volume
cairan b/d retensi
cairan dan
natrium oleh ginjal

NOC:
Kebutuhan cairan
seimbang.
KH:
Terbebas dari
edema, efusi,
anasarka
Bunyi nafas
bersih, tidak ada
dispnea
Terbebas dari
distensi vena
jugularis
Memelihara
tekanan vena
sentral, tekanan
kapiler paru,
output jantung
dan vital sign
dalam batas
normal

NIC:
Kaji status cairan: timbang
berat badan sebelum dan
sesudah hemodialisa,
keseimbangan masukan dan
haluaran, turgor kulit dan
adanya edema.
Batasi masukan cairan
Identifkasi sumber potensial
cairan
Jelaskan pada pasien dan
keluarga rasional pembatasan
cairan.
Program hemodialisa
Time: 2 jam
QB: 170 ml/menit
UFG: 2000 ml
Heparin: 5000 ui

No
3