Anda di halaman 1dari 5

Laporan Praktikum ke-2

Mikrobiologi Nutrisi

Hari / Tanggal : Kamis / 8 Oktober 2015


Laboratorium : Biokimia Fisiologi
Mikrobiologi Nutrisi
Nama Asisten :
Dea Justia Nurjana (D251130081)

PEWARNAAN GRAM
Fajar Janato
D24140017 / Kelompok 1

DEPARTEMEN ILMU NUTRISI DAN TEKNOLOGI PAKAN


FAKULTAS PETERNAKAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2015
PENDAHULUAN

Latar belakang
Mikroorganisme yang ada di alam mempunyai bentuk yang bermacam macam
dan unik serta kebanyakan tidak mempunyai warna sehingga sulit untuk diamati
bahkan oleh mikroskop sekalipun. Pewarnaan gram adalah teknik pengecetan
preparat salah satu teknik dalam penelitian mikrobiologi yang bertujuan agar preparat
khususnya mikroorganisme yang ada lebih mudah dan jelas terlihat. Hal tersebut juga
berfungsi untuk mengetahui reaksi dinding sel bakteri setelah pengecetan. Mikroba
sulit dilihat dengan cahaya karena tidak mengabsorpsi atau membiaskan cahaya. Hal
tersebut yang menyebabkan digunakannya zat warna untuk mewarnai
mikroorganisme. Oleh karena itu, pada praktikum kali ini akan dipelajari bagaimana
langkah langkah dalam pewarnaan gram.
Tujuan
Praktikum kali ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami bagaimana cara
pewarnaan gram pada preparat agar preparat mudah untuk terlihat.
TINJAUAN PUSTAKA
Pewarnaan gram atau metode gram adalah suatu metode empiris untuk
membedakan spesies bakteri menjadi dua kelompok besar, yaitu gram positif dan
gram negative, berdasarkan sifat kimia dan fisik dinding sel mereka. Metode tersebut
diberi nama berdasarka penemunya ilmuwan Denmark, Hans Christian Gram (18531938) yang mengembangkan teknik tersebut pada tahun 1884 untuk membedakan
antaraPneumococcus dan bakteri Klebsiella pneumonia (Karmana 2008).
Bakteri garam positif adalah bakteri yang mempertahanka zat warna metil
ungu atau Kristal ungu sewaktu proses pewarnaan gram. Bakteri jenis tersebut akan
berwarna biru atau ungu di bawah mikroskop, sedangkan bakteri gram negative akan
berwarna merah muda atau merah. Perbedaan klasifikasi antara kedua jenis bakteri
tersebut terutama didasarkan pada perbedaan struktur dinding sel bakteri (Karmana
2008).
Bakteri gram negative adalah bakteri yang tidak mempertahankan zat warna
metil ungu atau kristal ungu pada metode pewarnaan gram. Bakteri gram positif akan
mempertahankan warna ungu gelap setelah dicuci dengan alcohol, sementara bakteri
gram negative tidak. Pada uji pewarnaan gram, suatu pewarna penimbal
(counterstain) ditambahkan setelah metal ungu atau Kristal ungu, yang membuat
semua bakteri gram negative menjadi berwarna merah atau merah muda. Pengujian
tersebut berguna untuk mengklasifikasikan kedua tipe bakteri tersebut berdasarkan
perbedaan struktur dinding sel mereka (Karmana 2008). Bakteri gram negatif
memiliki 3 lapisan dinding sel. Lapisan terluar yaitu lipoposakarida (lipid)
kemungkinan tercuci oleh alkohol, sehingga pada saat diwarnai dengan safranin akan
berwarna merah. Bakteri gram positif memiliki selapis dinding sel berupa

peptidoglikan yang tebal. Setelah pewarnaan dengan kristal violet, pori- pori dinding
sel menyempit akibat dekolorisasi oleh alkohol sehingga dinding sel tetap menahan
warna biru (Fitria, 2009).
Metode pewarnaan spora berfungsi untuk mempermudah pengamatan agar
peneliti atau pengamat mampu melihat spora, membedakan dengan sel vegetative
ataupun mengamati bentuknya. Endospora tidak mudah diwarnai dengan zat pewarna
pada umumnya. Hal tersebut yang menjadi dasar dari metode pengecatan endospora
dengan larutan hijau malasit. Metode Shaeffor, foton endospora diwarnai pertama
dengan larutan hijau malasit. Pengecatan tersebut sifatnya kuat karena dapat
berpenetrasi ke dalam endospora dengan perlakuan larutan hijau malasit. Teknik
tersebut akan menghasilkan warna hijau pada endospora dan merah pada sel
vegetative (James 2002).
Escherichia coli merupakan bakteri yang anaerob fakultatif dan merupakan
anggota golongan coliform yang termostabil. Escherichia coli juga dianggap sebagai
kuman yang tidak patogen di dalam saluran pencernaan dan baru menjadi patogen
apabila berada di luar saluran pencernaan (Jawetz, 2008). Tetapi terdapat pula bakteri
E. coli yang pathogen, di antaranya E. coli dengan strain O157;H7 dan 0104;H4.
Bakteri Escherichia coli adalah suatu bakteri yag digunakan sebagai indikator adanya
kontaminasi feces dan kondisi sanitasi yang tidak baik terhadap air, makanan dan
minuman.
MATERI DAN METODE
Materi
Alat yang digunakan pada praktikum kali ini adalah mikroskop, kaca objek,
cover glass, tisu, syring, lampu spirtus, dan spoit sedangkan bahan yang digunakan
pada praktikum kali ini adalah alcohol 70%, bakteri E.choli, kristal violet, larutan KI,
larutan safranin, dan minyak emersi.
Metode
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah sterilisasi diri, lingkungan, dan
meja kerja dengan alkohol 70%. Langkah selanjutnya kaca objek juga disterilisasi
dengan alkohol 70%. Langkah ketiga adalah lampu spirtus dinyalakan dan kaca objek
dipanaskan hingga kering. Bakteri E.Choli diambil menggunakan spoit sebanyak 0,1
ml dan diletakkan pada kaca objek. Setelah itu dipanaskan diatas spirtus sampai benar
benar kering. Setelah kering, ditetesi dengan kristal violet dan diamkan selama 1
menit. Setelah itu dibilas dengan aquadest. Langkah selanjutnya ditetesi dengan KI
dan diamkan selama 2 menit, setelah 2 menit dibilas dengan alkohol 70%. Setelah itu
ditetesi dengan safranin dan ditunggu selama 30 detik dan dibilas dengan aquadest.
Setelah itu diamati dengan mikroskop dengan perbesaran 10 x 10 dan 40 x 10 dan
sebelum diamati kaca objek ditetesi minyak emersi untuk memperjelas gambar.
Setelah itu hasil pengamatan difoto dan dicatat.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Hasil pengamatan mikroorganisme E.coli perbesaran 10 x 10 dapat dilihat pada
gambar 1.1

Gambar 1.1 Penampang E.coli perbesaran 10 x 10


Pada perebesaran 10 x 10, dapat dilihat bahwa belum terlalu jelas terlihat
bentuk dari bakteri E.coli nya akan tetapi dapat dilihat warna kemerahan yang
menandakan bahwa bakteri E.coli termasuk kedalam bakteri gram negative. Pada
perbesaran 10 x 10 bentuk dari bakteri tersebut lonjong dan terpisah pisah dan agak
memanjang bentuknya.
Hasil pengamatan mikroorganisme E.coli perbesaran 40 x 10 dapat dilihat pada
gambar 1.2

SIMPULAN

Gambar 1.2 Penampang E.coli perbesaran 40 x 10


Pada perbesaran 40 x 10, dapat dilihat bahwa bentuk mulai terlihat jelas akan
tetapi pada praktikum kali ini tidak jelas terlihat dikarenakan bakterinya mengumpul
menjadi satu membentuk koloni sehingga bagian bagiannya sulit terlihat. Warna
merah yang tidak merata juga menandakan pewarnaan gram tidak menyebar
menyeluruh pada seluruh bagian bakteri. Walaupun begitu bentuk dari bakteri
tersebut masih tetap sama yaitu berbentuk lonjong batang dan terkadang membentuk
suatu koloni seperti pada gambar di atas.
SIMPULAN

Pada praktikum kali ini dapat disimpulkan bahwa bakteri Escherioa Coli
merupakan bakteri gram negative karena pada saat pengamatan terlihat bahwa
preparat berwarna merah muda. Itu artinya bakteri Escheria coli tidak
mempertahankan warna merah pada saat pembilasan dengan alkohol. Bakteri gram
negatif memiliki 3 lapisan dinding sel. Lapisan terluar yaitu lipoposakarida (lipid)
kemungkinan tercuci oleh alkohol, sehingga pada saat diwarnai dengan safranin akan
berwarna merah. Bentuk E. coli tampak seperti batang (basil) pendek yang
membentuk koloni yang tersusun seperti rantai yang memanjang.
DAFTAR PUSTAKA
Fitria Nita, (2009). Prinsip Dasar dan Aplikasi Penulisan Laporan Pendahuluan
dan Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan (LP dan SP). Jakarta
(ID) :SalembaMedika
James Joyce. 2002. Prinsip-Prinsip Sains Untuk Keperawatan. Retno Indah,
penerjemah. Jakarta (ID): Erlangga. Terjemahan dari : Principles of Science for
Nurses
Jawetz, Melnick & Adelberg, 2008. Mikrobiologi Kedokteran Edisi 23. Jakarta (ID):
EGC
Karmana Oman. 2008. Biologi. Jakarta (ID) : PT Grafindo Media Pratama