Anda di halaman 1dari 4

ALIRAN MONETARIS

PENDAHULUAN
Aliran monetarisme pada hakekatnya memperluas perkembangan pemikiran / aliran
klasik dan disebut New Classical Economics.
Monetarisme merupakan suatu informasi (perumusan ulang) dalam bentuk / formula yang
baru dari teori kuantitas uang sebagaimana mula mula dicanangkan oleh Irving Fisher
pada awal abad ke XX.
Lahirnya aliran monetarisme pada tahun 1970an sebagai kontra revolusi terhadap mazhab
Keynes. Mazhab Keynes yang menganut ajaran pentingnya campur tangan pemerintah
untuk mengatasi masalah masalah ekonomi melalui kebijaksanaan fiskal yang bersifat
counter cyclical dan fine tunning memang telah berhasil mengendalikan besarnya
permintaan masyarakat tanpa diiringgi inflasi di negara negara Barat dan AS. Selama
kurang lebih tiga dekade setelah Perang Dunia ke II ajaran Keynes mendominasi
pemikiran perumusan kebijaksanaan ekonomi di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Menurut Keynesian, apabila terjadi depresi dan inflasi pengganguran meningkat, output
rendah maka Keynesian menganjurkan untuk mrningkatkan pengeluaran Pemerintah
untuk proyek-proyek padat karya. Melalui proyek padat karya ini, output nasional akan
meningkat, lapangan pekerjaan baru terbuka sehingga masalah pengganguran akan
teratasi.
Apabila terjadi inflasi maka Pemerintah perlumengurangi pengeluaran, meningkatkan
pajak atau lewat kebijaksanaan uang ketat (Tight Money Policy) sehingga inflasi akan
turun dengan sendirinya.

Adanya teori Keynes tidak sesuai dengan realita dan kebenaran yang ada, misalnya :
Pada tahun 1960-an orang percaya bahwa ada hubungan terbalik (trade off) antara inflasi
dengan tingkat pengganguran (kurva Philips), akan tetapi hal tersebut tidak sesuai dengan
kondisi ekonomi yang terjadi pada tahun 1970-an yaitu terjadinya inflasi yang
disebabkan oleh naiknya harga minyak sehingga pengganguran pun meningkat, teori
Philips tidak sesuai.
Pada tahun 1970-an usaha untuk mengurangi inflasi dengan mengurangi pengeluaran
pemerintah agar AD (aggregate demand) turun sehingga P (price) juga turun dalam
kenyataan telah menyebabkan semakin memperparah inflasi.
Menurut Keynes, pada waktu terjadi resesi dan depresi seharusnya menyebabkan
tersendat-sendatnya perekonomian yang diiringi dengan turunnya harga-harga secara
umum. Akan tetapi kenyataannya pada tahun 1974 dan 1982, tingkat harga tidak turun.
Hal hal diatas menyebabkan teori Keynes ditinjau kembali.
Perdebatan antara ahli-ahli ekonomi Keynes dengan Monetaris telah berlangsung lama,
dan memang agak susah menarik perbedaan yang tegas antara kedua pandangan ini,
seperti pendapat Mark Skousen (2001;497).
Aliran Monetaris dipelopori oleh Milthon Friedman dari Univercity of Chicago.
Friedman. Dasar pemikiran Friedman terletak pada peranan uang pada kegiatan ekonomi
(money matter). Friedman secara radikal mengubah pandangan konvensional terhadap
federal Reserve (Bank Sentral AS), dimana sebagian besar publik menganggap Bank
Sentral telah melakukan semua peran baiknya. Hampir selama tigapuluh tahun, seluruh
generasi ekonomi di AS

tidak menyadari seberapa besar bahaya yang ditimbulkan

Federal Reserve terhadap kegiatan ekonomi antara 1929 sampai dengan 1933.

Publik menggangap Federal Reserve telah melakukan segala hal dalam menanggulangi
depresi besar agar tidak semakin parah tetapi kenyataanya Federal Reserve tidak berdaya
saat menghadapi kekuatan deflasi yang kuat. Friedman menyimpulkan depresi besar yang
terjadi pada tahun 1930-an lebih dikarenakan oleh mismanajemen Pemerintah ketimbang
oleh ketidakstabilan perekonomian swasta.
Akhirnya Friedman berhasil mengubah sudut pandang dan memimpin para ekonom untuk
kembali ke dasar-dasar dibalik system kebebasan alamiah yang diproklamirkan Adam
Smith ratusan tahun sebelumnya.
Monetarist berpendapat bahwa jumlah uang merupakan factor yang dominan dalam
mempengaruhi kegiatan ekonomi (money matters).
Monetarist cenderung berpendapat bahwa sector swasta relative stabil. Alasanya, bahwa
pengeluaran sector swasta ini didasarkan pada teori pendapatan permanent, sehingga
pengeluaran konsumsi akan relative stabil. Faktor lain yang membuat pengeluaran swasta
ini relative stabil adalah elastisitas pengeluaran investasi terhadap tingkat bunga yang
cukup besar (sehingga kurva IS nya agak datar). Hal ini disebabkan pengertian / definsi
kekayaan yang lebih luas (Friedman membagi kekayaan dalam 5 bentuk yakni uang,
obligasi,saham kekayaan fisik/ barang dan kecakapan).
Fleksibilitas tingkat bunga dan harga sering membuat pengeluaran investasi dan
konsumsi stabil. Misalnya terjadi penurunan investasi, dengan jumlah uang yang beredar
tetap, maka tingkat bunga akan turun. Kebijakan fiskal, menurut monetarist akan
menimbulkan apa yang disebut crowding out. Artinya, kenaikan pengeluaran
pemerintah akan mendorong tingkat bunga naik, sehingga akan mencekik investasi
swasta. Hasilnya permintaan aggregate tidak berubah, sebab kenaikan pengeluaran
pemerintah diimbangi dengan turunnya investasi swasta.
Menurut Monetarist tidak perlu dilakukan kebijakan stabilisasi yang sifatnya
discretionary (aktif) itu, mereka menolak kebijakan fiscal sebab G I

dapat

menimbulkan apa yang disebut crowding out. Kebijakan moneter yang sifatnya
discretionary malah dapat mengakibatkan ekonomi menjadi tidak stabil. Oleh karena itu

yang perlu dilakukan adalah mengatur tingkat pertumbuhan jumlah uang beredar secara
tetap (constant money growth rule), misalnya 3% per tahun, yang sesuai dengan yang
dibutuhkan dalam perekonomian.