Anda di halaman 1dari 6

PROSES INDUSTRI KIMIA-1

PENISILIN

LISA JESSICA S (115061107111006)


KELAS B

PROGAM STUDI TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2015

NAMA

: LISA JESSICA SUMENANG

NIM

: 115061107111006

TUGAS PAPER

: PIK 1-B

PENISILIN
Antibiotik merupakan metabolit sekunder yang dihasilkan oleh mikroorganisme.
Penisilin dihasilkan oleh jamur Penicillium notatum. Penisilin merupakan antibiotik pertama
yang ditemukan oleh Alexander Fleming tahun 1928, dan kemudian dikembangkan oleh
Harold Florey pada tahun 1938.
Antibiotik atau antimikroba adalah obat-obatan yang digunakan untuk memberantas
mikroba pada manusia. Antibiotik adalah senyawa kimia yang dihasilkan oleh
mikroorganisme yang dapat memebunuh atau menghambat perkembangan bakteri dan
mikroorganisme lain.
Antimikroba dapat bersifat :
1. Bakteriostatik : yaitu menghambat atau menghentikan laju pertumbuhan bakteri.
Contoh : Tetrasiklin, Kloramfenikol, eritrosin.
2. Bakterisid : yaitu bersifat membunuh bakteri.
Contoh : penisilin, sefalosforin, gentamisin.
Antimikroba mempunyai 5 mekanisme kerja yang utama, yaitu:
Antimetabolit
Antimikroba bekerja memblok tahap metabolic spesifik mikroba. Termasuk dalam hal ini
adalah sulfonamid dan trimetrofin. Sulfonamida akan menghambat pertumbuhan sel dengan
cara menghambat sintesa asam folat oleh bakteri. Sulfonamid bebas secara struktur mirip
dengan asam folat, para amino asam benzoat (PABA), dan bekerja sebagai penghambat
kompetitif untuk enzim-enzim yang mempersatukan PABA dan sebagian pteridin menjadi
asam dihidropteroat. Trimetripom secara struktur mirip pteridin yang dihirolisis oleh enzim
dihidrofolat reduktase dan bekerja sebagai penghambat kompetitif enzim tersebut yang dapat
mengurangi dihidrofolat menjadi tertrahidrofolat.
Menghambat sintesis dinding sel. Contoh : penisislin, sefalosforin, vankomisin.
Menghambat fungsi membrane sel. Disini antimikroba bekerja secara langsung pada
membrane sel yang akan mempengaruhi permiabilitas dan menyebabkan keluarnya
senyawa intra selular bakteri. Contoh : polimiksin
Menghambat sintesa protein.
Antimikroba mempengaruhi fungsi ribosom bakteri yang dapat menyebabkan sintesis
protein dihambat. dalam hal ini antibiotik dapat berinteraksi dengan ribosom 30s,
termasuk : aminoglikosida, tetrasiklin, dan spekttinomisin atau berinteraksi dengan
ribosom 50s, misalnya pada kloramfenikol dan eritromisin.
Menghambat asam nukleat. Contohnya : rifampisin akan mengikat dan menghambat
DNA-dependent RNA polymerase yang ada pada bakteri, kuinolon akan menghambat
DNA girase.
Penggolongan antimikroba dapat digolongkan melalui strukturnya, yaitu :

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Antibiotik golongan betalaktam. Contohnya: penisilin dan sefalosforin


Antibiotik golongan Aminoglikosida. Contohnya : Neomisin, Vankomisin, Kana misin.
Antibiotik golongan tetrasiklin
Antibiotik golongan makrolida. Contohnya: eritrosin
Sulfonamida: Contohnya : Sulfadiazin, Sulfametoksazol
Antibiotik golongan kuinolin. Contohnya : Fluoroquinolon, siprofloksasin
Anti jamur. Contohnya : Amfoterisin B, Griseofulvin,ketokonazol.
Penisilin merupakan campuran asam organik berstruktur komplek yang diisolasi
sebagai garam-garam natrium, kalium dan kalsium. Pensilin dihasilkan selama pertumbuhan
dan metabolisme kapang Penicillium notatum dan P. chrysogenum. Kultur yang sama dapat
menghasilkan beberapa macam molekul penisilin antara lain penisilin G dan penisilin V.
Penisilin G merupakan penisilin yang paling banyak diproduksis secara komersial.
Sebagai strain penghasil antibiotika salah satunya adalah Penicillium chrysogenum.
PROSES PRODUKSI
Pada proses produksi penisilin, media bernutrisi yang mengandung gula asam
fenilasetat ditambahkan secara kontinu. Asam fenilasetat ini digunakan untuk membuat rantai
samping benzil pada penisilin G. Penisilin G diekstraksi dari filtrat dan dikristalisasi. Untuk
membuat penisilin semisintetik, penisilin G dicampur dengan bakteri yang mensekresi enzim
asilase. Enzim ini akan melepas gugus benzil dari penisilin G dan mengubahnya menjadi 6aminopebicillanic acid (6-APA). Aminopenicilanic acid adalah molekul yang digunakan
untuk membuat penisilin jenis lain
Penisilin diproduksi secara komersial dengan menggunakan bahan baku utama berupa
glokosa, laktosa, dan cairan rendaman jagung. Mineral-mineral yang digunakan adalah
NaNO3, Na2SO4, CaCO3, KH2PO4, MgSO4, 7H2O, ZnSO4, dan MnSO4. Untuk meningkatkan
yield dan modifikasi tipe penisilin yang akan dihasilkan, maka kedalam media fermentasi
ditambahkan juga precursor, misalnya phenylacetic acid yang digunakan untuk memproduksi
penisilin G. Cairan rendaman jagung adalah media fermentasi dasar yang terdiri dari
asamamino, polipeptida, asam laktat dan mineral-mineral. Kualitas cairan rendaman jagung
sangat bergantung pada derajat pengenceran hingga diperoleh konsentrasi yang diinginkan,
sedangkan besarnya jumlah nutrient dan alkali yang ditambahkan kedalam media dasar
disesuaikan dengan jumlah media fermentasi dasar ini.Proses fermentasi penisilin didahului
oleh tahapan seleksi strain Penicillium chrysogenum pada media agar di laboratorium dan
perbanyakan pada tangki seeding. Penicillium chrysogenum yang dihasilkan secara teoritis
dapat mencapai konversi yield maksimum sebesar 13 29 %. Media fermentasi diumpankan
ke dalam fermenter pada suasana asam (pH 5,5).Proses fermentasi ini diawali dengan
sterilisasi media fermentasi melalui pemanasan dengan steam bertekanan sebesar 15 lb (120
0
C) selama jam. Sterilisasi ini dilanjutkan dengan proses pendinginan fermenter dengan air
pendingin yang masuk ke dalam fermenter melalui coil pendingin.
Fermenter yang digunakan merupakan vessel vertikal bertekanan yang terbuat dari carbon
steel dan dilengkapi dengan coil pemanas, coil pendingin, pengaduk tipe turbin dan sparger
yang berfungsi untuk memasukkan udara steril.

Saat temperatur mencapai 75oF (24 oC), media ini diinokulasi pada kondisi aseptic dengan
mengumpankan spora-spora kapang Penicillium chrysogenum. Selama proses fermentasi
berlangsung dilakukan pengadukan, sementara udara steril dihembuskan melalui sparger
kedalam fermenter. Proses fermentasi ini akan berlangsung secara batch terumpani selama
100 150 jam dengan tekanan operasi 5 15 psig. Temperatur operasi dijaga konstan selama
fermentasi penisilin berlangsung dengan cara mensirkulasikan air pendingin melalui coil.
Busa-busa yang terbentuk dapat diminimalkan dengan penambahan agen anti-foam. Kapang
aerobic dibiarkan tumbuh selama 5 6 hari saat gas CO2 mulai terbentuk.
Ketika penisilin ini dihasilkan jumlahnya telah maksimum, maka cairan hasil fermentasi
tersebut didinginkan hingga 28 oF (2 oC), dan diumpankan kedalam rotary vacum filter untuk
memisahkan miselia dan penisilin. Miselia akan dibuang, sehingga diperoleh filtrat berupa
cairan jernih yang mengandung penisilin. Untuk mendapatkan penisilin yang siap
dikomsumsi, maka tahapan dilanjutkan dengan proses ekstraksi dan kristalisasi.

Penjelasan Flowchart
1. Media Penicillium
Persiapan media merupakan langkah penting dalam bioproses yang secara luas adalah
mempersiapkan kondisi bagi mikroorganisme yang akan menghasilkan produk. Media yang
digunakan untuk Jamur Penicillium biasanya mengandung sumber karbon yang didapatkan
dari corn steep liquor dan glukosa. Media juga terdiri dari garam, contohnya Magnesium

sulfat, Potasium phospat, Sodium nitrat. garam ini akan menyediakan ion- ion penting yang
dibutuhkan jamur dalam aktivitas metabolismenya.
2. Sterilisasi
Media di sterilisasi pada suhu tinggi dan juga bertekanan. Biasanya fermentasi dilakukan
pada Pipa sterilisasi namun juga dapat dilakukan pada reaktor fermentasi. Uap bertekanan
yang digunakan untuk mensterilisasi bersuhu 120o C dan bertekanan 30 psi atau dua kali
tekanan atmosfer.
3. Fermentasi
Sistem fermentasi penisilin menggunakan metode fed batch, dimana glukosa tidak
langsung ditambahkan dalam jumlah banyak pada awal proses, dikarenakan berlebihnya
glukosa pada awal proses, akan menghambat kinerja jamur penisilin. Penggunaan metode
fed-batch juga dikarenakan penisilin yang dihasilkan dari kapang merupakan metabolit
sekunder, sehingga penggunaan metode fed-batch ini akan memperpanjang fase stationer
dari kapang dan akan meningkatkan produksi penisilin. Reaktor dikondisikan pada suhu
20-24oC, pH 6-6.5 dan tekanan yang lebih besar dari tekanan atmosfer, yaitu 1.02. Maksud
dari penggunaan tekanan yang lebih besar ini adalah untuk menghindari terjadinya
kontaminasi dari luar reaktor. Pemberian udara juga merupakan hal yang penting dalam
penyediaan oksigen bagi jamur. 2 m3 volume harus di sediakan udara sebanyak 2.5 m 3
udara. Adanya impeler berfungsi sebagai pencampur agar penyediaan udara merata
disetiap titik, putaran dari impeler disetting sekitar 200rpm.
4. Biomass Removal
Biomass removal merupakan bagian proses yang berfungsi untuk memisahkan kapang
serta impurities lain dari media yang telah mengandung penisilin. pemisahan dilakukan
menggunakan metode filtrasi. Banyak tipe filtrasi yang dapat digunakan namun yang
umumnya digunakan adalah Rotary Vacum Filter dikarenakan dapat secara kontinyu
memfilter dan penggunaanya dalam skala besar.
5. Acidification
Pada proses ini ditambahkan non-oxydising acid seperti asam phosphate. Penambahan
asam ini berfungsi menjaga pH agar tetap pada 6-6.5 agar penisilin tidak rusak. Pada tahap
ini juga ditambahkan Pelarut organik seperti Amyl Asetat yang berfungsi memisahkan
penisilin dan pengotor-pengotor lain, pada tahap ini penisilin akan menjadi larutan dan
pengotor akan menjadi padatan.
6. Ekstraksi melalui proses Sentrifugal
Tahap ini dilakukan untuk memisahkan limbah padat dari cairan yang mengandung
penisilin. Biasanya tubular bowl atau chamber bowl digunakan pada tahap ini. Selanjutnya
dilakukan proses ekstraksi kembali untuk mendapatkan penisilin murni. Pertama-tama
larutan asetat dicampur dengan phosphate buffer, diikuti dengan pencampuran larutan
chloroform. Larutan campuran ini akan menjadi larutan ether. Pada larutan ether penisilin
yang ada kemudian dicampur dengan larutan sodium bicarbonate untuk mendapatkan
penicilin-sodium salt, yang memungkinkan untuk disimpan dalam bentuk bubuk yang
stabil pada temperatur ruang. Penicillin-sodium salt didapatkan dari larutan yang di
sentrigugasi menggunakan basket centrifugation.

7. Fluid Bed Drying


Pengeringan merupakan tahap dimana kandungan air dalam bubuk dihilangkan sehingga
menghasilkan bubuk garam penisilin. Pada Fluid bed drying gas panas dipompakan pada
dasar chamber yang berisi bubuk penicillin-sodium salt dalam kondisi vakum. Dengan
demikian maka air akan dihilangkan dan dihasilkan bubuk kering dari penisilin.
8. Penyimpanan
Penisilin disimpan dalam wadah yang dapat menjaga kekeringan dari penisilin.

DAFTAR PUSTAKA
Djamaan, A. 1995 a. Produksi Garamisin Secara Fermentasi. Jurnal Penelitian Andalas, No. 18 :
Padang.
Hersbach, G. J.M. van Beek, C.P., van Dijck, P.W.M., Biotechnology of industrial antibiotics. The
penicillins : properties, biosynthesis, and fermentation, edisi 1, Marcel Dekker, Inc, New
York, 1984.