Anda di halaman 1dari 24

BED SIDE TEACHING (BST)

Presentan:
Dave Orlando Gumay
Jeff Prasetia Papar
Preseptor:
Gemah Nuripah, dr., Sp.KJ, Mkes

SMF ILMU KESEHATAN JIWA


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM
BANDUNG
RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH BANDUNG

IDENTITAS PASIEN

Nama
: Tn A
Jenis kelamin : Laki-laki
Usia
: 47 tahun
Pekerjaan
: Wiraswasta
Etnis
: Sunda
Status marital : Menikah
Agama : Islam
Alamat : Jln. Cinta Asih 01/13 Bandung
Tanggal
Pemeriksaan
: 16 November
2015

ANAMNESIS
Aloanamnesis

KELUHAN UTAMA:
Merasa panik dan jantung berdebar

RIWAYAT PENYAKIT
SEKARANG
Pasien datang ke poli jiwa RS Muhammadiyah
Bandung dengan keluhan merasa panik dan
berdebar debar sejak 1 hari SMRS. keluhan muncul
secara tiba-tiba dan menetap. Keluhan muncul
setelah pasien mendapatkan kabar dari anggota
keluarganya bahwa kakak sepupu yang merupakan
orang terdekat dari pasien mengalami stroke hingga
tidak sadarkan diri. Pasien mencoba mengobati
keluhan
dengan
mengkonsumsi
obat
yang
diresepkan oleh dokter spesialis jiwa namun
keluhan menetap dan menyebabkan pasien sulit
untuk tidur.

Pasien juga mengeluhkan pusing, takut mati,


nyeri dada, sesak, mual, nyeri ulu hati, keringat
dingin, mulut kering. Keluhan muncul bersamaan
dan menetap.

Pasien mengetahui jelas mengenai tempat, waktu dan orang


disekitarnya. Pasien mengingat kejadian-kejadian masa lalu dan
sekarang. Pasien menyangkal sering melihat, mendengar atau
mencium hal-hal yang tidak dilihat dan dicium oleh orang lain.
Pasien menyatakan bahwa ia tidak memiliki kelebihan membaca
pikiran orang lain, pasien tidak ada rasa curiga pada orang lain, tidak
merasa berdosa, tidak merasa dirinya paling hebat, tidak merasa
dirinya dikontrol dari luar dan tidak merasa seperti mendapat mukjizat.
Pasien menyangkal melakukan kegiatan yang berulang-ulang
kali. Pasien tidak memiliki ketakutan terhadap objeki atau hal yang
umumnya tidak ditakuti oleh orang lain serta tidak memiliki ketakutan
terhadap keramaian. Pasien tidak merasa sedih yang mendalam,
kehilangan energi, putus asa, kehilangan minat. Kehidupan sosial
pasien tidak terganggu. Pasien tidak merasa isi pikirannya diketahui
orang laindan tidak merasa dimasuki pikiran oleh orang lain atau
dikontrol oleh orang lain.

Pasien mengatakan memiliki riwayat keluhan yang


serupa sebelumnya. Keluhan pertama kali dirasakan yakni
9 bulan SMRS. Mula-mula 10 bulan SMRS pasien sempat
mengalami demam tinggi serta sakit kepala selama 4
hari, pasien mencoba mengobati keluhan dengan
mengkonsumsi obat warung namun keluhan menetap
yang menyebabkan pasien mulai merasakan panik dan
sesak dada karena takut akan kematian. 2 hari kemudian
keluhan demam dan sakit hilang menghilang namun
sesak dada, rasa panik dan khawatir akan kematian
menetap selama 2 minggu. 9 bulan SMRS pasien merasa
adanya panas badan, jantung berdebar, mual, keringat
dingin, mulut kering merasa seperti akan mati.

Pasien mencoba mengobati keluhan dengan


berobat ke dokter spesialis penyakit dalam. Setelah
dilakukan
pemeriksaan
fisik,
rontgen
dan
labolatorium menunjukan tidak terdapat kelainan
pada pasien. Dokter penyakit dalam tersebut
kemudian merujuk pasien ke dokter spesialis jiwa.
Pasien kemudian mendapatkan pengobatan hingga
merasakan keluhan semakin membaik.

1 bulan SMRS pasien mengeluhkan rasa


cemas, panas badan, jantung berdebar, nafas
pendek, mulut terasa kering, perut terasa nyeri dan
mual. Pasien kemudian berobat ke dokter penyakit
dalam dan dirawat di RS Muhammadiyah untuk
dilakukan observasi dan pemeriksaan laboratorium.
Dari hasil pemeriksaan yang ditemukan dalam
kondisi
batas
normal.
Pasien
kemudian
dikonsultasikan ke dokter jiwa dan mendapat terapi
obat-obatan. 2 hari SMRS pasien merasa lebih baik
dan memutuskan untuk tidak mengkonsumsi
kembali obatnya.

Riwayat Konsumsi
Obat-obatan dan
Alkohol
Pasien menyangkal memiliki riwayat trauma
pada kepala, mengkonsumsi obat-obatan narkotika,
atau mengkonsumsi alkohol sebelumnya.

Riwayat Keluarga
Riwayat keluhan serupa di keluarga disangkal
Pasien merupakan suami dan bapak dari 2 anak
yang berusia 10 dan 11 tahun
Hubungan komunikasi dengan keluarga baik
Tidak ada yang mengalami keluhan serupa
dengan pasien di lingkungan keluarga.

Riwayat Pribadi
1.Masa Dikandungan dan Sekitar Persalinan
Tidak diketahui dengan pasti.
2.Masa Bayi dan kanak-kanak.
Tidak diketahui dengan pasti.
3.Masa Remaja
Aktivitas sosial baik
Kontrol BAB dan BAK baik
4. Masa Dewasa
Pernikahan langgeng dan harmonis hingga
sekarang.

Riwayat Pekerjaan
Pasien bekerja sebagai wiraswasta di bidang
multimedia. Pasien mengalami tekanan kerja
karena harus bekerja seorang diri untuk
menyelesaikan pekerjaan sesuai tenggat waktu
yang ditentukan pelanggan.

Riwayat Perkawinan
Menikah dengan 1 istri selama 12 tahun dan tidak
memiliki masalah yang berat.

Kepribadian Sebelum
Sakit
Pasien orang yang senang bergaul.
Menjalani aktivitas sehari-hari tanpa hambatan,
seperti bekerja, mengantar jemput kedua anak di
sekolah.

Hubungan Sosial
Sebelum keluhan saat ini, pasien memiliki
hubungan yang baik dengan saudara, teman, dan
tetangga

PEMERIKSAAN FISIK
Status generalis
Keadaan Umum
: tampak sakit ringan
Kesadaran
: Komposmentis
Tanda Vital:
T : 130/80 mmHg N : (-)
R : (-)
S : (-)

STATUS PSIKIATRIK

Keadaan Umum
: Sakit ringan
Kesadaran
: Komposmentis
Roman Muka : Tenang
Emosi
: Mood eutimia
Afek appropiate
Kontak/Rapport
: (+), Adekuat
Orientasi
o Waktu
o Tempat
o Orang

: Baik
: Baik
: Baik

Perhatian
Persepsi
o Ilusi
o Halusinasi

: Baik
::-

Memori
o Immediate, Recall
: Baik
o Recent
: Baik
o Remote
: Baik
Pikiran
o Bentuk Pikiran : Realistik
o Jalan Pikiran
: Koheren
o Isi Pikiran
: Waham (-)
Wawasan Penyakit
: Baik
Tingkah Laku
: Relevan
Bicara
: Baik

Dekorum
o Sopan Santun
: Baik
o Penampilan
: Baik
o Kebersihan
: Baik
Tingkah laku dan bicara : Normoaktif dan relevan,
nada normal, volume cukup, kecepatan normal.
Insight of illness
: Baik

DIAGNOSIS
MULTIAXIAL
Aksis I
: F. 41.0 Gangguan Panik
DD : F.41.1 Gangguan cemas menyeluruh
Aksis II
: (-)
Aksis III
: (-)
Aksis IV
: Masalah Psikososial & Lingkungan
lain
Aksis V
: 80 - 71 (Gejala Sementara dan
dapat diatasi, disabilitas ringan dalam sosial,
pekerjaan, sekolah, dll)

PENATALAKSANAAN
Psikofarmaka
Golongan SSRI fluvoxamine hingga 300mg/hari
untuk orang dewasa
Golongan benzodiazepine alprazolam 0,5mg 3x1
Psikoterapi
Cognitive-behavioral therapy
Beberapa metode :
Metode restrukturisasi
Terapi relaksasi
Terapi bernapas
Terapi interocepative

PROGNOSIS
Quo ad vitam
Quo ad functionam
bonam
Qua ad sanationam

: dubia Ad bonam
: dubia Ad
: dubia Ad bonam

TERIMA KASIH