Anda di halaman 1dari 3

2.

7 Dukungan terhadap Pengembangan Akuntansi Sumberdaya Manusia


Akuntansi sumberdaya manusia mengakui bahwa manusia terdiri dari modal
atau aktiva. Teori ekonomi modal kerja manusia didasarkan pada konsep bahwa
manusia memiliki keterampilan, pengalaman dan pengetahuan yang merupakan
bentuk dari modal yang disebut modal manusia (human capital), sehingga seorang
peneliti Theodore Schultz menyatakan bahwa : para pekerja telah menjadi kapitalis
tidak hanya dari difusi kepemilikan saham perusahaan, melainkan dari akuisisi
pengetahuan dan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi.
Akuntansi sumberdaya manusia juga telah berkembang dari tradisi
manajemen personalia yang dikenal sebagai human resources school (aliran
sumberdaya manusia). Para pakar teori personalia seperti Oidiorne dan pakar
psikologis organisasional seperti Likert telah memperlakukan manusia sebagai
sumberdaya organisasi yang bermanfaat dalam penelitian mereka. Misalnya saja
dalam bukunya The Human Organization: its management and value.
Terdapat juga dukungan di antara beberapa teoritikius akuntansi awal untuk
memperlakukan manusia sebagai aktiva dan menghitung nilainya, bahkan sebelum
sifat dari struktur ekonomi berubah dan modal manusia menjadi semakin penting.
Misalnya saja, DR. Scott mencatat bahwa: seorang tenaga kerja operasi teknis yang
terlatih selalu merupakan aktiva yang berharga. Sejalan dengan itu, W.A Paton telah
menyatakan, dalam suatu perusahaan bisnis, karyawan yang dikelola dengan baik dan
loyal mungkin adalah aktiva yang lebih penting dibandingkan dengan persediaan
barang dagangan.
Selain teoritikus akademis, kalangan manajer praktisi selama beberapa waktu
telah mengakui pentingnya manusia. Misalnya dalam laporan tahun 1996, Uniroyal
menyatakan: sumberdaya utama perusahaan adalah manusia. Bila dipadukan
bersama sama berbagai aliran pemikiran ini seluruhnya mengarah pada kesimpulan
bahwa organisasi memiliki suatu aktiva yang berharga dalam manusia yang
diperkerjakannya, dan bahwa manusia itu sendiri adalah suatu bentuk modal modal
manusia.

2.8 Penelitian Awal tentang Akuntansi Sumberdaya Manusia


Salah satu pendekatan paling awal untuk mengukur dan mencatat nilai dari
akuntansi sumberdaya manusia adalah sebagaimana yang dikembangkan oleh R.H

Hermanson. Beliau merupakan seorang akuntan pendidik. Keprihatinan utama dari


Hermanson adalah bahwa laporan keuangan konvensional gagal untuk mencerminkan
dengan memadai posisi keuangan dari suatu perusahaan karena laporan tersebut tidak
memasukkan aktiva manusia.
Pada tahun 1996, sekelompok peneliti terdiri atas R.L. Brummet, Flamholtz
dan W.C Pyle memulai suatu program penelitian tentang akuntansi sumberdaya
manusia. Penelitian ini dirancang untuk mengembangkan konsep konsep, model,
dan teknik mengukur serta akuntansi biaya dan nilai aktiva manusia. Riset ini
mengarah pada berbagai konsep dan model teoritis serta aplikasi dari pendekatan
pendekatan ini dalam organisasi yang sesungguhnya.
Sejak studi penelitian awal Hermanson, Brummet, Flamhotz dan Pyle, telah
ada kumpulan penelitian teoritis dan empiris untuk mengembangkan konsep
konsep, model model dan model akuntansi sebagai aktiva organisasi. Bidang ini
secara keseluruhan telah dikenal sebagai human resources accounting.

2.9 Asumsi Dasar dan Tujuan Akuntansi Sumberdaya Manusia


Davidson and Well (1978) mengatakan asumsi dasar akuntansi sumberdaya
manusia adalah sebagai berikut:
1. Manusia adalah sumberdaya organisasi yang bernialai. Manusia memberikan
jasa sekarang dan masa yang akan datang, yang tidak dimiliki oleh mesin dan
material. Sumberdaya yang diinvestasi dapat dipertanggungjawabkan tanpa
kepemilikan.
2. Pengaruh dari gaji manajemen. Nilai dari sumberdaya manusia dapat
dipengaruhi oleh cara- cara mereka dikelola. Sikap atau gaya tertentu dari
manajemen dapat meningkatkan motivasi karyawan, meningkatkan
produktivitas, sedangkan gaya manajemen yang lain mungkin menurunkan
motivasi dan dengan demikian menurunkan produktivitas.
3. Keperluan atas informasi sumberdaya manusia. Informasi mengenai biaya
sumberdaya manusia dan nilai nilainya adalah perlu untuk pengelolaan
manusia yang efektif dan efisien dalam berbagai aspek dari proses manajemen
sumberdaya manusia, termasuk perencanaan dan pengendalian dalam akuisisi,
pengembangan, alokasi, komposisi, konservasi dan utilisasi manusia.

Sedangkan tujuan dari akuntansi sumberdaya manusia menurut Mc. Rae (1974)
adalah sebagai:
1. Informasi Kuantitatif, memberikan informasi kuantitatif atas sumberdaya
manusia dalam suatu organisasi yang dapat digunakan manajemen dan
investor dalam pengambilan keputusan.
2. Metode Penilaian, memberikan metode penilaian dalam keuntungan
sumberdaya manusia.
3. Teori dan Model, memberikan suatu teori dan variable variable yang relevan
untuk menjelaskan nilai manusia terhadap organisasi formal dalm
menidentifikasi variable variable yang relevan serta mengembangkan model
yang ideal dalam pengelolaan sumberdaya manusia.