Anda di halaman 1dari 6

PERKEMBANGAN EKONOMI, KEUANGAN , DAN

POLITIK MASA AWAL KEMERDEKAAN SAMPAI


TAHUN 1950
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Setelah proklamasi, Indonesia masih belum sepenuhnya dikatakan merdeka. Karena Indonesia
harus berbenah diri mulai dari pemerintahan hingga di daerha-daerah. Hari-hari setelah
proklamasi, pemerintahanpun mulai dibangun. Presiden dan wakil presiden diangkat, UUD
ditetapkan, Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dibentuk untuk membantu presiden
sembari menunggu pelaksanaan pemilu, struktur pemerintahan dan struktur militer mulai disusun
dan ditetapkan.
Sementara itu, kehidupan di luar pemerintahan tidak seluruhnya menggembirakani.. Banyak rajaraja di luar Jawa yang memilih status quo bersama Belanda dan tidak mendukung proklamasi.
Konflik sosial di pedesaan antar kelompok juga sering terjadi.
B. Permasalahan
Permasalahan yang diangkat dalam makalah ini adalah tentang kondisi Negara republik Indonesia di awal
kemerdekaan baik itu di bidang ekonomi, keuangan, dan politik samapai tahun 1950.

C. Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimana kondisi ekonomi,keuangan
dan politik pada saat awal kemerdekaan samapai tahun 1950.
D. Kegunaan dan Manfaat
Kegunaan dan manfaat penulisan makalah ini adalah :
a. Agar penulis dan pembaca dapat mengetahui perkembanagan ekonomi,keuanagan dan politik di
awal kemerdekaan .
b. Untuk menambah pengetahuan tentang bagaimana strategi Negara republik Indonesia menghadapi
tantangan ekonomi, keuangan dan politik pada saat itu .
c. Agar dapat mengetahui kemajuan yang dicapai oleh bangsa pada saat awal kemerdekaan.
LANDASAN TEORI
A. KONDISI EKONOMI INDONESIA AWAL KEMERDEKAAN
Kondisi ekonomi pada awal berdirinya Republik Indonesia sangat kacau dan sulit. Hal ini disebabkan
karena Indonesia yang baru saja merdeka belum memiliki pemerintahan yang baik, dimana belum ada
pejabat khusus yang bertugas untuk menangani perekonomian Indonesia. Sebagai negara baru Indonesia
belum mempunyai pola dan cara untuk mengatur ekonomi keuangan. Hal itu diperparah dengan Kondisi

keamanan dalam negeri yang tidak stabil serta Belanda yang masih tetap tidak mau mengakui
kemerdekaan Indonesia.
Selain itu keadaan politik yang cepat berubah-ubah semakin memperburuk keadaan. Banyak rapat serta
kegiatan penting dilakukan mulai dari penunjukan presiden dan wakilpresiden, pembentukan partai
poitik, pembentukan perdana mentri serta cabinet, bahka pemindahan ibukota dilakukan pada saat itu.
B. FAKTOR PENYEBAB KACAUNYA PEREKONOMIAN INDONESIA TAHUN 1945-1950
Faktor- faktor penyebab kacaunya perekonomian Indonesia 1945-1950 adalah sebagai berikut .
1. Terjadi Inflasi yang sangat tinggi
Inflasi tersebut disebabakan karena :
Beredarnya mata uang Jepang di masyarakat dalam jumlah yang tak terkendali (pada bulan Agustus
1945 mencapai 1,6 Milyar yang beredar di Jawa sedangkan secara umum uang yang beredar di
masyarakat mencapai 4 milyar).
Beredarnya mata uang cadangan yang dikeluarkan oleh pasukan Sekutu dari bank-bank yang berhasil
dikuasainya untuk biaya operasi dan gaji pegawai yanh jumlahnya mencapai 2,3 milyar.
Repubik Indonesia sendiri belum memiliki mata uang sendiri sehingga pemerintah tidak dapat
menyatakan bahwa mata uang pendudukan Jepang tidak berlaku.
Karena inflasi ini kelompok yang paling menderita adalah para petani sebab petani merupakan produsen
yang paling banyak menyimpan mata uang Jepang. Hasil pertanian mereka tidak dapat dijual, sementara
nilai tukar mata uang yang mereka miliki sangat rendah.
Pemerintah Indonesia yang baru saja berdiri tidak mampu mengendalikan dan menghentikan peredaran
mata uang Jepang tersebut sebab Indonesia belum memiliki mata uang baru sebagai penggantinya.
Pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk sementara waktu menyatakan ada 3 mata uang yang berlaku di
wilayah RI, yaitu:
Mata uang De Javasche Bank
Mata uang pemerintah Hindia Belanda
Mata uang pendudukan Jepang
2. Adanya Blokade ekonomi dari Belanda
Blokade oleh Belanda ini dilakukan dengan menutup (memblokir) pintu keluar-masuk perdagangan RI
terutama melalui jalur laut dan pelabuhan-pelabuhan penting. Blokade ini dilakukan mulai bulan
November 1945. Adapun alasan dari pemerintah Belanda melakukan blokade ini adalah :
Mencegah masuknya senjata dan peralatan militer ke Indonesia.
Mencegah kelurnya hasil-hasil perkebunan milik Belanda dan milik asing lainnya.
Melindungi bangsa Indonesia dari tindakan-tindakan yang dilakukan oleh bangsa lain.
Dengan adanya blokade tersebut menyebabakan:
Barang-barang ekspor RI terlambat terkirim.
Barang-barang dagangan milik Indonesia tidak dapat di ekspor bahkan banyak barang-barang ekspor
Indonesia yang dibumi hanguskan.
Indonesia kekurangan barang-barang import yang sangat dibutuhkan.
Inflasi semakin tak terkendali sehingga rakyat menjadi gelisah.
Tujuan/harapan Belanda dengan blokade ini adalah
Agar ekonomi Indonesia mengalami kekacauan
Agar terjadi kerusuhan sosial karena rakyat tidak percaya kepada pemerintah Indonesia, sehingga
pemerintah Belanda dapat dengan mudah mengembalikan eksistensinya.
Untuk menekan Indonesia dengan harapan bisa dikuasai kembali oleh Belanda.

3. Kekosongan kas Negara

Kas Negara mengalami kekosongan karena pajak dan bea masuk lainnya sangat berkurang sementara
pengeluaran negara semakin bertambah. Penghasilan pemerintah hanya bergantung kepada produksi
pertanian. Karena dukungan dari bidang pertanian inilah pemerintah Indonesia masih bertahan, sekalipun
keadaan ekonomi sangat buruk.
C. KEBIJAKAN PEMERINTAHAN MENGHADAPI BURUKNYA KONDISI EKONOMI
INDONESIA
Upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi kondisi ekonominya mulai dilakukan pertama tama
adalah dengan melakukan pinjaman nasional. Pelaksanaan pinjaman ini cukup mendapat dukungan dari
masyarakat. Namun kekacauan semakin bertambah dengan munculnya mata uanga NICA di daerah yang
diduduki sekutu pada tanggal 6 Maret 1946 oleh Panglima AFNEI yang baru (Letnan Jenderal Sir
Montagu Stopford). Uang NICA ini dimaksudkan untuk menggantikan uang Jepang yang nilainya sudah
sangat turun saat itu. Karena tindakan sekutu tersebut maka pemerintah Indonesiapun mengeluarkan uang
kertas baru yaitu Oeang Republik Indonesia (ORI)sebagai pengganti uang Jepang.
Upaya mengatasi blokade belanda
Upaya pemerintah untuk keluar dari masalah blokade tersebut adalah sebagai berikut.
1. Usaha bersifat politis, yaitu Diplomasi Beras ke India
Pemerintah Indonesia bersedia untuk membantu pemerintah India yang sedang ditimpa bahaya kelaparan
dengan mengirimkan 500.000 ton beras. Pemerintah melakukan hal ini sebab akibat blokade oleh Belanda
maka hasil panen Indonesia yang melimpah tidak dapat dijual keluar negeri pemerintah berasumsi pada
pada musim panen 1946 akan diperoleh suplai hasil panen sebesar 200.000 sampai 400.000 ton.
2. Usaha bersifat ekonomis
1. Mengadakan hubungan dagang langsung dengan luar negeri
Membuka hubungan dagang langsung ke luar negeri dilakukan oleh pihak pemerintah maupun pihak
swasta. Usaha tersebut antara lain:
a) Mengadakan kontak dagang dengan perusahaan swasta Amerika (Isbrantsen Inc.). Tujuan dari kontak
ini adalah membuka jalur diplomatis ke berbagai negara. Dimana usaha tersebut dirintis oleh BTC
(Banking and Trading Corporation) atau Perseroan Bank dan Perdagangan, suatu badan perdagangan
semi-pemerintah yang membantu usaha ekonomi pemerintah, dipimpin oleh Sumitro Djojohadikusumo
dan Ong Eng Die. Hasil transaksi pertama dari kerjasama tersebut adalah Amerika bersedia membeli
barang-barang ekspor Indonesia seperti gula, karet, teh, dan lain-lain. Tetapi selanjutnya kapal Amerika
yang mengangkut barang pesanan RI dan akan memuat barang ekspor dari RI dicegat dan seluruh
muatannya disita oleh kapal Angkatan Laut Belanda.
b) Karena blokade Belanda di Jawa terlalu kuat maka usaha diarahkan untuk menembus blokade
ekonomi Belanda di Sumatera dengan tujuan Malaysia dan Singapura. Usaha tersebut dilakukan sejak
1946 sampai akhir masa perang kemerdekaan. Hasilnya Indonesia berhasil menyelundupkan karet yang
mencapai puluhan ribu ton dari Sumatera ke luar negeri, terutama ke Singapura. Dan Indonesia berhasil
memperoleh senjata , obat-obatan dan barang-barang lain yang dibutuhkan.
c) Pemerintah RI pada 1947 membentuk perwakilan resmi di Singapura yang diberi nama Indonesian
Office (Indoff). Secra resmi badan ini merupakan badan yang memperjuangkan kepentingan politik di luar
negeri, namun secara rahasia berusaha menembus blokade ekonomi Belanda dengan melakukan
perdagangan barter. Diharapkan dengan upaya ini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.
d) Dibentuk perwakilan kemetrian pertahanan di luar negeri yaitu Kementrian Pertahanan Urusan Luar
Negeri (KPULN) yang dipimpin oleh Ali Jayengprawiro. Tugas pokok badan ini adalah membeli senjata
dan perlengkapan angkatan perang.

2. Konferensi Ekonomi I (Februari 1946)


Konferensi ini dihadiri oleh para cendekiawan, gubernur, dan pejabat lainnya yang bertanggungjawab
langsung mengenai masalah ekonomi di Jawa, yang dipimpin oleh Menteri Kemakmuran (Darmawan
Mangunkusumo). Tujuan Konferensi ini adalah untuk memperoleh kesepakatan dalam menanggulangi
masalah-masalah ekonomi yang mendesak, seperti :
a) Konsepsi untuk menghapuskan sistem autokrasi local warisan jepang dan menggantikannya dengan
system sentralisasi.
b) Bahan makanan akan ditangani oleh pemerintah secara sentral oleh organisasi pengawas makanan
rakyat yang merubah namanya menjadi badan persediaan dan pembagi makanan (BPPM) yang dipimpin
oleh dr.sudarsono
c) Semua perkebunan akan diawasi pemerintah untuk meningkatkan produksinya.
3. Konferensi ekonomi II ( 6mei 1946 )
Konferensi kedua di Solo, 6 Mei 1946 membahas mengenai masalah program ekonomi pemerintah,
masalah keuangan negara, pengendalian harga, distribusi, dan alokasi tenaga manusia. Wapres Moh. Hatta
mengusulkan mengenai rehabilitasi pabrik gula, dimana gula merupakan bahan ekspor penting sehingga
harus dikuasai oleh negara. Untuk merealisasikan keinginan tersebut maka pada 6 Juni 1946 dibentuk
Perusahaan Perkebunan Negara (PPN).
4. Planning Board (Badan Perancang Ekonomi) 19 Januari 1947.
Badan ini dibentuk atas usul dari menetri kemakmuran AK. Gani. Badan ini merupakan badan tetap yang
bertugas membuat rencana pembangunan ekonomi untuk jangka waktu 2 sampai 3 tahun yang akhirnya
disepakati Rencana Pembangunan Sepuluh Tahun.
Badan ini bertujuan untuk menasionalisasikan semua cabang produksi yang telah ada dengan mengubah
ke dalam bentuk badan hukum. Hal ini dilakukan dengan harapan agar Indonesia dapat menggunakan
semua cabang produksi secara maksimal dan kuat di mata hukum internasional.
5. Rencana Kasimo (Kasimo Plan)
Menteri persediaan makanan rakyat I J Kasimo menghasilkan rencana prokuksi 5 tahun yangdikenal
dengan kasimo plan. Program ini meliputi rencana produksi tiga tahun 1948-1950 mengenai usaha
swasembada pangan isinya antara lain:
a) Memperbanyak kebun bibit dan padi unggul
b) Pencegahan penyembelihan hewan pertanian
c) Penanaman kembali tanah kosong
d) Transmigrasi bagi 20 juta penduduk Pulau Jawa dipindahkan ke Sumatera dalam jangka waktu 10-15
tahun
6. Pinjaman Nasional
Program ini dilaksanakan oleh mentri keuangan ir.surachman dengan persetujuan BPKNIPpinjaman nasional akan dibayar kembali selama 40 tahun.pada bulan juli 1946 besar pinjaman
sebesar 1 milyar, pada tahun pertama berhasil dikumpulkan uang sejumlah 500milyar. Ini menunjukkan
besarnya dukungan dari rakyat Indonesia.
7. Rekonstruksi dan Rasionalisasi Angkatan Perang (Rera) 1948
Program ini bertujuan untuk mengurangi beban negara dalam bidang ekonomi, selain meningkatkan
efisiensi. Rasionalisasi meliputi penyempurnaan administrasi negara, angkatan perang, dan aparat
ekonomi
D.KEBIJAKAN PEMERINTAH DI BIDANG MILITER SAMPAI TAHUN 1950

Mengingat pentingnya peran militer dalam suatu Negara,maka Presiden Soekarno membentuk panitia
kecil yang membahas masalah-masalah terkait upaya pertahanan Negara.Panitia ini dipimpin oleh Otto
Iskandardinata dan mengusulkan hal-hal sbb:
a.Rencana pembelaan Negara dari BPUPKI(Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia)
yang menganduk unsur politik perang tidak dapat diterima.
b.Tentara PETA di Jawa dan Bali,serta Laskar Rakyat di Sumatera dibubarkan karena dianggap sebagai
organisasi buatan Jepang yang kedudukannya didunia Internasional tidak memiliki ketentuan.
Pada tanggal 19 Agustus 1945 peserta sidang mengusulkan agar Presiden memanggil tokoh-tokoh yang
handal dibidang militer untuk membentuk ketentaraan yang kuat.Sidang menerima usulan secara
aklamasi,tetapi untuk urusan kepolisian masih menjadi bagian Departemen Dalam Negeri.Peserta sidang
juga mengusulkan untuk menunjuk Panitia Pelaksana agar dapat mempersiapkan pembentukan tentara
kebangsaan dan kepolisian.Anggota sidang juga membahas perlunya ketentraman dansegera dimulainya
perjuangan bangsa.
Pada tanggal 23 Agustus 1945 Presiden Soekarno dalam pidatonya melalui radio menyatakan
pembentukan tiga badan baru yaitu Komite Nasional Indonesia(KNI),Partai Nasional Indonesia(PNI),dan
Badan Keamanan Rakyat(BKR).Untuk jabatan pimpinan BKR Pusat, Presiden menunjuk Kaprawi (Ketua
Umum), Sutalaksana (Ketua 1) dan Latief Hendraningrat (Ketua II) dengan dibantu Arifin Abdurrachman
Mahmud dan Zulkifli Lubis.
Para pemuda menolak dengan tegas kehadiran BKR dan mereka menginginkan pembentukan tentara
nasional, namun usul para pemuda itu ditolak presiden, sehingga para pemuda menamakan diri mereka
komite van aksi dengan anggotanya yang terdiri dari banyak kelompok pertahanan yang tersebar
diberbagai daerah yang salah satunya adalah API (angkatan pemuda Indonesia).
Meningkatkan produksi
Setelah mengalami tindakan provokatif dari belanda, pemerintah menyadari bahwa keberadaan suatu
tentara regular sangat penting dalam Negara. Maka pada tanggal 5 oktober 1945 dikeluarkan maklumat
presiden tentang pendirian TKR (tentara keamanan rakyat) dengan pemimpin pertamanya yaitu Supriyadi
dan MOH Suroadikusumo sebagai mentri keamanan rakyat. Tapi karena mangkir dari pekerjaannya
supriyadi diganti dengan jendral sudirman.
Pada bulan januari 1946 TKR merubah namanya menjadi TRI(tentara rakyat Indonesia). Sementara itu
badan-badan perjuangan mengadakan kongres pemuda pada tanggal 10 november 1945dan sepakat
membentuk BKPI (badan kongres pemuda Indoneskedua kelompok itu selanjutnya diintegrasikan
menjadi TNI (tentara nasional Indonesia).
E. PERKEMBANGAN KERAGAMAN IDEOLOGI DAN PARTAI POLITIK
Pemerintah merencanakan pembentukan partai tunggal dengan menetapkan partai nasional Indonesia
(PNI) sebagai satu-satunya partai politik,reaksi keras bermunculan. Akhirnya rencana itu dibatalkan
dengan keluarnya maklumat presiden yang menyatakan bahwa Indonesia adalah Negara demokrasi.
Setelah itu bermunculan partai politik yang digolongkan kedalam latar belakang dan ideologi berbeda,
yaitu ideology yang bersifat nasional, agama,sosialis dan komunis.
1. Ideology partai yang bersifat nasionalisme
Partai ini didasarkan pada faktor kemanusiaan. Partai ini mengutamakan tercapainya persatuan bangsa
dengan mengutamakan terwujudnya kebebasan nasional, karena kebebasan nasional merupakan pintu
gerbang ke arah kemakmuran suatu bangsa. Contoh PNI.
2. Ideology partai yang bersifat agama
Partai ini mengutamakan penyebaran dan penerapan kaidah-kaidah atau hukum-hukum yang berlaku pada
agama yang bersangkutan. Contoh partai nahdatul ulama( beraliran islam), partai Kristen (beraliran
Kristen)
3. Ideology partai yang bersifat sosialisme-komunisme
Dasar perjuangan partai yang berideology sosialisme-komunisme adalah internasionalisme. Partai ini
menjunjung tinggi komunisme dan cendrung tunduk kepada Moscow yang dikenal sebagai kiblat dan
pusat komunisme dunia. Aliran ini sangat anti pemerintahyang menanamkan system demokrasi. Sebagai
contoh PKI (partai komunis Indonesia). PKI dituding sebagai dalang dalam peristiwa berdarah yang

membunuh banyak petinggi ABRI. Melalui ketetapan MPRS, PKI dijadikan sebagai partai terlarang dan
haram untuk dipelajari masa orde baru.
F.IDEOLOGI HUBUNGANNYA DENGAN PERUBAHAN OTORITAS KNIP
Ketidaksamaan ideology pada partai politik berakibat pada muncul dan berkembangnya erbedaan
strategi yang dipakai partai politik yang ada dalam menghadapi keinginan belanda kembali untuk
menguasai Indonesia. hal ini terlihat jelas dari dasar dan tujuan partai-partai politik yang ada di Indonesia.
Berbagai cara dilakukan oleh partai politik yang ada dalam menghadapi belanda, misalnya satu
partai bersikap radikal, yang lain bersikap progresif, reaksioner, konservatif, moderat atau cara lainnya.
Karna ketidaksamaan itulah yang menyebabkan partai politik tidak dapat bertahan lama.