Anda di halaman 1dari 4

Paragraf Argumentatif - Karangan argumentasi bertujuan

untuk meyakinkan pembaca agar pembaca mau


mengubah pandangan dan keyakinannya kemu-dian
mengikuti
pandangan
dan
keyakinan
penulis.
Keberhasilan sebuah karangan argumentasi ditentukan
oleh adanya pernyataan/pendapat penulis, keseluruhan
data, fakta, atau alasanalasan yang secara langsung
dapat mendukung pendapat penulis.
Keberadaan data, fakta, dan alasan sangat mutlak
dalam karangan argumentasi. Bukti-bukti ini dapat
berupa benda-benda konkret, angka statistik, dan
rasionalisasi penalaran penulis.
Contoh:
Sebagian anak Indonesia belum dapat menikmati
kebahagiaan masa kecilnya. Pernyataan demikian
pernah dikemukakan oleh seorang pakar psikologi
pendidikan Sukarton (1992) bahwa anakanak kecil di
bawah umur 15 tahun sudah banyak yang dilibatkan
untuk mencari nafkah oleh orang tuanya. Hal ini dapat
dilihat masih banyaknya anak kecil yang mengamen
atau mengemis di perempatan jalan atau mengais kotak
sampah di TPA, kemudian hasilnya diserahkan kepada
orang tuanya untuk menopang kehidupan keluarga.
Lebih-lebih sejak negeri kita terjadi krisis moneter,
kecenderungan orang tua mempekerjakan anak sebagai
penopang ekonomi keluarga semakin terlihat di manamana.
Contoh kalimat pertama (1) di atas adalah
pernyataan/pendapat dan kalimat kedua adalah

pendukung. Di samping itu, penulis pun menjelaskan


hubungan antara pernyataan/pendapat dengan fakta/
data pendukung, agar pembaca mempunyai gambaran
yang jelas tentang hal yang disampaikan. Lebih-lebih
bila tulisan itu disertai data empiris yang dapat
dipercaya kebenarannya.
Dalam berargumentasi, unsur-unsur yang ada harus
diatur secara logis dengan bentuk penalaran tertentu.
Bentuk penalaran yang ada adalah penalaran induksi
dan penalaran deduksi. Penalaran induksi adalah bentuk
penalaran yang bertolak dari pernyataan khusus
kemudian menarik kesimpulan secara lebih umum.
Penalaran induktif tidak boleh membuat kesimpulan
yang melebihi kelayakan fakta sebagai pendukung.
Penalaran deduksi adalah penalaran yang bertolak dari
pernyataan umum yang dipakai untuk mengamati
pernyataan
khusus
sebagai
dasar
mengambil
kesimpulan.
Berikut ini struktur penulisan argumentasi.
1. Pendahuluan
Pendahuluan berisi latar belakang masalah dan
permasalahan.
2. Isi
Isi karangan adalah keseluruhan uraian yang berusaha
menjawab permasahan yang dikemukakan dalam
pendahuluan. Uraian isi karangan berupa pernyataan,
data, fakta, contoh, atau ilustrasi yang diambil dari
pernyataan, pendapat umum, pendapat para ahli, hasil

penelitian, kesimpulan yang dapat mengukuhkan bahwa


pemecahan permasalahan itu harus demikian.
3. Penutup
Penutup berupa ikhtisar atau kesimpulan. Adapun
langkah-langkah dalam menulis argumentasi adalah
sebagai berikut:
1. memilih topik karangan,
2. mengumpulkan bahan,
3. menyusun kerangka karangan,
4. mengembangkan pendahuluan,
5. mengembangkan isi karangan,
6. membuat penutup karangan.
Argumentasi
Karangan argumentasi adalah jenis paragraf yang
mengungkapkan ide, gagasan, atau pendapat penulis dengan
disertai bukti dan fakta (benar-benar terjadi).
Tujuannya adalah agar pembaca yakin bahwa ide, gagasan,
atau pendapat tersebut adalah benar dan terbukti.

Ciri-ciri karangan argumentasi:


Menjelaskan pendapat agar pembaca yakin.
Memerlukan fakta untuk pembuktian berupa gambar/grafik, dan
lain-lain.
Menggali sumber ide dari pengamatan, pengalaman, dan
penelitian.
Penutup berisi kesimpulan.
Contoh:

Mempertahankan kesuburan tanah merupakan syarat mutlak


bagi tiap-tiap usaha pertanian. Selama tanaman dalam proses
menghasilkan, kesuburan tanah ini akan berkurang. Padahal
kesuburan tanah wajib diperbaiki kembali dengan pemupukan
dan penggunaan tanah itu sebaik-baiknya. Teladan terbaik
tentang cara menggunakan tanah dan menjaga kesuburannya
dapat kita peroleh pada hutan yang belum digarap petani.