Anda di halaman 1dari 104
LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN PEMILIHAN RAYA IKM UI 2014
LAPORAN
PERTANGGUNGJAWABAN
PEMILIHAN RAYA IKM UI 2014

DAFTAR ISI

Laporan Pertanggungjawaban Ketua Panitia

1

Laporan Pertanggungjawaban Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Panitia

2

Laporan Pertanggungjawaban Wakil Ketua Panitia

12

Laporan Pertanggungjawaban Sekretaris Umum

13

Laporan Pertanggungjawaban Bendahara 14 Laporan Pertanggungjawaban Legal Officer 22 Laporan Pertanggungjawaban
Laporan Pertanggungjawaban Bendahara
14
Laporan Pertanggungjawaban Legal Officer
22
Laporan Pertanggungjawaban Penanggung Jawab Divisi Verifikasi
25
Laporan Pertanggungjawaban Penanggung Jawab Divisi Komisi Disiplin
29
Laporan Pertanggungjawaban Koordinator Bidang I
32
Laporan Pertanggungjawaban Penanggung Jawab Divisi Acara & Debat Publik
33
Laporan Pertanggungjawaban Penanggung Jawab Divisi Kampanye
37
Laporan Pertanggungjawaban
Koordinator
Bidang II
45
Laporan Pertanggungjawaban Penanggung Jawab Divisi TPS
54
Laporan Pertanggungjawaban Koordinator Bidang III
66
Laporan Pertanggungjawaban Penanggung Jawab Divisi Humas & Publikasi
75
Laporan
Pertanggungjawaban
Penanggung
Jawab
Divisi
Desain,
Multimedia,
Dokumentasi dan Produksi
76
Laporan Pertanggungjawaban Koordinator Bidang IV
77
Laporan Pertanggungjawaban Penanggung Jawab Divisi Logistik
78
Laporan Pertanggungjawaban Penanggung Jawab Divisi SDM
84

Lampiran

88

Laporan Pertanggungjawaban KETUA PANITIA Laeli Atik Supriyatin / FMIPA / Geografi / 2012

Karena permasalahan pemberhentian tetap Laeli sebagai ketua, Laeli tidak mengerjakan LPj. Jika ada pertanyaan seputar
Karena permasalahan pemberhentian tetap Laeli sebagai ketua, Laeli tidak mengerjakan LPj.
Jika ada pertanyaan seputar Pemira UI, dapat menghubungi Laeli di nomor 085742335615

1

Laporan Pertanggungjawaban

PELAKSANA TUGAS (PLT.) KETUA PANITIA

Moh. Ardan Makarim Corny / FT / Teknik Sipil / 2011

1.

Pendahuluan Sungguh masa depan adalah suatu hal yang tidak dapat kita prediksikan dengan tepat. Siapa yang akan menyangka, bahwa “ujung” dari pelaksanaan Pemira UI 2014 akan berakhir cukup “panas”. Saya sendiri memperkirakan bahwa kesibukan saya sebagai Koorbid II akan berakhir pada 6 Desember 2014 (setelah penghitungan suara). Namun, kenyataan berkata lain. Pada 2 Desember 2014, Laeli Atik Supriyatin diberhentikan tetap oleh DPM UI sebagai Ketua Panitia Pemira lalu saya diangkat sebagai Plt. Ketua. Banyak konsekuensi yang timbul dari adanya keputusan ini: kepanitiaan Pemira terbelah dua (pro-pemura dan kontra-pemura), kehilangan teman-teman dekat, urusan akademis yang semakin terbengkalai, dan lain-lain. Tapi saya percaya, semua orang bebas untuk memilih apa yang diyakininya benar. Tidak perlu menyalahkan satu sama lain atas jalan yang dipilih masing-masing.

2. Deskripsi Kerja  Memimpin tim panitia Pemira yang tersisa untuk melaksanakan sisa kegiatan panitia
2. Deskripsi Kerja
 Memimpin tim panitia Pemira yang tersisa untuk melaksanakan sisa kegiatan
panitia Pemira: pemungutan suara, penghitungan suara, gugatan hasil Pemira,
dan pelantikan kandidat terpilih.
3. Realisasi dan Evaluasi Kerja
3.1 Kronologis
 Anggota MWA UI UM terpilih adalah Abdelhaq Setya Subarkah (FF 2011).
 Laeli menumpahkan kekecewaan dan kekesalannya melalui akun twitternya
pada 29 November 2014 kepada DPM UI karena menurutnya beberapa
anggota DPM UI dengan sengaja memenangkan Abdel (sejujurnya saya pun
merasa demikian).
 Harga Adi Prabawa (FH 2011) melaporkan tweet Laeli kepada KP Pemira
pada Senin, 1 Desember 2014.
 KP Pemira menetapkan keputusan bahwa Laeli telah melakukan pelanggaran
pasal berlapis tentang Kode Etik Penyelenggara Pemira dan memberikan
rekomendasi kepada DPM UI untuk memberhentikan tetap Laeli.
 Senin, DPM UI melakukan sidang anggota membahas kasus ini.

Senin malam, saya diberitahu oleh Muhammad Rifki mengenai kesiapan saya menggantikan Laeli. Saya tidak menggubrisnya karena masih memikirkan kelancaran pemungutan suara dan juga Rifki tidak berbicara serius dengan saya mengenai masalah ini.

Selasa siang, DPM UI mengeluarkan SK Nomor 09/SKP/DPMUI/XII/2014 tentang pemberhentian Laeli dan pengangkatan saya. Baik Laeli maupun saya sama-sama tidak mengetahuinya.

Saya pun bertugas seperti biasa. Pada selasa sore, saya sedang berada di FKM untuk memberikan DPT saksi dan BAP Pemungutan kepada panitia

2

3

lokal FKM. Di sana, saya bertemu Andi dan Taufiq (kandidat BEM UI) lalu mereka memberitahu saya mengenai keputusan DPM UI tersebut.

Saya tentu kaget, ternyata omongan Rifki bukan kelakar semata. Saya dan Laeli lalu saling berhubungan melalui pesan singkat dengan inti meminta saya mundur dan mengajak bertemu dengan seluruh panitia Pemira pada selasa malam.

Saya melanjutkan kegiatan seperti biasa (menuju Ruang DPM UI, menunggu kotak suara, dll.).

Pada malam itu, sudah terlihat adanya perpecahan kubu. Panitia yang ingin mundur tidak berada di R. DPM sedangkan panitia yang ingin lanjut berkumpul di R. DPM. Saya yang berada di R. DPM pun dijemput oleh Bagja (WaPj Komdis) untuk bergabung dengan Laeli dkk. di Kantin FH.

 Di Kantin FH, saya belum menjawab dengan jelas mengenai sikap saya (mundur atau lanjut).
 Di Kantin FH, saya belum menjawab dengan jelas mengenai sikap saya
(mundur atau lanjut). Karena Andi-Taufiq dan tim suksesnya sedang
berkumpul di Kantin FH juga, perkumpulan pun pindah ke Taman Lingkar
Perpustakaan UI.
 Setelah di Taman Lingkar, Wilmi (WaPj TPS) juga dijemput dari R. DPM
ke Tamling Perpus.
 Di Tamling, Wilmi (yang bisa dikatakan orang “paling sibuk” di
pemungutan suara konvensional) dipengaruhi oleh banyak orang (Laeli,
panitia lainnya, bahkan dari nonpanitia) untuk mengundurkan diri. Wilmi
menolak, tetapi tetap ditekan sampai menangis.
 Saya dan Laeli membawa Wilmi ke depan Perpus dekat ATM BNI untuk
menenangkan Wilmi. Sampai saat itu, saya masih belum memberikan
jawaban yang jelas mengenai sikap saya di kepanitiaan ini.
 Saya dan Wilmi menuju R. DPM dijemput oleh Rifki menggunakan mobil.
 Pada malam itu, diadakan rapat mengenai bagaimana pembagian tugas
menggunakan SDM yang ada (Panitia Pemira dan DPM UI).
 Keesokan harinya (Rabu), pemungutan suara tetap dilanjutkan.
3.2

Pemungutan Suara Pemungutan suara tetap dilanjutkan seperti biasa. Hampir seluruh staf masih tetap lanjut sehingga sangat membantu dalam menjaga TPS. Pada pemungutan suara, DPM UI lebih banyak turun memberikan bantuan (pinjaman mobil, bantu menjaga TPS, dll.). Hal ini memang seharusnya dilakukan oleh DPM UI karena mereka sendiri yang memberhentikan Laeli sehingga mereka harus siap membantu panitia Pemira UI yang telah kehilangan kurang lebih setengah PI-BPH nya. Walaupun sempat terjadi gangguan dari salah satu mantan panitia yang sempat mengintimidasi dan mengancam akan membubarkan panitia pemungutan di FISIP, Alhamdulillah hal itu terjadi. Pemungutan berjalan aman dan lancar hingga hari terakhir pemungutan.

4

3.4 Sidang Mahkamah Mahasiswa

Cerita kemenangan Abdel masih terus berlanjut. Delly Permana beserta kuasa hukumnya, Gerry F (FH 2011) mengajukan gugatan hasil Pemira kepada Mahkamah Mahasiswa UI dengan termohon: DPM UI, Panitia Pemira UI, dan KP Pemira UI. Namun, pada saat ini saya sudah hampir tidak peduli dengan urusan ini dikarenakan urusan akademis yang sudah sangat terbengkalai. Seminar skripsi, sidang kerja praktik, sidang proyek, laporan praktikum, laporan tugas besar, presentasi tugas besar, makalah, dan tugas kecil lainnya sudah menunggu untuk dikerjakan. Saya tidak banyak melibatkan diri dalam menghadapi sidang MM ini. Masalah hukum semua ditangani oleh Ishmah (Legal Officer). Kehadiran di sidang pun sebisa mungkin saya serahkan kepada Taufiq. Putusan akhir Mahkamah Mahasiswa UI:

1. Menyatakan menolak eksepsi Termohon I untuk seluruhnya; 2. Menyatakan menerima Permohonan Pemohon sebagian; 3.
1. Menyatakan menolak eksepsi Termohon I untuk seluruhnya;
2. Menyatakan menerima Permohonan Pemohon sebagian;
3. Menyatakan membebankan Biaya Perkara kepada Termohon I sebesar Rp.
200.000,- (dua ratus ribu rupiah);
Yang pada akhirnya Abdel tetap terpilih menjadi Anggota MWA UI UM.
Saya sendiri sesungguhnya tidak suka dengan pihak-pihak yang menyulut
api. Sejujurnya saya juga merasa ada kejanggalan dari kemenangan Abdel. Hanya
Tuhan dan tiap-tiap anggota DPM yang melakukan penilaian UKK MWA UI UM
yang mengetahui kebenarannya. Namun, dengan adanya kejanggalan ini,
menimbulkan „asap‟: Delly dkk. memperkarakan masalah ini ke MM UI. Siapa yang
menyangka akan berakhir seperti ini? Harapan untuk fokus ke akademis setelah 6
Januari 2015 (penghitungan suara) menjadi pupus. Penyusunan skripsi Rifki (DPM
UI) pun menjadi terbengkalai. Jika memang benar ada kejanggalan dalam
kemenangan Abdel, sungguh disayangkan jika harus meminta pengorbanan
akademis dari pihak yang mau tidak mau harus terlibat (DPM UI, Pemira UI).
3.5 Pelantikan Kandidat Terpilih

Dalam acara pelantikan pun, saya hampir tidak terlibat dalam persiapannya. Akhir Desember 2014 hingga Januari 2015 saya sibuk mempersiapkan diri untuk menghadapi sidang seminar (7 Januari), sidang kerja praktik (12 Januari), dan sidang akhir proyek (13 Januari).Pelantikan dilaksanakan pada 6 Januari 2015 di Aula Terapung Perpustakaan Pusat dengan mengusung tema “Senja di Ujung Samudera”. Apapun yang telah terjadi, IKM UI 2014 telah mencapai masa senja yang ditandai dengan matahari terbenam dan siap untuk menyambut terbitnya matahari pagi di keesokan harinya, yakni IKM UI 2015.

4. Penutup Masalah golongan selalu mewarnai pelaksanaan Pemira UI. Ketika tiap golongan mempunyai kepentingannya masing-masing yang bisa saja berbeda dengan golongan lainnya. Anak UI golongan A, B, C dan lainnya baiknya tetap menjaga kebersamaan dalam IKM UI. Saya harap kepada teman-teman lembaga kemahasiswaan IKM UI 2015 senantiasa berkarya bagi IKM UI.

5

Yah, dengan terpilihnya Andi-Taufiq sebagai Ketua-Wakil Ketua BEM UI 2015 (katanya) menjadikan golongannya berkuasa di BEM UI selama 10 tahun, saya tidak peduli. Yang lebih saya pedulikan adalah kecintaan saya terhadap pemungutan suara, sehingga sangat ingin melihat selesainya pemungutan suara apapun yang terjadi. Terlalu banyak yang saya korbankan dengan bergabungnya saya dalam Pemira UI: akademis berantakan, kehilangan teman-teman jurusan, dll. Oleh karena itu, keinginan saya untuk menyelesaikan pemungutan suara jauh lebih tinggi dibanding mempermasalahkan isu golongan, agar apa yang telah saya korbankan tidak sia-sia. Akhir kata, saya berpesan kepada teman-teman semua untuk senantiasa mengingat Laeli, atas jasa-jasanya dalam membangun pondasi yang kuat di kepanitiaan Pemira UI 2014.

Kontak Ardan 085780716550
Kontak
Ardan 085780716550

LAMPIRAN

SURAT JAWABAN

Kepada Yth.

Ketua Mahkamah Mahasiswa

Universitas Indonesia

JAWABAN Dalam Perkara No. 01/PSHP/XII/2014/MMUI Antara : M. Delly Permana : Pemohon Melawan : Dewan
JAWABAN
Dalam Perkara No. 01/PSHP/XII/2014/MMUI
Antara :
M. Delly Permana : Pemohon
Melawan :
Dewan Perwakilan Mahasiswa UI : Termohon I
Panitia Pemilihan Raya IKM UI : Termohon II
Komite Pengawas Pemilihan Raya IKM UI : Termohon III
Dengan Hormat,
Sebagai kuasa yang bertindak untuk dan atas nama TERMOHON II yang dengan ini
hendak mengajukan dalil-dalil seperti apa yang akan terurai dibawah ini sebagai
jawaban :
I.
Dalam pokok perkara
Bahwa
TERMOHON
menyangkal
dalil-dalil
yang
dikemukakan
PEMOHON, kecuali apa yang diakuinya secara tegas.
1.
Bahwa terdapat tiga jenis suksesi lembaga kemahasiswaan di UI, yaitu melalui
Pemilihan Raya, Uji Kelayakan dan Kepatutan, dan Mekanisme Internal seperti
yang tertera pada pasal 20 Undang-Undang Dasar IKM UI.
2.
Bahwa Pemilihan Raya dan Uji Kelayakan dan Kepatutan merupakan mekanisme
suksesi kelembagaan yang berbeda dan tidak bisa disamakan melihat penyelenggara
masing-masing mekanisme tersebut berbeda.

3. Bahwa Pemilihan Raya diselenggarakan oleh Panitia Pemilihan Raya yang diangkat oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Indonesia melalui SK Nomor

05/SKP/DPMUI/X/2014.

4. Bahwa salah satu tugas panitia Pemilihan Raya IKM UI menurut pasal 8 huruf m Undang-undang IKM UI Nomor 1 Tahun 2014 adalah menetapkan dan mengumumkan hasil penghitungan suara, sehingga menetapkan hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan bukan termasuk dalam tugas Panitia Pemilihan Raya IKM UI.

5. Bahwa tidak terdapat wewenang panitia Pemilihan Raya IKM UI untuk menetapkan

6

7

hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan dalam pasal 9 Undang-Undang IKM UI Nomor 1 Tahun 2014. Bahwa dalam hal setelah dilakukan perpanjangan masa pendaftaran calon kandidat MWA UI UM terdapat 2 (dua) Peserta Pemilihan Raya Calon Anggota MWA UI UM, maka mekanisme pemilihan Anggota MWA UI UM dilaksanakan melalui mekanisme Uji Kelayakan dan Kepatutan oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa UI seperti halnya yang tercantum pada pasal 36 ayat (4) Undang-undang IKM UI Nomor 1 Tahun 2014. Bahwa telah dilakukan perpanjangan pendaftaran calon MWA UI UM pada tanggal 27 Oktober 2014 sampai 30 Oktober 2014 seperti yang tertera pada Surat Keputusan Panitia Pemilihan Raya IKM UI nomor 009/SK/PEMIRAIKMUI/X/2014.

6.

7.

8. Bahwa setelah proses verifikasi kedua setelah masa perpanjangan pendaftaran berlangsung, diputuskan Peserta Pemilihan
8.
Bahwa setelah proses verifikasi kedua setelah masa perpanjangan pendaftaran
berlangsung, diputuskan Peserta Pemilihan Raya IKM UI yang lulus tahap verifikasi
MWA UI UM seperti yang tertera pada Surat Keputusan Panitia Pemilihan Raya
IKM UI nomor 014/SK/PEMIRAIKMUI/X/2014.
9.
10.
11.
12.
13.
14.

Bahwa dengan lulusnya dua kandidat MWA UI UM atas nama Abdelhaq Setya Subarkah dan M. Delly Permana, maka mekanisme pemilihan MWA UI UM yang dijalankan adalah menggunakan mekanisme UKK oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa UI sesuai dengan pasal 36 ayat (4) Undang-Undang IKM UI Nomor 1 Tahun 2014. Bahwa proses selanjutnya yang diikuti oleh kandidat MWA UI UM setelah lulus verifikasi adalah sosialisasi kepada publik UI yang dilaksanakan bersamaan dengan proses Kampanye Khusus kandidat ketua dan wakil ketua BEM UI dan anggota independen Dewan Perwakilan Mahasiswa UI yang diatur melalui Peraturan Panitia Pemilihan Raya IKM UI nomor 04 Tahun 2014. Bahwa tidak ada proses eksplorasi atau sesi tanya jawab selama masa sosialisasi kandidat MWA UI UM berlangsung karena wewenang untuk mengeksplor kandidat dimiliki oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa UI sebagai penyelenggara UKK. Bahwa sesi tanya jawab kandidat MWA UI UM yang dilaksanakan di kantin FIB pada tanggal 7 November 2014 adalah kesalahan teknis yang dilakukan oleh panitia dan bukan disengaja dilaksanakan. Mengingat pemilih kandidat MWA UI UM bukanlah Anggota IKM Universitas Indonesia melalui Pemilihan Raya melainkan dilaksanakan oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa UI melalui mekanisme UKK. Bahwa panitia hanya menyediakan waktu sepuluh menit untuk para kandidat MWA UI UM memperkenalkan diri di hadapan publik di setiap fakultas dalam rangka sosialisasi kandidat. Bahwa fungsi panitia Pemilihan Raya IKM UI terhadap suksesi anggota MWA UI UM berakhir pada masa sosialisasi pada tanggal 28 November 2014 dan selanjutnya diserahkan kepada Dewan Perwakilan Mahasiswa UI untuk dilaksanakan UKK. Bahwa UKK yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 29 November 2014 adalah sepenuhnya kewenangan Dewan Perwakilan Mahasiswa UI.

16. Bahwa Panitia Pemilihan Raya IKM UI tidak turut serta dalam pelaksanaan UKK yang dilaksanakan oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa UI pada hari Sabtu, 29 November 2014.

15.

17. Bahwa Dewan Perwakilan Mahasiswa UI sudah mengeluarkan Surat Keputusan nomor 08/SKP/DPMUI/XII/2014 mengenai penetapan calon anggota MWA UI UM Periode 2015 dan bukan kewenangan panitia untuk menetapkan hasil UKK yang telah diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Indonesia UI.

8

Maka berdasarkan segala apa yang terurai diatas, TERMOHON II memohon dengan hormat agar Majelis Hakim berkenan memutuskan :

DALAM POKOK PERKARA

1.

Menyatakan tidaklah tepat menjadikan Panitia Pemilihan Raya IKM UI sebagai termohon dalam sengketa hasil UKK Kandidat MWA UI UM 2015.

2. Meminta majelis hakim untuk menyatakan bahwa Dewan Perwakilan Mahasiswa UI adalah pihak yang berwenang
2. Meminta majelis hakim untuk menyatakan bahwa Dewan Perwakilan Mahasiswa UI
adalah pihak yang berwenang untuk menetapkan hasil UKK MWA UI UM.
3. Menyatakan bahwa Surat Keputusan Dewan Perwakilan Mahasiswa UI nomor
08/SKP/DPMUI/XII/2014 adalah sah secara hukum.
4. Menyatakan permohonan PEMOHON ditolak atau setidak-tidaknya tidak dapat
diterima karena sudah melewati batas daluarsa penuntutan.
5. Menghukum PEMOHON untuk membayar biaya perkara.
Apabila Majelis Hakim berpendapat lain, mohon putusan yang seadil- adilnya (ex aequo
et bono).
Hormat Kami
Termohon II
( Ardan Makarim Corny )

SURAT KESIMPULAN

Yth. Ketua Mahkamah Mahasiswa Universitas Indonesia

KESIMPULAN Dalam Perkara Nomor 01/PSHP/XII/2014/MMUI antara :

Muhammad Delly Permana : Pemohon melawan : Dewan Perwakilan Mahasiswa UI : Termohon I Panitia
Muhammad Delly Permana : Pemohon
melawan :
Dewan Perwakilan Mahasiswa UI : Termohon I
Panitia Pemilihan Raya IKM UI : Termohon II
Komite Pengawas Pemilihan Raya IKM UI : Termohon III
Dengan hormat,
Panitia Pemilihan Raya Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia yang
bertindak sebagai TERMOHON II dengan ini hendak mengajukan kesimpulan
berdasarkan keterangan saksi. Adapun kesimpulannya adalah sebagai berikut :
Tentang pembuktian
1.
Bahwa pada prinsipnya Termohon II tetap pada pendiriannya yang tertuang
dalam Surat Jawaban.
2.
Bahwa dalil-dalil yang terdapat dalam surat jawaban dan duplik dari Termohon
II yang telah diakui dan atau setidak-tidaknya tidak disanggah oleh Pemohon
melalui repliknya, maka perkara permohonan oleh Pemohon yang diakui dan
atau tidak disanggah tersebut, dianggap telah terbukti, karena pengakuan
merupakan alat bukti sehingga tidak memerlukan pembuktian lain.
3.
4.

Bahwa benar telah terbukti Pemilihan Raya dan Uji Kelayakan dan Kepatutan merupakan mekanisme suksesi kelembagaan yang berbeda dan tidak dapat disamakan melihat penyelenggara masing-masing mekanisme tersebut berbeda, sebagaimana yang diterangkan secara lisan oleh saksi (Moh. Amar Khaerul Umam dan keterangan tertulis oleh Ryan Muthiara) serta bukti notulensi Musyawarah Mahasiswa tahun 2006. Bahwa Panitia Pemilihan Raya Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia tidak memiliki kewenangan dalam menyelenggarakan dan menetapkan hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan calon anggota Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia Unsur Mahasiswa, hal terdapat dalam Pasal 9 UU Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Raya Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia serta diperkuat melalui keterangan lisan saksi-saksi (Laeli Atik, Ismah Naqiyyah, dan Ditya Kholil Ibrahimi).

5. Bahwa Panitia Pemilihan Raya Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia hanya memiliki tugas untuk memfasilitasi proses pendaftaran hingga proses verifikasi atas calon anggota Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia Unsur Mahasiswa 2015, hal ini terdapat dalam Pasal 8 UU Nomor 1 Tahun 2014

9

10

tentang Pemilihan Raya Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia serta diperkuat melalui keterangan lisan saksi-saksi (Laeli Atik, Ismah Naqiyyah, dan Ditya Kholil Ibrahimi).

Bahwa dengan lulusnya dua calon anggota Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia Unsur Mahasiswa tahun 2015 atas nama Muhammad Delly Permana dan Abdelhaq Setya Subarkah, maka mekanisme pemilihan Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia Unsur Mahasiswa dilakukan melalui mekanisme Uji Kelayakan dan Kepatutan oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Indonesia sesuai dengan Pasal 25 huruf (b) UUD IKM UI dan Pasal 36 ayat (4) UU Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Raya Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia serta diperkuat melalui keterangan lisan saksi-saksi (Moh. Amar Khaeul Umam, Laeli Atik, Ismah Naqiyyah, dan Ditya Kholil Ibrahimi).

6.

7. Bahwa proses selanjutnya yang diikuti oleh calon anggota Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia Unsur
7. Bahwa proses selanjutnya yang diikuti oleh calon anggota Majelis Wali Amanat
Universitas Indonesia Unsur Mahasiswa tahun 2015 setelah dinyatakan lulus
verifikasi adalah sosialisasi dan penyampaian visi-misi kepada publik UI yang
dilaksanakan bersamaan dengan proses kampanye calon Ketua dan Wakil Ketua
BEM UI dan anggota independen DPM UI adalah kesepakatan antara DPM UI,
Panitia Pemira IKM UI, dan Komite Pengawas Pemira IKM UI sebagai wujud
itikad baik untuk memperkenalkan calon anggota Majelis Wali Amanat
Universitas Indonesia Unsur Mahasiswa tahun 2015 kepada publik UI, hal ini
dibuktikan dengan keterangan lisan para saksi (Ismah Naqiyyah dan Ditya
Kholil Ibrahimi).
8. Bahwa fungsi Panitia Pemira IKM UI terhadap suksesi calon anggota Majelis
Wali Amanat Universitas Indonesia Unsur Mahasiswa tahun 2015 berakhir pada
masa sosialisasi pada tanggal 28 November 2015 dan proses selanjutnya
diserahkan kepada DPM UI untuk menyelenggarakan Uji Kelayakan dan
Kepatutan, hal ini ditegaskan melalui keterangan lisan para saksi (Laeli Atik,
Ismah Naqiyyah, dan Ditya Kholil Ibrahimi).
9. Bahwa segala hal yang berkaitan dengan proses Uji Kelayakan dan Kepatutan,
mulai dari technical meeting pada tanggal 26 November 2014 hingga proses
pelaksanaan Uji Kelayakan dan Kepatutan pada tanggal 29 November 2014
sepenuhnya merupakan tanggung jawab DPM UI. Hal ini dibuktikan melalui
keterangan lisan Alifia Kaharani selaku anggota DPM UI sekaligus Penanggung
Jawab kegiatan Uji Kelayakan dan Kepatutan MWA UI UM yang intens
mengkomunikasikan berbagai hal terkait Uji Kelayakan dan Kepatutan kepada
masing-masing Campaign Manager kedua calon MWA UI UM.
10. Bahwa Panitia Pemilihan Raya IKM UI tidak turut serta dalam pelaksanaan
UKK yang dilaksanakan oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa UI pada hari Sabtu,
29 November 2014, diperkuat melalui keterangan lisan oleh Laeli Atik selaku
mantan Ketua Pelaksana Pemilihan Raya IKM UI.

11. Bahwa penetapan hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan anggota Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia Unsur Mahasiswa ditetapkan oleh DPM UI dan bukan merupakan kewenangan Panitia Pemira IKM UI. Hal ini dibuktikan melalui dikeluarkannya Surat Keputusan DPM UI Nomor 09/SKP/DPMUI/XII/2014 mengenai penetapan Anggota Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia Unsur Mahasiswa Terpilih periode 2015.

11

Berdasarkan semua alasan tersebut di atas, kami mohon kepada yang terhormat Majelis Hakim untuk memutus perkara sebagai berikut :

1. Panitia Pemira IKM UI tidak berwenang dalam proses penyelenggaraan dan penetapan hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan anggota Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia Unsur Mahasiswa.

2. Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Indonesia adalah pihak yang berwenang atas proses penyelenggaraan dan penetapan hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan anggota Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia Unsur Mahasiswa.

3. Surat Keputusan Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Indonesia Nomor 09/SKP/DPMUI/XII/2014 mengenai penetapan
3. Surat Keputusan Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Indonesia Nomor
09/SKP/DPMUI/XII/2014 mengenai penetapan Anggota Majelis Wali Amanat
Universitas Indonesia Unsur Mahasiswa Terpilih periode 2015 adalah sah secara
hukum.
4. Menyatakan permohonan Pemohon ditolak atau setidak-tidaknya menyatakan
permohonan para Pemohon tidak dapat diterima.
5. Menghukum Pemohon untuk membayar biaya perkara.
Apabila Majelis Hakim berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo
et bono).
Hormat Kami
Termohon II
( Ardan Makarim Corny )

Laporan Pertanggungjawaban

WAKIL KETUA PANITIA

Taufiq Satrio Nurtiasto / Teknik / Teknik Metalurgi & Material / 2012

Tidak mengerjakan LPj tanpa alasan yang jelas. Kinerja nya pun kurang maksimal di Pemira UI.

& Material / 2012 Tidak mengerjakan LPj tanpa alasan yang jelas. Kinerja nya pun kurang maksimal

12

Laporan Pertanggungjawaban

SEKRETARIS UMUM

Ananda Adhetya Ayuningtyas / FIB / Studi Inggris / 2012 Azhrianka Dewi Putri Sudarmanto / FIB / Ilmu Sejarah / 2012

Karena permasalahan pemberhentian tetap Laeli sebagai ketua, Ananda (Cencen) dan Inka mengundurkan diri dari kepanitiaan Pemira UI sehingga tidak mengerjakan LPj.

Jika ada pertanyaan seputar Sekum Pemira UI, dapat menghubungi Cencen di nomor 085742101900 atau Inka
Jika ada pertanyaan seputar Sekum Pemira UI, dapat menghubungi Cencen di nomor
085742101900 atau Inka di nomor 081546080349

13

Laporan Pertanggungjawaban

BENDAHARA

Tsaniya Dievta Aulia / FMIPA / Biologi / 2012 (TREASURER) Isna Putri Cholifatussholihah / Vokasi / Administrasi Keuangan & Perbankan / 2013 (CONTROLLER)

I.

Pendahuluan

& Perbankan / 2013 ( CONTROLLER ) I. Pendahuluan Alhamdulillah segala puji kehadirat Allah SWT yang

Alhamdulillah segala puji kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan kasih sayang kepada panitia PEMIRA IKM UI 2014 khususnya kami, (Isna Putri Cholifatus Sholihah sebagai controller dan Tsaniya Dievta Aulia sebagai treasurer) yang diminta untuk menerima amanah menjadi bendahara controller dan treasurer. Pembagian tugas bendahara menjadi controller dan treasurer dimaksudkan untuk mempermudah pengontrolan dan penyaluran baik pemasukan maupun pengeluaran dalam pelaksanaan kepanitian ini di bidang keuangan. Tugas masing-masing dari kami pun berbeda, namun saling melengkapi satu sama lainnya. Controller berperan sebagai pengontrol aliran kas masuk dan keluar, serta mencatatnya ke dalam arsip pribadi bendahara, sedangkan treasurer berperan membantu controller dalam penyimpanan dana dan sebagai penyalur dana baik pemasukan maupun pengeluaran. Menjadi Bendahara merupakan amanah yang diberikan PO PEMIRA IKM UI 2014 yang sangat berkesan bagi kami, dimana diharuskan bersikap tegas untuk mengontrol jalannya aliran kas dana yang telah diberikan oleh pihak rektorat untuk keberlangsungan acara PEMIRA IKM UI 2014. Amanah yang diberikan oleh PO PEMIRA IKM UI 2014 bukanlah hal yang mudah bagi kami (controller dan treasurer) karena menjadi bagian PEMIRA IKM UI khususnya menjadi bendahara merupakan pengalaman pertama kami terlebih di tingkat Universitas Indonesia. Dengan berbagai acara-acara dari rangkaian yang telah disusun, dimana total waktu keberlangsungan PEMIRA IKM UI 2014 cukup panjang karena terdiri dari event-event yang berbeda di setiap bulannya, membuat disetiap acara tersebut membutuhkan dana untuk keberlangsungan acara tersebut. Disinilah peran kami untuk merencanakan anggaran, mengontrol dan menyalurkan dana untuk keberlangsungan keseluruhan acara tersebut. Oleh karena itu, bendahara sangat diperlukan di dalam kepanitian ini agar dana yang cukup besar dapat digunakan sebaik-baiknya

14

15

II. Deskripsi Kerja Bendahara

Bendahara I (Controller)

Bertindak sebagai pengontrol kerja Treasurer

Berwenang dalam menyeleksi setiap permohonan pencairan kas (pengeluaran) yang diajukan tiap seksi agar kedisiplinan rencana anggaran yang telah dibuat tetap terjaga

 Mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran yang terjadi secara rinci sekaligus sistematis selama kepanitiaan PEMIRA
 Mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran yang terjadi secara rinci sekaligus
sistematis selama kepanitiaan PEMIRA IKM UI 2013 berlangsung
 Mengontrol dan meminta laporan keuangan setiap seksi secara periodik
 Menyimpan setiap bukti pengeluaran yang relevan dengan kepanitiaan
 Menyusun laporan pertanggungjawaban keuangan Kepanitiaan PEMIRA IKM
UI 2013 pada akhir masa kepanitiaan
 Bertindak sebagai penyimpan buku rekening panitia
Bendahara II (Treasurer)
 Sebagai pusat saluran (kasir) baik dalam penerimaan maupun pengeluaran kas
yang relevan dengan kepentingan kepanitiaan
 Membuat sekaligus mensosialisasikan standar perilaku panitia dalam berurusan
dengan pihak sponsor atau donatur secara formal (standar prosedur permohonan
kerja sama)
 Bertindak sebagai pengatas nama rekening kepanitiaan
 Bertanggung jawab dalam mensosialisasikan ketentuan reimbursement
Kepanitiaan

III. Realisasi dan Evaluasi Tugas dan Keuangan PEMIRA IKM UI 2014

Secara umum, kinerja kami sebagai controller dan treasurer mengalami persoalan yang sangat bervariatif. Dari keseluruhan acara yang telah disusun dan telah dilaksanakan, membutuhkan dana yang cukup besar. Dana ini diperoleh sebagian besar dari beasiswa BOPTN yang bertempat di gedung PPMT Universitas Indonesia dan sebagian kecil dari dana awal

16

panitia untuk pembelian kaos panitia. Namun, uang tersebut hanya cukupuntuk kaos panitia, sehingga seluruh total keuangan PEMIRA IKM UI 2014 berasal dari dana beasiswa BOPTN. Di awal masa kepanitian, bendahara bertugas merancang rencana anggaran untuk keseluruhan acara PEMIRA IKM UI dan besarnya dana ini akan diajukan kepada pihak rektorat. Total rancangan anggaran yang diajukan adalah sebesar Rp 68.822.000,00. Setelah kami menghubungi pihak PPMT ternyata dari BOPTN sudah memberikan anggaran dengan rincian tersendiri untuk dana kegiatan PEMIRA IKM UI 2014. Jumlah dana anggaran kami dengan anggaran BOPTN sebenarnya lebih besar dari anggaran BOPTN namun dalam pencairannya kami harus mengikuti anggaran tersebut sedangkan anggaran tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan PEMIRA IKM UI 2014. Sehingga, tidak semua dana tersebut bisa dicairkan. Total dana bersih setelah dikurangi pajak yang cair sebesar Rp 32.760.000,00. Pencairan dana dilakukan berkala sebanyak 3 kali pada bulan November 2 kali dan bulan Desember 1 kali yang kemudian disimpan di dalam rekening treasurer untuk mempermudahkan dalam penyaluran dana mengingat dalam penyaluran dana merupakan tugas treasurer. Hal mengapa kami tidak membuka rekening atas nama PEMIRA IKM UI 2014 disebabkan sulitnya untuk memenuhi syarat pembentukan rekening atas nama organisasi, sehingga kami membuka rekening baru atas nama treasurer (Tsaniya Dievta Aulia). Sebelum adanya kesepakatan besarnya dana dan pencairan dana yang diberikan oleh BOPTN, PEMIRA IKM UI 2014 telah melakukan satu acara, yaitu Grand Lauching PEMIRA IKM UI 2014. Acara ini tentunya memerlukan dana. Namun, karena panitia belum memiliki dana, DPM UI bersedia untuk membantu meminjamkan dana hingga waktu pencairan dana dari BOPTN. Setelah dana dari rektorat telah cair, kami pun mengembalikan dana yang dipinjam dari DPM UI. Pada awal kepanitian pun, bendahara mengeluarkan SOP bendahara yang wajib ditaati oleh semua panitia PEMIRA IKM UI 2014 tanpa kecuali PO. Namun, seiring kepanitian berjalan, sering sekali terdapat ketidaksesuaian dari SOP yang kami telah publikasikan. Hal ini lah yang menjadikan kami kesulitan dalam pelaporan. Ada beberapa uang masuk yang tidak melalui bendahara dan tidak melaporkan apapun kepada bendahara. Kami selalu meminta pertanggung jawaban dari yang bersangkutan namun hingga saat pembuatan LPJ ini yang bersangkutan sulit untuk dihubungi dan uang masuk tersbut digunakan untuk apa saja juga tidak jelas dan nota atas pembelian tersebut pun hilang. Namun, dari keseluruhan acara yang telah berlangsung, dana yang telah diberikan cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan setiap rangkaian acaranya. Kerja antara controller dengan treasurer saling melengkapi dalam pencatatan alur kas dan menyimpan bukti-bukti transaksi dengan lengkap. Pada awal November dan Desember, bendahara memberikan laporan keuangan kepada bagian beasiswa BOPTN dengan melampirkan semua bukti-bukti transaksi yang telah disimpan. Padahal, masih ada acara yang diselenggarakan di awal Januari 2015. Namun, karena kegiatan PEMIRA IKM UI 2014 merupakan kegiatan di tahun 2014, pihak keuangan BOPTN

di awal Januari 2015. Namun, karena kegiatan PEMIRA IKM UI 2014 merupakan kegiatan di tahun 2014,

17

meminta laporannya untuk kegiatan tutup buku tahunan. Sehingga anggaran untuk pelantikan pun juga harus dipersiapkan terlebih dahulu. Namun, semua pengeluaran pun dapat tercover dengan baik sehingga tidak terjadi devisit.

IV.

Penutup

PEMIRA IKM UI 2014 telah melaksanakan tugasnya dengan baik. Walaupun banyak masalah yang terjadi, namun semangat juang untuk mengatasi masalah tersebut sangatlah luar biasa. Dengan berakhirnya kegiatan PEMIRA IKM UI 2014, berakhirnya pula kami menyampaikan laporan pertanggung jawaban bendahara. Kami sangat merasa bangga karena dapat merasakan atmosfer kepanitian yang berbeda dari kepanitian lain yang telah kami ikuti. Semoga pengalaman kami di PEMIRA IKM UI 2014 dapat menjadi sebuah pelajaran untuk kami mengikuti kepanitian ke depannya. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh panitia PEMIRA IKM UI 2014 dan segenap pihak yang membantu dalam pelaksanaan kegiatan keseluruhan PEMIRA IKM UI 2014. Semoga pemimpin terpilih dapat berkontribusi lebih besar untuk Universitas kita yang tercinta, yaitu Universitas Indonesia. Akhir kata kami meminta maaf bila selama kepengurusan masih banyak melakukan kekurangan. Semoga dapat dijadikan pelajaran yang berharga untuk kedepannya. Harapan untuk PEMIRA IKM UI 2015 akan lebih baik lagi dan tentunya bisa menjaring lebih banyak mahasiswa untuk berkontribusi dalam acara PEMIRA IKM UI.

Kontak Tsani 085318416071 Isna 085735320757
Kontak
Tsani 085318416071
Isna 085735320757

LAMPIRAN - LAPORAN KEUANGAN

Kesekretariatan Tanggal nama QTY harga total toko 02-Sep-14 Stempel 2 80000 Rp 160.000,00 Artia Grafika
Kesekretariatan
Tanggal
nama
QTY
harga
total
toko
02-Sep-14
Stempel
2
80000
Rp 160.000,00
Artia Grafika
pulpen standart
2
2000
Rp
4.000,00
1-Okt-14
Ella
standart b-gel
1
5000
Rp
5.000,00
fotocopy
1
7000
Rp
7.000,00
ppj corner
6-Okt-14
spidol w/b
2
7000
Rp
14.000,00
H&T comp
7-Okt-14
materai 6000
2
7000
Rp
14.000,00
Bendahara
Tanggal
nama
QTY
harga
total
toko
28-Okt-14
kuitansi
4
3500
Rp
14.000,00
cenat cenut
materai 6000
2
7000
Rp
14.000,00
06-Nop-14
hvs A4
50
120
Rp
6.000,00
UI Press
lem
1
3500
Rp
3.500,00
print warna
2
1500
Rp
3.000,00
10-Nop-14
print bw
1
300
Rp
300,00
UI Press
jilid
1
4000
Rp
4.000,00
materai buka rekening
1
6000
Rp
6.000,00
BNI
Fotocopy
26
150
Rp
3.900,00
18-Nop-14
Print BW
12
300
Rp
3.600,00
UI Press
Print Canon
2
500
Rp
1.000,00
Biaya edit
1
2000
Rp
2.000,00
Event dan Debat Publik
Tanggal
nama
QTY
harga
total
toko
5-Okt-14
balon
1
28500
Rp
28.500,00
istana kado tambun
es puter
1
250000
Rp 250.000,00
barokah
07-Okt-14
kabel roll
1
155000
Rp 155.000,00
hafiz computer
konsum GL
17
3500
Rp
59.500,00
setia hati
29-Nop-14
Snack Debat MWA
1
100000
Rp 100.000,00
Faktur
E-Vote
Tanggal
nama
QTY
harga
total
toko
01-Nop-14
micro sd toshiba 2Gb
1
35000
Rp
35.000,00
hafiz computer

18

19

TPS Tanggal nama QTY harga total toko 01-Nop-14 powerbank 3 100000 Rp 300.000,00 Gvon Nusantara
TPS
Tanggal
nama
QTY
harga
total
toko
01-Nop-14
powerbank
3
100000
Rp 300.000,00
Gvon Nusantara
09-Nop-14
Kertas Continery
1
249000
Rp 249.000,00
Data 5
Peralatan tulis TPS
1
172500
Rp 172.500,00
Gramedia
22-Nop-14
Tas Hypermart
6
17000
Rp 102.000,00
Hypermart
Peralatan Pemungutan
1
636000
Rp 636.000,00
Gramedia
26-Nop-14
Pita Epson
1
45000
Rp
45.000,00
Data 5
30-Nop-14
Fotocopy
10
2400
Rp
24.000,00
Asrama
1-Des-14
Lakban
1
8000
Rp
8.000,00
Gedung BC Vokasi
1
Des 2014
Transportasi
15640
Rp
15.640,00
Blue Bird
1
Des 2014
Transportasi
116800
Rp 116.800,00
Blue Bird
1
Des 2014
Transportasi
2
20000
Rp
40.000,00
Commuterline
2
Des 2014
Transportasi
27000
Rp
27.000,00
Commuterline
5
Des 2014
Transportasi
20000
Rp
20.000,00
Commuterline
9
Des 2014
Transportasi
10000
Rp
10.000,00
Commuterline
Kampanye
Tanggal
nama
QTY
harga
total
toko
sewa mobil
1
570000
Rp 570.000,00
Bapak Zaenal
05-Nop-14
sewa ht
6
25000
Rp 150.000,00
idris sukses
11-Nop-14
Copy Print
30
850
Rp
25.500,00
Cenat Cenut
Foto copy
77
150
Rp
11.550,00
UI Press
12-Nop-14
Print Poster
1
8000
Rp
8.000,00
Radja Photocopy
Print
28
200
Rp
5.600,00
Radja Photocopy
Photo Copy A3
26
125
Rp
3.250,00
13-Nop-14
LP FE
Print bw
3
500
Rp
1.500,00
Photo Copy A4
30
100
Rp
3.000,00
Print HVS A4
6
1500
Rp
9.000,00
Arjuna
17-Nop-14
Print AD 150
2
6000
Rp
12.000,00
Photo Copy Print
3
5600
Rp
16.800,00
Kanlam
Print GD
75
500
Rp
37.500,00
UI Press
21-Nop-14
Foto copy
150
100
Rp
15.000,00
Biaya Kebersihan FKG
1
50000
Rp
50.000,00
24-Nop-14
Biaya Kebersihan FK Sal
1
50000
Rp
50.000,00
Biaya Kebersihan ged.C
1
75000
Rp
75.000,00
27-Nop-14
Biaya Kebersihan ged.D
1
75000
Rp
75.000,00
6-Des-14
Snack Perhitungan suar
10
10000
Rp 100.000,00

20

Desain Multimedia dan Dokumentasi Produksi Tanggal nama QTY harga total toko fotocopy poster 1 192000
Desain Multimedia dan Dokumentasi Produksi
Tanggal
nama
QTY
harga
total
toko
fotocopy poster
1
192000
Rp
192.000,00
1-Okt-14
istana
fotocopy poster
1
132000
Rp
132.000,00
poster
10
6000
Rp
60.000,00
pandawa
tali kur
20
1000
Rp
20.000,00
starpin
6-Okt-14
double tip
2
4000
Rp
8.000,00
RA III
plastik
20
1000
Rp
20.000,00
starpin
poster
3
15000
Rp
45.000,00
cv
super mandiri
23-Okt-14
poster
5
6000
Rp
30.000,00
pandawa
01-Nop-14
poster
1
15000
Rp
15.000,00
Super mandiri kapuk
print warna
112
1000
Rp
112.000,00
pandawa
04-Nop-14
spanduk
1
120000
Rp
120.000,00
wani
plastik nametag
30
1000
Rp
30.000,00
toko tiga
banner
6
30000
Rp
180.000,00
05-Nop-14
cv
super mandiri
baliho
24
30000
Rp
720.000,00
tali kur
2
12000
Rp
24.000,00
toko tiga
12-Nop-14
Poster Kampanye
1
8000
Rp
8.000,00
Sima
17-Nop-14
Digital Colour Indigo
30
1900
Rp
57.000,00
Buring
Poster Kandidat (Art paper)
70
4000
Rp
280.000
20-Nop-14
CV
Raja Promo
Poster E-vote (Art paper)
70
4000
Rp
280.000
Poster Kandidat (Art paper)
20
4000
Rp
80.000
21-Nop-14
Poster Kandidat (st. cromo)
60
10000
Rp
600.000
CV
Raja Promo
Poster Kandidat (st. cromo+glossy)
30
13000
Rp
390.000
23-Nop-14
Flyer Explorasi (HVS)
40
500
Rp
20.000
CV
Raja Promo
V-Banner Pemira (Flexy)
20
40500
Rp
810.000
Spanduk Kandidat (flexy)
10
90000
Rp
900.000
Baliho Kandidat (Flexy)
1
348000
Rp
348.000
Poster Explorasi FIK, Fisip (Art paper)
6
4000
Rp
24.000
24-Nop-14
CV
Raja Promo
Sertifikat Panelis (Jasmine cream)
10
4000
Rp
40.000
Segel pemira (St. Cromo+glossy)
64
13000
Rp
832.000
Stempel surat suara
3
50000
Rp
150.000
Bantalan stempel+tinta
2
15000
Rp
30.000
Surat Suara BEM & DPM
1
5000000
Rp
5.000.000
Kaos katun+sablon
100
50000
Rp
5.000.000
Poster Tata Cara (Art paper)
30
4000
Rp
120.000
29-Nop-14
CV
Raja Promo
Poster sah tidaknya suara (Art paper)
40
4000
Rp
160.000
Poster surat suara BEM (Art paper)
40
4000
Rp
160.000
Poster surat suara DPM (Art paper)
20
4000
Rp
80.000
ID Card panitia
70
9000
Rp
630.000
Print HVS (DPT & BAP)
2556
400
Rp
1.022.400
Segel pemira (St. Cromo+glossy)
2
13000
Rp
26.000
Name tag saksi
100
3500
Rp
350.000
01-Des-14
Poster Let's vote 5 desain (Art Paper)
350
1000
Rp
350.000
CV
Raja Promo
Poster Let's vote 4 in1 (Art Paper)
80
2000
Rp
160.000
Poster Let's vote kepal tangan (Art Paper
80
4000
Rp
320.000
Print HVS (BAP)
496
400
Rp
198.400
ID Card panitia
7
9000
Rp
63.000
 

Humas, Publikasi dan Dokumentasi

 

Tanggal

nama

QTY

harga

total

toko

17-Nop-14

Pulsa

1

50000

Rp

50.000,00

ATM BRI

21

Verifikasi Tanggal nama QTY harga total toko steropom 2 7000 Rp 14.000,00 6-Okt-14 sampul coklat
Verifikasi
Tanggal
nama
QTY
harga
total
toko
steropom
2
7000
Rp
14.000,00
6-Okt-14
sampul coklat
1
3000
Rp
3.000,00
opung shop
vila
2
5000
Rp
10.000,00
print b/w
22
200
Rp
4.400,00
ratu agung
9-Okt-14
print b/w
52
100
Rp
5.200,00
ulfa
fotocopy
126
100
Rp
12.600,00
savin
10-Okt-14
map plastik
6
4500
Rp
27.000,00
ratu agung
fotocopy
57
125
Rp
7.125,00
bima
13-Okt-14
map plastik
3
4500
Rp
13.500,00
ratu agung
24-Okt-14
fotocopy
871
100
Rp
87.100,00
mitra
asturo
8
3000
Rp
24.000,00
06-Nop-14
opung shop
kertas buram
20
200
Rp
4.000,00
Logistik
Tanggal
nama
QTY
harga
total
toko
konsum pemira summit
31
3500
Rp 108.500,00
setia hati
25-Okt-14
aqua
2
19500
Rp
39.000,00
alfamart
digital colour A3
4
6500
Rp
26.000,00
06-Nop-14
era
print digital hvs qwarto
50
175
Rp
8.750,00
07-Nop-14
lakban
1
12000
Rp
12.000,00
toko tiga
Aqua (FPsi)
8
3000
Rp
24.000,00
17-Nop-14
Bolu
3
30000
Rp
90.000,00
Dus Snack
2
63000
Rp 126.000,00
Aqua (FF)
8
2500
Rp
20.000,00
18-Nop-14
Gorengan
1
120000
Rp 120.000,00
Roti (FKM)
8
5000
Rp
40.000,00
19-Nop-14
Dus Aqua Botol
1
60000
Rp
60.000,00
Roti (Vokasi)
8
5000
Rp
40.000,00
20-Nop-14
Tali rafia
1
18000
Rp
18.000,00
Dus Snack (FK)
3
6000
Rp
18.000,00
24-Nop-14
Roti
8
5000
Rp
40.000,00
Baterai
1
15000
Rp
15.000,00
25-Nop-14
Snack (FT)
1
47000
Rp
47.000,00
Aqua botol (FISIP)
7
1900
Rp
13.300,00
26-Nop-14
Roti
2
7000
Rp
14.000,00
Aqua (FIK)
4
3000
Rp
12.000,00
27-Nop-14
Roti
1
18000
Rp
18.000,00
Glue Proxy
1
59000
Rp
59.000,00
ACE Hardware

LEGAL OFFICER

Tanggal

nama

QTY

harga

total

toko

5-Okt-14

Fotocopy

30

3000 Rp

90.000,00

PPJ Corner

5-Des-14 Snowman Board marker 3 7500 Rp 22.500,00 D'Nuriza 6-Des-14 Minuman Perhitungan Suara
5-Des-14 Snowman Board marker 3 7500 Rp 22.500,00 D'Nuriza 6-Des-14 Minuman Perhitungan Suara

5-Des-14

Snowman Board marker

3

7500

Rp

22.500,00

D'Nuriza

6-Des-14

Minuman Perhitungan Suara

3

31500

Rp

94.500,00

Alfamart

 

PSDM

Tanggal

nama

QTY

harga

total

toko

08-Nop-14

konsum timbul

1

201000

Rp 201.000,00

putri toko kue

Laporan Pertanggungjawaban

LEGAL OFFICER

Ishmah Naqiyyah / FH / Ilmu Hukum / 2013 Iis Setiyawati / FISIP / Ilmu Politik / 2011 Egi Mahira Irham / FH / Ilmu Hukum / 2011

I.

II.

III.

Pendahuluan Pemilihan Raya merupakan kegiatan yang merepresentasikan nilai-nilai demokrasi dan politik di tingkat kampus
Pendahuluan
Pemilihan Raya merupakan kegiatan yang merepresentasikan nilai-nilai
demokrasi dan politik di tingkat kampus Universitas Indonesia. Kepanitiaan
Pemilihan Raya sebagai pelaksana kegiatan Pemilihan Raya bertugas untuk
menjalankan proses Pemilihan Raya dengan baik sesuai dengan nilai-nilai lurus,
bersih, rahasia, jujur dan adil sebagai bentuk tanggung jawab moral dalam
memberikan pembelajaran demokrasi dan politik kepada mahasiswa.
Dalam menjalankan tanggung jawab tersebut, perlu dibuat peraturan dan
adanya penegak aturan sebagai aturan main dalam proses Pemilihan Raya agar
setiap unsur yang tergabung dalam proses Pemilihan Raya dapat menjalankan
kewajibannya dengan baik dan terjamin hak-haknya. Atas dasar ini lah dibutuhkan
bidang Legal Officer di dalam kepanitiaan Pemilihan Raya.
Profil Bidang Legal Officer
Bidang Legal Officer merupakan bidang yang berbentuk tim yang berisikan:
a) Ismah Naqiyyah (FHUI 2013)
b) Iis Setyawati (FISIP 2011)
c) Egi Mahira Irham (FH 2011)
Deskripsi Kerja
Tugas
:
a) Menjadi perwakilan (kuasa) dari Ketua Panitia dalam kaitannya dengan
permasalahan hukum dalam penyelenggaraan Pemira.
b) Merancang Peraturan Panitia Pemira yang merupakan peraturan pelaksana dari
Undang-Undang IKM UI Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemira IKM UI.

c) Melakukan pengkajian terhadap pelbagai keputusan Panitia dan Standar Operational Procedure (SOP) masing-masing bidang di kepanitiaan.

d) Menjadi presidium dalam pelaksanaan sidang yang diadakan panitia Pemira.

Wewenang :

a) Ikut serta dalam pengambilan keputusan dalam rapat PI-BPH.

b) Memiliki akses info dibidang verifikasi dan komdis.

c) Ikut serta dalam pengambilan keputusan bidang verifikasi dan komdis.

22

23

IV. Analisis SWOT

a) Strengh

Panitia Legal Officer memahami tugas dan wewenang dengan baik

Bertanggung jawab atas setiap tugas yang ada

Memiliki ketahanan dalam mental yang kuat

Baik dalam berkomunikasi antar bidang

V.

b) Weakness

Komunikasi antar individu tim legal officer sulit, karena ketersediaan waktu yang berbeda-beda

 Sering typo dalam pembuatan keputusan  Beberapa kali ceroboh dalam menyusun peraturan dan keputusan
 Sering typo dalam pembuatan keputusan
 Beberapa kali ceroboh dalam menyusun peraturan dan keputusan
c) Opportunities
 Legal officer sebagai supporting system di kepanitiaan Pemilihan raya
didukung oleh Steering Committee dari DPM UI
 Panitia dari bidang lain memahami dengan baik tugas dan wewenang
Legal Officer sehingga mampu untuk berkoordinasi dengan baik
d) Threat
 Pihak dari luar kepanitiaan sering kali menekan tim Legal Officer
Realisasi dan Evaluasi atas Tugas dan Wewenang
Salah satu tugas Legal Officer yang menjadi dasar kepanitiaan Pemilihan
Raya adalah merancang Peraturan Panitia Pemilihan Raya yang merupalan
peraturan pelaksana dari Undang-Undang Pemilihan Raya yang dikeluarkan oleh
DPM UI. Tim legal officer sudah siap bekerja untuk merancang peraturan sejak
bulan Juni. Namun dikarenakan keterlambatan dikeluarkannya Undang-Undang
Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Raya, kinerja tim legal offier menjadi
terhambat juga. Untuk menghindari hal tersebut, tim legal officer mengeluarkan
peraturan satu-persatu berdasarkan kebutuhan.
Kepanitiaan tahun ini sudah lebih baik dalam mengeluarkan keputusan.
Dengan mengeluarkan keputusan di setiap tahap Pemilihan Raya, menjadikan
kepanitiaan lebih transparan dalam menjalankan Pemilihan Raya dan publik dapat
dengan mudah memahami setiap perjalanan Pemilihan Raya.
Dalam menjadi presidium setiap sidang yang dilaksanakan oleh Panitia
Pemilihan Raya, Tim Legal Officer berhasil dengan baik menjalankan tugasnya
dibantu oleh tim Verifikasi dan Tim Komisi Disiplin. Peserta juga telah mengikuti
mekanisme setiap persidangan dengan baik.

Dalam sidang pelanggaran, terdapat hukuman berupa poin dan denda. Hingga akhir kepanitiaan, denda yang sudah terkumpul sebanyak Rp 2.400.000,- dari seharusnya Rp 2.600.000,- karena kandidat DPM UI atas nama Stevie Benjamin Pramudhita masih belum membayarkan uang denda sebesar Rp 200.000,-

Legal officer termasuk unsur panitia yang aktif dalam memberikan pendapat dalam rapat PI-BPH dengan memberikan pertimbangan hukum dalam membuat keputusan panitia. Koordinasi dan komunikasi dengan bidang verifikasi dan komisi

24

disiplin juga dengan baik dilaksanakan karena pekerjaan yang dilaksanakan pun saling memiliki keterkaitan.

VI.

Saran untuk kepanitiaan di tahun berikutnya, diharapkan untuk merekrut tim yang memiliki kompetensi di bidang hukum dan memiliki pemahaman akan dasar- dasar pemilihan umum yang dilaksanakan di Indonesia. Juga diperlukan sekretaris Legal Officer yang teliti agar tidak terjadi kesalahan ketik di dalam peraturan dan keputusan panitia yang dikeluarkan, karena kesalahan dalam pengetikan dapat mengubah tafsir peraturan ataupun keputusan tersebut.

Penutup Demikian Laporan Pertanggungjawaban Bidang Legal Officer ini dibuat. Sesungguhnya semua pelaksanaan dapat
Penutup
Demikian Laporan Pertanggungjawaban Bidang Legal Officer ini dibuat.
Sesungguhnya semua pelaksanaan dapat dilaksanakan dengan lancar berkat kerja
sama dari berbagai pihak yang terkait. Mohon Maaf apabila terdapat kesalahan dan
kekurangan yang dilakukan oleh bidang Legal Officer. Atas segala kerja sama
pihak-pihak terkait, kami ucapkan terima kasih.
Kontak
Ishmah 08980188741

Laporan Pertanggungjawaban

PENANGGUNG JAWAB DIVISI VERIFIKASI

Rindi Khoirusiffa / FISIP / Ilmu Kesejahteraan Sosial / 2013 Welly Kurnia / FISIP / Ilmu Kesejahteraan Sosial / 2013

I. Pendahuluan

Bismillahirahmanirrahim. Pemira UI merupakan kepanitiaan yang paling berkesan yang pernah saya ikuti sepanjang perjalanan
Bismillahirahmanirrahim. Pemira UI merupakan kepanitiaan yang paling
berkesan yang pernah saya ikuti sepanjang perjalanan saya di kampus ini. Yang
membuat kepanitiaan ini begitu spesial adalah begitu banyak hal yang terjadi tak pernah
di dapatkan pada kepanitiaan lain. Mulai dari jalinan pertemanan, pengetahuan tentang
dinamika perpolitikan kampus, dan pastinya pengalaman berkesan lain yang tidak
pernah akan terlupakan.
Awalnya tidak pernah menyangka semester lalu dengan dinamika yang saya
temui, akhirnya saya menerima amanah ini, dan memulai kerja pada kepanitiaan Pemira
UI, khususnya di bidang verifikasi. Begitu banyak agenda mulai dari agenda rapat
awal kepanitiaan yang baru terkumpul beberapa orang, mewawancarai calon staf, saat
ploting staf, menjaga berkas verifikasi, menjadi presidium sidang verifikasi, dan agenda
penuh pengalaman baru lainnya. Ternyata momen itu telah berakhir dan civitas
akademika UI telah bersiap dengan pemimpin-pemimpin barunya.
Tibalah waktunya bagi saya sebagai penanggung jawab, untuk melaporkan terkait
hal-hal yang telah kami lakukan sejauh ini. Semoga bermanfaat dan menjadi bahan
evaluasi kedepannya.
II. Profil Divisi
Penanggung Jawab
Wakil Penanggung Jawab
Staf
: Rindi Khoirusiffa / FISIP / 2013
: Welly Kurnia / FISIP / 2013
:
Adlia Primadita / Vokasi / 2014
Faradina Liandi / Vokasi / 2014
Mimandita Atsari / FISIP / 2014
Syafira Arianti / Vokasi / 2014
Umi Humaeroh / FIB / 2014
Yelsi Gusmaini / FISIP / 2012
Nurlaili Indra Pitata Dewi / FISIP /
2013

III. Deskripsi Kerja

a) Bertanggung jawab atas administrasi verifikasi peserta Pemira IKM UI 2014

b) Bertanggung jawab atas informasi hasil verifikasi kepada seluruh civitas akademika UI

c) Meregistrasi kampanye

media

yang

dikeluarkan oleh

masing-masing

kandidat

25

26

IV. Analisis SWOT

a)

Strength

-

Pewarisan data-data dari kepanitiaan sebelumnya memudahkan dalam membuat format kelengkapan berkas baru yang sesuai pada Peraturan Pemira.

-

Beberapa staf ada yang sudah mengenal baik satu sama lain sebelumnya sehingga memudahkan apabila ada arahan kerja.

- Dengan adanya wakil PJ dan jumlah staf ada tujuh orang dengan beragam fakultas, sehingga
-
Dengan adanya wakil PJ dan jumlah staf ada tujuh orang dengan beragam fakultas,
sehingga memudahkan dan meringankan proses kerja (pembagian jadwal menjaga
berkas verifikasi).
b)
Weakness
-
Tidak adanya staf laki-laki.
-
Beberapa staf memiliki kegiatan lainnya masing-masing sehingga sulit mengatur
jadwal menjaga berkas verifikasi.
-
Waktu jaga yang lama terkesan membosankan.
-
Kurangnya koordinasi yang baik antara PJ, Wa. PJ dan staf verifikasi mengenai
proses verifikasi media kampanye. Sehingga menimbulkan pembebanan kerja yang
hanya dilaksanakan oleh beberapa orang saja.
c)
Opportunity
-
Beberapa calon peserta yang kooperatif dengan menyusun berkas yang rapi,
memudahkan dalam hal verifikasi kelengkapan dan keabsahan berkas.
-
Kerjasama yang baik dengan staff dan panitia yang lain terutama kontribusi tim
legal officer memperlancar jalannya acara.
-
Verifikasi media kampanye secara online cukup efektif dan efisien.
d)
Threat
-
Perpanjangan pendaftaran hingga dua kali menyurutkan motivasi staf.
-
Banyaknya peserta yang mengumpulkan berkas di waktu mendekati penutupan
membuat tim verifikasi harus bekerja ekstra untuk memeriksa berkas sebelum
pelaksanaan sidang verifikasi.

- Peraturan pemira yang baru mengenai berkas verifikasi yang sedikit berbeda dari sebelumnya, sehingga perlu adaptasi format yang sesuai ini awalnya cukup membingungkan.

- Deskripsi kerja baru dari bidang verifikasi yang berbeda dari tahun sebelumnya mengenai tambahan tugas memverifikasi media kampanye membuat tim awalnya bingung terhadap tahapan teknis pelaksanaannya.

27

V. Realisasi, Evaluasi, Rekomendasi

a) Realisasi

Bertanggung jawab atas administrasi verifikasi peserta Pemira IKM UI 2014. Seluruh panitia verifikasi dalam hal ini telah melaksanakan tanggung jawab atas administrasi verifikasi dengan turut merapikan format kelengkapan berkas, menjaga stand verifikasi, dan mengikuti jalannya sidang verifikasi. Semua dilakukan sesuai dengan segala peraturan yang telah dibuat. Berikut timeline kerja yang telah kami lakukan.

10-16 Oktober 2014 Pendaftaran dan pengembalian berkas 17-22 Oktober 2014 Perpanjangan masa pendaftaran dan
10-16 Oktober 2014
Pendaftaran dan pengembalian berkas
17-22 Oktober 2014
Perpanjangan masa pendaftaran dan
pengembalian berkas (BEM, DPM, MWA)
23-25 Oktober 2014
Perpanjangan masa pendaftaran dan
pengembalian berkas (BEM)
24 Oktober 2014
Sidang verifikasi (DPM, MWA)
26-29 Oktober 2014
Perpanjangan masa pendaftaran dan
pengembalian berkas (DPM)
27 Oktober 2014
Sidang verifikasi (BEM)
27-30 Oktober 2014
Perpanjangan masa pendaftaran dan
pengembalian berkas (MWA)
30 Oktober 2014
Sidang verifikasi (DPM)
31 Oktober 2014
Sidang verifikasi (MWA)
Bertanggung jawab atas informasi hasil verifikasi kepada seluruh civitas
akademika UI. Panitia verifikasi selalu menyampaikan hasil verifikasi bekerja sama
dalam hal ini dengan bidang HPM publikasi via twitter @PemiraUI dan website
(http://pemilihanraya.ui.ac.id) agar dapat diinformasikan dengan mudah kepada
seluruh civitas akademika UI.
Meregistrasi kampanye media yang dikeluarkan oleh masing-masing
kandidat. Dalam hal ini panitia verifikasi telah berkoordinasi dengan bidang
kampanye terkait teknis registrasi dan berkoordinasi dengan KP terkait kampanye
dan media kampanye apa saja yang telah mendapatkan persetujuan dari panitia
verifikasi. Registasi kampanye ini dilakukan antara tanggal 5-28 November 2014.
b) Evaluasi

Secara keselurahan, kerja divisi dapat dinilai cukup baik. Hal ini dapat dibuktikan dari terlaksananya dengan baik setiap deskripsi tugas. Walaupun tidak bisa dipungkiri bahwa masih banyak sekali ditemukan kesalahan. Kesalahan yang terjadi utamanya dalam urusan administratif, seperti: kurang lengkapnya berkas formulir pendaftaran, kesalahan pengetikan pada format berkas diawal namun segera dapat terselesaikan, dan masalah pengarsipan. Dan kesemuanya dapat diatasi jika kita membuat SOP jaga yang baik, juga melibatkan staf dalam setiap proses pengerjaan. Terdapat pula evaluasi teknis pada sidang verifikasi yang seringkali

28

kurang persiapan karena kurangnya koordinasi dengan bidang yang sering berkaitan perihal notulensi, publikasi, dan perlengkapan acara.

Adanya wakil PJ sebenarnya dapat berperan besar memudahkan proses kerja tim dengan staf, namun kali ini memang sulit untuk dimaksimalkan karena proses transfer wawasan dan koordinasi PJ dengan wakil PJ kurang baik tersampaikan yang pada akhirnya, semua pembagian beban yang awalnya disepakati hanya menumpuk dikerjakan oleh orang tertentu.

Perihal staf, tidak kesemua staf terkomunikasi dan terkoordinir dengan baik, yang pada akhirnya terjadi ketidakmerataan
Perihal staf, tidak kesemua staf terkomunikasi dan terkoordinir dengan baik,
yang pada akhirnya terjadi ketidakmerataan kerja staf. Namun, apresiasi saya
kepada mereka ini adalah komitmennya setelah masa verifikasi selesai, tim
verifikasi beberapa banyak yang masih bersemangat menghadiri dan membantu
events yang dilaksanakan saat pemira, seperti pada saat grand opening, roadshow,
menjaga TPS, dan event lainnya. Meski sempat terdapat dinamika internal
kepanitiaan pemira UI ini secara umum, keanggotaan tim kami tetap berjalan
dengan baik.
c)
Rekomendasi
- Mencari dan mendapatkan kumpulan data-data penting dari kepanitiaan pemira
tahun sebelumnya adalah hal mutlak yang perlu dilakukan.
- Kombinasi penanggung jawab, wakil penanggung jawab, dan staf dari beberapa
fakultas dan jenis kelamin laki-laki dan perempuan yang pas, akan sangat
membantu kelancaran kerja divisi.
- Perlunya koordinasi di awal yang intensif antara bidang verifikasi dengan LO,
kampanye, dan KP.
- Pembagian tugas yang baik dan melibatkan staf dalam pelaksanaan tahapan
deskripsi kerja.
- Kebanyakan staf verifikasi cenderung tidak mengikuti keseluruhan kegiatan
pemira lain setelah masa verifikasi selesai, oleh karenanya, sense of belonging
terhadap pemira harus terus ditingkatkan.
VI. Penutup

Sekian laporan pertanggungjawaban dari divisi verifikasi, semoga dapat dimengerti dan dipahami. Secara pribadi, saya mohon maaf atas kekhilafan yang telah diperbuat semoga kekhilafan tersebut dapat menjadi pelajaran bagi siapa pun dimasa yang akan datang. Terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses terlaksananya Pemira UI 2014, khususnya tim luar biasa kami, bidang verifikasi.

Kontak Rindi 087774403090

29

Laporan Pertanggungjawaban

PENANGGUNG JAWAB DIVISI KOMISI DISIPLIN

Adipa Rizky Putra / FH / Ilmu Hukum / 2013 Mohamad Bagja Azhari / FH / Ilmu Hukum KKI / 2013

1.

Pendahuluan

-

2. Profil Divisi DIVISI KOMISI DISIPLIN Adipa Rizky Putra FH Ilmu Hukum 2013 Mohamad Bagja
2. Profil Divisi
DIVISI KOMISI DISIPLIN
Adipa Rizky Putra
FH
Ilmu Hukum
2013
Mohamad Bagja Azhari
FH
Ilmu Hukum
2013
STAF
Intan Fajri Bestari
FEB
Akuntansi
2014
Kenia Shaulisafa
FIB
Sastra Jerman
2014
Biqi Amanda Noer Permatasari
FT
Arsitektur Interior
2013
Robby Saragih
FIB
Ilmu Filsafat
2014
Vienna Novia Lurizha Adza
FH
Ilmu Hukum
2013
Danang Setiya Rahardja
FT
Teknik Sipil
2012
Fitri Hidayatu Rohmah
Vokasi
Manajemen Informasi & Dokumen
2014
Indah Perdana Kusuma
Vokasi
Manajemen Informasi & Dokumen
2014
Dian Presti
Vokasi
Manajemen Informasi & Dokumen
2014
Ulfa Febriarini
Vokasi
Manajemen Informasi & Dokumen
2014
Fadillah Archieansyah
FIB
Ilmu Filsafat
2014
Andi Muhammad Rakasya Mahdy
FIB
Ilmu Filsafat
2014
3. Deskripsi Kerja
Tugas
:
a)
Membuat daftar poin pelanggaran
b)
Penetapan poin dan denda pelanggaran yang dilakukan oleh kandidat dan tim
suksesnya
c)
Melakukan sidang pelanggaran
d)
Melakukan pengawasan terhadap kandidat
Wewenang
:
a)
b)
c)
d)

Ikut serta dalam pengambilan keputusan dalam rapat BPH Menambah poin pelanggaran terhadap kandidat sesuai ketentuan Mengumpulkan denda pelanggaran Melakukan publikasi terhadap poin pelanggaran yang dilakukan kandidat dan tim sukses

Analisis kebutuhan staf Komdis media kampanye Komdis lapang Jumlah total staff

orang (minimal)

: 22 orang (ideal) atau 18 orang (minimal) : 30 orang (ideal) atau 25 orang (minimal)

: 8

orang (ideal) atau 7

30

Kriteria staff : komitmen bertanggung jawab, teliti, komunikatif, adil, jujur, mobilitas mudah, kost, mampu bekerja dibawah tekanan, memiliki cukup waktu luang, pernah mengikuti kepanitiaan/organisasi.

Setiap kandidat yang melakukan pelanggaran mulai dari masa verifikasi sampai penetapan hasil perhitungan suara akan dikenai poin pelanggaran sesuai dengan jenis pelanggaran yang dilakukan. Setiap poin pelanggaran memiliki nilai denda yang harus dibayarkan. Poin pelanggaran tersebut akan dipublikasikan di website pemira, web masing-masing kandidat, dan di publikasikan melalui spanduk yang dipasang di stasiun UI. Publikasi poin pelanggaran tersebut dilakukan H-24 jam setelah ditetapkan poin pelanggaran yang diberikan kepada kandidat dan tim sukses.

4. Analisis SWOT - 5. Realisasi dan Evaluasi a. Kurangnya personel yang bertugas dalam mengawal
4. Analisis SWOT
-
5. Realisasi dan Evaluasi
a.
Kurangnya personel yang bertugas dalam mengawal setiap acara PEMIRA UI
terutama pada saat eksplorasi
Saran : Jarkom tidak hanya melalui chatting di Instant Messenger tetapi juga harus
melalui SMS dan telepon agar ada kesadaran dari personal khusunya staff untuk
bertugas dalam mengawal acara Pemira UI
b.
Kurangnya informasi dari PJ dan Wa PJ kepada para staff sehingga mereka ketika
mendapat giliran bertugas jaga tidak dapat menjalankan amanah dengan baik
Saran : PJ dan Wa PJ untuk kedepannya harus benar- benar memahami peraturan
dan SOP dan mampu menerangkannya kepada staff sehingga staff dapat mengerti
dan memahami tugas mereka
c.
Kurang berkonsentrasinya PJ serta staffnya karean kepanitiaan lain disaat
bersamaan
Saran : Perlu adanya manajemen waktu dari bukan hanya PJ tetapi juga staffnya
terkait dengan manajemen waktu agar kinerja selama menjalankan tugas di Pemira
UI dengan optimal seperti contohnya jika di kepanitiaan lain ada staf maka yang
bersangkutan dapat membagi pekerjaan dengan yang bersangkutan
d.
Kurangnya publikasi terhadap poin pelanggaran yang dilakukan oleh peserta Pemira
UI
Saran : Koordinasi dengan pihak yang terkait secara intensif (bahkan sangat
intensif) dengan panitia publikasi dan media terkait dengan isi dan konten fisik
maupun non fisik dari publikasi poin pelanggaran kandidat tersebut
e.
Kurang berperannya komisi disiplin dalam pengambilan keputusan dalam rapat
BPH
Saran : Komisi Disiplin ( terutama PJ nya) harus lebih aktif dan berinisiatif dalam
memberikan pendapat di rapat BPH bahkan datang dan mengikuti rapat BPH sampai
selesai.

f. Kurang berkompetennya staf Saran : Pola perekrutan staf harus disesuaikan tugas, wewenang dan syarat yang diperlukan untuk bekerja sebagai komisi disiplin dan PJ dan Wa PJ dituntut untuk

31

lebih ketat, tegas dan netral dalam menyeleksi calon staf serta melakukan wawancara yang tepat guna untuk memilih staf yang diinginkan

g.

Poin pelanggaran tidak diarsipkan dalam sebuah bentuk fisik atau catatan Saran : Perlu adanya sekretaris dan bendahara bahkan untuk komisi disiplin untuk pencatatan hal seperti notulensi rapat, poin pelanggaran maupun uang yang keluar dan juga masuk.

6.

Penutup

-

Kontak Adipa 082122911994 Bagja 081575326095
Kontak
Adipa 082122911994
Bagja 081575326095

Laporan Pertanggungjawaban

KOORDINATOR BIDANG I (ACARA & DEBAT PUBLIK, KAMPANYE)

Rangga Jhody Alwantio / FISIP / Ilmu Komunikasi / 2012

Karena permasalahan pemberhentian tetap Laeli sebagai ketua, Rangjod mengundurkan diri dari kepanitiaan Pemira UI
Karena permasalahan pemberhentian tetap Laeli sebagai ketua, Rangjod mengundurkan diri dari
kepanitiaan Pemira UI sehingga tidak mengerjakan LPj.
\

32

Laporan Pertanggungjawaban

PENANGGUNG JAWAB DIVISI ACARA & DEBAT PUBLIK

Ferry Alif Purnama Sugandhi / FEB / Ilmu Ekonomi / 2013 Devi Sandra Nadia / FH / Ilmu Hukum / 2013

1.

Pendahuluan

Laporan pertanggungjawaban ini merefleksikan kegiatan PEMIRA IKM UI 2014 dari awal sampai akhir dan sebagai
Laporan pertanggungjawaban ini merefleksikan kegiatan PEMIRA IKM UI 2014
dari awal sampai akhir dan sebagai pembelajaran ke depannya bagi panitia tahun depan
dalam menggarap konsep dan melaksanakan tugas panitia PEMIRA 2015 nantinya.
PEMIRA UI 2014 merupakan kepanitiaan yang penuh dengan profesionalitas,
persahabatan, kekeluargaan, kepentingan, konflik internal dan eksternal. Dengan
kondisi yang sedemikian rupa akhirnya kita sebagai satu keluarga besar IKM PEMIRA
dapat menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya selama masa kepengurusan.
Dari divisi Acara dan Debat Publik sendiri merupakan divisi yang menjalankan
tugas sebagai pengatur acara dan melaksanakan acara yang berkaitan dengan kegiatan
PEMIRA UI. Dalam melaksanakan tugasnya, divisi Acara dan Debat Publik memiliki
beberapa Staff yang berasal dari berbagai fakultas di Universitas Indonesia dengan
bermacam-macam jurusan yang berbeda. Dalam pelaksanaannya sendiri, PEMIRA UI
memiliki acara yang bertahap dimana mahasiswa mulai mengenal dan mulai memahami
visi misi serta program-program dari para calon pemimpin mereka. Tahap demi tahap
ini tertuang dalam rangkaian acara kegiaran PEMIRA UI dari mulai Grand Opening
PEMIRA hingga Pelantikan Kandidat Senja di Ujung Samudra. Sangat penting adanya
keberadaan panitia PEMIRA UI untuk memfasilitasi sivitas akademika dan untuk
kaderisasi pemimpin politik kampus.
Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan berkontribusi
kepada kepanitiaan PEMIRA IKM UI 2014 khususnya untuk Divisi Acara dan Debat
Publik dari mulai awal pembentukan panitia hingga penyusunan laporan pertanggung
jawaban ini.
2. Profil Divisi Acara dan Debat Publik

33

34

Analisis Kebutuhan Staff

GL

: 4 orang (ideal) atau 2 (minimal)

 

Debat

: 4 orang (ideal) atau 3 (minimal)

Pelantikan

: 4 orang (ideal) atau 2 (minimal)

Total staff

: 12 orang (ideal) atau 7 (minimal)

Kriteria staff

:

kreatif,

komitmen,

mudah

dihubungi,

pernah

ikut

organisasi/kepanitiaan.

3. Deskripsi kerja bidang verifikasi Tugas : a) Bertanggung jawab atas berjalannya acara seperti GL,
3. Deskripsi kerja bidang verifikasi
Tugas
:
a) Bertanggung jawab atas berjalannya acara seperti GL, Debat publik, dan pelantikan.
b) Berkoordinasi dengan Koordinator Bidang I
c) Memastikan semua hal yang berkaitan dengan acara acara
d) Berkoordinasi dengan PJ Logistik terkait perlengkapan yang dibutuhkan acara acara.
e) Menghubungi semua elemen acara acara : Moderator, dan Panelis dll.
a. Grand Launching
Grand Opening Pemira UI adalah acara yang dilaksanakan pertama kali dalam
rangkaian Pemilihan Raya sebagai tanda dimulainya kegiatan Pemira UI 2015. Tujuan
dilaksanakannya acara ini yaitu untuk penuansaan Pemilihan Raya dan Publikasi bahwa
Pemilihan Raya telah datang lagi tahun ini.
Setelah diadakannya acara GL ini, para calon kandidat dapat mulai mendaftarkan
dirinya sebagai peserta pemilihan raya dan wajib mengikuti peraturan undang-undang
yang telah berlaku.
b. Debat Kandidat
Debat kandidat merupakan acara yang dikemas untuk menguji pemikiran dan
kualitas para calon Ketua dan calon Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa
Universitas Indonesia (BEM UI) maupun calon Majelis Wali Amanah Unsur
Mahasiswa periode 2014 melalui pemahaman intelektual, keilmiahan dan moral dari
para kandidat.

Debat kandidat dilakukan pertema, setiap tema akan menguji pengetahuan dari calon pemimpin dengan argumentasi masing-masing. Kandidat secara bergantian menjawab mosi yang diajukan oleh moderator dengan alokasi waktu 5 menit selama 2 sesi. Kemudian sesi berikutnya kandidat menanggapi argumentasi dari kandidat lain berdasarkan mosi dari moderator yang berbeda dari mosi sebelumnya. Argumen pro kontra akan muncul dari adanya debat kandidat ini yang bertujuan untuk menguji pemahaman intelektual, keilmiahan, dan moral para kandidat.

c. Pelantikan Acara pelantikan merupakan acara terakhir dari rangkaian pemilihan raya UI 2014. Acara ini terdiri dari penyampaian laporan pertanggungjawaban BEM, DPM, dan MWA UI UM 2013, dan pelantikan kandidat terpilih yang telah terpilih melalui proses

35

pemilihan raya. Melalui acara pelantikan ini, para pemimpin yang terpilih secara sah dilantik dan mulai mengemban tugasnya untuk sivitas akademika Universitas Indonesia selama 1 tahun ke depan.

4. Analisis SWOT

Strength: antusiasme tim Acara dan Debat Publik di awal kepengurusan sangat besar, Staf menyumbang banyak ide untuk konsep acara, Cepat mengenal sebagai satu tim, seru, fasilitas memadai, kriteria staf yang dinginkan terpenuhi, dan kompak. Weakness: kurang awareness: masih lalai terhadap barang milik sendiri karena terlalu mengerjakan tugas Acara, komunikasi terhadap staf masih kurang, ada 1 staf yang di tidak pernah berkontribusi dalam tim, jumlah ideal staf tidak terpenuhi. Opportunity: memiliki waktu luang untuk mengerjakan tugas divisi. Threat: kurangnya berkumpul untuk rapat mingguan dan evaluasi divisi.

5. Realisasi dan evaluasi atas tugas dan wewenang berdasarkan job description Grand Launching Realisasi: Grand
5. Realisasi dan evaluasi atas tugas dan wewenang berdasarkan job description
Grand Launching
Realisasi: Grand Opening Pemira diadakan di taman firdaus depan perputkaan pusat
Universitas Indonesia pada tanggal 30 September 2014 pukul 16.00 WIB. Acara yang
pertama kali ini menampilkan berbagai pengumuman atau publikasi di mulainya acara
pemilihan raya tahun 2014. Cukup baya orang yang hadir, Pak Yugo sebagai perwakilan
dari rektorat juga ikut menyampaikan aspirasinya terhadap pemira, serta pimpinan
organisasi lainnya yang turut meramaikan acara. Acara ini memiliki hiburan live musik,
stand up comedy, dan pembagian doorprize. Untuk menarik pengunjung diberikan es
krim gratis. Sesudah Grand Opening Pemira sudah mulai ada calon kandidat yang
mendaftarkan diri menjadi peserta pemira.
Evaluasi: persiapan cukup, sehingga segala sesuatu Yan dibutuhkan sudah dijalankan
dengan baik. untuk masalah lokasi tempat GL memang agak sedikit membingungkan
dari pihak perpustakaan, karena sebelumnya boleh di taman lingkar ternyata setelah hari
H tidak boleh, sehingga terpaksa kami pindah ke taman firdaus yang lumayan susah
untuk sumber listrik.
Rekomendasi ke depan: publikasi GL lebih digencarkan lagi karena ini adalah acara
pemira yang pertama kali diselenggarakan sehingga membutuhkan massa yang relatif
banyak agar tujuan asa terpenuhi, kalau bisa pakai MoU untuk lokasi acara, hiburan dan
hadiah itu perlu, buat staf untuk berkreasi dan kreatif.

Debat Publik

Realisasi: Debat publik BEM dibatalkan karena hanya terdapat 1 pasang kandidat jika diselenggarakan maka esensinya akan sama saja dengan eksplorasi fakultas, sedangkan pihak panitia belum mempersiapkan konsep debat yang esensinya berbeda dari eksplorasi fakultas. Debat publik MWA terlaksana pada hari Sabtu tanggal 29 November 2014 bersamaan dengan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) MWA UI UM oleh DPM UI 2014 karena ini adalah debat pertama untuk MWA UI UM dan juga

36

dinilai melalui UKK. Berlokasi di FMIPA UI. Moderator Bang Amar KH, yang saat itu juga sebagai moderator UKK dan menjabat sebagai MWA UI UM 2014. Debat berlangsung seru dan baik selayaknya debat capres cawapres. Namun sayang alokasi waktu sedikit 60 menit sehingga keseruan itu tidak berlangsung lama.

Evaluasi: Perlu diperhatikan esensi memperlihatkan kualitas dari kandidat akan adanya debat publik itu sendiri, agar didapat hasil yang ingin dicapai dari pihak-pihak yang memerlukan pencerdasan umum dari adanya debat publik. Jangan sampai dengan adanya debat publik justru malah menjerumuskan calon kandidat menjadi terlihat bodoh di depan muka umum.

Rekomendasi ke depan: Debat publik diadakan lebih lama lagi dengan moderator dan panelis yang lebih
Rekomendasi ke depan: Debat publik diadakan lebih lama lagi dengan moderator dan
panelis yang lebih menguasai materi dan lebih seru lagi. Jaga komunikasi dengan staf
dan wakil PJ. Ajak staf untuk sering berkumpul dan membicarakan konsep Debat
Publik dan Pelantikan. Gunakan materi debat yang masih hangat atau baru terjadi dan
yang akan terjadi di tahun depan.
Pelantikan
Realisasi: Pelantikan kandidat terpilih dibantu oleh kepanitiaan Closing Ceremony dari
DPM UI 2014, diadakan di aula terapung perpustakaan UI pada tanggal 6 Januari 2015.
Acara sangat meriah dan berlangsung dengan baik. Bapak Arman Nefi SH, MM. selaku
Direktur Kemahasiswaan juga turut memeriahkan acara dari awal hingga akhir. Konsep
acara bisa dibilang sangat berhasil.
Evaluasi: Semua pihak dari panitia pemira dan panitia closing DPM menjalankan
tugasnya dengan baik. masih ada barang yang baru disiapkan pada pagi hari sebelum
acara dimulai namun masih berjalan dengan lancar. Baliho di depan stasiun kadang
terbalik-balik sehingga kurang menarik untuk dibaca.
Rekomendasi ke depan: jangan sampai perpecahan panitia inti Pemira memisahkan
tim Acara, komunikasi dengan staf tetap di jaga, memberikan tugas kepada staf agar staf
juga ikut berkembang dan berpengalaman, gunakan gedung Annex balairung agar
jumlah orang yang datang lebih banyak dan acara menjadi semakin meriah.
6.
Penutup

Demikian Laporan pertanggungjawaban ini dibuat sebagai bentuk rasa tanggung jawab telah melaksanakan tugas sebagai Badan Pengurus Harian Divisi Acara dan Debat Publik, dan semoga dapat dimanfaatkan demi perbaikan kepanitiaan tahun depan. Amin.

Kontak

Alif 087733500586 Devi 08568865866

Laporan Pertanggungjawaban

PENANGGUNG JAWAB DIVISI KAMPANYE

Lulu Auliandini Rafianida / Vokasi / Manajemen Informasi & Dokumen / 2013 Mirza Amadea / FIB / Ilmu Sejarah / 2013

1.

Pendahuluan

Assalamualaikum Wr. Wb.
Assalamualaikum Wr. Wb.

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesempatan untuk saya menulis laporan pertanggung jawaban ini. Segala puji bagi Allah yang telah menguatkan saya hingga akhirnya bisa menyelesaikan perjalanan panjang penuh rintangan namun berharga ini. Segala puji bagi Allah yang telah memberikan saya kesempatan untuk kembali lagi menempa diri di ladang yang sama. Segala puji bagi Allah yang telah membuat saya menjadi seperti ini. Menjadi seorang penanggung jawab adalah amanah yang besar yang Allah berikan kepada setiap hamba-Nya, tentu Allah pasti memberikan amanah pada pundak yang tepat. Menjadi penanggung jawab kampanye bukanlah pekerjaan yang mudah, sangat tidak, namun bukan juga termasuk pekerjaan yang sangat sulit. Menjadi yang bertanggung jawab atas berjalannya setiap eksplorasi Peserta Pemira adalah sebuah penghargaan buat saya meskipun jujur hal ini membuat saya menjadi kurang dibeberapa kewajiban saya. Tekanan dari berbagai pihak membuat saya semakin bingung untuk emngambil sebuah keputusan, namun pada akhirnya saya tau harus kembali kemana. Bersama dengan orang-orang hebat, Staff Divisi Kampanye, saya lalui tekanan-tekanan tersebut. Mereka yang hadir dalam kepanitiaan ini dengan niat yang tulus bersama saya yang juga punya niat yang sama seperti mereka, menjadikan masalah yang ada beberapa bisa teratasi, kekurangan yang ada bisa saling menutupi. Meski hanya beberapa masalah, namun yang jelas segala permasalahan yang dialami akan selesai jika dijalankan dengan hati, dengan bersama-sama dan yang terpenting adalah dengan niat yang tulus. Percayalah bahwa tekanan tidak hanya berada dari pihak luar saja, tak jarang dalam sebuah kepanitiaan tekanan pun terjadi dari internal kepanitiaan itu sendiri. Maka perlu adanya kesamaan paham antar panitia terutama PI-BPH. Perlu juga adanya dorongan semangat untuk tiap panitia yang sedang bertugas. Dan perlu adanya kebenaran independen dalam hati, tidak hanya terucap dari mulut saja. Akan jadi kacau ketika panitia, terutama PI-BPH tidak independen, apalagi saat itu jabatan kita adalah pelayan publik, tentu gerak-gerik kita akan menjadi perhatian publik terutama seorang ketua yang menjadi pejabat publik haruslah menjaga sikap, sifat dan menurunkan ego serta kekerasan kepalanya. Masa ini telah lewat, rasanya ingin sekali kembali lagi. Tidak selamanya memegang amanah itu menyiksa fisik dan batin. Justru dengan memegang amanah diri ini akan terus berkembang dalam menghadapi segala macam tekanan. Ada banyak kejadian selama masa kampanye berlangsung, ada banyak pula hal yang harus dijadikan evaluasi. Namun, beberapapun kekurangan yang ada dalam kepanitiaan ini, percayalah bahwa kami bekerja tulus dengan hati bukan untuk kepentingan suatu pihak apalagi

37

hanya untuk membuat diri kita terkenal. Atas banyak kekurangan dari kami, maka kami mohon maaf atas segala kekurangan tersebut. Seandainya bisa saya bercerita, akan saya ceritakan tiap detail yang saya alami selama masa Pemira ini. Melelahkan, menyebalkan, mengakselerasi, membingungkan, menyenangkan, menegangkan, menghibur, merepotkan dan yang paling penting ini adalah suatu yang sangat berharga. Ya, amanah tidak pernah salah memilih pundak.

2. Profil Divisi Kampanye Divisi ini di isi oleh orang-orang yang rela berkorban. Rela mengorbankan waktu, tenaga, uang dan kuliah nya untuk Pemira IKM UI 2014. Profil masing-masing anggota divisi kampanye :

Mirza Amadea (FIB, Sejarah 2013) Sosok wanita tangguh dan penyabar. Wanita ini biasa dipanggil Dea.
Mirza Amadea
(FIB, Sejarah 2013)
Sosok wanita tangguh dan penyabar. Wanita ini biasa dipanggil
Dea. Dea lah yang membantu saya jika saya berhalangan.
Cuman terkadang Dea kurang peka dan sempat dibeberapa
fakultas yang menjadi tanggung jawabnya, namun dia tidak
hadir dan membantu staf mengurusi segalanya. Susah
berkomunikasi dengan Dea, karena saya jarang ada pulsa dan
Dea agak kesulitan menggunakan WhatsApp.
Desy Aldwestya
(FISIP,
Antropologi
2014)
Sosok wanita yang juga tangguh, pemberani dan tidak pemalu.
Desy ini Maba, namun keberaniannya menunjukkan bahwa dia
bukan maba. Sempat dia salah memilih panelis, dia malah
memilih Taufik Hidayat untuk menjadi panelis yang padahal
beliau adalah Peserta Pemira, namanya juga maba. anak ini
rekomen banget untuk dijadiin panitia pemira berikutnya.
Elsa Triana Sari
(Vokasi, Adm 2013)
Sosok wanita yang juga berani namun sedikit pemalu. Elsa ini
kadang kurang percaya diri, padahal apa yang ingin dia
lakukan itu lah yang memang seharusnya dilakukan. Rajin
banget elsa ini. Setia sampai pagi di beberapa fakultas, time
keeper dan notulen sejati.
Amalia Nurul Haque
(Vokasi, Akun 2014)
Perempuan yang satu ini termasuk staf yang paling rajin datang
eksplorasi. Sering banget membantu di fakultas yang bukan
tanggung jawabnya. Keinginan tahu nya yang luar biasa
membuat saya sempat kesal namun salut. Amal ini maba, tapi
kerja keras dan keinginan belajar nya bisa diacungkan jempol.
Merekomen Amal untuk jadi Panitia Pemira berikutnya.
H Surya Darma Lubis
(FE 2014)
Lelaki tangguh ini perlu banget diacungkan jempol. Surya ini
bertanggung jawab atas berjalannya Grand Opening
Kampanye. Keterlibatannya dalam mengurus Grand Opening
Kampanye sangat lah maksimal, meskipun awal nya acara
sempat mundur sekiranya satu jam. Cuma Surya ini kuliahnya
sibuk dan juga sudah aktif dibeberapa tempat, namun tidak
mengurangi kontribusinya di Pemira
Selly Melinda
(Vokasi,
Komunikasi
2013)
Selly ini perempuan tomboy berhati lembut. Dia semangat
banget kerjanya, total. Selly juga rajin banget datang eksplorasi
dan tidak jarang juga hadir sampai selesai. Time keeper dan
notulen sejati. Selly punya keingintahuan yang besar. Dia juga
tidak hanya bekerja di divisi nya saja tapi ikut juga membantu divisi lain. Saraswati Widyani
tidak hanya bekerja di divisi nya saja tapi ikut juga membantu
divisi lain.
Saraswati Widyani
(Vokasi, Adm 2014)
Saras ini hebat dan mudah paham, namun dia terkadang juga
masih kurang percaya diri dengan kemampuannya. Kerja
kerasnya bisa diapresiasi, dia memegang tanggung jawab di 2
fakultas. Maba yang ingin banyak tahu dan ingin banyak
belajar. Kuliahnya yang padat dan sulit membuat dia terkadang
tidak datang eksplorasi atau tidak ikut hingga selesai.
Innes Nuary
(Vokasi, RS 2014)
Innes, anak yang ceria dan gaul haha. Dia banyak tau pejabat-
pejabat kampus yang dulu-dulu, entah dia tahu darimana.
Seneng banget jalan-jalan dan anaknya santai, agak lemot hehe.
Termasuk yang juga paling rajin ngerjain TOR, SOP, Dan
sebagainya dan juga macho hehe.
Dirgahayu
Maha
Restu
(Vokasi,
Komunikasi
2014)
Dirga ini manja, tapi juga perhatian. Baik banget tapi agak
moody-an. Dia juga rajin dalam melaksanakan tugasnya. Genit
nih anak hehe. Keinginan untuk tahu dan belajar nya sangat
tinggi. Entah Dirga katanya sih mau berlabuh ke kapalnya bang
Andi, semoga Dirga juga bisa berlabuh di Pemira tahun
berikutnya ya.
Defi
(FIB, Rusia 2014)
Defi hem dia juga rajin anaknya, Cuma dikarenakan kuliahnya
dan aktifitas di fakultas nya yang sangat banyak, menyulitkan
Defi untuk hadir di beberapa eksplorasi.
Rio Fajarin Putra
(FT, Elektro 2014)
Lelaki tangguh tapi terkadang menyebalkan. Ini anak banyak
mau nya tapi kalau disuruh alasannya banyak hehe. Tugas dan
jadwal kuliahnya yang padat membuat Rio terkadang tidak
datang di eksplorasi fakultas lain. Kerja kerasnya juga sangat
tinggi dan kadang jadi pengingat saya.
Rizky Yudistira
(FISIP,
Kriminologi
2014)
Lelaki yang sebenarnya menurut saya dia tangguh, sempat
berpikir dia akaan hilang-hilangan dikarenakan tidak pernah
hadir di eksplorasi, mungkin pernah namun hanya sebentar.
Paling susah dihubungi, tapi pada saat di FISIP yang mana
fakultas tanggung jawabnya, dia kerja cukup maksimal
meskipun hadir tidak sampai selesai.
Iqbal Mohammad
(Vokasi, Adm 2013)
Iqbal ini kerja keras dan semangat ingin belajar nya boleh
diacungi jempol. Meski waktu di FIB pada saat dia yang
bertanggung jawab, acara mundur cukup lama dari waktu
awalnya, tapi kedepannya dia banyak membantu temannya
yang bertanggung jawab di fakultas lain.
Ulfa Rodiah
(FIB, Sejarah 2014)
Ulfa ini anaknya sebenarnya rajin, dia mau belajar namun
karena aktifitas Petang Kreatif nya sangat padat, jadi dia jarang
berada di tempat eksplorasi hingga selesai. Pekerja keras dan
Pemberani.

3.

Deksripsi Kerja

Divisi Kampanye secara garis besar mempunyai tugas bertanggung jawab atas seluruh rangkaian kampanye baik langsung, media cetak dan media elektronik, Peserta Pemira IKM UI.

Secara rinci, divisi kampanye bertugas :

1. Melaksanakan seluruh kegiatan Kampanye Pemira IKM UI, baik lisan, media cetak, maupun media elektronik

2. Meregistrasi media kampanye yang akan dikeluarkan oleh para kandidat beserta tim suksesnya

3. Melakukan koordinasi dengan kandidat dan tim sukses masing-masing kandidat untuk setiap kegiatan kampanye 4.
3. Melakukan koordinasi dengan kandidat dan tim sukses masing-masing kandidat
untuk setiap kegiatan kampanye
4. Mengawasi dan bertanggungjawab terhadap seluruh kegiatan kampanye sejak
dimulainya acara hingga selesai
5. Melakukan koordinasi dengan seluruh panitia yang terlibat dalam kegiatan
kampanye Pemira IKM UI
4. Rangkaian Kegiatan Kampanye
a. Grand Opening Kampanye
Grand Opening Kampanye (GO Kampanye) merupakan kegiatan roadshow ke
Fakultas yang ada di UI Depok, dalam rangka memperkenalkan Peserta Pemira IKM UI
kepada khalayak UI. Kegiatan ini dilaksanakan pada :
Hari, tanggal : 5 November 2014
Pukul : 13.00 s.d. selesai
Tempat : UI Depok.
Selain memperkenalkan Peserta Pemira IKM UI kepada khalayak UI, Grand
Opening Kampanye (GO Kampanye) ini juga sekaligus mensosialisasikan Jadwal
Eksplorasi Peserta di Fakultas-fakultas.
Pelaksanaan :

Pelaksanaan GO Kampanye ini seharusnya dilaksanakan di UI Depok dan Salemba, namun dikarenakan waktu yang tidak memungkinkan akhirnya hanya dilaksanakan di UI Depok saja. Kegiatan ini dimulai mundur sekitar 1,5 jam dari rencana awal. Mungkin memang salah saya, pada saat hari H saya tidak bisa mendampingi dari awal karena harus mengerjakan tugas kuliah yang harus dikerjakan hari itu juga. Saya meminta tolong kepada PJ GO Kampanye dan WaPJ saya untuk membantu meng- handle ini pada awal nya sebelum saya datang. Lalu, pada pukul 13.30 lewat, saya sudah tiba di Depok namun kegiatan ini belum juga berlangsung dan ternyata TOA dan Genset yang dibutuhkan belum ada dan belum bisa digunakan. Sampai pada akhirnya sekitar pukul 14.00 lewat hampir pukul 15.00, kegiatan ini baru bisa terlaksana. Roadshow ini dilaksanakan dengan Kandidat BEM dan MWA UI UM naik ke atas mobil sound kemudian Kandidat Anggota DPM berjalan kaki, mengingat Anggota DPM hanya orasi di Fakultas masing-masing anggota. Roadshow ini dimulai dari fakultas Psikologi menuju Fakultas Hukum, kemudian ke Fasilkom dan bergerak ke RIK. Dari RIK pergi ke FKM kemudian melanjutkan ke FMIPA. Setelah selesai di FMIPA, bergegas keFarmasi yang seharusnya langsung ke Vokasi tapi istirahat Sholat Maghrib terlebih dulu. Saya dan beberapa anggota divisi kampanye segera bergegas ke Vokasi, sesampai disana terdapat masalah yang ternyata sedang ada acara dari BEM

Vokasi. Saya tidak mengetahui hal tersebut, PO Fakultas pun tidak memberitahu saya apa-apa terkait acara tersebut. Sampai pada akhirnya yang seharusnya di Vokasi sudah bisa berorasi dari pukul 18.30, jadi baru mulai bisa berorasi pukul 19.00. Hal ini membuat perjalanan ke beberapa fakultas selanjutnya jadi berantakan dan tidak sesuai jadwal. Kemudian, sesampai FT terdapat lagi permasalahan, bahwa tidak diizinkannya melaksanakan orasi di Kantek FT oleh Ketua BEM FT pada saat itu, namun karena hanya sekitar 7 menit kemudian kami terus melanjutkannya dan Alhamdulillah tidak bermasalah. Setelah selesai di FT, kita bergeas ke FE dan semua Peserta berjalan kaki. Sesampai FE sudah terlalu larut, sudah sekitar pukul 9 malam kurang. Kemudian sesampai di FIB, di kantin sudah tidak terdapat mahasiswa. Salah satu kandidat Anggota DPM meminta para peserta pemira berdiskusi dan beliau meminta Kandidat BEM dan MWA UM untuk berkeliling di FIB agar konstituen FIB bisa mengenal mereka, namun salah seorang Anggota DPM yang berasal dari FISIP tidak setuju karena jika berlama- lama di FIB, dirinya akan kehilangan konstituennya di FISIP. Kemudian kembali terjadi pendiskusian antara Panitia dan Peserta, bahwa kami sepakat untuk menyudahi rangkaian GO Kampanye hari itu dan memutuskan untuk melanjutkannya pada hari Kamis, 6 November 2014 pukul 10.30 hanya untuk FIB dan FISIP. Dan Alhamdulillah GO Kampanye hari kedua berjalan dengan lancar.

Kendala : Banyak sekali kendala pada saat GO Kampanye. Susahnya menyiapkan peralatan beberapa jam sebelum
Kendala :
Banyak sekali kendala pada saat GO Kampanye. Susahnya menyiapkan peralatan
beberapa jam sebelum acara dimulai. Terdapat mis-communication antara panitia
kampanye dengan PO Fakultas Vokasi sehingga harus menunggu hingga acara di
Vokasi selesai yang menyebabkan keterlambatan di Fakultas selanjutnya, selain karena
hal ini keterlambatan juga di akibatkan dari susahnya mengkoordinir peserta pemira
untuk segera bergeas menuju ke fakultas berikutnya jika sudah selesai di fakultas
tertentu.
Saran :
Siapkan segala peralatan dan hal-hal yang diperlukan pada saat GO maksimal 1 jam
sebelum waktu dimulainya acara. Koordinasi yang baik agar dibangun dengan semua
PO Fakultas, supaya tidak terjadi lagi keterlambatan seperti yang terjadi tahun ini.
Sebisa mungkin mengingatkan Peserta untuk segera bergegas ke fakultas berikutnya
apabila telah selesai di fakultas tertentu, dan sebisa mungkin panitia kampanye selalu
berada di dekat peserta. Koordinasi antar Panitia Pemira harus lah kuat sehingga
segalanya bisa berjalan dengan baik.

b. Eksplorasi Fakultas. Eksplorasi Fakultas adalah kegiatan berbentuk forum tanya jawab antara peserta pemira dengan peserta kampanye, yang mana peserta kampanye disini adalah mahasiswa yang berada di tiap fakultas. Eksploras ini dilaksanakan selama kurang lebih 3 minggu di setiap fakultas yang terdapat di UI. Tanggal : 07-27 November 2014 Lokasi dan Waktu : Sesuai masing-masing Fakultas. Kandidat BEM mengikuti eksplorasi di 14 Fakultas yang ada di UI, Kandidat MWA UM hanya memperkenalkan diri selama 15 menit di 14 fakultas yang ada di UI

tanpa ada forum tanya jawab. Sedangkan kandidat anggota DPM melaksanakan eksploras hanya di fakultas asal masing-masing kandidat DPM.

Pelaksanaan :

Fakultas pertama yang menjadi tempat untuk eksplorasi peserta adalah FIB. Seperti halnya GO, Eksplorasi di FIB ini kembali telat dalam pelaksanaannya. Telat sekitar 1 jam, hal ini dikarenakan sound yang ingin digunakan tidak dapat berfungsi sehingga harus menunggu sampai pukul 17.00 untuk bisa berfungsi. Sekitar pukul 17.00 acara eksplorasi dimulai dengan sesi pertama adalah eksplorasi untuk kandidat DPM yang berasal dari FIB. Eksplorasi ini berjalan lancar awalnya, kemudian pada saat setelah MWA UM selesai memperkenalkan diri, tiba-tiba terdapat sesi tanya jawab antar peserta MWA dengan Mahasiswa FIB. Hal ini diperbolehkan oleh Ketua Pelaksana Pemira, yang padahal seharusnya hal ini tidak terjadi karena didalam SOP tidak ada

aturan yang mengatur bahwa ada sesi tanya jawab dengan peserta MWA UM. Hal ini juga
aturan yang mengatur bahwa ada sesi tanya jawab dengan peserta MWA UM. Hal ini
juga terjadi di FH dan Psiko, alasan kenapa bisa terjadi pun sama seperti di FIB.
Eksplorasi kedua adalah di FMIPA, acara berjalan dengan lancar meskipun agak
telat karena menunggu panelis yang tidak ada kabarnya. Tapi sempat berpindah tempat,
yang awalnya di Dallas, kemudian diminta pindah karena sudah terlalu larut dan
akhirnya pindah ke depan BSM FMIPA. Eksplorasi di FE dan Fasilkom pun berjalan
dengan lancar hanya saja waktu nya pada saat di FE mulai terlalu malam. Pada saat di
FH, kembali lagi ditemukan masalah. Pada saat sesi panelis, ada panelis yang
menanyakan terkait TOR yang dibuat panitia, ada sesuatu yang aneh yang seharusnya
bukan seperti itu. Hal itu murni salah panitia, karena tidak mengecek kembali TOR
yang sudah dibuat. Kemudian seperti biasanya, di FH permasalahan nya adalah tempat.
Di FH terdapat aturan yang mengatur pada pukul 20.00 harus sudah steril dengan
kegiatan mahasiswa. Terjadi beberapa kali tawar-menawar antara panita, mahasiswa FH
dengan satpam untuk kembali menambah jam perpanjangan yang hingga pada akhirnya
hanya diperbolehkan sampai pukul 22.30 saja.
Hari ke-6 eksplorasi di Psiko, kembali lagi terjadi permasalahan MWA dan tempat.
Di Psiko pun sama, pada pukul 21.00 sudah harus steril dengan kegiatan mahasiswa.
Sempat terjadi lobby-ing antara Mahasiswa Psiko dengan pihak mahalum psiko yang
akhirnya memperbolehkan hanya sampai pukul 22.00. setelah pukul 22.00 kegiatan
eksplorasi masih berlanjut namun bukan lagi eksplorasi pada biasanya, itu hanya diskusi
biasa antar mahasiswa tanpa di fasilitasi oleh Panitia Pemira namun Peserta Pemira
masih menjadi tanggung jawab Panitia Pemira.

Hari seterusnya berjalan dengan lancar hingga tiba di FK. Pada saat eksplorasi di FK, kita sempat ditegur oleh panelis, karena acara mundur dari jam yang sudah ditentukan sedari awal. Selain itu, kembali lagi bertemu dengan masalah tempat. Karena eksplorasi FK dilaksanakan di RIK, maka harus mengikuti peraturan yang sudah ihak RIK buat yaitu RIK harus steril dari kegiatan mahasiswa pada pukul 20.00 kemudian peserta pemira diminta oleh panelis untuk me-lobby satpan yang pada akhirnya diperbolehkan hingga pukul 22.00. Keesokan harinya, eksplorasi di FT. Sempat bermasalah karena mahasiswa FT merasa tidak adanya publikasi dari panitia pemira tentang eksplorasi pada hari itu. Selain itu, terjadi penundaan eksplorasi dikarenakan adanya tanding olim mahasiswa FT. Penundaan eksplorasi terjadi hingga pukul 11 malam lewat, namun pada saat itu kondisi Kantek sangatlah sepi, massa yang tadi ada pada saat itu tidak ada lagi. Mahasiswa FT pun meminta agar eksplorasi ini ditunda hingga senin, berhubung senin

telah memasuki masa PEMURA akhirnya dibuat kesepakatan eksploras tetap dilaksanakan hingga pukul 04.00 dan dilanjut lagi pada pukul 10.00 s.d pukul 15.00. selesai di FT, berlanjut ke FISIP dan keesokan harinya eksplorasi di FIK dan keduanya berjalan dengan lancar.

Kendala :

Banyak sekali kendala yang terjadi selama eksplorasi. Terkait koordinasi dengan Panita Fakultas soal tempat dan waktu pelaksanaan. Soal publikasi, kesiapan panelis, moderator dan TOR.

Saran: Bangun koordinasi yang baik dengan Panitia Fakultas juga ke semua Peserta. Sebisa mungkin atur
Saran:
Bangun koordinasi yang baik dengan Panitia Fakultas juga ke semua Peserta.
Sebisa mungkin atur jadwal yang baik, jangan sampai terjadi lagi waktu pelaksanaan
eksplorasi yang terlalu malam. Masifkan publikasi, agar mahasiswa yang hadir pun
banyak. Cek kembali kesiapan panelis dan moderator sesering mungkin dan maksimal
H-1 pelaksanaan atau kalau memang bisa, diingatkan kembali dipagi harinya. Cek
kembali SOP dan TOR yang sudah dibuat. Jangan sampai ada TOR yang salah sehingga
panelis pun kebingungan. Perhatikan SOP tiap poin-nya, jangan sampai adalagi SOP
yang dilanggar oleh panitia. Karena “ketika kita membuatnya itu artinya kita sanggup
menjalaninya”. Ingatkan semua panitia pemira agar jangan lupakan Jakun dan Nametag
pada saat eksplorasi berlangsung, karena ini merupakan identitas wajib dari Panitia
Pemira. Perhatikan soal waktu, siapkan segalanya maksimal 1 jam sebelum waktu yang
sudah direncanakan sebelumnya. Satu lagi, jaga attitude sebagai panitia pemira.
5. Analisis SWOT
S : Anggotanya yang pekerja keras dan punya keinginan untuk belajar
W
: kegiatan eksplorasi yang begitu padat, setiap hari dari sore-pagi selama 3 minggu.
O
: Anggota kampanye yang rela pulang malam bahkan pagi, merelakan uang dan
kuliahnya untuk hadir di eksplorasi.
T : Kekurangan anggota laki-laki sehingga pekerjaan keras kebanyakan perempuan
yang mengerjakannya.

6. Saran untuk Pemira Bangun koordinasi antar panitia terutama PI-BPH dengan baik. Boleh punya preferensi politik yang berbeda-beda, tapi ketika kerja harus lah independen dan tidak memihak siapapun. Jangan kebanyakan ingin ketika kenyataannya tidak bisa. Publikasi haruslah masif jangan sampai hal yang seharusnya sudah dipublikasikan tapi tidak dipublikasikan atau telat mempublikasikan. Terkait dana, khususnya bidang kampanye. Kami tidak bisa menunda pengeluaran dana, karena ketika panelis meminta untuk di copy atau print-kan sesuat, pada saat itu juga kita harus lakukan dan ketika kita harus membayar sewa gedung, bayar uang kebersihan harus segera kita berikan uang nya saat itu juga. Saran juga agar kalau memang punya aturan untuk mengeluarkan dana sesuai persetujuan bendahara, agar bendaharanya hadir di setiap eksplorasi. Saling membantu dipekerjaan bidang lain dengan syarat tidak melupakan pekerjaan wajib dibidang nya. Saling menguatkan, memberikan semangat. Membantu itu tak harus berada ditempat, tapi dengan semangat itu sudah cukup membantu. Jaga emosi diri masing-masing, kenyataannya memang ini ibarat satu kapal yang dinahkodai oleh

banyak nahkoda, punya banyak pemikiran yang berbeda terkait arah kapal, tapi tujuan nya tetap sama, yaitu tiba di tepi pantai. Jangan merasa diri paling benar apalagi merasa diri paling salah, tidak ada manusia paling sempurna yang ada hanya manusia yang belajar untuk menjadi sempurna. Semua panitia sama, PI-BPH-Staf hanya jabatan yang membedakan kewajibannya tapi tidak bisa memberikan jarak antaranya dan hak yang dipunya pun sama. Terakhir, jumlah waktu yang kita miliki dalam seharinya sama. Kesibukan pun masing-masing dari panitia pasti ada, jangan pernah merasa berkontribusi di suatu tempat adalah buang-buang waktu, apalagi merasa bahwa diri ini yang paling terbuang waktunya. Kerja keras tidak akan mengingkari hasilnya. Berikan kerja terbaik dengan melakukan yang terbaik, biar lah Tuhan yang menilai, manusia hanyalah bisa berkomentar.

7. Penutup Menjadi Panitia Pemira tidaklah selamanya menyusahkan, menyedihkan tapi bisa kita ambil kebahagiaan ketika
7. Penutup
Menjadi Panitia Pemira tidaklah selamanya menyusahkan, menyedihkan tapi
bisa kita ambil kebahagiaan ketika berada didalam proses ini. Bersemangatlah, siapapun
yang nantinya akan berada dalam proses penempaan diri ini, bekerja semaksimal
mungkin lah. Lelah memang, namun kualitas diri yang akan didapat bisa
menghilangkan kelelahan yang ada.
“ketika kau sibuk mengurus urusan orang banyak, maka biarlah Tuhan yang mengurusi
segala urusanmu”
Kontak
Dini 081218057695
Dea 08388255771

45

Laporan Pertanggungjawaban

KOORDINATOR BIDANG II (E-VOTE & TPS)

Laporan Pertanggungjawaban PENANGGUNG JAWAB DIVISI E-VOTE

Moh. Ardan Makarim Corny / FT / Teknik Sipil / 2011

1. Pendahuluan Puji syukur kepada Allah SWT. Atas segala kehendaknya rangkaian kegiatan Pemilihan Raya telah
1.
Pendahuluan
Puji syukur kepada Allah SWT. Atas segala kehendaknya rangkaian kegiatan
Pemilihan Raya telah selesai. Dari awal hingga akhir, tentu banyak rintangan-rintangan
dalam pelaksanaan tugas. Bidang 2 merupakan bidang yang bertanggung jawab atas
pelaksanaan pemungutan suara dan penghitungan suara dalam kegiatan Pemilihan Raya
ini. Pekerjaan bidang pemungutan suara pada Pemira IKM UI 2014 saya rasa menjadi
lebih berat karena pada nyatanya masih banyak pihak di fakultas yang membawa-bawa
permasalahan pemungutan suara Pemira IKM UI 2013. Hal ini menjadi beban tambahan
bagi kami untuk meyakinkan bahwa pemungutan suara Pemira IKM UI 2014 akan
menunjukkan perbaikan dari tahun sebelumnya. Masalah-masalah selalu menghantui
perjalanan persiapan dan pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara. Walaupun
demikian, masih banyak pihak yang telah membantu banyak dalam pelaksanaan tugas
ini. Ucapan terima kasih sebesar-besarnya saya ucapkan pada:
 Allah SWT., yang telah mengizinkan saya (melalui perantara ketua pelaksana, Laeli
Atik) menjadi bagian dalam kepanitiaan Pemira IKM UI 2014, suatu pengala\man
berharga dari sekian tahun mengenyam pendidikan di kampus tercinta ini;
 Laeli Atik Supriyatin, Ketua Pelaksana Pemira IKM UI 2014, yang selalu
bersemangat dan memberikan ide-ide cemerlang dalam setiap persiapan dan
pelaksanaan setiap rangkaian kegiatan Pemira;
 Anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa UI 2014, atas saran, evaluasi, dan bantuan
teknis maupun nonteknis dalam pelaksanaan Pemira;
 Bapak Gladhi Guarddhin, PPSI UI, atas segala niat tulusnya dalam pelaksanaan
sistem Electronic Voting Pemira UI;
 Winner Nainggolan dan Wilmi Rizuwari dan staf, bantuan dan ide dalam
pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara yang akan selalu saya kenang;
 Segenap panitia Pemira Fakultas, atas koordinasi yang baik dan bantuan yang
diberikan kepada Pemira UI;
 Panitia Pemira UI, yang saling bahu membahu demi kelancaran pelaksanaan
pemungutan dan penghitungan suara; dan

Pihak lainnya yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu.

2.

Deskripsi Kerja

Koordinator Bidang II Tugas:

a) Mengontrol manajerial hal teknis dan mengoordinasikan kedua bidang dibawahnya, yaitu e-vote dan TPS.

b) Menjadi pusat koordinasi bagi hal-hal teknis dibidang pemungutan suara.

46

c) Melakukan koordinasi dengan aktif dan efektif dengan ketua panitia dan wakil ketua panitia mengenai kelancaran hal teknis pemungutan suara pada Pemira IKM UI

2014.

d) Menjalin hubungan yang baik kepada supervisor pemungutan suara di setiap fakultas.

Wewenang:

Memiliki akses informasi bidang di bawahnya yakni e-vote dan TPS.

Pj E-Vote

Tugas: a) Bertanggung jawab atas kelancaran e-vote dalam rangkaian Pemira IKM UI 2014. b) Berkoordinasi
Tugas:
a)
Bertanggung jawab atas kelancaran e-vote dalam rangkaian Pemira IKM UI 2014.
b)
Berkoordinasi dengan koordinator Bidang II.
c)
Berkoordinasi dengan PPSI (Pengembangan dan Pelayanan Sistem Informasi)
terkait hal teknis e-vote Pemira IKM UI 2014.
d)
Melakukan koordinasi dengan pihak sponsor dalam pelaksanaan e-vote.
3.
Realisasi dan Evaluasi Kerja
Rencana
Realisasi
Keterangan
Pencarian
Pj
Terlaksana
Pencarian Pj TPS sepenuhnya dilakukan oleh Laeli,
WaPj Divisi
TPS
didapatkan nama Winner Nainggolan (Vokasi MID 2013).
Laeli dan Winner adalah rekan satu divisi di divisi Debat
Publik Pemira UI 2013.
Setelah itu, Winner mengajak Wilmi Rizuwari (Vokasi MID
2013). Wilmi adalah staf SDM Pemira UI 2013.
Pencarian
Pj
Tidak
Di awal pembentukan panitia, Laeli telah mengajak Nafi Al-
WaPj Divisi
Terlaksana
E-Vote
Kautsar Putrawan (Vokasi MID 2013) sebagai Pj E-Vote.
Nafi hanya menyanggupi menjadi WaPj. Posisi Pj kosong.
Pencarian Pj selalu menemukan jalan buntu karena
mahasiswa Fasilkom (2012 – 2013) tidak ada yang mau /
bisa menjadi Pj Evote.
Tak lama kemudian, Andika Varian (FIB Studi Jawa 2011)
mengajukan diri menjadi Pj Evote dan diterima.
Belum bekerja apa-apa, Andika mengundurkan diri. Hal
serupa diikuti Nafi dengan mengundurkan diri juga. Nafi
akhirnya menjadi WaPj Desmul Dokpro (walaupun pada
akhirnya memutuskan untuk benar-benar keluar dari Pemira
UI).
Kami pun dilanda kebingungan, masalah ini dicoba dicari
jalan keluarnya bersama-sama dengan DPM UI. Muhammad
Rifki (Ketua DPM UI) membantu melobi DPM Fasilkom
mengenai maalah ini dengan keputusan:
 tidak ada orang yang secara resmi menduduki jabatan Pj
WaPj Evote;
 pekerjaan Evote dilakukan oleh tim dari Fasilkom: Abi
Hafshin Al-Farouq (IK 2011), Zulfi Ashari (SI 2011),
dan Kurniagusta Dwianto (IK 2011), di bawah

47

 bimbingan Pak Gladhi Guarddhin (PPSI UI). untuk urusan relasi dengan panitia Evote fakultas, saya
 bimbingan Pak Gladhi Guarddhin (PPSI UI). untuk urusan relasi dengan panitia Evote fakultas, saya

bimbingan Pak Gladhi Guarddhin (PPSI UI). untuk urusan relasi dengan panitia Evote fakultas, saya mengambil alih tugas Pj Evote (rangkap jabatan).

Divisi Evote

Rencana Keterangan Persiapan  sistem Evote Karena ketidakjelasan SDM, hingga Oktober 2014 pengembangan sistem
Rencana
Keterangan
Persiapan
sistem Evote
Karena ketidakjelasan SDM, hingga Oktober 2014 pengembangan sistem
Evote mengalami kemandekan. Pak Adin menjanjikan adanya beberapa
perbaikan pada sistem Evote 2014 tetapi proses pengerjaannya terlambat.
Pada akhirnya, ada penambahan server Pemira UI untuk memperpendek
waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pemilihan. Tampilan menggunakan
tampilan Pemira UI 2013.
Koordinasi
dengan Pak
Adin & Tim
Koordinasi dengan Pak Adin dilakukan dengan baik. Seringnya saya
mengunjungi kantornya di Perpustakaan Lama lantai 2. Koordinasi juga
dilakukan melalui surat elektronik, pesan singkat, maupun telepon.
Koordinasi dengan Abi dkk. agak kesulitan karena Abi terkadang suka tidak
membalas pesan. Oleh karena itu, koordinasi dilakukan dengan mengunjungi
kamar indekosnya Abi di Asrama Al-Hikam Kutek.
Pencerdasan
Evote
Pencerdasan Evote dilakukan atas permintaan dari Legiun (Legislative
United). Kegiatan ini dilakukan di kantor Pak Adin pada 22 Oktober 2014
yang dihadiri oleh para ketua lembaga legislatif fakultas dan/atau panitia
pemira fakultas. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberi pencerdasan
kepada stakeholder terkait mengenai apa itu sistem evote, kekurangan dan
kelebihan, penjelasan masalah evote Pemira 2013, dll. sehingga diharapkan
dapat dijadikan dasar bagi teman-teman fakultas apakah akan bergabung
dengan Pemira UI menggunakan evote atau terpisah.
Pada kegiatan ini juga diinisiasi mengenai pembuatan kajian E-Vote dengan
meninjau sudut pandang teknis (keilmuan Fasilkom) dan sudut pandang
hukum. Kajian dilakukan oleh perwakilan Panitia Pemira CS UI 2014 dan
Pemilu FH UI 2014. Kajian dapat diunduh di tiny.cc/kajianevote
Sosialisasi
Evote
Sosialisasi dilakukan pada 6 November 2014 di Lobby A Fakultas Hukum.
Sebenarnya sosialisasi ini sangat kurang persiapan. Tetapi teman-teman
Pemilu FH sangat banyak membantu dengan menyediakan tempat,
meminjamkan sound system, menyediakan konsumsi pembicara, dll.
Pemastian
Sistem
Pemungutan
Hal ini dilakukan dengan berkoordinasi dengan pihak legistlatif fakultas
dan/atau panitia pemira fakultas. Hasilnya adalah FIB, FISIP, dan Vokasi
tidak bergabung dengan Pemira UI dalam pemuranya.
Suara
(Pemura)
yang
digunakan
Fakultas
 Konsekuensi yang timbul akibat tidak bergabungnya suatu fakultas dalam
Pemira UI adalah Pemira UI harus menyediakan segala sumber daya pemura
(alat-alat, kelengkapan, penjaga TPS, dll.) di fakultas tersebut. Berbeda
dengan fakultas yang bergabung dengan Pemira UI, Pemira UI hanya
memberikan pelatihan sistem Evote dan menjadi pengawas dalam
pelaksanaannya. Penyediaan perlengkapan pemungutan dan penjaga TPS
disediakan oleh fakultas.
 FH sempat berpikir-pikir terlebih dahulu apakah akan bergabung atau tidak.

48

BPM FH bahkan sempat membuat polling kepada warga FH untuk mengetahui sistem pemura apa yang
BPM FH bahkan sempat membuat polling kepada warga FH untuk
mengetahui sistem pemura apa yang lebih ingin digunakan dalam Pemilu
FH. Calon panitia Pemilu FH pun (sebelum bidding) sempat mengunjungi
Pak Adin untuk memperdalam pemahaman mengenai sistem evote. Hasil
akhirnya adalah Pemilu FH menggunakan sistem Evote.
 Atas beberapa pertimbangan Laeli (yang saya tidak terlalu ingat), diputuskan
untuk pemura di FIB, FISIP, dan Vokasi menggunakan sistem konvensional
(menggunakan kertas).
 Seiring waktu berjalan, FMIPA yang memang selalu mendukung
penggunaan sistem evote tiba-tiba mendapatkan intervensi dari Ketua
Departemen Matematika yang tidak menyetujui penggunaan evote pada
pemilihan Ketua HMD Matematika. Hal ini membuat bingung panitia
Pemira MIPA mengenai keberlangsungan evote di FMIPA. Beberapa hari
sebelum pemungutan suara, FMIPA menyatakan tidak menggunakan Evote.
FMIPA juga menolak penggunaan sistem konvensional pada sesi pemilihan
BEM-DPM UI di FMIPA. Oleh karena itu, Pemira UI mengikuti sistem
pemura yang dibuat oleh FMIPA (menggunakan Lembar Jawaban
Komputer).
Pencarian
Daftar
Nama
Mahasiswa UI
untuk
Daftar
Pemilih Tetap
Agar staf E-Vote & TPS punya kerjaan, saya meminta semuanya meminta
daftar nama mahasiswa ke fakultas masing-masing. Beberapa ada yang mau
memberikan tanpa kendala berarti seperti FT, FH, FE, FPSI, FISIP,
Fasilkom, FIK, dan Vokasi. Lainnya tidak mau/tidak bisa memberikan
seperti FK, FKG, FKM. Sisanya agak berbelit-belit atau ada masalah lainnya
yakni FMIPA, FIB, FF.
Sesungguhnya daftar mahasiswa lebih mudah didapatkan dari Direktorat
Pendidikan UI. Pemira UI mengajukan surat kepada Direktur
Kemahasiswaan UI untuk dibuatkan surat pengantar ke Direktur Pendidikan
UI. Proses di Dirmawa menghabiskan waktu satu minggu dan di Dirpen
sekitar dua-tiga hari.
Karena surat yang dibuat Pemira UI kurang detil, daftar mahasiswa yang
didapatkan dari Dirpen tidak sesuai apa yang dibutuhkan. Data yang
dibutuhkan adalah: nama, NPM, dan kode jurusan & fakultas.
Oleh karena itu, Pemira UI mengajukan surat lagi ke Dirmawa UI.
Daftar mahasiswa yang benar baru didapatkan pada November.
Seharusnya, daftar mahasiswa sudah harus ada dari September untuk
keperluan verifikasi kandidat.
Koordinasi
dengan
Panitia
Fakultas
Koordinasi pertama kali dilakukan pada kegiatan Pemira UI Summit pada 25
Oktober 2014 di Aula Setyaningrum Pusgiwa UI. Pembahasan utama pada
kegiatan ini adalah koordinasi timeline kampanye dan koordinasi mengenai
pemungutan suara.
Pada Pemira UI Summit, hal yang dikoordinasikan dengan panitia fakultas
adalah:
 jumlah TPS di fakultas;
 jumlah bilik/laptop dalam satu TPS;
 lokasi TPS;
 jam buka dan tutup TPS;
 keadaan-keadaan khusus TPS;

49

 pembagian tanggung jawab Pemira UI-Pemira Fakultas.  Koordinasi juga dilakukan dalam bentuk pertemuan antara
pembagian tanggung jawab Pemira UI-Pemira Fakultas.
Koordinasi juga dilakukan dalam bentuk pertemuan antara panitia bagian
pemura Pemira UI dan Pemira Fakultas. Pertemuan dilakukan dua kali.
 Pertemuan pertama, dilakukan di ruang UKM Dansa Pusgiwa UI pada
tanggal (lupa) dengan agenda pelatihan kepada panitia pemura Pemira
Fakultas tentang tata cara pemungutan suara, penjagaan TPS,
pengumpulan flash disk (untuk diisi aplikasi pemungutan suara),
pengumpulan user name panitia pemura Pemira Fakultas, dll.
 Pada pertemuan pertama sistem evote masih dalam tahap pengembangan
oleh Pak Adin dan tim sehingga materi pelatihan kurang dapat
disampaikan dengan baik karena panitia fakultas tidak bisa langsung
mempraktikkan pada saat pelatihan.
Pertemuan kedua, dilakukan di ruang UKM Dansa Pusgiwa UI pada 28
November 2014 (hari Jumat). Kali ini pertemuan memiliki agenda untuk
penandatanganan surat pernyataan dan pembagian flash disk. Ternyata,
flash disk yang telah diisi aplikasi pemungutan suara tiba-tiba tidak bisa
digunakan. Hal ini disebabkan karena adanya pengembangan pada server
evote Pemira UI.
Pembagian flash disk akhirnya dilakukan pada hari Sabtu-Minggu (29-30
November) sebelum pemungutan suara.
Pengumpulan
& Input Data
Kandidat
Pemira
Fakultas
Pada Pemira UI 2014, saya memutuskan agar data kandidat fakultas (nomor
urut, nama lengkap, dan visi-misi) dikirimkan kepada panitia Pemira UI
untuk dimasukkan ke dalam web Pemira UI.
Hal ini berbeda dengan Pemira UI 2013, data kandidat diinput oleh panitia
Pemira Fakultas masing-masing. Input kandidat oleh Pemira UI persis seperti
yang dilakukan oleh panitia Pemira UI 2012.
Pertimbangan mengapa data kandidat diinput oleh panitia Pemira UI karena
saya melihat pada Pemira UI 2013 banyak data kandidat yang terlambat
diunggah ke web Pemira UI dan banyak foto kandidat tidak diedit dengan
ukuran yang sesuai sehingga fotonya terpotong. Selain itu, untuk
pengontrolan terhadap unggah data kandidat saya rasa akan lebih mudah
dikontrol jika dilakukan terpusat oleh panitia Pemira UI. Oleh karena itu,
penggugahan data kandidat dilakukan oleh panitia Pemira UI.
Rencananya, input data kandidat dilakukan secara bersama-sama oleh saya
dan staf Evote. Namun, karena sebagian besar staf tidak bisa mengatur
ukuran foto akhirnya hampir semua data kandidat diinput oleh saya.
Koordinasi
dengan Staf
Koordinasi dengan staf Evote tidak berjalan baik. Menurut saya, hal ini
disebabkan oleh beberapa hal berikut.
Pendaftar divisi evote hanya sedikit (pendaftar tujuh orang, diterima
enam orang) sehingga kualitas staf yang diterima tidaklah begitu baik
karena persaingan rendah.
Jabatan rangkap yang saya alami, membuat beban saya bertambah karena
selain saya harus berkoordinasi dengan stakeholder di eksternal Pemira
UI dan memantau pekerjaan Pj WaPj TPS, saya harus memantau
langsung pekerjaan staf Evote. Berkoordinasi dengan Pj WaPj tentulah
lebih mudah dibandingkan harus berkoordinasi dengan staf.
Oleh karena itu, saya merasa terbebani dengan jabatan rangkap yang harus
saya ambil. Walaupun demikian, sulit juga untuk membagi sebagian tugas

50

kepada staf karena staf masih perlu banyak dibimbing, di mana saya tidak punya banyak waktu

kepada staf karena staf masih perlu banyak dibimbing, di mana saya tidak punya banyak waktu untuk membimbing staf dalam melaksanakan tugasnya.

Divisi TPS

Rencana Keterangan Koordinasi dengan Koordinasi dilakukan terhadap fakultas yang menggunakan sistem pemura
Rencana
Keterangan
Koordinasi
dengan
Koordinasi dilakukan terhadap fakultas yang menggunakan sistem pemura
konvensional.
DPM/Panitia
Pemira Fakultas
FIB: saya bertemu Alzhou (Ketua DPM FIB) untuk bertanya mengenai
lokasi TPS di FIB yang strategis. Disarankan untuk membuka TPS di
Gedung IX. Disarankan juga untuk tidak membuka lebih dari satu TPS
karena berdasarkan pengalaman panitia Pemira FIB, membuka dua TPS
akan sulit dalam pendataan siapa saja yang sudah memilih (karena
siapapun bebas memilih di TPS manapun)
FISIP: saya bertemu Aya (Ketua BPM FISIP) untuk bertanya mengenai
lokasi TPS di FISIP. Mengenai TPS di FISIP saya mencoba untuk
membuka lebih dari satu TPS, melihat bahwa di Pemira FISIP dibuka
delapan TPS di delapan tongkrongan jurusan (Adm-Antrop-Sosio-Krim-
HI-Kom-Kesos-Politik). Akhirnya saya bertanya kepada Aya untuk
membuka TPS lebih dari satu dengan sistem hanya jurusan tertentu
dapat memilih di TPS tertentu. Akhirnya dibuka tiga TPS. Namun,
melihat sepinya pemilih sehingga TPS dijadikan terpusat di dekat ATM.
Vokasi: koordinasi dilakukan pada kampanye Pemira UI di Vokasi. Saya
(Pemira UI), Rifki (Ketua DPM UI), Manda (PO Pemira Vokasi), dan
Ihsan (Ketua DPM Vokasi) berkoordinasi mengenai penggabungan
pemura UI-pemura Vokasi, lokasi TPS, dll. Mengenai masalah tempat,
sempat menemui kesulitan karena Vokasi hanya memiliki dua gedung
dan gedung yang ramai hanyalah di Lobby Gedung VB dan itu pun
sempit. Hasilnya adalah Manda menolak bergabung dengan Pemira UI
(walaupun jadwal pemura berbarengan dan sama-sama menggunakan
kertas) dan Pemira UI mendapatkan tempat di dalam Lobby Gedung
VB.
Transfer
Wawasan
Sistem
Pemungutan
Suara
Konvensional
Transfer wawasan dilakukan kepada pihak yang terlibat/mengetahui
tentang pemungutan suara konvensional.
 Transfer wawasan ke Gusti Raganata (Ilmu Politik 2010). Transfer
wawasan ke Gusti merupakan rekomendasi dari Laeli. Saya dan Winner
mengunjungi indekosnya. Pengetahuan yang didapatkan masih bersifat
umum (tidak terlalu teknis) tetapi tetap dapat memperkaya wawasan
mengenai pemungutan suara konvensional.
 Transfer wawasan ke PO KPR FISIP 2013 (lupa namanya). Winner dan
Wilmi bertemu dengannya di Takor FISIP. Pada pertemuan kali ini
dibahas hal-hal yang lebih teknis. Sistem pemura FISIP menggunakan
contreng. Winner dan Wilmi bahkan mendapatkan beberapa dokumen
mengenai ketentuan sah/tidaknya suara, tata tertib pemungutan suara, dll.
 Transfer wawasan ke Alzhou (Ketua DPM FIB). Saya bertemu dengan

51

Alzhou di R. DPM FIB. Sistem pemura di FIB menggunakan sistem coblos. Saya lebih memilih
Alzhou di R. DPM FIB. Sistem pemura di FIB menggunakan sistem
coblos. Saya lebih memilih menggunakan contreng karena kalau coblos
harus menyediakan bantal alas coblosan. Dengan Alzhou, didapat
beberapa saran seputar pemura konvensional.
 Transfer wawasan ke Vokasi tidak dilakukan karena memang sudah
mantap mengadopsi sistem pemura FISIP.
 Sistem pemungutan suara:
Pemilih mendatangi TPS, menunjukkan KIM/KTP/identitas lainnya. Jika
tidak ada, dapat diganti dengan bukti status akademis aktif SIAK NG.
Panitia Pemira UI mengecek nama, NPM, dan jurusan pemilih di buku daftar
pemilih.
Pemilih menandatangani daftar hadir di buku daftar pemilih.
Panitia menghighlight nama pemilih yang sudah tanda tangan menggunakan
highlighter yang berbeda warna setiap harinya.
Pemilih mendapatkan kertas suara, mencontreng, dan memasukkan surat
suara ke kotak suara.
Pada saat penutupan TPS, kotak suara disegel dengan stiker besar, lalu
ditandatangani Panitia Pemira dan saksi.
Kotak suara dibawa dan diamankan di R. DPM UI.
Pengadaan
 Perlengkapan pemungutan suara mencakup:
Perlengkapan
Pemungutan
 Surat suara yang telah dicap basah (dimasukkan ke dalam amplop
cokelat, satu amplop isi 100 surat suara, satu amplop isi empat ikat
karet, satu ikat karet 25 surat suara).
 Buku daftar pemilih.
 Pulpen (untuk tanda tangan, isi BAP, dll.)
 Berita acara.
 Highlighter lima warna (satu warna satu hari).
 Spidol permanen (untuk tanda tangan segel kotak suara).
 Kotak suara + segel.
 Bilik suara + poster tata cara pencontrengan yang benar dan salah.
 Spidol kecil (untuk pencontrengan).
 Tas besar untuk membawa semua perlengkapan di atas.
 Pengadaan perlengkapan didapatkan di Toko Buku Gramedia Margonda,
namun harganya ternyata terlalu mahal.
 Pengadaan meminjam uang Wilmi terlebih dahulu.
Pemungutan Suara
Hari
Realisasi
Perbaikan
 Foto yang muncul dari kandidat sesi pemilihan
BEM Fasilkom adalah kandidat sesi pemilihan
BEM FE.
Segera
menghubungi
Abi
untuk diperbaiki.
SENIN
 Sesi pemilihan BEM FE tidak muncul.
 Foto kandidat sesi pemilihan MPM IM FKM dan
BPM FF nomor urut 7 tidak muncul, tetapi tetap
bisa dipilih.
 DPT untuk saksi sudah dicetak, tetapi belum
Mencetak lebih banyak BAP

52

dibagikan ke semua fakultas.  Berita Acara Pemungutan Suara sudah dibagikan satu buah untuk satu
dibagikan ke semua fakultas.
 Berita Acara Pemungutan Suara sudah dibagikan
satu buah untuk satu TPS di semua fakultas.
 Name Tag saksi belum dibagikan, karena belum
dicetak.
yang cukup hingga Jumat.
Membagi SDM untuk
pembagian dokumen ke
fakultas.
 Sudah tidak ada masalah dengan Evote.
 TPS FISIP yang berada di tiga titik sepi pemilih.
TPS
FISIP
dikurangi
menjadi satu
dan
dipusatkan di dekat ATM.
SELASA
 DPT dan name tag untuk saksi mulai dibagikan
ke fakultas.
Pembagian tersendat karena
kekurangan orang.
 Selasa sore, SK DPM No. 09/SKP/DPMUI/
XII/2014 dikeluarkan, menyatakan
pemberhentian tetap Laeli Atik dan mengangkat
saya sebagai Plt. Ketua. Situasi memanas.
RABU
Pemungutan suara tetap dilanjutkan. Kondisi lebih detil dijelaskan di LPj Plt.
Ketua.
KAMIS
JUMAT
Penghitungan Suara
Penghitungan suara dilaksanakan pada 5-6 Desember 2014 berlokasi di Aula
Pusbintaqwa Pusgiwa UI. Penghitungan suara dilakukan dengan urutan: DPM UI yang
menggunakan Evote (FH, FF, FE), DPM UI yang menggunakan sistem konvensional
(FISIP, FIB), dan terakhir BEM UI. Penghitungan suara dimulai (kurang lebih) pukul
21 malam hingga 00 dini hari untuk DPM UI lalu dilanjutkan hingga (kurang lebih)
pukul 06 pagi untuk BEM UI. Hasil penghitungan suara sebagai berikut:
 DPM UI Calon Fakultas Matematika & IPA
Raditya Pranadi
: 1342 suara dari 1659 pengguna suara.
 DPM UI Calon Fakultas Hukum
 Catur Alfath Satriya
: 275 suara dari 729 pengguna suara.
 Meisya A. Lubis
: 236 suara dari 729 pengguna suara.
 Stevie B. Pramudhita
: 218 suara dari 729 pengguna suara.

DPM UI Calon Fakultas Ekonomi

Windiyani : 941 suara dari 1605 pengguna suara.

Marisa Damayanti

: 664 suara dari 1605 pengguna suara.

DPM UI Calon Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya

Bambang Sugito

: 412 suara dari 653 pengguna suara.

DPM UI Calon Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Putri Hardiyanti Rusmana : 428 suara dari 668 pengguna suara.

DPM UI Calon Fakultas Farmasi

53

Hendriq Fauzan Kusfanto : 550 suara dari 656 pengguna suara.

BEM UI

 

Andi Aulia Rahman Taufik Hidayat : 9512 suara dari 14252 pengguna suara.

4.

Saran

Rajin-rajin berkomunikasi dengan Pak Adin, agar Evote lancar.

Kalau bisa ada simulasi evote di kampanye fakultas dan di beberapa tempat strategis di UI.

 Kalau bisa hentikan ketergantungan terhadap Abi Hafshin.  Bagi tugas ke staf Evote, agar
Kalau bisa hentikan ketergantungan terhadap Abi Hafshin.
Bagi tugas ke staf Evote, agar lebih diberdayakan.
Cari Pj Evote.
Pada saat pemungutan suara adakan jadwal keliling fakultas secara rutin untuk
melihat langsung kondisi di lapangan.
5.
Penutup
Keberadaan calon tunggal BEM UI pada Pemira 2014 disadari atau tidak dapat
mempermudah kerja panitia pemungutan suara. Sedikit calon, sedikit komplain,
sedikit gugatan. Hal ini memang sangat membantu kerja saya mengingat banyaknya
pihak yang masih membawa-bawa masalah Pemira UI 2013 pada Pemira UI 2014.
Ketiadaan mahasiswa Fasilkom yang turun langsung sebagai panitia E-Vote UI
merupakan akibat dari masalah-masalah Pemira UI 2013. Sungguh ironis, orang
seperti saya yang tidak mengerti apa-apa mengenai inti E-Vote dan juga mahasiswa
tingkat akhir harus menduduki posisi ini. Dari E-Vote pertama kali digunakan
(2012), Pj Evote selalu berasal dari angkatan 2011. Ke mana angkatan 2012? 2013?
Harapan saya ke depannya tentu adalah agar Pj Evote diisi oleh orang yang
benar-benar mengerti mengenai seluk beluk E-Vote. Tidak lupa juga saya
mengharap kepada panitia pemira fakultas semoga dapat menjadi mitra kerja yang
baik dengan Pemira UI.
Kontak
Ardan 08578071655

Laporan Pertanggungjawaban

PENANGGUNG JAWAB DIVISI TPS

Winner Nainggolan / Vokasi / Manajemen Informasi & Dokumen / 2013 Wilmi Rizuwari / Vokasi / Manajemen Informasi & Dokumen / 2013

1. Pendahuluan

Assalammualaikum wr.wb. Salam sejahtera. Mari kita haturkan terima kasih banyak kepada Tuhan Yang Maha Esa
Assalammualaikum wr.wb. Salam sejahtera.
Mari kita haturkan terima kasih banyak kepada Tuhan Yang Maha Esa atas
kehadiratnya pembuatan Laporan Pertanggungjawaban Divisi TPS ini. Laporan ini
dibuat dengan penuh kehati – hatian dan penuh kecermatan yang nantinya juga bisa jadi
gambaran tentang divisi ini untuk di kemudian hari.
Laporan ini juga bisa dijadikan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan untuk
kedepannya. Laporan dibuat dengan atas dasar inisiatif untuk bisa di pergunakan
sebagaimana mestinya tanpa mengurangi esensi dari pembuatan laporan ini, yang
nantinya bisa dipakai untuk pemberlajaran kedepannya, dimana isinya ada catatan
catatan yang bisa di ambil dan dimengerti sebagai mana mestinya.
2. Profil Divisi TPS
Jumlah Staff yang ada di bidang TPS berjumlah 14 orang yang mayoritas adalah
perempuan
a. Kinanti, FE 2014
Kerjanya bagus bisa diandalkan sudah banyak mengerti tentang bagaimana
susahnya dan repotnya berada di bidang ini merelakan banyak waktu
b. Alda, FISIP 2014
Seperti halnya Kinanti Alda pun sama demikian seperti Kinanti loyal, banyak
merelakan waktunya untuk berjaga di TPS FISIP yang notabene orang-orangnya
sulit diatur
c. Nilna, FH 2014
Kerjanya lumayan baik selalu datang saat rapat dan menjadi orang pertama dan
sendiri pada saat menjaga TPS di FISIP hari pertama
d. Irma, Vokasi 2014

Kerjanya lumayan baik membantu pada saat PRA Pemilihan Raya, dan juga melakukan banyak advokasi mengenai peminjaman Meja di Vokasi yang sempat ada masalah.

e. Dimas, FIB 2014

Orangnya sedikit kurang dapat membantu di FIB jarang datang rapat dan sempat membuat repot pada hari ke empat di TPS FIB

54

55

f.

Nisa, Vokasi 2014

Orangnya jarang datang rapat, belum pernah menjaga TPS, sekalipun dijadwalkan tidak bisa

g.

Imam, Vokasi 2013

Cukup bisa diandalkan sering ikut rapat, membantu pada saat PRA Pemilihan Raya, yang membantu advokasi peminjaman besama Irma

Arief, FE 2014

h.

Cukup bisa diandalkan mau kerja keras banyak membantu pada saat Pemilihan Raya dari awal sampai
Cukup bisa diandalkan mau kerja keras banyak membantu pada saat Pemilihan Raya
dari awal sampai akhir
i. Dara, Vokasi 2014
Orangnya tidak pernah datang rapat, jarang menjaga TPS, hanya muncul pada saat
Pemilihan Raya hampir selesai
j. Elisma, FH 2014
Tidak pernah ikut rapat, pernah menjaga TPS, keseluruhan kerjanya baik
k. Yuanita, Vokasi 2013
Kerjanya baik selalu ikut rapat, sering menjaga TPS, keseluruhan kerjanya sangat
baik
l. Merry, FIK 2014: Mengundurkan diri dengan alasan ibunya sakit
m. Tonggo, FH 2013: Tidak ada kabar dan akhirnya dikeluarkan
n. Tias, Vokasi 2014: mengundurkan diri dengan alasan dirinya sendiri
Koordinator lapangan
Winner Nainggolan : PJ TPS Salemba
Wilmi Rizuwari
: PJ TPS Depok
Jadi dari keseluruhan total staff yang ada adalah 12 orang yang menjadi syarat minimal
dan belum juga sesuai dengan pekerjaan yang ada dan di banyak tempat sekaligus
3. Deskripsi Kerja

Tugas :

a. Bertanggung jawab terhadap kelengkapan elemen di setiap TPS

b. Berkoordinasi dengan panitia fakultas mengenai TPS

c. Melakukan pendataan terhadap daftar pemilih di setiap fakultas

56

4. Sistem Pemungutan Suara

Alur Pemungutan Suara Evote

a. Masuk Tempat Pemungutan Suara

b. Menyebutkan NPM

c. NPM diverifikasi Panitia

d.

Alur Pemungutan Suara Konvensional

a. Datang ke TPS

b. Registrasi

c. Pemilih mendapat kertas suara

Ambil token dan masuk bilik

d. Pemilih mencontreng kertas suara e. Login dengan akun SIAK-NG dan token e. Pemilih memasukkan
d. Pemilih mencontreng kertas suara
e. Login dengan akun SIAK-NG dan
token
e. Pemilih memasukkan kertas suara
sesuai kotak suara
f. Mulai untuk memilih kandidat BEM
UI dan DPM UI
f. Pemilih keluar dari lokasi
pemungutan suara
g. Konfirmasi pilihan
h. Keluar dari Tempat Pemungutan
Suara
Kekurangan dan Kelebihan Sistem Konvensional
Kelebihan
Kekurangan
 Tidak menggunakan jaringan
internet
 Memakan banyak biaya
 Jumlah pemilih dapat diketahui
dengan autentikasi tanda tangan dan
marker
 Menyulitkan pada saat
mobilisasi
 Menyisakan banyak surat suara
yang tidak terpakai
 Jarang terjadi kecurangan
 Tidak bersifat computerized
 Banyak kejadian yang
mengakibatkan suara tidak sah
 Mengakomodasi pemilih yang
ditargetkan akan memilih
 Mengikuti kemauan dari tiga
fakultas yang mempunyai budaya
dan kekurangan jaringan internet

57

5. Realisasi dan Evaluasi TPS Depok

TPS FISIP

HARI PERTAMA

Realisasi

TPS mengalami banyak keterlambatan dan FISIP menjadi urutan paling terakhir dari seluruh TPS yang ada yang ditargetkan buka pukul 10.00 menjadi buka pada pukul 11.30. Hal ini banyak yang menjadi kendala dan juga pada saat hari pertama TPS dibuka di tiga titik selasar M, selasar F dan selasar ATM Bersama. Dengan komposisi tiap yang menjaga TPS hanya ada satu orang yang menjaga tanpa adanya pengganti pada saat pembukaan sampai sore hari dikarenakan banyak kegiatan perkuliahan. Adanya TPS di tiga titik mengakibatkan dari mahasiswa yang enggan memilih karena namanya tidak ada di TPS yang bersangkutan melainkan ada di TPS lainnya. Ini yang mengakibatkan banyak suara terpecah dan tidak maksimal.

Evaluasi Lebih menyiapkan dari jauh jauh hari sehingga tidak menimbulkan banyak masalah terutama dari segi
Evaluasi
Lebih menyiapkan dari jauh jauh hari sehingga tidak menimbulkan banyak
masalah terutama dari segi SDM dan peralatan seperti meja dan kursi. Juga keperluan
Transportasi yang memadai untuk kepentingan mobilisasi. Sesuai pemikiran dan
peninjauan dari lokasi tempat yang tepat dan sering dilalui orang yaitu samping
Musholla FISIP yang mengarah ke gedung M dekat dengan TAKOR Baru.
HARI KEDUA
Realisasi
TPS menjadi satu titik yaitu di samping musholla masih berada di selasar ATM
Bersama pemusatan dari satu TPS untuk mencegah dari tidak optimalnya suara masuk
dan meperkecil dari kebutuhan SDM yang banyak di hari kedua tidak ada masalah yang
berarti tetapi adanya penurunan dari jumlah pemilih.
Evaluasi
Sudah dilakukannya banyak penyebaran informasi bahwa pemura sudah mulai
hal yang dipikirkan adalah media berbentuk apa yang baik untuk menyaring suara lebih
banyak lagi. Sejauh ini tidak ada masalah yang berarti

HARI KETIGA

Realisasi

Adanya berita tentang SK DPM No. 9 tentang Pemberhentian Ketua Pemira tidak mengakibatkan staff TPS yang terpengaruh. Memang, banyak yang tadinya sudah dijadwalkan menjaga TPS seketika berubah komposisinya akibat dari pemberhentian itu, ada sedikit gangguan di FISIP mulai dari ancaman- ancaman akan ada pembubaran

58

untuk TPS di FISIP oleh sekumpulan orang dan slogan „memilih untuk tidak memilih‟ adanya coretan seperti itu di bilik TPS tapi cepat teratasi, dan juga ada staff dari divisi lain yang terpengaruh dan meninggalkan TPS dan pada akhirnya juga kembali lagi pada saat TPS akan tutup, di hari ketiga ini juga sudah mulai didistribusikan mengenai flyer pemungutan suara

Evaluasi

Berdasarkan kondisi diatas TPS dalam keadaan genting dan tidak aman sehingga harus adanya pengamanan khusus
Berdasarkan kondisi diatas TPS dalam keadaan genting dan tidak aman sehingga
harus adanya pengamanan khusus dari pihak lain sebagai pengaman dari kegiatan
Pemura ini
HARI KEEMPAT
Realisasi
TPS berjalan lancar tidak ada tekendala hanya saja SDM ada sedikit kekurangan
pada saat hari keempat ini banyak informasi juga tersebar dari flyer yang disebarkan
pada hari ketiga kemarin
Evaluasi
SDM perlu ditambah untuk hari berikutnya untuk mengindari tidak adanya
pergantian dari penjaga TPS
HARI KELIMA
Realisasi
Pada hari terakhir di FISIP ada terkendala mengenai SDM yang tiba tiba tidak
bisa menjaga dan TPS harus berjalan dengan satu orang pada saat pagi hari dan
ditemukan coretan dan gambar gambar pada bilik suara tetapi hal itu tidak menjadi
halangan yang berarti.
Evaluasi
Lebih ditingkatkan lagi mengenai SDM karena sangat banyak yang dibutuhkan
dalam menjalankan TPS secara serentak

59

TPS FIB Gedung IX

HARI PERTAMA

Realisasi

Seperti sudah dijelaskan di atas FIB menjadi urutan ke dua dalam pembukaan TPS yaitu buka pukul 11.00 tidak ada tekendala mengenai SDM di FIB hanya saja Pihak dari TS Calon meminta untuk memfotokopi semua dari daftar DPT yang ada itu yang mengakibatkan dari TPS sedikit terganggu.

Evaluasi Lebih dipersiapkan dengan baik sampai hal terkecil dari mulai perlengkapan sampai kepada kelengkapan berkas
Evaluasi
Lebih dipersiapkan dengan baik sampai hal terkecil dari mulai perlengkapan
sampai kepada kelengkapan berkas
HARI KEDUA
Realisasi
TPS berjalan lancar hanya saja ada Calon DPM (Bambang) yang mencoba
mengajak untuk memilih dan tidak dalam batas steril.
Evaluasi
Penjaga TPS lebih memperhatikan untuk mengingatkan calon dengan tegas dan
tidak perlu segan segan untuk mengusir jika dirasa perlu.
HARI KETIGA
Realisasi
TPS dipindah ke Kansas karena pada saat itu TPS dipakai untuk dies natalis dari
FIB sendiri, sejauh ini tidak ada masalah yang berarti hanya saja SDM sedikit mulai
kekurangan pada pagi hari hanya satu orang yang menjaga di TPS FIB.
Evaluasi
Cepat melakukan tindakan apa pun yang bisa diminimalisir untuk mencegah dari
berkurangnya suara walaupun pilihan dari keputusan itu kurang familiar
HARI KEEMPAT

Realisasi

TPS masih berada di Kansas. SDM hanya satu orang pada pembukaan dan pada siang hari dikabarkan bahwa atap dari Kansas bocor tetapi hal ini tidak menjadi masalah yang berarti hanya saja adanya penurunan dari jumlah pemilih

60

Evaluasi

Berdasarkan dua hari kebelakang walaupun tempat sudah memungkinkan untuk menjaring suara lebih banyak justru mengakibatkan suara yang masuk justru berkurang maka harus dipikirkan lebih matang untuk hal pemilihan lokasi yang strategis di FIB ini

HARI KELIMA

Realisasi

TPS di FIB kembali ke Gedung IX karena acara dies natalis sudah berakhir. Lagi lagi
TPS di FIB kembali ke Gedung IX karena acara dies natalis sudah berakhir. Lagi
lagi masalah SDM yang menjadi faktor utama ada hal yang cukup membuat panik yaitu
salah satu dari staff TPS mempersilahkan duduk calon berada di kawasan TPS
Evaluasi
Lebih memperhatikan hal kecil dari itu karena semuanya sudah ada dari SOP
mengenai pelaksanaan TPS itu sendiri
TPS Vokasi Lobby VB
HARI PERTAMA
Realisasi
Vokasi menjadi urutan pertama dalam membuka TPS kurang lebih pukul 10
hanya saja ada masalah peminjaman Meja karena ada permasalahan kepada bidang
peralatan mengenai pada saat Kampanye di Vokasi tetapi hal itu sudah bisa di atasi oleh
staff TPS. Ada masalah yang cukup membuat dirasa TPS tidak maksimal yaitu penjaga
TPS tidak menanyakan mengenai prihal KTM atau print Siak-Ng untuk verifikasi dari
pemilih
Evaluasi
Lebih ditekankan kembali mengenai standar SOP pada saat pemura agar tidak
adanya kesalahan atau keraguan dari pemilih
HARI KEDUA
Realisasi

Tidak ada hambatan yang berarti di Vokasi dan tidak ada catatan-catatan khusus tetapi ada penurunan jumlah pemilih akibat pemberlakuan verifikasi data dari SOP itu sendiri (cek KTM).

Evaluasi

Lebih mengedukasi kepada pemilih untuk bagaimana pentingnya validasi data bukan berarti itu adalah hambatan tetapi itu semata-mata untuk memastikan kebenaran dari identitas pemilih yang bersangkutan

61

HARI KETIGA

Tidak ada masalah yang berarti akibat dari pemberhentian ketua Pemira dan TPS berjalan lancar hanya saja TPS sepi dari pemilih

Evaluasi

Penjaga TPS lebih komunikatif mengajak pemilih untuk memilih

HARI KEEMPAT Realisasi Ada permasalahan SDM pada pagi hari karena tidak adanya yang bisa menjaga
HARI KEEMPAT
Realisasi
Ada permasalahan SDM pada pagi hari karena tidak adanya yang bisa menjaga
pada pagi hari tetapi hal ini bisa teratasi
Evaluasi
Lebih memperhatikan dari jumlah SDM yang ada dan memastikan kepastian
dari penjaga TPS yang bersangkutan
HARI KELIMA
Realisasi
Tidak ada permasalahan yang berarti hanya saja pemilih sepi pada hari itu
cenderung tidak mau memilih tetapi pada sore hari calon dari BEM datang dan berada
di kawasan TPS mengajak dari massa untuk memilih
Evaluasi
Sudah diingatkan kepada penjaga TPS untuk meberitahukan kepada calon untuk
mengindar tetapi tetap tidak dijalankan dan terkesan kaku
EVALUASI KESELURUHAN

Permasalahan Transportasi untuk mobilisasi kotak suara menjadi hambatan jika di kemudian hari tidak dibenahi, juga permasalahan SDM karena TPS dilaksanakan di banyak tempat dengan waktu yang bersamaan maka harus dipikirkan secara benar benar untuk menghindari permasalahan-permasalahan yang ada. Untuk mengenai pemberhentian ketua Pemira tidak ada banyak masalah yang berarti hanya saja pemilih menanyakan hal tersebut tetapi kami bisa menjawab dengan apa yang sudah di putuskan DPM UI.

62

6. Realisasi dan Evaluasi TPS Salemba

TPS Pertigaan Forensik

HARI PERTAMA

Realisasi

Permulaan pemungutan suara di pertigaan ini diawali dengan pembukaan TPS yang terlambat karena mobilisasi logsitik dan perlengkapan dari depok ke salemba kurang efektif dan efesien. TPS di Pascasarjana juga mengalami kendala karena tidak ada pemilih yang ada di TPS tersebut. Namun pada TPS pertigaan Forensik sendiri banyak peminat pemilih yang berpartipasi dalam pemungutan suara.

Evaluasi Mobilisasi yang dilakukan harus dengan penuh perhatian, yaitu melakukan mobilisasi pada waktu yang telah
Evaluasi
Mobilisasi yang dilakukan harus dengan penuh perhatian, yaitu melakukan
mobilisasi pada waktu yang telah ditentukan. Agar pemilih tidak perlu meunggu lama
sampai TPS dibuka.
HARI KEDUA
Realisasi
Cukup lebih baik dibandingkan dengan hari pertama, karena kotak suara sudah
ada di ruangan BPM FK UI salemba sehingga memudah mobilisasi perlatan dan
perlengkapan TPS. Namun publikasi yang ada di salemba belum banyak diketahui oleh
mahasiswa FK UI salemba sehingga mereka yang ingin memilih belum tau dimana
tempat harus memilih.
Evaluasi
Supaya panitia pemira lebih persuasuif ketika mengajak mahasiswa FK UI
salemba untuk memilih.
HARI KETIGA
Realisasi

Kinerja yang dilakukan belum maksimal. Ini dikarenakan divisi TPS mengalami kekurangan SDM pada saat hari itu

Evaluasi

Harus ditambahnya Sumber Daya Manusia pada saat melaksanakan Pemungutan Suara karena jika kekuran Sumber Daya Manusia TPS lain yang akan dibuka mengalami hambatan.

HARI KEEMPAT

63

Realisasi

TPS pada hari ini dilaksanakan dengan cukup baik. Terjadi Perpindahan TPS dari forensik ke masjid dan kantin-kantin yang ada di UI salemba.

Evaluasi

sehingga

pekerjaan panitia pemungutan suara lebih maksimal lagi.

Pemberdayaan

Sumber

Daya

Manusia

yang

lebih

banyak

lagi,

HARI KELIMA Realisasi Pemungutan suara terakhir banyak mahasiswa FK UI Salemba yang melewati TPS ini,
HARI KELIMA
Realisasi
Pemungutan suara terakhir banyak mahasiswa FK UI Salemba yang melewati
TPS ini, tetapi kebanyakan adalah mahasiswa yang sudah memilih pada saat hari
sebelumnya. Moving (Perpindahan) dilaksanakan di masjid, kantin, kampus
Pascasarjana Salemba. Ini dilakukan karena melihat pemilih yang ada di salemba belum
sebanding dengan jumlah mahasiswa FK yang ada di Salemba. Mobilisasi peralatan dan
perlengkapan TPS ke UI Depok dengan menggunakan taksi sehingga mengeluarkan
dana yang cukup banyak untuk anggaran trasportasi.
Evaluasi
Publikasi
kepada
mahasiswa
lebih
jelas
dan
persuasif
atau
meningkatkan
pemberitahuan setiap TPS kepada mahasiswa FK UI Salemba secara personal.
TPS Kamar Koas
HARI PERTAMA
Realisasi
Sama halnya dengan TPS yang di pertigaan forensik, TPS ini mengalami
kendala ketika melakukan pembukaan berita acara dikarenakan terjadinya
keterlambatan pengantaran perlengkapan dan peralatan pemungutan suara dari Depok
ke Salemba. Peminat pemilih yang ada dikamar koas ini banyak sekali karena banyak
mahasiswa yang selesai istirahat dapat langsung berpartisipasi pada TPS yang sudah ada
di depan Kamar Koas itu sendiri.
Evaluasi

Agar mobilisasi yang dilakukan lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Supaya tidak menghambat pembukaan berita acara pemungutan suara.

HARI KEDUA

Realisasi

Pembukaan TPS cukup baik dilaksakan dan sudah lebih efisien karena peralatan dan perlengkapan TPS sudah di simpan di BPM FK UI Salemba sehingga tidak

64

memakan waktu yang banyak intuk menyiapkan TPS di tempat Kamar Koas. Pada hari kedua ini cukup banyak mahasiswa yang ikut berpatisipasi dalam pemungutan suara.

Evaluasi

Karena banyak sekali stase yang ada di FK UI Salemba sehingga membingungkan panitia untuk membedakan setiap peminatan yang dimiliki oleh mahasiswa klinik (tahun 4 & 5) FK UI Salemba.

HARI KETIGA Realisasi Mengalami kendala kekurangan Sumber Daya Manusia yang menimbulkan ketidakefisienan kinerja
HARI KETIGA
Realisasi
Mengalami kendala kekurangan Sumber Daya Manusia yang menimbulkan
ketidakefisienan kinerja Pemungutan Suara.
Evaluasi
Mendatangkan lebih banyak lagi SDM yang dibutuhkan ke UI salemba agar
tidak repot untuk mengurusi segala pekerja teknis di TPS itu sendiri.
HARI KEEMPAT
Realisasi
Hanya sedikit pemilih karena sudah banyak mahasiswa yang memilih pada hari
sebelumnya.
Evaluasi
Perlu melakukan Persuasif yang lebih mendekati dan personal kepada masing-
masing mahasiswa yang ada di UI Salemba
HARI KELIMA
Realisasi
Tidak banyak mahasiswa yang ikut berpartisipasi namun sudah sebanding
dengan jumlah mahasiswa FK UI yang ada di Salemba. Karena hari terakhir dilakukan
moving (perpindahan) Tempat Pemungutan Suara ke titik poin seperti Pertigaan
Forensik, Kantin dan Masjid.

Evaluasi

Mengingatkan kepada setiap ketua stase agar semua mahasiswa dimasing- masing jurusan ikut berpatisipasi dalam pemungutan suara.

65

EVALUASI KESELURUHAN

Memikirkan bagaimana agar dikemudian hari mobilisasi Peralatan dan Perlengkapan barang-barang TPS tidak terjadi keterlambatan dari UI Depok ke UI Salemba. Mengantisipasi bagaimana caranya agar tidak terhambat jika terjadi hujan.

Mahasiswa FK UI Salemba memiliki banyak stase (peminatan) yang menyulitkan panitia dalam hal membedakan setiap peminatan, belum lagi tempat mereka yang berbeda-beda dan begitu jauh dari titik poin Tempat Pemungutan Suara sehingga membuat panitia pemungutan suara untuk memaksimalkan moving (perpindahan) ke titik poin yang lain.

Publikasi kepada setiap stase dibuat lebih jelas agar banyak mahasiswa FK UI salemba yang tau
Publikasi kepada setiap stase dibuat lebih jelas agar banyak mahasiswa FK UI
salemba yang tau dimana letak TPS yang dibuat.
7.
Penutup
Mengucap syukur pada segenap jajaran Panitia pemira yang sudah membantu
terselenggaranya pemungutan suara dari tanggal 1 – 5 Desember 2014, terkhusus
kepada teman-teman staf panitia TPS (14 orang) dan Wilmi Rizuwari (Wakil
Penanggung Jawab) saya yang sudah berjerih payah dengan segala usaha dan waktunya
membantu jalannya pemungutan suara ini.
Biarlah Laporan Pertanggungan jawaban ini dapat digunakan sebagai contoh dan
evaluasi untuk Pemira yang selanjutnya.
Akhir kata mengucap syukur atas selesainya LPJ ini jika ada kekurangan atau salah
penulisan mohon maaf dan mohon saran dan kritik jika ada yang perlu diperbaiki.
Salam Kami Panitia TPS Pemira IKM UI 2014.
Kontak
Winner 081990835305
Wilmi 08388106389

Laporan Pertanggungjawaban

KOORDINATOR BIDANG III

(HUMAS DAN PUBLIKASI & DESAIN, MULTIMEDIA, DOKUMENTASI, DAN PRODUKSI)

Dana Carera / FPSI / Psikologi / 2012

I. Pendahuluan

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala rahmat dan Hidayah-nya sehingga saya dapat
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala rahmat dan
Hidayah-nya sehingga saya dapat memenuhi tugas dalam kepanitiaan PEMIRA IKM UI
2014 ini. Telah hampir satu tahun sejak kami mempersiapkan kepanitiaan ini, mulai dari
nol dan mulai dari sedikit orang hingga akhirnya kepanitiaan ini tumbuh menjadi
keluarga yang begitu besar. Kepanitiaan ini memberi saya banyak pelajaran. Bersama
dengan orang-orang yang telah saya anggap sebagai keluarga kami mencoba
merealisasikan kepanitiaan yang baik dengan cita-cita menciptakan UI yang lebih baik.
Semoga satu langkah kecil ini bisa menjadi manfaat bagi UI dan bagi diri kita sendiri.
Sekarang saatnya saya memberikan bentuk tanggung jawab terakhir saya kepada
kepanitiaan ini.
II.
Deskripsi Kerja
a)
Supervisi kedua bidang dibawahnya yakni HPM serta desmul & dokpro
b)
Mengontrol managerial hal teknis dan mengoordinasikan dua bidang yang
dibawahinya, yaitu Humas Publikasi & Media partner, serta Desmul & Dokpro.
III.
Realisasi dan Evaluasi Kerja
a)
Untuk poin pertama kurang dapat dilakukan karena PJ Desmul & Dokpro yang sulit
dihubungi. Saya mencoba untuk tetap in touch dengan kedua bidang meskipun pada
akhirnya tetap sulit untuk menjembatani kedua bidang tersebut sehingga koordinasi
saya lakukan terpisah. Banyak kekurangan di divisi HPM yang terjadi akibat
kurangnya koordinasi dengan divisi Desmul & Dokpro.
b)
Terkait poin kedua, karena kurangnya koordinasi dengan kedua divisi sehingga
saya banyak turun untuk mengerjakan hal-hal detail yang tidak seharusnya saya
kerjakan. Pembagian Job Description yang kurang jelas di awal membuat banyak
terjadi miss communication yang menyebabkan kedua divisi di bawah saya sering
kesulitan.

Evaluasi

Evaluasi Kerja

Penjaringan staf yang cukup ketat di awal sudah cukup baik karena orang-orang terbaiklah yang akhirnya masuk dalam kepanitiaan ini. Namun, dalam perjalanannya banyak sekali panitia (baik BPH maupun staff) yang akhirnya tidak dapat melakukan tugasnya. Ketika mulai masa kampanye, saya mulai merasakan dampak kurangnya staf

66

67

yang ada sehingga baik saya maupun SDM dari divisi HPM dan Desmul & Dokpro banyak dimintai bantuan untuk bidang lain, dimana hal tersebut membuat pekerjaan mereka pada divisinya sendiri terganggu. Di sisi lain, divisi HPM dan Desmul & Dokpro juga mengalami kekurangan staff karena banyak staff yang mundur atau tidak bisa dihubungi. Dalam kasus Desmul & Dokpro hanya dua dari lima orang staff yang pernah hadir bertugas.

Meskipun kekurangan staff, divisi HPM mampu untuk mengcover kekurangannya dengan berusaha maksimal di media sosial. Namun untuk publikasi luar ruangan seperti baliho dan poster masih kurang dikerjakan. Untuk hal pemasangan publikasi luar ruangan sendiri lebih banyak dikerjakan oleh SDM dari bidang lain. Tugas dari divisi HPM saya rasa sudah cukup baik dikerjakan meskipun kami tidak dapat bertugas di akhir-akhir masa kepanitiaan karena beberapa hal teknis.

Sedangkan divisi Desmul & Dokpro sendiri sejak awal sudah mengalami kesulitan mendapatkan SDM, karena pada
Sedangkan divisi Desmul & Dokpro sendiri sejak awal sudah mengalami kesulitan
mendapatkan SDM, karena pada divisi ini dibutuhkan orang dengan kemampuan desain
yang baik. Sejak awal mencari PJ & WaPJ untuk divisi ini sudah amat sulit. Sebelum
BPH Desmul & Dokpro terbentuk seperti sekarang, kami mengalami berulang kali
pergantian dan kekosongan SDM. PJ divisi ini sendiri baru terpilih ketika masa
wawancara sudah dimulai. Sebelumnya desain dikerjakan oleh sahabat kami yang baik
hati Nafi Al Kautsar (MID 2013) dan Atri Atikah (Arsitektur Interior 2012). Pada masa
wawancara, divisi ini termasuk divisi yang peminatnya paling sedikit. Kebanyakan
pendaftar pada divisi ini lebih spesifik menguasai bidang fotografi dan tidak bisa
membuat desain. Hingga akhirnya terpilih, SDM yang bisa membuat desain hanya PJ
dan salah seorang staff yang akhirnya juga tidak dapat dihubungi. Pengerjaan desain
sendiri mengalami banyak kesulitan karena kurangnya SDM dan tidak adanya konsep
yang diberikan sejak awal. Dokumentasi sendiri berjalan dengan cukup baik meskipun
hanya dua orang staff yang pernah bertugas selama kepanitiaan berjalan.
Evaluasi Bidang
Saya sangat mengapresiasi kedua divisi yang bekerja bersama saya ini. Meskipun
dengan segala kekurangannya saya bersyukur bahwa kami yang bekerja di bidang III ini
bisa terus berkontribusi hingga akhir. Kontribusi mereka luar biasa.

Untuk HPM, memiliki tiga orang WaPJ terbukti sangat membantu dalam pelaksanaan kerja. Namun karena hal itu juga kinerja PJ menjadi tidak terlihat. Perlu diperhatikan juga kondisi staff sehingga dengan staff yang banyak BPH atau PI tidak perlu lagi turun langsung mengerjakan hal-hal yang harusnya dapat dikerjakan staff. Terkait kurangnya publikasi luar ruangan yang tahun ini kurang terlihat, disebabkan karena urusan perijinan peminjaman tempat baliho. Saran untuk kepanitiaan ke depan, segera pinjam tempat untuk baliho segera setelah kepanitiaan terbentuk, karena ini adalah hal yang sangat esensial untuk bagian publikasi. Sedangkan untuk publikasi media sosial saya anggap sudah cukup baik karena sudah cukup militan meskipun kebanyakan yang bertugas adalah saya dan BPH. Untuk bagian humas sendiri saya merasa sudah cukup baik di awal, namun di akhir kepanitiaan baik staff dan WaPJ tidak bisa dihubungi sehingga saya harus turun untuk masalah humas. Media partner

68

sebenarnya sudah direncanakan dengan baik di awal namun pelaksanaannya kurang dipantau dan cenderung diabaikan.

Divisi Desmul & Dokpro kurang mampu menjalankan tugasnya sebagai suatu divisi. Karena hanya beberapa orang saja yang benar-benar bekerja. Urusan desain sepenuhnya dipegang oleh PJ dibantu oleh Koorbid IV, karena saya tidak bisa mendesain. Dan ketika keduanya tidak ada, tidak ada lagi yang bisa membuat desain. Tidak adanya konsep yang jelas sebagai acuan desain membuat desain yang dibuat terlihat tidak senada. Meskipun begitu kemampuan PJ dalam membuat desain saya rasa sangat baik. Namun kondisi PJ yang sibuk dengan kegiatan lain membuat saya sangat kesulitan untuk menghubunginya. Sementara pada bidang dokumentasi dipegang oleh PJ dan dua orang staff yang setia membantu. Meskipun sering tidak datang dalam rangkaian acara PEMIRA, namun bagian dokumentasi masih mampu saya pegang. Pada bidang produksi, awalnya dilakukan di berbagai tempat dan kebanyakan dilakukan oleh PJ dan orang selain divisi bersangkutan. Kekurangan dana menjadi hambatan utama dalam hal produksi. Akhirnya masalah ini mampu diatasi dengan bekerja sama dengan salah satu percetakan.

IV. Penutup Terimakasih banyak saya ucapkan pada semua pihak yang sudah berpartisipasi dalam kepanitiaan ini.
IV. Penutup
Terimakasih banyak saya ucapkan pada semua pihak yang sudah berpartisipasi
dalam kepanitiaan ini. Terutama orang-orang pada bidang III yang sampai akhir
mencurahkan dirinya dengan sepenuh hati untuk mensukseskan kepanitiaan ini. Sampai
akhir saya menganggap kalian semua adalah keluarga yang punya cita-cita satu
membuat UI yang lebih baik. Mohon dimaafkan jika dalam menjalankan amanah dan
membuat LPJ ini saya banyak melakukan kesalahan. Atas semua yang terjadi semoga
tidak menjadikan kita jauh karena sejak awal kita adalah satu, bukan? Semoga selepas
kepanitiaan ini cita-cita kita bersama dapat tercapai. Sukses selalu.
Sekian.
V.
Lampiran
Berikut saya lampirkan beberapa bentuk desain dari kepanitiaan PEMIRA IKM UI
2014:

69

1. Maskot & logo PEMIRA IKM UI 2014

2. Maskot Fakultas
2. Maskot Fakultas

70

3. Oprec Staff

70 3. Oprec Staff

71

4. Grand Launching

71 4. Grand Launching

72

5. Pendaftaran Kandidat

6. Grand Opening Kampanye
6. Grand Opening Kampanye

73

7. Jadwal Kampanye

8. Pengenalan Kandidat
8. Pengenalan Kandidat

74

9. Alur Evote & Konvensional

10. Ajakan memilih
10. Ajakan memilih

Laporan Pertanggungjawaban

PENANGGUNG JAWAB DIVISI HUMAS & PUBLIKASI

Yosaphat Mark Susanto Ramba / Fasilkom / Ilmu Komputer / 2013 Vita Muflihah Fitriyani / FIB / Studi Jawa / 2013 Firda Amalia Afrah / FMIPA / Kimia / 2013

Yosa tidak mengundurkan diri dari kepanitiaan Panitia Pemira UI namun tidak mengerjakan LPj karena alasan
Yosa tidak mengundurkan diri dari kepanitiaan Panitia Pemira UI namun tidak mengerjakan LPj
karena alasan bingung, malas, dan alasan tidak jelas lainnya.
Jika ada pertanyaan seputar Humas & Publikasi Pemira UI, dapat menghubungi Yosa di nomor
083894988477

75

Laporan Pertanggungjawaban PENANGGUNG JAWAB DIVISI DESAIN, MULTIMEDIA, DOKUMENTASI DAN PRODUKSI

Lukman Hakim / FIB / Ilmu Sejarah / 2012

Berhubung laptop lukman yang rusak dan hilang, dan juga sulit dihubungi, Lukman tidak mengerjakan LPj.

Jika ada pertanyaan seputar Desmul Dokpro Pemira UI, dapat menghubungi Lukman di nomor 085643989124
Jika ada pertanyaan seputar Desmul Dokpro Pemira UI, dapat menghubungi Lukman di nomor
085643989124

76

Laporan Pertanggungjawaban

KOORDINATOR BIDANG IV (LOGISTIK & PSDM)

Fakhri Fadhil / FEB / Ilmu Ekonomi / 2013

Karena permasalahan pemberhentian tetap Laeli sebagai ketua, Fadhil mengundurkan diri dari kepanitiaan Pemira UI sehingga tidak mengerjakan LPj. Fadhil dapat dihubungi di nomor

08992647309
08992647309

77

Laporan Pertanggungjawaban

PENANGGUNG JAWAB DIVISI LOGISTIK

Arya Putra Nugraha / FH / Ilmu Hukum / 2013 Abdurachman Ramadhan / FH / Ilmu Hukum / 2013

1. Pendahuluan Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas karunia-Nya pembuatan Laporan Pertanggungjawaban Panitia Pemira IKM UI Bidang Logistik dapat terselesaikan dengan baik. Laporan pertanggungjawaban ini dibuat sebagai bentuk evaluasi serta pertanggungjawaban atas kinerja bidang Logistik kepada publik UI. Oleh karena itu, dengan adanya laporan pertanggungjawaban diharapkan dapat terjadi pewarisan ilmu dan informasi yang lebih menyeluruh, pembelajaran untuk masa depan serta terciptanya sistem pengadministrasian yang baik kepada para penerus di pihak masing-masing.

2. Profil Divisi Logistik PJ Logistik Wa PJ Logistik : Nama : Arya Putra Nugraha
2. Profil Divisi Logistik
PJ Logistik
Wa PJ Logistik :
Nama
: Arya Putra Nugraha
: Hukum
: 2013
Nama
Fakultas
Fakultas
: Abdurrachman Ramadhan
: Hukum
Angkatan
Angkatan: 2013
Staf Logistik :
1. Nama
: Iyet Putri
4. Nama
: Shoffiyah Muthmainnah
Fakultas : Program Vokasi
Fakultas : Program Vokasi
Jurusan
: Perumahsakitan
Jurusan
: Perumahsakitan
Angkatan: 2014
Angkatan: 2014
2. Nama
: Ayu Anggini K
5. Nama
: Elisabeth Siahaan
Fakultas : Program Vokasi
Fakultas : Program Vokasi
Jurusan
: Perumahsakitan
Jurusan
: Akuntansi
Angkatan: 2014
Angkatan: 2014
3. Nama
: Dani Bella Tanggalo
6. Nama
: Faizal N.F
Fakultas : Program Vokasi
Fakultas : Program Vokasi
Jurusan
: Perumahsakitan
Jurusan
: Perumahsakitan
Angkatan: 2014
Angkatan: 2014

7.

Nama

Fakultas : Teknik

Jurusan

Angkatan: 2012

: Eja Firmansyah

: Teknik Elektro

78

79

3. Deskripsi Kerja

a. Tugas PJ Logistik

1. Bertanggung jawab terhadap seluruh peralatan dalam setiap rangkaian acara

Pemira.

2. Berkordinasi dengan supervisor Logistik mengenai peralatan.

3. Memastikan tersedianya seluruh peralatan dan perlengkapan dalam seluruh rangkaian acara Pemira.

4. Berkordinasi dengan Bendahara umum mengenai seluruh peralatan dan perlengkapan yang akan dibutuhkan.

b. Wewenang PJ Logistik Sebagai orang yang memerintahkan staff untuk menjalankan tugasnya c. Tugas WaPJ
b. Wewenang PJ Logistik
Sebagai orang yang memerintahkan staff untuk menjalankan tugasnya
c. Tugas WaPJ Logistik
Membantu, mengkoordinasi, dan menggantikan tugas PJ
d. Wewenang Wa PJ Logistik
Memberikan kritik, saran dan masukan pada PJ
e. Tugas Staf Logistik
Melaksanakan perintah PJ
f. Wewenang Staf Logistik
Mendapatkan lindungan dari PJ dari segala permasalahan yang terjadi saat kegiatan Pemira
berlangsung.
4. Realisasi dan Evaluasi
A. Pra Pemira
 Recruitment Staff
Recruitment staff dilakukan untuk menjaring mahasiswa yang berkomitmen
menjadi panitia Pemira IKM UI 2014 bidang Logistik. Recruitment staff dilakukan
selama dua kali. Kemudian dilakukan wawancara secara rigid oleh PJ Bidang Logistik
untuk menjaring SDM yang berkompeten, mempunyai komitmen, mampu berada di
bawah tekanan, dan cekatan.
Realisasi : Wawancara dilakukan secara 4 mata, bertempat di perpustakaan UI.
Evaluasi : peminat yang sedikit membuat agak sedikit kesulitan dalam proses
wawancara dan seleksi.
 Penyusunan Rancangan Kerja

Pada masa ini panitia pemira UI Bidang Logistik akan menyusun beberapa rancangan kerja dalam pelaksanaan PEMIRA IKM UI 2014, antara lain :

1. Grand Launching Pemira

Grand launching dilaksanakan sebagai bentuk pengenalan dan pembukaan secara resmi kegiatan Pemira, serta secara khusus menandai dibukanya pendaftaran untuk calon kandidat ketua dan wakil ketua BEM UI, anggota independen DPM UI dan MWA

80

UI UM. Tugas dalam Bidang Logistik adalah menyiapkan segala perlengkapan, transportasi, dan konsumsi. Realisasi : menyiapkan segala perlengkapan, transportasi, dan konsumsi serta membantu panitia divisi lain dalam pemasangan atribut. Evaluasi : PJ dan Wa PJ Logistik yang kesulitan dalam membagi tugas, dan staff yang kurang koordinasi dengan PJ.

2. Pemira IKM UI Summit 2014

Pemira summit bertujuan untuk membahas dan mengkaji hal-hal yang berhubungan dengan Pemira dari berbagai fakultas,
Pemira summit bertujuan untuk membahas dan mengkaji hal-hal yang
berhubungan dengan Pemira dari berbagai fakultas, serta menetapkan hal-hal yang
berkaitan dengan Pemira UI yang telah dibahas di Pemira summit sebagai keputusan
bersama dan dipublikasikan ke khalayak. Tugas dalam Bidang Logistik adalah
menyiapkan segala perlengkapan, transportasi, dan konsumsi.
Realisasi : menyiapkan perlengkapan dan konsumsi.
Evaluasi : PJ dan Wa PJ Logistik yang tidak dapat hadir karena alasan tertentu
begitupula dengan staff yang hanya 2 orang yang hadir.
3. Sidang Verifikasi
Sidang penetapan hasil verifikasi yang dilakukan panitia berupa pemeriksaan dan
penelitian berkas yang sesuai atau tidak sesuai dengan persyaratan yang di tentukan
oleh panitia. Kemudian pembacaan putusan peserta yang lolos ataupun yang tidak lolos
verifikasi. Tugas dalam Bidang Logistik adalah menyiapkan palu sidang, karpet, kabel
roll, dll.
Realisasi : menyiapkan palu sidang, karpet, kabel roll, dll.
Evaluasi : PJ dan Wa PJ beserta Staff Logistik yang terlambat datang karena
alasan tertentu.
4. Kampanye
a. Grand Opening Kampanye
Grand opening kampanye sebagai penanda akan dimulainya masa kampanye
kandidat. Grand opening kampanye dilakukan dengan mengelilingi fakultas di UI
Depok dan Salemba.
Panitia melakukan arak-arakan peserta pemira menggunakan sepeda kuning dan
menggunakan topeng bericon Pemira diiringi tanjidor kemudian mengelilingi fakultas
di UI Depok . Kandidat berorasi ke tiap fakultas untuk memperkenalkan diri. Saat

grand opening, kandidat beserta tim suksesnya dipersilahkan membagikan atribut

kampanye yang telah disahkan panitia pemira sebelumnya.

UI

UI-FPsiko-FH-Fasilkom-RIK-FKM-Fmipa-

Alur

Farmasi-Vokasi-FT-FE-FIB-Fisip.

UI Salemba

Depok

perjalanan

UI

Depok

:

Stasiun

Kegiatan

:1. Orasi Visi Misi kandidat dan pengenalan kandidat ke tiap fakultas 2. Pemasangan spanduk Pemira di tiap fakultas

81

Tugas Bidang Logistik antara lain yaitu menyiapkan peralatan berupa sound, mic, toa, HT, genset, dll., Transportasi yaitu Mobil Pick up., dan konsumsi. Realisasi : menyiapkan peralatan berupa sound, mic, toa, HT, genset, dll., Transportasi yaitu Mobil Pick up., dan konsumsi seperti roti 100 buah dan aqua gelas 5 dus.

Evaluasi : PJ dan Wa PJ beserta Staff Logistik yang terlambat datang karena alasan tertentu.

b. Penuansaan Roadshow

Sebelum melakukan roadshow fakultas panitia melakukan penuansaan sebelum roadshow disetiap fakultas. Tugas Bidang
Sebelum melakukan roadshow fakultas panitia melakukan penuansaan sebelum
roadshow disetiap fakultas. Tugas Bidang Logistik yaitu, memasang Baliho, stand
banner Pemira IKM UI, menyiapkan sound, mic, kabel roll, konsumsi snack untuk
panelis dan moderator.
Realisasi : memasang Baliho, stand banner Pemira IKM UI, menyiapkan sound,
mic, kabel roll, konsumsi snack untuk panelis dan moderator.
Evaluasi : PJ dan Wa PJ beserta Staff Logistik yang terlambat datang karena
alasan tertentu, kurangnya koordinasi dengan divisi lain, peralatan yang dibutuhkan
sering tidak ada, dan bendahara yang telat dalam memberikan dana menghambat tugas
Logistik sehingga membuat PJ, Wa PJ, dan Staff Logistik mengeluarkan dana pribadi
mereka bahkan meminjam dana dari Wa PO.
5. Pelatihan E-Vote kepada Panitia Fakultas
Dalam menyukseskan acara tersebut, panitia bidang logistik memiliki tugas
menyiapkan segala peralatan yang dibutuhkan, seperti proyektor, meja, karpet.
Realisasi : menyiapkan proyektor, meja, karpet
Evaluasi kesulitan untuk mencari proyektor sehingga harus menyewa di Idris
Sukses.
6. Pemungutan Suara

Untuk menyukseskan acara tersebut, maka Panitia Logistik memiliki tugas menyiapkan bilik suara, laptop, meja, dan kursi di setiap fakultas dengan sistem pemungutan konvensional. Realisasi : menyiapkan bilik suara, laptop, meja, dan kursi di setiap fakultas sistem konvensional, jaga stand di FIB, FKG Salemba, FISIP, dan Vokasi. Evaluasi : PJ dan Wa PJ beserta Staff Logistik banyak yang tidak dapat menjalankan tugasnya, karena ada ujian, masalah internal Pemira IKM UI, dan alasan lainnya.

82

PascaPemira

1. Perhitungan Suara & Penetapan Hasil Pemira

Dalam menyukseskan acara tersebut, panitia bidang Logistik memiliki tugas yaitu menyiapkan segala perlengkapan dan peralatan, seperti papan tulis, spidol, Alat Tulis, Meja, Sound, Mic, Proyektor, dll. Dan Konsumsi berupa Snack dan aqua gelas.

Realisasi : Bidang Logistik kurang berpartisipasi Evaluasi : PJ dan Wa PJ beserta Staff Logistik
Realisasi : Bidang Logistik kurang berpartisipasi
Evaluasi : PJ dan Wa PJ beserta Staff Logistik banyak yang tidak datang karena
alasan tertentu.
2.
Pelantikan
Dalam menyukseskan acara tersebut, panitia bidang Logistik memiliki tugas
yaitu menyiapkan segala atribut seperti Baliho, stand Banner, perlengkapan dan
peralatan, seperti Meja, Sound, Mic, Proyektor, dll. Dan Konsumsi berupa Snack
dan aqua gelas.
Realisasi : Bidang Logistik kurang berpartisipasi
Evaluasi : PJ dan Wa PJ beserta Staff Logistik banyak yang tidak datang karena
alasan tertentu. Seperti banyak yang pulang kampung, sedang masa liburan, ada
agenda lain, dll.
5.
Analisis SWOT
a.
Strenght
Mempunyai staff yang berkomitmen kuat pada tugasnya
PJ dan WaPJ berasal dari Fakultas yang sama begitupula Staff banyak yang berasal dari
fakultas yang sama sehingga menimbulkan keterikatan batin yang baik.
Mempunyai Wakil PJ yang berkomitmen dan mau diajak kerja sama, serta siap sedia.
Staff yang mau kerja pada saat bukan tugasnya.
b.
Weakness
Kurangnya jumlah Staff yang tersedia yaitu hanya 7 orang.
Jumlah staff yang mayoritas perempuan yaitu 5 orang, dan laki-laki hanya 2 orang
menyulitkan untuk membagi tugas.
Sulit mengatur jadwal kerja Logistik pada Roadshow Fakultas, karena mayoritas
staff berada pada 1 fakultas yang sama begitu pula dengan PJ dan Wa PJ.

c. Opportunity

Hampir semua staff mempunyai kendaraan bermotor, sehingga memudahkan dalam menjalan tugas.

Semua staff maupun PJ dan WA PJ memiliki alat komunikasi dan media sosial yang memudahkan untuk menjalankan tugas

83

Hampir semua memiliki tempat tinggal di sekitar UI dan Kost/Asrama sehingga memudahkan ketika mereka dipanggil untuk menjalankan tugas.

d. Threat

Rata-rata staff bukan termasuk golongan masyarakat kelas atas sehingga sering kesulitan ketika meminjam dana mereka untuk keperluan Logistik.

Tidak ada Staff yang memilik mobil menyulitkan untuk membawa peralatan yang besar dan berat.

 PJ dan Wa PJ yang tidak memiliki kendaraan, menyulitkan untuk menjalankan tugasnya  Rumah
 PJ dan Wa PJ yang tidak memiliki kendaraan, menyulitkan untuk menjalankan
tugasnya
 Rumah PJ yang agak jauh dari Kampus agak kesulitan dalan menjalankan tugasnya.
6.
Penutup
Demikian laporan pertanggungjawaban ini kami perbuat, dengan memperhatikan
segala hal yang terjadi sebelum, saat, dan sesudah acara. Kiranya laporan ini dapat
menjadi bahan pertimbangan dan masukan untuk kegiatan – kegiatan Pemira IKM UI
yang berikutnya. Sebagai bagian terakhir dari laporan pertanggungjawaban ini, kami
juga melampirkan foto-foto selama kepanitiaan ini berjalan.
Akhir kata, kami segenap panitia memohon maaf apabila sebelum, saat, maupun
setelah acara melakukan kesalahan, baik itu dari tutur kata maupun perbuatan kami
yang tidak berkenan di hati masing – masing. Kami juga menghaturkan rasa terima
kasih kami kepada segenap pihak yang berkenan untuk berpartisipasi dalam kegiatan
ini. Kami, para panitia, tidak memiliki sesuatu yang dapat diberikan kepada Anda
sekalian, hanyalah doa yang mampu kami berikan. Semoga Tuhan Yang Mahakuasa
senantiasa menyertai kita dan menganugerahkan rahmat – Nya kepada kita.
Kontak
Arya 087809125539
Rama 085218762482

84

Laporan Pertanggungjawaban

PENANGGUNG JAWAB DIVISI SDM

Afina Raida Vinci / FPSI / Psikologi / 2011

1. Pendahuluan

Syukur mendalam mengalir melalui lisan saya kepada Allah subhanahu wa ta'ala karena atas kuasa-Nya rangkaian Pemira UI 2014 telah terselesaikan. Syukur itu juga mengalir walaupun dalam Pemira UI 2014 terdapat hal-hal yang tidak berhasil dikerjakan dengan baik oleh bidang SDM. Saya berharap laporan ini menjadi dokumen tertulis yang dapat diacu oleh orang-orang yang ingin belajar dari masa lalu.

Dikatakan bahwa kunci utama dari kesuksesan (maupun kegagalan) segala tim ada pada manusianya. Bidang SDM
Dikatakan bahwa kunci utama dari kesuksesan (maupun kegagalan) segala tim
ada pada manusianya. Bidang SDM melengkapi kepanitiaan Pemira UI 2014 berdasar
pada asumsi tersebut. Dengan adanya bidang SDM, diharapkan setiap orang yang
bergabung di dalam tim Pemira UI 2014 dapat dijangkau melalui arah yang lebih
banyak: selain oleh PJ bidang yang menaunginya juga oleh bidang SDM.
Tentu eksistensi bidang SDM saja tidak dapat lantas menjamin performa dan
kelekatan staf-staf dalam kepanitiaan ini. Unsur yang menjadi garda terdepan penjaga
SDM di dalam sebuah tim antara lain adalah sosok pemimpin, visi, beserta nilai dan
budaya yang hidup di dalam tim tersebut.
2. Profil Divisi
Bidang SDM awalnya terdiri atas seorang PJ dan 9 orang staf. Namun seorang
staf kemudian nonaktif.
3. Deskripsi Kerja
 Bertanggung jawab terhadap plot SDM saat oprec
 Berkoordinasi dengan supervisor SDM mengenai SDM panitia
 Menjaga kondisi seluruh panitia
 Melakukan pengawasan internal terhadap seluruh staff
 Bertanggung jawab dalam pelaksanaan Pemira UI Summit (dialihkan ke bidang Humas)
4. Analisis SWOT

Strength:

Memiliki staf dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan bidang\

Seluruh staf merupakan hasil rekrutmen terbuka sehingga terdapat motivasi internal dari para staf untuk mengikuti kepanitiaan

Weakness:

Hilangnya satu orang staf (tidak pernah muncul)

85

Rendahnya response rate (tingkat respon) di dalam grup WhatsApp bidang

Rendahnya keberanian beberapa staf untuk aktif mendekatkan diri pada bidang- bidang pegangannya

Rendahnya keterlibatan beberapa staf dalam kegiatan Pemira yang tidak secara langsung menyangkut bidang SDM

Tidak adanya rapat mingguan ketika rangkaian Pemira telah berjalan

Kurangnya bonding di dalam internal bidang

Opportunity:

Memiliki staf dengan kombinasi angkatan 2014, 2013, dan 2011 sehingga memungkinkan pembelajaran Threat: 
Memiliki
staf
dengan
kombinasi
angkatan
2014,
2013,
dan
2011
sehingga
memungkinkan pembelajaran
Threat:
 Deskripsi kerja yang kurang operasional
 Kesibukan masing-masing staf yang cukup padat
 Kerja sama yang kurang dari PJ bidang-bidang lain
5. Realisasi dan Evaluasi
1. Plot SDM pada Rekrutmen Terbuka
Untuk rekrutmen, bidang SDM telah menyebarkan dan mensosialisasikan panduan
wawancara yang baik dan benar kepada PJ yang nantinya akan mewawancara calon
staf. Bidang SDM juga telah mengajukan kompetensi rekomendasi terstandar (sesuai
dengan kamus kompetensi Spencer & Spencer) berdasarkan karakteristik SDM yang
diinginkan oleh PJ-PJ Bidang. Namun dari kompetensi terstandar tersebut belum sempat
diturunkan ke dalam panduan pertanyaan dan probing wawancara. Hal ini mungkin
menyulitkan PJ dalam menggunakan kompetensi rekomendasi sebagai acuan dalam
mewawancara calon staf. Kekurangan lain adalah karakteristik staf yang diinginkan
oleh setiap bidang belum terstruktur benar, ditambah lagi tidak ada karakteristik umum
yang ditetapkan bagi seluruh staf. Hal ini membuat struktur kompetensi terlampau
banyak dan menjadi rumit.

Peran bidang SDM pada saat rekrutmen kurang optimal karena kesibukan PJ dalam mengikuti kegiatan K2N UI. Akibatnya sosialisasi panduan wawancara terlalu mepet dengan pelaksanaan rekrutmen. Juga tidak semua PJ mengikuti sosialisasi tersebut sehingga diragukan kesepemahaman seluruh BPH mengenai pentingnya dan bagaimana melakukan wawancara yang tepat.

Peran bidang SDM dapat lebih optimal jika saja sejak awal bidang ini telah memiliki staf berkompeten yang kemudian dapat membantu PJ-PJ bidang untuk berlatih serta melakukan wawancara rekrutmen dengan baik. Selain itu seorang wakil PJ mungkin juga dapat membantu.

Di samping itu, rekrutmen staf sebaiknya dirancang dengan lebih serius. Sebaiknya

Project

Officer

atau

PI

menetapkan

suatu

kompetensi

umum

bagi

seluruh

staf

86

kepanitiaan. Kemudian barulah kompetensi spesifik bidang ditentukan setiap PJ melalui asesmen yang dilakukan bersama bidang SDM.

2. Koordinasi mengenai SDM dengan supervisor (PJ) SDM

Selama kepanitiaan berlangsung, laporan disampaikan oleh staf SDM kepada PJ SDM pada rapat mingguan di hari Senin. Bentuk pelaporan adalah lisan serta tertulis melalui buku catatan bidang. Alur koordinasi semacam ini sebenarnya cukup efektif, namun pada saat pelaksanaannya menemui beberapa hambatan.

Hambatan pertama adalah staf SDM yang masih meraba-raba model kerja SDM yang tidak turun langsung
Hambatan pertama adalah staf SDM yang masih meraba-raba model kerja SDM
yang tidak turun langsung menangani pekerjaan namun justru mengawasi dan
mendukung dinamika di setiap bidang. Hambatan ini mungkin dapat diatasi jika saja
staf SDM dipilih dari orang-orang ahli (berpengalaman di bidang SDM sebelumnya)
dan/atau telah direkrut jauh-jauh hari sebelum staf bidang lain sehingga memungkinkan
untuk di-briefing lebih awal mengenai cara kerjanya.
Hambatan kedua adalah mulai berkurangnya intensitas rapat mingguan ketika
rangkaian kampanye dimulai. Seharusnya hal ini dapat dihindari jika PJ lebih fokus
dalam menjalankan deskripsi tugas bidangnya.
3. Penjagaan kondisi panitia
Penjagaan kondisi panitia dilakukan melalui SDM setiap bidang sesuai kebutuhan
bidang. Selain itu juga dilakukan Team Party yang dimaksudkan menjadi kegiatan
bersama dan berkumpulnya seluruh panitia Pemira UI. Namun dalam pelaksanaannya
terdapat beberapa hambatan.
Hambatan pertama adalah kerja sama dari PJ bidang-bidang. Secara pribadi PJ
SDM merasa belum seluruh PJ bidang lain berkenan untuk bekerja sama dengan staf
SDM yang menaungi bidangnya untuk melakukan penjagaan kondisi panitia. Agaknya
belum seluruh BPH memiliki kesepemahaman mengenai pentingnya posisi bidang SDM
di dalam kepanitiaan. Jika seandainya PI merasa bidang SDM diperlukan, maka harus
dipastikan seluruh BPH paham dan sepakat dengan keperluan tersebut. Jika tidak
demikian, sebaiknya bidang SDM tidak usah diadakan sama sekali.

Hambatan kedua adalah kesulitan dari staf-staf SDM untuk membangun hubungan baru dengan (rata-rata) 10 orang staf bidang, apalagi jika tanpa disertai dengan kerja sama dari PJ bidang bersangkutan. Hubungan ini juga perlu dijalin dalam waktu yang relatif singkat di tengah-tengah kesibukan setiap bidang. Dalam kondisi seperti ini staf- staf SDM pun kurang dapat melakukan pendekatan dan penjagaan secara personal terhadap setiap staf bidang. Waktu yang singkat tersebut juga belum cukup dapat membuat staf SDM merasakan concern yang otentik terhadap orang-orang yang „dijaga‟-nya. Hambatan kedua ini saya rasa tidak memiliki solusi, kecuali dengan mengatasi hambatan ketiga berikut.

Hambatan ketiga adalah tidak adanya target penjagaan yang jelas. Target ini seharusnya dirancang sejak awal kepanitiaan dengan mempertimbangkan hambatan

87

kedua serta ditetapkan dalam bentuk yang operasional. Dengan demikian feasibiliy dari „penjagaan panitia‟ akan lebih tinggi.

4. Pengawasan internal

Sebagaimana penjagaan kondisi panitia, pengawasan juga dilakukan melalui SDM setiap bidang sesuai dengan kebutuhan bidang. Aspek ini agaknya mengalami hambatan yang serupa dengan penjagaan panitia. Kurangnya kerja sama dengan PJ bidang, kurang dekatnya hubungan personal staf SDM dengan staf bidang, serta tidak adanya target pengawasan tertentu yang ditetapkan membuat tugas ini tidak terlaksana dengan baik.

Penutup Demikian laporan bidang SDM Pemira UI 2014. Terima kasih. Kontak Afina 085732966266
Penutup
Demikian laporan bidang SDM Pemira UI 2014. Terima kasih.
Kontak
Afina 085732966266
LAMPIRAN
LAMPIRAN

88

DAFTAR PANITIA PENGURUS INTI Nama Fakultas Program Studi Angkatan Jabatan Laeli Atik Supriyatin FMIPA Geografi
DAFTAR PANITIA
PENGURUS INTI
Nama
Fakultas
Program Studi
Angkatan
Jabatan
Laeli Atik Supriyatin
FMIPA
Geografi
2012
Ketua Pelaksana
Moh. Ardan Makarim Corny
FT
Teknik Sipil
2011
Plt. Ketua Pelaksana
Taufiq Satrio Nurtiasto
FT
Teknik Metalurgi & Material
2012
Wakil Ketua Pelaksana
Ananda Adhetya Ayuningtyas
FIB
Sastra Inggris
2012
Sekretaris Umum
Azhrianka Dewi Putri Sudarmanto
FIB
Ilmu Sejarah
2012
Wakil Sekretaris Umum
Tsaniya Dievta Aulia
FMIPA
Biologi
2012
Bendahara
Isna Putri Cholifatus Sholihah
Vokasi
Administrasi Keuangan & Perbankan
2013
Wakil Bendahara
Ishmah Naqiyyah
FH
Ilmu Hukum
2013
Legal Officer
Egi Mahira Irham
FH
Ilmu Hukum
2011
Legal Officer
Iis Setiyawati
FISIP
Ilmu Politik
2011
Legal Officer
Rangga Jhody Alwantio
FISIP
Ilmu Komunikasi
2012
Koordinator Bidang 1
Dana Carera
FPsi
Psikologi
2012
Koordinator Bidang 3
Fakhri Fadhil
FEB
Ilmu Ekonomi
2013
Koordinator Bidang 4
DIVISI VERIFIKASI
Rindi Khoirussifa
FISIP
Ilmu Kesejahteraan Sosial
2013
Penanggung Jawab
Welly Kurnia
FISIP
Ilmu Kesejahteraan Sosial
2013
Wakil Pj
Adlia Primadita
Vokasi
Administrasi Asuransi & Aktuaria
2014
Staf
Mimandita Atsari
FISIP
Sosiologi
2014
Staf
Nurlaili Indra Pithata Dewi
FISIP
Ilmu Kesejahteraan Sosial
2013
Staf
Umi Humaeroh
FIB
Ilmu Sejarah
2014
Staf
Yelsi Gusmaini
FISIP
Ilmu Kesejahteraan Sosial
2012
Staf
Faradina Liandi
Vokasi
Administrasi Perkantoran & Sekretari
2014
Staf
Syafira Arianti
Vokasi
Manajemen Informasi & Dokumen
2014
Staf

89

DIVISI KOMISI DISIPLIN Adipa Rizky Putra FH Ilmu Hukum 2013 Penanggung Jawab Mohamad Bagja Azhari
DIVISI KOMISI DISIPLIN
Adipa Rizky Putra
FH
Ilmu Hukum
2013
Penanggung Jawab
Mohamad Bagja Azhari
FH
Ilmu Hukum
2013
Wakil Pj
Intan Fajri Bestari
FEB
Akuntansi
2014
Staf
Kenia Shaulisafa
FIB
Sastra Jerman
2014
Staf
Biqi Amanda Noer Permatasari
FT
Arsitektur Interior
2013
Staf
Robby Saragih
FIB
Ilmu Filsafat
2014
Staf
Vienna Novia Lurizha Adza
FH
Ilmu Hukum
2013
Staf
Danang Setiya Rahardja
FT
Teknik Sipil
2012
Staf
Fitri Hidayatu Rohmah
Vokasi
Manajemen Informasi & Dokumen
2014
Staf
Indah Perdana Kusuma
Vokasi
Manajemen Informasi & Dokumen
2014
Staf
Dian Presti
Vokasi
Manajemen Informasi & Dokumen
2014
Staf
Ulfa Febriarini
Vokasi
Manajemen Informasi & Dokumen
2014
Staf
Fadillah Archieansyah
FIB
Ilmu Filsafat
2014
Staf
Andi Muhammad Rakasya Mahdy
FIB
Ilmu Filsafat
2014
Staf
DIVISI ACARA & DEBAT PUBLIK
Ferry Alif Purnama Sugandhi
FEB
Ilmu Ekonomi
2013
Penanggung Jawab
Devi Sandra Nadia
FH
Ilmu Hukum
2013
Wakil Pj
Dian Kurnia Hayati
FIB
Ilmu Sejarah
2014
Staf
Fitria Jelita
FISIP
Ilmu Politik
2014
Staf
Adiska Rizki Khayyumi
Vokasi
Perumahsakitan
2014
Staf
Nurul Afifah Marwatin
FISIP
Ilmu Politik
2014
Staf
Tri Suciati
FH
Ilmu Hukum
2014
Staf
Ahmad Ali Ibrahim
FMIPA
Kimia
2014
Staf
Meiry Kurnia Utami
Vokasi
Akuntansi
2014
Staf
Marina
FT
Teknik Sipil
2014
Staf
Shefa
FEB
Staf

90

DIVISI KAMPANYE Lulu Auliandini Rafianida Vokasi Manajemen Informasi & Dokumen 2013 Penanggung Jawab Mirza
DIVISI KAMPANYE
Lulu Auliandini Rafianida
Vokasi
Manajemen Informasi & Dokumen
2013
Penanggung Jawab
Mirza Amadea
FIB
Ilmu Sejarah
2013
Wakil Pj
H Surya Darma Lubis
FEB
Ilmu Ekonomi
2014
Staf
Innes Nuary
Vokasi
Perumahsakitan
2014
Staf
Defi Anita Jahro