Anda di halaman 1dari 4

PERAN GENERASI MUDA DALAM BELA NEGARA

ABSTRAK
Pemuda dengan semangat juangnya telah mampu mengantarkan indonesia
kearah pintu kemerdekaan Indonesia. Peran pemuda amatlah penting dalam
rangka pembangunan indonesia sebagai sebuah bangsa yang merdeka.
Menunjukan sikap bela negara para pemuda saat ini dapat dilakukan
dengan menampilkan perilaku-perilaku positif yang sesuai dengan
Pancasila dan UUD 1945 dengan menjunjung tinggi persatuan dan
kesatuan bangsa yang bertujuan untuk meningkatkan
pembangunan indonesia di segala bidang.

PENDAHULUAN
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki dampak positif dan negatif,
artinya terdapat sebuah nurturn effect dalam pesatnya perkembangan jaman.
Dampak positif dari kemajuan teknologi adalah transformasi informasi berlangsung
cepat, aksesibilitas pelayanan publik semakin mudah, dan berkembangnya
wawasan dan ilmu pengetahuan. Dampak negatifnya adalah semakin memudarnya
kepercayaan, rasa memiliki dan bangga sebagai orang Indonesia. Hal tersebut
disebabkan oleh banyaknya informasi yang masuk yang tidak tersaring sehingga
dapat membuat semangat bangsa ini tak terkecuali generasi muda menjadi kendor,
kreatifitas generasi muda terbelenggu oleh euphoria kemajuan jaman yang secara
perlahan membiaskan peran pemuda sebagai pengisi kemerdekaan.

Salah satu hal yang menjadikan hal itu terjadi adalah kurangnya pemahaman
generasi penerus bangsa akan sejarah kemerdekaan bangsa indonesia yang
akhirnya melunturkan semangat bela negara para generasi muda. Upaya
pemahaman sejarah perjalanan bangsa oleh generasi penerus merupakan bagian
dari usaha menempatkan bangsa dalam konteks perubahan zaman yang terus
berlangsung, sehingga sumber-sumber sejarah sebuah bangsa akan dapat dijadikan
sebagai pemersatu dan pengikat identitas bangsa di tengah percaturan dan
perkembangan hubungan negara bangsa. Ketika seorang warga negara
menampilkan gambaran sejarah, maka usaha negara adalah mencoba sejauh
mungkin memperkenalkan visi kesejarahan yang relatif tunggal dan memberikan
gambaran tentang sebuah sejarah nasional yang dapat dipahami dari generasi ke

generasi. Melalui penegasan kesejarahan nasional maka identitas bangsa dan


semangat bela negarara akan terus terpelihara dalam kesatuan kehidupan
kebangsaan.

Semakin penting suatu peristiwa akan semakin tinggi pula nilai simboliknya.
Peristiwa yang memiliki nilai simbolik tinggi akan lebih mengandung makna dalam
sejarah perjalanan bangsa, antara lain mengenai sejarah perjuangan bangsa dalam
rangka merebut kemerdekaan. Proklamasi Kemerdekaan negara Indonesia pada 17
Agustus 1945 merupakan buah dan puncak perjuangan bangsa Indonesia sejak
berbad-abad sebelumnya. Peristiwa pembebasan bangsa Indonesia dari belenggu
penjajahan itu makin mengarah kepada pencapaian tujuan ketika masyarakat
Nusantara memasuki gerbang abad ke-20 dengan terjadinya perubahan
fundamental dalam strategi perjuangan, yakni dari perjuangan bersenjata kepada
perjuangan politik melalui berbagai pergerakan dan beragam organisasi sosial
politik.

Terdapat benang merah yang sangat jelas dan kuat antara momentum berdirinya
berbagai organisasi sosial politik dimulai dengan berdirinya Budi Utomo 1908 dan
berkumandangnya Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 dengan Proklamasi
Kemerdekaan 1945. Ketiganya merupakan satu rangkaian tonggak-tonggak penting
perjuangan pergerakan nasional yang monumental sebagai ikhtiar kolektif bangsa
Indonesia membebaskan diri dari imperalisme dan kolonialisme serta membangun
jiwa dan raga sebagai suatu bangsa, yaitu bangsa Indonesia.

Menurut Benedict Anderson (dalam http:// www. setneg. go.id /index.php?option


=com_content&task =view&id=747&Itemid=135), bangsa merupakan suatu
komunitas yang memiliki ikatan kebersamaan dan persatuan sebagai anggota
komunitas bangsa tersebut. Inilah yang memungkinkan begitu banyak orang
bersedia melenyapkan nyawa pihak lain, bahkan rela membayar perjuangannya
dengan nyawa sendiri demi mewujudkan suatu negara bangsa yang berdaulat dan
merdeke. Pa

Abstrak: menganalisa bagaimana peran mahasiswa untuk Indonesia dalam Asean


Economic Community (AEC) 2015. Pendekatan kualitatif dengan metode analisa
deskriptif menunjukkan bahwa peran yang dapat dimainkan oleh mahasiswa
Indonesia dalam AEC diantaranya adalah dengan melakukan penelitian. Mahasiswa
Indonesia harus mampu bersaing dengan mahasiswa dari negara ASEAN lain yaitu

dengan meningkatkan kemampuan soft skill maupun hard skill sehingga di samping
bersaing juga dapat berkolaborasi dalam AEC sebagai wujud peran dari akademisi.

Kata Kunci : Mahasiswa, AEC.

Latar Belakang

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Mahasiswa ialah orang yang belajar di
perguruan tinggi. disebut sebagai Mahasiswa bukan lagi sebagai siswa yang masih
duduk di bangku sekolah menengah atas maupun sekolah menengah pertama
secara langsung mahasiswa dianggap orang yang paling tinggi tingkatannya
dibandingkan dengan siswa siswa yang lain. Tidak berhenti sampai disitu, saat ini
sering kita saksikan di layar kaca mengenai aksi aksi mahasiswa yang saling
beradu pendapat untuk memberikan argumen mereka terhadap segala hal yang
terjadi di kehidupan nyata terutama yang menyangkut bangsa Indonesia atau
segala hal yang berhubungan dengan kemajuan peradaban manusia yang semakin
berkembang dari waktu ke waktu. Hal ini tentu saja tidak dapat dipandang sebelah
mata mengingat mengapa mahasiswa yang ditunjuk sebagai pelaku adu argumen.
Bukan hanya semata semata untuk mengukur seberapa luas wawasan mahasiswa
sebagai seorang mahasiswa namun secara tidak langsung tayangan debat antar
mahasiswa dapat digunakan sebagai acuan atau sebagai referensi bagi pemerintah
ketika akan memutuskan suatu hal. Argumen argumen mahasiswa bukan hanya
dari hasil pemikiran yang tanpa dasar yang jelas namun melainkan pendapat
pendapat tersebut terlahir akibat dari adanya sumber sumber informasi yang
menyebabkan perubahan pola pikir pada mahasiswa. Memang pada dasarnya tugas
seorang mahasiswa adalah belajar dan mengerjakan tugas dai dosen, akan tetapi
disisi lain mahasiswa juga turut berperan dalam kehidupan masyarakat. Mahasiswa
sebagai elemen pemuda memiliki posisi, potensi, dan peran khusus di dalam
masyarakat. Mahasiswa kerap pula digadang-gadangkan sebagai agen perubahan
(agent of social change). Tentu saja bukan atribut tanpa makna. Gelar yang

disandang mahasiswa ini membawa konsekuensi serius dalam kehidupan


bermasyarakat. Mahasiswa dalam perspektif masyarakat adalah kaum terdidik
yang mampu menjadi motorik (penggagas sekaligus penggerak) perubahan dalam
kehidupan sosial masyarakat. Maka dengan demikian, pengharapan masyarakat
akan kontribusi nyata mahasiswa begitu besar (CyberlightZone: 2012). Peran
mahasiswa dalam kehidupan masyarakat bukan hanya sekedar dalam aspek sosial
yang menjadi penggerak perubahan kehidupan sosial akan tetapi mahasiswa juga
turut berperan dalam perputaran aspek ekonomi termasuk dalam AEC atau Asean
Economic Community yang akan digelar pada 2015 mendatang. Ini berarti AEC
akan digelar dua tahun dari sekarang.

Bukanlah hal yang dapat dianggap remeh karena ASEAN economic community
(AEC) tahun 2015 merupakan suatu program bagi negara- negara ASEAN untuk
lebih meningkatkan kualitas ekonomi khususnya perdagangan agar menjadi sebuah
akses yang lebih mudah seperti menerapkan penghapusan bea masuk (Free Trade
Area) untuk mewujudkan sebuah single market (Suteja: 2013). Dua tahun dari
sekarang, Asean Economic Comunity (AEC) siap untuk dijalankan pada tahun 2015
tepatnya bulan Desember di kawasan negara negara ASEAN meliputi Indonesia,
Malaysia, Philiphina, Brunei Darussalam, Singapore, Thailand, Vietnam, Myanmar,
Laos dan Kamboja serta Timor Leste. ASEAN Economic Community (AEC) 2015
adalah komunitas negara-negara di kawasan Asia Tenggara yang bergabung demi
terwujudnya ekonomi yang terintegrasi (Anya: 2013). Konsep utama dari ASEAN
Economic Community adalah menciptakan ASEAN sebagai sebuah pasar tunggal
dan kesatuan basis produksi dimana terj