Anda di halaman 1dari 16

Kultur akar Tanaman

Kina

Presented By
Eka Rizky Meilinda
Ida Aprilia
Indri Pangesti
Suci Ramadhani
Wulan nur safitri

S1 A 2014

Kultur akar
Kultur akar merupakan kultur jaringan akar yang
hidup dan berdiferensiasi secara terorganisir
membentuk biomasa akar tanpa kehadiran tipe organ
lain dari tanaman seperti batang, tunas atau daun
secara in vitro (Payne et al. 1992).

Akar yang dikulturkan dapat berupa akar normal atau akar


transgenik hasil transformasi genetik.
1. Kultur akar normal diperoleh dengan menanam ujung
akar tanaman atau kecambah secara in vitro dalam
media yang mengandung zat pengatur tumbuh tanaman
(ZPT).
2. Kultur akar transgenik diperoleh dengan menanam akar
rambut (hairy root) yang dihasilkan dari transformasi
genetik dengan bantuan bakteri tanah Agrobacterium
rhizogenes.

Manfaat Kultur akar


Kultur

akar

mengantisipasi

berambut

digunakan

ketidakmampuan

kultur

untuk
sel

menghasilkan metabolit sekunder karena sel belum


berdiferensiasi. Teknik ini merupakan metode yang
ideal untuk mempelajari kandungan senyawa aktif
yang diproduksi tanaman karena akar rambut dapat
melakukan sintesis senyawa aktif yang diinginkan
dan dapat tumbuh stabil dalam media in vitro

METODE PELAKSANAAN
1. pemilihan eksplan
2. eksplan dicuci kemudian disterilkan dengan sterilan, kemudian
dibilas dengan air steril selanjutnyaditumbuhkan dalam
media padat yang sesuai.
3. eksplan yang dipilih kemudian dikecambahkan dalam media
padat selama waktu yang ditentukan
4. inokulasi bakteri Agrobacterium rhizogenes ( biasanya strain
LBA 9457) ditumbuhkan dalam media yeast manitol broth
(YMB) padat

Faktor faktor yang mempengaruhi


kultur akar
- Galur bakteri
- Spesies tanaman yang akan dikultur
- Bagian eksplan yang akan digunakan
- Komposisi media
- Inisiasi meliputi pertumbuhan, perkembangan, dan
figure kultur.

kelebihan kultur akar


1. Akar rambut dapat meningkatkan produksi dan
kapasitas metabolit sekunder. Manipulasi yang dapat
dilakukan antara lain seleksi galur akar rambut yang
produktif, optimasi kondisi media kultur dan induksi
produksi senyawa aktif dengan perlakuan elisitasi (Fu
1999).
2. Regenarasi dan kestabilan genetik yang tinggi
3. Dapat menggunakan medium tanpa penambahan zat
pengatur tumbuh.

Kekurangan kultur akar


1. Tidak semua metabolit sekunder yang diinginkan
dihasilkan oleh kultur akar berambut karena hasil
metabolit sekunder dari kultur tersebut tidak dapat
dipastikan.
2. Scalling up dengan bioreactor terlalu rumit.

Metabolit Sekunder
Tanaman kina telah lama dikenal
sebagai penghasil metabolit sekunder, yaitu
alkaloid kuinolin. Kuinolin banyak
ditemukan di dalam kulit batang tanaman
kina, sedangkan pada bagian lain seperti
kayu, buah dan daun hanya ditemukan
dalam kadar yang relatif sedikit

Kurang lebih 35 macam alkaloid kuinolin telah


ditemukan pada tanaman kina, namun hanya empat
macam kuinolin utama yaitu kuinin, kuinidin, sinkonin
dan sinkonidin.
Kuinin

digunakan

sebagai

obat

antimalaria,

sedangkan kuinidin selain digunakan sebagai obat


antimalaria juga dapat digunakan sebagai obat untuk
menormalkan denyut jantung yang tidak teratur.
Pada

industri

minuman

ringan,

kuinin

biasanya

digunakan sebagai pemberi cita rasa (flavoring


agent) karena rasanya pahit

Usaha-usaha
memproduksi
memanfaatkan

yang

alkaloid
teknik

telah

kuinolin
kultur

dilakukan
antara

jaringan.

lain

untuk
dengan

Salah

satu

keuntungan teknik kultur jaringan dibandingkan dengan


cara

konvensional

adalah

kemampuan

dalam

menghasilkan senyawa kimia dalam waktu yang relatif


singkat dan kemampuan untuk memproduksi senyawa
yang sukar diperoleh secara alami. Hal ini didasari oleh
sifat totipotensi sel tanaman

Beberapa ahli telah mencoba berbgai jenis kultur pada


tanaman kina, seperti kultur daun, kultur kalus dan kultur
suspensi dan akar. Staba & Chung (1981) telah berhasil
memproduksi kuinolin pada kultur daun C. ledgeriana.
Sedangkan Mulder-Krieger et al. (1982) juga berhasil
mendapatkan kuinin dari kalus C. pubeseens. Sedangkan
Hay (1986) mendapatkan kuinin dan kuinidin pada kultur
akar C. ledgerian. Produksi alkaloid kina melalui kultur
jaringan masih menunjukkan produksi yang rendah. Hal
ini diduga karena pertumbuhan sel yang lambat.

Thank you