Anda di halaman 1dari 24

ED

AMANDEMEN

PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN


Prakarsa Pengungkapan

PSAK

Diterbitkan oleh
Dewan Standar Akuntansi Keuangan
Ikatan Akuntan Indonesia
Grha Akuntan, Jalan Sindanglaya No. 1 Menteng, Jakarta 10310
Telp: (021) 31904232 | Fax: (021) 3900016
Email: iai-info@iaiglobal.or.id, dsak@iaiglobal.or.id
Juni 2015

Exposure draft ini diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan untuk
ditanggapi dan dikomentari. Saran dan masukan untuk menyempurnakan exposure draft
dimungkinkan sebelum diterbitkannya Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan.
Tanggapan tertulis atas exposure draft paling lambat diterima pada tanggal 30 September 2015.
Tanggapan dikirimkan ke:
Dewan Standar Akuntansi Keuangan
Ikatan Akuntan Indonesia
Grha Akuntan, Jl. Sindanglaya No. 1, Menteng, Jakarta 10310
Telp: (021) 31904232 Fax: (021) 3900016
E-mail: iai-info@iaiglobal.or.id, dsak@iaiglobal.or.id
Hak Cipta 2015 Ikatan Akuntan Indonesia
Exposure draft dibuat dengan tujuan untuk penyiapan tanggapan dan komentar yang
akan dikirimkan ke Dewan Standar Akuntansi Keuangan. Penggandaan exposure draft
oleh individu/organisasi/lembaga dianjurkan dan diizinkan untuk penggunaan di atas
dan tidak untuk diperjualbelikan.

PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN:


PRAKARSA PENGUNGKAPAN

ED Amandemen
PSAK 1

1
2
3
4
5
PENGANTAR
6
7
8
Dewan Standar Akuntansi Keuangan telah menyetujui Exposure Draft
9
Amandemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang Prakarsa
10
Pengungkapan dalam rapatnya pada tanggal 25 Juni 2015 untuk disebarluaskan
11
dan ditanggapi oleh perusahaan, regulator, perguruan tinggi, pengurus dan
12
anggota IAI dan pihak lainnya.
13
14
ED Amandemen PSAK 1 ini merupakan adopsi dari Amandemen IAS 1
15
Disclosure Initiatives yang berlaku efektif 1 Januari 2016.
16
17
Tanggapan akan sangat berguna jika memaparkan permasalahan secara jelas
18
dan alternatif saran yang didukung dengan alasan. ED Amandemen PSAK 1
19
ini disebarluaskan dalam bentuk buku, sisipan dokumen dalam majalah
20
Akuntan Indonesia, dan situs IAI: www.iaiglobal.or.id.
21
22
23
Jakarta, 25 Juni 2015
24
Dewan Standar Akuntansi Keuangan
25
26
27

Djohan Pinnarwan
Ketua
28

Danil S. Handaya
Wakil Ketua
29

Sylvia Veronica Siregar
Anggota
30
Patricia
Anggota
31

Lianny Leo
Anggota
32

Teguh Supangkat
Anggota
33

I. B. Aditya Jayaantara
Anggota
34

P. M. John L. Hutagaol
Anggota
35

Kristianto Andi Handoko
Anggota
36

Indra Wijaya
Anggota
37

Singgih Wijayana
Anggota
38

Friso Palilingan
Anggota
39
40
41
42
43
44
45
Hak Cipta 2015 IKATAN AKUNTAN INDONESIA

iii

Hak Cipta 2015 IKATAN AKUNTAN INDONESIA

PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN:


PRAKARSA PENGUNGKAPAN

ED Amandemen
PSAK 1

PERMINTAAN TANGGAPAN
1
2
Penerbitan ED Amandemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang
3
Prakarsa Pengungkapan bertujuan untuk meminta tanggapan atas seluruh
4
pengaturan dan paragraf dalam ED Amandemen PSAK 1 tersebut.
5
6
Untuk memberikan panduan dalam memberikan tanggapan, berikut ini
7
hal yang diharapkan masukannya:
8
9
1. Materialitas dan Penggabungan (Paragraf 30A31)
10
11
ED Amandemen PSAK 1 memberikan klarifikasi bahwa:
12
a) pertimbangan materialitas diterapkan pada seluruh bagian laporan
13
keuangan bahkan ketika suatu PSAK mensyaratkan pengungkapan
14
tertentu; dan
15
b) entitas tidak menggabungkan atau memisahkan informasi untuk
16
mengaburkan informasi yang berguna.
17
18
Apakah Anda setuju dengan persyaratan materialitas dan
19
penggabungan dalam penyusunan laporan keuangan yang disajikan
20
dalam ED Amandemen PSAK 1? Jika tidak, apa alasan Anda?
21
22
23
2. Informasi yang disajikan dalam Laporan Posisi Keuangan dan
24
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
25

(Paragraf 55, 55A, 82A, 85, dan 85A-85B)
26
27
ED Amandemen PSAK 1 memberikan:
28
a) klarifikasi bahwa penyajian pos-pos dalam laporan posisi keuangan
29
dan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dapat
30
dipisahkan jika relevan terhadap keterpahaman atas laporan posisi
31
keuangan dan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain;
32
b) penambahan persyaratan bagaimana entitas menyajikan subtotal
33
dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi dan penghasilan
34
komprehensif lain; dan
35
c) klarifikasi pemisahan informasi bagian penghasilan komprehensif lain
36
dari entitas asosiasi dan ventura bersama yang dicatat menggunakan
37
metode ekuitas.
38
Apakah Anda setuju dengan klarifikasi dan penambahan persyaratan
39
informasi yang akan disajikan dalam laporan posisi keuangan dan
40
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dalam ED
41
Amandemen PSAK 1? Jika tidak, apa alasan Anda?
42
43
44
45
Hak Cipta 2015 IKATAN AKUNTAN INDONESIA

PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN:


PRAKARSA PENGUNGKAPAN

ED Amandemen
PSAK 1

1
3. Catatan atas Laporan Keuangan (Paragraf 114)
2
3
ED Amandemen PSAK 1 memberikan klarifikasi bahwa entitas memiliki
4 fleksibilitas terkait urutan sistematis catatan atas laporan keuangan
5 yang tidak harus disajikan sesuai dengan urutan dalam paragraf 114
6 ED Amandemen PSAK.
7
8
Apakah Anda setuju bahwa entitas diberikan fleksibilitas terkait
9
urutan sistematis, dengan mempertimbangkan keterpahaman
10
dan keterbandingan, pada penyajian laporan keuangan dalam
11
ED Amandemen PSAK 1? Jika tidak, apa alasan Anda?
12
13
14
4. Tanggal Efektif dan Ketentuan Transisi (Paragraf 139P)
15
16
Amandemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang Prakarsa
17
Pengungkapan mengamandemen paragraf 10, 31, 5455, 82A, 85, 113114,
18
117, 119 dan 122, menambahkan paragraf 30A, 55A, 85A85B, dan menghapus
19
paragraf 115 dan 120. Entitas menerapkan paragraf tersebut untuk periode
20
tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2017. Penerapan
21
dini diperkenankan.
22
23
Apakah Anda setuju dengan tanggal efektif dan ketentuan
24
transisi ED Amandemen PSAK 1? Jika tidak, kapan tanggal
25
efektif yang menurut Anda lebih tepat dan apa alasan Anda?
26
Apakah Anda setuju bahwa penerapan dini diperkenankan
27
dalam
ED Amandemen PSAK 1? Jika tidak, apa alasan Anda?
28
29
30
5. Tanggapan Lain
31
32
33
Apakah Anda memiliki tanggapan atas isu lain yang terkait
34
dengan ED Amandemen PSAK 1?
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
vi

Hak Cipta 2015 IKATAN AKUNTAN INDONESIA

PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN:


PRAKARSA PENGUNGKAPAN

ED Amandemen
PSAK 1

1
IKHTISAR RINGKAS
2
3
Secara umum perbedaan antara ED Amandemen PSAK 1: Penyajian Laporan
4
Keuangan tentang Prakarsa Pengungkapan dengan PSAK 1 (Penyesuaian 2014):
5
Penyajian Laporan Keuangan adalah sebagai berikut:
6
7
PSAK 1
Perihal
ED Amandemen PSAK 1
8
(Penyesuaian 2014)
9
Mate r i a l it as d an E D A m a n d e m e n P S A K 1 Tidak diatur.
10
penggabungan
menegaskan bahwa:
(Paragraf 30A 31)
1. Entitas tidak menggabungkan
11
atau memisahkan informasi
12
untuk mengaburkan informasi
13
yang berguna;
14
2. Pe r s y a r at a n m at e r i a l i t a s
diterapkan pada laporan laba rugi
15
dan penghasilan komprehensif
16
lain, laporan posisi keuangan,
17
laporan arus kas dan laporan
perubahan ekuitas dan catatan
18
atas laporan keuangan; dan
19
3. Ketika suatu PSAK mensyaratkan
20
pengungkapan tertentu,
informasi yang dihasilkan
21
dikaji untuk menentukan
22
apakah informasi tersebut
23
material dan apakah penyajian
atau pengungkapan informasi
24
tersebut dapat dijamin.
25
26
Informasi yang
ED Amandemen PSAK 1:
PSAK 1 (Penyesuaian 2014):
27
disajikan dalam
1. M e n g k l a r i f i k a s i b a h w a 1. T i d a k m e n e t a p k a n
laporan posisi
penyajian pos-pos tambahan
bahwa penyajian pos-pos
28
keuangan atau
dalam laporan laba rugi dan
tambahan dalam laporan
29
laporan laba rugi
penghasilan komprehensif lain
laba rugi dan penghasilan
30
dan penghasilan
dan laporan posisi keuangan
komprehensif lain dan
komprehensif lain
dapat dipisahkan;
laporan posisi keuangan
31
(Paragraf
55,
2.
Menetapkan
persyaratan
ketika
dapat dipisahkan;
32
55A, 82A, 85, dan
entitas menyajikan subtotal 2. T i d a k m e n g a t u r
33
85A85B)
sesuai dengan paragraf 55
persyaratan penyajian
dalam laporan posisi keuangan
subtotal; dan
34
dan
paragraf
85
dalam
laporan
3.
T
idak menetapkan
35
laba rugi dan penghasilan
pemisahan penyajian
36
komprehensif lain, termasuk
informasi dalam bagian
rekonsiliasi subtotal tambahan
penghasilan komprehensif
37
dengan subtotal yang disyaratkan
lain yang diklarifikasikan
38
PSAK; dan
berdasarkan sifat dan
39
3. Mengklarifikasi pemisahan
dari entitas asosiasi dan
40
informasi bagian penghasilan
ventura bersama yang
komprehensif lain dari entitas
dicatat menggunakan
41
asosiasi dan ventura bersama
metode ekuitas.
42
yang dicatat menggunakan
43
metode ekuitas.
44
45
Hak Cipta 2015 IKATAN AKUNTAN INDONESIA

vii

ED Amandemen
PSAK 1

PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN:


PRAKARSA PENGUNGKAPAN

1
Struktur catatan atas
laporan keuangan
2
(Paragraf 114)
3
4
5
6
Pengungkapan
kebijakan akuntansi
7
(Paragraf 120)
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
viii

ED Amandemen PSAK 1
mengklarifikasi bahwa entitas
memiliki fleksibilitas terkait urutan
sistematis catatan atas laporan
keuangan dengan menghapus
paragraf 115.

PSAK 1 (Penyesuaian 2014)


paragraf 115 menetapkan
urutan pos-pos dalam catatan
atas laporan keuangan pada
kondisi tertentu.

ED Amandemen PSAK 1
menghapus panduan PSAK 1
(Penyesuaian 2014) paragraf 120
dalam mengidentifikasi kebijakan
akuntansi signifikan, termasuk
menghapus contoh yang berpotensi
tidak membantu.

PSAK 1 (Penyesuaian 2014)


paragraf 120 memberikan
panduan pengungkapan
kebijakan akuntansi signifikan
dengan mempertimbangkan
sifat kegiatan operasinya.
Sebagai contoh, pengguna
akan memperkirakan suatu
entitas yang menjadi subjek
pajak penghasilan untuk
mengungkapkan kebijakan
akuntansi tentang pajak
penghasilan, termasuk
kebijakan yang diterapkan
atas aset dan liabilitas pajak
tangguhan.

Hak Cipta 2015 IKATAN AKUNTAN INDONESIA

PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN:


PRAKARSA PENGUNGKAPAN

ED Amandemen
PSAK 1

1
2
3
4
5
PERBEDAAN DENGAN IFRSs
6
7
8
ED Amandemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang Prakarsa
9
Pengungkapan mengadopsi seluruh pengaturan dalam amandemen IAS 1
10
Disclosure
Initiative per efektif 1 Januari 2016, kecuali:
11
12 IAS 1 paragraf 139NO tentang tanggal efektif dan ketentuan transisi
1.
13 tidak diadopsi karena tidak relevan.
14
15 IAS 1 paragraf 139P tentang tanggal efektif dan ketentuan transisi.
2.
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
Hak Cipta 2015 IKATAN AKUNTAN INDONESIA

ix

Hak Cipta 2015 IKATAN AKUNTAN INDONESIA

PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN:


PRAKARSA PENGUNGKAPAN

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45

ED Amandemen
PSAK 1

PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN 1


PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN
ED Amandemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang
Prakarsa Pengungkapan disajikan dalam format yang disesuaikan
dengan format yang digunakan IFRS. Kalimat yang digaris bawah
adalah kalimat yang ditambahkan, sedangkan kalimat yang dicoret
adalah kalimat yang dihapuskan.
Untuk paragraf-paragraf yang tidak diamandemen dapat mengacu
ke PSAK 1 (Penyesuaian 2014): Penyajian Laporan Keuangan.
LAPORAN KEUANGAN
Komponen Laporan Keuangan Lengkap
10. Komponen Laporan keuangan lengkap terdiri dari:
(a) laporan posisi keuangan pada akhir periode;
(b) laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain selama
periode;
(c) laporan perubahan ekuitas selama periode;
(d) laporan arus kas selama periode;
(e) catatan atas laporan keuangan, berisi ringkasan kebijakan
akuntansi yang signifikan dan informasi penjelasan lain;
(ea) informasi komparatif mengenai periode terdekat sebelumnya
sebagaimana ditentukan dalam paragraf 38 dan 38A; dan
(f) laporan posisi keuangan pada awal periode terdekat sebelumnya
ketika entitas menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara
retrospektif atau membuat penyajian kembali pos-pos laporan
keuangan, atau ketika entitas mereklasifikasi pos-pos dalam
laporan keuangannya sesuai dengan paragraf 40A-40D.
Materialitas dan Penggabungan
30A. Ketika menerapkan Pernyataan ini dan SAK lain, entitas
menentukan penggabungan informasi dalam laporan keuangan
termasuk catatan atas laporan keuangan, dengan mempertimbangkan
seluruh fakta dan keadaan yang terkait. Entitas tidak mengurangi
pemahaman atas laporan keuangan dengan mengaburkan informasi
material dengan informasi tidak material atau dengan menggabungkan
pos-pos material yang memiliki sifat atau fungsi berbeda.

Hak Cipta 2015 IKATAN AKUNTAN INDONESIA

PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN:


PRAKARSA PENGUNGKAPAN

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
1.2

ED Amandemen
PSAK 1

31. Beberapa SAK menentukan informasi yang disyaratkan


untuk dicakup dalam laporan keuangan, termasuk catatan atas
laporan keuangan. Entitas tidak perlu menyediakan pengungkapan
yang spesifik yang disyaratkan oleh suatu PSAK jika informasi yang
dihasilkan dari pengungkapan tersebut tidak material. Hal ini juga
berlaku meskipun PSAK tersebut mencakup daftar persyaratan
spesifik atau mendeskripsikannya sebagai persyaratan minimum.
Entitas juga mempertimbangkan untuk memberikan pengungkapan
tambahan jika pemenuhan atas persyaratan spesifik dari suatu
PSAK tidak cukup membantu pengguna laporan keuangan dalam
memahami dampak dari transaksi tertentu, kejadian dan kondisi lain
terhadap laporan posisi keuangan dan kinerja keuangan entitas.
Informasi yang Disajikan dalam Laporan Posisi Keuangan
54. Laporan posisi keuangan minimal mencakup penyajian
jumlah pos-pos berikut:
(ar) ....
55. Entitas menyajikan pos-pos tambahan (termasuk
memisahkan pos-pos dalam paragraf 54), judul, dan subtotal dalam
laporan posisi keuangan jika penyajian tersebut relevan untuk
pemahaman posisi keuangan entitas.
55A. Ketika entitas menyajikan subtotal sesuai dengan paragraf 55,
subtotal tersebut:
a) berisi pos-pos yang berasal dari jumlah yang diakui dan diukur
sesuai dengan PSAK;
b) disajikan dan diberi judul sehingga pos-pos yang merupakan
subtotal menjadi jelas dan dapat dipahami;
c) konsisten dari suatu periode ke periode yang lain, sesuai dengan
paragraf 45; dan
d) tidak lebih diutamakan daripada subtotal dan total yang
disyaratkan PSAK untuk laporan posisi keuangan.
Informasi yang Disajikan dalam Bagian Penghasilan Komprehensif
Lain
82A. Bagian penghasilan komprehensif lain menyajikan pos-pos
untuk jumlah penghasilan komprehensif lain dalam periode berjalan,
diklasifikasikan berdasarkan sifat (termasuk bagian penghasilan
komprehensif lain dari entitas asosiasi dan ventura bersama yang
dicatat menggunakan metode ekuitas) dan dikelompokkan sesuai
dengan SAK suatu periode:

Hak Cipta 2015 IKATAN AKUNTAN INDONESIA

PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN:


PRAKARSA PENGUNGKAPAN

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45

ED Amandemen
PSAK 1

(a) pos-pos dari penghasilan komprehensif lain (selain jumlah


dalam paragraf (b)), diklasifikasikan berdasarkan sifat dan
dikelompokkan sesuai dengan SAK lain tidak akan direklasifikasi
lebih lanjut ke laba rugi:
(a) (i) tidak akan direklasifikasi lebih lanjut ke laba rugi; dan
(b) (ii) akan direklasifikasi lebih lanjut ke laba rugi ketika
kondisi tertentu terpenuhi.
(b) bagian dari penghasilan komprehensif lain atas entitas asosiasi
dan ventura bersama yang dicatat menggunakan metode ekuitas,
dipisahkan ke dalam bagian pos berdasarkan SAK lain akan
direklasifikasi lebih lanjut ke laba rugi ketika kondisi tertentu
terpenuhi.:
(i) tidak akan direklasifikasi lebih lanjut ke laba rugi; dan
(ii) akan direklasifikasi lebih lanjut ke laba rugi ketika kondisi
tertentu terpenuhi.
85. Entitas menyajikan pos-pos (termasuk memisahkan
pos-pos dalam paragraf 82), judul dan subtotal tambahan dalam
laporan yang menyajikan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain jika penyajian tersebut relevan untuk pemahaman kinerja
keuangan entitas.
85A. Ketika entitas menyajikan subtotal berdasarkan paragraf 85,
subtotal tersebut:
a) berisi pos-pos yang berasal dari jumlah yang diakui dan diukur
sesuai dengan PSAK;
b) disajikan dan diberi judul sehingga pos-pos yang merupakan
subtotal menjadi jelas dan dapat dipahami;
c) konsisten dari suatu periode ke periode yang lain, sesuai dengan
paragraf 45; dan
d) tidak lebih diutamakan daripada subtotal dan total yang
disyaratkan PSAK untuk laporan yang menyajikan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain.
85B. Entitas menyajikan pos-pos dalam laporan yang menyajikan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain yang merekonsiliasi
subtotal yang disajikan berdasarkan paragraf 85 dengan subtotal atau
total yang disyaratkan PSAK untuk laporan-laporan tersebut.

Hak Cipta 2015 IKATAN AKUNTAN INDONESIA

1.3

PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN:


PRAKARSA PENGUNGKAPAN

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
1.4

ED Amandemen
PSAK 1

Catatan atas Laporan Keuangan


Struktur
113. Entitas, sepanjang praktis, menyajikan catatan atas
laporan keuangan secara sistematis. Dalam menentukan penyajian
secara sistematis, entitas mempertimbangkan dampaknya terhadap
keterpahaman dan keterbandingan pada laporan keuangan. Entitas
membuat referensi silang atas setiap pos dalam laporan posisi
keuangan dan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain,
laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas untuk informasi
yang berhubungan dalam catatan atas laporan keuangan.
114. Entitas umumnya menyajikan catatan atas laporan keuangan
dengan urutan sebagai berikut, untuk membantu pengguna memahami
dan membandingkan dengan laporan keuangan entitas lain: Contoh
pengelompokan dan urutan penyajian catatan atas laporan keuangan
meliputi:
a) mengutamakan area aktivitas yang dianggap paling relevan oleh
entitas untuk memahami kinerja dan posisi keuangan, seperti
mengelompokkan informasi mengenai aktivitas operasi tertentu;
b) mengelompokkan informasi mengenai pos-pos yang diukur
secara serupa, seperti aset yang diukur pada nilai wajar; atau
c) mengikuti urutan pos-pos dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain dan laporan posisi keuangan,
seperti:
(a) (i) pernyataan kepatuhan terhadap SAK (lihat paragraf 16);
(b) ringkasan (ii) kebijakan akuntansi signifikan yang diterapkan
(lihat paragraf 117);
(c) (iii) informasi tambahan untuk pos-pos yang disajikan
dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas
dan laporan arus kas, sesuai dengan urutan penyajian laporan
dan penyajian masing-masing pos; dan
pengungkapan lain, termasuk:
(i) (1) liabilitas kontinjensi (lihat PSAK 57: Provisi, Liabilitas
Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi) dan komitmen
kontraktual yang belum diakui; dan
(ii) (2) pengungkapan informasi nonkeuangan, contohnya
tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan
(lihat PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan).

Hak Cipta 2015 IKATAN AKUNTAN INDONESIA

PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN:


PRAKARSA PENGUNGKAPAN

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45

ED Amandemen
PSAK 1

115. Dalam beberapa keadaaan, mungkin dibutuhkan atau


dikehendaki untuk membedakan urutan pos-pos tertentu dalam
catatan atas laporan keuangan. Sebagai contoh, entitas dapat
mengkombinasikan (1) informasi perubahan nilai wajar yang diakui
dalam laba rugi dengan (2) informasi tentang jatuh tempo instrumen
keuangan, meskipun pengungkapan (1) terkait dengan laporan
yang menyajikan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dan
pengungkapan (2) terkait dengan laporan posisi keuangan. Namun
demikian, entitas tetap menjaga struktur yang sistematis untuk catatan
atas laporan keuangan sepanjang praktis. Dikosongkan.
Pengungkapan Kebijakan Akuntansi
117. Entitas mengungkapkan dalam ringkasan kebijakan
akuntansi signifikan yang berisi:
(a) dasar pengukuran yang digunakan dalam menyusun laporan
keuangan; dan
(b) kebijakan akuntansi lain yang diterapkan yang relevan untuk
memahami laporan keuangan.
119. Dalam memutuskan apakah kebijakan akuntansi tertentu
diungkapkan, manajemen mempertimbangkan apakah pengungkapan
tersebut akan membantu pengguna laporan keuangan untuk memahami
bagaimana transaksi, peristiwa, dan kondisi lain tercermin dalam
laporan kinerja keuangan dan posisi keuangan yang dilaporkan. Entitas
mempertimbangkan sifat operasi dan kebijakan yang diharapkan oleh
pengguna laporan keuangan untuk diungkapkan oleh entitas jenis
tersebut. Pengungkapan kebijakan akuntansi tertentu bermanfaat bagi
pengguna terutama ketika kebijakan akuntansi tersebut dipilih dari
beberapa alternatif yang diperkenankan dalam SAK. Contohnya adalah
pengungkapan apakah entitas menerapkan model nilai wajar atau
model biaya atas properti investasi (lihat PSAK 13: Properti Investasi).
Beberapa SAK secara spesifik mensyaratkan pengungkapan kebijakan
akuntansi tertentu, termasuk pilihan yang dibuat oleh manajemen
di antara kebijakan akuntansi berbeda yang diperkenankan. Sebagai
contoh, PSAK 16: Aset Tetap mensyaratkan pengungkapan dasar
pengukuran yang digunakan untuk kelas aset tetap.
120. Setiap entitas mempertimbangkan sifat kegiatan operasinya
dan kebijakan yang diharapkan pengguna laporan keuangan akan
diungkapkan oleh entitas yang berjenis seperti itu. Sebagai contoh,
pengguna akan memperkirakan suatu entitas yang menjadi subjek
pajak penghasilan untuk mengungkapkan kebijakan akuntansi tentang

Hak Cipta 2015 IKATAN AKUNTAN INDONESIA

1.5

ED Amandemen
PSAK 1

PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN:


PRAKARSA PENGUNGKAPAN

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
1.6

pajak penghasilan, termasuk kebijakan yang diterapkan atas aset dan


liabilitas pajak tangguhan. Ketika entitas memiliki kegiatan usaha
luar negeri atau transaksi dalam valuta asing yang signifikan, maka
pengguna akan mengharapkan pengungkapan kebijakan akuntansi
untuk pengakuan keuntungan dan kerugian selisih kurs valuta asing.
Dikosongkan.
122.
Entitas mengungkapkan, dalam ringkasan bersama
dengan kebijakan akuntansi signifikan atau catatan atas laporan
keuangan lain, pertimbangan (selain yang telah tercakup dalam
estimasi (lihat paragraf 125)), yang telah dibuat manajemen dalam
proses penerapan kebijakan akuntansi dan memiliki dampak yang
paling signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan
keuangan.
TANGGAL EFEKTIF DAN KETENTUAN TRANSISI
139M.

Dikosongkan.

139NO. Dikosongkan.
139P.
Amandemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan
tentang Prakarsa Pengungkapan mengamandemen paragraf 10, 31,
5455, 82A, 85, 113114, 117, 119 dan 122, menambahkan paragraf
30A, 55A, 85A85B, dan menghapus paragraf 115 dan 120. Entitas
menerapkan paragraf tersebut untuk periode tahun buku yang
dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2017. Penerapan dini
diperkenankan.

Hak Cipta 2015 IKATAN AKUNTAN INDONESIA

ED Amandemen
PSAK 1

PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN:


PRAKARSA PENGUNGKAPAN

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45

PEDOMAN IMPLEMENTASI
Ilustrasi Struktur Laporan Keuangan
PI06. Contoh-contoh tidak diintensikan untuk mengilustrasikan
seluruh aspek dari SAK, atau menyajikan satu set laporan keuangan
lengkap, yang di dalamnya termasuk laporan arus kas, ringkasan
pengungkapan tentang kebijakan akuntansi signifikan, dan informasi
penjelasan lain.
BAGIAN I: ILUSTRASI PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN
KELOMPOK USAHA XYZ
Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain untuk tahun
yang berakhir pada 31 Desember 20X7
(dalam ribuan rupiah)
(Mengilustrasikan penyajian laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain dalam satu laporan dan pengklasifikasian beban dalam laba rugi
berdasarkan fungsi)
20X7
20X6
Penghasilan komprehensif lain
Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba
rugi
Keuntungan revaluasi aset tetap
Pengukuran kembali atas program imbalan pasti
Bagian keuntungan atau kerugian revaluasi aset
tetap penghasilan komprehensif lain entitas
assosiasi2
Pajak penghasilan terkait pos-pos yang tidak akan
direklasifikasi ke laba rugi3

933

3.367

(667)

1.333

400

(700)

(166)

(1.000)

500

3.000

2 Hal ini berarti bagian keuntungan (kerugian) penghasilan komprehensif lain entitas asosiasi atas revaluasi
aset tetap yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas asosiasi, yaitu keuntungan (kerugian) setelah
pajak dan kepentingan non-pengendali dalam entitas asosiasi. Pada contoh ini, penghasilan komprehensif
lain entitas asosiasi terdiri dari pos-pos yang tidak direklasifikasi ke laba rugi. Entitas yang penghasilan komprehensif lain entitas asosiasinya termasuk pos-pos yang direklasifikasi ke laba rugi disyaratkan pada paragraf
82A(b) untuk menyajikan jumlah tersebut pada pos terpisah.
3 Pajak penghasilan terkait dengan setiap pos penghasilan komprehensif lain diungkapkan dalam catatan atas
laporan keuangan.

Hak Cipta 2015 IKATAN AKUNTAN INDONESIA

1.7

PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN:


PRAKARSA PENGUNGKAPAN

ED Amandemen
PSAK 1

1 Sebagai alternatif, komponen penghasilan komprehensif lain dapat


2 disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
3 setelah pajak:
4
20X7
20X6
5 Penghasilan komprehensif lain setelah pajak
6 Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba
rugi
7 Keuntungan revaluasi aset tetap
600
2.700
8 Pengukuran kembali atas program imbalan pasti
(500)
1.000
9 Bagian keuntungan atau kerugian dalam aset tetap
400
(700)
10 penghasilan komprehensif lain entitas assosiasi
11
500
3.000
12
13
KELOMPOK USAHA XYZ
14
Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain untuk tahun yang
15
berakhir pada 31 Desember 20X7
16
(dalam ribuan rupiah)
17
(Mengilustrasikan penyajian laporan laba rugi komprehensif dalam dua
18
laporan)
19
20
20X7
20X6
21
22 Laba tahun berjalan
121.250
65.500
23 Penghasilan komprehensif lain:
24 Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba
25 rugi
933
3.367
26 Keuntungan revaluasi aset tetap
(667)
1.333
27 Pengukuran kembali atas program imbalan pasti
Bagian keuntungan atau kerugian revaluasi aset
28 tetap penghasilan komprehensif lain entitas
400
(700)
29 assosiasi1
yang tidak akan
30 Pajak penghasilan terkait pos-pos
(166)
(1.000)
direklasifikasi ke laba rugi2
31
500
3.000
32
33
34
35
36
37
38
39
40
1 Hal ini berarti bagian keuntungan (kerugian) penghasilan komprehensif lain entitas asosiasi atas revaluasi
41
aset tetap yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas asosiasi, yaitu keuntungan (kerugian) setelah pajak dan kepentingan non-pengendali dalam entitas asosiasi. Pada contoh ini, penghasilan komprehensif lain
42
dari entitas asosiasi terdiri dari pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi. Entitas yang penghasilan
43
komprehensif lain entitas asosiasinya termasuk pos-pos yang direklasifikasi ke laba rugi disyaratkan pada
82A(b) untuk menyajikan jumlah tersebut pada pos terpisah.
44 2 paragraf
Pajak penghasilan terkait dengan setiap pos penghasilan komprehensif lain diungkapkan dalam catatan atas
laporan keungan.
45
1.8

Hak Cipta 2015 IKATAN AKUNTAN INDONESIA

PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN:


PRAKARSA PENGUNGKAPAN

ED Amandemen
PSAK 1

1
KELOMPOK USAHA XYZ
Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain untuk tahun
2
yang berakhir pada 31 Desember 20X7
3
(dalam ribuan rupiah)
4
(Mengilustrasikan penyajian laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
5
lain dalam satu laporan dan pengklasifikasian beban dalam laba rugi
6
berdasarkan fungsi)
7
20X7
20X6
8
9 Penghasilan komprehensif lain
10 Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba
11 rugi
Keuntungan revaluasi aset tetap
933
3.367
12
Investasi pada instrumen modal
(24.000)
26.667
13
(667)
1.333
14 Pengukuran kembali atas program imbalan pasti
Bagian
keuntungan
atau
kerugian
revaluasi
aset
15
tetap penghasilan komprehensif lain entitas
400
(700)
16 assosiasi2
17 Pajak penghasilan terkait pos-pos yang tidak akan
5.834
(7.667)
18 direklasifikasi ke laba rugi3
(17.500)
23.000
19
20
21
22 Sebagai alternatif, komponen penghasilan komprehensif lain dapat
23 disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
24 setelah pajak:
25
20X7
20X6
26 Penghasilan komprehensif lain setelah pajak
Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba
27
rugi
28 Keuntungan revaluasi aset tetap
600
2.700
29 Investasi pada instrumen modal
(18.000)
20.000
30 Pengukuran kembali atas program imbalan pasti
(500)
1.000
31 Bagian keuntungan atau kerugian dalam aset tetap
400
(700)
32 penghasilan komprehensif lain entitas assosiasi
(17.500)
23.000
33
34
35
36
37
38
39
40 2 Hal ini berarti bagian keuntungan (kerugian) penghasilan komprehensif lain entitas asosiasi atas revaluasi
aset tetap yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas asosiasi, yaitu keuntungan (kerugian) setelah
41
pajak dan kepentingan non-pengendali dalam entitas asosiasi. Pada contoh ini, penghasilan komprehensif
42
lain entitas asosiasi terdiri dari pos-pos yang tidak direklasifikasi ke laba rugi. Entitas yang penghasilan komprehensif lain entitas asosiasinya termasuk pos-pos yang direklasifikasi ke laba rugi disyaratkan pada paragraf
43
untuk menyajikan jumlah tersebut pada pos terpisah.
44 3 82A(b)
Pajak penghasilan terkait dengan setiap pos penghasilan komprehensif lain diungkapkan dalam catatan atas
laporan keuangan.
45
Hak Cipta 2015 IKATAN AKUNTAN INDONESIA

1.9

ED Amandemen
PSAK 1

PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN:


PRAKARSA PENGUNGKAPAN

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
1.10

KELOMPOK USAHA XYZ


Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain untuk tahun yang
berakhir pada 31 Desember 20X7
(dalam ribuan rupiah)
(Mengilustrasikan penyajian laporan laba rugi komprehensif dalam dua
laporan)

Laba tahun berjalan
Penghasilan komprehensif lain:
Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba
rugi
Keuntungan revaluasi aset tetap
Investasi pada instrumen modal
Pengukuran kembali atas program imbalan pasti
Bagian keuntungan atau kerugian revaluasi aset
tetap penghasilan komprehensif lain entitas
assosiasi1
Pajak penghasilan terkait pos-pos yang tidak akan
direklasifikasi ke laba rugi2

20X7

20X6

121.250

65.500

933

3.367

(24.000)

26.667

(667)

1.333

400

(700)

5.834

(7.667)

(17.500)

23.000

1 Hal ini berarti bagian keuntungan (kerugian) penghasilan komprehensif lain entitas asosiasi atas revaluasi
aset tetap yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas asosiasi, yaitu keuntungan (kerugian) setelah pajak dan kepentingan non-pengendali dalam entitas asosiasi. Pada contoh ini, penghasilan komprehensif lain
dari entitas asosiasi terdiri dari pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi. Entitas yang penghasilan
komprehensif lain entitas asosiasinya termasuk pos-pos yang direklasifikasi ke laba rugi disyaratkan pada
paragraf 82A(b) untuk menyajikan jumlah tersebut pada pos terpisah.
2 Pajak penghasilan terkait dengan setiap pos penghasilan komprehensif lain diungkapkan dalam catatan atas
laporan keungan.

Hak Cipta 2015 IKATAN AKUNTAN INDONESIA

PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN:


PRAKARSA PENGUNGKAPAN

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45

ED Amandemen
PSAK 1

AMANDEMEN TERHADAP SAK LAIN


PSAK 60 INSTRUMEN KEUANGAN: PENGUNGKAPAN
Kebijakan Akuntansi
21. Sesuai dengan PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan paragraf 117,
entitas mengungkapkan dalam ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan, berisi
dasar pengukuran yang digunakan dalam menyusun laporan keuangan dan
kebijakan akuntansi lain yang relevan untuk memahami laporan keuangan.
TANGGAL EFEKTIF DAN KETENTUAN TRANSISI
44B. Amandemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang
Prakarsa Pengungkapan mengamandemen paragraf 21 dan PP05.
Entitas menerapkan paragraf tersebut untuk periode tahun buku
yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2017. Penerapan
dini diperkenankan.
Pengungkapan Lain Kebijakan Akuntansi (Paragraf 21)
PP05. Paragraf 21 mensyaratkan pengungkapan dasar pengukuran
yang digunakan dalam menyusun laporan keuangan da kebijakan
akuntansi lain yang digunakan yang relevan terhadap pemahaman
laporan keuangan. Untuk instrumen keuangan, pengungkapan
tersebut dapat mencakup:
(a) .........................
PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan paragraf 122 juga
mensyaratkan entitas untuk mengungkapkan, dalam ikhtisar
bersama dengan kebijakan akuntansi yang signifikan atau catatan
atas laporan keuangan lain, pertimbangan, selain dari yang
menggunakan estimasi, yang dibuat manajemen dalam proses
penerapan kebijakan akuntansi dan yang berdampak paling
signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan.

Hak Cipta 2015 IKATAN AKUNTAN INDONESIA

1.11

ED Amandemen
PSAK 1

PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN:


PRAKARSA PENGUNGKAPAN

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
1.12

PSAK 3 LAPORAN KEUANGAN INTERIM


ISI LAPORAN KEUANGAN INTERIM
05. PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan menetapkan laporan
keuangan lengkap meliputi:
..................
(e) catatan atas laporan keuangan, berisi ringkasan kebijakan
akuntansi signifikan dan informasi penjelasan lain; dan
TANGGAL EFEKTIF
57. Amandemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang
Prakarsa Pengungkapan mengamandemen paragraf 05. Entitas
menerapkan paragraf tersebut untuk periode tahun buku yang
dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2017. Penerapan dini
diperkenankan.

Hak Cipta 2015 IKATAN AKUNTAN INDONESIA

PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN:


PRAKARSA PENGUNGKAPAN

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45

ED Amandemen
PSAK 1

AMANDEMEN TERHADAP PANDUAN IMPLEMENTASI SAK


LAIN
PSAK 62 KONTRAK ASURANSI
Aset, Liabilitas, Pendapatan dan Beban

PI20. PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan mensyaratkan
pengungkapan minimum dalam laporan posisi keuangan. Asuradur
dapat menyimpulkan bahwa, untuk memenuhi persyaratan tersebut,
perlu untuk menyajikan secara terpisah dalam laporan posisi
keuangan jumlah berikut yang timbul dari kontrak asuransi:
..........................
PI24. PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan membuat daftar
pos minimum yang disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif.
PSAK 1 juga mensyaratkan penyajian atas pos tambahan ketika
diperlukan untuk menyajikan kinerja keuangan secara wajar. Asuradur
dapat menyimpulkan bahwa untuk memenuhi persyaratan tersebut,
asuradur perlu menyajikan jumlah berikut dalam laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain:
..........................

Hak Cipta 2015 IKATAN AKUNTAN INDONESIA

1.13

PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN:


PRAKARSA PENGUNGKAPAN

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
1.14

ED Amandemen
PSAK 1

PSAK 5 SEGMEN OPERASI


URAIAN INFORMASI TENTANG SEGMEN DILAPORKAN
DARI ENTITAS
PI02 ...
Pengukuran laba rugi, aset dan liabilitas segmen operasi (paragraf 27)
Kebijakan akuntansi segmen operasi adalah sama sebagaimana dideskripsikan
pada ringkasan kebijakan akuntansi signifikan, kecuali beban pensiun untuk
setiap segmen operasi diakui dan diukur berdasarkan pembayaran kas
kepada program pensiun. Perusahaan Terdiversifikasi mengevaluasi kinerja
berdasarkan laba rugi operasi sebelum beban pajak, tidak termasuk keuntungan
dan kerugian yang tidak terjadi berulang maupun keuntungan dan kerugian
selisih kurs. Perusahaan Terdiversifikasi mencatat penjualan dan pengalihan
antar segmen seolah-olah penjualan dan pengalihan tersebut dilakukan kepada
pihak ketiga, yaitu pada harga pasar kini.

Hak Cipta 2015 IKATAN AKUNTAN INDONESIA