Anda di halaman 1dari 28

KOMPLIKASI ANATHESIA

KELOMPOK 2

1. Komplikasi Kardiovaskuler

Hipotensi
Hipertensi
Aritmia jantung
Payah jantung

2. Komplikasi Respirasi

OBSTRUKSI JALAN NAPAS


INTUBASI ENDOBRONKIAL
BATUK
CEKUKAN
APNU
ATELEKTASIS
PNEUMO THORAKS
MUNTAH DAN REGURGITAS

Obstruksi jalan nafas


done

Intubasi Endobronkial
Komplikasi akibat endobronkial disebabkan
oleh pipa endotrakea masuk terlalu dalam
hingga masuk kedalam salah satu bronkus
(biasanya yg kanan) sehingga pernafasan
hanya terjadi melalui salah satu paru. Dalam
waktu lama hal ini dapat menyebabkan
hipoksia dan atelektasis paru.

Batuk
Disebabkan oleh: iritasi saluran pernafasan
akibat penggunaan anesthetika inhalasi seperti
eter, isoflurane, atau enflurane. Terkadang
pemberian tiopentalpun dapat menimbulkan
batuk.
Untuk menangani komplikasi ini dilakukan
dengan mendalamkan anesthesi secara pelanpelan.

Cekukan (Hippcup)
Disebabkan oleh: spasme diagfragma yang
intermitten dan penutupan glotis sacara
mendadak
Penanganan dengan stadia anesthesia,
menambah dosis pelumpuh otot, menyuntikan
HCL ephedrine5-10 mg IV, atau dengan cara
menuangkan air dingin kesalah satu lubang
hidung atau merangsang farink dengan kateter.

Apnu (henti nafas)


Sebab:
Pemberian obat induksi terlalu cepat
(tiopental)
Obstruksi jalan nafas total
Obat pelumpuh otot
Depresi susunan saraf pusat pernafasan

Penanganan dilakukan terlebih dahulu


sampai pasien dapat bernafas secara
spontan

Atelektasis
Sebab:
obstruksi jalan nafas sehingga terjadi absorbsi udara
pada distal paru.
Sumbatan pada salah satu bronkus

Terapi atelektasis: dengan melakukan


penghisapan kedalam bronkus, atau dengan
menggunakan obat-obatan seperti ekspektoran,
mukolitik, bronkodilator, dan antibiotika.

Pneumothoraks
Etiologi:
Trauma: trauma thoraz, fraktur iga
Latrogenik : kanulasi v. subclavia, v. jugularis
interna, blok pleksus brakhialis, operasi
thoraks
Spontan: bula paru kongenital, emfisema
paru, asma, sindrom marfan

Penanganan: hentikan pemberian N2O


ganti degna O2 100%

Muntah dan Regurgitasi


Komplikasi tersering pada anesthesia

3. Komplikasi Mata
Umumnya mata penderita tidak tertutup rapat selama
operasi, karena itu mata harus dilindungi dari trauma
langsung, kekeringan kornea, dan iritasi.
Selain itu, penekanan pada mata yang terlalu kuat dapat
menghambat aliran darah kemata dan dapat
menyebabkan kebutaan.
Lebih jauh penekanan pada bola mata dapat
merangsang refleks okulokardiak yang dapat
menyebabkan vagal bradikardi, syok dan henti jantung.

4. Perubahan Cairan Tubuh


Hipovolemia
Hipervolemia

Hipovelemia
Kekurangan cairan tubuh dapat menyebabkan hipotensi
dan perubahan kardiovaskular apabila dilakukan
anesthesi. Hal ini dapat terjadi karena anesthesi dapat
mendepresi miokard dan menghasilkan vasodilatasi
pembuluh darah.
Kekurangan cairan harus digantikan terlebih dahulu
dengan cairan infus dan jika perlu dipantau degan
menggunakan kateter CVP (cantral venous pressure)

Etiologi hipovolemia
Kelainan pra bedah
Perubahan fisologis
Kehilangan cairan selama operasi
Pendarahan
evaporasi

Hipervolemia

Faktor-faktor penyebab:

Gagal jantung
Pemberian cairan infus berlebihan
Gagal ginjal
Kesalahan memantau CVP
Hipoproteinemia
Intoksikasi air

Dapat menyebabkan edema paru dan gagal jantung bila kelebihan


cairan >30%
Terapi:
Retriksi pemberian cairan
Obat-obat diuretika
Obat inotropik

5. Komplikasi Neurologi
Konvulsi
Terlambat sadar
Cidera saraf tepi

Konvulsi
Macam-macam konvulsi abnormal:

Konvulsi pada anesthesia dalam


Klonus pada anesthesia ringan
Konvulsi karena hipoksia
Konvulsi karena obat analgetika lokal spt lidokain
Gejala epilepsi akibat obat anesthesi

Terapi:
Hentikan pemberian eter, enfluran dan O2 ditinggikan
Berikan obat anti konvulsi
Jika suhu tubuh naik, kompres dengan es atau alkohol

Terlambat sadar
Disebabkan oleh:
Kelebihan dosis premedikasi
Gangguan fisiologi selama anesthesia
Gangguan akibat pembedahan
Gangguan akibat menifestasi penyakit
tertentu
Komplikasi obat

Cidera Saraf Tepi


Sebab:
Salah posisi salah satu anggota tubuh sehingga
tertekan atau terlalu lama teregang.
Terhambatnya aliran darah ke saraf tersebut dalam
waktu lama

Etiologi:
Pemakaian torniquet yang terlalu lama
Penyuntikan obat tertentu disekitar saraf yg
menyebabkan cidera pada saraf tersebut
Hipotensi yang lama
Reaksi toksis
Kesalahan posisi lama

6. Komplikasi lain-lain

Menggigil
Gelisah
Mimpi buruk
Sadar selama operasi
Kenaikan suhu tubuh
hipersensitif

Menggigil
Sebab:
reaksi tubuh terhadap suhu rendah kamar operasi
Aliran gas anesthesia yang terlalu cepat sehingga
mempercepat pengeluaran panas tubuh melalui paru

Penanganan:
Berikan selimut tebal
Petidin 15-25 mg IV
Klorprozamin 5-10mg IV

Gelisah
Sebab:
Pemberian premedikasi sedatif tanpa
analgetika sehingga pasien belum sadar tapi
sakit sudah terasa

Terapi:
Pemberian analgetik/narkotik (petidin 15-25
mg IV

Mimpi buruk
Sebab:
Komplikasi dari obat-obatan anesthesi

Pencegahan:
Diazepam
Dehidrobenz peridol

Sadar selama operasi


Sebab:
Anesthesia tidak adequat sehingga penderita
sadar selama operasi dan mungkin dapat
merasakan sakit jika analgetik jga tdk adequat
tapi tidak dap[at berbuat apa2.

Kenaikan suhu tubuh


Dapat berupa fever atau hiperpireksia
Fever apabila demam diatas 380 C namun masih
dapat diturunkan dengan pemberian salisilat
Hiperpireksia terjadi apabila demam diatas 400 C dan
tidak turun pada pemberian salisilat.

Etiologi:

Puasa terlalu lama


Suhu kamar operasi terlalu panas
Penutup kain operasi terlalu tebal
Dosis premedikasi atropin terlalu besar
Infeksi
Kelainan herediter (hipertermia maligna)

Penanganan Hipertermia
Hentikan pemberian obat anestetika dan berikan O2
100%
Kompres seluruh tubuh dengan es atau alkohol
Pemeriksaan gas darah segera dilakukan
Koreksi asidosis dg natrium bikarbonat
Koreksi hiperkalemia dg glukosa dan insulin
Oradekson dosis tinggi
Dantrolene IV 1-2 mg/kgBB (obat spesifik utk hipertermia
maligna)

Hipersensitif