Anda di halaman 1dari 73

SISTEM PENGOPERASIAN DAN TARGET PRODUKSI

ENERGI LISTRIK TAHUN 2015 DI PT. PJB UP. BRANTAS


PLTA SUTAMI, MALANG

LAPORAN MAGANG KERJA INDUSTRI (MKI)

Oleh
MAHDIR
NIM. B4 211 480

PROGRAM STUDI TEKNIK ENERGI TERBARUKAN


JURUSAN TEKNIK
POLITEKNIK NEGERI JEMBER
2015

SISTEM PENGOPERASIAN DAN TARGET PRODUKSI


ENERGI LISTRIK TAHUN 2015 DI PT. PJB UP. BRANTAS
PLTA SUTAMI, MALANG

LAPORAN MAGANG KERJA INDUSTRI (MKI)

Sebagai Salah Satu Syarat Menyelesaikan Pendidikan Diploma IV


Di Program Studi Teknik Energi Terbarukan
Jurusan Teknik

Oleh
MAHDIR
NIM. B4 211 480

PROGRAM STUDI TEKNIK ENERGI TERBARUKAN


JURUSAN TEKNIK
POLITEKNIK NEGERI JEMBER
2015

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


POLITEKNIK NEGERI JEMBER
LEMBAR PENGESAHAN
SISTEM PENGOPERASIAN DAN TARGET PRODUKSI ENERGI LISTRIK
TAHUN 2015
DI PT. PJB UP. BRANTAS PLTA SUTAMI
MALANG
MAHDIR
NIM. B4 211 480
Telah Melaksanakan Magang Kerja Industri dan Dinyatakan Lulus
Tim Penilai
Koordinator MKI Program Studi,

Dosen Pembimbing Utama,

Ir. Michael Joko Wibowo, M.T.


NIP. 19630202 198903 1 001

Ir. Michael Joko Wibowo,M.T.


NIP. 19630202 198903 1 001

Mengetahui,
Ketua Jurusan Teknik

Dr. Bayu Rudiyanto, S.T., M.Si.


NIP. 19731221 200212 1 001

PERSEMBAHAN
Puji syukur atas karunia Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat beserta
karunianya sehingga penulis dapat menyusun laporan Magang Kerja Industri
dengan penuh tanggung jawab. Laporan ini penulis persembahkan untuk keluarga,
dosen pembimbing dan sahabat tercinta:
Ayah terhebat, sang motivator dan inspirator mahdir kecil hingga menjadi
dewasa dalam mendidik hidup dengan keras dan tegas, Makmur Royani dan Nur
Halimah, yang selalu mengingatkanku arti berbagi sesama dan menerapkan
kesabaran dalam setiap keadaan. Terima kasih banyak untuk kalian, kasih sayang
kalian, dan pengorbanan kalian yang tak dapat dihitung dengan rupiah ataupun
dollar.
Kakak dan adik tersayang, kak Muhammad Romli, kak Mahmudi Adiwinata dan
Adik Nur Aini yang telah menjadi alasan kuat bagi penulis untuk kuat, tegar, dan
selalu berusaha.
Bapak Ir. Michael Joko Wibowo. MT., dosen pembimbing yang selalu
memberikan arahan secara cepat dan tangkas.
Sendi Dwi Marcelina, rekan diskusi dalam berbagai bidang yang mengajarkan
kesabaran, cita-cita dan kerendahan hati.
Syarif Hidayatullah, Irwan Sandi O., Indra Fajar Yudistriawan, dan Aditya
Virgiawan selaku rekan 1 tim magang, terimakasih untuk kerjasama dan
dedikasinya.
Muhammad Asad, Primas Suhardi, dan Sahabat CBC yang membanggakan.
Bapak Supeno, Bapak Sutiawan, Bapak Yantoro, Mas Teddik Muntoha, Mas
Dhimas A.P, terimakasih atas ilmu dan bimbingannya.
Seluruh staf dan Karyawan PT.PJB UP.Brantas PLTA Sutami Malang, terima
kasih telah menerima, dan menyambut kami dengan baik.
Seluruh Rekan mahasiswa Program Studi Teknik Energi Terbarukan angkatan
2011.

MOTTO

Jangan Peduli dengan Pelatuk yang Akan Membunuhmu, Busur Panah


yang Akan Menusukmu, Serta Setetes Nuklir yang Akan
Menghancurkanmu. Tapi Teruslahlah Berkarya Selagi ada Waktu
(Mahdir Royani)
Jangan Ragu dan Jangan Malu, Tunjukkan Pada Dunia Bahwa
Sebenarnya Kita Mampu
( Iwan Fals / Virgiawan Listanto )
Mulut bisa berkata apa saja tapi hati selalu punya cara sendiri untuk
merasakan & menyampaikan kebenaran
(Jerinx (JRX) / I Gede Ari Astina)

SISTEM PENGOPERASIAN DAN TARGET PRODUKSI ENERGI LISTRIK


TAHUN 2015 DI PT. PJB UP. BRANTAS PLTA SUTAMI
MALANG

Mahdir
Program Studi Teknik Energi Terbarukan
Jurusan Teknik
ABSTRAK
Pembangkit Listrik Tenaga Air Sutami salah satu pembangkit listrik dikota Malang
yang memanfaatkan energi potensial air dari bendungan Sutami, yang kemudian
menggerakkan turbin untuk diubah menjadi energi listrik oleh generator. PLTA
Sutami adalah pembangkit listrik terbesar dijawa timur yang dapat menghasilkan
daya sebesar 3x35 MW. Sistem pengoperasian di PLTA Sutami menggunakan
sistem analog, dimana untuk mengoperasikan unit pembangkit menggunakan
master controller board. Target produksi energi listrik PLTA Sutami pada tahun
2015 sebesar 411.777. 852 Kwh, sedangkan target yang terealisasi selama empat
bulan yakni bulan Januari, Februari, Maret, dan April sebesar 198.511.000 Kwh,
sehingga untuk persentase target yang terealisasi oleh PLTA Sutami sebesar
48.21%.

Kata Kunci : PLTA Sutami, Turbin, Generator

RINGKASAN

Sistem Pengoperasian dan Target Produksi Energi Listrik Tahun 2015 di


PT.PJB UP. Brantas PLTA Sutami, Mahdir, NIM. B4 211 480, Tahun 2015, 57
hlm, Teknik, Politeknik Negeri Jember, Ir. Michael Joko Wibowo. (Pembimbing).
PLTA Sutami merupakan pembangkit listrik terbesar dijawa timur yang
mampu menghasikan daya sebesar 3x35 MW. Pembangkit ini masuk dalam
interkoneksi se Jawa-Bali. Dengan tergabungnya PLTA Sutami ini dalam jaringan,
maka PLTA Sutami bisa melakukan back up jika pada operasional biasa tak
digunakan secara 100% hingga batas kemampuan. Begitu juga sebaliknya, pada
saat PLTA Sutami bermasalah, PLTA ini akan di back up oleh pembangkit listrik di
daerah lain.
Untuk sistem pengoperasian di PLTA Sutami, pengoperasinya dilakukan
oleh master controller board yang mana dijalankan oleh satu orang (one man
control system). Operator berada diruang pengawas gedung pusat pembangkit
listrik (power house) yang digunakan sebagai pusat pengatur kegiatan
pengoperasian unit pembangkit. Untuk target produksi energi listrik tahun 2015
yang ditentukan oleh UP.Waru yang melalui perantara UP. Brantas. UP. Brantas
sendiri memiliki anak cabang PLTA sejumlah 12 PLTA, dan salah satunya PLTA
Sutami. untuk target produksi energi listrik dibagi dalam 12 bulan, dimana setiap
hari PLTA Sutami harus mampu menghasilkan energi listrik sesuai target produksi
listrik tahun 2015.

PRAKATA
Puji syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan

rahmat dan

karunia-Nya sehingga penulis dapat melaksanakan kegiatan Magang Kerja Industri


(MKI) dan menyelesaikan laporan dengan judul Sistem Pengoperasian dan Target
Produksi Energi Listrik Tahun 2015 di PT.PJB UP. Brantas PLTA Sutami.
Penulis mengucapkan terimakasih atas dukungan dan kerjasama kepada:
1. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang telah memberikan dukungan
pembiayaan melalui Program Beasiswa Unggulan hingga penyelesaian Skripsi
berdasarkan

DIPA

Sekretariat

Jenderal

Kementerian

Pendidikan

dan

Kebudayaan Tahun Anggaran 2011 sampai dengan tahun 2015


2. Ir. Nanang Dwi Wahyono, M.M., selaku Direktur Politeknik Negeri Jember.
3. Dr. Bayu Rudiyanto, S.T., M.Si., selaku Ketua Jurusan Teknik.
4. Mochammad Nuruddin, S.T., M.Si., selaku Ketua Program Studi Teknik Energi
5.

Terbarukan.
Ir. Michael Joko Wibowo, M.T., selaku koordinator MKI program studi dan

dosen pembimbing MKI.


6. Supeno, Sutiawan, Yantoro, Sutaji, Tedik muntoha, dan Dhimas A,P selaku
pembimbing lapangan.
7. Orang tua atas dukungan moriil dan materiil.
8. Syarif Hidayatullah, Irwan Sandi O., Indra Fajar Y., Aditya Virgiawan selaku
rekan 1 tim.
Penulis menyadari bahwa laporan ini perlu dilakukan penyempurnaan,
Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun, penulis terima dengan tangan
terbuka demi perbaikan naskah laporan agar esensi khazanah wawasan dan ilmu
pengetahuan dapat tersampaikan dengan baik kepada para pembaca.
Jember, 24 Juni 2015

Penulis

DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL................................................................................
...................................

i
ii

HALAMAN PENGESAHAN.................................................................

iii

PERSEMBAHAN. ..................................................................................

iv

MOTTO....................................................................................................

ABSTRAK................................................................................................
RINGKASAN...........................................................................................
PRAKATA

............................................................................................

DAFTAR ISI ............................................................................................


DAFTAR TABEL.....................................................................................
DAFTAR GAMBAR................................................................................
DAFTAR LAMPIRAN............................................................................
SURAT PERNYATAAN ORISINALITAS............................................
SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI...................................................

vi
vii
viii
xi
xii
xiv
xv
xvi

BAB 1. PENDAHULUAN.......................................................................
1.1 Latar Belakang......................................................................

1.2 Tujuan dan Manfaat.............................................................

1.3 Lokasi dan Jadwal Kerja.....................................................

1.4 Metode Pelaksanaan.............................................................

BAB 2. KEADAAN UMUM PERUSAHAAN / INSTANSI.................

2.1 Sejarah Perusahaan/ Instansi.............................................

2.2 Visi dan Misi Perusahaan/Instansi.....................................

2.3 Struktur Organisasi PLTA Sutami.....................................

2.4 Lokasi dan Lay Out PLTA Sutami......................................

2.4.1 Lokasi PLTA Sutami....................................................

2.4.2 Lay Out PLTA Sutami..................................................

BAB 3. HASIL MAGANG KERJA INDUSTRI...................................


ii

3.1 Proses Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Air...................


3.2 Saluran Transmisi PLTA Sutami........................................
3.3 Pemeliharaan PLTA Sutami...............................................
3.3.1 Macam-macam Pemeliharaan......................................
3.3.2 Tujuan Utama Pemeliharaan........................................
3.3.3 Tingkat Pemeliharaan di PLTA Sutami........................
BAB 4. SISTEM PENGOPERASIAN DAN TARGET PRODUKSI ENERGI
LISTRIK TAHUN 2015 DI PT.PJB UP. BRANTAS PLTA SUTAMI,
MALANG...................................................................................
4.1 Sistem Pengoperasian PLTA Sutami..................................
4.2 Langkah-langkah Pengoperasian PLTA Sutami...............
4.2.1 Langkah-langkah Pemeriksaan....................................

22

4.2.2 Pengoperasian Turbin..................................................

30

4.2.3 Pengoperasian Penguat Medan....................................

35

4.2.4 Pengoperasian Paralel.................................................


4.2.5 Pengoperasian Pembebanan........................................
4.2.6 Penghentian Unit Pembangkit....................................
4.3 Perhitungan Energi PLTA Sutami.....................................
4.3.1 Energi Potensial.........................................................
4.3.2 Energi Kinetik............................................................
4.3.3 Energi Mekanik.........................................................
4.4 Target Produksi Energi Listrik PLTA Sutami
Tahun 2015..........................................................................
4.4.1 Target Produksi PLTA Sutami...................................
4.4.2 Target PLTA Sutami Yang Terealisasi........................
4.4.3 Presentase Target Produksi Yang Terealisasi.............

BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN..................................................


iii

44

5.1 Kesimpulan..........................................................................
5.2 Saran ....................................................................................

56

DAFTAR PUSTAKA ..............................................................................


LAMPIRAN ............................................................................................

44
4748
50

DAFTAR TABEL
Halaman
iv

4.1 Target Per Unit Pembangkit PLTA Sutami Tahun 2015......................


4.2 Target Produksi Energi Listrik PLTA Sutami Tahun 2015..................
4.3 Target Listrik yang Terealisasi.............................................................
4.4 Target Produksi, Target yang Terealisasi, dan Persentase....................

DAFTAR GAMBAR
Halaman
2.1 Struktur Organisasi PLTA Sutami........................................................
v

2.2 Lantai 1................................................................................................

2.3 Lantai 2................................................................................................

2.4 Lantai 3................................................................................................

2.5 Lantai B1.............................................................................................

10

2.6 Lantai B2.............................................................................................

11

2.7 Lantai B3.............................................................................................

11

3.1 Proses Kerja PLTA Sutami...................................................................

13

3.2 Runner Turbin Francis........................................................................

13

3.3 Rotor dan Stator PLTA Sutami............................................................

14

3.4 Saluran Interkoneksi PLTA Sutami......................................................

15

4.1 Flowchart Langkah-langkah Pengoperasian........................................

22

4.2 Flowchart Langkah-langkah Pemeriksaan...........................................

22

4.3 Governor Cabinet................................................................................

23

4.4 Load Limit dan Speed Changer .........................................................

24

4.5 Governor..............................................................................................

24

4.6 Oil Pressure.........................................................................................

25

4.7 Oil Pressure Tank.................................................................................

27

4.8 Air Pressure Tank.................................................................................

27

4.9 Turbin Pit.............................................................................................

27

4.10 Load Limit..........................................................................................

28

4.11 Control Source Switch........................................................................

29

4.12 Spare Heater......................................................................................

29

4.13 Reset...................................................................................................

29

vi

4.14 Alur Pengoperasian Turbin................................................................

30

4.15 COS...................................................................................................

31

4.16 Indikator.............................................................................................

32

4.17 Master Controller diputar pada posisi Inlet Valve.........................

32

4.18 Master Controller diputar pada posisi Start...................................

33

4.19 Indikator Putaran Start`.....................................................................

33

4.20 Switch 7-65........................................................................................

34

4.21 Master Controller diputar pada posisi Excitasi..............................

34

4.22 Indikator AVR....................................................................................

35

4.23 Swtch 7-90R-70E...............................................................................

35

4.24 Penguat Medan..................................................................................

36

4.25 Master Controller pada Posisi Excite............................................

37

4.26 Saluran Paralel PLTA Sitami.............................................................

37

4.27 Master Controller pada Posisi Paralel..........................................

38

4.28 Master Controller pada Posisi Load..............................................

39

4.29 Master Controller pada Posisi Stop...............................................

40

4.30 Diagram Alir Perubahan Energi PLTA..............................................

43

DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
1. Absensi Magang Kerja Industri.............................................................
vii

58

2. Lembar Nilai MKI.................................................................................

SURAT PERNYATAAN ORISINALITAS


Saya yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama

: Mahdir

NIM

: B4 211 480
viii

61

Program Studi : D-IV Teknik Energi Terbarukan


Jurusan

: Teknik

Menyatakan dengan sebenarnya bahwa seluruh isi dalam Laporan Magang Kerja
Industri (MKI) saya yang berjudul Sistem Pengoperasian dan Target Produksi
Energi Listrik Tahun 2015 di PT.PJB UP. Brantas PLTA Sutami, Malang
merupakan murni gagasan dan hasil karya sendiri dibawah arahan pembimbing
lapangan dan belum pernah diajukan maupun dipublikasikan di Instansi dan media
manapun.
Seluruh data dan informasi yang tercantum dalam laporan ini telah diverifikasi dan
atas seizin PT. PJB UP. Brantas PLTA Sutami. Sumber rujukan dalam penyusunan
laporan ini telah dicantumkan pada daftar pustaka yang terdapat pada bagian akhir
Laporan MKI.
Jember, 24 Juni 2015

Mahdir
NIM. B4 211 480

ix

PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH


UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Yang bertandatangan dibawah ini


Nama
: Mahdir
NIM
: B4 211 480
Program Studi : D-IV Teknik Energi Terbarukan
Jurusa
: Teknik
Demi pengembangan Ilmu Pengetahuan, saya menyetujui untuk memberikan
kepada UPT. Perpustakaan Politeknik Negeri Jember, Hak Bebas Royalti NonEksklusif (Non-Exclusive Royalty Free Right) atas karya ilmiah berupa Laporan
Magang Kerja Industri berjudul :
Sistem Pengoperasian dan Target Produksi Energi Listrik Tahun 2015 di PT. PJB
UP. Brantas PLTA Sutami, Malang
Dengan Hak Bebas Royalti Non-Eksklusif ini, UPT.Perpustakaan Politeknik Negeri
Jember berhak menyimpan, mengalih media atau format, mengelola dalam bentuk
Pangkalan Data (Database), mendistribusikan karya dan menampilkan atau
mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa
perlu meminta ijin dari saya, selama tetap mencantumkan nama saya sebagai
penulis atau pencipta.
Saya bersedia untuk menanggung secara pribadi tanpa melibatkan pihak Politeknik
Negeri Jember atas segala bentuk tuntutan hukum yang timbul karena Pelanggaran
Hak Cipta dalam Karya Ilmiah ini.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.
Dibuat di
: Jember
Pada Tanggal
: 24 Juni 2015
Yang menyatakan,

Mahdir
NIM. B4 211 480

BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kegiatan MKI (Magang Kerja Industri) merupakan kegiatan yang
dilakukan mahasiswa untuk menerapkan keahlian yang telah diperoleh di bangku
perkuliahan guna diterapkan pada perusahaan atau instansi yang diharapkan dapat
menjadi sarana penumbuhan keterampilan dan keahlian (soft skill) pada diri
mahasiswa. Kegiatan MKI berfungsi untuk memberikan pengalaman praktis
kepada mahasiswa dengan cara ikut bekerja sehari-hari pada perusahaan, industri
dan instansi yang bersangkutan.
Politeknik Negeri Jember sebagai salah satu institusi lembaga pendidikan
vokasional telah membuka program studi D-IV Teknik Energi Terbarukan untuk
mendidik mahasiswanya agar menjadi tenaga ahli dalam pengaplikasian bioenergi
atau analisis kebutuhan energi disuatu instansi atau perusahaan. Salah satu
caranya adalah dengan memberikan kesempatan dan mewajibkan mahasiswanya
untuk melaksanakan Magang Kerja Industri (MKI).
Tenaga kerja yang memiliki keahlian dalam bidang energi terbarukan
dibutuhkan untuk dapat meminimalisir penggunaan energi yang masih belum
bersifat terbarukan menuju energi alternatif yang bersifat renewable dan ramah
lingkungan. Salah satu energi alternatif yang bersifat renewable ialah Energi yang
memanfaatkan energi potensial dari air atau sering disebut dengan pembangkit
listrik tenaga air (PLTA). Bentuk utama dari pembangkit listrik jenis ini adalah
generator yang dihubungkan ke turbin yang digerakan oleh tenaga kinetik dari air
sehingga dapat memutar generator dan menghasilkan listrik.
Pembangkit listrik tenaga air di Indonesia terdapat di berbagai kota, salah
satunya yang terletak dikabupaten Malang yaitu PLTA Sutami yang merupakan
pembangkit tenaga air yang terbesar di Jawa timur. PLTA ini mampu mensuplai
dan penyeimbang kebutuhan listrik di Jawa timur. Sumber energi utamanya adalah
debit air dari bendungan Sutami dan bendungan Lahor. PLTA ini memiliki 3 tubin
jenis Francais, 3 generator dengan kapasitas besar yang beroprasi dan daya yang
dihasilkan yaitu sebesar 3x35 MW.

PLTA Sutami ini masuk dalam jaringan listrik PLN Jawa-Bali dan bisa
juga disebut dengan PJB. Dengan tergabungnya PLTA Sutami ini dalam jaringan,
maka PLTA Sutami bisa melakukan back up jika pada operasional biasa tak
digunakan secara 100% hingga batas kemampuan. Begitu juga sebaliknya, pada
saat PLTA Sutami bermasalah, PLTA ini akan di back up oleh pembangkit listrik
di daerah lain.
Sistem pengoperasian di PLTA Sutami dioperasikan oleh

master

controller board yang mana dijalankan oleh satu orang (one man control system).
Operator berada diruang pengawas gedung pusat pembangkit listrik (power
house) yang digunakan sebagai pusat pengatur kegiatan pengoperasian unit
pembangkit.
UP Brantas merupakan unit pembangkit yang mengawasi 13 PLTA.
Terletak dikota Malang yang berada dibawah pengawasan UP Waru yang menjadi
induk unit pembangkit listrik dijawa timur. Salah satu PLTA yang diawasi
langsung oleh UP Brantas adalah PLTA Sutami. Dimana target produksi listrik
tahunan PLTA Sutami yang ditentukan oleh UP Waru terlebih dahulu melewati UP
Brantas.
1.2 Tujuan dan Manfaat
1.2.1 Tujuan Umum MKI
Adapun tujuan secara umum dari Magang Kerja Industri (MKI) yang kami
laksanakan adalah :
a. Menambah wawasan dan pengetahuan tentang dunia kerja dengan segala
problematika.
b. Mendapat pengetahuan tentang penerapan konsep-konsep dasar dari
perkuliahan dalam dunia industri.
c. Memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan studi di jenjang Diploma
(D4).
d. Mendapatkan pengalaman kerja dan pengetahuan praktis didalam lingkungan
kerja mulai pengoperasian, pelaksanaan, pengawasan dan pemeliharaan.
e. Menyesuaikan materi yang didapat didunia pendidikan dengan apa yang ada
dalam dunia kerja.
1.2.2 Tujuan Khusus MKI

Mengetahui sistem pengoperasian dan analisa target produksi energi listrik


tahun 2015 di PT.PJB UP.Brantas PLTA Sutami.
1.2.3

Manfaat MKI

1. Bagi Pabrik

Dapat mengevaluasi cara pengoperasian PLTA Sutami, apakah sudah


sesuai dengan SOP PLTA atau tidak.
2. Bagi Mahasiswa
a. Dapat mempelajari cara pengoperasian unit pembangkit di PLTA Sutami.
b. Dapat mengetahui komponen utama unit pembangkit dan komponen
pendukung.
c. Dapat memahami fungsi masing-masing komponen dan cara kerjanya.
d. Dapat mengetahui target produksi energi listrik PLTA Sutami
1.3 Lokasi dan Jadwal Kerja
Kegiatan MKI ini bertempat di PT. PJB, UP Brantas, PLTA Sutami, Desa
Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang
dilaksanakan pada tanggal 1 Februari 30 April 2015. Kerja setiap hari Senin
Jumat (hari Sabtu dan Minggu libur) dengan alokasi waktu kerja mulai pukul
08.00 - 16.00 WIB.
1.4 Metode Pelaksanaan
Dalam metode pelaksanaan kerja praktek dapat digunakan beberapa
metode pelaksanaan, antara lain :
a.

b.

Metode Interview
Dengan cara memberikan pertanyaan kepada pembimbing atau petugas yang
berwenang, untuk mendapatkan data-data yang diperoleh dilapangan.
Metode Observasi
Dengan cara melakukan pengamatan secara sistematis mengenai hal-hal yang
terjadi dilapangan.

c.

Metode Literatur
Menambah wawasan mengenai tema yang dikerja praktek-kan dengan
menelaah literatur-literatur yang berhubungan dan bersesuaian, baik literature
dari perusahaan maupun dari luar. Terutama mengenai sistem pengoperasian
dan target produksi energi listrik di PLTA Sutami.

BAB 2. KEADAAN UMUM PERUSAHAAN/INSTANSI


2.1 Sejarah Perusahaan/Instansi
PLTA Sutami merupakan pembangkit listrik dibawah pengelola PT.
Pembangkit Jawa Bali, Unit Pembangkitan Brantas. PLTA ini merupakan
pembangkit listrik yang memanfaatkan energy potensial dari sungai brantas yang
ditampung oleh bendungan Sutami dan bendungan Lahor. Terletak pada
ketinggian 272 MDPL.
Pelaksanaan proyek serba guna karangkates, pada dasarnya dibagi menjadi
dua tahap.
1. Pembangunan tahap pertama
Pembangunan Bendungan karangkates dan bangunan pelengkap
lainnya.perencanaanya ditangani oleh konsultan Nippon Koei. Dalam bidang
survei, investigasi dan desain pada tahun 1959. Pembangunan dilaksanakan
pada tahun 1964 dibawah pengawasan kontraktor Kajima, Diresmikan oleh
presiden Soeharto pada tanggal 2 Mei 1972.
Pembangunan Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) unit 1 dan unit 2.
Pembangunan dimulai pada bulan Februari 1970 dan selesai pada bulan
Agustus 1973. Pemasangan metal work dikerjakan oleh sakai iron work.
Pemasangan turbin dan generator dikerjakan oleh Tokyo shibaura eletric.
Diresmikan oleh presiden Soeharto pada tanggal 4 September 1973.
2. Pembangunan tahap kedua
Pembangunan waduk lahor dan pembangunan pelengkaplainnya.
Perencanaanya di tangani oleh badan pelaksana proyek induk pengembangan
wilayah sungai brantas dibawah pengawasan konsultan Nippon Coei Co. Ltd.
Dan diresmikan oleh presiden Soeharto pada tanggal 12 November 1977.
Pembangunan PLTA karangkates unit 3.Pemasangan metal work
ditangani oleh Sakai Iron Work serta pemasangan turbin dan generator oleh
Tokyo Sibaura Electric. Diresmikan oleh mentri PUTL Prof. Dr. Ir. H. Sutami
pada tanggal 23 april 1976.
Pembangunan waduk lahor yang terletak kira-kira 32 km disebelah
selatan kota malang dengan ketinggian 272,7 m diatas permukaan laut,
dirasakan perlu untuk menambah kapasitas pengendali banjir, irigasi dan air
5

untuk

bendungan

karangkates

yang

dialirkan

melalui

terowongan

penghubung.
Nama bendungan dan PLTA Sutami adalah nama yang telah
diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 16 April 1981 untuk
mengenang jasa-jasa Prof. Dr. Ir H. Sutami yang pernah menjadi menteri
PUTL Republik Indonesia.
2.2 Visi dan Misi Perusahaan/Instansi
Visi dan Misi Perusahaan PT. PJB UP. Brantas Karangkates adalah :
a. Visi :
Menjadi perusahaan pembangkit tenaga listrik indonesia yang
terkemuka dengan standar kelas dunia.
b. Misi :

Memproduksi tenaga listrik yang handal dan berdaya saing.


Meningkatkan kinerja secara berkelanjutan melalui implementasi tata
kelola pembangkitan dan sinergi business partner dengan metode best

practice dan ramah lingkungan.


Mengembangkan kapasitas dan kapabilitas SDM yang mempunyai
kompetensi teknik dan manajerial yang unggul serta berwawasan bisnis.

2.3 Struktur Organisasi PLTA Sutami

KEPALA PLTA SUTAMI


SUPENO
OPERATOR
CONTROL
ROOM

ENGINEER
MESIN
1. Sutiawan
ENGINEER
1.
Asyhadi
2.Tedik
M.
LISTRIK
2.
KONTROL
Yantoro
1.
3.Sutaji
Dhimas
AP.

ADMINISTRASI
ANALISIS LK3 &

1. Sri Soebagijo
SIPIL
1.
Hendra
GUDANG
Adi

1. Rendra Sari N.
2. Moh. Daris S.
3.Afik Muhtasin
4. Budiono
5. Imam Subeki
6.M. Muthohari
7. Hariyono
8. Farikh

1.Slamet Mulyono
2. Zuhro

OPERATOR
LOKAL
1. Dwi Suryono
2.Markus Yulian
3. Gama
4. Arfaan

Gambar 2.1 Strukutur Organisasi PLTA Sutami


2.4 Lokasi dan Lay Out PLTA Sutami
2.4.1 Lokasi PLTA Sutami
PLTA Sutami terletak didesa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung,
Kabupaten Malang, 35 KM sebelah selatan kota Blitar, dengan lokasi ketinggian
272 mdpl.
2.4.2 Lay Out PLTA Sutami
PLTA Sutami memiliki gedung dengan 3 lantai dan gedung bawah tanah 3
lantai, dimana setiap lantai memiliki ruang tersendiri. Adapun Lay Out setiap
gedung di PLTA Sutami sebagai berikut:
Lantai 1

Gambar 2.2 Lantai 1


Pada lantai 1 terdapat sejumlah ruangan, diantaranya :
1.
2.
3.
4.
5.

Mushola
Toilet
Ruang Aula
Ruang Pemeliharaan
Ruang AC

Lantai 2

Gambar 2.3 Lantai 2


Pada lantai 2 terdapat sejumlah ruangan, diantaranya :
1. Dapur
2. Ruang Baterai
3. Ruang Kontrol

4. Ruang Telepon
5. Toilet
Lantai 3

Gambar 2.4 Lantai 3


Pada lantai 3 terdapat sejumlah ruangan, diantaranya :
1. Perpustakaan
2. Toilet
3. Ruang Kepala PLTA
4. Ruang Meeting
5. Kantor / Tata Usaha
6. Dapur

Dilantai 3 juga terdapat fasilitas pendukung yakni crane berjalan (over


head travelling crane) yang mempunyai kapasitas 5-110 ton. Crane berjalan ini
digunakan untuk mengangkat dan memindahkan generator maupun turbin pada
saat perbaikan dan pemasangan kembali yang mana kapasitas maximum dari
crane disesuaikan dengan berat maximum rotornya generator.
Lantai B1

10

Gambar 2.5 Lantai B1


Pada lantai B1 terdapat lemari hubung kabel sebagai penyaluran daya dari
generator ke transformator. Selain itu juga terdapat :
1.
2.
3.
4.

Panel 11 kV cubicle
Panel 6 kV cubicle
Panel sistem penguat
Panel pengontrol motor untuk pompa drainase, kompresor udara, pompa
minyak bantalan, dan pompa minyak governor

Lantai B2

11

Gambar 2.6 Lantai B2


Lantai B2 disebut ruang generator karena di dalamnya terdapat generator
utama, generator penguat, permanent magnet (generator PMG), dan alat-alat bantu
lainnya, seperti :
1.
2.
3.
4.
5.

Tangki udara utama


Kompresor udara
Tangki udara rem
Tangki minyak bertekanan
Peralatan pompa untuk pelumasan

Lantai B3

Gambar 2.7 Lantai B3

Lantai ini juga disebut ruang turbin, karena terdapat turbin air beserta
peralatan bantunya, antara lain :
1. Intel Valve

12

2.
3.
4.
5.
6.
7.

By pass valve
Governor sump tank
Lubrication sump tank
Main strainer
Bearing oil cooler
Drainage pump

BAB 3 HASIL MAGANG KERJA INDUSTRI DI PLTA SUTAMI

3.1 Proses Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Air Sutami

a. bendungan karang kates


b. surge tank
c. pipa penstock
d. turbin
e. generator

Gambar 3.1 Proses Kerja PLTA Sutami


Proses kerja PLTA Sutami memanfaatkan tinggi potensi tenaga air yang
berasal dari bendungan Sutami. Dimana energi potensial air tersebut
dikonversikan menjadi tenaga listrik. Energi potensi air dikonversikan menjadi
energi mekanik dalam turbin air dimana PLTA Sutami menggunakan turbin
dengan spesifikasi sebagai berikut:

Gambar 3.2 Runner Turbin Francis


Jenis Turbin

: Tipe VERTIKAL FRANCIS


13

14

Merk

: Toshiba

Efektif head

: 85,40 m

Max Discharge

: 51,80 m3 / detik

Max Output

: 36.000 KW

Putaran

: 250 rpm

. Debit air yang dibutuhkan untuk menggerakan satu unit pembangkit 50


m3/s. Sehingga membutuhkan 150 m3/s untuk menggerakkan tiga unit pembangkit
di PLTA Sutami. Kemudian turbin air memutar generator yang dapat
menghasilkan energi listrik. Adapun spesifikasi generator sebagai berikut:

Gambar 3.3 Rotor dan Stator PLTA Sutami


Tipe
Merk
Kapasitas
Tegangan
Frekuensi
Putaran
Phase

: Semi Umbrella
: Toshiba
: 39.000 KVA
: 11 KV
: 50 Hz
: 250 rpm
: 3 phasa

3.2 Sistem Transmisi PLTA Sutami


PLTA Sutami mampu menghasilkan energi listrik sebesar 35 MW per unit
pembangkit, sehingga secara keseluruhan PLTA Sutami bisa menghasilkan 105
MW. Untuk instalasi kelistrikan dengan daya yang dihasilkan, PLTA Sutami
sudah tergabung dalam sistem interkoneksi Jawa-Bali, dimana output generator

15

yang bertegangan 11.000 volt, oleh trafo dinaikkan tegangannya, untuk disalurkan
kesaluran ganda SUTT 154.000 volt yang menuju gardu induk (GI) / pusat beban.
SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi) ini merupakan saluran interkoneksi yang
terhubung dengan unit pembangkit lain.

SALURAN INTERKONEKSI JAWA-BALI

G.I

G.I

G.I

WLINGI

KEBON
AGUNG 1

KEBON
AGUNG 2

TRAFO

TRAFO

TRAFO

Gambar 3.4. Saluran Interkoneksi PLTA Sutami

3.3 Pemeliharaan PLTA Sutami


Pemeliharaan merupakan suatu fasilitas untuk melakukan perawatan pada
fasilitas atau peralatan yang meliputi perbaikan atau penyesuaian yang diperlukan
agar fasilitas atau peralatan tersebut dapat beroperasi sesuai dengan yang
direncanakan.

16

Pekerjaan pemeliharaan pada PLTA Sutami antara lain terdiri dari inspeksi
pembersihan, penyempurnaan, penguji dan pencatatan. Pemeliharaan merupakan
syarat yang sangat penting untuk memperpanjang umur dari peralatan dan
kehandalan dari semua unit pembangkit.
3.3.1

Macam-macam Pemeliharaan
Aktifitas pemeliharaan yang dilakukan dalam suatu pembangkit tenaga

listrik dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu pemeliharaan rutin dan
pemeliharaan non rutin.
1. Pemeliharaan rutin meliputi:
a. Preventive Maintenance
Merupakan pemeliharaan rutin yang dilakukan atas dasar interval waktu
yang ditentukan dengan persyaratan atau kriteria tertentu yang dimaksudkan untuk
mengurangi serta mencegah suatu item eralatan mengalami kondisi yang tidak
diinginkan.
Pelaksanaan preventive maintenance dilakukan tanpa harus melakukan
shut down unit pembangkit. Preventive maintenance dilakukan oleh staf
pemeliharaan rutin UP berdasarkan WO maintenance yang dibuat oleh
perencanaan dan pengendalian pemeliharaan mesin atau listrik.

b. Predictive Maintenance
Pemeliharaan yang dilakukan atas dasar hasil diagnose atau condition
monitoring serta kajian failure analysis berdasarkan timbulnya suatu gejala
kerusakan yang dapat diketahui secara dini, sehingga pemeliharaan dapat
dilakukan tepat sebelum terjadi kerusakan atau kegagan.

17

Predictive maintenance dilakukan tanpa harus melakukan shut down unit


pembangkit. Pekerjaan predictive maintenance dalam pelaksanaanya merupakan
kegiatan monitoring secara berkala atas dasar interval waktu tertentu, interval
operasi atau interva criteria tertentu lainnya yang ditetapkan lebih dahulu.
c.

Overhole atau inspection (OH)


Pemeliharaan menyeluruh semua peralatan system yang termasuk dalam

satu paket inspection merupakan satu paket pekerjaan besar yang terjadwal untuk
pemeriksaan yang luas dan perbaikan dari suatu item atau peralatan besar untuk
mencapai kondisi yang layak. Dengan demikian cakupan overhole tidak hanya
membongkar dan asang saja, tetapi termasuk inspeksi peralatan-peralatan lain
yang termasuk pekerjaan walaupun tidak ada yang dibongar pasang untuk
melakukan inspeksi tersebut. Overhole dilakukan oleh UB har atas dasar kontrak
paket sesuai kesepakatan dengan UP.
2 Pemeliharaan Non Rutin meliputi:
a. Corrective maintenance
Pemeliharaan

yang

dilakukan

untuk

mengembalikan

(termasuk

memperbaiki dan adjusment) peralatan yang tidak bekerja atau tidak berfungsi
sebagaimana mestinya.
Corrective maintenence dapat dilakukan pada saat peralatan sedang
beroperasi maupun stand by ataupun peralatan sedang tidak beroperasi, tetapi
secara keseluruhan unit pembangkit tetap beroperasi.
Corrective maintenance merupakan pemeliharaan atau perbaikan peralatan
yang tidak terjadwal serta dengan cakupan yang tidak terlalu luas serta tidak
sampai menggangu operasional unit pembangkit dengan waktu penanganan
efektif secara umum (tidak termasuk tunggu material ataupun tunggu shut down)
maksimal 2 x 24 jam.

18

Corrective maintenance ini adalah kegiatan yang termasuk dalam kegiatan


predictive maintenance. Corrective maintenance dilakukan oleh staf pemeliharaan
rutin UP berdasarkan incident logsheet serta WO maintenance yang dibuat oleh
produksi serta diapprove oleh perencanaan dan pengendalian pemeliharaan mesin
atau listrik atau kontrol atau sipil.
b. Repair atau Breakdown maintenance (BD)
Pemeliharaan yang dilakukan karena terjadinya kerusakan peralatan
sehingga berakibat kegagalan fungsi dari peralatan tersebut. Dalam kejadian
kerusakan atau corrective atau emergency berkembang akan mengakibatkan
peralatan tersebut rusak berat dan harus diganti baru atau penggantian sebagai part
utamanya. Repair atau breakdown dilakukan oleh UB atas dasar kontrak paying
atau kontrak paket sesuai dengan order kerja dari UP
c. Engineering maintenance
Suatu kegiatan yang dilakukan untuk suatu proyek atau modifikasi
peralatan atau unit, baik untuk mengembalikan atau menambah kemampuan dan
keandalan peralatan unit.Pelaksanaan pekerjaan ini bersifat menambah aset atau
biasa juga hanya menyempurnakan kinerja peralatan. Enginering dilakukan oleh
UB har atas dasar kontrak paket sesuai kesepakatan dengan UP.

3.3.2 Tujuan Utama Pemeliharaan


Tujuan utama dari pemeliharaan pada pembangkit listrik adalah:
1. Agar kemampuan produksi daya listrik sesuai dengan permintaan UP Waru.

19

2. Agar mencapai tingkat biaya pemeliharaan serendah mungkin, dengan


melaksanakan kegiatan pemeliharaan secara efektif dan efisien keseluruhan.
3. Menghindari maintenance yang dapat membahayakan keselamatan para
pekerja.
4. Mengadakan suatu kerja sama yang erat dengan fungsi utama lainnya dari
suatu perusahaan dan dalam rangka untuk mencapai tujuan utama perusahaan
yaitu tingkat keuntungan sebaik mungkin dan total biaya yang rendah.
3.3.3 Tingkat Pemeliharaan di PLTA Sutami
Dalam pemeliharaan peralatan PLTA sutami dibagi menjadi lima bagian
atau yang dienal sebagai pemeliharaan bertingkat yang terbagi sebagai berikut:
1. Pemeliharaan harian
Pengamatan mengenai suatu getaran, suhu, bau, level, tekanan, aliran,
kebocoran, kekencangan sambungan dan pembersihan peralatan.
2. Pemeliharaan mingguan
Pemeriksaan dan pembersihan alat-alat bantu PLTA pada instalasi listrik dan
generator.
3. Pemeliharaan bulanan
Meliputi: pemeliharaan harian, pemeliharaan mingguan, pemeriksaan yang
meliputi seluruh bagian peralatan, baut pengikat, grease, filter, magger,
motor-motor kontrol sistem, wire rope, pembersihan menyeluruh dari bagianbagian peralatan filter, strainer, flow relay, dan fan coil.
4. Pemeliharaan kwartal
Meliputi: pemeliharaan harian, pemeliharaan mingguan, pemeliharaan
bulanan, pembersihan minyak pada lubricating oil system dan preassure oil
system, pembersihan oil cooler, pemeriksaan dengan teliti dari peralatan
penting.
5. Pemeliharaan tahunan
Meliputi: pemeliharaan harian, pemeliharaan mingguan, pemeliharaan
kwartal, pemeriksaan secara teliti dari seluruh peralatan unit pembangkit dan
peralatan umum, misalnya: gagang turbin, kondisi runner, relay, air cooler,
trafo, dan lainnya.
Adapun lingkup pekerjaan pemeliharaan pada PLTA sutami khususnya
meliputi:

20

Perbaikan atau penyempurnaan


Penyetelan
Pengujian
Pencacatan
Untuk menunjang dan mencapainya pemeliharaan yang baik, maka

pekerjaan pemeliharaan pada PLTA sutami diklasifikasikan menjadi enam tingkat


pemeliharaan yaitu:
1. Pemeliharaan atau pemeriksaan tingkat 1 (harian)
2. Pemeliharaan atau pemeriksaan tingkat 2 (mingguan)
3. Pemeliharaan atau pemeriksaan tingkat 3 (bulanan)
4. Pemeliharaan atau pemeriksaan tingkat 4 (tahunan atau AI atau anual
inspection)
5. Pemeliharaan atau pemeriksaan tingkat 5 (2,5 tahun atau GI atau General
Inspection)
6. Pemeliharaan atau pemeriksaan tingkat 6 (5 tahun atau MO atau Mayor
Overhole)

BAB 4. Sistem Pengoperasian dan Target Produksi Energi Listrik Tahun


2015 di PT. PJB UP. Brantas PLTA Sutami, Malang

4.1 Sistem Pengoperasian PLTA Sutami


Dalam

melakukan

pengoperasian

PLTA Sutami,

unit

pembangkit

menggunakan sistem Master Controller yang dilakukan secara remote (pengontrol


jarak jauh) dari Control Room (ruang pengawas).Master Control mempunyai 6
posisi pengaturan, yaitu :Stop, Inlet Valve, Start, Exciter, Paralel dan Load.
Pengontrolan unit pembangkit pada setiap tahap operasi maupun dari tahap yang
satu ke tahap yang berikunya, dapat dilakukan dengan cara menempatkan posisi
Master Control pada posisi yang dikehendaki.
Adapun unit-unit pembangkit yang dioperasikan tersebut meliputi turbin,
generator, transformator utama dan peralatan hubung; dari menjalankan,
membebani sampai dengan memberhentikan. Sebelum menjalankan unit
pembangkit, maka perlu diperhatikan terlebih dahulu mengenai kondisi peralatan
bantu dan sistem hubungannya. Selain itu kondisi normal dari air pendingin,
sistem minyak tekan, sistem minyak pelumas, persiapan peralatan hubung,
persiapan kontrol dan persiapan untuk memudahkan pengoperasian unit
pembangkit harus memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditetapkan.
Pemeriksaan tambahan juga perlu dilakukan jika penghentian unit pembangkit
melampaui batas 1 minggu.
4.2 Langkah-langkah Pengoperasian PLTA Sutami
Dalam menjalankan pengoperasian PLTA Sutami, ada beberapa tahap yang
harus dijalankan. Dan tahap tersebut dapat dilihat pada flowchart dibawah ini:

Pesiapan dan Pemeriksaan

21

22

Pengoperasian Turbin

Pengoperasian Penguat Medan

Pengoperasian Paralel

Pengoperasian Pembebanan

Penghentian Unit Pembangkit


Gambar 4.1 Flowchart Langkah-langkah Pengoperasian
4.2.1

Langkah-langkah Pemeriksaan
Pada tahap persiapan, peralatan-peralatan unit pembangkit sebelum akan

dioperasikan perlu diadakan pemeriksaaan dan diyakinkan dalam kondisi siap


operasi, adapun tahap persiapan dapat dilihat pada flowchart dibawah ini

Governor Cabinet
:
Oil Pressure Tank

Oil Pressure Tank

Turbine Pit
Upper Guide dan Lower Thrust Bearing
Control Panel
Gambar 4.2 Flowchart Langkah-langkah Pemeriksaan
1. Governor Cabinet

23

Governor cabinet merupakan lemari yang berfungsi sebagai pengatur


putaran sehingga dapat menjaga kestabilan sistem secara keseluruhan terhadap
adanya variasi beban atau gangguan pada sistem lainnya. Tahap pemeriksaan ini
menjadi tahap awal karena pada tahap ini air dibuka untuk masuk pipa penstock.
Governor ini distell untuk membuka head race yang ada dibendungan. Adapun
spesifikasi dari governor cabinet sebagai berikut:

Gambar 4.3 Governor Cabinet (Sumber : PLTA Sutami 2015)


Spesifikasi governor di PLTA Sutami :
o
o
o
o

o
o

Tipe
: Governor Cabinet Actuator
Kapasitas
: 220 kgm
Gaya servo pada tekanan rating
: 62000 kg
Tekanan oli
Normal
: 26 kg/cm2
Normal min
: 24,5 kg/cm2
Allowable min
: 17,5 kg/cm2
Daerah perubahan dari permanent speed drop
: 0-6 %
Pengatur kecepatan turbin dengan kecepatan tetap
: 5-15 %

Langkah pemeriksaan governor cabinet meliputi:

24

Load Limit
7-65

Speed
Changer

7-77
Gambar 4.4 Load Limit dan Speed Changer (Sumber : PLTA Sutami, 2015)

Tekanan air pada Penstock Normal 9,1 kg/cm2

Petunjuk Speed Charger posisi = 0

Petunjuk Kontrol batas beban / Load limit posisi = 0

Change Over Switch posisi remote.

Gambar 4.5 Governor (Sumber : PLTA Sutami, 2015)

2. Oil Pressure Tank

25

Oil Pressure Tank merupakan tangki yang berfungsi untuk menyimpan


minyak bertekanan sementara. Tahap selanjutnya setelah air melewati pipa
penstock minyak dalam Oil pressure tank akan membuka inlet valve dengan
bantuan air pressure tank. Oil pressure tank berfungsi sebagai minyak yang
memiliki tekanan yang akan menekan inlet valve supaya membuka dan
menutupnya melalui governor kabinet.

Gambar 4.6 Oil Pressure (Sumber: PLTA Sutami 2015)


Spesifikasi Oil Pressure Tank:
Serial no

: PC-06153-1

Type

: CSK-2-65

Capacity

: 510 l/min

Total pressure: 11 kg/cm2


Oil temperature

: 15-60 oC

Discharge size

: 65 mm

Suction size

: 115 mm

Motor out-put

: 30 kW

Putaran

: 2950 rpm

Langkah-langkah untuk pemeriksaan oil pressure tank sebagai berikut:

Tinggi minyak normal = 1.095 1.165 mm.

26

Tekanan minyak normal = 24 26 Kg/cm2

Gambar 4.7 Oil Pressure Tank (Sumber : PLTA Sutami, 2015)


3. Air Pressure Tank
Air pressure tank merupakan tangki udara bertekanan yang berfungsi
untuk mendorong oil pressure untuk membuka dan menutup inlet valve dan juga
berfungsi sebagai mendorong membuka dan menutupnya spiral case. Langkahlangkah pemeriksaan air pressure tank adalah sebagai berikut:

Tekanan Normal = 28 - 30 Kg/cm2

Tekanan udara brake air tank posisi normal = 9,5 10,5 Kg/cm2

27

Gambar 4.8 Air Pressure Tank (Sumber : PLTA Sutami, 2015)


4. Turbine Pit
Turbine pit merupakan kunci (guide vane) buka tutupnya tail race (saluran
pembuangan air), air yang telah memutar turbin selanjutnya dibuang melalui tail
race. Didalam turbine pit juga terdapat Automatic Control, fungsi dari Automatic
Control adalah untuk menghindari tripnya unit pembangkit akibat level air yang
naik pada permukaan atas turbin. Apabila Level air pada Turbine Pit naik level
switch akan memerintahkan pompa beroperasi secara otomatis membantu
mempercepat sistem drainage menggunakan drainage pump, dan mengirim sinyal
ke control room untuk memberi signal ke operator. Drainage pump sendiri
merupakan pompa untuk menguras air yang menggenangi turbin.
Adapun langkah-langkah pemeriksaan dari turbine pit adala sebagai berikut:
Guide Vane posisi membuka dan mengunci.

Gambar 4.9 Turbine Pit (Sumber : PLTA Sutami, 2015)


5. Upper guide dan Lower Thrust Bearing

28

Selanjutnya air yang telah memutar turbin akan menggerakkan generator,


didalam generator terdapat komponen-komponen yang harus dilumasi agar
berumur panjang. Sehinnga diperlukan sistem pelumasan yakni Upper Guide
Bearing (berfungsi melumasi rotor generator) dan Lower Guide Bearing
(berfungsi melumasi stator generator).
Pemeriksaan Upper guide dan Lower Thrust Bearing

Ketinggian minyak upper Guide Bearing normal (batas garis/menunjuk nol).

Ketinggian minyak Lower Thrust Bearing normal (batas garis//menunjuk


nol).

6. Ruang Control Panel


Pada tahap control panel ini merupakan tahap pemeriksaan tegangan,
dimana tegangan yang pada generator harus stabil.

Pembatas Load Limit posisi = 0 (di main board).

Gambar 4.10 Load Limit (Sumber : PLTA Sutami, 2015)

Control Source Switch 8D; 8A; 8T posisi ON (di Desk Board)

29

Gambar 4.11 Control Source Switch (Sumber : PLTA Sutami, 2015)

NFB untuk Spare Heater unit generator posisi OFF (pemanas generator)

Gambar 4.12 Spare Heater (Sumber : PLTA Sutami, 2015)

Lock Out Relay posisi RESET (86 1 ; 86 2 ; 86 3).

Gambar 4.13 Reset (Sumber : PLTA Sutami, 2015)


4.2.2 Pengoperasian Turbin

30

Setelah tahap pemeriksaan telah selesai, selanjutnya ialah tahap


pengoprasian turbin yang dilakukan oleh operator pengawas kendali dimana
semuanya berada di ruang operator. Semua kegiatan dilakukan oleh operator dari
ruang pengawas. Tahap pengoperasian turbin dimulai ketika governor kabinet
membuka katup head race, air akan mengalir melalui pipa pesat (penstock)
kemudian katup yang bagian bawah (inlet valve) dibuka oleh oil pressure tank
yang ditekan oleh udara dari air pressure tank dan disaat air mengalir keturbin
disaat itu perlu diadakan pengoperasian turbin. Adapun tahap pengoperasian
turbin dapat dilihat pada gambar:

Gambar 4.14 Alur Pengoperasian Turbin


Langkah-langkah pengoperasian turbin di awali dengan menghubungkan
saklar pisah (Disconnection Switch). Penunjuk indikator 30-S pada posisi
Turbine Remote Control On dan Auto Synchron. Langkah-langkah selanjutnya
adalah sebagai berikut :

1) COS 43-20 WC diputar ke posisi open

31

Gambar 4.15 COS (Sumber : PLTA Sutami, 2015)


Katup 20 WC terbuka, sehingga terjadi sirkulasi air pendingin. Beberapa
saat kemudian lampu indikator Prepare menyala (kurang lebih 5 detik ), berarti
kondisi kerja seluruh sistem (sistem minyak bertekanan, sistem udara tekan,
sistem air pendingin, sistem pelumas) dalam keadaan baik dan unit pembangkit
siap di jalankan.

Gambar 4.16 Indikator (Sumber : PLTA Sutami, 2015)

2) Master Controller di putar pada posisi Inlet Valve

32

Gambar 4.17 Master Controller di putar pada posisi Inlet Valve


(Sumber : PLTA Sutami, 2015)
Rangkain kerja terjadi pada solenoid yang menyebabkan pembukaan by
pass valve dan inlet valve. Dengan terbukanya inlet valve berarti rumah siput
telah terisi air dan bersamaan waktunya mekanis pembatas beban terbuka 18%
lampu indikator Stop dan Prepare mati ketika inlet valve mulai terbuka dan
kurang 110 detik kemudian menyala Inlet Valve. Artinya kedudukan inlet valve
terbuka penuh.
3)

Master Controller di putar pada posisi Start


Master control di Desk Board diputar dari posisi INLET VALVE ke posisi
START

Gambar 4.18 Master Controller di putar pada posisi Start

33

(Sumber : PLTA Sutami, 2015)


Solenoid bekerja, pengunci guide vane & governor akan lepas, dan Guide
vane membuka sampai batas beban load limit (20%)

Gambar 4.19 Indikator Putaran Start (Sumber : PLTA Sutami, 2015)

Bila putaran turbin + 80 % dari putaran nominal (200 rpm), indikator

START akan menyala.


Pastikan putaran generator mencapai nominal ( 250 rpm ) dan bila putaran
generator kurang dari ( 250 rpm ) maka kita bisa mengaturnya dengan
switch 7 65.

7-65

7-77

Gambar 4.20 Switch 7-65 (Sumber : PLTA Sutami, 2015)


7. Master Controller di putar pada posisi Excitasi
Master Control di Desk Board diputar dari posisi START ke posisi
EXCITE

34

Gambar 4.21 Master Controller diputar pada posisi Excitasi


(Sumber : PLTA Sutami, 2015)

Indikator Exciting menyala.

Penguatan tegangan generator dari sumber DC (Batteray) sampai 80%


tegangan nominal generator atau tegangan generator + 9 kV, indikator
AVR menyala

AVR

Gambar 4.22 Indikator AVR (Sumber : PLTA Sutami, 2015)

Bila indikator AVR menyala berarti penguatan generator diambil alih oleh
AVR,

Atur tegangan generator dengan 7-90R-70E sesuai dengan besar kecil


tegangan line, atau kita samakan tegangan generator dengan generator
normal operasi ( yang sudah beroperasi ).

35

7-90R
70E

Gambar 4.23 Switch 7-90R-70E (Sumber : PLTA Sutami, 2015)


4.2.3 Pengoperasian Penguat Medan
Sistem penguat medan (eksitasi) merupakan suatu cara atau langkahlangkah pemberian tegangan searah (DC) pada rotor generator sehingga rotor
tersebut akan membentuk medan magnet yang akan diinduksi ke stator. Pada
stator tersebut akan timbul medan magnet putar yang selanjutnya akan
menghasilkan tegangan pada terminal generator.
Sistem penguat medan yang dipakai oleh PLTA Sutami adalah Generator
Penguat Sendiri, sebab sistem penguat arus bolak-balik ini diperlukan oleh PLTA
Sutami karena arus yang dibutuhkan didapat dari kemagnitan generator itu sendiri
sehingga arus kemagnitannya terpengaruh oleh nilai arus dan tegangan yang
terdapat pada generator. Pengaruh nilai tegangan dan arus generator terhadap arus
penguat tergantung dari cara hubungan lilitan penguat magnet dengan lilitan
penguat jangkar. Adapun spesifikasi Penguat Medan ini adalah sebagai berikut :
o
o
o
o
o

Tipe dan bentuk


Output
Tegangan
Kecepatan putar
Jumlah kutub

: SMP 26 sct 12P


: 175 KW
: 220 V
: 250 Rpm
: 12 Kutub

Perlengkapan yang lain adalah almari excitasi yang berisi AVR (Automatic
Voltage Regulator) dan pemadam kebakaran pada generator dengan gas CO2.

36

Gambar 4.24 Penguat Medan (Sumber : PLTA Sutami, 2015)

Tahap pengoperasian peguat medan (exitasi) pada generator dilakukan


sesudah pengoperasian turbi selesai. Operasi ini dijalankan melalui master
controller yang ditempatkan pada kedudukan Excitasi. Selanjutnya lampu
indikator AVR (Automatic Voltage Regulator) menyala dan menandakan
pengaturan tegangan generator dijalankan secara otomatis dengan peralatan AVR.
Tegangan yang keluar dari generator 11 kV kemudian diubah menjadi 154 kV
dengan peralatan transformator.

Gambar 4.25 Master Controller pada Posisi Excite


(Sumber : PLTA Sutami, 2015)
4.2.4 Pengoperasian Paralel
Pengoperasian secara paralel dibutuhkan oleh PLTA Sutami, sebab
rangkaian ini dapat berfungsi apabila unit pembangkit yang lain tidak beroperasi,
maka unit yang lain juga dapat beroperasi. Dalam keadaan beban terbebani, unit
pembangkit paralel dengan system interconnection.

37

Gambar 4.26 Saluran Paralel PLTA Sutami


Syarat-syarat yang harus terpenuhi agar unit pembangkit dapat diparalel
dengan sistem, antara lain :
1. Tegangan antar unit pembangkit dengan system harus sama.
2. Frekuensi keduanya harus sama
3. Fase kedua serempak atau selangkah.
Pengaturan paralel dilakukan secara otomatis dengan menempatkan tombol
master controller pada kedudukan Paralel.

38

Gambar 4.27 Master Controller pada Posisi Paralel


(Sumber : PLTA Sutami, 2015)
4.2.5 Pengoperasian Pembebanan
Master Controller di atur pada posisi Load, lampu indikator menyala
Load. Kemudian beban dinaikkan secara bertahap sampai pada beban yang
ditentukan sesuai rencana operasi. Untuk operasi selanjutnya, operator hanya
menjaga tegangan dan frekuensi supaya tetap stabil.
Dalam operasi pembebanan ini, bila daya keluaran generator mencapai
harga maksimal 35 MW, maka relay control daya akan bekerja sebagai pembatas
sehingga daya keluaran generator tidak melebihi harga maksimal tersebut. Pada
keadan demikian, lampu indikator pada almari kontrol menyala.
Pengontrolan kecepatan adalah cara yang paling umum dipakai untuk
mengatur daya dan frekuensi. Bilamana frekuensi sistem berubah karena
berubahnya beban, maka pengatur kecepatan (governor) mulai bekerja, sehingga
dengan segera terjadi pengurangan atau penambahan daya keluar dalam usaha
membuat frekuensi konstan. Karena pengatur kecepatan mempunyai sifat tidak
dapat mengembalikan pada nilai asalnya, maka akan timbul perbedaan frekuensi
yang sebanding dengan berubahnya beban. Sistem pengontrolan otomatis mampu
mengetahui perubahaan ini.

39

Gambar 4.28 Master Controller pada Posisi Load


(Sumber : PLTA Sutami, 2015)
4.2.6 Penghentian Unit Pembangkit
1. Penurunan beban secara bertahap dengan memperhatikan frekuensi agar tetap
stabil sampai keadaan gererator tidak terbebani.
2. Pada beban kurang lebih 1500 kW, indikator Load mati.
3. Master Controller diubah ke posisi Stop secara otomatis guide vane
menutup dan memutus arus ABB lepas, ditandai dengan lampu indikator
Paralel padam, setelah guide vane tertutup solenoid bekerja untuk
mengoperasikan kunci guide vane. Pada waktu putaran turbin mencapai 30%
dari putaran normalnya, kurang lebih 75 rpm, peralatan rem generator bekerja
yang ditunjukkan melalui lampu indikator Brake menyala. Begitu pula
turbin berhenti berputar, rem generator bebas dan inlet valve tertutup penuh,
lampu indikator Stop menyala. Langkah terakhir menutup sirkulasi air
pendingin melalui katup 20 WC dengan memutar COS 40-20 pada posisi
Off.

40

Gambar 4.29 Master Controller pada Posisi Stop


(Sumber : PLTA Sutami, 2015)
4.3 Perhitungan Energi PLTA Sutami
4.3.1 Energi Potensial
Energi potensial merupakan energi yang dimiliki oleh benda
karenapengaruh tempat / kedudukan. energi potensial disebut juga energi diam,
karena benda yang diam pun memiliki energi potensial.
Adapun cara mencari enegi potensial dengan rumus:
Ep = .A.V.h...................................................................(4.1)

Dimana:

= massa jenis
A = luas permukaan
V = kecepatan air

41

h = tinggi jatuh air


Rumus diatas dapat menggunakan debit Q, karena debit atau Q=A.V. jadi rumus
energi potensial menjadi:
Ep = . Q.g.h...................................................................(4.2)
Data yang ada di PLTA Sutami mencakup:
Q = 50 m3/s
h = 50 m
= 1000 kg/m3

Maka :
Ep = .Q.g.h
= 1000.50.10.50
= 25000000
= 25000000.3600dt
= 90x108Joule

4.3.2 Energi Kinetik


Energi kinetik adalah energi yang dimiliki oleh suatu benda dimana benda
tersebut bergerak.
Besarnya energi kinetik menggunakan rumus:
Ek = m.V2...................................................................(4.3)

=
Dimana :n
Q=V.A

V2

dimana = berat jenis air () . g = 1000 . 10 = 10000

42

V=

V=
Dari data diketahui bahwa d diameter saluran yang besarnya d = 3.4 m.
Sehingga besarnya kecepatan dapat diketahui:

V=
= 5.5 m/s
Maka besarnya energi mekanik adalah:
(5.5)2 KW

Ek =

= 756250 . 3600 s
= 27x108 .Joule

4.3.3 Energi Mekanis


Energi mekanis adalah jumlah energi kinetik ditambah energi potensial.
Adapun besarnya energi mekanis sebagai berikut:
Dimana :
Ep = 90x108 Joule
Ek = 27x108 .Joule
Maka :
Em = 90x108 + 27x108
= 117 x 108 Joule
4.3.4 Energi Listrik

43

Energi yang dihasilkan turbin untuk memutar generator yang merupakan


energi keluaran (output) dinamakan energi listrik. Jadi energi listrik dapat dihitung
sebagai berikut:
P=

...................................................................(4.4)

W=P.t

(Joule)

Dimana :
W = energi listrik (Joule)
P = daya turbin (KW)
t = waktu (s)
Daya terpasang pada turbin P = 3 x 35.000 KW = 105.000 KW
Jadi energi listriknya:
W = 105.000 x 3600
= 3.78x108 Joule

Adapun alur kerja energi dari pembangkit listrik tenaga air sebagai berikut:

Enerrgi Potensial

Energi Kinetik

Turbin

Energi Mekanik

Generator

Listrik
Gambar 4.30 Diagram Aliran Perubahan Energi PLTA

44

4.4 Target Produksi Listrik PLTA Sutami


4.4.1 Target Produksi PLTA Sutami
PLTA Sutami merupakan suatu pembangkit yang masuk dalam
interkoneksi Jawa-Bali, dimana PLTA Sutami memilii target produksi listrik yang
telah ditentukan oleh UP. Waru. UP. Waru merupakan induk dari semua
pembangkit listrik tenaga air yang bertugas mengurusi semua PLTA yang ada di
Jawa timur. UP Brantas itu sendiri merupakan cabang dari UP Waru yang
mengurusi beberapa PLTA, salah satunya PLTA Sutami. Sebagai pembangkit
listrik tenaga air terbesar dijawa timur, PLTA Sutami juga memiliki target
produksi energi listrik yang besar pula. Adapun data target produksi energi listrik
PLTA Sutami tahun 2015 sebagai berikut:
Tabel 4.1 Target Per Unit Pembangkit PLTA Sutami Tahun 2015
Bulan

Unit 1 (Kwh)

Unit 2 (Kwh)

Unit 3 (Kwh)

Januari

13.467.525,86

12.109.566,83

9.9000.797,24

Februari

16.063.575,97

15,208.761,78

14.075.252,25

Maret

17.744.693,60

18.357.155,86

18.460.951,54

April

18.846.502,34

19.252.749,18

17.906.508,49

Mei

13.203.643,36

13.634.226,21

12.271.805,49

Juni

11.991.853,75

12.926.732,44

8.356.365,82

Juli

12.617.455,50

9.388.035,13

5.567.467,37

Agustus

5.895.406,71

7.015.627,29

6.455.517,00

September

8.056.594,83

9.935.558,19

3.327.035,98

Oktober

7.619.461,64

11.629.930,11

6.619.334,26

November

8.401.177,13

11.869.571,40

6.029.916,46

Desember

10.703.639,01

12.792.914,89

7.698.479,09

Sumber : PLTA Sutami, 2015

45

Dari tabel diatas dapat diketahui target produksi energi listrik selama
setahun dengan menambahkan target tiga unit pembangkit per tiap bulan.
Adaapun data target produksi tersebut dapat dihitug menggunakan rumus:
Target Operasi (Kwh) = Unit 1 + Unit 2 + Unit 3 ........................(4.5)
Sehingga data target produksi PLTA Sutami selama satu tahun adalah sebagai
berikut:
1.

Bulan Januari
Target Operasi (Kwh) = Unit 1 + Unit 2 + Unit 3
= 13.467.525,86 + 12.109.566,83 + 9.9000.797,24
= 35.343.700

2.

Bulan Februari
Target Operasi (Kwh) = Unit 1 + Unit 2 + Unit 3
= 16.063.575,97 + 15,208.761,78 + 14.075.252,25
= 45.347.590

3.

Bulan Maret
Target Operasi (Kwh) = Unit 1 + Unit 2 + Unit 3
= 17.744.693,60 + 18.357.155,86 + 18.460.951,54
= 52.562.801

4.

Bulan April
Target Operasi (Kwh) = Unit 1 + Unit 2 + Unit 3
= 18.846.502,34 + 19.252.749,18 + 17.906.508,49
= 56.005.760

5.

Bulan Mei
Target Operasi (Kwh) = Unit 1 + Unit 2 + Unit 3
= 13.203.643,36 + 13.634.226,21 + 12.271.805,49
= 37.619.927

6.

Bulan Juni

46

Target Operasi (Kwh) = Unit 1 + Unit 2 + Unit 3


= 11.991.853,75 + 12.926.732,44 + 8.356.365,82
= 33.274.952
7.

Bulan Juli
Target Operasi (Kwh) = Unit 1 + Unit 2 + Unit 3
= 12.617.455,50 + 9.388.035,13 + 5.567.467,37
= 27.572.958

8.

Bulan Agustus
Target Operasi (Kwh) = Unit 1 + Unit 2 + Unit 3
= 5.895.406,71 + 7.015.627,29 + 6.455.517,00
= 19.366.551

9.

Bulan September
Target Operasi (Kwh) = Unit 1 + Unit 2 + Unit 3
= 8.056.594,83 + 9.935.558,19 + 3.327.035,98
= 21.319.189

10.

Bulan Oktober
Target Operasi (Kwh) = Unit 1 + Unit 2 + Unit 3
= 7.619.461,64 + 11.629.930,11 + 6.619.334,26
= 25.868.726

11.

Bulan November
Target Operasi (Kwh) = Unit 1 + Unit 2 + Unit 3
= 8.401.177,13 + 11.869.571,40 + 6.029.916,46
= 26.300.665

12.

Bulan Desember
Target Operasi (Kwh) = Unit 1 + Unit 2 + Unit 3
= 10.703.639,01 + 12.792.914,89 + 7.698.479,09
= 31.195.033

47

Dari data perhitungan diatas dapat dikalkulasikan untuk mengetahui target


produksi tahun 2015. Adapun data target produksi PLTA Sutami tahun 2015
sebagai berikut:
Tabel 4.2 Target Produksi Energi Listrik PLTA Sutami Tahun 2015
Bulan

Target (Kwh)

Januari

35.343.700

Februari

45.347.590

Maret

52.562.801

April

56.005.760

Mei

37.619.927

Juni

33.274.952

Juli

27.572.958

Agustus

19.366.551

September

21.319.189

Oktober

25.868.726

November

26.300.665

Desember

31.195.033
Total

411.777.852

Dari tabel diatas dapat diketahui target produksi energi listrik PLTA
Sutami pada tahu 2015 ialah sebesar 411.777.852 Kwh.
4.4.2 Target PLTA Sutami Yang Terealisasi
Target PLTA Sutami yang terealisasi dalam empat bulan, yaitu bulan
Januari, Februari. Maret, dan April dapat dilihat pada tabel berikut:

48

Tabel 4.3 Target Listrik Yang Terealisasi


Bulan

UNIT 1

UNIT 2

UNIT 3

Terealisasi
(Kwh)

Januari

12.957.890,19

11.497.300,24

9.354.709,57

33.809.900

Februari

17.812.575,97

16.208.761,78

14.854.262,25

48.875.600

Maret

18.742.693,60

19.359.154,86

16.956.951,54

55.058,800

April

20.085.585,33

21.013.689,18

19.667.425,49

60.766.700

Total

198.511.000

Sumber : PLTA Sutami, 2015


Jadi target yang terealisasi PLTA Sutami selama empat bulan yakni bulan
Januari, Februari, Maret, dan April sebesar 198.511.000 Kwh.
4.4.3 Presentase Target Produksi Yang Terealisasi
Perhitngan persentase target produksi energi listrik PLTA Sutami yang
terealisasi dapat dihitung menggunakan rumus:

Persentase (Bulan)

= 100% :

....................(4.6)

Sehingga persentase yang diperoleh dari terget yang terealisasi pada bulan
Januari, Februari, Maret, dan April sebagai berikut:
Persentase (Januari) = 100% :
= 100% : 1.04537
= 95.66%

49

Persentase (Februari) = 100% :


= 100% : 0.9279
= 107.78%

Persentase (Maret)

= 100% :
= 100% : 0.9457
= 105.74%

Persentase (April)

= 100% :
= 100% : 0.9217
= 108.50%

Persentase secara keseluruhan dari target yang telah terealisasi selama


empat bulan dapat dihitung dengan rumus:

Persentase Produksi Tahunan = 100% :

............................

(4.7)
Dari rumus tersebut kita dapat mengetahui persentase keseluruhan dari target
produksi listrik PLTA Sutami tahun 2015 yang terealisasi oleh PLTA Sutami:

Persentase Produksi Tahunan = 100% :

= 100% :

50

= 100% : 2.0743
= 48.209%
Jadi persentase produksi listrik PLTA Sutami selama empat bulan sebesar
48.209%. adapun data keseluruhan dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 4.4 Target Produksi, Target yang Terealisasi, dan Persentase


Bulan

Target

Terealisasi

Persentase

(Kwh)

(Kwh)

(%)

Januari

35.343.700

33.809.900

95.66%

Februari

45.347.590

48.875.600

107.78%

Maret

52.562.801

55.058,800

104.75%

April

56.005.760

60.766.700

108.50%

Mei

37.619.927

Juni

33.274.952

Juli

27.572.958

Agustus

19.366.551

September

21.319.189

Oktober

25.868.726

November

26.300.665

Desember

31.195.033

51

Total

411.777.852

198.511.000

48.21%

BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN


5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan, maka dapat
disimpulkan bahwa:
1. Proses produksi PLTA Sutami mulai dari pengoperasian hingga
penghentiaan unit pembangkit dapat dijalankan secara otomatis dengan
sistem kontrol yang ada pada ruang kontrol, sehingga sangat membantu
operator..
2. Pemeliharaan rutin dan non rutin yang diterapkan PLTA Sutami terhadap
mesin utama maupun alat bantu terbukti sangat efektif. Hal ini dapat
dilihat dari sedikitnya frekuensi kerusakan mesin-mesin yang ada.
3.

Target produksi energi Listrik PLTA Sutami Tahun 2015 Sebesar


411.777.852 Kwh, target yang telah terealisasi selama empat bulan yakni:
Januari, Februari, Maret, dan April 2015 sebesar 198.511.000 Kwh.
Sehingga untuk persentasenya ialah 48.21% target yang terealisasi dari
target produksi energi listrik tahun 2015.

5.2 Saran
Untuk mendapatkan data perbandingan dalam sistem pengoperasian, maka
perlu dijelaskan antara pengopersian secara analog dan SCADA. Sehingga sistem
pengoperasian PLTA lebih detail. Dan untuk target produksi energi listrik perlu
diadakan analisa lebih lanjut agar data yang telah disusun bisa mendapatkan
prospek kedepan.

52

DAFTAR PUSTAKA
Nippon K, Co.Ltd, 1972 Operation And Machine Manual. Karangkates Power
Station.
Nippon SS, Co. Ltd, 1972 B Technical Spesification Generator Set.
Karangkates Powers Station.
PT. PLN PJB II. 1996. Unit Pembangkit Brantas dan Buku Kepegawaian,
Karangkates.
PLTA Sutami. 1972. Pedoman Operasi Pusat Listrik Sutami. Karangkates.
Thosiba. 1972. Elementary Diagram For Karangkates Power Station. Malang .
Thosiba. 1972. Instruction For Alternating Current Generator, Tokyo Shibaura,
Cp. Ltd.

53

LAMPIRAN

Absensi Magang Kerja Industri

54

55

56

LembarNilai MKI

57