Anda di halaman 1dari 24

KONJUNGTIVITIS ALERGIKA

SITI FATIMAH R.A.D


121 0211 005

KONJUNGTIVITIS ALERGIKA
1. Reaksi Hipersensitivitas Humoral Segera
.Konjungtivitis hay fever
.Keratokonjungtivitis vernal
.Keratokonjungtivitis atopik
2. Reaksi Hipersensitivitas Tipe Lambat
.Fliktenulosis
3. Kongtivitis akibat penyakit autoimun
.Keratokonjungtivitis sika
.Pemfigoid sikatrial

1. REAKSI
HIPERSENSITIVITAS
HUMORAL SEGERA
a. Konjungtivitis hay fever
b. Keratokonjungtivitis vernal
c. Keratokonjungtivitis atopik

A. KONJUNGTIVITIS HAY
FEVER
Umumnya menyertai rhinitis alergika
ETIOLOGI
Reaksi alergi : tepung sari rumput, bulu hewan, dll
GEJALA
Gatal
Kemerahan
Berair mata
Matanya tenggelam dalam jaringan sekitar
PENGOBATAN
Penetesan vasokontriktor-antihistamin topikal
Kompres dingin
PROGNOSIS
Kekambuhan , kecuali bila antigen dihilangkan

B. KERATOKONJUNGTIVITIS VERNAL
Adalah reaksi hipersensitivitas 1, bilateral & rekuren
ETIOLOGI
alergi tepung sari
EPIDEMIOLOGI
Mulai pada prapubertas (3-25 tahun)
Laki2 > pr
Pada musim panas
GEJALA
Sangat gatal dgn kotoran mata berserat-serat
Terdapat 2 BENTUK UTAMA :

2 BENTUK UTAMA
1. BENTUK
PALPEBRAL
Konjungtivitis tarsalis
superior
Papila raksasa
(cobble stone)
Konjungtivitis tarsalis
inferior
Konjungtiva
tampak putih susu
Banyak papila
halus

2 BENTUK UTAMA
2. BENTUK LIMBAL
Merupakan hipertrofi
papil pada limbus
superior, dengan :
Transtas dot
(ditemukan banyak
eosinofil & granula
eosinofilik bebas
didalamnya)
Pannus

B. KERATOKONJUNGTIVITIS VERNAL
(2 BENTUK UTAMA)
TERAPI
Steroid topikal/ sistemik
Antihistamin penstabil sel mast
Vasokontriktor
Kompres dingin
KOMPLIKASI
Blefaritis
Konjungtivitis stafilokok
PROGNOSIS
Kekambuhan pada musim semi/ panas

C. KERATOKONJUNGTIVITIS ATOPIK

Sering menyertai pasien dermatitis atopik (eksim)


ETIOLOGI
Riwayat alergi (rhinitis alergika, eksim, asma)
GEJALA
Sensasi terbakar
Pengeluaran sekret mukoid
Fotofobia
Tepian palpebra eritematosa
Konjungtiva tampak putih seperti susu
Papila2 halus, papila raksasa (tarsus inferior)
Setelah eksaserbasi konjungtivitis berulang keratitis
perifer superfisial ketajaman penglihan menurun
Kerokan konjungtiva
menampakkan eosinofil

C. KERATOKONJUNGTIVITIS ATOPIK
TERAPI
Terapi topikal obat penstabil sel
mast
Antihistamin oral
NSAID (ketorolac, lodoxamide)
Transplantasi kornea (untuk
komplikasi kornea berat
memperbaiki ketajaman
penglihatan)

2. REAKSI
HIPERSENSITIVITAS TIPE
LAMBAT
A. Fliktenulosis

A. FLIKTENULOSIS
Adalah respon hipersensitivitas lambat (tipe 4)
terhadap protein mikroba dr :
Basil tuberkel
Staphylococcus aureus
Candida albicans
Haemophylus
Clamidya trakomatis
EPIDEMIOLOGI
> pada anak2 didaerah padat dengan gizi kurang,
atau yg sering mendapat radang saluran
pernafasan

A. FLIKTENULOSIS
Fliktenula konjungtiva
timbul sebagai lesi kecil
yang keras,merah,
meninggi & dikelilingi zona
hiperemia
Terbentuk pusat putihkelabu
Menjadi ulkus
Mereda dalam 10-12 hari

A. FLIKTENULOSIS
GEJALA
Kebanyakan terjadi di limbus, kornea, bulbus
Mata berair
Iritasi dengan rasa sakit
Fotofobia hebat & meninggalkan parut (fliktenula di
kornea & limbus)
HISTOLOGI
Saat epitel diatasnya mengalami nekrosis & terkelupas
infiltrasi sel2 bulat kecil ke perivaskular & subepitel
setempat diikuti oleh sejumlah besar sel PMN
CIRI KHAS REAKSI HIPERSENSITIVITAS TIPE
TUBERKULIN LAMBAT

A. FLIKTENULOSIS
PENGOBATAN
FARMAKO
Steroid topikal
Midriatika ( f/ melebarkan pupil)
- jika terjadi penyulit pada kornea
Salep antibiotik mata
NONFARMAKO
Menjaga higien mata
Kacamata hitam (silau)
Dicari penyebabnya (s/ adanya tuberkulosis)
Vitamin & makanan tambahan (pd anak dengan gizi kurang)
KOMPLIKASI
Menyebarnya flikten ke kornea
Terjadi infeksi sekunder abses

3. KONJUNGTIVITIS AKIBAT
PENYAKIT AUTOIMUN
A. Keratokonjungtivitis sika
(pd sindrom sjogren)
B. Pemfigoid sikatrial

A. Keratokonjungtivitis sika (pd


sindrom sjogren)
Sindrom sjogren adalah penyakit sistemik yg ditandai
dengan trias gangguan :
1. Keratokonjungtivitis sika (keringnya permukaan
Konjungtiva )
2. Xerostomia (mulut kering)
3. Disfungsi jaringan ikat (artritis)
. ETIOLOGI
Kelenjar lakrimal diinfiltrasi oleh limfosit & terkadang
sel plasma atrofi & destruksi struktur kelenjar
. EPIDEMIOLOGI
> pada wanita menjelang atau sesudah menopause

A. Keratokonjungtivitis sika (pd


sindrom sjogren)
GEJALA KLINIS
Hiperemia konjungtiva bulbaris
Gejala iritasi yg berat
Nyeri
PENGOBATAN
Mengganti film air mata dengan air mata
buatan
Menutup puncta
Kortikosteroid dosis rendah, cyclosporin topikal

A. Keratokonjungtivitis sika (pd


sindrom sjogren)
DIAGNOSIS
Harus ada 2 dari trias
gangguan
Adanya infiltrasi
limfosit & sel plasma
pada kelenjar liur
tambahan (pada
biopsi bibir yg
diperoleh dengan
prosedur bedah
sederhana)

B. PEMFIGOID SIKATRIAL

Merupakan konjungtivitis kronik non-spesifik yg menimbulkan :


Parut yg progresif
Entropion
Trikiasis, film air mata yg berkurang kornea ikut terlibat
EPIDEMIOLOGI
> Pada wanita
Khas terjadi pada usia pertengahan
GEJALA
Nyeri
Iritasi
Penglihatan kabur
BIOPSI KONJUNGTIVA
Mengandung eosinofil
Membran basal terpulas + dengan pulasan imunoflouresen
tertentu (komplemen IgG, IgM, IgA)

Entropion

B. PEMFIGOID SIKATRIAL
PENGOBATAN
Harus dimulai pada tahap dini, sebelum terjadi parut yg berarti
Dapsone oral
Terapi imunosupresif (c/ cyclophosphamide)
PROGNOSIS
Prognosis buruk
Perjalanan penyakit panjang
Hasil akhir kebutaan (akibat simblefaron total & pengeringan
kornea)
Wanita : dapat berlanjut hingga kebutaan dalam 1 tahun atau
kurang
Pria : penyakit berjalan lebih lambat

Simblefaron