Anda di halaman 1dari 4

KONSEP KEPERILAKUAN DARI PSIKOLOGI

DAN PSIKOLOGI

SIKAP (ATTITUDES)
Sikap adalah suatu hal mengenai kecenderunagn bereaksi baik dengan cara
yang menyenangkan maupun tidak menyenangkan secara konsisten pada orang,
objek, ide/gagasan, atau situasi. Sikap dapat dipelajari, diketahui dengan baik dan
sulit untuk dirubah. Sikap diperoleh dari pengalaman pribadi, orang tua, teman
sekelas, dan kelompok sosial. Sikap menjadi suatu bagian yang menetukan dari
kepribadian seseorang dan membantu menjelaskan konsistensi perilaku.
Akuntansi keperilakuan harus tahu tentang sikap untuk memahami dan
memprediksi perilaku seseorang. Akuntansi keperilakuan mungkin juga
berkepentinagn dalam sikap para karyawan terhadap sebuah paket kompensasi
yang diusulkan, sikap auditor internal terhadap pengenalan paket perangkat lunak
yang baru, dan sikap pelanggan terhadap sebuah perubahan pengemasan.

Komponen Sikap
Sikap memiliki komponen kognitif, emosional, dan perilaku. Sikap
memiliki komponen kognitif yaitu ide, persepsi, keyakinan seseorang teradap
obyek sikap.
Emosi (affective) berkaitan dengan perasaan seseorang terhadap obyek
sikap, seperti perasaan positif dan perasaan negatif. Perasaan positif meliputi
rasa suka, hormat, atau empati. Perasaan negative termasuk rasa tidak suka,
rasa takut, atau benci. Komponen keperilaku mengarah pada bagaimana
seseorang bereaksi terhadap objek sikap.

Keyakinan, Opini, Nilai-Nilai dan Kebiasaan


Keyakinan, opini, nilai, dan kebiasaan berkaitan erat dengan sikap. Secara
luas, kepercayan didefenisikan sebagai komponen kognitif atas sikap.
Kepercayaan mungkin didasarkan pada dugaan bukti ilmiah, atas prasangka
atau sebaih intuisi.

Opini terkadang didefenisikan sebagai sinonim untuk sikap dan


kepercayaan. Secara umum, opini dipandang sebagai konsep yang lebih
sempit dari sikap. Seperti halnya kepercayaan, opini dihubungkan dengan
komponen kognitif atas sikap dan dikaitkan dengan bagaimana seseorang
menilai atau mengevaluasi sebuah objek.
Nilai adalah sasaran hidup yang penting dan standar keperilakuan. Nilai
adalah landasan dan pandangan dasar yang menjadi orientasi bagi seseoramg
untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi dan yang digunakan oleh orangorang untuk membedakan mana yang bagus dan bermanfaat serta mana yang
jelek dan tidak sopan. Nilai akan mempengaruhi sikap dan kemudian
perilaku. Nilai adalah elemen yang paling penting dan pokok dalam
pembentukan sikap. Nilai lebih umum daripada sikap. Jika sikap berhubungan
dengan obyek spesifik seperti kebanyakan perusahaan, orang atau situasi,
maka nilai tidak berhubungan dengan obyek tunggal manapun.
Kebiasaan adalah pola perilaku yang dilakukan secara tidak sadar, otomatis
dan berulang-ulang. Kebiasaan berbeda dari sikap dan sikap bukanlah
perilaku.

Fungsi Sikap
Ada empat fungsi utama dari sikap yaitu:
1 Pemahaman atau pengetahuan berkaitan dengan membantu seseorang
memberikan arti atau memahami situasi atau kejadian-kejadian yang
2

baru
Kebutuhan akan kepuasan. seseorang cenderung membentuk sikap
positif terhadap obyek yang memenuhi kebutuhan mereka dan sikap

negatif terhadap obyek yang menghalangi kebutuhan mereka.


Mempertahankan ego. Sikap dapat dikembangkan atau diubah untuk
melindungi seseorang dari kepercayaan dasar mengenai diri mereka

atau dunia (untuk menyatakan bahwa mereka itu benar).


Eksperi sikap, orang akan mendapatkan kepuasan dengan menunjukkan
diri mereka melaui sikapnya.

Pembentukan dan Perubahan Sikap


Pembentukan sikap yaitu pengembangan suatu sikap terhadap suatu objek
ketika sikap belum ada sebelumnya. Perubahan sikap berkaitan dengan
penggantian suatu sikap yang baru dengan sikap yang sudah ada sebelumnya.

Sikap dibentuk berdasarkan pada faktor-faktor psikologis, pribadi, dan


sosial.
1 Faktor psikologis dan genetik dapat menciptakan suatu kecenderungan
2

terhadap pengembangan sikap tertentu.


Sikap dapat dibentuk melalui pengalaman pribadi langsung dengan

suatu objek
Faktor-faktor sosial yang mempengaruhi pembentukan sikap yaitu
pengaruh orang tua dan teman sebaya, sekolah, dan tempat ibadah,
kelompok tertentu dan mass media.

Teori Perubahan Sikap


Teori perubahan sikap dapat membantu, memprediksi daya tarik atau
seruan yang mana yang sangat efektif kemungkinannya dapat merubah sikap
dan keadaan yang bagaimana suatu daya tarik atau seruan tidak akan efektif.
Sikap dapat berubah tanpa dorongan dari luar.
1 Teori Respon Stimulus dan Penguatan
Perubahan sikap yang berfokus pada bagaimana orang menanggapi
stimuli tertentu. Respon mungkin akan terjadi pengulangan jika mereka
dihargai dan diperkuat. Teori ini telah menekankan pada komponen
2

stimulus daripada respon.


Teori Pertimbangan Sosial
Perubahan sikap berasal dari suatu perubahan dan bagaimana orang
mempersepsikan suatu obyek daripada suatu perubahan dalam
keyakinan tentang obyek. Teori menekankan bahwa kita dapat
menciptakan perubahan kecil dalam sikap individu jika kita mengetahui
struktur sikap seseorang saat ini dan jika kita membuat pemohonan

untuk berubah dengan cara sedikit mengancam.


Teori Konsitensi dan Ketidaksesuaian
Beberapa teori perubahan sikap mengasumsikan bahwa seseorang
mencoba untuk mempertahankan sebuah konsistensi, atau kesesuaian,
antara sikap dan perilaku mereka. Teori ini menegaskan pentingnya
gagasan dan kepercayaan seseorang.
Teori konsistensi menyatakan bahwa hubungan antara sikap dan
perilakU adalah seimbang ketika tidak terdapat stress kognitif dalam
system.
Teori Ketidaksesuaian adalah sebuah variasi dari teori konsistensi.
Teori ini berkaitan dengan hubungan antara unsure kognitif (informasi,

kepercayaan, dan gagasan). Ketidaksesuaian kognitif terjadi ketika


4

seseorang mempunyai dua kondisi yang bertentangan.


Teori Persepsi Diri
Teori ini menyatakan bahwa orang-orang mengembangkan sikap
mereka

berdasarkan

cara

mereka

mengobservasi

dan

menginterpretasikan perilakunya.. dengan kata lain, teori menempatkan


bahwa sikap tidak menentukan perilaku, tetapi lebih kepada sikap
dibentuk setelah perilaku terjadi sehingga sikap akan menjadi konsisten
dengan perilaku. Teori fungsional menyatakan bahwa sikap membantu
orang untuk memperoleh kebutuhannya, seperti diskusi ada awal bab.
Sehinggan untuk mengubah sikap sesorang kita harus menemukan apa
kebutuhan dari orang tersebut.