Anda di halaman 1dari 6

UNSUR HARA DAN PENYERAPANNYA PADA TANAMAN

Tanaman seperti halnya makhluk hidup lainnya memerlukan nutrisi yang


cukup memadai dan seimbang agar dapat berkembang dengan baik. Tanaman
memerlukan cahaya matahari sebagai sumber energi untuk melakukan fotosintesis.
Namun untuk mensintesis bahan organic, tumbuhan juga memerlukan bahan
mentah dalam bentuk bahan-bahan anorganik. Suatu unsur kimia tertentu dianggap
sebagai suatu nutrient esensial jika nutrient tersebut diperlukan agar suatu
tumbuhan dapat tumbuh dari sebuah biji dan menyelesaikan siklus kehidupannya,
menghasilkan generasi biji yang baru.

UNSUR HARA
I.

Unsur Hara Makro

Unsur yang diperlukan oleh tumbuhan dalam jumlah yang relatif besar
disebut makronutrien. Terdapat 9 makronutrien yang meliputi 6 unsur penyusun
utama senyawa organic: karbon, oksigen, hydrogen, nitrogen, sulfur, dan fosfor.
Tiga makronutrien lainnya adalah kalium, kalsium dan magnesium. Beberapa fungsi
dari makronutrien tersebut yaitu:
1. Nitrogen (N)
Unsur Nitrogen dengan lambang unsur N, sangat berperan dalam
pembentukan sel tanaman, jaringan, dan organ tanaman. Nitrogen memiliki fungsi
utama sebagai bahan sintetis klorofil, protein, dan asam amino. Oleh karena itu
unsur Nitrogen dibutuhkan dalam jumlah yang cukup besar, terutama pada saat
pertumbuhan memasuki fase vegetatif. Bersama dengan unsur Fosfor (P), Nitrogen
ini digunakan dalam mengatur pertumbuhan tanaman secara keseluruhan.
Terdapat 2 bentuk Nitrogen, yaitu Ammonium (NH4) dan Nitrat (NO3).
Berdasarkan sejumlah penelitian para ahli, membuktikan Ammonium sebaiknya
tidak lebih dari 25% dari total konsentrasi Nitrogen. Jika berlebihan, sosok tanaman
menjadi besar tetapi rentan terhadap serangan penyakit. Nitrogen yang berasal dari
amonium akan memperlambat pertumbuhan karena mengikat karbohidrat sehingga
pasokan sedikit. Dengan demikian cadangan makanan sebagai modal untuk
berbunga juga akan minimal. Akibatnya tanaman tidak mampu berbunga.
Seandainya yang dominan adalah Nitrogen bentuk Nitrat , maka sel-sel tanaman
akan kompak dan kuat sehingga lebih tahan penyakit.
2. Fosfor atau Phosphor (P)
Unsur Fosfor (P) merupakan komponen penyusun dari beberapa enzim,
protein, ATP, RNA, dan DNA. ATP penting untuk proses transfer energi, sedangkan
RNA dan DNA menentukan sifat genetik dari tanaman. Unsur P juga berperan pada
pertumbuhan benih, akar, bunga, dan buah. Pengaruh terhadap akar adalah dengan
membaiknya struktur perakaran sehingga daya serap tanaman terhadap nutrisi pun
menjadi lebih baik.

Bersama dengan unsur Kalium, Fosfor dipakai untuk merangsang proses


pembungaan. Hal itu wajar sebab kebutuhan tanaman terhadap fosfor meningkat
tinggi ketika tanaman akan berbunga.
3. Kalium (K)
Unsur Kalium berperan sebagai pengatur proses fisiologi tanaman seperti
fotosintetis, akumulasi, translokasi, transportasi karbohidrat, membuka menutupnya
stomata, atau mengatur distribusi air dalam jaringan dan sel. Kekurangan unsur ini
menyebabkan daun seperti terbakardan akhirnya gugur.
Unsur kalium berhubungan erat dengan kalsium dan magnesium. Ada sifat
antagonisme antara kalium dan kalsium. Dan juga antara kalium dan magnesium.
Sifat antagonisme ini menyebabkan kekalahan salah satu unsur untuk diserap
tanaman jika komposisinya tidak seimbang. Unsur kalium diserap lebih cepat oleh
tanaman dibandingkan kalsium dan magnesium. Jika unsur kalium berlebih
gejalanya sama dengan kekurangan magnesium. Sebab , sifat antagonisme antara
kalium dan magnesium lebih besar daripada sifat antagonisme antara kalium dan
kalsium. Kendati demkian , pada beberapa kasus , kelebihan kalium gejalanya mirip
tanaman kekurangan kalsium.
4. Magnesium (Mg)
Magnesium adalah aktivator yang berperan dalam transportasi energi
beberapa enzim di dalam tanaman. Unsur ini sangat dominan keberadaannya di
daun , terutama untuk ketersediaan klorofil. Jadi kecukupan magnesium sangat
diperlukan untuk memperlancar proses fotosintesis. Unsur itu juga merupakan
komponen inti pembentukan klorofil dan enzim di berbagai proses sintesis protein.
Kekurangan magnesium menyebabkan sejumlah unsur tidak terangkut
karena energi yang tersedia sedikit. Yang terbawa hanyalah unsur berbobot ringan
seperti nitrogen. Akibatnya terbentuk sel-sel berukuran besar tetapi encer. Jaringan
menjadi lemah dan jarak antar ruas panjang. Ciri-ciri ini persis seperti gejala
etiolasi-kekurangan cahaya pada tanaman.
5. Kalsium (Ca)
Unsur ini yang paling berperan adalah pertumbuhan sel. Ia komponen yang
menguatkan , dan mengatur daya tembus , serta merawat dinding sel. Perannya
sangat penting pada titik tumbuh akar. Bahkan bila terjadi defiensi Ca ,
pembentukan dan pertumbuhan akar terganggu , dan berakibat penyerapan hara
terhambat. Ca berperan dalam proses pembelahan dan perpanjangan sel , dan
mengatur distribusi hasil fotosintesis.
6. Belerang atau Sulfur (S)
Pada umumnya belerang dibutuhkan tanaman dalam pembentukan asam amino
sistin, sistein dan metionin. Disamping itu S juga merupakan bagian dari biotin,
tiamin, ko-enzim A dan glutationin. Diperkirakan 90% S dalam tanaman ditemukan
dalam bentuk asam amino, yang salah satu fungsi utamanya adalah penyusun
protein yaitu dalam pembentukan ikatan disulfida antara rantai-rantai peptida.

Belerang (S) merupakan bagian (constituent) dari hasil metabolisme senyawasenyawa kompleks. Belerang juga berfungsi sebagai aktivator, kofaktor atau
regulator enzim dan berperan dalam proses fisiologi tanaman

II.

Unsur Hara Mikro

Unsur mikro adalah unsur yang diperlukan tanaman dalam jumlah sedikit .
Walaupun hanya diserap dalam jumlah kecil , tetapi amat penting untuk menunjang
keberhasilan proses-proses dalam tumbuhan. Unsur mikro itu , adalah: boron , besi ,
tembaga , mangan , seng , dan molybdenum.
1. Boron (B)
Boron memiliki kaitan erat dengan proses pembentukan , pembelahan dan
diferensiasi , dan pembagian tugas sel. Hal ini terkait dengan perannya dalam
sintetis RNA , bahan dasar pembentukan sel. Boron diangkut dari akar ke tajuk
tanaman melalui pembuluh xylem. Di dalam tanah boron tersedia dalam jumlah
terbatas dan mudah tercuci. Kekurangan boron paling sering dijumpai pada
adenium. Cirinya mirip daun variegeta.
2. Tembaga (Cu)
Fungsi penting tembaga adalah aktivator dan membawa beberapa enzim. Dia
juga berperan membantu kelancaran proses fotosintesis. Pembentuk klorofil , dan
berperan dalam funsi reproduksi.
3. Seng atau Zinc (Zn)
Hampir mirip dengan Mn dan Mg , sengat berperan dalam aktivator enzim ,
pembentukan klorofil dan membantu proses fotosintesis. Kekurangan biasanya
terjadi pada media yang sudah lama digunakan.
4. Besi atau Ferro (Fe)
Besi berperan dalam proses pembentukan protein , sebagai katalisator
pembentukan klorofil. Besi berperan sebagai pembawa elektron pada proses
fotosintetis dan respirasi , sekaligus menjadi aktivator beberapa enzim. Unsur ini
tidak mudah bergerak sehigga bila terjadi kekurangan sulit diperbaiki. Fe paling
sering bertentangan atau antagonis dengan unsur mikro lain. Untuk mengurangi
efek itu , maka Fe sering dibungkus dengan Kelat (chelate) seperti EDTA (Ethylene
Diamine Tetra-acetic Acid). EDTA adalah suatu komponen organik yang bersifat
menstabilkan ion metal. Adanya EDTA maka sifat antagonis Fe pada pH tinggi
berkurang jauh. Di pasaran dijumpai dengan merek Fe-EDTA.
5. Molibdenum (Mo)
Mo bertugas sebagai pembawa elektron untuk mengubah nitrat menjadi
enzim. Unsur ini juga berperan dalam fiksasi nitrogen.
6. Mangan (Mn)
Mangan merupakan unsur mikro yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah
yang tidak terlalu banyak. Mangan sangat berperan dalam sintesa klorofil selain itu

berperan sebagai koenzim, sebagai aktivator beberapa enzim respirasi, dalam


reaksi metabolisme nitrogen dan fotosintesis. Mangan juga diperlukan untuk
mengaktifkan nitrat reduktase sehingga tumbuhan yang mengalami kekurangan
mangan memerlukan sumber N dalam bentuk NH4+. Peranan mangan dalam
fotosintesis berkaitan dengan pelepasan elektron dari air dalam pemecahannya
menjadi hidrogen dan oksigen.
Fungsi unsur hara Mangan (Mn) bagi tanaman ialah:
a. Diperlukan oleh tanaman untuk pembentukan protein dan vitamin terutama
vitamin C
b. Berperan penting dalam mempertahankan kondisi hijau daun pada daun yang tua
c. Berperan sebagai enzim feroksidase dan sebagai aktifator macam-macam enzim
d. Berperan sebagai komponen penting untuk lancarnya proses asimilasi
Mn diperlukan dalam kultur kotiledon selada untuk memacu pertumbuhan jumlah
pucuk yang dihasilkan. Mn dalam level yang tinggi dapat mensubstitusikan Mo
dalam kultur akar tomat. Mn dapat menggantikan fungsi Mg dalam beberapa sistem
enzym tertentu
7. Khlor (Cl)
Terlibat dalam osmosis (pergerakan air atau zat terlarut dalam sel),
keseimbangan ion yang diperlukan bagi tanaman untuk mengambil elemen mineral
dan dalam fotosintesis.
8. Nikel (Ni)
Diperlukan untuk enzim urease untuk menguraikan urea dalam
membebaskan nitrogen ke dalam bentuk yang dapat digunakan untuk tanaman.
Nikel diperlukan untuk penyerapan zat besi. Benih perlu nikel untuk berkecambah.
Tanaman tumbuh tanpa tambahan nikel akan berangsur-angsur mencapai tingkat
kekurangan saat mereka dewasa dan mulai pertumbuhan reproduksi

III.

Gejala Defisiensi Mineral

Gejala-gejala dari suatu defisiensi mineral dipengaruhi sebagian oleh fungsi


mutien tersebut di dalam tumbuhan. Gejala defisiensi mineral tidak saja bergantung
pada peranan nutrient tersebut dalam tumbuhan akan tetapi juga pada
mobilitasnya di dalam tumbuhan tersebut. Jika suatu nutrient bergerak agak bebas
dari satu bagian tumbuhan ke bagian lain, gejala defisiensi pertama kali akan
muncul pada organ yang lebih tua. Hal ini karena jaringan-jaringan muda yang
masih tumbuh memiliki daya tarik yang lebih kuat dibandingkan dengan jaringan
tua yang menarik nutrient yang jumlahnya kurang. Contohnya, magnesium yang
relatif mobil dalam tumbuhan, dialihkan dan diberikan khusus untuk daun-daun
yang lebih muda. Sebaliknya, defisiensi nutrient yang relatif lebih tidak mobil di
dalam tumbuhan pertama kali akan mempengaruhi bagian yang muda pada
tumbuhan tersebut. Jaringan-jaringan yang lebih tua mungkin saja memiliki mineral
itu dalam jumlah yang memadai, yang masih dapat mereka pertahankan selama
masa-masa kekurangan. Defisiensi besi, yang tidak berberak dengan bebas di
dalam tumbuhan, akan mempengaruhi daun yang lebih tua.

PENYERAPAN UNSUR HARA OLEH AKAR


Penyediaan unsur hara untuk tanaman terdiri dari tiga kategori, yaitu: (1)
tersedia dari udara, (2) tersedia dari air yang diserap akar tanaman, dan (3)
tersedia dari tanah. Beberapa unsur hara yang tersedia dalam jumlah cukup dari
udara adalah: (a) Karbon (C), dan (b) Oksigen (O), yaitu dalam bentuk karbon
dioksida (CO2). Unsur hara yang tersedia dari air (H2O) yang diserap adalah:
hidrogen (H), karena oksigen dari molekul air mengalami proses oksidasi dan
dibebaskan ke udara oleh tanaman dalam bentuk molekul oksigen (O2). Sedangkan
untuk unsur hara essensial lain yang diperlukan tanaman tersedia dari dalam tanah.
Unsur Hara

Bentuk yang dapat diserap

CO2 (melalui daun)

H+, H2O (H dari air)

O2, CO2 (melalui daun)

NH4+, NO3-

H2PO4-, HPO4

K+

Ca

Ca++

Mg

Mg++

SO4++

Fe

Fe++, Fe+++

Mn

Mn++

BO33-, H2BO3-, B(OH)4-

Mo

MoO4- (molibdat)

Cu

Cu++

Zn

Zn++

Cl

Cl-

keterangan

diserap dari udara dan


air

diserap dari tanah

Mekanisme penyediaan unsur hara dalam tanah melalui tiga mekanisme, yaitu:

1. Aliran Massa
Mekanisme aliran massa adalah suatu mekanisme gerakan unsur hara
di dalam tanah menuju ke permukaan akar bersama-sama dengan gerakan
massa air. Selama masa hidup tanaman mengalami peristiwa penguapan air

yang dikenal dengan peristiwa transpirasi. Selama proses transpirasi


tanaman berlangsung, terjadi juga proses penyerapan air oleh akar tanaman.
Pergerakan massa air ke akar tanaman akibat langsung dari serapan massa
air oleh akar tanaman terikut juga terbawa unsur hara yang terkandung
dalam air tersebut. Peristiwa tersedianya unsur hara yang terkandung dalam
air ikut bersama gerakan massa air ke permukaan akar tanaman dikenal
dengan Mekanisme Aliran Massa. Unsur hara yang ketersediaannya bagi
tanaman melalui mekanisme ini meliputi: nitrogen (98,8%), kalsium (71,4%),
belerang (95,0%), dan Mo (95,2%).
2. Difusi
Ketersediaan unsur hara ke permukaan akar tanaman, dapat juga
terjadi karena melalui mekanisme perbedaan konsentrasi. Konsentrasi unsur
hara pada permukaan akar tanaman lebih rendah dibandingkan dengan
konsentrasi hara dalam larutan tanah dan konsentrasi unsur hara pada
permukaan koloid liat serta pada permukaan koloid organik. Kondisi ini terjadi
karena sebagian besar unsur hara tersebut telah diserap oleh akar tanaman.
Tingginya konsentrasi unsur hara pada ketiga posisi tersebut menyebabkan
terjadinya peristiwa difusi dari unsur hara berkonsentrasi tinggi ke posisi
permukaan akar tanaman. Peristiwa pergerakan unsur hara yang terjadi
karena adanya perbedaan konsentrasi unsur hara tersebut dikenal dengan
mekanisme penyediaan hara secara difusi. Perbedaan konsenterasi tersebut
terdiri dari aktif dan pasif. Beberapa unsur hara yang tersedia melalui
mekanisme difusi ini, adalah: fosfor (90,9%) dan kalium (77,7%).
3. Intersepsi Akar
Mekanisme intersepsi akar sangat berbeda dengan kedua mekanisme
sebelumnya. Kedua mekanisme sebelumnya menjelaskan pergerakan unsur
hara menuju ke akar tanaman, sedangkan mekanisme ketiga ini menjelaskan
gerakan akar tanaman yang memperpendek jarak dengan keberadaan unsur
hara. Peristiwa ini terjadi karena akar tanaman tumbuh dan memanjang,
sehingga memperluas jangkauan akar tersebut. Perpanjangan akar tersebut
menjadikan permukaan akar lebih mendekati posisi dimana unsur hara
berada, baik unsur hara yang berada dalam larutan tanah, permukaan koloid
liat dan permukaan koloid organik. Mekanisme ketersediaan unsur hara
tersebut dikenal sebagai mekanisme intersepsi akar. Unsur hara yang
ketersediaannya sebagian besar melalui mekanisme ini adalah: kalsium
(28,6%).