Anda di halaman 1dari 13

LINDUNGI DIRI DARI PAJANAN BAKTERI

TUBERCULOSIS AGAR HARI-HARI ANDA


MENYENANGKAN

Oleh:
Asmawati Fitriana J
115070201111005

Latar belakang
Menurut WHO (World Health Organization), sampai dengan
tahun 2006, diperkirakan setiap tahun terjadi 539.000 kasus
baru Tuberkulosis (TBC) dengan kematian sekitar 101.000.
Secara kasar diperkirakan dari setiap 100.000 penduduk
Indonesia terdapat 110 penderita baru TBC paru BTA positif
yang sebagian besar menyerang kelompok usia produktif
(Depkes RI, 2007).

Pengertian TB

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksius, yang terutama


menyerang penyakit parenkim paru (Brunner & Suddarth,
2002).
Tuberkulosis adalah suatu penyakit infeksius yang
menyerang paru-paru yang secara khas ditandai oleh
pembentukan granuloma dan menimbulkan nekrosis
jaringan. Penyakit ini bersifat menahun dan dapat menular
dari penderita kepada orang lain (Santa, dkk, 2009).
Menurut Depkes (2009) Tuberkulosis adalah penyakit
menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB
(Mycobacterium tuberculosis). Sebagian besar kuman TB
menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh
lainnya

Cara penularan TB

Cara penularan penyakit TB biasanya penularannya melalui


udara yang tercemar dengan bakteri Mycobacterium
Tuberculosis yang dilepaskan pada saat penderita TB batuk
percikan dahak (droplet nuclei).

Apabila kuman berkumpul di dalam paru-paru dapat


berkembang biak dan dapat menyebar melalui pembuluh
darah atau kelenjar getah bening. Oleh sebab itulah infeksi
TB dapat menginfeksi hampir seluruh organ tubuh seperti:
paru-paru, otak, ginjal, saluran pencernaan, tulang, kelenjar
getah bening, dan lain-lain, meskipun demikian organ yang
paling sering terkena adalah paru-paru.

Saat Mycobacterium Tuberculosis berhasil menginfeksi


paru-paru, maka segera akan tumbuh koloni bakteri yang
berbentuk globular (bulat).

Gejala TB

Gejala Utama pasien TB Paru adalah batuk berdahak


selama 2-3 minggu atau lebih
dapat diikuti dg :
Dahak bercampur darah
Sesak nafas
Badan lemas
Nafsu makan turun
BB menurun
Malaise
Berkeringat malam hari tanpa aktivitas fisik
Demam meriang lebih dari 1 bulan

Pemeriksaan
dahak
untuk
menegakkan
diagnosa

Pengobatan TB
Tujuan
Pengobatan TB bertujuan untuk menyembuhkan pasien,
pencegah kematian, mencegah kekambuhan, memutuskan
rantai penularan dan mencegah terjadinya resistensi
kuman terhadap OAT.

Jenis, sifat dan dosis OAT

Prinsip pengobatan
Pengobatan TB dilakukan dengan prinsip - prinsip sebagai
berikut:
1. OAT harus diberikan dalam bentuk kombinasi
2. Untuk menjamin kepatuhan pasien menelan obat,
dilakukan pengawasan langsung PMO
3. Pengobatan TB diberikan dalam 2 tahap, yaitu tahap
awal (intensif) dan lanjutan.

Tahap awal (intensif)


a. Pada tahap awal (intensif) pasien mendapat obat setiap
hari dan perlu diawasi secara langsung
b. Bila pengobatan tahap intensif tersebut diberikan
secara tepat, biasanya pasien menular tidak menular
(2 minggu)
c. Sebagian besar pasien TB BTA positif BTA negatif (2
bulan)

Tahap lanjutan
a. Pada tahap lanjutan pasien mendapat jenis obat lebih
sedikit, namun dalam jangka waktu yang lebih lama.
b. Tahap lanjutan penting untuk membunuh kuman
tidak kambuh

Paduan OAT yang digunakan di Indonesia


WHO dan IUATLD (International Union Against Tuberculosis
and Lung Disease) me-rekomendasikan paduan OAT standar,
yaitu :
Kategori 1 :
2HRZE/4H3R3
2HRZE/4HR
2HRZE/6HE
Kategori 2 :
2HRZES/HRZE/5H3R3E3
2HRZES/HRZE/5HRE
Kategori 3 :
2HRZ/4H3R3
2HRZ/4HR
2HRZ/6HE

Paduan OAT yang digunakan oleh Program Nasional


Penanggulangan TB di Indonesia:
Kategori 1 : 2HRZE/4(HR)3.
Obat kombinasi dosis tetap
Kategori 2 : 2HRZES/(HRZE)/5(HR)3E3.
(OAT-KDT)
Disamping kedua kategori ini, disediakan paduan OAT Sisipan:
HRZE dan OAT Anak : 2HRZ/4HR OAT kombipak

Kombinasi Dosis Tetap (KDT) mempunyai beberapa


keuntungan dalam pengobatan TB:
Dosis obat dapat disesuaikan dengan berat badan
Mencegah penggunaan obat tunggal resiko
resistensi obat ganda dan mengurangi kesalahan
penulisan resep.
Jumlah tablet yang ditelan jauh lebih sedikit