Anda di halaman 1dari 33

LAPORAN KASUS ILMU KEPERAWATAN ANAK DALAM KONTEKS

KELUARGA PASIEN AN. MY(6 TAHUN) DENGAN LOWER URINARY


TRACT SYNDROME, ISK, DAN RHABDOMYNOSARCOMADI RUANG
BEDAH ANAK KEMUNING LT.2RSUP HASAN SADIKIN BANDUNG

DISUSUN OLEH :
Euis Fitriana Dewi
Melda Iskawati
Toayah Indah Sari

220112150065
220112150118
220112150041

PROGRAM PROFESI NERS ANGKATAN XXX


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2015

LAPORAN KASUS ILMU KEPERAWATAN ANAK DALAM KONTEKS


KELUARGA PASIEN AN. MY(6 TAHUN) DENGAN LOWER URINARY
TRACT SYNDROME, ISK, DAN RHABDOMYNOSARCOMA DI RUANG
BEDAH ANAK KEMUNING LT.2RSUP HASAN SADIKIN BANDUNG
I. PENGKAJIAN ANAK
1. Identitas Klien
Nama

: An. MY

Tanggal lahir

: 23 Maret 2009

Umur

: 6 tahun

Agama

: Islam

Kultur

: Sunda

Alamat

: Kp. Cihuni RT 08 RW 04 Kec. Pasawahan Kab.

Purwakarta
Diagnose medis

: LUTS (Lower Urinary Tract Syndrome), ISK,


Rhabdomynosarcoma

Tanggal pengkajian

: 4 November 2015

Tanggal masuk RS

: 24 Oktober 2015

No. medrec

: 0001488147

Nama ayah/ ibu

: Tn. E

Pekerjaan

: Buruh

Pendidikan

: SMP

2. Keluhan Utama Masuk Rumah Sakit


Klien mengeluh nyeri di bagian penis.
3. Riwayat Kesehatan Sekarang
Klien mengeluh nyeri dibagian penis saat berkemih. Nyeri pada penis dirasakan
perih yang hilang jika sudah tidak berkemih lagi. Nyeri yang dirasakan klien tidak
menyebar ke area lain. Skala nyeri yang dirasakan klien 6 dari 10.
4. Riwayat Kehamilan Dan Kelahiran
Klien merupakan anak dari kelahiran P3A0
a. Prenatal
: Tidak ada keluhan selama kehamilan dan tidak mengonsumsi
obat-obatan, ibu mendapat imunisasi TT 2 kali.

b. Natal

: Lahir cukup bulan secara spontan di rumah dibantu bidan.BB

lahir 3900 gram.


c. Post natal
: Imunisasi lengkap; ASI eksklusif hingga 6 bulan, dan menyusui
ASI sampai anak usia 2 tahun.
5. Riwayat Masa Lalu
Klien pernah dilakukan vesikolithotomy 2 minggu SMRS di RS daerah Purwakarta.
6. Riwayat Keluarga
Di keluarga tidak ada yang memiliki riwayat penyakit yang sama dengan klien, dan
tidak ada yang memiliki riwayat penyakit berat lainnya seperti DM, TBC,
Hipertensi.
7. Riwayat Sosial
Klien anak merupakan anak yang aktif sering bermain dengan teman-temanya.
Menurut ibu klien anak Y merupakan anak yang sering bergaul dengan temantemannya dan merupakan anak yang aktif.
8. Kebutuhan Dasar
- Makan
:
SMRS klien biasa makan 1 porsi 3x 1hari
Sekarang klien makan sama seperti porsi saat dirumah
- Minum
:
SMRS > 8 gelas/ hr, setelah di RS pun minum masih teratur 8 gelas sehari
- Tidur
:
Tidur malam 8 jam; Tidur siang (-). Tetapi sejak di Rumah Sakit jam tidur
klien menjadi mundur ke jam 10 malam yang biasanya saat di rumah pukul 8.30
klien sudah tidur.
- Aktivitas bermain:
SMRS klien lebih sering bermain di luar dengan teman-temannya. Sementara
setelah di RS klien jadi pendiam dan jarang berbicara dengan teman di ruangan.
9. Pemeriksaan Fisik
o Antropometri:
BB: 19 kg. SMRS 20 kg TB: 115 cm
BMI : 19/(1.15)2= 14.367

Pada tabel zscore untuk 5th-18th didapat bahwa pada usia 6 tahun 8 bulan klien
berada pada garis -1SD dan bila diinterpretasikan didapat bahwa status gizi klien
normal.
o TTV:
HR : 84x/ mnt RR: 20 x/ mnt
TD: 110/70 mmHg S: 36oC
o GCS: E4V5M6
o Head to toe:
Kepala
Inspkesi
: Rambut hitam, bersih, rontok (-), benjolan (-)
Palpasi
: Tidak ada nyeri tekan, dan tidak ada benjolan
Muka :
-

Inspeksi

: Bentuk wajah oval,simetris kiri dan kanan, tidak ada edema

Palpasi

: Tidak terba adanya nyeri tekan,tidak teraba adanya massa atau

benjolan.
Mata:
-

Inspeksi
: Mata kiri dan kanan simetris,gerak bola mata
normal,konjungtiva
tidak anemis, pupil isokor

Palpasi

Hidung:
- Inspeksi :

: Tidak ada nyeri tekan,tidak teraba adanya massa

Hidung simetris kira dan kanan, tidak ada peradangan, fungsi

penciuman baik, septum deviasi (-), pasase udara kuat


- Palpasi : Tidak ada nyeri tekan pada sinus
Telinga:
- Inspeksi

: Bentuk telinga kira dan kanan simetris,tidak ada serumen,

fungsi pendengaran baik, bersih


-

Palpasi
: Tidak teraba adanya nyeri tekan,tidak teraba adanya massa
atau benjolan

Mulut:
-

Inspeksi

: bibir merah muda, mukosa lembab, stomatitis

(-), gigi lengkap, ada karang gigi


-

Palpasi

: Tidak teraba adanya massa,tidak teraba nyeri tekan

Leher
-

Inspeksi

: Tidak ada pembengkakan pada vena jungularis, tidak ada

pembesaran kelenjar tiroid, kaku kuduk (-)


-

Palpasi

: Tidak teraba nyeri tekan,teraba denyut nadi arteri carotis

Dada
- Inspeksi
: Bentuk dada simetri kiri dan kanan,tidak ada pembesaran pada
dinding dada,tidak ada lesi,frekuensi pernapasan teratur 20 x /mnt.
- Palpasi
: Tidak ada nyeri tekan, tidak teraba adanya benjolan
- Auskultasi : Tidak ada suara tambahan
Abdomen
Inspeksi
: bentuk permukaan abdomen datar, terpasang selang ke pelvis
Auskultasi
: Bising usus 6x/ mnt
Palpasi
: Hepatomegali (-), distensi abdomen (-)
Ekstremitas
Atas
Inspeksi
: terpasang RL 15 tetes/menit di tangan kanan, tidak ada lesi, kulit
Lembab, edema (-)
- Palpasi : Tonus otot tangan (+), CRT < 2dtk, kekuatan otot

kanan 4, kekuatan otot kiri 5


Bawah
-

Inspeksi
Palpasi
Genitalia
Inspeksi

: simetris kiri dan kanan, kulit lembab, tidak ada lesi


: kekuatan tonus otot kanan dan kiri 5
: tidak terdapat selang kateter, tidak terdapat lesi, area genitalia
bersih, Ketika berkemih klien merasakan nyeri

10. Pemeriksaan Perkembangan


Klien saat ini berada ditahap Middle Childhood (usia sekolah).Tahap
perkembangan anak berada pada fase industry vs inferiority. Anak akan belajar

bekerjasama dan bersaing dengan anak lainnya melalui kegiatan yang dilakukan,
baik didalam kegiatan akademik maupun pergaulan. Perasaan rendah diri akan
berkembang apabila anak terlalu mendapat tuntutan dari lingkungannya dan anak
tidak berhasil memenuhinya.
Pada klien ini, keluarga mengatakan bahwa anak mampu bersaing dengan anak
lainnya dalam hal bermain sepeda. Aktivitas anak di sekolah, anak mampu
mengikuti kegiatan dengan baik, mampu bergaul dengan teman sebayanya, dan
tidak ada perasaan rendah diri.
11. Pengkajian Psikologis
Klien telah menjalani rawat jalan selama 1minggu, rawat inap di salah satu RS
di Purwakarta selama 17 hari, dan rawat inap di RSHS selama 12 hari. Lamanya
rawat inap menyebabkan anak mengalami hambatan dalam bersosialisasi dengan
teman sebaya, aktivitas bermain pun berkurang.
Keluarga mengatakan bahwa anak mengalami trauma terhadap pemeriksaan
colok dubur yang pernak dilakukan selama perawatan di rumah sakit. Hal ini
diakibatkan oleh rasa nyeri yang dirasakan anak saat pemeriksaan, banyaknya
dokter yang melihat tindakan, ditambah dengan tindakan restrain yang dilakukan
pada anak membuat anak merasa sangat tidak nyaman sampai menangis merontaronta.
Ibu klien mnegtakan khawatir terhadap kondisi anaknya. Awalnya anaknya
dibawa ke RS karena jatuh dari sepeda dan diketahui menderita batu ginjal. Setelah
di operasi di salah satu RS di Purwakarta kondisi klien membaik namun setelah di
lakukan pemeriksaan ulang terdapat massa di daerah abdomendiduga merupakan
tumor ganas kemudian klien di rujuk ke RSHS. ibu klien mengatakan khawatir
dengan kondisi anaknya karena ia merasa setelah dilakukan dioperasi dipurwakarta
akan sembuh tetapi an MY menderita penyakit baru. Ibu klien sering menanyakan
tindakan yang akan diberikan kepada anaknya terhadap perawat yang berkunjung
apakah tindakan yang diberikan membahayakan ataukah tidak. Waktu tidur ibu
klien berkurang karena khawatir terjadi apa-apa ketika ia tertidur pulas
12. Pemeriksaan Penunjang
Tanggal 3November 2015
Pemeriksaan
HEMATOLOGI
Masa Protrombin (PT)

Hasil

Nilai Normal

Satuan

10.7

9.3 13.3

Detik

INR
APTT
Hematologi 8 Parameter
Hemoglobin
Hematokrit
Lekosit
Eritrosit
Trombosit
Index Eritrosit
MCV
MCH
MCHC
KIMIA KLINIK
Kalsium (Ca bebas)
Kreatinin
Natrium
Kalium
Ureum
Klorida
Magnesium
Phosphor Anorganik (P)
Foto Thoraks :

0.98
24.2

0.83 1.16
16 36

Detik

12.8
37
8800
4.84
391000

11.5 13.5
34 40
5000 14500
4.11 5.95
150000 450000

g/dL
%
/mm3
Juta/uL
/mm3

76.4
26.4
34.6

75 87
24 30
31 37

fL
pg
%

5.06
0.36
138
4.5
21
100
2.18
5.3

4.7 5.2
0.32 0.59
135 145
3.6 5.5`
15-50
98-108
1.7-2.55
2.7-4.5

mg/dL
mg/dL
mEq/L
mEq/L
mg/dL
mEq/L
mg/dL
mg/dL

Cor tidak membesar


Sinuses dan diafragma normal
Pulmo :
- Hili normal
- Corakan bronkovaskuler normal
- Tidak tampak bayangan opak noduler di kedua lapang paru

Kesan: tidak tampak metastasis intrapulmonal, dan tidak tampak kardiomegali

13. Tindakan yang dilakukan


Infus RL 15 gtt/menit
Cefotaxime 2x1 peroral
Ibuprofen 2x1 peroral
Memberikan asupan sesuai dengan kebutuhan pasien dan kondisi pasien
REE = (22,7 x 19) + 495
= 926,3 X 1,3
= 1204, 1 kal
Rencana tindakan : uretrocystoscopy, biopsi massa, sirkumsisi

II. ANALISA DATA


Data
DS :

Etiologi
Klien bermain sepeda

Masalah
Gangguan rasa nyaman
nyeri

ibu klien mengatakan bahwa


Klien terbentur jok
sepeda pada daerah
berkemih. Nyeri seperti perih genitalia
an.MY merasakan nyeri saat
dirasakan

dibagian

penis

dengan skala 6/10

Terjadi inflamasi di
bagian saluran kemih

DO :
klien menjerit dan meringis
pada saat berkemih.

Infeksi uretra

nyeri
DS :
- ibu

Klien
klien

mengatakan

menderita Kecemasan

Rhabdomynosarcoma

khawatir dengan kondisi


anaknya karena ia merasa
setelah dilakukan dioperasi
dipurwakarta akan sembuh
tetapi an MY menderita
-

penyakit baru
Ibu
klien
diberikan

kepada

anaknya terhadap perawat


yang berkunjung apakah
tindakan

yang diberikan

membahayakan
-

tidak
Waktu

tidur

ataukah
ibu

klien

berkurang karena khawatir


terjadi apa-apa ketika ia
tertidur pulas

pengetahuan

mengenai

penyakit,

prognosis,

dan

penatalaksanaan

sering

menanyakan tindakan yang


akan

Kurang

kecemasan

DO:
Saat

dikaji

menggunakan

skala hamilton kecemasan ibu


klien berada pada kecemasan
ringan

III.
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan adanya obstruksi pada saluran
kemih dan inflamasi saluran kemih
2. Kecemasan ibu klien berhubungan dengan perubahan status kesehatan

IV.
1)

ASUHAN KEPERAWATAN
2)

Diagnosa

3)
6)

Tujuan

No
9)

Keperawatan
10) Gangguan rasa

11) Setelah dilakukan

nyaman

tindakan keperawatan

nyeri

7)

Perencanaan
Intervensi

8)

13) Mandiri
-

Observasi

tingkat

nyeri

klien

nyeri
24)
25)
26)
Mengurangi nyeri dengan posisi

klien yang nyaman


Meningkatkan

berkemih dan pada saat aktivitas lainnya,

adanya

yang dirasakan klien

ukur

pada saluran kemih

berkuang/hulang

karakteristik, durasi, frekuensi , kualitas,

dan inflamasi saluran

dengan kriteria hasil :

kemih

ditandai -

Penurunan tingkat

dengan

klien

nyeri <4
Klien tampak rileks

faktor pencetus nyeri.


Fasilitasi posisi klien yang nyaman
14)
Berikan tindakan nyaman contoh pijatan

mengeluh nyeri pada


saat

dan dapat

berkemih

dirasakan perih dan


skala nyeri 6/10.

beristirahat/tidur
Ekspresi wajah tenang
Tekanan darah dalam
batas normal (80-100

mmHg untuk sistolik,


HR dalam batas normal

(70-120 x/menit)
RR dalam batas normal

tentukan

punggung
15)
- Ciptakan lingkungan

lokasi

terapeutik

nyeri,

yang

untuk menganjurkan klien rileks, dan

(18-30 x/menit)

mengatur napas bila nyeri atau alihkan

12)

kepada hal yang disenangi klien misal

relaksasi,

menurunkan tegangan otot, dan


-

nyaman
16)
17)
18)
19)
20)
- Komunikasikan dengan klien dan keluarga

bermain games atau menonton tv

intervensi

yang sesuai untuk mengurangi

selama 1x24 jam nyeri

skala,

mengetahui

saat

berhubungan dengan
obstruksi

Untuk

Rasional

meningkatkan koping
Lingkungan terapeutik

yang

tenang

dapat

dan

nyaman

mengurangi

stress

hormone

cortisol

sehingga
tidak

disekresikan yang mana jika


cortisol tersekresi maka akan
-

meningkatkannyeri
Dapat mengurangi nyeri dengan
melemaskan

otot-otot

dan

dengan mengalihkan fokus nyeri

Pantau perubahan warna urine, pantau pola


berkemih, masukan dan keluaran setiap 8

jam dan pantau hasil


Kolaborasi : pemberian antibiotik

kemajuan atau penyimpangan

21)

22)

dari hasil yang diharapkan


Dengan obat antibiotik dapat
mengurangi

23)
-

dapat mengurangi nyeri.


27)
Untuk mengidentifikasi indikasi

bakteri

yang

mungkin merupakan penyebab

Evaluasi kembali skala nyeri setelah


tindakan

dari nyeri klien yaitu ISK


Mengevaluasi tindakan dapat
engetahui kefektifan tindakan

28)
2

29) Kecemasan
ibu

31) Setelah

klien

dilakukan

asuhan

Gunakan pendekatan yang menenangkan

Jelaskan semua prosedur dan apa yang

berhubungan

keperawatan

dengan

selama 2x24 jam

perubahan

kecemasan teratasi

memberikan keamanan dan mengurangi

status

dgn kriteria hasil:

takut

kesehatan

ditandai
dengan

mampu

mengidentifikasi
ibu

klien bingung
dengan

Klien

dirasakan selama prosedur

dan

yang telah dilakukan.


- Guna menjalin trust
- Penjelasan prosedur dengan benar
-

akan meningkatkan kewaspadaan


Hal ini membuat klien tidak

merasa sendiri
34)
Guna
menurunkan

kecemasan
Merasa didengar itu menenangkan
Menentukan intervensi selanjutnya
Situasi kecemasan yang dikenali

akan meningkatkan koping


Perasaan takut yang diungkapkan

Temani klien dan keluarga klien untuk

Instruksikan

pada

ibu

klien

untuk

menggunakan tehnik relaksasi

mengungkapkan gejala

Dengarkan dengan penuh perhatian

cemas

Identifikasi tingkat kecemasan

Mengidentifikasi,

Bantu ibu klien mengenal situasi yang

tingkat

akan membuat perasaan lega

tindakan
medis

mengungkapkan
yang

menunjukkan

akan

untuk

dilakukan

cemas

kepada

anaknya.

dan
teknik

mengontol

Vital sign dalam batas


RR

16-20

x/menit,

Nadi 60-100 x/menit)


-

Postur tubuh, ekspresi


wajah, bahasa tubuh
dan tingkat aktivitas
menunjukkan
berkurangnya
kecemasan
32)

36)
37)

Dorong ibu klien untuk mengungkapkan


perasaan, ketakutan, persepsi
33)

normal (TD 120/80,

30)

menimbulkan kecemasan

35)

V. CATATAN KEPERAWATAN
VI.
Diagn

VII.

XI.
1 dan 2

XII.

VIII. Implementasi

IX.

Evaluasi

X.

Tangg
-

Mengecek tanda-tanda vital


XXVI. XXVIII. TTV dalam batas normal
Mengajak klien untuk mengobrol sambil
04/11/
XXVII.XXIX. Klien awalnya malu, namun dapat
mewarnai gambar
sedikit-sedikit mengobrol dengan
- Menjelaskan pada ayah dan ibu klien
XIII.
perawat mengenai kegiatannya
mengenai penyakit klien dan juga cara
XXX. Orangtua klien sudah ikhlas
pengobatan yang akan di tempuh
XIV.
XXIV.
menerima penyakit yang diderita
- Mendengarkan semua keluhan klien dan
(Siang)
dan tabah bahwa hal ini
keluarga mengenai masalah kesehatan yang
XV.
merupakan sebuah cobaan
dialami klien
XXXI. Keluarga
klien
mulai
XXV.
XVI.
menceritakan
mengenai
penyakitnya
XVII.

XIX.

akibat

penyakitnya
XXXII.

XVIII.

dan

Klien senang bermain dan

mewarnai di tempat tidurnya.

Pa
raf

XXXIII.

VI.
Diagn

VII.
Tangg
XX.
XXI.
XXII.
XXIII.

VIII. Implementasi

IX.

Evaluasi

X.

Pa
raf

VI.
Diagn

VII.

VIII. Implementasi

IX.

Evaluasi

X.

XXXIV.
1

XXXV. -

Melakukan observasi tingkat nyeri klien XXXVIII.


XXXIX. Klien mengatakan nyeri berada

4/11/2

saat berkemih dan pada saat aktivitas

di sekitar penis terasa perih ketika

lainnya, ukur skala, tentukan lokasi nyeri,

berkemih, skala nyeri berada pada

karakteristik, durasi,frekuensi , kualitas,

skala 6 dari 10, nyeri dirasakan

faktor pencetus nyeri.


Menciptakan lingkungan terapeutik yang

ketika

Tangg

berkurang

nyaman seperti merapihkan tempat tidur


-

klien
Menganjurkan klien untuk makan siang
XXXVI.
Memantau jumlah output urine, warna urine
XXXVII.

berkemih

dan

setalah

XLIII.

akan
selesei

berkemih.
XL.

Klien mengatakan merasa nyaman


dan akan bermain games setelah
kamar tidur klien dibersihkan

XLI.

Klien mengatakan belum lapar


sehingga belum mau makan saat
diminta untuk makan

XLII. Warna

urine

kuning,

jumlah

output urine pada pukul 14.00


XLIV.
1

XLV. - Menanyakan kabar klien dan keluarga


LI.
05/11/
XLVIII.
- Mengajak klien mengobrol tentang kegiatannya

LII.
LIII.

WIB sebanyak 800 cc


Klien mengatakan kabarnya baik
dan keluarga pun baik

LIX.

Pa
raf

VI.
Diagn

VII.

VIII. Implementasi

IX.

Evaluasi

X.

Tangg
XLVI.
hari ini
(Mala - Menanyakan pada keluarga mengenai kondisi
klien di hari itu
XLVII.
XLIX.
- Memperingatkan klien untuk istirahat tidur
L.
- Menganjurkan pada klien untuk memposisikan
tubuh senyaman mungkin
- Mengganti infus RL klien

LIV.

Klien terlihat senang sekali saat


diajak ngobrol

LV.

Keluarga mengatakan klien seperti


biasa aktif bermain, menggambar,
dan mewarnai seperti biasa

LVI.

Klien langsung menuruti anjuran


perawat untuk istirahat tidur

LVII. Klien mengikuti anjuran perawat


untuk

memposisika

tubuhnya

senyaman mungkin
LVIII. Keluarga klien berterima kasih
setelah perawat selesei mengganti
LX.
1

labu RL
LXI.
-Menyapa klien dan menganjurkan klien untuk LXIV. LXV. Klien menuruti ajakan perawat
06/11/
melakukan personal hygiene
untuk personal hygiene
-Melakukan TTV
LXII.
LXVI. TTV dalam batas normal
-Berkolaborasi
dengan
dokter
untuk
(Pagi)
LXVII.Orangtua klien sangat memahami
LXIII.
menjelaskan pada keluarga tentang tindakan
hal tersebut
pembedahan yang akan dijalani klien

LXXI.

Pa
raf

VI.
Diagn

VII.

VIII. Implementasi

IX.

Evaluasi

Tangg
-Memperingatkan

keluarga

untuk

selalu

memberikan dukungan psikologis bagi klien

X.

Pa
raf

LXVIII.
LXIX.
LXX. Keluarga akan mendukung dan
memotivasi klien untuk

LXXII.
1,2

LXXIII. -Menganjurkan klien untuk mandi dan makan


8/11/1
LXXV.
-Memantau urine output klien setelah klien
LXXIV.
personal hygine
-Kolaborasi : dokter menjelaskan tindakan
operasi, prosedur operasi, dan resiko pasca
operasi

melakukan pengobatan
LXXVI.
LXXVII. Klien mematuhi anjuran
perawat untuk makan dan segera
mandi
LXXVIII. Ibu klien dengan segera
memandikan klien
LXXIX.
LXXX.

Keluarga mengerti dan mampu

mengulang kembali apa yang


telah dijelaskan oleh dokter.
Keluarga aktif bertanya mengenai
hal-hal yang tidak dimengerti
mengenai tindakan operasi dan
resiko dari operasinya kepada

LXXXI.

VI.
Diagn

LXXXII.
1,2

VII.

VIII. Implementasi

IX.

Evaluasi

X.

Tangg
dokter.
LXXXIII.
-Menganjurkan klien untuk tetap puasa hingga LXXXV.
LXXXVI. Klien terlihat masih kooperatif
9/11/1
dijemput
untuk
dilakukan
tindakan
untuk puasa dan tidak ada keluhan
LXXXIV. uretroscopy (klien telah melakukan puasa
(pagi)
sejak jam 04.00)
-Klien dilakukan pemasangan infuse ditangan

LXXXVII.
LXXXVIII.
LXXXIX. Klien cukup nyaman dengan

kiri dengan cairan RL 15gtt/menit (pukul


06.30)
-Menganjurkan klien untuk personal hygiene
dan pemantauan urine output
-Menganjurkan klien dan keluarga untuk tenang
dan

banyak

berdoa

untuk

kelancaran

tindakan
-Mengantar klien ke ruang tindakan uretroscopy
(jam 11.30)

terpasangnya infuse
XC.
XCI.

Klien mau untuk personal hygiene


dan urin output klien 300cc

XCII. Klien dan keluarga tenang, sabar,


dan berdoa agar lancar tindakan
yang akan dijalani an.MY dan
semoga segera sembuh agar dapat
beraktifitas seperti biasa lagi
dirumah.
XCIII. Saat diantar ke ruang tindakan,
klien terlihat tenang dan keluarga

XCIV.

Pa
raf

VI.
Diagn

VII.

VIII. Implementasi

IX.

Evaluasi

Tangg
pun setia mendampingi klien

XCV.
XCVI.
XCVII.
XCVIII.
XCIX.
C.
CI.
CII.
CIII.
CIV.
CV.
CVI.
CVII.
CVIII.
CIX.
CX.
CXI.

X.

Pa
raf

CXII.

CATATAN PERKEMBANGAN

CXIII. NO CXIV. TANGGA


MOR
L
DIAGNOSA
CXVII.
CXVIII.
4
1
November 2015
CXIX.

CXV. CATATAN PERKEMBANGAN


-

CXVI. EVALUASI

Mengobservasi tingkat nyeri klien saat berkemih dan CXXI. S


- Ibu klien mengatakan anaknya sering
pada saat aktivitas lainnya, ukur skala, tentukan lokasi
mengeluhkan nyeri saat berkemih
nyeri, karakteristik, durasi, frekuensi , kualitas, faktor
- Saat ditanya, kien mengatakan perih
pencetus nyeri.
saat bekemih dna berkurang setalg usai
Melakukan TTV
Memfasilitasi posisi klien yang nyaman
berkemih.
Memberikan tindakan nyaman contoh pijatan punggung - Skala nyeri yang dirasakan klien 6 dari
Menciptakan lingkungan terapeutik yang nyaman
10
Mengkomunikasikan dengan klien dan keluarga untuk
CXXII.
menganjurkan klien rileks, dan mengatur napas bila nyeri CXXIII.
O
- Klien tampak menangis saat berkemih
atau alihkan kepada hal yang disenangi klien misal
- N= 84x/menit,R=20x/menit, S= 36oC
bermain games atau menonton tv
- Urine output pukul 14.00 800 cc
CXX.
Memantau perubahan warna urine, pantauCXXIV.
pola
A
CXXV.
A
berkemih, masukan dan keluaran setiap 8 jam dan pantau
CXXVI.
Gangguan rasa nyaman
hasil
nyeri belum teratasi
CXXVII.
CXXVIII.
P
-

Mengatur

posisi

tidur

yang

CXIII. NO CXIV. TANGGA


MOR
L
DIAGNOSA

CXV. CATATAN PERKEMBANGAN

CXVI. EVALUASI

menyenangkan
Mengajarkan cara mengurangi rasa nyeri
(relaksasi ) dan memberikan kegiatan

CXXIX.

CXXX. 4
Nove
mber
2015

Melakukan pendekatan pada klien dan keluarga klien

Melakukan pengkajian pada klien dan ibu klien

Melakukan pengukuran tingkat kecemasan dengan

positif.
Menganjurkan

hangat
Melaksanakn program terapi : antibiotik

Mendengarkan apa yang dikeluhkan keluarga klien

Memberikan motivasi kepada klien dan keluarga klien

meminum

air

CXXXI.
S
- ibu klien mengatakan khawatir dengan
kondisi anaknya karena ia merasa
setelah

menggunakan skala hamilton


-

untuk

dilakukan

dioperasi

dipurwakarta akan sembuh tetapi an


-

MY menderita penyakit baru


Ibu klien sering menanyakan tindakan
yang akan diberikan kepada anaknya

terhadap

perawat

apakah

tindakan

yang
yang

berkunjung
diberikan

membahayakan ataukah tidak


Waktu tidur ibu klien berkurang karena

CXIII. NO CXIV. TANGGA


MOR
L
DIAGNOSA

CXV. CATATAN PERKEMBANGAN

CXVI. EVALUASI
khawatir terjadi apa-apa ketika ia
tertidur pulas
CXXXII.
O
- Tingkat kecemasan ibu klien diukur
menggunakan skala hamilton berada
pada kecemasan ringan
CXXXIII.

CXXXIV. Masalah kecemasan belum


teratasi
CXXXV. P
-

Meninstruksikan pada ibu klien untuk


menggunakan tehnik relaksasi

Medengarkan dengan penuh perhatian

Mengidentifikasi tingkat kecemasan

Membantu ibu klien mengenal situasi


yang menimbulkan kecemasan

Mendorong

ibu

klien

untuk

mengungkapkan perasaan, ketakutan,


persepsi

CXIII. NO CXIV. TANGGA


MOR
L
DIAGNOSA
CXXXVII.
2

CXXXVIII. 5
Nove
mber
2015

CXV. CATATAN PERKEMBANGAN

Menggunakan pendekatan yang menenangkan

Menjelaskan semua prosedur dan apa yang dirasakan


selama prosedur

Menemani klien dan keluarga klien untuk memberikan


keamanan dan mengurangi takut

Meninstruksikan pada ibu klien untuk menggunakan


tehnik relaksasi

CXVI. EVALUASI
CXXXVI.
CXXXIX.
S
-Klien mengatakan tidak merasa khawatir
lagi
-Klien mengatakan

akan

memberikan

dukungan untuk kesembuhan anaknya


CXL. O
- Ibu klien tampak tenang
- Ibu klien sudah dapat menerima

Medengarkan dengan penuh perhatian

penyakit anaknya dan mengganggap

Mengidentifikasi tingkat kecemasan

semua ini adalah cobaan dari Tuhan

Membantu ibu klien mengenal situasi yang menimbulkan

CXLI.

kecemasan

CXLII.

Masalah kecemasan teratasi

Mendorong ibu klien untuk mengungkapkan perasaan,

sebagian

ketakutan, persepsi

CXLIII. P
CXLIV. Medorong

klien

untuk

mengungkapkan perasaan
CXLV. Kolaborasi

dengan

dokter

untuk menjelaskan prosedur


tindakan dan resiko yang akan

CXIII. NO CXIV. TANGGA


MOR
L
DIAGNOSA

CXV. CATATAN PERKEMBANGAN

CXVI. EVALUASI
diterima

CXLVI.
1,2

CXLVII. 8
Nove
mber
2015

setelah

tindakan

diberikan
- Menganjurkan klien untuk mandi dan makan
CXLIX.
S:
CXLVIII.
- Ibu klien mengatakan sudah mengerti
- Memantau urine output klien setelah klien personal hygine
dengan penjelasan dokter
- Keluarga klien mengatakan sedikit
- Kolaborasi : dokter menjelaskan tindakan operasi, prosedur
cemas terhadap tindakan yang akan
operasi, dan resiko pasca operasi
dilakukan namun setelah dijelaskan
keluarga paham bahwa tindakan
tersebut
perlu
dilakukan
untuk
kesembuhan anaknya
CL. O
- Ibu klien membantu personal hyigine
anaknya di kamar mandi
- Klien tampak mengerti
- Urine ouput 300 cc
CLI. A
CLII. Masalah kesemasan teratasi
CLIII. Masalah nyeri tertasi sebagian

CLIV. P
CLV. Hentikan intervensi untuk
kecemasan
CLVI. Lanjutkan intervensi untuk
nyeri :
Evaluasi nyeri klien
Posisikan klien dalam posisi yang

CXIII. NO CXIV. TANGGA


MOR
L
DIAGNOSA

CLVIII.

CLIX.

CXV. CATATAN PERKEMBANGAN

-Menganjurkan klien untuk tetap puasa hingga dijemput untuk


dilakukan tindakan uretroscopy (klien telah melakukan
puasa sejak jam 04.00)
-Klien dilakukan pemasangan infuse ditangan kiri dengan
cairan RL 15gtt/menit (pukul 06.30)
-Menganjurkan klien untuk personal hygiene dan pemantauan
urine output
-Menganjurkan klien dan keluarga untuk tenang dan banyak
berdoa untuk kelancaran tindakan
-Mengantar klien ke ruang tindakan uretroscopy (jam 11.30)

CXVI. EVALUASI
nyaman
- Ajarkan teknik relaksasi pada klien
CLVII.
CLX. S :
- Ibu klien dan klien mengatakan sudah
melakukan puasa sejak jam 04.00. Ibu
klien mengatakan tadi pagi klien sedikit
rewel karena dibangunkan terlalu pagi
untuk dilakukan infuse dan saat
dilakukan infuse terasa sedikit sakit
dank lien mengatakan lapar karena
puasa.
- Klien mengatakan masih suka terasa
sakit jika pipis
- Keluarga dan klien mengatakan bahwa
sudah berdoa tadi pagi sekalian shalat
shubuh untuk kelancaran tindakan
uretroscopy yang akan dijalani klien.
Keluarga klien berharap tindakannya
dapat membuat klien cepat sembuh dan
bisa cepat pulang kerumah dan
beraktifitas seperti biasa
CLXI. O
- Ibu klien membantu personal hyigine
anaknya di kamar mandi
- Klien dan keluarga tampak tenang dan
sabar

CXIII. NO CXIV. TANGGA


MOR
L
DIAGNOSA

CXV. CATATAN PERKEMBANGAN

CXVI. EVALUASI
-

Urine ouput 300 cc


CLXII. A
CLXIII. Masalah kecemasan teratasi
CLXIV. Masalah

nyeri

tertasi

sebagian

CLXIX.
CLXX.
CLXXI.
CLXXII.

CLXV.P
CLXVI. Hentikan intervensi untuk
kecemasan
CLXVII. Lanjutkan intervensi untuk
nyeri :
Evaluasi nyeri klien
Posisikan klien dalam posisi yang
nyaman
Ajarkan teknik relaksasi pada klien
agar saat terasa sakit pasca operasi
klien dapat melakukan teknik
relaksasi napas dalam atau distraksi
dengan
memainkan
games
kesukaan klien
CLXVIII.

CLXXIII.
CLXXIV.
CLXXV.
CLXXVI.
CLXXVIII.

CLXXIX.

Pengkajian Tingkat Kecemasan Ibu an MY


CLXXVII. Skala Hamilton

Pertanyaan

No
.
CLXXXV.CLXXXVI.
Perasaan Ansietas
CLXXXVII.
- Cemas
1.
CLXXXVIII.
- Firasat Buruk
CLXXXIX.
- Takut Akan Pikiran
Sendiri
CXC. - Mudah Tersinggung
CCI.
CCII. Ketegangan
CCIII. - Lesu
2.
CCIV. - Merasa Tegang
CCV. - Tak Bisa Istirahat Tenang
CCVI. - Mudah Terkejut
CCVII.- Mudah Menangis
CCVIII. - Gemetar
CCIX. - Gelisah
CCXVIII.CCXIX. Ketakutan
CCXX. - Pada Gelap
3.
CCXXI. - Pada Orang Asing
CCXXII. - Ditinggal Sendiri
CCXXIII. - Pada Binatang Besar

CLXXX.
CLXXXI.
CLXXXII.
CLXXXIII.
CLXXXIV.
0

CXCI.
CXCIV.
CXCVI.
CXCIX.
CC.
CXCII.
CXCV.
CXCVII.

CXCIII. CXCVIII.

CCX.CCXI.
CCXV.
CCXVI.
CCXVII.
CCXII.

CCXIII.
CCXIV.

CCXXVI.
CCXXVIII.
CCXXXI.
CCXXXII.
CCXXXIII.
CCXXIX.

CCXXX.
CCXXVII.

CLXXVIII.

CLXXIX.

Pertanyaan

No

CLXXX.
CLXXXI.
CLXXXII.
CLXXXIII.
CLXXXIV.
0

.
CCXXIV. - Pada Keramaian Lalu Lintas
CCXXV.
- Pada Kerumunan Orang
Banyak
CCXXXIV.
CCXXXV.
Gangguan Tidur
CCXXXVI.
- Sukar Tidur
4.
CCXXXVII.
- Terbangun Malam Hari
CCXXXVIII. - Tidak Nyenyak
CCXXXIX.
- Bangun dengan Lesu
CCXL.- Banyak Mimpi-Mimpi
CCXLI. - Mimpi Buruk
CCXLII.
- Mimpi Menakutkan
CCXLVIII.
CCXLIX. Gangguan Kecerdasan
CCL. - Sukar Konsentrasi
5.
CCLI. - Daya Ingat Buruk
CCLVII. CCLVIII. Perasaan Depresi
CCLIX. - Hilangnya Minat
6.
CCLX.- Berkurangnya Kesenangan Pada
Hobi
CCLXI. - Sedih
CCLXII. - Bangun dini hari
CCLXIII.
- Perasaan Berubah-Ubah
Sepanjang Hari
CCLXXIII.
CCLXXIV.
CCLXXV.
7.
otot

Gejala Somatik (Otot)


- Sakit dan Nyeri di otot-

CCXLIII.
CCXLIV.
CCXLV.
CCXLVI.
CCXLVII.

CCLII.
CCLIII.
CCLIV.
CCLV.
CCLVI.

CCLXIV.
CCLXV.
CCLXVII.
CCLXXI.
CCLXXII.
CCLXVI.

CCLXVIII.
CCLXIX.
CCLXX.

CCLXXX.
CCLXXXI.
CCLXXXII.
CCLXXXIII.
CCLXXXIV.

CLXXVIII.

CLXXIX.

Pertanyaan

No

CLXXX.
CLXXXI.
CLXXXII.
CLXXXIII.
CLXXXIV.
0

.
CCLXXVI.
- Kaku
CCLXXVII.
- Kedutan otot
CCLXXVIII.
- Gigi Gemerutuk
CCLXXIX. - Suara Tidak Stabil
CCLXXXV.
CCLXXXVI.
Gejala Somatik
(Sensorik)
8.
CCLXXXVII. - Tinitus
CCLXXXVIII. - Penglihatan Kabur
CCLXXXIX.
- Muka Merah atau Pucat
CCXC.- Merasa Lemah
CCXCI.
- Perasaan ditusuk-Tusuk
CCXCVIII.
CCXCIX. Gejala Kardiovaskuler
CCC. - Takhikardia
9.
CCCI. - Berdebar
CCCII.- Nyeri di dada
CCCIII. - Denyut nadi mengeras
CCCIV. - Perasaan lesu/lemas seperti
mau pingsan
CCCV.- Detak Jantung Menghilang
(Berhenti
CCCVI.
Sekejap)
CCCXII. CCCXIII. Gejala Respiratori
CCCXIV. - Rasa tertekan atau sempit di
10.
dada
CCCXV. - Perasaan tercekik
CCCXVI. - Sering menarik napas

CCXCII.
CCXCIII.
CCXCIV.
CCXCVI.
CCXCVII.
CCXCV.

CCCVII.
CCCVIII.
CCCIX.
CCCX.
CCCXI.

CCCXVIII.
CCCXIX.
CCCXX.
CCCXXIII.
CCCXXIV.
CCCXXI.

CCCXXII.

CLXXVIII.

CLXXIX.

Pertanyaan

No

CLXXX.
CLXXXI.
CLXXXII.
CLXXXIII.
CLXXXIV.
0

.
CCCXVII. - Napas Pendek/Sesak
CCCXXV.CCCXXVI.
Gejala Gastrointestinal
CCCXXVII.
- Sulit menelan
11.
CCCXXVIII.
- Perut melilit
CCCXXIX.
- Gangguan Pencernaan
CCCXXX.
- Nyeri sebelum dan
sesudah makan
CCCXXXI.
- Perasaan terbakar di
perut
CCCXXXII.
- Rasa penuh atau
kembung
CCCXXXIII.
- Mual
CCCXXXIV.
- Muntah
CCCXXXV.
- Buang air besar lembek
CCCXXXVI.
- Kehilangan Berat
Badan
CCCXXXVII.
- Sukar Buang Air Besar
(Konstipasi)
CCCXLIII.
CCCXLIV.
Gejala Urogenital
CCCXLV.- Sering Buang Air Kecil
12.
CCCXLVI.
- Tidak dapat menahan
air seni
CCCXLVII.
- Amenorrhoe
CCCXLVIII.
- Menorrhagia
CCCXLIX.
- Menjadi dingin (Frigid)
CCCL. - Ejakulasi Praecocks

CCCXXXVIII.
CCCXXXIX.
CCCXL.
CCCXLI.
CCCXLII.

CCCLIII.
CCCLIV.
CCCLV.
CCCLVI.
CCCLVIII.
CCCLVII.

CLXXVIII.

CLXXIX.

Pertanyaan

No

CLXXX.
CLXXXI.
CLXXXII.
CLXXXIII.
CLXXXIV.
0

.
CCCLI. - Ereksi Hilang
CCCLII.
- Impotensi
CCCLIX.CCCLX. Gejala Otonom
CCCLXI. - Mulut Kering
13.
CCCLXII.
- Muka Merah
CCCLXIII.
- Mudah Berkeringat
CCCLXIV.
- Pusing, sakit kepala
CCCLXV.
- Bulu-bulu berdiri
CCCLXXIII.
CCCLXXIV.
Tingkah Laku Pada
Wawancara
14.
CCCLXXV.
- Gelisah
CCCLXXVI.
- Tidak Tenang
CCCLXXVII.
- Jari Gemetar
CCCLXXVIII. - Kerut Kening
CCCLXXIX.
- Muka Tegang
CCCLXXX.
- Tonus Otot Meningkat
CCCLXXXI.
- Napas Pendek dan
Cepat
CCCLXXXII.
- Muka Merah
CCCXCI.
Total Nilai

CCCLXVI.
CCCLXVII.
CCCLXVIII.
CCCLXXI.
CCCLXXII.
CCCLXIX.

CCCLXX.

CCCLXXXIII.
CCCLXXXIV.
CCCLXXXV.
CCCLXXXVII.
CCCXC.
CCCLXXXVI.
CCCLXXXVIII.

CCCLXXXIX.

CCCXCII. 14
CCCXCIII. (kecemasa
n ringan)
CCCXCIV.

CCCXCV.

Cara Penilaian kecemasan adalah dengan memberikan nilai dengan kategori:

CCCXCVI.

0 = tidak ada gejala sama sekali

CCCXCVII.

1 = Satu dari gejala yang ada

CCCXCVIII.

2 = Sedang/ separuh dari gejala yang ada

CCCXCIX.

3 = berat/lebih dari gejala yang ada

CD.

4 = sangat berat semua gejala ada

CDI.

Penentuan derajat kecemasan dengan cara menjumlah nilai skor dan item 1-14 dengan hasil:

CDII. 1. Skor kurang dari 6 = tidak ada kecemasan.


CDIII. 2. Skor <17 = kecemasan ringan.
CDIV. 3. Skor 18-24 = kecemasan sedang.
CDV. 4. Skor > 25 = kecemasan berat.
CDVI.
CDVII.
CDVIII.

DAFTAR PUSTAKA

Jackson, M; Jackson, L. 2011. Panduan Praktik Keperawatan Klinis. Jakarta: Erlangga

CDIX. Doenges, ME; Moorhouse, MF; Geissler, AC. 2000. Rencana Auhan Keperawatan: Pedoman untuk Perencanaan dan
Pendokumentasian Perawatan Pasien. Jakarta: EGC